Sebenarnya ini buat besok. Tapi hari ini sekalian praktek.
Enjoy It
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Kau gak belajar ?" Tanya Izumo pada Sasuke yang sedang serius merancang proyek barunya. Sasuke menoleh sebentar pada Izumo.
"Aku harus fokus pada langkah pertamaku" Sasuke kembali memfokuskan langkah pertamanya.
"Untuk langkah pertamamu. Aku sudah memutuskan untuk membantumu. Limaratus ribu per bulan" Ucapan Izumo langsung membuat Sasuke menghentikan pekerjaan sementaranya dan menatap Izumo.
"Kau serius ?" Kata Sasuke dengan nada yang sangat serius. Izumo mengangguk dan disambut dengan senyuman lembut yang sangat langka dari Sasuke.
"Arigatou, Izumo-san" Gumam Sasuke sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
"Mision one, complete" Kata Sasuke dengan wajah puas. Izumo yang melihatnya hanya tersenyum.
Kriiinnngggg
Izumo terlonjak kaget mendengar serangan mendadak dari bel yang dipasang Sasuke tersebut.
"Kenapa kau pasang bel disini ?" Tanya Izumo dengan wajah kesal. Sasuke hanya nyengir innocent sambil membuka jendela billing untuk melihat siapa yang sudah selesai.
"Aku sering ketiduran" Jawab Sasuke dengan jujur pada Izumo. Tak lama kemudian, gadis menis yang ditemui oleh Sasuke kemarin sudah nongol lagi.
"Sudah selesai, Hanabi-chan ?" Tanya Sasuke pada gadis tersebut. Hanabi hanya tersenyum kearah Sasuke.
"Temanmu ?" Tanya Izumo sambil menunjuk Hanabi yang sedang berdiri menghadap Sasuke yang sedang sibuk mencari kembalian.
"Bukan. Dia juniorku" Kata Sasuke sambil tersenyum menggoda kearah Hanabi. Hanabi pun meninggalkan cafe tersebut karena ternyata seperti biasanya, pacarnya telah menunggu didepan cafe tersebut.
"Bener-bener pacar setia" Gumam Sasuke melihat kemesraan antara Hanabi dan Konohamaru.
"Kau juga harus begitu" Kata Izumo sambil melangkah pergi meninggalkan Sasuke yang saat itu tengah terbuai khayalannya bersama Hinata.
"Uhm...! Iya" Jawab Sasuke dengan sedikit tergagap melamunkan Hinata.
Hari Senin
"Teme, Disini" Seru Naruto yang sepertinya melihat Sasuke berjalan menuju kelasnya. Sasuke mengampiri Naruto dan melihat-lihat ruang ujiannya yang terlihat sangat luas.
'Mirip sekali dengan aula' Batin Sasuke sambil memasuki ruang ujian tersebut. Meja panjang dijejer rapi dengan dua deret. Dua meja guru juga terpampang di sebelah LCD TV yang terpasang didinding depan kelas. Lantainya terlihat sangat bersih sekali.
'Benar-benar berbeda dengan ruang kelasku' Batin Sasuke membandingkan kelas ini dengan ruang kelasnya yang kumuh. Ck ck ck.
Hari Selasa
"Kamu bisa gak ?" Tanya seorang berambut biru dengan aksesoris bunga kertas menghiasi wajah cantiknya.
"Bisa" Kata Sasuke dengan cuek sambil mengerjakan tugasnya kembali. Sasuke saat itu dengan sukses duduk dengan senpainya yang bernama Konan. Yup...! Benar sekali, wakil ketua OSIS.
"Yang ini gimana ?" Tanya Konan sambil menyerahkan lembar soal dan menunjukkan soal yang sepertinya sangat sulit tersebut.
'Memalukan sekali senpai ini. Masak minta bantuan juniornya' Batin Sasuke sambil menatap Konan dengan tatapan intens. Konan balas menatap Sasuke dengan tatapan innocent khas miliknya.
"Sini" Kata Sasuke sambil menarik lembar soal tersebut dan langsung mencorat-coret lembar soal tersebut dengan pensil miliknya.
'Lumayan buat misi kedua' Gumam Sasuke sambil tersenyum.
Hari Rabu
"Teme, ini gimana sih ?" Rengek Naruto pada Sasuke yang saat itu sedang jongkok didepan pintu sambil maenin ponselnya.
"Gini lho Naruto" Sasuke nyerocos gak jelas dengan mata yang masih menempel kelayar ponselnya. Naruto hanya pasang tampang bengong.
"Sudah ngerti, Dobe" Sasuke mengakhiri ceramahnya dengan pertanyaan.
"Belum" Naruto malah jawab dengan cengiran innocent khas Naruto. Sasuke menepuk jidatnya mendengar Naruto mengucapkan hal tersebut.
"Emang aku tadi ngomong apa ?" Sasuke malah bertanya pada Naruto dengan tampang heran.
"Lupakan saja" Naruto meninggalkan Sasuke yang masih bertahan dengan tampang herannya.
'Masak sama lisannya sendiri lupa' Rutuk Naruto yang sepertinya baru menyadari kebodohan Sasuke yang dengan jelas ditunjukkan padanya.
Hari Kamis
"Sasuke" Panggil Kiba. Merasa dirinya dipanggil, Sasuke menoleh pada sosok rambut coklat jabrik yang sedang pasang wajah bingung tersebut.
"Ada apa ?" Tanya Sasuke dengan suara pelan agar Anko-sensei yang terkenal dengan kegalakannya tersebut tidak mendengarm Untungnya sekarang Anko sedang mengoreksi ujian sebelumnya.
"Nomor dua puluh tiga" Kiba sedikit merendahkan suaranya dan menekankan pada pergerakan mulut agar Sasuke bisa mengerti. Sasuke mengangguk dan membuka lembar soalnya.
'Ternyata Sasuke gak pelit-pelit amat' Batin Kiba sambil merutuki kebodohannya selama tiga hari yang lalu untuk tidak menyontek pada Sasuke.
Tapi setelah ditunggu cukup lama, Sasuke masih saja tidak menoleh pada Kiba.
"Oiy...! Sasuke" Kali ini Kiba benar-benar tidak sabar sehingga memanggil kembali Sasuke. Sasuke menoleh kearah Kiba dengan tampang innocent.
"Mana jawabannya" Kiba udah geregatan melihat tampang innocent milik Sasuke.
"Kenapa lu tanya gue ?" Jawab Sasuke dengan lemotnya.
'Ugh...! Lupakan saja ayam gile tersebut' Batin Kiba sambil menepuk jidatnya. Sasuke hanya menyeringai melihat tingkah Kiba.
'Kayak gue mau aja nyonteki lu' Batin Sasuke sambil terus mengerjakan lembar soal miliknya. Konan hanya geleng-geleng melihat tingkah Sasuke.
'Kenapa orang yang pinter selalu gila ya' Batin Konan dengan nistanya.
Hari Jumat
"Bener-bener dech. Soalnya mematikan banget" Kata Shino yang saat itu tengah nongkrong di kantin sambil ngemil coklat.
Sasuke hanya acuh mendengar keluhan Shino sambil terus memakan baksonya.
"Kulihat kau setiap hari main hape mulu" Kata Shino membuka percakapan dengan makhluk macam Sasuke.
"Kenapa emang ?" Sasuke malah balik bertanya.
"Emang kamu gak khawatir dengan nilaimu" Kata Shino dengan sabar menghadapai ketidakwarasan Sasuke. Sasuke hanya cuek sambil melanjutkan acara makan baksonya.
"Ada kekuatan lain yang membantuku" Kata Sasuke dengan gaya sok misterius.
'Nih anak pelihara jin kali ya' Batin Shino sambil melarikan diri dari kantin karena takut dijadikan tumbal oleh Sasuke.
"Kenapa tuh" Sasuke malah bertanya entah pada Siapa.
Hari Sabtu
"Akhirnya selesai" Naruto berteriak begitu melihat Kurenai-sensei sedang mengumpulkan jawabannya.
"Berisik" Seru semua siswa spontan sambil melempar kertas buramnya kearah Naruto. Naruto hanya nyengir innocent sambil merapikan barang bawaannya.
"Mau main ?" Tanya Kiba dengan seringai khas terpampang di wajahnya yang masih tertutp helm.
"Tidak terimakasih" Kata Sasuke sambil mengambil sepeda yang terparkir di teras rumah seseorang dan mengayuhnya untuk menghampiri Kiba.
"Emang mau main kemana ?" Tanya Sasuke dengan tampang datar.
"Ke pantai" Kata Kiba singkat. Sasuke kembali bersiap untuk mengayuh sepedanya meninggalkan Kiba.
"Maaf, aku ada kerja sambilan" Seru Sasuke sambil mengayuh sepedanya meninggalkan Kiba.
"Sambilan ?" Gumam Kiba dengan tampang penasaran.
"Tinggal menunggu hasil ujian untuk menentukan kesuksesan misi kedua" Gumam Sasuke saat dia bersepeda.
TBC
Perjanjiannya saya ubah ya ? Saya akan update dua chapter paling lama dua hari sekali karena sekarang saya harus praktek TIK yang sangat merepotkan.
Reviewww...!
