Gak tau harus ngomong apa.

Enjoy It

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Olimpiadenya dilaksanakan beberapa hari lagi. Apa kalian sudah siap ?" Tanya Anko pada pasangan SasuHina yang sedang duduk di ruang komputer.

"Kami harus belajar sebentar" Ucap Sasuke yang laangsung diiyakan oleh Hinata.

"Baiklah. Aku akan membiarkan kalian belajar" Kata Anko sembari berdiri dan meninggalkan pasangan tersebut karena dia mempunyai kewajiban mengajar.

"Apa kau sudah menguasai konsep dasar pascal ?" Tanya Sasuke pada Hinata sambil menyandrkan tubuhnya. Hinata mengangguk pelan menjawab pertanyaan Sasuke.

"Baiklah. Tunjukkan padaku" Kata Sasuke sambil tersenyum lembut kearah Hinata. Wajah Hinata pun memerah melihat senyuman Sasuke.

Sasuke pun menghidupkan komputer yang menurutnya sangat baik untuk belajar komputer. Hinata duduk disamping Sasuke untuk menunjukkan apa yang dia bisa.

"Wah...! Mesranya" Goda Naruto ketika memasuki ruang komputer. Sasuke dan Hinata yang terkejut mendengar suara milik Naruto tersebut hampir saja terlonjak saking kagetnya.

"Berisik, Dobe" Sungut Sasuke dengan wajah kesal dan kembali melihat kearah layar komputernya. Naruto hanya nyengir innocent sambil melepas sepatunya untuk memasuki ruang komputer yang memang dilapisi karpet.

"Kau ikut gak, Teme ?" Tanya Naruto begitu sudah duduk disamping Sasuke. Sasuke menatap Naruto dengan tatapan heran.

"Kemana ?" Tanya Sasuke sambil mengalihkan pandangannya menuju Hinata yang saat itu tengah mengetik beberapa syntax(1) untuk membuat sebuah program.

"Aku, dan beberapa anak lainnya rencananya mau main ke pantai selatan" Kata Naruto sambil tetep mempertahankan cengiran lebarnya.

"Kau mau ikut, Hinata ?" Tanya Sasuke pada Hinata sehingga Hinata menghentikan pekerjaannya untuk sementara.

"Aku harus minta izin ayah dulu" Kata Hinata sambil tersenyum manis. Sasuke mengangguk mengerti dan kembali berbicara dengan Naruto.

"Aku ikut bila Hinata ikut" Kata Sasuke pada Naruto dengan mantap.

"Baiklah. Besok kita berangkat sepulang sekolah" Kata Naruto sambil berdiri dan berjalan keluar lab komputer.

"Kau lelah ?" Tanya Sasuke begitu melihat kecepatan mengetik Hinata turun drastis. Hinata mengangguk sambil tersenyum lemah.

"Istirahatlah dulu" Kata Sasuke. Hinata pun langsung menyandarkan tubuhnya sambil memijati tengkuknya yang terasa pegal sekali karena membungkuk terlalu lama.

"Memangnya ayahmu kerja apa sih ?" Tanya Sasuke membuka percakapan untuk memecah keheningan.

"Ayahku direktur Hyuuga Corp." Kata Hinata dengan senyum terlukis diwajah imutnya. Sasuke terkejut mendengar ucapan Hinata.

"Kenapa kau sekolah disini ? Bukankah di kota sana banyak sekolah yang lebih maju" Tanya Sasuke yang tak habis pikir mengapa Hinata yang notabene merupakan gadis pintar bisa sekolah di sekolahan yang sangat tidak elit ini.

"Aku suka di sini" Kata Hinata.

"Kenapa ?" Tanya Sasuke dengan heran.

"Karena aku akan jadi yang paling pintar" Jawab Hinata dengan jujur. Sasuke terbelalak mendengar jawaban Hinata tapi sedetik kemudian dia tersenyum.

"Kalo kamu kenapa sekolah disini ?" Tanya Hinata pada Sasuke dengan nada heran.

"Dekat dengan rumah. Aku gak mau menyusahkan orang tuaku untuk mengantar jemput" Kata Sasuke sambil menerawang langit. Hinata hanya manggut-manggut mengerti.

"Hinata, apa kau tahu tujuan kita duduk disini ?" Tanya Sasuke dengan nada serius.

"Kita di sini untuk menimba ilmu" Jawab Hinata dengan mantap. Sasuke menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju dengan Hinata.

"Kau tahu apa rahasiaku memperoleh nilai terbaik ?" Tanya Sasuke sambil menatap lurus kearah Hinata. Hinata menganggukkan kepalanya dengan antusias, berharap mendapat resep rahasia dari Sasuke. Sasuke hanya tersenyum melihat keantusiasan Hinata dalam memperoleh informasi belajar.

"Itu karena aku mencintaimu" Kata Sasuke sambil tersenyum lembut kearah Hinata. Hinata agak terkejut mendengar ucapan Sasuke yang terdengar sangat tidak nyambung tersebut.

"Maksudmu ?" Tanya Hinata dengan wajah yang penasaran membuatnya semakin imut saja.

"Aku selalu ingin manjadi yang terbaik untukmu. Hal itu menjadi pemicu semangatku bahwa aku pasti bisa" Lanjut Sasuke sambil tersenyum penuh arti pada Hinata. Hinata menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan semburat merah yang sudah nongol dipipi putihnya.

"Dan kau tahu apa kelemahanmu ?" Tanya Sasuke. Hinata menggeleng pelan.

"Kau terlalu membiarkan waktu bergulir dengan sendirinya" Kata Sasuke. Hinata agak bingung dengan ucapan Sasuke yang memang sangat pantas diucapkan pada orang intelektual. Sasuke tersenyum geli melihat tampang bingung milik Hinata.

"Kau terlalu tenggelam dalam atmosfer kompetitifmu untuk membuktikan bahwa kau bisa menjadi yang terbaik tanpa menemukan makna dibaliknya" Jelas Sasuke yang membuat Hinata terbelalak.

"Mulai sekarang, kau harus mengubah sikapmu jika kau ingin hidup bahagia" Kata Sasuke sambil tersenyum lembut melihat Hinata. Tak lama kemudian Hinata tersenyum mendengar ucapan Sasuke yang menasehati dirinya.

"Arigatou, Sasuke-kun" Gumam Hinata sambil melanjutkan kembali ketikannya yang sepertinya sudah hampir selesai. Kini dirinya mempunyai motivasi baru untuk memenangkan olimpiade ini.

Sasuke tersenyum melihat Hinata yang saat ini sudah sukses berubah.

"Hinata..." Panggil Sasuke. Hinata pun menoleh dan merasakan sebuah benda lembut mendarat di bibirnya. Hinata terbelalak merasakan benda lembut tersebut dan kemudian memasang tampang bengong.

"Arigatou, Hinata-chan" Kata Sasuke sambil membelai rambut Hinata. Hinata segera sadar begitu merasakan tangan hangat milik Sasuke membelai pelan rambutnya.

"Huwwaaa...! Sasuke-kun, kau mencuri first kiss ku" Jerit Hinata sambil memukul-mukul dada bidang Sasuke. Sasuke hanya terkikik geli sambil berusaha menahan pukulan bertubi-tubi milik Hinata.

Hinata menghentikan pukulannya begitu menyadari pukulannya tidak berefek banyak pada Sasuke. Hinata pun melipat tangannya sambil pasang raut wajah kesal.

"Kau harus membiasakan diri dengan permainan cinta, Hinata-chan" Kata Sasuke sambil mencolek dagu Hinata. Hinata menangkis tangan Sasuke dengan cukup keras.

"Jadi, beneran marah ya" Kata Sasuke sambil pasang tampang menyesal. Hinata yang melihatnya langsung ngakak gak karuan. Sasuke bingung dengan perubahan mood milik Hinata. Tadi dia ngambek, tapi sekarang dia malah ngakak gak ketulungan.

'Jangan-jangan dia kesurupan lagi' Batin Sasuke sambil mengguncang-guncangkan tubuh Hinata agara setan salam tubuhnya itu keluar.

"Hentikan, Sasuke" Teriak Hinata sebelum sarapan paginya tadi keluar mengotori wajah tampan milik Sasuke. Sasuke pun menghentikan guncangannya dan menatap heran kearah Hinata yang pasang muka kesal lagi.

"Kau ngambek, Hinata-chan ?" Tanya Sasuke sambil mendekatkan wajahnya kearah Hinata. Refleks Hinata langsung mendorong wajah tersebut dengan semburat merah muncul dikedua belah pipinya.

'Sasuke-kun tampan sekali bila dilihat dari dekat' Batin Hinata riang tapi masih bertampang kesal.

"Jadi kau beneran ngambek ya" Kata Sasuke sambil memasang wajah menyesal. Hinata mati-matian menahan tawa melihat tampang menyesal Sasuke yang sangat lucu bila diperhatikan dari jauh.

"Aku minta maaf dech" Kata Sasuke. Hinata terkejut dengan ucapan Sasuke. Sasuke yang terkenal dengan image coolnya langsung jatuh ketingkat yang paling rendah bila bertemu dengan Hinata.

'Sasuke-kun lucu sekali bila seperti ini' Batin Hinata.

TBC

1. Syntax, merupakan script-script yang digunakan untuk merancang program. Ini sama dengan bahasa komputer. Saya kurang bisa menjelaskannya, tapi syntax ini merupakan hal dasar bagi pelajaran pemrograman.

Untuk hari ini author cuman bisa buat satu karena sibuk dengan acara maulid nabi.

Reviewww...!