Tittle : Curse
Author : Biechan
Pairing : YunJae and other
Gendre : Romantic,fantasy and hurt/comfort
Rating : PG-17
DON'T READ IF YOU DON'T LIKE! DON'T COPAS!
Mian,kalau ada typo dan EYD yang kurang jelas…author tidak bisa bales review readers sekalian satu persatu tapi terima kasih tsudah mau baca dan mohon maaf atas kesalahan pada chapter pertama. Saya baru pertama kali posting ff d ffn dulu lebih sering di fb jadi kurang tahu kenapa bisa katanya hilang sampai akhirnya saya dapat solusinya. Chapter dua udah update mohon maaf jika masih ada kesalahn ^^
Enjoy it^^
"You can become human,if someone love you…"
.
.
.
.
Sudah 2 jam Jaejoong tak kunjung keluar dari kamar mandi dan Yunho pun merasa bersalah berkata kasar kepada Jaejoong. Yunho hanya mendengar suara tangisan di balik pintu kamar mandi,dia sudah mencoba membujuk Jaejoong dan meminta maaf namun tak ada jawaban dari namja cantik itu.
"Aku sudah minta maaf jadi keluarlah,aku harus kuliah hari ini…"kata Yunho.
Lagi-lagi tak ada jawaban,Yunho menggaruk rambutnya dengan kesal hingga ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan dari Yoochun.
"Jadi hari ini dosen tidak masuk? Oke! aku baru bangun…boleh,kapan? Sekarang? Baiklah! Tunggu aku di rumahmu saja…siapa? Jaejoong? Baiklah aku akan mengajaknya juga"
Yunho menyudahi pembicaraannya dengan Yoochun kemudian mulai mengetuk pintu kamar mandi lagi. Sejenak Yunho berpikir,entah apa yang dipikirkannya tetapi dia terlihat sangat serius.
"Jae,kau mau ikut jalan-jalan denganku? Maafkan aku jae…aku tidak akan membentakmu lagi asal kau berjanji tidak membuatku kesal"
Tetap tak ada reaksi,Yunho nampaknya sudah menyerah tetapi pintu kamar mandi akhirnya terbuka dan memperlihatkan Jaejoong yang berdiri memegangi selimut ditubuhnya dengan mata yang basah. Yunho tersenyum kemudian menghampiri Jaejoong.
"Yunnie…hiks…hiks…"
"Maafkan aku ne?"
"Iya,hiks..hiks…"
Yunho menangkupkan kedua tangannya di wajah Jaejoong dan menggunakan kedua ibu jarinya menghapus butiran-butiran krystal basah di mata Jaejoong.
"Hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan ke pantai,kau mau?"
"Kenapa Yunnie tiba-tiba berubah baik?"
"Anggap saja permintaan maafku,sekarang kau mandi dan kita berangkat"
"Hum! Joongie mandi dulu yah"
"Iya…"
Jaejoong kembali masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Yunho yang menghela nafas panjang sambil memijat keningnya.
"Akhirnya dia tidak marah lagi,bisa susah aku…"
Jaejoong begitu senang hari ini Yunho bersikap baik padanya,Yunho tak pernah berhenti memperhatikan dirinya. Saat makan Yunho akan menyuapinya,Jaejoong begitu bahagia karena Yunho mengingatkannya kepada kaisar. Dia begitu merindukan kaisarnya tetapi kini hatinya telah jatuh keada Yunho.
Tetapi hal yang membuatnya tidak nyaman adalah adanya wanita yang selalu saja menganggu Yunho tetapi Yunho terus menghindarinya wanita itu. Go ara dialah wanita itu,entah mengapa dia bisa ikut berlibur dengan Yunho juga yang lainnya. Yunho sempat marah kepada Yoochun namun semuanya sudah terlanjur.
"Yunnieee…"panggil Jaejoong.
"Ada apa?"Tanya Yunho.
"Yunnie mencintai Joongiekan?"Tanya Jaejoong balik.
"Aku tidak bisa mengatakan hal itu padamu,jujur saja…aku ini pria normal jae mungkin kaisarmu adalah penyukai sesama jenis tetapi aku berbeda dan kami berdua berbeda"jelas Yunho.
"Jadi Yunnie tidak mencintai Joongie?"tanya Jaejoong.
"Aku hanya menganggapmu teman saja…"
"Tidak! Yunnie mencintai Joongie…Yunnie pasti mencintai Joongie"kata Jaejoong dengan tegas.
"Kau harus mengerti,aku sudah cukup stress dengan kuliahku dan jangan menambah bebanku…aku yakin kau bisa menemukan cinta yang lain tapi bukan aku"
Jaejoong tersentak mendengar ucapan Yunho,perlahan dia menegakkan tubuhnya kemudian berlari meninggal Yunho yang hanya bisa melihatnya dari jauh tanpa ingin mengejarnya. Jaejoong menangis dibalik batu,tangannya gemetar menahan sedih dihatinya.
"Yunnie jahat…hiks…hiks…."
Tangannya yang putih mencoba menghapus airmatanya tetapi tangannya tiba-tiba menjadi kaku dan sangat sakit. Dadanya kembali sesak,matanya tak henti menangis.
"Yunnie jahat…jahat…"
"Jaejoong? Kau kenapa?!"
Yoochun tiba-tiba muncul dari balik batu bersama kekasihnya Junsu entah apa yang mereka lakukan dibalik batu. Yoochun menjadi khawatir dengan keadaan Jaejoong yang hanya menangis dan memanggil Yunho dengan kata jahat.
"Baby,kau disini temani dia…aku akan memanggil Yunho"
"Iya,chunnie…"
Junsu mendekati Jaejoong yang menangis tanpa henti,dia mencoba menanyakan apa yang terjadi tetapi Junsu langsung dibuat ngeri saat melihat apa yang terjadi dengan wajah Jaejoong. Junsu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang saat dirinya sedang bingung dan takut. Yunho datang bersama Yoochun,Changmin juga Ara.
"Jae! Kau kenapa?"
"Yunnie jahaatt…hiks…hiks…jahat…"hanya kalimat itu yang terus diucapkan Jaejoong.
Junsu yang berada didekat Yunho mulai membisikkan sesuatu ketelinga Yunho. Mata musangnya pun bereaksi,wajahnya sangat terkejut. Dia menangkupkan kedua tangannya diwajah Jaejoong dan memaksa namja cantik itu melihatnya. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Jae,lihat aku!"perintah Yunho.
"Tidak! Yunnie jahat!"tolak Jaejoong.
"Hyung kenapa dengannya?"Tanya Yoochun.
"Apa binatang laut menggigit kakinya?"Tanya Changmin dengan polos.
"Dia sangat berlebihan"umpat Ara.
"Kalian semuanya diam! Yoochun ambil Jaketku cepat!"perintah Yunho.
"Untuk apa hyung?"Tanya Yunho.
"CEPAT AKU BILANG PARK YOOCHUN!"teriak Yunho marah membuat semuanya terkejut tak pernah melihat Yunho semarah ini.
Yoochun berlari dengan kencang untuk mengambil jaket Yunho,setelah jaket itu ditangannya dengan cepat dia memberikannya kepada Yunho. Yunho menatap Junsu sejenak dengan tatapan begitu serius dan Junsu pun menganggukkan kepalanya.
"Jae,lihat aku sebentar saja…"
"Yunnie membuat Joongie sedih,kaisar tidak pernah melakukan ini pada Joongie…"kata Jaejoong.
"KIM JAEJOONG! AKU BILANG LIHAT AKU!"bentak Yunho
Bentakkan Yunho membuat Jaejoong membuka matanya dan menatap Yunho didepannya. Rambut Jaejoong yang panjang dibuat acak-acakan oleh Yunho. Hal itu membuat Jaejoong menjadi bingung.
"Yunnie tidak akan mengerti!"marah Jaejoong.
"Sebaiknya kita ke vila,sebelum mereka melihat wajahmu…"bisik Yunho.
Yunho memakaikan jaketnya ketubuh Jaejoong dan menggunakan Hoodie jaketnya untuk menutupi sebagian wajah Jaejoong. Yang lain tetap bingung melihat Yunho dan Jaejoong yang kini meninggalkan mereka dengan menggendong Jaejoong menuju villa.
Saat perjalanan ke vila Jaejoong tak henti memandang wajah Yunho,wajah Yunho begitu tampan namun dingin sangat mirip dengan kaisar. Yunho meletakkan Jaejoong diatas ranjang ketika mereka telah tiba di vila sedangkan dia duduk disamping Jaejoong.
"Sekarang jelaskan kenapa wajahmu berubah menjadi-"
"Batu?"potong Jaejoong.
"Iya,kenapa wajahmu berubah menjadi batu"
"Itu semua karena Yunnie,Yunnie pasti sudah bersentuhan dengan Arakan?"
"Tadi dia tiba-tiba menciumku"kata Yunho.
"Yunnie jahat! Yunnie jahat! Jahat!"kesal Jaejoong sambil memukul-mukul Yunho didepannya.
Jaejoong membalikkan tubuhnya tak ingin melihat Yunho,dia benar-benar kesal dengan Yunho kali ini.
"Yunnie berciuman dengan Ara itu kesalahan pertama! Kesalahan kedua Yunnie mengatakan tidak mencintai Joongie padahal Joongie sudah memberikan tubuh Joongie sama Yunnie…saat Joongie sudah memberikan tubuh Joongie kepada Yunnie,Yunnie harus menjaga Joongie dan mencintai Joongie tetapi Jika Yunnie membuang Joongie dan tidak mencintai Joongie…Joongie akan menghilang"
"Jadi itu alasan kau terus mengatakan kepadaku apakah aku mencintaimu dan menyuruhku untuk menjagamu?"
"Joongie hanya ingin seseorang mencintai Joongie dengan tulus,Joongie kira Yunnie sama dengan kaisar…kaisar sangat menyayangi Joongie dan Joongie merindukan kaisar"
Yunho terdiam mendengar semua penjelasan Jaejoong,wajah tampannya nampak begitu bersalah. Dia berbalik melihat punggung Jaejoong. Jaejoong kembali menangis.
"Apa benar Kaisarmu itu mirip denganku?"tanya Yunho membuat Jaejoong membalikkan tubuhnya kemudian mengangguk dengan lucu.
"Kaisar mirip dengan Yunnie,wajah dan perilaku Yunnie yang suka marah-marah tapi kaisar mencintai Joongie sedangkan Yunnie tidak mencintai Joongie…"
"Apa dengan aku mencintaimu kau akan berubah menjadi manusia selamanya?"
"Iya,Joongie akan menjadi manusia dan Joongie akan punya baby…"senang Jaejoong sambil mengelus-elus perutnya.
"Kau gila? Saat kau mengatakan akan punya baby aku merinding mendengarnya"
"Yunnie meragukannya?"Tanya Jaejoong.
Jaejoong menatap wajah Yunho sambil bangkit mendekati namja tampan memundurkan tubuhnya perlahan saat melihat pergerakan tersenyum melihat Yunho menjadi gugup,tangan mulusnya menyentuh paha Yunho lalu naik ke dada Yunho dan berakhir dileher dia sudah duduk dipaha Yunho dengan tangan memeluk leher namja tampan itu.
"Yunnie…yunnie maukan..eeumm…mau mengabulkan itu"kata Jaejoong dengan ekspresi wajahnya yang memohon.
"Me…mengabulkan apa maksudmu?! Sebaiknya kau turun,aku benar-benar tidak nyaman"kata Yunho.
"Tidak mau,Joongie tidak mau turun…sebelum Yunnie membuat Joongie ha..mil"
DEG!
Angin tiba-tiba menghembus dengan lembut,tubuh Yunho tiba-tiba merinding nafasnya beradu dengan debaran jantungnya. Dia melihat Jaejoong dihadapannya yang juga menatapnya dengan tatapan intim. Yunho menelan air ludahnya saat baju kaos longgar miliknya yang dikenakan Jaejoong begitu kebesaran dan memperlihatkan bahu putih nan mulusnya.
"Tolong turun dari pangkuanku sekarang…"
"Tidak mau…"kata Jaejoong dengan manja.
"Aku tidak tahan asal kau tahu…"kata Yunho dengan wajah gelisah.
"Joongie akan turun kalau Yunnie mau berjanji akan mencintai Joongie dan memberikan Joongie baby,janji?"Jaejoong memperlihatkan jari kelingkingnya kepada Yunho.
"Kau memang namja gila eoh? Minggir! Aku mau keluar…"
Yunho berhasil mendorong Jaejoong yang menempel pada merengut kesal sambil terus memanggil nama Yunho.
…
Seiring waktu berjalan hubungan mereka berdua tak berubah-ubah. Yunho masih tidak bisa menerima Jaejoong dan sikap Jaejoong terus saja menggoda dirinya dengan permintaan yang aneh-aneh. Tetapi Jaejoong tidak pernah menyerah untuk membuat Yunho mengaku dan mau membuatnya hamil. Dia begitu semangat.
Hari ini Yunho sedang libur kuliah,tak ada kegiatan yang begitu asyik untuk dilakukannya selain bermain basket bersama kedua sahabatnya. Yunho,Yoochun dan Changmin begitu asyik bermain basket sedangkan Jaejoong dan Junsu kekasih Yoochun duduk menonton mereka. Junsu sesekali melirik ke arah Jaejoong,merasa terus diperhatian Jaejoong menoleh kearah Junsu secara tiba-tiba.
"Waeyo?"tanya Jaejoong.
"Eumm….ani"geleng Junsu.
"Kenalkan! Aku Kim Jaejoong! Istri Yunho…"kata Jaejoong riang sambil menjulurkan tangannya.
"Mwo? Istri Yunho hyung?"kaget Junsu.
"Hu'uh! Kami akan menikah dan aku akan segera hamil…"kata Jaejoong dengan penuh percaya diri.
"Kalian akan menikah dan punya baby? "tanya Junsu
"Ne! Aku tak sabar punya baby…"
"Yunho hyung tak pernah bilang"batin Junsu.
"Namamu siapa?"tanya Jaejoong lagi.
"Aku Kim Junsu…"kata Junsu dengen tersenyum.
"Marga kita sama! Namja itu kekasihmu?"tanya Jaejoong sambil menunjuk Yoochun.
"Iya,dia kekasihku…."
"Aku tahu kalian berbuat apa kemarin saat dipantai,kalian sedang melakukan itukan? Tapi tenanglah aku tidak akan memberitahu orang lain"
"Go..gomawo"kata Junsu lega meskipun wajahnya memerah bak kepiting rebus.
Saat mereka asyik menonton yang lain bermain basket,Jaejoong tiba-tiba merasa kepalanya pusing dan berkunang-kunang. Junsu yang menyadari ada yang aneh mendekati Jaejoong.
"Waeyo? Kau sakit?"tanya Junsu.
"Ani,hanya saja mataku berkunang-kunang"kata Jaejoong sambil mengucek matanya.
"Aku panggil Yunho hyung yah…"kata Junsu khawatir karena wajah Jaejoong berubah pucat.
"Tidak usah"tolak Jaejoong.
Jaejoong beranjak dari kursi penonton,kakinya tidak bisa menopang tubuhnya yang sempoyongan. Junsu mencoba membantu Jaejoong tetapi Junsu tiba-tiba dikejutkan oleh tubuh Jaejoong yang jatuh ke lantai lapangan.
BUK!
"YUNHO HYUNG!"teriak Junsu.
Yunho yang baru saja ingin melempar bola kepada Changmin terhenti dan berbalik melihat Junsu didekat Jaejoong yang terjatuh.
"Jaejoong!"teriak Yunho.
Dia berlari menghampiri Junsu dan Jaejoong di ikuti Changmin juga Yoochun. Yunho langsung mengangkat tubuh Jaejoong dan membaringkannya di kursi penonton. Junsu mengambil handuk kecil Yunho untuk menjadikan bantal untuk kepala Jaejoong.
"Dia kenapa Junsu?"tanya Yunho sambil memeriksa keadaan Jaejoong.
"Aku tidak tahu hyung,tiba-tiba saja Jaejoong mengeluh matanya berkunang-kunang dan wajahnya berubah pucat"
"Sepertinya dia kelelahan"kata Yoochun.
"Atau dia kelaparan"kata Changmin.
"Kau ini"kesal Yoochun sambil menjitak kepala Changmin.
Yunho memperhatikan wajah pucat Jaejoong,ada rasa bersalah saat melihat wajah namja cantik itu. Jaejoong memang kelelahan. Setiap hari dia harus menyiapkan makanan dan membersihkan apartementnya kemudian saat Yunho pulang dia akan sibuk menanyai Yunho tentang dua keinginannya yang tak pernah digubris Yunho sampai dia lupa makan. Saat malam dia selalu tidur tak memakai baju dan berharap Yunho ingin memeluknya lagi tetapi Yunho menolak melakukannya.
"Hyung kau memikirkan apa?"tanya Yoochun.
"Tidak…"jawabnya singkat.
"Sebaiknya kita bawa dia pulang ke apartementmu hyung…"kata Changmin.
"Kalian naik dimobil,baby tolong bawakan tasku yah"kata Yoochun kepada Junsu.
"Ne,chunnie…"
"Kau mau aku bantu hyung?"tanya Changmin kepada Yunho.
"Tidak usah,aku bisa menggendongnya sendiri"
Changmin mengangguk mengerti kemudian menolong Yunho mengangkat tasnya saja lalu berlari menyusul Yoochun dan Junsu didepan. Yunho sendiri telah mengikuti mereka dengan Jaejoong berada digendongannya.
Saat sampai di apartement,Junsu langsung berlari kedapur membuatkan makan siang untuk mereka dan bubur untuk Jaejoong. Yoochun dan Changmin duduk di sofa sambil menonton tv sedangkan Yunho berada dikamar menemani Jaejoong.
Yunho meletakkan Jaejoong perlahan di atas ranjang,kemudian duduk disamping Jaejoong sambil mengamati wajah cantik namja itu.
"Kalau dia diam seperti ini,ternyata dia cantik juga…"batin Yunho.
Tangan besarnya membelai wajah cantik Jaejoong dengan lembut,dia merasa bersalah membuat keadaan Jaejoong seperti ini padahal Jaejoong begitu baik padanya meski pun setiap hari Jaejoong terus menganggunya dengan dua permintaan yang membuat Yunho kesal.
"Hyung,aku membawakan bubur untuk Jaejoong"
"Junsu? Masuklah dan simpan dimeja saja"
"Bagaimana keadaannya?"tanya Junsu.
"Dia belum bangun"
"Hyung,tadi saat dilapangan Jaejoong memberitahukanku sesuatu tentangmu"
"Apa?"tanya Yunho.
"Jaejoong bilang kalian akan segera menikah dan dia akan segera hamil…dia mengatakannya dengan wajah yang begitu bahagia"
"Oh,tentang itu…"kata Yunho kemudian menoleh melihat Jaejoong yang berbaring.
"Jadi benar?"
"Entahlah Junsu"
"Hyung,aku ingin bertanya soal kejadian di pantai kemarin…wajah jaejoong ke-"
"Akan aku ceritakan padamu dan yang lain di waktu yang tepat"
"Yah,sudah aku keluar dulu…kalau dia sudah bangun langsung beri makan yah sepertinya dia kurang gizi"
"Ne,gomawo…"
Sepeninggalan Junsu,Yunho kepikiran dengan apa yang dikatakan Junsu padanya. Saat mendengar Jaejoong begitu sangat bahagia ingin menikah dengannya Yunho merasa bingung.
"Kalau aku membiarkannya seperti ini,dia akan sakit…apa aku harus mengabulkan permintaannya?"
BUK!
Terdengar suara benda terjatuh hingga membuat Yunho terkejut. Dia melihat sebuah gulungan bambu terjatuh di bawah meja belajarnya. Yunho beranjak mengambil gulungan itu dan membukanya. Perlahan Yunho membaca tulisan pada gulungan itu hingga Yunho menggulungnya seperti semula. Dia berbalik melihat Jaejoong yang masih tertidur. Mata musangnya memandang tajam ke arah Jaejoong,Yunho terlihat sangat marah entah apa yang membuatnya marah sesaat setelah membaca tulisan di gulungan bambu tersebut.
Yunho menyimpan gulungan bambu itu di laci meja belajarnya kemudian keluar meninggalkan Jaejoong sendiri di kamar. Di ruang tamu Yoochun dan Changmin sedang bermain game sedangkan Junsu duduk menonton mereka,saat Yunho ikut duduk di dekat mereka. Yoochun menghentikan permainannya dan membuat Changmin menang.
"Dia sudah sadar?"tanya Yoochun.
"Belum…"jawab Yunho tanpa melihat wajah sahabatnya.
"Apa kita panggil dokter saja?"kata Junsu.
"Kenapa bukan kau saja hyung yang memeriksanya"tanya Changmin kepada Junsu
"Aku dokter kandungan Changmin!"kesal Junsu
"Sebaiknya kita panggil dokter,aku akan menelpon dokter lee"kata Yoochun.
…
Dokter tampak menempelkan tetoskopnya di dada Jaejoong kemudian memeriksa mata dan urat nadinya. Yunho tampak duduk disamping Jaejoong menunggu apa yang akan dikatakan dokter. Dokter tampak mengerutkan keningnya lalu memeriksa ulang tubuh Jaejoong.
"Ada apa? Dia kenapa?"tanya Yunho.
"Dia tidak sakit"kata dokter tersebut.
"Lalu kenapa dia bisa pingsan?"tanya Yunho lagi
"Bisa tolong panggilkan dokter kim kemari"kata dokter tersebut.
"Untuk apa? Junsu adalah dokter kandungan?"tanya Yunho lagi.
"Tolong panggilkan dia saja"
Yunho beranjak memanggil Junsu,Junsu pun bingung kenapa dia di panggil oleh dokter lee. Yunho dan yang lain di larang masuk ke kamar. Yunho pun semakin cemas,kenapa dia tidak boleh masuk. Sejam menunggu tanpa kepastian Junsu keluar bersama dengan dokter Lee,Yoochun mengantar dokter lee pulang sedangkan Junsu tengah di introgasi oleh Yunho.
"Ada apa? Dia sakit apa?"tanya Yunho.
"Sepertinya ini akan menjadi masalah besar"kata Changmin,dia bisa melihat dari ekspresi wajah Junsu.
"Dokter lee mengatakan Jaejoong tidak sakit dan mengapa dia memanggilku karena Jaejoong ada hubungannya denganku…"kata Junsu sambil memandang Yunho.
"Intinya saja!"kata Yunho tidak sabaran.
"Aku harus mengambil peralatanku hyung di rumah untuk memeriksa Jaejoong,karena ini masih perkiraan dokter lee..aku akan pulang mengambil peralatanku dan kembali kemari"
"Baiklah"kata Yunho menyetujuinya.
Yoochun mengantar Junsu untuk mengambil peralatannya,sementara Yunho dan Changmin menunggui Jaejoong dirumah.
"Waktu itu aku dan Jaejoong melakukannya tapi kami hanya melakukannya sekali…"batin Yunho menggerutu memikirkan masalah ini.
"Hyung!"Changmin berlari kecil menghampiri Yunho sambil menenteng laptop ditangannya.
"Ada apa?"
"Tadi aku mencoba mencari informasi tentang pria yang bisa hamil dan aku menemukannya,ternyata banyak pria yang bisa hamil baik dan rata mereka adalah pasangan gay…mereka melakukan operasi untuk bisa memiliki rahim tapi ada juga informasi yang aku dapatkan tentang pria yang bisa hamil tanpa campur tangan operasi…dia berasal dari jepang,dia punya pasangan gay dan sering melakukan hubungan intim"
"Changmin,aku ke kamar dulu ingin melihat Jaejoong"kata Yunho setelah mendengar penjelasan Changmin.
"Iya! Aku akan mencetak ini agar hyung bisa membacanya sendiri"kata Changmin dan mendapat anggukan Yunho.
Yunho membuka pintu kamar dengan perlahan tetapi tiba-tiba saja hidungnya mencium aroma wangi yang begitu tiba-tiba saja begitu wangi dan belum sampai disitu dia melihat beberapa kupu-kupu terbang mengitari Jaejoong yang sedang berusaha mengusir kupu-kupu itu hingga akhirnya mereka pergi.
"Kamarku kenapa menjadi aneh? Tiba-tiba begitu wangi dan banyak kupu-kupu"bingung Yunho.
Yunho menutup jendela kamar dan beranjak menghampiri Jaejoong. Dia duduk samping ranjang dengan mata terus memandang wajah cantik Jaejoong. Mata musang Yunho mengalihkan pandangannya kepada perut namja cantik itu,perlahan dia meletakkan tangannya diatas perut Jaejoong. Saat tangannya menyentuh perut Jaejoong,sebuah kilatan cahaya menghantam wajah Yunho dan memperlihatkannya sebuah peristiwa-peristiwa masa depannya.
Yunho bisa melihat dirinya tengah berpelukan bahkan berciuman dengan Jaejoong disebuah gereja dan Yunho yang sedang mengelus perut besar Jaejoong dan terakhir dia melihat Jaejoong menangis kemudian Jaejoong perlahan menarik tangannya dari perut Jaejoong dan menoleh melihat Jaejoong yang masih tertidur.
"Apa yang terjadi? Ke…kenapa bisa seperti ini?"
Yunho memandang perut Jaejoong kemudian menyentuhnya lagi dan dia bisa merasakan perut Jaejoong agak keras. Sebuah senyuman tiba-tiba terukir dibibirnya mengingat masa depannya bersama Jaejoong tetapi dia bingung dengan adegan dimana Jaejoong menangis hingga dia menghilang. Yunho juga bingung kenapa dengan hanya menyentuh perut Jaejoong dia bisa melihat masa depannya. Dia butuh penjelasan saat Jaejoong bangun nanti.
Tak berapa lama Junsu datang,Yunho membiarkan Junsu memeriksa Jaejoong meski dia memiliki perasaan yakin dan tidak yakin jika Jaejoong benar hamil anaknya. Setelah menunggu begitu lama Junsu keluar dari kamar dan menyuruh semuanya berkumpul di ruang tamu.
"Hasilnya apa?"Tanya Yunho.
"Hyung,Jaejoong hamil dua minggu…"kata Junsu mantap.
"MWO!"Yoochun tampak terkejut.
"Sudah kuduga…."kata Changmin.
"Bagaimana bisa di hamil? Dan siapa yang melakukannya?"tanya Yoochun.
"Siapa yah?"Changmin ikut berpikir.
"Hyung,kau harus bertanggung jawab….dia hamil anakmu sekarang"Junsu tiba-tiba bersuara sambil memandang Yunho dengan serius.
Yoochun dan Changmin bersamaan menunjuk Yunho dengan wajah yang begitu terkejut. Yunho hanya menunduk dengan wajah yang bersalah kepada sahabatnya yang telah dia bohongi.
"Kau membohongi kami?! Jaejoong bukan sepupumukan?"tanya Yoochun kesal.
"Bukan,dia bukan sepupuku…"jawab Yunho.
"Dia kekasihmu?"tanya Changmin lagi.
"Bukan…"jawab Yunho lagi.
"Terus dia siapa? kenapa Junsu mengatakan kau harus bertanggung jawab dan dia hamil anakmu?!"kata Yoochun.
"Dia memang hamil anakku yoochun! Aku juga bingung berhenti mengintrogasiku!"marah Yunho.
Yunho beranjak dari sofa dan berdiri ke arah jendela,Yoochun dan Changmin terlihat begitu terkejut. Junsu hanya menenangkan suasana menjadi hening mereka dikejutkan dengan suara benda jatuh dari kamar Yunho,Yunho berlari lebih dulu di ikuti yang lainnyabetapa terkejutnya Yunho melihat Jaejoong yang berusaha bangun dan serpihan kaca di bawah ranjangnya.
"Jae! Kau mau apa?"tanya Yunho melihat wajah Jaejoong yang pucat meski dirinya senang Jaejoong telah sadar.
"Haus…."kata Jaejoong lemah.
"Kau haus? Tunggu disini,Junsu tolong ambilkan air hangat"
"Iya,hyung"kata Junsu kemudian berlari mengambil air.
"Yoochun! Changmin! kalian keluar dulu"perintah Yunho.
Yoochun dan Changmin pergi meninggalkan mereka berdua. Jaejoong sendiri kembali berbaring sambil memandang Yunho dengan tatapannya yang membalas tatapan Jaejoong lalu menggerakkan tangannya mengelus pipi Jaejoong dengan lembut.
"Kenapa?"tanya Yunho.
"Yunnie,aku kenapa?"
"Kau pingsan"jawab Jaejoong.
"Pingsan kenapa?"tanya Jaejoong lagi.
"Kau hanya kelelahan,mulai hari ini aku melarangmu melakukan apapun selain istirahat…"
"Siapa yang akan membuat makanan?"
"Aku bisa membeli makanan diluar"
"Nanti kau sakit jika makan di luar"kata Jaejoong dengan raut wajah khawatir.
"Mengapa kau begitu khawatir padaku?"batin Yunho.
"Yunnie…"panggil Jaejoong.
"Ne?"
"Apa kau sudah mencintaiku?"tanya Jaejoong.
Yunho diam mendengar pertanyaan Jaejoong meski matanya tidak lepas menatap namja cantik itu,tangannya kembali membelai pipi Jaejoong lalu membelai rambutnya. Jaejoong nampak terkejut dengan perlakuan Yunho yang begitu lembut padanya.
"Jika kau menanyakan pertanyaan itu aku belum bisa menjawabnya sekarang tapi bisakah untuk membiarkanku mencobanya dengan caraku sendiri tanpa paksaan?"
"Ne! Joongie mengerti Yunnie…"
"Yah,sudah…sekarang perasaanmu bagaimana? kau tidak mual?"tanya Yunho.
"Ani,Joongie tidak mual kok…Yunnie perhatian sekali"
"Kenapa? Apa tidak boleh?"tanya Yunho.
"Boleh! Joongie suka!"manja Jaejoong sambil memeluk tangan Yunho dengan erat.
"Hyung,ini airnya"Junsu datang membawa air untuk Jaejoong.
"Gomawo su,kau boleh meninggalkan kami…"
Junsu pun meninggalkan mereka. Yunho membantu Jaejoong meminum air hangat yang di berikan Junsu. Jaejoong tersipu malu dengan perhatian Yunho yang begitu lembut.
"Yunnie…"panggil Jaejoong.
"Poppo!"pinta Jaejoong,Jaejoong menunggu Yunho melakukannya dia ingin melihat apa Yunho benar-benar tidak main-main dan tidak marah jika dia meminta apapun yang aneh-aneh.
Yunho tersenyum dan tanpa Jaejoong duga Yunho mengecup kening,mata,hidung dan terakhir bibir Jaejoong. Jaejoong mengalungkan kedua tangannya dengan cepat menahan Yunho agar tetap menciumnya,mereka berciuman cukup lama hingga Yunho menarik dirinya membiarkan Jaejoong bernafas. Kening mereka saling menyatu,Yunho tersenyum dan sadar dengan apa yang dilakukannya tadi entah mengapa hatinya berdetak kencang dan ada rasa bahagia disana. Jaejoong masih mengatur nafasnya bersamaan dengan pipinya yang merona melihat Yunho tak mengalihkan tatapannya.
"Yunnie malam ini kau akan tidur disinikan? Tidak meninggalkan aku lagi kan?"
"Ani,aku akan memeluk saat tidur"jawab Yunho.
"Memelukku dengan erat sampai aku bangun?"tanya Jaejoong lagi.
"Iya.."jawab Yunho.
"Yunnie tidak bohong?"
"Apa terlihat seperti berbohong?"
Jaejoong tersenyum bahagia,dia memeluk Yunho diatasnya memeluk leher namja tampan itu dengan erat sehingga sebagian tubuhnya terlihat menggelantung dileher Yunho. Yunho ikut tersenyum dan mencium rambut Jaejoong disela-sela lehernya.
"Yunnie,Joongie mau baby…"pinta Jaejoong.
"Baby?"
"Iya,mau baby"kata Jaejoong tanpa melepaskan pelukannya.
"Akan aku pikirkan,besok akan aku beritahu"
"Janji?"
"Aku berjanji jae"
"Aaangg,bukan jae! Tapi Joongie!"kesal Jaejoong.
"Baiklah,sayang…"kata Yunho hingga membuat Jaejoong terkejut namun beberapa detik kemudian dia tersipu malu sambil menyembunyikan wajahnyanya dibalik leher Yunho.
Yunho hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jaejoong yang begitu manja. Yunho membaringkan Jaejoong kembali dan menemani namja cantik itu hingga tertidur pulas kembali.
"Tampaknya aku mulai menerima kehadirannya disini,aku harus berusaha karena dia tengah hamil anakku…"batin Yunho.
Tbc….
Wait for review ^^
Don't be become SR pleaseee~~~
