Drrrt... drrrt... drrrt...

Tsunade membuka matanya sembari menguap lebar. Secercah cahaya yang melewati gorden membuat Tsunade mengucek-ngucek matanya untuk beberapa kali. Tsunade menatap dirinya dan sekelilingnya, benar-benar berantakan. Tsunade memijat-mijat tengku dan dahinya. Tadi malam Tsunade habis melakukan pesta berpuluh-puluh Sake, dan akhirnya ia tumbang tepat tengah malam di meja kerjanya. Sepertinya Tsunade harus bersiap-siap karena nanti Shizune pasti akan menceramahinya selama berjam-jam, biarlah Tsunade tak peduli, toh dia masih bisa merasakan namanya minuman Sake.

Drrrt... drrrt... drrrt...

"Huh? " Gumam Tsunade, merasakan ada suara yang cukup di kenalnya. Tsunade menatap sekelilingnya, tidak dapat yang dia cari. Tsunade mencarinya di bawah meja kerjanya, di lihatnya sebuah Handphone berwarna hijau bergetar di sudut bawah meja, dengan malas Tsunade mengambilnya, setelah dapat. Tsunade mengerutkan dahinya saat di layar Handphonenya tertera nomor tersembunyi.

"Siapa yang menelpon pagi-pagi ini sih? " Ucap Tsunade lirih dengan mata mengantuk. Tsunade merasa tidak ada janji dengan klien atau teman-temanya. 'Benar-benar menggagu orang ini. ' pikir Tsunade sembari mendengus dan menjawab telepon.

CKLIK

"Hm? " Tanya Tsunade dengan gumaman, dan sepertinya di gumaman tersebut terdapat setitik tidak keikhlasan. Tentu saja! Pagi-pagi seperti ini sudah menelponya, di tambah lagi ia habis mabuk ck!

Seseorang yang menelpon Tsunade menyeringai, tampaknya dia tahu apa yang terjadi dengan Tsunade "Halo Tsunade... " Ujar sosok itu dengan nada sing a song, mencoba ramah mungkin.

Tsunade mengernyitkan dahinya untuk kesekian kalinya, saat Tsunade merasa sangat mengenal suara sosok tersebut. Namun, ia merasa ragu pascalnya saja suara orang ini sudah tak pernah ia dengar semenjak lulus SMA. Untuk itu Tsunade masih dengan malas menjawab "Yhea yhea? " Tanya Tsunade yang masih mengantuk sembari menidurkan kepalanya di meja kantornya. 'Peduli setan jika itu klienya atau orang penting! ' Batin Tsunade kesal.

Sosok misterius di pagi hari ini pun terkikik geli, membuat Tsunade sedikit yakin atas pemikiranya tadi "Kau benar-benar lupa denganku Tsunade? " Tanya Sosok misterius itu dengan suara yang di buat sedih.

"..." Mata Tsunade tiba-tiba membulat, terkejut saat menyadari siapa orang yang menelponya di pagi hari ini, dia tahu benar orang yang sering berakting seperti ini yang jelas bukan aktor "K-kau! Dapat dari mana nomorku!? " Teriak Tsunade menggebrak meja, sehingga Shizune yang baru masuk ke kantor Tsunade tersentak kaget tak kala melihat Tuanya berteriak di pagi hari seperti ini. Shizune mendekati meja Tsunade dan hendak bertanya, akan tetapi Tsunade terlebih dahulu sudah menyuruhnya diam dengan memberi isyarat telunjuk jari. Dan mau tak mau Shizune menurut. 'Tampaknya sangat penting.' Pikir Shizune.

Sosok misterius itu menyeringai dan tertawa sinis "Tsunade...Tsunade, kau lupa siapa diriku ini huh? " Tanya Sosok itu dengan dengusan geli, dan itu membuat Tsunade murka akan kebodohanya sendiri bisa-bisanya dia lupa, ini mungkin efek dari pesta Sake tadi malam.

Mata Tsunade berkilat "Apa tujuanmu? " Tanya Tsunade dengan nada mengintrogasi. Penasaran akan apa tujuan orang yang menelponya.

"Tujuanku? ahahaha tak ada! Tak ada! " Jawab sosok itu sembari tertawa. Tsunade tahu sosok yang di kenalnya itu sedang berbohong. Jika sosok itu datang kembali di kehidupan Tsunade, maka itu tandanya mala petaka. Untuk itu ia harus hati-hati.

"Cepat apa tujuanmu di sini brengsek! " Seru Tsunade dengan gigi yang saling bergesekan. Tsunade memejamkan matanya mencoba meredamkan amarahnya, jangan sampai ia termakan oleh amarah jika tak mau mendapatkan kefatalan.

"Santailah, kau masih tetap kasar Tsunade. " Ujar sosok itu. Sosok itu sepertinya sedang minum, bisa Tsunade dengar dari suara tegukan beberapa-kali tak lupa suara 'ah' yang cukup panjang.

"..."

Sosok itu mendengus, lalu menghela nafas " Aku disini ingin mengambil 'Dia' . " Tsunade mengerutkan dahinya, 'Dia' siapa orang yang dimaksud orang itu pikir Tsunade dengan bingung "Maksudmu siapa 'Dia'? " Tanya Tsunade dengan nada tanda tanya besar.

" 'Dia' maksudku, mahkluk yang indah itu. " Balas Sosok di telpon itu dengan seringai licik lalu tertawa kecil.

Mata Tsunade membulat, dia...Tsunade tahu siapa orang yang di maksud itu. Seorang yang Tsunade obsesikan, dan sekarang orang itu hendak mengambil obsesinya. Tak akan Tsunade biarkan sosok itu menyentuh obsesinya!

"Tak akan aku biarkan. " Ucap Tsunade mendesis. Ingin sekali Tsunade memutilasi orang yang di telponya ini "Tunggu saja, pasti itu akan terjadi suatu saat nanti." lirih Tsunade yang menyeringai.

Sosok itu sepertinya tak mendengar lirihan Tsunade, untuk itu dia meneruskan ucapanya "Kau mau ikut permainanku? baiklah, buatlah se-seru mungkin Tsunade. " Ujar orang itu dengan datar lalu tanpa sopan-santun seperti awalanya, sosok itu mematikan teleponya dengan sepihak. Membuat wajah Tsunade memerah murka.

PRANG

Suara pecahan-pecahan botol memenuhi ruangan kantor Tsunade, membuat Shizune yang melihat semua kejadian tadi mendekati Tsunade. Keringat menggantung besar di pelipis Shizune, takut Tsunade akan melempar barang-barang. Maka dengan itu Shizune dengan panik dan gugup bertanya"Tuan Tsunade, apa yang terjadi? " Tanya Shizune dengan panik saat melihat Tsunade melempar botol Sake dengan bringas.

Tsunade memejamkan matanya sembari meremas helaian rambut pirang panjangnya"Shizune, dia ingin mengambil-

.

.

.

Naru chan...


Disclaimber Naruto: Masashi Kishimoto

Genre: Romance, Family, Humor

Rate: M

Warning: Yaoi, Lime, Pedophile, Incest


Author Note:

Hai apa kabar! Emh, akhirnya Kappu *sebutan baru* bisa Updet fictnya! Alhamdulilah juga Kappu sudah berubah menjadi Author yang lebih baik karena bersemedi di Gua fict senior-senior...

Di Chap ini spesial itu sebabnya sampai 5000 kata lebih! dan mungkin untuk chap selanjutnya akan panjangnya 3000-an...Entahlah lihat saja nanti!

Well, jika readers menemukan typo, dengan sangat Kappu minta tolong untuk beritahu...Biar Kappu belajar ya...

Iyupss semoga memuaskan!


Khusina dan Mikoto membulatkan matanya tak kala di depan mereka terdapat suami-suaminya. Bukan karena keberadaan Suami mereka yang membuat Kushina dan Mikoto syok. Namun sebuah pengakuan yang meluncur mulus keluar dari mulut Suami merekalah yang membuat Kushina dan Mikoto syok dan terharu. Di depan Kushina dan Mikoto, dengan wajah yang malu khusus Minato saja sedangkan Fugaku masih dengan wajah datarnya. Minato berkata "Errr Kushina, a-ku...aku dan Fugaku sepakat untuk tidak bersatu. " Ujar Minato dengan kepala menunduk. Fugaku yang mendengar perkataan Minato hanya mendengus kasar, merasa perkataan Minato tadi konyol.

"..." Hening

Hingga suara Mikoto memecah kesunyian "K-kenapa? " Tanya Mikoto dengan wajah syok dan di ikuti anggukan patah-patah Kushina. Kedua wanita cantik ini sepertinya sangat syok tak kala baru saja mereka asik-asik mengobrol di ruang tamu tiba-tiba kedua Suami mereka datang.

Minato menatap Fugaku yang lebih tinggi darinya, di sikutnya perut Fugaku yang sedari diam dan berwajah datar membuat Minato cukup kesal. Akhirnya merasa Fugaku tak menghiraukannya. Minato menatap wajah Kushina dan Mikoto dengan wajah wibawa, saatnya mengeluarkan ke-wibawaanya.

Minato tersenyum lembut "Aku dan Fugaku sepakat untuk tidak bersatu karena apa? karena Kau dan Mikoto Istri kami, yang artinya tanggung jawab kami. Kita tak bersatu itu salah kami karena saat dulu tidak memperjuangkanya hingga puncaknya, akan tetapi kita malah putus asa. Selama ini maaf mungkin dari hati kalian yang paling dalam kalian tersakiti karena kita tak bisa mencintai kalian, aku tahu kalian mencintai kami. Dan maaf kami tidak bisa mencintai kalian tapi kami bisa bertanggung jawab, jadi Kushina dan Mikoto. Aku berterima kasih pengorbanan kalian, dan aku sangat berterima kasih karena kalian mau memberi kami keturunan yang sangat sempurna, terima kasih untuk segala-galanya. " Jelas Minato sembari mendekati Kushina dan mengecup dahi Kushina dengan lembut, membuat Kushina menitikan air mata terharu. Fugaku memandang mereka berdua dengan tidak terima, akan tetapi setelah Fugaku menatap Mikoto, ia atau Fugaku baru tersadar jika dia sangatlah egois, padahal Mikoto sudah mau mengorbankan segalanya.

"..." Mikoto menatap Fugaku yang berwajah datar dan sedang memalingkan wajah, apa Fugaku tak bisa menerimanya? pikir Mikoto dengan sedih, namun. Mikoto mengernyitkan dahi saat merasakan benda kenyal di dahinya, di bukanya sedikit matanya dan di mendapat Fugaku menciumnya dengan sangat lembut. Mikoto tersenyum "Terima kasih. " dan di balas Fugaku dengan seperti biasanya.

Acara MinaKushi dan FugaMiko terhenti akibat anak sulung dari pasangan Fugaku dan Mikoto datang dengan wajah murka dan seram, lalu beraura hitam. Keempat orang tua ini mengernyitkan dahi saat Itachi dengan tak biasanya tidak menyapa mereka dengan sopan dan ceria. Itachi malah melewati mereka layaknya pajangan saja. 'Ada apa ini? ' Pikir mereka secara bersamaan.

"Ita-

Cklek

Perkataan Mikoto terpotong saat pintu terbuka dan menampilkan wajah ceria anak sulung Minato dan Kushina, dan lagi-lagi mereka berempat di buat mengerutkan dahi. Saat Kyuubi datang dengan bergumam sing a song dan berjalan layaknya seorang putri ke kamarnya, 'Whats going on here? ' Pikir mereka dengan horor. Apa ini hari terbalik? Entahlah, tak ada yang tahu.

Cklek

Minato, Kushina, Fugaku dan Mikoto menelan ludah apa anak bungsu mereka berubah layaknya anak sulung mereka? Jika memang benar begitu mereka tak bisa membayangkanya.

"Kachaan! Touchan! " Mereka mengerutkan dahi tak kala mendengar suara cadel yang mereka kenal. Keempat orang tua ini menatap pintu dan keluarlah sosok anaknya yang tampak errr... berbeda.

"Naru chan? " Gumam mereka dengan bingung, bukankah terakhir kali melihat Naruto masih remaja? Apa Naruto sudah berubah kembali menjadi bocah? jika iya siapa membuat Naruto kembali? Apakah Sasuke? Tidak mungkin!

Minato, Kushina, Fugaku dan Mikoto menatap Naruto yang di bawah mereka, dengan mata yang bulat dan berbinar Naruto memeluk kaki Kusina dan Minato "Ne, " Gumam Naruto. Merasa kangen dengan Ibu dan Ayah tercintanya, sedangkan orang yang bersangkutan memasang wajah bingung.

Kushina dan Minato berpandangan "Na-naru chan? kenapa bisa? " Tanya Minato dan Kushina dengan syok. Pasangan Fugaku dan Mikoto pun di buat syok, di tatapnya anak bungsu mereka meminta penjelasan. Dan Sasuke sendiri hanya meminggirkan tubuhnya, mempersilahkan seseorang untuk masuk. Minato, Kushina, Fugaku dan Mikoto menatap seorang wanita di depan mereka, mereka semua membulatkan matanya begitu tahu siapa wanita berwajah garang tersebut.

"Kumpulkan anak-anak kalian kesini! Aku ingin memberitahu sebuah informasi penting. 'Dia' akan datang! " Seru wanita yang tak lain adalah Tsunade bersama asistenya Shizune.

Hari ini adalah hari kejut mengejut!

Damn!


KAPPU-SAN


"Hm lalala...Hmmm...hey! hey! " Gumam Seseorang yang tentu saja Namikaze Kyuubi. Orang yang memiliki surai merah ke-orange-an ini bergumam sesuatu dengan nada sing a song dan mengeluarkan kata-kata tak jelas mungkin. Sepertinya anak sulung dari pasangan Namikaze kita ini sedang di landa kegembiraan, dan tidak biasanya seperti ini. Hm, sebenarnya Kyuubi bersikap ini karena dia mendapat teman baru yang menurutnya asik, gokil, gaul dan tentunya suka mentraktir dirinya, walau Kyuubi merasa gelagat temanya bernama Shukaku itu cukup aneh, toh dia sama sekali tak di rugikan.

Saat ini Kyuubi sedang berjalan menuju kamarnya, akan tetapi tiba-tiba bulu kuduk leher Kyuubi merinding membuat Kyuubi mau tak mau mengusapnya. Kyuubi menghentikan acara berjalanya dan gumaman sing a songnya, diedarkan pandanganya ke sekeliling lorong menuju kamarnya. Kyuubi mengernyitkan dahi saat lorong menuju kamarnya ini terang dan sama sekali tidak ada kesan mengerikan dan horornya.

"He? " Gumam Kyuubi dengan kaget saat tepat di sampingnya terdapat kamar Itachi, sebenarnya Kyuubi tak kaget atas keberadaan kamar Itachi, hanya saja keberadaan aura-aura hitam yang pekatlah membuat Kyuubi kaget atas kepenasaranya. Di buat penasaran tingkat tinggi Kyuubi mengetuk pintu Itachi dengan satu ketukan dan tentunya pelan.

Tok

Kyuubi menempelkan kepalanya dengan antusias di pintu Itachi, ia mengerutkan dahinya saat ia tak mendengar suara apapun di dalam kamar sana, hanya ada sunyi saja.

Tok...Tok...

"Hey keriput..." Panggil Kyuubi dengan suara serak-seraknya. Kali ini Kyuubi mencoba untuk memanggil, siapa tahu si keriput nyahut pikir Kyuubi.

Sunyi kembali...

Kyuubi yang memang memiliki kesabaran yang sangat minim ini pun tambah menempelkan telinganya di pintu, di saat Kyuubi hendak mendobrak pintu Itachi dan otomatis Kyuubi memegang kenop pintu. Lalu...

Cklek

"Heee? " Kaget Kyuubi, baru saja dia hendak mendobrak pintu layaknya aktor-aktor di film eh akan tetapi pintu Itachi tidak terkunci ternyata.

Hah... Gagal deh mau dobrak pintu kayak di film, padahal umpung pintu gartis nih ck...

Batin seseorang yang tak lain adalah Kyuubi yang sedang masuk ke kamar Itachi...

Sinting dan bodoh! Kata itu yang pantas Kyuubi dapatkan karena dia sudah masuk di lubang buaya...

Yeah!


KAPPU-SAN


Tik tok tik tok

Di sebuah ruangan yang bisa di bilang sangat mewah, terdapat seseorang laki-laki menyeringai di hadapan seorang laki-laki juga. Sosok yang menyeringai itu sedari tadi memainkan meja dengan mengetuk-ngetuknya, sedangkan sosok yang di hadapanya tengah membungkuk hormat.

"Kau, apa bisa melakukanya dengan benar? "

"Saya sangat yakin Tuan. "

"Jika tidak? Kau mau memberiku apa? "

"Bunuh saya jika anda mau Tuan. "

"Hm, whatever. I hope you can do it. "

"As you wish my lord. "

Suara Jam dinding yang mewah menghiasi seluruh ruangan yang mewah juga. Badai dan petir tiba-tiba menambah suasana mengerikan ini. Di ruangan ini banyak memiliki aura-aura gelap yang jahat, sama dengan sosok yang mempunyai niat yang jahat.

.

.

.

Well, tunggu tanggal mainya...


KAPPU-SAN


Uchiha Sasuke, seorang bocah yang memiliki wajah yang tampan dan kharisma yang begitu menggoda dari dini ini menatap tajam seorang wanita berdada besar. Wanita bernama Namikaze Tsunade alias Kepala sekolahnya ini telah membuat sang Uchiha bungsu marah dan cemburu. Aura-aura ingin menghajar seseorang keluar dari tubuh Sasuke yang alisnya bertautan. Sasuke yang sedang duduk di sebelah Tsunade ini mengepalkan tanganya, menahan agar tidak menjambak rambut wanita di sebelahnya. Apa kalian bingung kenapa Sasuke seperti ini? Well ini semua karena Tsunade yang sedang memangku Naruto. Dengan Naruto-nya yang menghadap kearah Tsunade. Apa hanya itu yang membuat Sasuke marah? Apa tidak berlebihan? Bukanya Tsunade itu Nenek Naruto? Kenapa dengan hal sepele itu membuat Sasuke cemburu? Itu sudah berlebihan! Tapi tidak! Sasuke tidak berlebihan jika dia marah seperti itu, karena apa? Ya jelas! Bisa kalian pikir jika kalian memiliki Uke atau setidaknya pacar sedang duduk di pangkuan sang Nenek lalu inilah yang membuat Sasuke si bocah ngambek! Yaitu Tsunade yang memangku tubuh Naruto sedari tadi tak henti-hentinya menciumi wajah Naruto yang hanya terkikik geli. Hei itu biasa saja jika saja Tsunade tak juga ikut menciumi bibir mungil Naruto hingga berkali-kali! Hell no! Sasuke yang baru dua kali mencium Naruto kalau tidak salah itu meringis dan menggeram layaknya sekor Anjing yang merasa kelaparan. Sasuke berpikir jika saat itu ia mencium bibir Naruto yang tidak perawan lagi , sial! Pekik Sasuke dalam hati.

Kushina, Minato, Mikoto meringis canggung minus Fugaku yang hanya menunjukan ekspresi jijiknya. Well, keempat pasangan ini sudah biasa dengan tingkah menyimpang Tsunade. Bisa di bilang Tsunade mengidap Grendma Complex jika tidak mau di bilang Pedhopiel sih. Sebenarnya semua itu berawal saat Naruto belajar berjalan dan berbicara. Saat itu awalnya Kushina dan Minato mengunjungi kediaman Tsunade. Sungguh tingkah menyimpang Tsunade itu tidak pernah ada! Tapi dengan berat hati Kushina bisa di bilang penyebabnya, jika saja Kushina tak menitipkan Naruto ke Tsunade saat hendak buang air kecil sedangkan Minato keluar membeli sesuatu. Kushina bersumpah demi rambut merahnya, pasti tingkah penyimpang mertuanya ini tidak akan pernah ada. Entah karena apa Kushina tak tahu jelasnya. Namun Kushina bisa menyimpulkan jika Tsunade sudah terjerat keimutan Naruto dan saat itu Naruto memakai pakaian yang di bilang imut dan lucu. Dengan baju dan celana Orange yang bergambar Rubah chibi tak lupa topi yang bertelinga Rubah. Mungkin Tsunade sudah terpikat dengan kelucuan Naruto dan juga bisa karena kelucuan Naruto di setiap gerakan. Kushina saja pernah memeluk Naruto dengan erat hingga membuat Naruto menangis dan merengek pasalnya saja Kushina tak bisa menahan kuasa aura kepolosan dan keimutan Naruto. Kushina menggelkan kepalanya saat mengingat ia mendapati sebuah pemandangan yang mengerikan saat Kushina kembali setelah buang air kecil, yaitu Tsunade melumat bibir Naruto yang imut kecil itu. Saat itu Kushina hanya bisa membekap mulutnya dan menatap Tsunade di balik dinding, saat itu Kushina benar-benar syok. Kushina menatap mertuanya yang sibuk menciumi dan memeluk Naruto yang terkikik geli, dengan cepat Kushina berjalan menuju Tsunade saat melihat Sasuke yang sudah hendak berdiri dan mendekati Tsunade.

"Kaasan, jangan seperti itu. " Ucap Kushina yang mengambil alih Naruto. Tsunade menatap Khusina dengan galak, merasa terganggu acara reunianya dengan sang obsesinya. Khusina menggelengkan kepalanya "Tidak boleh Kaasan. Lama-lama Kaasan akan merape Naru chan. " Semua yang ada di sana sweetdrop dan Tsunade hanya menatap datar Kushina "Tidak. Rencanya saat umur 12 tahun baru aku akan merape Naru chan. Sekalian aku mengambil keperjakaanya. " Ungkap Tsunade membuat orang yang disana melotot, apa-apaan ini?! Pekik mereka. Mendengar hal yang sangat-sangat-sangat mengerikan itu. Sasuke meremas rambutnya dan memperlihatkan wajah horor "Ci-ciuman pertama dia yang mengambil dan sekarang keperjakaanya! Ku-kuso! Tidak akan aku biarkan! " Lirih Sasuke yang pundung. Sedangkan Kushina yang mendengar itu menatap tajam mertuanya "Tidak bisa Kaasan. Karena keperjakaan Naru chan akan di ambil dengan Sasuke chan, ya kan Sasuke? " Mendengar sebuah suara yang merdu, dengan cepat Sasuke mendongkak dan menatap wajah Kushina dengan binar "Tentu saja. " Mikoto dan Kushina tersenyum lebar. Radar Fujoshi mereka melarang untuk memisahkan pasangan imut mereka. Tsunade memalingkan wajahnya "Chk, lihat saja nanti! " Seru Tsunade kesal.

Minato melonggarkan kerah bajunya. Keringat yang besar menggantung di pipi kirinya saat melihat perang dingin antara Fujoshi dan Pedophil. Minato tertawa di paksakan. Bagaimana bisa Minato mempunyai istri dan ibu yang abnormal ini, padahal dia sendiri tak menyadari jika dirinya abnormal. Minato mengerutkan dahinya saat merasakan pantatnya di raba, eh? Minato membulatkan matanya dan menatap syok Fugaku yang hanya memperlihatkan wajah datar saat meremas pantat kirinya. Bisa-bisanya di keadaan seperti ini Fugaku melakukan hal yang tidak senonoh. Merasa tersadar dari ke-syokanya Minato segera mencubit keras tangan kanan Fugaku membuat sang empu meringis walau masih berwajah datar "Kau jangan macam-macam Fuga kun! " Desis Minato. Tanpa mengidahkan protes Minato, ia atau Fugaku membuang muka. Mikoto sendiri hanya tersenyum kecil melihat itu, tak ada rasa cemburu atau pun kesal, karena hasrat Fujoshilah yang memipin Mikoto. Mendapat perlakuan seperti itu Minato mendengus dan balik menatap Kushina dan saat itu mata Minato menangkap anaknya Naruto yang ada di pelukan Khusina. Damn! Rutuk Minato, ia lupa jika anaknya ada di situ. Dengan segera Minato berjalan mendekati Kushina dan Tsunade "Hey, sudahlah –Minato mengambil Naruto di pelukan Kushina dan menatap Tsunade- Kaasan, jadi ada berita apa untuk datang kesini? " Tanya Minato mengelus kepala Naruto yang hanya tersenyum manis.

Tsunade menghela nafas. Tsunade mengedarkan matanya mencoba menghitung jika seluruh orang sudah datang, namun wajah Tsunade tiba-tiba menekuk "Dimana Kyuu chan? " Semua orang berpandangan. Mereka berpikir jika Kyuubi dan Itachi sedari tadi berada di kamar. Mereka semua menatap Sasuke yang sedari tadi menatap goda Naruto yang sang empunya sama sekali tak mengerti tatapan tersebut. Kushina dan Mikoto menghela nafas "Sasu chan, tolong panggilkan Kyuubi dan Itachi di kamar mereka. " Ujar Kushina dengan senyum manis. Merasa di perintah dengan sang calon mertua Sasuke mau tak mau haru menerimanya, bila tidak ingin di pisahkan dengan Naruto nantinya. Sasuke menghela nafas lalu turun dari sofa dan dia sempat mendapati tatapan melecehkan dari Tsunade. Sasuke bisa saja membalasnya, akan tetapi mengigat Tsunade adalah Nenek mertuanya mau tak mau kembali Sasuke memutuskan untuk tak mengidahkanya. Saat Sasuke hendak berjalan dan menaiki tangga tiba-tiba suara Naruto memecahkan keheningan.

"Touchan! Nalu mau ikut Cacuke! " Seru Naruto menarik kerah baju Minato dengan cukup kuat, sehingga membuat sedikit tubuh Minato kehilangan keseimbangan. Untung saja Minato dengan cepat menahan tubuhnya. Saat hendak menerima permintaan anaknya ucapna Minato terhenti oleh Tsunade "Tak usah Naru chan, nanti Naru chan jatuh saat naik tangga. " Ucap Tsunade dengan nada seduktif. Sepertinya alasan Tsunade tak mempan, terbukti dari Naruto yang merengek menampilkan wajah yang hampir menangis "Huwee Nalu mau ikut Cacu Touchan! Huwee Nalu mau ikut Cacu! " Begitu dengan berulang-ulang. Sasuke yang awalnya menampilkan wajah tertekuk kini langsung menampilakn wajah cerahnya "Hn, tak apa Naru chan boleh ikut, nanti aku pegangin. " Ucap Sasuke yang membuat Naruto memberontak dan turun dari pelukan Minato dan berjalan mendekati Sasuke. Tsunade memijat-mijat tengku lehernya "Hah..." Desah menyerah Tsunade.

Naruto tersenyum lebar dan dengan mata berbinar dia berteriak "Ayo Cacu! " Sasuke langsung memegang erat pinggang Naruto dan merapatkanya dengan tubuhnya.

Tsunade melotot " SI-SIALAN KAU BOCAH TENGIK! " Teriak Tsunade menggelegar saat melihat pemandangan itu.

Chk, sempat-sempatnya kau licik Sasuke!


KAPPU-SAN


Kyuubi memeluk tubuhnya saat masuk di kamar Itachi. Mata Ktuubi melotot ngeri melihat aura yang sangat pekat di kamar Itachi, sangat berbeda saat Kyuubi di depan pintu tadi. Kyuubi melihat jika kamar Itachi tidak ada yang aneh, barang-barangnya sangat normal malah. Penuh dengan buku-buku ilmu pengetahuan! Kyuubi yang memiliki otak cerdas ini saja malas belajar, merasa sudah pintar, sedangkan Itachi yang otak jenius malah suka belajar. Saat Kyuubi asik memperhatikan seluk-beluk kamar Itachi, tiba-tiba pandangan Kyuubi tertuju kearah sebuah pintu yang bertuliskan "Cetar Membahana! " Kyuubi menggelengkan kepalanya merasa ngaur dengan tulisan, sepertinya ini efek aura hitam pekat di kamar Itachi, mencoba menghancurakan pemikiran Kyuubi seperinya. Kyuubi menatap kembali tulisan di pintu itu "GuE L4g! $!b0K! " Kyuubi speachlees melihat tulisan yang seharusnya "Gue Lagi Sibuk! " itu menjelma menjadi tulisan Alay, merasa otaknya tambah gak benar. Kyuubi mulai menampar keras pipi kirinya "Loe pakek pewangi apa sampai kamar Loe hitam keriput! "Dengus Kyuubi dengan sintingnya pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya aura pekat seperti ini di anggap pewangi, benar-benar erorr sudah otak Kyuubi. Kyuubi yang sudah tidak memikirkan ke erorr-an otaknya segera berjalan mendekati pintu itu. Jari-jari panjang Kyuubi membelai kenop pintu lalu memutarnya untuk membuka.

Cklek...

Kyuubi memasukan kepalanya terlebih dahulu. Kepala Kyuubi bergerak ke kanan dan ke kiri saat menyadari ruangan ini sangatlah gelap gulita. Kyuubi yang memang tidak percaya dengan adanya hantu dan dengan hal yang berbau mistis ini dengan perasaan santai Kyuubi masuk. Mata Kyuubi menyipit saat hendak mencari sakral lampu. Kyuubi berjalan dan meraba-raba dinding dan bingo! Kyuubi menemukanya.

KLIK

Kyuubi mengerjapkan matanya untuk beberapa-kali, mencoba membiasakan cahaya lampu mengenai matanya yang sedari tadi hanya meilhat kegelapan. Kyuubi mengerutkan dahinya saat mendapati pemandangan konyol. Tentu saja konyol! Coba saja kalian bayangkan di depan kalian terdapat sebuah tempat tidur untuk seorang dan diatasnya terdapat sesosok orang yang sedang bertingkah aneh. Kyuubi berjalan dengan perlahan mendekati sosok yang bernama Itachi ini. Sosok yang membuat Kyuubi penasaran sedari tadi. Dan kini Kyuubi menemukan Itachi yang sedang duduk bersila diatas tempat tidur, tangan yang di lipat di depan dada dan mata yang terpejam.

"Keriput woi keriput! " Seru Kyuubi yang bisa di bilang mirip dengan bisiakan. Kyuubi menatap aneh Itachi yang bergaya layaknya bertapa di gua Bali. Tangan Kyuubi yang lentik bergerak menuju pundak Itachi dan telunjuk Kyuubi tiba-tiba-

"Hei keriput, loe ngapain sih! " Seru Kyuubi yang menoel-noel pundak Itachi. Itachi yang sedang tertidur tadi sedikit membuka matanya saat merasakan sentuhan, melihat yang menggagunya adalah Kyuubi. Wajah Itachi langsung muram mengingat kejadian dimana Kyuubi sangat akrab dengan Shukaku. Aura-aura Itachi yang berwana hitam pekat keluar kembali dari tubuh Itachi. Itachi sengaja mengurung diri di ruangan ini dikarenakan untuk bermeditasi alias menenangkan diri, eh malah yang menjadi bintang permasalahnya malah datang ke tempatnya.

Itachi menghela nafas dan membuka matanya "Jangan ganggu Gue. " Ucap Itachi yang lalu memejamkan matanya kembali mencoba melanjutkan ritual pengusiran setanya. Kyuubi yang di perlakukan seperti itu malah penasaran, tidak biasanya si keriput pake bahasa Loe, Loe dan Gue batin Kyuubi. Kyuubi akhirnya menoel-noel kembali pundak Itachi, dan itu membuat Itachi murka. Saat Itachi hendak menegur Kyuubi tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Itachi. Itachi menyeringai dan membiarkan Kyuubi terus mengusikanya.

15 menit berlalu

Kyuubi akhirnya mendudukan dirinya di samping Itachi yang masih setia dengan ritualnya. Sudah 15 menit berlalu tapi Itachi tak mau menjawabnya juga dan malah asik dengan ritualnya. Beberapa peluh keringat menggantung di dahi dan di pipi Kyuubi karena merasa ruangan ini sangatlah panas. Tangan-tangan Kyuubi sibuk mengipasi tubuhnya sendiri. Kyuubi baru menyadari jika ruangan ini hanya ada lampu, tempat tidur, tembok yang di cat putih dan pintu tentunya, jika tidak ada pintu bagaimana Kyuubi bisa masuk coba? Chk, bulshit dengan hal itu. Kyuubi menatap Itachi yang berkeadaan baik-baik saja. Tidak ada peluh keringat dan wajah yang kepanasan, melihat itu Kyuubi mengerutkan dahinya apa Itachi memiliki sihir jika bertapa? Seperti di film saja, tapi bedanya jika bertapa bisa sampai 1 minggu atau tidak bisa hingga berbulan-bulan pikir Kyuubi dengan bingung. Kyuubi memegang punggungnya dan mendapati jika keringat sudah mulai membasahi tubuhnya. Kyuubi menatap dirinya "Chk, untuk apa aku disini dan melakukan hal konyol! " Sadar Kyuubi yang mendecih kesal atas kebodohanya. Kyuubi menatap Itachi dengan galak "Loe dan pewangi Loe yang aneh! Membuat otak Gue erorr keriput! " Awalnya Itachi hendak sweetdrop saat Kyuubi berkata jika aura suramnya ini di samakan dengan pewangi ruangan, namun Itachi yang mengingat rencananya tidak jadi untuk sweetdrop. Kyuubi yang sudah mencurahkan kata-katanya ini pun berdiri dan berjalan keluar. Di saat Kyuubi hendak melewati Itachi tiba-tiba mata Itachi terbuka lebar dan menampilkan seringai yang membuat Kyuubi menelan ludah.

"W-woi! " Pekik Kyuubi yang hilang keseimbanganya dan jatuh di tempat tidur. Jelas saja Kyuubi jatuh, penyebab Kyuubi jatuh yaitu karena Itachi yang menarik tangan kanan Kyuubi dan menjatuhkanya ke tempat tidur. Kyuubi mendongkak memandang kesal Itachi yang ada di hadapanya "Apa-apaan kau keriput! " Teriak Kyuubi murka. Itachi menulikan telinganya, malas mendengar ocehan sang calon uke. Mata Itachi berkilat tajam dan bernafsu saat melihat tubuh Kyuubi yang berkeringat layaknya ayam panggang. Kyuubi membuang nafas, tak sabar ingin mencicipi Kyuubi. Kyuubi yang di tatap dengan pandangan aneh seperti itu menatap balik Itachi dengan pandangan penasaran, walau di wajah itu tersirat kekesalan. Itachi menindih tubuh Kyuubi, melihat Kyuubi memberontak. Itachi dengan cepat menahan mengunci semua pergerakan Kyuubi dengan kedua tangan mauopun kaki. Itachi menatap mata merah Kyuubi dan menampilkan seringaii bernafsu, sedangkan sang korban memandang ngeri Itachi "Ke-keriput! Ka-kau mau apa hah! " Seru Kyuubi yang mencoba melepaskan pegangan Itachi. Seakan tak mendengar perkataan Kyuubi, ia atau Uchiha Itachi malah terkikki kesetanan dan menjilat pipi Kyuubi "Ah~ kau lezat Kyuu~ " Ucap Itachi yang wajahnya tampak sangat menikmati rasa Kyuubi. Kyuubi memandang eneg pipinya yang bekas di jilat Itachi tadi "Kuhajar kau jika sampai merapeku! " Gertak Kyuubi. Hei! Kyuubi tidak sepolos dan sebodoh yang kalian kira! Tentu Kyuubi tahu perbuatan Itachi ini adalah tanda-tanda ingin merape orang okey! Awalnya Itachi cukup kaget mendengar perkataan Kyuubi. Itachi mengira jika Kyuubi sangatlah polos namun ternyata ukenya tidaklah sebegitu polos yang ia kira. Itachi menyeringai, masih setia akan rencananya yang di buatnya sedari tadi.

Itachi kembali memandang wajah Kyuubi, bisa Itachi lihat jika di wajah Kyuubi tersirat kepanikan. Itachi yang tak mau membuang waktunya segera menciumi setiap sisi wajah Kyuubi dan Kyuubi sendiri mencoba menghindar ciuman tersebut dengan menggelengkan kepalanya dengan kuat. Kesal karena dapat penolakan Itachi menggapit wajah Kyuubi "Kau! Awas saja kau sampai menyentuhku! " Itachi menatap Kyuubi dengan datar "Kau nikmati saja. " Setelah itu Itachi menempelkan bibirnya ke bibir Kyuubi, sempat Kyuubi menolak dengan bergumam "Hummp! Howp! Itahi! Bhelenghek! " Itachi tak mendengarkan itu atau lebih tepatnya tak menghiraukan perkataan Kyuubi, malah Itachi mulai melumat bibir Kyuubi dengan ciuman yang bertuntut seperti awalnya pelan kemudian cepat lalu kembali lagi dengan pelan ke cepat. Akibat itu gumaman Kyuubi terhenti dan refleks Kyuubi menggerakan tanganya, mencoba berontak lagi dan akhirnya Kyuubi teringat jika tanganya di kunci oleh Itachi.

Mata Kyuubi terbuka dan tertutup saat sekitar 3 menit berciuman dengan Itachi. Pasokan udara Kyuubi mulai habis, untuk itu Kyuubi memberontak dengan memajukan dadanya beberapa-kali, mencoba memberi tahu bahwa dia mau kehabisan nafas. Awalnya Itachi tak mau menghiraukan perbuatan Kyuubi karena terlalu menikmati berciuman dengan Kyuubi yang Itachi rasakan manis melebihi apapun di dunia ini. Berlebihan? Tentu tidak jika orang yang terbuai nafsu. Itachi melepaskan ciumanya dengan Kyuubi.

"Hah...Hah...Hah...Kau benar hah...benar berengsek! Jika kau melakukan hah...hal yang lebih dari ini. Kupastikan kau akan kuhajar Keriput! " Seru Kyuubi dengan lantang. Hampir saja Itachi menutup telinganya dengan menggunakan tangan.

Itachi menatap bosan Kyuubi dan mengedikkan bahunya "Coba saja. " Ucap Itachi dengan santainya. Itachi mulai membuka kancing baju Kyuubi. Mata Itachi berkilat saat melihat perut Kyuubi yang cukuplah sixpack. Di mata Itachi jika perut Kyuubi yang berbentuk kotak itu layaknya daging panggang! Itachi menurunkan wajahnya dan mengiggit gemas salah satu perut Kyuubi yang berbentuk kotak.

"Akh! " Kyuubi yang sedari tadi mengoceh menatap ke arah perutnya, dan dia mendapati Itachi menggigit dan mata Kyuubi membulat saat Itachi mulai menjilatinya "Astaga! Itachi kau gila! " Itachi mendongkak dan mengelap bibirnya yang merah dan basah sama halnya dengan Kyuubi "Ah, aku gila karena kau Kyuu~ " Kyuubi bergidik ngeri saat kepala Itachi mulai masuk di perpotongan lehernya. Wajah Kyuubi menghoror "Ke-keriput! Kau jangan sampai memberiku tanda menjijakn itu! " Sebenarnya bukan alasan itu saja tapi alasan-

"Ahhnn~ " Yap! Alasannya leher adalah tempat sensitive seorang Namikaze Kyuubi. Itachi yang mendengar suara desahan Kyuubi, menambah keganasan jilat-gigit-sedot dan jilat-gigit-sedotnya. Mata Itachi menatap tanda merah kebiruan yang baru saja jadi, sungguh tanda yang indah pikir takjub Itachi.

Kedua pipi Kyuubi memerah dan mata Kyuubi mulai mengsayu "Ahhnmm~...I-itai.." Desah Kyuubi yang berubah pekikan sakit saat merasakan jika Itachi mulai membuat kissmark baru dengan lebih ganas. Kyuubi memejamkan matanya, pikiranya mulai kacau, tubuhnya sudah mulai memanas dan bergairah. Itachi merasakan tubuh Kyuubi tidak tegang lagi 'Sepertinya ini sudah. ' Batin Itachi yang tersenyum simpul. Itachi dengan perlahan melepaskan tangannya yang mengunci pergerakan Kyuubi namun Itachi tetap masih asik dengan pembuatan Kissmarknya. Karena pikiran Kyuubi mengacau dan karena kondisi tubuh yang tidak mendukung, tangan Kyuubi mulai meremas rambut Itachi dan menekan kepala Itachi lebih dalam "Ahhhh~ Itachi...More~ " Rengek Kyuubi dengan desahan. Kaki Kyuubi melingkar di pinggang Itachi, dan terkadang Kyuubi menekan pinggang Itachi membuat benda di sana errr menegang. Sepertinya Kyuubi sudah terbuai dan Itachi suka dengan hal kenalakan Kyuubi! Tangan Itachi mulai turun untuk mencari 'benda' Kyuubi akan tetapi-

BRAK

"Tak secepat itu Baka Aniki. " Seru seseorang yang tak lain adalah Sasuke. Itachi dan khususnya Kyuubi langsung tersadar dan memandang kearah pintu.

Damn! Rutuk Itachi yang gagal akan rencanaya.


KAPPU-SAN


Uchiha Sasuke dan Namikaze Naruto adalah seorang bocah dan bocah-bocah ini sekarang berada di kamar Itachi yang kosong layaknya kamar Kyuubi. Sasuke mengerutkan dahi "Dimana dia mereka? " Tanya Sasuke pada dirinya sendiri. Sasuke mengedarkan pandanganya untuk mencari keberadaan Itachi dan Kyuubi akan tetapi sebuah suara memecahkan konsentrasi Sasuke.

"Cacuke! Nalu ketemu pintu! " Mendengar itu Sasuke menatap Narutio yang sudah di depan sebuah pintu. Sasuke berjalan mendekati Naruto, awalnya Sasuke bingung saat melihat aura-aura pekat keluar dari pintu tersebut. Sasuke tahu betul aura siapa yang seperti itu jika lagi bad mood.

Tangan kanan Sasuke sudah memegang kenop pintu, sedangkan tangan kiri Sasuke melindungi Naruto untuk berjaga-jaga. Saat Sasuke hendak memutar kenop pintu, ia mendengar suara Kyuubi yang mendesah eh? Batin Sasuke. Sasuke menyeringai, di tutupnya mata Naruto dengan telapak tanganya "Ssst, jangan melihat Naru chan ada monster di situ. " Naruto yang awalnya mau protes tapi setelah di bujuk Sasuke Naruto menganggung mengerti. Hey, semesumnya Sasuke, ia pasti tidak akan membiarkan ukenya melihat hal-hal yang tidak senonoh.

Sasuke mulai membuka pintu dan dengan keras Sasuke mendorong pintu tersebut.

BRAK

.

.

.

.

.

"Tak secepat itu baka Aniki. "Seru seseorang yang tak lain adalah Sasuke. Itachi dan khususnya Kyuubi langsung tersadar dan memandang kearah pintu.

Damn! Rutuk Itachi. Sedangkan Kyuubi dengan wajah malu dan marah mulai memperbaiki pakaianya dan menatap Itachi lalu-

PLAK

"Keriput mesum brengsek! " Seru Kyuubi dan hendak keluar namun di cegah Sasuke. Kyuubi memandang galak Sasuke "Apa bocah Chiken butt? " Dahi Sasuke berkedut "Kita di suruh berkumpul oleh wanita yang bernama Tsunade. " Jelasnya. Itachi dan Sasuke menatap aneh wajah Kyuubi yang berubah ceria, sepertinya kedatangan Tsunade membuat Kyuubi girang dan dengan cepat menarik tangan Naruto untuk turun kebawah.

Tinggalah Sasuke dan Itachi...

"Kau mengganggu Otouto... " Ucap Itachi turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati adiknya.

"Hn, ingat ini kompetisi baka Aniki. " Jelas Sasuke melipat kedua tanganya.

Itachi memijat keningnya "Ya tak apalah, yang penting aku sudah merasai indahnya leher Kyuu chan~ muahaha..." Sasuke memandang Itachi yang berjalan meninggalkanya "Cih, tak bisa di biarkan. " Dengus Sasuke menyusul Itachi. Merasa kalah dengan sang Aniki.


KAPPU-SAN


"Kalian lama sekali... " Ucap Tsunade dengan mengangkat alisnya. Tsunade menatap satu-satu wajah bocah-bocah di depanya "Apa yang kalian lakukan sehingga selama ini hm? " Kyuubi mendekati neneknya "Tidak ada Baachan. " Ungkap Kyuubi dengan bohong. Tsunade langsung tersenyum dan menarik Kyuubi kedalam pelukan dan ciuman. Mata Itachi membulat 'APA-APAAN INI?! ' Pekik Itachi dengan horor. Sasuke yang di sebelahnya hanya tersenyum menyeringai 'Rasakan baka Aniki! ' Batin Sasuke girang.

"Kyuu chan dan Naru chan duduk di samping Baachan. " Ujar Tsunade tersenyum manis, lalu pandangan Tsunade menuju ke duo Uchiha "Kau juga duduk Uchiha, tapi di ujung. " Ucap Tsunade dengan dingin.

Dengan langkah pasrah duo Uchiha berjalan menuju sofa ujung, mereka menghela nafas melihat uke mereka sangat manja dengan wanita berdada besar itu.

"Baiklah, akan aku jelaskan kedatanganku disini. Aku sarankan kalian untuk menjaga Kyuu chan, Naru chan, Kiba chan dan Gaara chan. " Semua yang ada disana langsung berwajah bingung "Eh? Kenapa sampai ke Kiba dan Gaara? " Tanya Minato. Tsunade menghela nafas "Karena malam ini kalian akan kembali kerumah masing-masih. Dan 'Dia' sangat suka dengan bocah laki-laki manis! " Sasuke dan Itachi mengerutkan dahi siapa orang yang dimaksud.

"Maksud Kaasan siapa 'Dia' ? " Tanya Kushina dengan bingung. Tsunade memejamkan matanya "Aku juga tidak terlalu yakin, tetapi aku mencurigai jika diantara merekalah. "

"Siapa? "

.

.

.

.

.

Dia adalah Jiraya, Orochimaru atau Senju...

Bersambung...


Authore Note:

Terima kasih kepada para review dan readers yang masih setia menunggu fict ini terima kasih...

Semoga fictnya tidak mengecewkan...