Next chapter adalah last chapter

Enjoy It

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Kalian berdua sudah siap ?" Tanya seseorang berambut putih panjang yang sedang duduk didepan kemudi pada Sasuke dan Hinata yang duduk dibangku belakang. Sasuke dan Hinata mengangguk dengan yakin pada wakasek bagian kesiswaan bernama Jiraiya tersebut.

"Baiklah. Kita berangkat" Kata Jiraiya sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari area sekolah menuju Sunagakure, tempat diadakannya olimpiade sains tingkat provinsi.

Drrrt...Drrrt...

Ponsel milik Sasuke bergetar membuat si pemilik menggeliat kegelian. Siapa suruh naruh hp di saku celana

Sasuke mengambil yang ternyata ada sms masuk dari sahabat durennya.

From : Dobe

Besok kita rayain kemenanganmu dipantai

Semangat ya...!

Sasuke tersenyum sinis membaca sms penyemangat dari Naruto. Dia pun memasukkan ponselnya kembali kedalam saku celananya (belum kapok nih anak).

"Ada apa, Sasuke-kun ?" Tanya Hinata yang sejak tadi diam mendengar ocehan Jiraiya.

"Tidak ada apa-apa. Hanya saja Dobe mengabari kalau kita akan merayakan kemenangan kita besok dipantai" Jawab Sasuke dengan santai. Hinata terbelalak mendengar ucapan Sasuke.

"Bagaimana kaau bisa yakin sekali kalau kita akan menang ?" Tanya Hinata tak habis pikir dengan jalan pikiran milik Sasuke. Sasuke hanya tersenyum kecil mendengar protes milik Hinata

"Kau masih harus belajar banyak, Hinata. Pikiran positif memberi kita dampak yang positif" Kata Sasuke. Hinata terdiam mendengar ucapan Sasuke yang tampak sangat bijaksana.

"Tapi, jangan sampai berpikiran positif berlebihan karena itu akan menjatuhkan dirimu" Kata Jiraiya sambil menyetir mobilnya. Sasuke mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jiraiya.

Hinata pun ikut tersenyum pada kekasih dan senseinya yang membuat kepercayadiriannya mulai menanjak naik.

"Arigatou, Sasuke-kun, Jiraiya-sensei" Gumam Hinata sambil merebahkan dirinya dijok belakang.

"Kau lelah ?" Tanya Sasuke pada Hinata yang tampak kelelahan. Hinata mengangguk sambil tersenyum kecil kearah Sasuke

"Tidurlah. Perjalanannya masih cukup lama" Kata Sasuke sambil membelai lembut rambut Hinata. Seketika wajah Hinata memerah melihat kelakuan Sasuke. Sasuke hanya tersenyum geli melihat wajah Hinata yang tampak lenih imut saat merona.

Hinata pun memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Tapi sebuah tangan kekar menariknya dan dia pun jatuh. Anehnya dia tidak merasa sakit. Hinata pun membuka matanya dengan tatapan heran. Dilihatnya senyuman lembut Sasuke yang ditujukan kearahnya.

"Tidak baik tidur dengan duduk. Kau tidur dipangkuanku saja" Kata Sasuke dengan wajah yang masih tersenyum.

"Tapi, gimana dengan Sasuke-kun" Kata Hinata sambil berusaha untuk berdiri tapi sepertinya Sasuke mencegahnya

"Aku akan tetap terjaga untukmu" Bisik Sasuke tepat didepan telinga Hinata. Hinata merasa tenang mendengar bisikan Sasuke. Dia pun memejamkan mata dan berusaha untuk tidur. Sasuke tersenyum melihat wajah Hinata saat tidur

"Jangan kau apa-apakan" Kata Jiraiya dengan sengit ketika melihat Sasuke hendak mencium bibir Hinata. Sasuke langsung nyengir innocent. Hinata yang ternyata belum tidur langsung memerah wajahnya mendengar ucapan Jiraiya.

"Kau belum tidur ya, Hinata-chan. Wajahmu memerah tuh" Goda Sasuke. Wajah Hinata jadi semakin merah mendengar godaan dari Sasuke. Sasuke pun tertawa kegelian melihat wajah Hinata yang sekarang sudah semerah tomat (untung aja gak di lahap sama Sasuke)

"Apaan sih Sasuke-kun" Kata Hinata sambil kembali duduk.

"Eh...! Iya dech gak akan ku godain. Tapi kamu tidur disini lagi ya" Kata Sasuke dengan nada memohon. Hinata pun tersenyum geli melihat wajah Sasuke yang begitu lucu ketika memohon.

Hinata pun kembali membaringkan tubuhnya dipangkuan Sasuke. Sasuke menyandarkan tubuhnya dikursi dan mencoba mencari ide untuk membuat program apa agar menang. Pascal bukanlah sembarang bahasa pemrograman, program yang dibuat dari bahasa pascal tingkat dasar hanya mempu berjalan di command prompt sehingga sangat sulit untuk membuat program yang cukup bervariasi. Hal ini membuat Sasuke harus memutar otak agar bisa mengalahkan lawan-lawannya.

Jiraiya yang sepertinya mengetahui jalan pikiran Sasuke hanya tersenyum melihat anak didiknya yang terkenal pemalas itu memasang pose berpikir ala detektif gadungan itu

"Lagi mikirin apa, Sasuke ?" Tanya Jiraiya untuk memecahkan keheningan. Sasuke menoleh kepada senseinya yang terkenal mesum itu sambil pasang muka kesal. Abisnya, dia baru aja dapat ide tapi malah di hapus oleh sensei mesum itu

"Emangnya yang ngadain olimpiade ini siapa sih ?" Tanya Sasuke

"Sabaku corp. Mereka menjaring anak berbakat yang akan bekerja di kantor mereka. Kudengar anak dari pendiri Sabaku corp. ikut olimpiade ini juga" Jelas Jiraiya. Sasuke langsung melotot mendengarnya

"Harusnya tidak bisa begitu" Protes Sasuke. Jiraiya hanya mengangguk setuju dengan argumen Sasuke

-0-

"Para peserta harap memasuki tempat yang disediakan" Teriak seseorang dengan pengeras suara

"Sudah pake pengeras suara masih teriak" Sungut Sasuke sambil mengorek-ngorek kupingnya yang sukses budek dengan teriakan itu.

'Gimana gak budek bila berdiri didepan speaker gitu' Batin Hinata dan Jiraiya merutuki kebodohan Sasuke

"Bisa minggir gak ?" Kata seseorang berambut merah berantakan dengan tato 'ai' didahinya dengan nada sinis. Sasuke pun minggir daripada dia ditelen oleh anak tersebut.

"Itu tuh yang namanya Gaara" Bisik Jiraiya sambil menunjuk anak berambut merah tadi. Sasuke cuma manggut-manggut dan kemudian tersenyum

'Aku dapat ide' Batin Sasuke sambil memandang Gaara yang sedang berjalan dengan tegak sambil pasang pose cool.

"Cepat masuk sana" Perintah Jiraiya pada Sasuke yang lagi bengong sambil senyam-senyum. Sasuke yang tersadar langsung berlari menuju Hinata yang sedang berjalan menuju ruangnya.

"Semuanya pasti beres" Bisik Sasuke sambil mencium bibir Hinata sekilas dan menariknya sebelum Hinata pingsan lagi.

-0-

"Huaahhh...! Leganya" Kata Sasuke sambil merenggangkan tubuhnya disamping Hinata yang sedang berbenah.

"Prakteknya tadi kau buat apa ?" Tanya Sasuke pada Hinata.

"Hanya program sederhana. Teorinya tadi aku cukup bisa" Jawab Hinata sambil tersenyum manis dan mengajak Sasuke berjalan

"Sasuke-kun sendiri, buat apa ?" Tanya Hinata dengan raut muka penasaran. Sasuke pasti membuat sesuatu yang tidak terduga. Sasuke hanya menyeringai kecil kearah Hinata.

"Bukan sesuatu yang mengejutkan. Ayo, kelihatannya Jiraiya-sensei telah menunggu kita" Kata Sasuke mempercepat laju jalannya. Hinata hanya mendengus kesal mendengar Sasuke yang malah main rahasia-rahasiaan.

"Gimana ? Bisa gak ?" Sasuke dan Hinata langsung diserbu oleh rentetan pertanyaan dari guru mesum tersebut.

"Aku bisa teorinya. Tapi untuk praktek aku masih harus belajar" Kata Hinata sambil menunduk. Jiraiya mengalihkan pandangan pada Sasuke

"Aku pasti juara" Jiraiya mengerutkan dahinya mendengar jawaban Sasuke yang gak nyambung dengan pertanyaannya.

-0-

"Hadirin sekalian. Setelah ini akan saya umumkan tentang penjuaraan, mohon didengarkan baik-baik" Kata seseorang dengan pengeras suara. Sasuke dan Hinata kaget melndengar pengumuman yang terkesan tidak sopan tersebut.

"Juara ketiga diraih oleh..." Orang dengan pengeras suara tersebut mencoba untuk mempertegang suasana. Tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi Sasuke yang masih stay cool.

"Sabaku Gaara, dengan perolehan nilai 80 untuk teori dan 80 untuk praktek" Gaara maju dengan tampang puas memperoleh juara ketiga

"Juara kedua diraih oleh..."

TBC


Next update Last chapter

Reviewww...!