Kayaknya ceritanya makin medekati akhir nih. Ya sudah dech

Enjoy It

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Belum pulang" Sapa Sasuke begitu melihat Hinata yang sepertinya lagi menunggu jemputan di depan gerbang. Hinata yang merasa dipanggil langsung menoleh dan tersenyum pada Sasuke.

"Belum" Jawab Hinata singkat. Sasuke pun mengayuh sepedanya untuk menghampiri Hinata. Hinata memandangi sepeda gunung milik Sasuke yang terlihat tua tetapi masih saja bersih dan mengkilap.

"Sepertinya kau sangat menyayangi sepedamu ya. Sampe kiclong begitu" Kata Hinata sambil tersenyum geli.

"Tentu donk. Jangan salah lho, aku bisa memboncengmu ke pantai selatan dengan sepeda ini hanya dalam waktu kurang dari tiga jam" Sasuke malah mempromosikan sepedanya.

"Gak tertarik tuh" Kata Hinata dengan cuek. Tapi dalam batinnya dia sangat berharap sekali Sasuke bisa mengantarnya pulang dengan naik sepeda gunung. Terlihat gimana gitu

"Terserah kau saja. Mau kutunjukan sesuatu tidak ?" Tanya Sasuke sambil merogoh kantung celananya. Hinata mengangguk dan membuka telapak tangan putihnya untuk menerima apa yang Sasuke berikan. Tapi dasar Sasuke. Dia malah menggenggam kedua tangannya sambil mengacungkannya kearah Hinata

"Pilih yang mana ?" Tanya Sasuke dengan senyum menggoda. Hinata langsung manyun sendiri melihat sikap Sasuke yang biasanya cool sekarang malah jadi seperti anak TK.

Tapi, toh akhirnya Hinata memilih juga. Hinata memilih tangan kanan Sasuke dan Sasuke membukanya

"Pilihanmu tepat sekali" Kata Sasuke sambil tersenyum memperlihatkan sebuah kalung. Kalung tersebut terbuat dari emas dengan bandul bertuliskan SasuHina dengan style font yang memang sangat gaul terbuat dari perak dan dihiasi oleh beberapa butir manik-manik berbentuk hati berwarna merah.

Hinata langsung blushing berat melihat Sasuke menyerahkan kalung tersebut kepadanya

"Bisa cepetan gak. Tanganku sudah pegel tau, ato mau kupakein" Yah...! Kumat lagi dech Sasuke gaya anak kecilnya. Hinata langsung cemberut mendengar ucapan Sasuke.

"Kalo gak ikhlas gak usah memberi. Lagian too-san bisa beli yang lebih banyak lagi" Jawab Hinata sok cuek. Padahal dalam batinnya dia mau sekali. Jika ada orang yang memiliki itu selain dia, dia bakal beli meski harganya semilyar (lebay)

"Gak mau nih" Tanya Sasuke yang malah mau nolak lagi.

"Mau. Tapi kalo ngasih yang baik dong" Jawab Hinata dengan nada yang sedikit manja. Sasuke berpikir sejenak dan kemudian tersenyum lembut kearah Hinata

"Baiklah. Kita ulang skenarionya dari awal" Hinata langsung terbelalak mendengar ucapan Sasuke

"Hinata..." Panggil Sasuke. Tangan kiri Sasuke memegang pundak Hinata. Tangan kanannya masih memegang kalung tadi (payah). Matanya menatap Hinata yang memang tingginya hanya sebatas bahunya.

Hinata tampak gugup menatap onyx tajam milik Sasuke sehingga tanpa sadar wajahnya sudah sangat memerah

Sasuke mendekatkan wajahnya pada wajah Hinata yang sudah sangat memerah, berharap dia akan dapat yang lebih dari yang tadi. Hinata yang pasrah hanya memejamkan matanya dan menerima semua hal yang dilakukan Sasuke padanya. Sasuke tersenyum puas melihat Hinata. Dia pun ikut memejamkan mata sampai akhirnya...

"Ehem" Sebuah deheman keras dari seseorang berhasil membuat kedua orang tersebut terlonjak kaget dan menoleh pada seseorang berambut coklat panjang serta seorang gadis kecil yang terkikik geli dibelakangnya.

"Maafkan aku, tapi aku harus pergi" Kata Sasuke sambil mengalungkan kalung tersebut dengan cepat keleher jenjang meilik Hinata dan segera mengayuh sepedanya dengan cepat.

Hinata cengo melihat Sasuke yang ngibrit dengan cepat. Bahkan motor yang baru saja jalan bisa disalip sama dia

"Kau gak papa Hinata ?" Tanya Hiashi pada Hinata sambil melihat benda yang berhasil di pasangkan Sasuke dileher Hinata.

"Dia pikir kita kere apa" Sungut Hiashi sambil menaiki motornya. Hanabi hanya terkikik geli melihat ayahnya mengatakan demikian

"Itu sebuah tanda cinta ayah" Jelas Hanabi ditengah kikikannya. Hinata langsung blushing berat mendengar ucapan Hanabi yang terkesan blak-blakan

"Aku yakin Sasuke-niichan benar-benar bekerja seharian penuh" Sambung Hanabi. Hinata terbelalak mendengar ucapan Hanabi

"Maksudmu ?" Tanya Hinata dengan sangat penasaran. Terlihat dari raut mukanya yang mengerutkan dahi.

"Nee-chan gak tau ? Sasuke-niichan bekerja sebagai programmer dadakan sekaligus penjaga warnet. Kudengar dia juga sedang bersiap mendesain website. Kalau kutanya, dia biasanya menjawab, aku akan berusaha menjadi yang terbaik buatnya" Sambung Hanabi panjang lebar sambil memamerkan senyum manisnya yang gak kalah manis dari gula maupun senyuman Hinata. Mendengar ucapan Hanabi yang kesannya seperti menggoda tersebut langsung membuat Hinata blushing berat.

'Ternyata dia memang tidak mau menyusahkan orang tuanya. Laki-laki yang bertanggung jawab' Batin Hinata mengagumi sifat kerja keras milik Sasuke.

"Cepat naik, Hinata" Sungut Hiashi yang sukses membuyarkan lamunan Hinata. Hinata dengan senyuman manis masih terukir dibibirnya pun menaiki sepeda motor ayahnya tersebut.

"Nee-chan lagi kasmaran nih yee" Goda Hanabi

"Biarin, urusin aja pacarmu si Konohamaru tersebut. Kayak gak pernah kasmaran aja" Kali ini gantian Hanabi yang blushing berat mendengar balasan yang menyenangkan sekaligus menyakitkan dari mulut manis Hinata.

'Aku juga akan berusaha untuk menjadi yang terbaik buatnya' Batin Hinata yang sepertinya mendapat motivasi baru sambil tersenyum

"Keliatannya seneng banget. Kenapa loe ?" Tanya Itachi melihat Sasuke yang memasukkan sepeda gunungnya dengan wajah berseri-seri. Biasanya juga dia masuk dengan wajah super lelah plus kesel karena digodain sama kakaknya yang bodoh itu.

Sasuke merebahkan dirinya disebelah kakaknya yang lagi nyengir kearahnya. Sasuke menoleh kearah kakaknya lalu menolehkan lagi kearah yang lain sambil senyum mengejek.

"Berhasil gak strategi loe ?" Tanya Itachi pake gaya anak muda yang mungkin sudah lanjut usia seperti Itachi. Sasuke hanya menyeringai sambil mengangguk pada Itachi

"Ciyee...! Yang lagi kasmaran" Goda Itachi dengan gaya khas anak muda yang terlambat menikah. Sasuke hanya mendengus kesal mendengar godaan Itachi.

"Sepertinya kau harus segera menikah sebelum keponakanmu lahir" Cibir Sasuke yang langsung membuat Itachi shock gak karuan.

"Kau akan menikah dini ?" Itachi berkata dengan gaya shocknya yang sama sekali gak pantes. Sasuke mengangguk sambil menyeringai.

"Tidak...!" Itachi menjerit histeris sambil membayangkan dirinya menikah sambil dikelilingin oleh keponakan kecilnya.

"Hinata..." Panggil Hiashi pada gadis manis berambut biru yang sepertinya sedang bermain dengan laptopnya. Hinata pun menoleh pada sosok ayahnya yang sekarang sedang duduk disampingnya

"Ada apa, ayah ?" Kata Hinata dengan senyum terukir diwajahnya. Hiashi menatap Hinata dengan tatapan serius yang membuat Hinata langsung menghapus senyum dari bibirnya.

"Kau adalah putri pertamaku. Kau harus bisa menjaga dirimu, Hinata" Hinata merasa tenggorokannya tercekat mendengar nasehat dari Hiashi yang sepertinya berusaha menjatuhkan Sasuke. Hinata menatap pria berambut coklat panjang tersebut dengan tatapan lembutnya

"Sasuke tidak seperti yang ayah pikirkan" Hinata mulai berani mengungkapkan pendapatnya. Biasanya dia juga nurut saja pada pendapat ayahnya. Hiashi juga langsung terkejut mendengar Hinata begitu berani menentangnya.

"Kau mulai berani menentangku ya" Hiashi mulai geram mendengar perkataan Hinata.

"Tenang dulu. Akan aku jelaskan" Hinata mencoba menjelaskan duduk perkaranya pada Hiashi. Hiashi pun menurut dan menenangkan dirinya mendengar penjelasan Hinata

"Aku sangat mencintai, Sasuke. Ayah tahu kan dia bekerja sebagai programmer dadakan juga bekerja seharian penuh di cafe internet. Apakah ayah bisa menyarankan seseorang yang lebih istimewa ?" Tantang Hinata pada Hiashi. Hiashi terdiam mendengar ucapan Hinata dan berpikir sejenak

"Ditengah gencarnya pengaruh teknologi seperti saat ini. Sasuke masih bisa mempertahankan jati dirinya yang sebenarnya tanpa mempedulikan ejekan, makian kawannya" Hinata melanjutkan ucapannya

"Bahkan dia membelikan kalung ini dengan hasil kerjanya sendiri. Apakah ayah bisa mencari calon menantu yang lebih istimewa ?" Tantang Hinata pada Hiashi yang masih terdiam.

"Baiklah. Tapi kau harus menjaga dirimu sendiri" Kata Hiashi yang disambut dengan senyuman manis Hinata

TBC


Gimana ? Romance nyamasih kurang ? Gomen kalo masih kurang. Akan author perbaiki next chapter

Revieeewww...!