Tittle : Curse

Author : Biechan

Pairing : YunJae and other

Gendre : Romantic,fantasy and hurt/comfort

Rating : PG-17

DON'T READ IF YOU DON'T LIKE! DON'T COPAS!

Mian,kalau ada typo dan EYD yang kurang jelas…

Enjoy it^^

"You can become human,if someone love you…"

.

.

.

.

Pagi hari di apartement Yunho,Yunho nampak sibuk memasukkan beberapa buku dan map ke dalam ransel abu-abu miliknya. Sementara itu sepasang mata bulat dari tadi mengamati gerak-gerik namja tampan di depannya.

"Yunnieee…."panggil Jaejoong.

"Hm?"sahut Yunho.

"Semalam Yunnie punya janji sama Joongie…"kata Jaejoong.

"Nanti saja yah,aku buru-buru ke kampus"kata Yunho.

"Terus kasih tahu Joongienya kapan?"tanya Jaejoong tidak sabaran.

"Kalau Joongie mau sabar dan menunggu nanti Yunnie kasih tahu,sekarang aku harus ke kampus"

Jaejoong hanya mengembungkan pipinya dengan mata yang menyipit mengekspresikan wajahnya yang tengah kesal. Yunho sendiri hanya tersenyum melihat aksi kekecewaan Jaejoong. Dia pun melangkah mendekati Jaejoong,kecupan hangat diberikan dikening namja cantik yang kini tengah mengembungkan pipinya kesal. Tetapi kekesalannya memudar saat pipinya berubah menghangat dengan semburat merah yang menghias.

"Aku pergi ne?"

"Ne!"jawab Jaejoong

"Oh,iya….nanti ada Junsu ke mari katanya mau menjengukmu sekalian membawa makanan kecil,karena mulai sekarang aku melarangmu untuk melakukan apapun selain istirahat dan makan"

"Yunnie,mulai manis sama Joongie"kata Jaejoong dengan senyum lebar yang dia perlihatkan kepada Yunho.

"Memangnya aku gula?"

"Hu'uh!"angguk Jaejoong sembari terkekeh pelan.

Lagi-lagi Yunho hanya bisa tersenyum,Yunho berjalan menuju pintu dan Jaejoong dengan setia mengikutinya dari belakang. Yunho akhirnya pergi meninggalkan apartement,Jaejoong melambaikan tangannya hingga Yunho menghilang di ujung lorong.

Setelah menutup pintu Jaejoong berjalan masuk kedalam kamar,dia berjalan menuju cermin lebar di depannya. Wajahnya terlihat semakin cantik dan bercahaya, hatinya diliputi kebahagiaan karena perlakuan Yunho padanya perlahan berubah tak seperti kemarin. Dimana Yunho begitu ketus dan mau mengusirnya dari rumah.

"Pesonaku memang tidak bisa terkalahkan hehehe…"kata Jaejoong sambil memainkan bibir plum pinknya.

Saat dirinya sibuk bercermin tiba-tiba pintu ada yang mengetuk,Jaejoong berjalan keluar kamar untuk membuka pintu tanpa memperhatikan tubuhnya yang hanya memakai hotpans hitam dan kaos putih tulangnya yang kebesaran hingga tulang bahunya terekspose jelas.

"Siapa?"tanya Jaejoong saat pintu terbuka.

"Hai! Ja-"Junsu menggantungkan kalimatnya saat matanya melihat pakaian Jaejoong yang begitu seksi,senyuman langsung terukir di wajah Junsu. Sepertinya nanja imut itu berpikiran macam-macam tentang Yunho dan Jaejoong.

"Junsu,ayo masuk…"

"Ah! ne! Yunho hyung sudah berangkat?"tanya Junsu.

"Sudah,baru saja…"

"Oh,ini ada bubur hangat aku bawakan dari rumah…"

"Ne,gomawo suieee…"kata Jaejoong dengan suaranya yang terdengar kekanak-kanakan.

"Su-suie?"heran Junsu.

"Ne! aku memanggilmu suie saja yah"

"Kalau begitu aku memanggilmu hyung,dari kemarin aku mau memanggil dengan sebutan hyung tapi aku takut jangan sampai aku lebih tua hehehe"tawa Junsu.

"Ne! gwenchana…sini makanannya biar aku simpan di mangkok"kata Jaejoong.

"Anio! Hyung duduk saja di sini biar aku yang menyimpannya di mangkok untuk hyung,nanti aku bisa dimarahi Yunho hyung"

"Yunnie kenapa jadi protektif yah? Suie tahu tidak kenapa? Kan kemarin Joongie pingsan terus waktu bangun Yunnie jadi sangat baik"kata Jaejoong sambil mengeryitkan dahinya lucu.

"Aku tak tahu hyung,oh iya! Nanti ada yang ingin aku beritahu sama hyung"kata Junsu dengan senyuman terukir dibibirnya.

Jaejoong mengeryitkan dahinya kembali sambil menunggu Junsu datang membawakannya bubur. Setelah Junsu datang membawakannya bubur tanpa di suruh Jaejoong melahap bubur itu dengan antusias.

"Hyung,kemarin waktu pingsan…hyung tidak merasakan apa-apa?"tanya Junsu.

"Kemarin hanya pusing dan mataku berkunang-kunang"

"Tidak pernah mual atau apa begitu?"

"Euumm,kemarin memang sedikit mual…kenapa?"tanya Jaejoong.

Junsu hanya tersenyum melihat ekspresi kebingungan Jaejoong,Jaejoong tambah bingung dengan wajah Junsu yang hanya tersenyum padanya. Namja cantik itu tampak berpikir keras sambil menundukkan kepalanya hingga Junsu bersuara kembali.

"Apartement ini akan menjadi ramai karena akan ada baby disini"kata Junsu tanpa menghentikan senyumannya.

"Ba-by?"tanya Jaejoong.

"Hum! Akan ada baby di apartement ini"goda Junsu masih tetap tersenyum.

"Baby siapa?"tanya Jaejoong.

"Baby punya hyunglah terus punya siapa lagi"kata Junsu.

"Ba-byku? Aku punya baby?!"Jaejoong terlihat terkejut.

"Hum! Hyung pingsan kemarin di lapangan dan kami mengira hyung sakit jadi Yunho hyung memanggil dokter tapi dokternya malah menyuruhku memeriksa hyung padahal aku dokter kandungan…tadinya aku tidak percaya dengan hasilnya saat aku memeriksamu,hyung hamil 2 minggu"jelas Junsu panjang lebar.

"Aku..punya baby? Suie tidak bohong?"tanya Jaejoong lagi berusaha memastikan jika Junsu tidak berbohong padanya.

"Aku tidak bohong hyung,chukkae!"kata Junsu.

Jaejoong langsung bangkit berdiri tanpa menghabiskan buburnya dia berlari menuju pintu hingga membuat Junsu menjadi terkejut dan panik mengapa Jaejoong meninggalkannya.

"Hyung mau kemana?"tanya Junsu.

"Mau kasih tahu Yunnie,Joongie mau kasih tahu Yunnie kalau Joongie sedang hamil anaknya"

"Sebenarnya Yunho hyung sudah tahu tentang kehamilan Jae hyung"kata Junsu.

"Yunnie sudah tahu? Benarkah? Terus Yunnie bilang apa suie?"tanya Jaejoong antusias berharap Junsu mengatakan apa yang tengah diharapkannya sekarang.

"Semalam waktu Yunho hyung tahu kalau hyung hamil,aku lihat Yunho hyung hanya diam dan tidak mengatakan apapun.."kata Junsu.

"Yunnie tidak tersenyum atau pun terlihat bahagia?"tanya Jaejoong,ada nada kecewa terdengar.

"Aku kurang tahu hyung,Yunho hyung hanya diam dan sedikit berubah protektif semalam…bahkan kami kena marah aku,Yoochun dan Changmin"

Raut wajah Jaejoong begitu kecewa dan sedih mendengar penuturan Junsu tentang tanggapan Yunho saat mendengar dirinya hamil. Mata bulatnya yang indah mulai berembun sesekali tangannya mengusap matanya dengan asal-asalan. Junsu yang melihatnya menjadi panik karena Jaejoong tiba-tiba menangis.

"Hyung,ke-kenapa menangis? Jangan menangis nanti kau pingsan lagi….badanmu masih lemah hyung"

"Yunnie tidak suka Joongie hamil…hiks..hiks…Yunnie tidak suka mendengar Joongie hamil"kata Jaejoong.

"Bukan begitu hyung,Yunho hyung pasti senang mungkin semalam dia hanya terkejut saja sampai tersenyum pun dia tidak bisa…jika Yunho hyung tidak suka mungkin Yunho hyung langsung memberitahukanku untuk menggugurkan bayi ini malam itu juga tapi Yunho hyung hanya diam meski wajahnya terlihat khawatir dan tadi pagi-pagi sekali Yunho hyung menelponku untuk membuatkan bubur untuk hyung karena dia tidak sempat membuatnya,dia ada ujian di kampusnya…jadi jangan menangis lagi ne?"

"Benarkah? Yunnie seperti itu?"

"Hum,bahkan hari ini Yunho hyung mau memberikan sebuah…"Junsu menggantungkan perkataannya.

"Sebuah apa suieeee? Kasih tahu Joongie!"pinta Jaejoong tidak sabaran.

"Kasih tahu tidak yah? Nanti Yunho hyung marah lagi"Junsu berusaha membuat Jaejoong penasaran.

"Ah! Joongie mau ketemu Yunnie!"

"Eh! Yunho hyung akan marah kalau hyung ke sana,hyung disini saja bersamaku dan kita tunggu Yunho hyung pulang"

"Ne! Kita tunggu Yunnie pulang"kata Jaejoong.

"Suie,apa Joongie harus berdandan?"tanya Jaejoong dengan tatapan yang polos menatap Junsu.

"Euuumm,boleh juga…untuk apa memangnya?"tanya Junsu.

"Supaya Yunnie tertarik hehehe…"kata Jaejoong sambil tersipu malu.

"Jae hyung sangat lugu,pantas saja dia hamil pasti Yunho hyung…ahahaha…aku jadi berpikir aneh-aneh"batin Junsu sembari tersenyum melihat Jaejoong diam di sofa menunggu Yunho pulang,bahkan buburnya tak ingin dilirik lagi.

"Bagaimana keadaan Jaejoong hyung?"tanya Yoochun saat mereka keluar dari kelas bersama Changmin dan tentunya Yunho.

"Tadi pagi dia sudah terlihat baikan…"jawab Yunho.

"Jaejoong hyung terlihat sangat lugu,dia begitu polos pantas saja diaaa…."Yoochun mengantungkan perkataannya sambil melirik Yunho disampingnya.

"Diam kau! asal kau tahu saja yah! dia yang melakukannya padaku saat aku mabuk,aku sendiri tidak ingat apa yang terjadi…"kata Yunho kesal.

"Mabuk? Apa waktu kita belajar bersama itu yah? "tanya Changmin.

"Iya! Saat kau memaksaku mabuk dan meninggalkanku begitu saja tergeletak di ruang tamu"ketus Yunho.

"Mana mungkin Jaejoong hyung yang memulai?"heran Yoochun.

"Tanyakan saja pada tembok didepanmu!"kata Yunho kesal.

"Tapi hyung kau harus berterima kasih kepada kami karena kau telah merasakan itu bersama Jaejoong hyung,pasti rasanya lebih nikmat yah sampai-sampai kau membuatnya hamil? Memangnya kalian melakukannya sampai berapa ronde…"tanya Changmin sambil menggoyangkan kedua alisnya.

"Yak! kau mau aku lempar kelapangan basket?!"kesal Yunho kepada Changmin yang mengolok dirinya.

"Jangan marah hyung,kan itu kenyataan kalian melakukannya dan Jaejoong hyung hamil dikarenakan dia punya rahim yang kita semua tidak bisa duga"kata Changmin.

"Aku setuju dengan Changmin!"sahut Yoochun hingga mendapatkan tatapan tajam dari Yunho.

"Bisa diam tidak? kalian mulai merusak suasana hatiku"

"Oke! oke! kami akan diam"kata Yoochun dan disahuti oleh Changmin.

"Tapi hyung kami penasaran Jaejoong hyung itu asalnya darimana? Kau bilang dia bukan sepupumu dan bukan kekasihmu tapi dia hamil anakmu dan Junsu kenapa dia langsung menuduhmu semalam jika bayi itu anakmu? Atau kau menculik anak orang dan menidurinya!"kata Yoochun dengan wajah shocknya.

"YAK! PARK YOOCHUN!"teriak Yunho kesal.

"Miaaann…"Yoochun merengut dan Changmin hanya menertawainya.

"Akan ku jelaskan saat aku siap mengatakannya,sekarang kalian temani aku untuk membeli perlengkapan hamil untuk Jaejoong"kata Yunho.

"Baiklah!"sahut keduanya.

Mereka pergi kesebuah supermarket membeli perlengkapan hamil untuk Jaejoong,Yunho sibuk memilih susu hamil dan beberapa buah-buahan juga bahan makan yang bergizi. Yoochun sibuk memilih pakaian untuk Jaejoong karena selama ini Jaejoong memakai baju Yunho dan Changmin sibuk memilih cemilan untuk dirinya sendiri. Setelah semuanya sudah didapatkan,Yunho membayarnya dikasir kemudian mereka langsung pulang ke apartement Yunho.

Sementara itu Jaejoong telah selesai mandi,dia sedang memilih baju Yunho dilemari Yunho. Semuanya kebesaran,Jaejoong terus mencari hingga dia lagi-lagi memilih kaos tipis longgar dengan warna biru dan sebuah hotpants ketat milik Yunho. Setelah berganti baju,Jaejoong keluar menemui Junsu yang sedang duduk menonton tv.

"Suie,bagaimana? apa aku sudah terlihat menarik? Aku tidak menemukan baju yang bagus jadinya aku pilih yang ini saja"

"Jae hyung meski lugu tapi soal pakaian dia pintar sekali memilih pakaian yang terbuka alias seksi…"batin Junsu.

"Suie?"

"Ah! iya bagus kok…"

"Aku pulaanngg…"

Yunho masuk kedalam rumah sambil menjinjing beberapa kantung plastik putih di ikuti Yoochun dan Changmin. Jaejoong sendiri berdiri disamping sofa tanpa bergerak menyambut Yunho entah dia malu atau apa yang jelas wajahnya tiba-tiba memanas melihat Yunho. Yoochun dan Changmin malah terdiam dengan wajah melongo melihat Jaejoong,bukan! Lebih tepatnya melihat baju Jaejoong.

"WOW!"kata Yoochun.

"Chunnieee~~~"kesal Junsu.

"Hehehehe,aku cuma bercanda baby"kata Yoochun.

"Ehem! Ehem! EHEM!"Changmin berdehem keras sambil menyikut-nyikut pinggang Yunho yang sibuk meletakkan barang.

"Ada apa!"kesal Yunho.

"Lihat hyung!"

Yunho melihat kearah depan,matanya berhenti berkedip melihat Jaejoong berdiri didepannya dengan baju yang begitu terbuka menampilkan bahu kirinya dan lekuk tubuhnya yang bisa terlihat dari balik baju karena tipisnya baju tersebut. Yunho menjitak kepala Changmin dan memberikan tatapan membunuh kepada Yoochun lalu berjalan mendekat kepada Jaejoong sambil membuka jaket yang dipakainya.

"Yunnieee…."panggil Jaejoong saat Yunho telah berdiri didepannya.

"Lain kali jangan memakai baju seperti ini"kata Yunho setelah menutupi tubuh bagian depan Jaejoong dengan jaketnya.

"Ada yang marah! Sebaiknya aku ke dapur saja"kata Changmin.

"Hyung,aku tidak bermaksud seperti itu tadi…"kata Yoochun.

"Chunnie! Masuk dapur cepat! Bantu aku mengupas bawang! Itu hukumanmu!"marah Junsu sambil menarik Yoochun kedapur meninggalkan Jaejoong yang bingung dan Yunho yang terlihat kesal.

Kini tinggal mereka berdua di ruang tamu,keadaan tiba-tiba berubah canggung dan kaku,Yunho hanya diam membelakangi Jaejoong tubuhnya tiba-tiba mengeras untuk berbalik. Jaejoong berjalan perlahan dan mengaitkan kedua tangannya dipinggang Yunho memeluk Yunho dengan erat.

"Yunnieee…"panggil Jaejoong manja.

"N-ne?"

"Gomawo…"kata Jaejoong bersamaan dengan pelukannya yang semakin erat.

"Untuk?"Yunho berpura-pura tidak tahu.

"Yunnie tidak tahu?"tanya Jaejoong bingung.

"Tidak sama sekali"kata Yunho,entah mengapa dia mau menggoda Jaejoong.

"Yunnie!"kesal Jaejoong.

Jaejoong melepaskan pelukannya pada Yunho lalu melayangkan pukulan ke punggung bidang Yunho. Yunho mengeluh sakit dan berbalik melihat Jaejoong yang tengah merengut padanya.

"Sakit sayang…"kata Yunho.

Jaejoong yang tadinya merengut,langsung menunduk malu saat Yunho memanggilnya dengan kata sayang. Sementara itu Junsu,Yoochun dan Changmin mengintip mereka dari dapur.

"Joongie hamil"kata Jaejoong pelan.

"Apa?"tanya Yunho.

"Joongie hamiill…"kata Jaejoong malu.

"Terus?"

Respon Yunho terlihat biasa saja,Jaejoong melihat wajah Yunho didepannya tak ada ekspresi senang yang terukir disana. Jaejoong menggigit bibir bawahnya hingga tiga detik kemudian matanya kembali berembun. Yunho yang niatnya ingin menjahili Jaejoong gagal saat melihat raut wajah namja cantik didepannya berubah sedih dan kecewa. Dia langsung menarik Jaejoong kedalam pelukannya,entah dorongan darimana dia langsung memeluk Jaejoong begitu erat.

"Mian,aku hanya bercanda…aku tahu kau hamil"kata Yunho.

"Hiks…Yunnie jahaatt..ikh!"kesal Jaejong sambil meninju perut Yunho pelan.

"Akh! Sakit"keluh Yunho.

"Biar!"kesal Jaejoong.

"Yunnie senang?"tanya Jaejoong lagi.

"Kalau di bilang senang yah aku senang tapi sampai detik ini aku hanya masih terkejut saja jika disini…"Yunho melihat perut datar Jaejoong.

"Ada anakku,apa benar anakku?"tanya Yunho.

"Yunnie kenapa bicara seperti itu? Joongie tidak selingkuh"kata Jaejoong dengan bibir yang mempout kesal.

"Bukankah Yunnie sudah melakukannya kepada Joongie"kata Jaejoong lagi.

"Ralat! Bukan aku tapi kau yang melakukannya…"kata Yunho sambil menyentil jidat Jaejoong.

"Anio! Joongie hanya menggoda Yunnie sebentar saja terus Yunnie melakukan itu terus menerus,Joongie sampai lelah…Yunnie tidak mau berhenti! Yunnie baru berhenti saat pagi tiba"kata Jaejoong dengan begitu jujur,Yunho begitu malu mendengar menuturan Jaejoong dan dia tidak sengaja melihat ketiga temannya tersenyum bodoh dari arah dapur.

"Ah! Yunnie bilang hohhmmpphhh…"

Yunho membekap mulut Jaejoong yang terus berbicara tanpa henti,dia membawa Jaejoong duduk disofa. Yunho begitu malu apalagi ketiga temannya menertawakan dirinya.

Kesal ditertawakan Yunho melempar mereka buah dari kantong plastik. Jaejoong ikut tertawa tanpa tahu apa sebabnya.

"Yunnieee…"Jaejoong memeluk Yunho tiba-tiba hingga Yunho mengalihkan perhatiannya kepada Jaejoong.

"Waeyo?"tanya Yunho.

"Sakit"kata Jaejoong dengan wajah sedikit menahan perih.

"Apa yang sakit?"tanya Yunho yang berubah khawatir.

"Perut Joongie"keluh Jaejoong dengan manja.

Yunho melihat perut Jaejoong,dia meletakkan tangannya disana kemudian secara perlahan membelai perut Jaejoong. Merasa perutnya nyaman,Jaejoong beranjang dari tempatnya duduk pindah kepangkuan Yunho duduk membelakanginya. Yunho membiarkannya,entah dia merasa nyaman melihat Jaejoong melakukannya.

Yunho terus membelai perut Jaejoong tanpa mau berhenti,Jaejoong tersenyum malu dan perutnya terasa geli karena tangan besar Yunho yang terus membelainya. Karena begitu malu Jaejoong menjadi salah tingkah dia ingin menyembunyikan wajahnya namun malah mendongak keatas hingga dia bisa melihat wajah tampan Yunho yang menatap lurus ke depaan. Dengan lembut Jaejoong mengusap-usapkan ujung hidungnya yang mancung kedagu Yunho membuat pemilik kembali terganggu.

"Waeyo?"tanya Yunho.

"Ani,Yunnie…"jawab Jaejoong.

"Perutmu masih sakit?"tanya Yunho.

"Masih"bohong Jaejoong,karena ia ingin Yunho terus membelai perutnya dimana ada calon anak mereka.

"EHEM! Minggir! Aku ingin menonton tv!"

Changmin yang tiba-tiba datang dengan beberapa cemilan dan ice cream di tangannya menganggu kemesraan yang tengah berlangsung. Dia sengaja menginjak kaki Yunho hingga namja tampan itu meringis sakit. Melihat Changmin datang Yunho pun salah tingkah dan memperbaiki duduknya sementara Jaejoong malah memperhatikan Changmin.

"Boleh Joongie minta satu?"tanya Jaejoong kepada Changmin yang melihatnya dengan tatapan merengut.

"Yang mana?"tanya Changmin sambil melihat makanan ditangannya.

"Yang itu"Jaejoong menunjuk ice cream jumbo di tangan kiri Changmin.

"ANIO!"reflex Changmin menolak dengan tegas membuat Jaejoong terkejut dan Yunho menjadi kesal.

"Yak! kenapa berteriak begitu!"kesal Yunho.

"Dia meminta ice creamku! Aku tidak mau!"kata Changmin.

"Yunnie…"Jaejoong melihat kearah Yunho dengan tatapan memohon.

"Berikan ice cream itu Changmin,aku berikan kau uang dan belilah lagi"kata Yunho dengan memberikan Changmin beberapa lembar uang.

"Anio! Supermarketnya jauh!"tolak Changmin.

"Kau!"Yunho jadi kesal namun tidak bisa membujuk Changmin jika sudah menyangkut soal makanan.

Yunho hanya tersenyum kepada Jaejoong dan memberikannya pengertian. Jaejoong mengangguk dan hanya memperhatikan Changmin sesekali yang sedang menikmati ice cream itu. Changmin pun mulai merasa risih dengan tatapan Jaejoog yang tak mau lepas darinya.

"Ini! Ambil saja!"Changmin menyodorkan ice cream yang dinikmatinya hanya satu sendok.

"Gomawooo…"riang Jaejoong.

"N-ne…"kata Changmin meski wajahnya merengut kesal.

"Mashitaaa…"kata Jaejoong riang.

Yunho menutup mulutnya menahan tawa melihat Changmin yang begitu kesal kepada Jaejoong yang kini menikmati ice creamnya. Sementara Jaejoong asyik menikmati ice cream tersebut di pangkuan Yunho tanpa peduli kesedihan Changmin.

Hari sudah menjelang sore,mereka nampak menonton film dari dvd yang di bawa oleh Yoochun. Hanya Junsu dan Yoochun yang menonton dengan serius,Changmin sedang asyik bermain game di ponselnya dan Yunho juga tidak terlalu fokus menonton film karena Jaejoong tengah tertidur sambil memeluknya. Sesekali Yunho merenggangkan tubuhnya perlahan karena keram.

"Yunho hyung!"panggil Changmin.

"Apa?"sahut Yunho.

"Kau seperti appa koala"ejek Changmin dengan wajah begitu serius.

"YAK!"kesal Yunho.

"Hihihihi"tawa Junsu dan Yoochun

"Kalian!"Yunho melempar bantal sofa kearah Junsu dan Yoochun.

"Kau cocok menjadi koala"kata Changmin dengan nada sinis,dia masih kesal karena ice creamya diambil Jaejoong.

"Terserah apa katamu!"kesal Yunho lagi.

Ditengah keributan yang terjadi,tiba-tiba mereka mencium wangi yang begitu menusuk dan kupu-kupu yang tiba-tiba muncul di sekitar Jaejoong lagi. Yunho kembali tertegun heran.

"Hyung,kupu-kupu!"seru Changmin.

"Kenapa wangi sekali?" Yoochun berbalik kebelakang bersamaan dengan Junsu.

"Aku tidak tahu wangi dan kupu-kupu ini datang dari mana tapi kemarin juga begitu saat Jaejoong pingsan dan mulai hamil"kata Yunho sambil mengusir kupu-kupu itu.

"Apa ini karena Jaejoong hyung?"tebak Junsu.

"Sepertinya kupu-kupu itu berbahagia karena Jaejoong hyung sedang hamil dan wangi ini dari tubuh Jaejoong hyung"tebak Changmin juga.

"HAH! Tidak masuk akal"kata Yoochun.

Sementara yang lain berdebat,Yunho tengah memandang wajah pulas Jaejoong yang berada di bahunya. Pelahan Yunho mendekatkankan wajahnya ke rambut Jaejoong dengan sedikit ragu. Saat hidungnya menyentuh helaian rambut Jaejoong,wangi yang begitu harum menusuk hidungnya. Ternyata wangi itu berasal dari tubuh Jaejoong tapi kenapa hanya saat tidur dia begitu wangi seperti ini. Yunho kembali bingung dan tak menanyakannya pada Jaejoong sebabnya.

Keributan yang Junsu,Yoochun dan Changmin ciptakan membuat Jaejoong terusik hingga dia terbangun. Yunho yang melihat Jaejoong bangun langsung menjauhkan wajahnya dengan cepat,Jaejoong sedikit terkejut karena gerakan Yunho.

"Yunnie?"panggil Jaejoong

"N-ne?"jawab Yunho.

"Sudah malam?"tanya Jaejoong.

"Belum,masih sore…kenapa?"tanya Yunho.

"Anio…"jawab Jaejoong pelan dan mengalihkan perhatiannya pada kupu-kupu yang belum pergi dari tubuhnya.

"Kupu-kupu?"

"Aku sudah mengusirnya tapi mereka tak mau pergi"

Jaejoong hanya tersenyum melihat kupu-kupu itu,satu kupu-kupu hinggap di tangannya membuat Jaejoong tertawa melihatnya. Yang lain memperhatikan Jaejoong yang tengah asyik bercanda dengan kupu-kupu itu.

"Kalian pergi yah,aku baik-baik saja…"kata Jaejoong sambil tersenyum menyuruh kupu-kupu itu pergi.

Kupu-kupu itu perlahan terbang meninggalkan Jaejoong dan yang lainnya,saat Jaejoong berbalik melihat Yunho. Namja tampan itu tampak kelihat kebingungan melihat kupu-kupu itu pergi ketika Jaejoong menyuruhnya pergi. Yoochun,Junsu dan Changmin pun juga kebingungan.

CHU~

"Ah!"Yunho terkejut kemudian memegang pipinya.

"Yunnie melamun hehehe…"

"EHEM! Disini sangat panas!"kata Yoochun dengan mata melirik Yunho dan Jaejoong di sofa.

"Memalukan"cibir Changmin.

"Kalian berdua kenapa kesal begitu?"tanya Junsu.

"Entahlah,tiba-tiba saja hari ini begitu panas hingga membuatku sedikit kesal…sebaiknya kita pulang"kata Yoochun sambil tersenyum penuh arti ke arah Yunho.

"Waeyo? Bukankah kita belum makan malam?"tanya Changmin.

"Jinjja! Yak! perutmu itu lama-lama akan meledak!"kesal Yoochun.

"Hah! Kau Park Yoochun! Urus jidatmu yang lebar itu! Kau tahu para wanita takut dengan jidatmu!"kesal Changmin.

"SUDAH!"teriak Junsu untuk melerai mereka.

"Junsu,biarkan saja…pertengkaran mereka sangat seru" ejek Yunho.

"Yunnie!"Jaejoong mendeathglare Yunho meski terlihat tidak menakutkan.

Yunho tidak memperdulikan tatapan tajam Jaejoong yang tak menyeramkan baginya,dia hanya sibuk tertawa melihat Junsu melerai pertengkaran Yoochun dan Changmin hingga Junsu harus menyeret mereka pulang meski dalam keadaan bertengkar.

Setelah kepergian mereka tak terasa hari sudah malam, Yunho sibuk membuat makan malam untuk Jaejoong. Bubur hangat dengan suiran ayam dan segelas air putih juga susu hamil. Jaejoong dengan sabar menunggu Yunho di kamar hingga Yunho datang.

"Makan ini,perutmu harus terisi sebelum kau tidur…"

"Yunnie sudah makan?"tanya Jaejoong.

"Belum,aku bisa membeli makanan di luar lagi pula masih ada makanan kemarin di kulkas"kata Yunho.

"Yunnie jangan makan diluar ne? biar Joongie buatkan makanan ne?"kata Jaejoong lalu berusaha beranjak dari kasur.

"Sudah,jangan khawatirkan aku…aku bisa mengurus diriku"

"Tapi-"

"Sekarang makan,kau harus makan dan setelah itu minum susu ini"

"Benar Yunnie tidak mau Joongie buatkan makanan?"tanya Jaejoong lagi.

"Iya,sayang…sekarang makan"perintah Yunho.

Jaejoong menyantap bubur buatan Yunho dengan lahap sementara Yunho duduk didepannya mengawasi Jaejoong jika dia menghabiskan semuanya. Bubur pun habis disantap Jaejoong kini giliran susu hamil yang harus diminumnya. Setelah makan Yunho membersihkan dirinya terlebih dahulu dan Jaejoong tengah berbaring di ranjang menunggu Yunho. Yunho telah selesai membersihkan dirinya,dia beranjang menghampiri Jaejoong yang tengah berbaring di ranjang. Perlahan Yunho naik keatas ranjang dan Jaejoong langsung menghampirinya. Selimut yang menutupi tubuhnya melorot turun memperlihatkan bahu dan dada telanjang Jaejoong.

"Mulai hari ini saat tidur jangan buka bajumu lagi arasso?"

"Waeyo? Yunnie tidak suka?"tanya Jaejoong.

"Nanti kau sakit,bukankah aku sudah berjanji akan memelukmu saat tidur? Jadi jangan membuka bajumu lagi…"

"Ne,Joongie mengerti Yunnie"kata Jaejoong yang kini berbaring dalam dekapan hangat Yunho.

Yunho menarik selimut menutupi tubuh Jaejoong kemudian mendekap namja cantik itu dengan erat. Jaejoong merasa bahagia,dia mengeliat di balik pelukannya Yunho membuat Yunho yang sudah memejamkan mata membuka kembali matanya untuk melihat Jaejoong.

"Waeyo? Dingin?"tanya Yunho.

"Ani,Joongie suka wangi Yunnie…"kata Jaejoong lalu membenamkan wajahnya didada Yunho.

"Tidurlah…"perintah Yunho dan mendapat anggukan dari Jaejoong.

"Besok,aku akan mengajakmu pergi kesuatu tempat…"kata Yunho lagi.

"Dimana?"tanya Jaejoong.

"Lihat besok saja,sekarang tidurlah..."

Jaejoong mengangguk paham dan kembali memejamkan matanya. Yunho sendiri tak tidur dia sedang memikirkan sesuatu,sesuatu yang membuatnya takut namun dia harus melakukannya sebagai tanggung jawabnya.

"Semoga mereka tak marah padaku…"gumam Yunho pelan.

Tbc….

hehehehe….gimna ceritanya? Mulai geje yah? XD

Oh,iya! Author belum bisa jawab review dari readers semuanya tapi kemarin ada yang nanya tentang kpn yunjae nc dan knp emak bisa hamil? Nc bkalan di jelasin di flashback entah chapter depan atau depannya lagi *plak!* dan yang nanya tentang happy ending apa nggaaaaa….kasih tau ngga yah? XD
yah,ceritanya bakalan happy ending kok :D

Yah,udah sekian cuap-cuap saya :3

Wait for your review all….