Tidak ada yang tahu seperti apa aku mencintainya.
Sejak awal, cinta itu tumbuh tanpa aku sadari.
.
.
"Noona, suara siapa ini?"
"Yesung Super Junior."
"Yesung?"
"Ya."
.
.
Suaranya, terekam jelas dalam memoriku untuk kali pertama.
Aku tahu kau begitu spesial.
.
.
"Kau ingin menjadi penyanyi?"
"Ya. Apa aku salah?"
"Appa tidak akan setuju."
"Tapi aku tahu, duniaku berada disana."
.
.
Karena dirimu, aku tertarik sejauh ini.
Ya. Duniaku benar-benar ada disana.
Duniaku… adalah kau.
.
.
"Aku Cho Kyuhyun."
"Selamat bergabung di Super Junior."
"Terima kasih semua. Terima kasih Donghae Hyung."
.
.
Ada apa?
Apa kau tak suka aku berada disisimu?
Kenapa hanya kau yang begitu acuh padaku Yesung?
.
.
"Bangunlah. Aku berdoa untuk kesembuhanmu."
"Yesung."
"Ini adalah test dari Tuhan disurga. Aku percaya kita bisa melewatinya. Kyuhyun pasti sembuh."
"Pulanglah, jangan menangis terus. Kau sudah terlalu lama berada disini."
.
.
Mataku tertutup. Tubuhku kaku tak mampu bergerak. Tapi aku mendengar.
Aku tahu kau akan selalu berada disampingku.
Kau kekuatanku.
.
.
"Kau kembali Kyu?"
"Ya. Aku sudah kembali."
"Ini untukmu."
"Apa ini?"
"Kalung yang sama denganku."
.
.
Kado terindah yang tidak akan pernah aku lupakan.
Aku tahu, aku semakin terikat padamu.
.
.
"Kau memakai kalung?"
"Ya."
"Sepertinya aku tak asing dengan benda ini."
"Di hari spesial Valentine ini apa aku tidak boleh menggunakan benda pemberian orang yang aku cintai?"
"Apa kau begitu merindukan kekasihmu? Kalau begitu setelah SJM kembali ke korea, temuilah pacarmu itu."
.
.
Mereka tak tahu.
Hanya aku, hanya aku yang mencintaimu dalam diam.
.
.
"Kembalikan gameku!"
"Tidak!"
"Aish, kenapa?"
"Kau harus memiliki kualitas tidur yang baik agar suaramu tetap terjaga. Jangan terus bermain game!"
"Baiklah, Yesung Hyung."
.
.
Aku tahu seberapa perhatiannya dirimu padaku.
Tapi aku tidak pernah tahu, bagaimana perasaanmu terhadapku.
.
.
"Yesung Hyung. Bangunlah."
"Ada apa Kyu?"
"Temani aku bermain game ya?"
"APA? Ini bahkan sudah larut malam. Aku mengantuk!"
"Ayolah. Aku butuh teman bermain. Kalau tidak jangan salahkan aku jika komputermu akan rusak lagi."
"Baik-baik Cho Kyuhyun. Aku akan menemanimu. Puas?"
"Gumawo."
.
.
Hanya kau yang aku inginkan.
Menemaniku setiap waktu.
.
.
"Aku lelah Kyu."
"Ada apa? Apa ada masalah? Ceritakan padaku, aku akan mendengarkan semuanya."
"Terima kasih. Kau selalu berada disisiku ketika aku lemah."
.
.
Ya, aku ingin menjadi orang pertama yang menyerahkan bahuku untuk menopang kesedihanmu.
Ingatlah aku. Sampai kapanpun perasaan ini akan tetap sama.
.
.
"Yoboseo."
"Saengil Chukkae Hyung!"
"Kyu? Gumawo! Ini bahkan baru memasuki tanggal 24."
"Aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkannya."
"Aku terharu. Kau sukses menjadi orang yang pertama."
.
.
Selama ini, aku mencoba untuk menjadi orang yang spesial dihatimu.
Apa kau sudah menyadari perasaanku?
.
.
"Kyu geli. Cukup! Hahaha!"
"Tidak sampai kau memohon padaku Hyung."
"Aniy! Hahaha! Geli!"
"Memohon atau tidak?"
"Aniy….AKH!"
"H-hyung kenapa?"
"Punggungku."
"Kenapa?"
"Sakit! Aish, ini semua karena kau! Kenapa kau suka sekali dengan pinggangku!"
.
.
Ada apa?
Apa aku salah jika aku ingin menyentuhmu?
Kau milikku!
.
.
"Kau tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja Hyung."
"Jangan sakit lagi. Aku mengkhawatirkanmu Kyu."
.
.
Bahkan aku lebih memilih sakit hanya untuk meraih perhatianmu.
Aku hanya ingin kau melihatku.
.
.
"Ini, minumlah."
"Gumawo. Kau mau apelku?"
"Sepertinya lezat."
"Aku akan menyuapimu."
.
.
Bahkan kau dan aku tidak sungkan berbagi.
Bekas bibirmu, begitu manis.
.
.
"Datanglah menjadi bintang tamuku."
"Tentu saja! Aku akan sering mengunjungi radiomu."
"Gumawo."
.
.
Miracle For You. Tempatku menghabiskan waktu bercengkrama denganmu.
Aku akan menemanimu. Kemanapun kau pergi.
.
.
"Lagi?! Terus saja!"
"Jangan menatapku seperti itu!"
"Sampai kapan kau akan terus mengigit kukumu, hm?!"
"Bagus! Ambil saja tangan Yesung Hyung, Kyu!"
"Lihat? Mulai sekarang aku akan menggenggam tanganmu!"
.
.
Hanya alibi.
Ini caraku mendekatimu.
Sekali lagi, kau hanya milikku!
.
.
"Yoboseo."
"Kyuhyun-ah, kapan kau akan kembali dari China?"
"Mungkin beberapa minggu lagi, ada apa Hyung?"
"Aku mati kebosanan di dorm. Bahkan aku sampai membeli kura-kura."
"Mwo? Kenapa kura-kura? Kau bisa membeli anjing agar bisa diajak bermain."
"Aniy, kura-kura dan namamu itu sama dalam bahasa China. Aku merindukanmu tahu?!"
.
.
Benarkah? Apa aku boleh berteriak?
Jelaskan padaku seperti apa perasaanmu sebenarnya.
.
.
"Aish, ini sudah pagi. Sampai kapan kau akan tidur, eoh?!"
"Sebentar lagi Hyung."
"Jangan malas! Ayo bangun Cho Kyuhyun!"
"Iya, kau ini cerewet sekali! Berhenti mengomel!"
.
.
Suaramu. Adalah pengingatku.
Aku ingin hanya kau yang aku lihat ketika aku membuka mata dipagi hari.
.
.
"Ah, Kyuhyun-ah, kau datang sendirian?"
"Ya, aku rindu padamu ahjumma."
"Ne, aku juga merindukanmu. Tapi Yesung sedang tidak ada disini."
"Gwenchana, aku datang kesini hanya ingin menjenguk Ahjumma dan Jongjin."
.
.
Bahkan aku sudah terikat dengan keluargamu.
Kalian, bagian hidupku.
.
.
"Kau memelukku terlalu erat!"
"Memang salah?"
"Ck, tapi kita didepan penonton!"
"Biar saja. Biar mereka tahu seberapa dekatnya kita."
.
.
The Night Chicago Died.
Aku ingin memperlihat kepada mereka semua.
Bahwa perasaanku begitu dalam padamu.
.
.
"Your Eyes? Ini single kalian berdua?"
"Ya. Menjadi pasangan duet pertama di Super Junior!"
"Kalian memang pasangan yang serasi. Sama-sama memiliki kualitas suara yang tinggi."
"Tentu saja. Aku dan Yesung Hyung itu yang terbaik!"
"Aish, Kyu."
.
.
Aku tahu,
Kau memang takdirku.
Kita ditakdirkan untuk bersama.
.
.
"Aku bingung. Kenapa hampir disemua lagu Super Junior. Bait Yesung Hyung dan Kyuhyun selalu berdekatan?"
"Ya. Aku juga heran."
"Sifat mereka juga mirip."
"Mereka seperti berjodoh."
.
.
Bahkan semua orang tahu.
Kita sudah dipersatukan.
.
.
"Kau tak apa?"
"Aku baik-baik saja."
"Apa perlu ku antar kerumah sakit?"
"Aniy Kyu, tidak ada masalah."
"Tapi sudah beberapa kali kau terjatuh dipanggung."
.
.
Perhatianku hanya padamu.
Mengertilah perasaanku.
.
.
"Kau sudah berani padaku, hm?"
"Kenapa?"
"Buktinya Bittersweet tadi kau ingin menciumku."
"Lupakan!"
"Jangan cemberut begitu, sekarang justru aku yang ingin menciummu."
"Dasar maknae sok jual mahal! Aku tidak mau kau cium!"
"Marah, eoh?"
.
.
Entah bagaimana.
Kami bisa mengikat satu sama lain.
.
.
"Aku merasa Kyuhyun dan Yesung hyung lebih banyak melakukan kontak fisik."
"Ya, mereka juga selalu berdekatan."
"Ada apa dengan mereka?"
.
.
Inilah yang aku nantikan.
Semua orang tahu tentang kita.
Komitmen yang telah kita jalani.
.
.
"Kau dimana? Kenapa tidak ada dicafe?"
"Aku terlalu sibuk. Tidak sempat pergi ke café."
"Apa kau masih berada di Jeju? Kenapa aku tidak menemukanmu?"
"Aku sudah kembali ke Seoul."
"Astaga, Yesung hyung. Apa kau tahu betapa aku merindukanmu?!"
"Bukankah kau lebih suka di China bersama Sungmin?!"
.
.
Meski sering kali kami bertengkar.
Tapi aku yakin, di balik itu hanya ada rasa cinta yang mendalam.
.
.
"Aku akan pergi wamil."
"Secepat inikah?"
"Ya, sudah waktunya Kyu."
"Apa tidak bisa ditunda?"
"Aniy."
"…"
"Kyu."
"…"
"Apa kau marah padaku?"
"…"
.
.
Tidak, sungguh aku tidak marah padamu.
Aku hanya takut kehilanganmu.
Bagaimana bisa aku menjalani hari tanpamu Hyung?
.
.
"Jangan menangis."
"Aku tidak ingin meninggalkan semuanya."
"Aku tahu, aku juga tidak ingin kau meninggalkanku."
"Apa kau akan menungguku?"
"Ya, hanya dua tahun. Aku akan tetap disini menantimu."
.
.
Karena hatiku hanya untukmu.
Kapanpun kau kembali, aku akan tetap menunggu.
Selamanya. Aku mencintaimu Yesung.
.
.
_Kyusung_
.
.
FIN
.
.
Entah ini apa.
Aku tidak peduli!
Beberapa request tentang SS5, aku ga bisa mikir.
Dua hari nangisin Yesung. Di RS pun ga konsen.
Demi apapun deh, aku sedih banget Yesung wamil.
Maaf ya kalau ini ga jelas atau ngebingungin. Aku sendiri pun bingung.
Pokoknya ini aku dedikasikan untuk Yesung, Kyuhyun dan para Kyusung shipper!
Semoga kalian suka, ini aku ambil dari fakta mereka. Jika ada yang belum aku masukkan harap maklum, otakku lagi macet. Huah! Pokoknya galau banget!
Oke, beri komentar kalian.
KAMSAHAMNIDA!
*deep bow*
.
.
WE LOVE YOU KIM JONGWOON!
