Disclaimers : I do NOT own Bleach even as much as I would like to.

Notice :

- This story had a rating 'M'

- Not for child's or People are scared.

- This story genre Horror/suspense

Aku mohon jika tidak kuat, kalian tidak perlu membacanya meski aku sendiri juga agak takut menulis cerita ini. Aku akan berjuang dan menyelesaikannya. Silakan membacanya!


Chapter sebelumnya,

Ichigo dan kawan-kawan terlibat sebuah permainan maut yang menantang keberanian. Berani mempertaruhkan nyawa hanya demi permainan maut ini. Permainan pertama adalah 'Daruma Otoshi'. Dalam permainan ini, boneka daruma akan bernyanyi sebuah lagu ajaib " Daruma-san ga koronda!", setiap pemain boleh bergerak saat daruma itu bernyanyi dan berhenti bergerak jika nyanyian daruma berhenti. Daruma akan berteriak "Kitta!(Putus) dimana seluruh tubuh kalian akan putus dengan sendirinya atau Bakudan!(Ledaklah!) dimana tubuh kalian akan meledak hingga hancur berkeping-keping. Itu hukuman bagi siapa yang bergerak saat daruma selesai bernyanyi.

Ishida Uryuu berhasil menyentuh boneka daruma sebelum boneka tersebut selesai bernyanyi bertanda permainan pertama telah berakhir. Ichigo berserta teman sekolahnya yang berhasil bertahan mencoba untuk melarikan diri dari permainan gila itu akan tetapi Sang pembuat permainan tidak akan membiarkan korbannya lepas. Ichigo dan kawan-kawannya tidak dapat meloloskan diri karena terdapat belahan jurang yang memisahkan area sekolah dengan area lainnya. Ichigo dan kawannya tidak mungkin melompati belahan jurang yang cukup lebar karena itu sama saja dengan mati.

Sang pencipta permainan memberitahukan bahwa Ichigo dan kawannya bisa keluar dari kutukan itu dengan menyelesaikan tantangan game terakhir. Ichigo dan kawan-kawannya bertekad akan menyelesaikan permainan hingga terakhir. Sang pencipta permainan menginginkan Ichigo dan kawannya berlari menuju ruangan Auditorium untuk menghadapi permainan kedua. Permainan kedua akan segera dimulai dengan kemunculan sebuah patung kucing pembawa keberuntungan yang biasa disebut 'Maneki Neko' di hadapan mereka. Mereka cemas dan sedikit ketakutan sebab Maneki Neko di depan mereka tidak membawa keberuntungan melainkan kematian bagi mereka.


Permainan Kedua

(Second Death Game's)

Maneki Neko


"Maneki Neko?"

"Khi..hi..Jangan kalian berpikir bahwa Maneki Neko ini akan membawa koin keberuntungan bagi kalian tapi koin kematian yang akan kalian terima. Jadi, bersiaplah kalian!"

"Peraturan dalam game ini adalah patung Maneki Neko akan melompat-lompat seperti sebuah bola basket yang memantul. Maneki Neko tidak akan berhenti memantul sampai mengumpulkan koin kematian sesuai keinginannya. Maka dari itu, kalian harus mempersiapkan stamina untuk menghindari lompatan Maneki Neko dan kejelian mata kalian untuk mengetahui Maneki Neko berada"

"Gila! Memantul seperti bola basket di ruangan Auditorium yang dipenuhi manusia seperti ini. Jika terinjak oleh Maneki Neko, badan kami akan remuk terlebih lagi jumlah kami lumayan banyak sehingga kecil kemungkinan untuk menghindari Maneki Neko yang memantul," Pikir Ichigo dalam hati.

"Akhir dari game ini, jika kalian bisa menghindari Maneki Neko dalam waktu 15 menit atau kalian berhasil merobohkan patung Maneki Neko raksasa maka kalian dinyatakan berhasil dan lanjut pada permainan berikutnya."

"Aku tidak sabar mendengar jeritan kalian, suara remukan tulang-tulang kalian, melihat darah segar mengalir dan membanjiri area ini. Khi..hi..hi serta melihat wajah kalian yang ketakutan. Kita akan memulai permainan."

"Second death game's Maneki Neko dimulai! Maneki-san, silakan anda lebih banyak mengumpulkan koin kematian mereka!" suara misterius itu mempersilakan Maneki Neko untuk memulai permainan.

Ichigo dan kawan-kawan mengambil posisi siap. Pandangan mereka hanya tertuju pada patung Maneki Neko berdiri di depan mereka dengan wajah tersenyum lebar dan menyeramkan. 15 menit adalah waktu yang tersedia untuk mengakhiri game kedua ini. Ichigo dan kawan-kawan berpikir bahwa waktu 15 menit merupakan waktu yang cukup lama untuk bertahan dari permainan kedua. Mereka tidak tahu harus berapa nyawa yang akan berhasil melewati 15 menit dan berapa nyawa yang akan melayang.

Maneki Neko mulai melompat bersamaan dengan itu, waktu 15 menit mulai berjalan mundur. Ichigo dan kawannya menengok ke atas langit-langit. Alangkah terkejutnya mereka semua, sosok Maneki Neko yang melompat kini tidak terlihat kasat mata.

Ichigo dan kawannya mulai kebingungan dan panik, ke arah mana Maneki Neko itu akan mendarat. Perasaan was-was menghantui mereka, mereka semua melirik atas-bawah kanan-kiri untuk mencari Maneki Neko itu. Tubuh yang bergemetaran, keringat dingin mulai membasahi tubuh mereka dan tatapan tajam mengamati ruang auditorium.

Tiba-tiba,

"AKHHHH!" teriak seseorang.

Maneki Neko berhasil mendapatkan korban pertamanya yang sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Bagaikan tertimpa 5 kendaraan berat sekaligus, tubuh korban Maneki Neko hancur bahkan nyaris menyerupai secarik kertas. Maneki Neko berhasil melumatkan tulang korban bahkan isi organ korban. Darah segar bertumpahan kemana-mana. Ichigo dan temannya melihat wajah kesakitan si korban pertama perlahan-lahan remuk terbelah menjadi berkeping-keping dan bola matanya hancur hampir berbentuk putih telur mata sapi.

Ichigo dan kawannya yang melihatnya ingin rasanya mereka muntah di tempat setelah menyaksikan adegan menjijikan dan menganaskan di depan mereka. Maneki Neko mulai berancang-ancang akan melompat lagi. Maneki Neko melompat dan mencari korban kedua. Seketika murid-murid Karakura High School berteriak Histeris dan panik tak terkendalikan. Mereka berlarian histeris tanpa ujung.

Maneki Neko kembali mendapatkan mangsanya untuk kedua kalinya. Lagi-lagi tidak diketahui kapan dia muncul sehingga Ichigo dan kawannya dibuat lengah. Korban kali ini adalah seorang murid perempuan. Maneki Neko mendarat tepat di atas kepala murid perempuan itu sehingga kepala murid perempuan itu hancur tak berbentuk, Maneki Neko melompat mundur untuk melumatkan tubuh korban kedua dan tersenyum puas.

Ichigo merasakan firasat yang tidak enak dibalik senyuman puas Maneki Neko. Ternyata firasat Ichigo benar, Maneki Neko melompat kembali dan meluncur dengan cepat sehingga mangsanya tidak menyadarinya. Kali ini Maneki Neko tidak melompat lagi melainkan memantul setelah mengenai korban yang lainnya.

Maneki Neko memantul sangat cepat dan hampir tidak terlihat oleh mata. Satu persatu dari murid Karakura High School menjadi korban Maneki Neko dan ada pula yang berhasil menghindarinya. Suara jeritan yang memilukan terdengar di seluruh ruangan.

Maneki Neko terlihat sangat puas sekali menyaksikan satu persatu dari mereka hancur terbelah bahkan lumat seperti bubur. Warna merah darah menghiasi tubuh Maneki Neko. Maneki Neko itu terus mencari korban dan menghancurkan tanpa ada belas kasihan. Tubuh yang remuk, tulang tengkorak kepala korban ada yang terlihat hancur bersama isinya dan potongan tubuh yang terpisah dari tubuh utamanya berlimpangan dimana-mana.

Ichigo, Chad, Ishida, Orihime beserta lainnya berusaha menjaga jarak dengan Maneki Neko dan para murid lainnya.

"Sial! Maneki Neko itu cepat sekali memantul!"

Ichigo melihat waktu yang tersisa dari permainan itu. Waktu itu menunjukkan bahwa Ichigo dan temannya baru menggapai 5 menit dari 15 menit. Meski baru 5 menit, tapi Maneki Neko sudah mengurangi setengah dari jumlah murid Karakura High School.

"Kenapa waktu berjalan lambat? Apa karena kami ketakutan sehingga kami merasa sudah lama bermain?" bingung Ichigo.

Ichigo mengira bahwa Ichigo dan murid Karakura High School telah bermain cukup lama tetapi ternyata mereka baru menggapai 5 menit.

"Akh!" jerit Orihime yang terjatuh karena tersandung mayat murid Karakura High School.

Ichigo melihat Maneki Neko mulai memantul ke arah Orihime. Ichigo berteriak memanggil Orihime agar Orihime bangun dan menghindar. Akan tetapi, Maneki Neko itu memantul sangat cepat ke arah Orihime dan Orihime terdiam kaku.

"ORIHIME!" teriak Tatsuki yang berada jauh dari Orihime.

"Oni-chan, kita akan bertemu lagi," kata Orihime terdengar pasrah.

"Kurosaki-kun, Tatsuki-chan dan teman-temanku semua. Terima kasih," ucapan perpisahan Orihime.

Maneki Neko sudah berada tepat di atas kepala Orihime dan Orihime pasrah meski ketakutan. Dalam hitungan detik, Maneki Neko turun untuk menghancurkan kepala Orihime beserta tubuhnya. Ichigo, Ishida, dan teman sekelas mereka terkejut mengetahui Orihime akan menjadi korban selanjutnya.

"ORIHIME!" teriak Tatsuki disertai tangisan sedih tidak bisa menolong Orihime.

Ichigo melihat Maneki Neko berhenti bergerak dan tetap berada di Orihime. Tampaknya Maneki Neko itu tertahan sesuatu sehingga berhenti dan terlihat sedang bertarung.

"Inoue, kamu tidak boleh menyerah!" kata seseorang yang menolong Inoue.

Mata Inoue yang tertutup rapat mulai terbuka untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya dia, melihat sosok pria tinggi besar berseragam Karakura High School sedang berjuang keras menghalau Maneki Neko itu.

"Sado-kun!" kaget Orihime.

Chad mulai kehilangan keseimbangan dikarenakan tubuh Maneki Neko 10 kali lipat lebih berat daripada alat berat. Chad merasakan perbandingan 1:1000 orang sewaktu menahan Maneki Neko. Tulang lengan Chad terasa ingin retak karena tak sanggup lagi.

"Sado-kun!" Ishida memanggil dan berusaha membantu Chad.

Ishida dibuat heran dan kagum pada Chad sebab Chad harus menopang beban Maneki Neko hanya seorang diri. Para murid Karakura High School yang berhasil langsung beramai-ramai membantu Chad dan Ishida. Ichigo harus cepat menemukan ide untuk mengalahkan Maneki Neko karena Ichigo yakin meski mereka saling membantu untuk menahan Maneki Neko tapi itu tak akan bertahan lama.

Sebuah ide terlintas di benak Ichigo. Ichigo langsung berlari menuju ke arah tirai berwarna hijau dan menariknya paksa sehingga jepitan tirai jatuh berserakan kemana-mana.

Ichigo langsung membawanya ke arah teman-temannya.

"Aku membutuhkan bantuan kalian semua. Seluruh murid perempuan bantu aku menarik mundur Maneki Neko. Seperti kita lihat, Chad dan yang lainnya tidak kuat lagi menahan beban Maneki Neko. Karena itu, aku mohon kerjasama kalian jika ingin keluar dari game ini."

"Percuma jika kita bergantung pada waktu. Cara lainnya adalah merobohkan Maneki Neko ini. Karena itu,.." mohon Ichigo

"Kamu bisa mengandalkan kami, Ichigo!"

Ichigo dan seluruh murid perempuan yang selamat sepakat dan terbagi menjadi dua tim yakni tim sebelah kiri dipimpin Tatsuki sedangkan tim sebelah kanan dipimpin oleh Ichigo.

Ichigo melempar sisi tirai yang lain ke arah Tatsuki dan timnya yang sudah berada di belakang sebelah kiri Maneki Neko dan mulai berkerja sama menarik mundur Maneki Neko. Seluruh kekuatan yang mereka miliki berusaha merobohkan Maneki Neko tetapi tidak semudah yang mereka bayangkan.

Seluruh murid Karakura High School tetap berusaha gigih dan mati-matian untuk merobohkan Maneki Neko meskipun waktu mereka tinggal 5 menit lagi tetapi tekad kuat ingin mengakhiri game membuat mereka semua berkerja ekstra. Mereka tidak ingin menjadi korban remukan Maneki Neko dan masih banyak game yang akan dilalui mereka.

"SIAL!" teriak Ichigo yang menggema.

Usaha mereka membawa hasil setelah sekian lama berusaha mati-matian, Maneki Neko itu pun jatuh ke belakang dan tertidur menindihi tumpukan mayat korbannya. Ichigo dan temannya bersorak gembira berhasil melumpuhkan Maneki Neko itu.

Patung kucing pembawa keberuntungan itu menghilang tanpa jejak sama seperti boneka daruma setiap Ichigo dan teman-temannya berhasil menyelesaikan permainan.

"Khi..Khi Selamat kalian berhasil menyelesaikan permainan kedua!" ucapan selamat dari pencipta game itu.

"Tampaknya Maneki-san gagal menghabisi nyawa kalian semua. Sudahlah, yang penting jumlah kalian berkurang. Permainan ketiga akan dimulai!"

" Tolong beri kami waktu istirahat sebentar. Kami sudah menguras tenaga terlalu banyak menghadapi Maneki Neko," pinta Ichigo dengan napas yang terenggah-enggah.

"..."

"Baiklah. Aku akan memberikan kalian waktu 10 menit beristirahat setelah itu, kalian semua berkumpulah di lapangan. Permainan ketiga akan dimulai."

Ichigo dan temannya sangat kelelahan menghadapi Maneki neko. Mereka semua tidak menyangka bahwa permainan mereka selanjutnya akan lebih sulit daripada boneka daruma sebelumnya. Ichigo dan temannya memanfaatkan waktu yang diberikan selama 10 menit untuk beristirahat dan menenangkan diri.

Sementara itu,

Di lapangan yang terletak di belakang gedung Karakura High School, terlihat dua sosok misterius yang sedang menantikan kedatangan Ichigo dan teman-temannya sambil bernyanyi riang,

"Kagome, Kagome, kago no naka no tori wa

Itsu itsu deyaru yoake no ban ni

Tsuru to kame to subetta

Ushiro no shomen daare?"

(Artinya:)

"Kagome, kagome, burung dalam sangkar

Kapan kapan kau keluar? saat malam dini hari

Burung jenjang dan penyu tergelincir

Siapa yang ada tepat di belakang?".

Bersambung...


Next Chapter : Twin Kokeshi.

Maaf, mungkin kurang sadis tapi Amel-chi sudah berjuang membuatnya sampai ingin muntah sendiri membayangkannya.

Terima kasih sudah bersedia membacanya. See You Next!