Gk usah basa basi dech.
Enjoy It
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Begini lho, Hinata" Sasuke dengan suksesnya diangkat menjadi tutor olimpiade dadakan dengan sukarela (sebenarnya terpaksa sih)
Wajah Hinata memerah merasakan pelukan Sasuke. Sekarang posisi Sasuke sedang berada dibelakang Hinata untuk membantu Hinata menggerakkan mouse (bisa dipahami kan ?)
"Hinata..." Bisik Sasuke tepat ditelinga Hinata.
"I-iya, Sa-sasuke-kun" Hinata menjawab dengan tergagap. Sasuke pun membalikkan tubuh Hinata dan kedua tangannya memegang bahu Hinata. Matanya menatap Hinata dengan lembut.
"Aku mencintaimu, Hinata" Ucap Sasuke dengan sangat lancar. Entah apa yang mendorong Sasuke melakukan serangan dadakan kearah Hinata. Wajah Hinata tampak semerah kepiting rebus sekarang.
'Gue terburu-burun misi gue belum selesai' Batin Sasuke merutuki kebodohannya sendiri.
"Maaf, Sasuke-kun. Aku..." Ucapan Hinata terhenti ketika telunjuk Sasuke tengah berdiri di depan bibirnya.
"Pelajaran bukanlah alasan bagiku, Hinata-chan" Kata Sasuke dengan nada menggoda.
"Kita bisa pacaran sambil belajar kelompok, gimana ?" Sasuke mengungkapkan ide yang baru saja terlintas dibenaknya. Hinata pun tersenyum dan mengalungkan tangannya keleher Sasuke. Sasuke agak terkejut melihat tingkah agresif Hinata.
"Baiklah. Yang serius ya" Hinata tersenyum manis kearah Sasuke.
Sasuke pun melepaskan pegangannya dan mulai mengarahkan Hinata agar memgang mouse lagi.
"Baiklah, sekarang coba kita praktekkan" Kata Sasuke sambil duduk disebelah Hinata. Hatinya sudah sangat berbunga-bunga saat ini.
'Kenapa gak terpikirkan ide tersebut dari awalnya sih' Batin Sasuke dengan kesal.
"Kita pasti bisa mengalahkan mereka. Benarkan, Hinata-chan ?" Hinata hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar ucapan Sasuke.
Sekolah menengah atas tersebut rupanya telah ditinggalkan oleh para penghuninya. Terlihat dari koridor-koridor kelas yang mulai menjadi sepi meskipun masih terlihat beberapa murid yang masih setia berbincang-bincang dalam kelasnya (Mau jadi penjaga kali ya)
"Kamu dijemput ?" Tanya Sasuke pada Hinata yang sedang asyik menunggu di depan gerbang sambil memainkan smartphone nya. Hinata hanya mengangguk sambil tersenyum sendiri melihat layar smatphone nya.
"Kamu bisa pulang dulu, Sasuke-kun" Kata Hinata dengan lembut tapi sepertinya Sasuke masih enggan mengayuh sepedanya meninggalkan Hinata. Sasuke pun mengambil ponselnya dan mengetikkan beberapa kata lalu memasukkan ponsel tersebut kedalam sakunya kembali.
"Sasuke-niichan" Sapa seseorang yang sangat familiar dengan Sasuke. Sasuke menoleh kearah suara yang sudah tidak asing tersebut, seorang gadis berambut coklat panjang sedang tersenyum kearah Sasuke.
"Hanabi-chan, sedang apa disini" Kata Sasuke dengan tampang heran melihat penampakan gadis manis yang menjadi pelanggan setianya.
"Jadi kau sekolah disini ya, Sasuke" Sapa seseorang berambut coklat panjang dengan wajah yang masih tertutup helm.
"Hiashi-san ?" Sasuke tidak percaya harus bertemu lagi dengan orang yang memesan programnya tersebut.
"Kalian bertiga sudah saling kenal ?" Hinata berkata tak kalah herannya dengan Sasuke.
"Ternyata Sasuke-niichan itu pacarnya onee-chan ya" Hanabi terkikik geli sambil mengingat ucapan Sasuke kalau dia tidak punya pacar. Wajah Hinata langsung memerah dan berjalan menuju kearah Hanabi dan langsung menaiki motor milik ayahnya tersebut.
"Duluan ya, Sasuke-kun" Kata Hinata sambil melambaikan tangannya.
"Sering-sering kerumah ya, Sasuke" Kata Hiashi sambil tersenyum kearah Sasuke dan melajukan motornya meninggalkan Sasuke.
'Ternyata dunia itu sempit sekali' Batin Sasuke sambil mengayuh sepedanya.
"Kemana aja kau, Sasuke ?" Tanya Izumo yang sepertinya sudah bosan. Terlihat dari raut wajahnya yang sudah berhiaskan peluh.
"Maaf, aku ada bimbingan" Sahut Sasuke sambil nyengir dan menggantikan posisi Izumo. Izumo langsung kekamarnya karena dia merasa sangat lelah, terlihat dari cara berjalannya yang sudah setengah mabuk.
Sasuke memasang earphone disamping kepalanya sambil merebahkan diri menunggu file yang dia download selesai.
"Misi ketiga ini cukup sulit. Aku harus memilih timing yang tepat" Gumam Sasuke sambil memikirkan strategi pemecahan masalah ketiganya tersebut.
"Baiklah. Here we go" Gumam Sasuke sambil membuka situs jual beli online.
"Sudah berhasil ?" Itachi langsung menghujani Sasuke yang baru datang dari sekolahnya dengan pertanyaan sambil duduk di ruang tamu dengan satu kaki diangkat ke meja.
"Turunkan kakimu, tidak sopan tau" Sungut Sasuke sambil menurunkan kaki kakaknya yang memang agak eror tersebut. Sasuke pun merebahkan dirinya diatas sofa yang terletak diseberang Itachi.
"Rencanaku tidak berjalan sempurna, tapi aku yakin masih bisa mendapatkannya" Kata Sasuke dengan yakin meski wajahnya terlihat kelelahan. Itachi hanya tersenyum melihat adiknya yang telah dimbuk cinta tersebut. Bedanya, cinta ini lebih mengarah ke hal positif.
"Mau taruhan ?" Tanya Itachi sambil mengungkapkan ide gilanya yang langsung dibalas dengan deathglare ala Sasuke.
"Peace" Kata Itachi sambil nyengir dan membentuk huruf V dengan jari tengah dan jari telunjuknya. Sasuke hanya mendengus kesal melihat kelakuan kakaknya yang jauh dari apa yang disebut sikap dewasa.
"Jadi, Sasuke itu pacarmu ya ?" Tanya Hiashi sambil menghampiri Hinata yang sepertinya tengah mencoba apa yang diajarkan oleh Sasuke.
"Sebenarnya sih baru jadian" Jawab Hinata sambil mengelus-elus tengkuknya yang terasa pegal karena dari tadi membungkuk terus.
"Memangnya ayah kenal Sasuke-kun dari mana ?" Tanya Hinata penasaran. Memangnya ayahnya yang terkenal sangat sibuk itu bisa bergaul dengan ayam macam Sasuke.
"Ayah pernah memesan program pada Sasuke" Kata Hiashi. Hinata agak terkejut mendengar hal tersebut.
'Sasuke-kun jualan program ?' Batin Hinata sambil memikirkan untuk apa Sasuke menjual software.
"Softwarenya berjalan sangat baik dan hanya memakan memory sedikit. Dia benar-benar berbakat" Kata Hiashi sambil tersenyum kearah Hinata.
"Kau tak salah pilih orang" Hiashi mengelus kepala Hinata sebentar lalu pergi meninggalkan Hinata yang masih cengo mendengar ayahnya mengatakan hal langka seperti itu.
Memang biasanya Hiashi tidak suka memuji orang selain dirinya sendiri karena Hiashi selalu menjunjung tinggi kesempurnaan. Tak heran bila Hinata juga mewarisi kedisiplinan Hiashi.
"Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata harap menuju lab komputer. Sekali lagi, Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata harap menuju lab komputer" Hinata langsung berdiri begitu mendengar pengumuman tersebut dan dengan sigap langsung berjalan dengan cepat.
Berbeda sekali dengan Sasuke yang berdiri dengan malas sambil menggumamkan keluhan-keluhan yang meluncur dengan lancar dari mulutnya.
"Cepat sedikit dong" Sungut Hinata yang sepertinya menunggu Sasuke didepan pintu kelas. Tak enak kan rasanya bila tidak berjalan dengan kekasih.
Sasuke hanya nyengir innocent pada Hinata yang sedang manyun gak jelas.
"Baiklah. Ayo" Kata Sasuke dengan semangat dan menggandeng tangan Hinata. Hinata yang tidak biasa dipegang tangannya secara refleks mengibaskan tangan milik Sasuke.
Sasuke cengo melihat tingkah Hinata yang memang sepertinya agak sensitif.
"Kau harus membiasakan dirimu kalo pacaran" Kata Sasuke sambil menarik tangan Hinata tak peduli pada protes yang dilancarkan oleh mulut Hinata.
TBC
Jujur saja, ini mirip dengan cerita hidup author sendiri (kecuali untuk bagian kerja sambilan serta penembakannya karena author tidak cukup gentle untuk mengungkapkan isi hati)
Anyway
Reviewww...!
