Mrs Kim siFujoshi

Present

~ ChangKyu Love Story ~

Kyuhyun ngidam (?)

Changmin!seme Kyuhyun!uke

Genre : romantis, drama, fluffff, M-Preg

Rated : T

Maaf kalau M-Preg saya aneh. Saya sendiri gak begitu ngerti sebenarnya, jadi ini percobaan pertama saya, heheheee

.

.

.

Cerita sebelumnya ...

" Errrr,, aku ingin... aku ingin pergi ke pantai..."

" Eh? Pantai?" Changmin kaget mendengarnya. Tumben bukan minta yang aneh – aneh? Begitu pikirnya.

" Ne." Kyuhyun mengangguk imut.

" Aku ingin kepantai melihat sunrise." Suara Kyuhyun makin lirih.

" Tapi di Seoul mana ada pantai? Dan kandunganmu masih lemah Darl. Aku tidak mau membawamu pergi jauh. Masih sangat rentan." Changmin mencoba tegas namun tetap lembut.

" Hiks hiks .. pokoknya aku mau lihat sunrise dipantai seperti waktu itu!" seru Kyuhyun dan sedikit berlari kecil kekamarnya.

Changmin menghela nafas menghadapi Kyuhyun yang kembali moody.

" Seperti waktu itu?"

" Kapan?"

.

.

Changmin berpikir keras – lebih tepatnya memaksa ingatannya untuk mengingat memorinya bersama Kyuhyun – melangkahkan kakinya gontai. Membuka pintu kamar yang tidak dikunci Kyuhyun. Huswife nya yang sedang hamil anaknya itu sedang bergelung dibawah selimut hangatnya dengan gambar Super Junior – boyband fenomenal yang entah mengapa sejak kemarin Kyuhyun menjadi fans mereka – dan terdengar suara isakan pelan. Yang Changmin tidak mau mendengarnya.

" Kyu... Darliiiinggg..." Changmin sedikit merengek mengusap selimut yang dipakai Kyuhyun.

" Setelah dokter Huang mengijinkanku membawamu jalan – jalan, aku janji kita akan pergi kepantai. Dimanapun yang kau mau deh.. ne Kyu?" bujuk Changmin.

" Jeongmal?" gumam Kyuhyun.

" Ne. Aku janji, Love."

" Pantai yang dulu itu?" Kyuhyun membuka selimutnya. Hanya sebatas kepala saja. Terlihat menggemaskan dimata Changmin.

Changmin mengangguk menjawabnya. Tersenyum lembut pada kyuhyun, padahal dalam hati dan pikirannya, Changmin masih berusaha mengingatnya kenangannya dipantai bersama Kyuhyun. Tepatnya dipantai yang mana.

.

.

Pagi ini Changmin merasa lebih baik dari kemarin – kemarin. Tidak ada lagi rasa mual yang mengganggunya. Ditambah lagi aroma harum atau lebih tepatnya sedap yang menguar dari dapur. Kyuhyun-nya sudah bisa masuk dapur lagi dan bergelut mesra dengan segala macam benda yang tidak pernah akur dengan Changmin. Tanpa kekamar mandi dulu, Changmin melesat kedapur. Tempat dimana Kyuhyun berada.

Memeluk Kyuhyun dari belakang ketika namja manis itu sedang menyiapkan makanan dimeja. Menghirup aroma vanila khas Kyuhyun yang menjadi candunya.

" Morning Love." Bisik Changmin seduktif.

" Morning Min-ah." Kyuhyun menyamankan pelukan Changmin. Mengusap lengan Changmin diperutnya.

" Kau lupa morning kiss ku Darl." Meski bilang begitu, Changmin sudah beberapa mencium tengkuk dan leher kyuhyun. Tanpa meninggalkan bekas.

Kyuhyun berbalik pelan. Mengalungkan kedua lengan pada leher Changmin. Sedikit berjijit mengingat tingginya yang sebatas leher Changmin. Mengecup pelan bibir Changmin. Tidak mau membuat Kyuhyun kesusahan, Changmin merendahkan tubuhnya dan melumat bibir Kyuhyun.

Dan tentunya Changmin menjadikan kecupan Kyuhyun menjadi lumatan deepkiss. Hingga mengangkat tubuh ramping Kyuhyun yang mulai montok keatas meja makan. Otaknya masih sadar dan memberinya peringatan untuk tidak menyenggol mangkuk – mangkuk makanan yang disiapkan Kyuhyun, atau dia harus rela kelaparan dan hanya makan ramen selama 1 minggu.

" Hah hah haaaa... mandi sana. Setelah itu sarapan." Kyuhyun masih merona menundukan wajahnya.

" Nde." Jawab Changmin. Mencuri satu kecupan lagi dibibir Kyuhyun sebelum melesat kekamar mandi.

.

.

Cklek!

Mendengar pintu kamarnya terbuka, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari acara TV yang menayangkan boyband favoritnya sejak dia hamil. Super Junior.

" Mau kekantor?" tanya Kyuhyun melihat betapa rapinya Changmin.

" Nde. Appa bilang ada proyek yang harus aku tangani." Jawab Changmin menghampiri Kyuhyun.

Kyuhyun memintanya duduk, sedangkan dia sendiri berdiri. Meraih dasi Changmin dan menyimpulnya. Changmin pun tersenyum manis menatap wajah manis Kyuhyun.

" Aku akan pulang saat makan siang." Ucap Changmin sebelum mengecup kening Kyuhyun.

" Nde. Hati – hati dijalan." Kata Kyuhyun mengantar kepergian Changmin. Dan sekali lagi, Changmin mendaratkan satu kecupan nakal pada bibir kissable Kyuhyun.

.

.

Changmin masih berkutat dengan beberapa dokumen yang sudah 2 bulan ini tidak disentuhnya. Sebenarnya semua urusan kantor sudah dia pasrahkan pada asistennya, Jinki. Yahh dia ini hanya mengeceknya saja lah.

" Jinki-ya? Kau sudah berapa lama menjadi asistenku?" tanya Changmin. Menyingkirkan 2 dokumen yang masih harus diperiksanya. Dan menatap Jinki.

" Cukup lama. 5 tahun kalau tidak salah. Kenapa memangnya, Sajangnim?" tanya Jinki balik setelah menjawabnya. Cukup tenang. Karena mereka sudah berteman akrab sejak Jinki menjadi asistennya.

" Apa kau ingat semua kegiatanku?"

" Kegiatan apa maksud anda?"

" liburanku bersama Hyunnie." Jelas Changmin.

" Hhhhh,, Kenapa malah bertanya padaku Hyung?" Jinki tahu, sekarang saatnya dia memanggil Changmin Hyung, karena Changmin sudah membicarakan masalah pribadinya.

" Kau tahu kan Kyuhyun sekarang sedang hamil?" Jinki mengangguk mengiyakan.

" Lalu tiba – tiba semalam dia ingin pergi kepantai seperti waktu itu."

" Lalu masalahnya apa?"

" Aku lupa pantainya yang mana." Jawab Changmin lirih. Membuat Jinki menaikan alisnya.

Dimata Jinki, Changmin sekarang ini terlihat seperti anak kucing yang sedang sedih dengan telinganya yang terkulai. Membuat Jinki menahan kikikan gelinya. Changmin yang menyadarinya, memberikan Jinki deathglare terbaiknya. Meski masih menunduk dengan telinga kucingnya.

" Hhftt.. Mian Hyung. Kau juga sih, sejak kapan jadi mellow gini?"

" Sejak Kyuhyun hamil. Ngidamnya sering aneh – aneh. Kemarin saja aku kan yang menggantikannya morning sick. Dan setelah dia ingin pergi kepantai morning sick ku sembuh."

" Lalu? Pastia ada yang spesifikan tentang pantai yang pernah kalian kunjungi? Ingat – ingat lagi deh Hyung. Kalau Kyuhyun Hyung eh atau aku harus mulai memanggilnya Noona (?).. dia bisa membantaimu." Kata Jinki yang makin membuat Changmin bergidik ngeri.

" isshhh.. kau sama sekali tidak membantu." Gumam Changmin sebal. Karena Jinki mengingatkannya tentang kemarahan Kyuhyun kalau dia sampai melupakan kenangan mereka.

" Well. Hyunnie bilang dia ingin melihat sunrise seperti waktu itu. tapi kau tahu kan berapa banyak pantai yang sudah kami kunjungi. Pantai yang mana yang dia maksud?" geram Changmin frustasi.

" Tanyakan saja pada Kyuhyun Noona, tapi jangan sampai dia curiga kalau kau lupa Hyung." Saran Jinki.

" Tapi kan ..."

Kringgg!

Ucapan Changmin terpotong karena dering dari ponsel Jinki.

" Yeoboseo? Waeyo chagiya? Sudah merindukanku eoh?" goda Jinki, yang ternyata menelponnya adalah Key, kekasihnya, belahan jiwanya.

Membuat Changmin mengekspresikan muntahan jijiknya karena senyum dan nada menggoda Jinki. Mendengus sebal karena Key, yang notabene sepupunya itu, mengganggu curhat sessionnya.

...

Changmin mengalihkan pandangannya. Melihat gedung – gedung bertingkat yang bersebrangan dengan gedung kantornya. Tangannya yang memegang bolpen mencoret – coret mejanya.

" Nde, chagiya.. nado saranghae Baby Key."

Mendengarnya membuat telinga Changmin infeksi. Serius deh! Si Jinki ini si Chicken Nugget satu ini sama sekali tidak pantas dengan nada merayunya yang terdengar seperti banci perempatan yang minta dimasuki. Menurut Changmin lho ya ini. #plakkk

" Muachhh." Jinki mengakhiri sesi telponan mesranya dengan Key dengan satu ciuman yang sengaja dia keraskan suaranya.

" Menggoda Changmin hyung eoh?" Tebak Key.

" hahaaahhhaaa.."

" Bye. Muachhhh." Balas Key sebelum menutup ponselnya.

Hening.

Hening.

Hening.

" Sudah selesai Hyung?" tanya Jinki. Jenuh.

" Hufttt.." Kembali Changmin dengan wajah memelasnya.

" Hahhhh.. Apa perlu aku dan Key yang memancingnya Hyung?" kali ini sebuah ide bagus keluar dari otak Jinki.

" Kenapa tidak dari tadi kau mengatakannya?"

" Hahhh.. kenapa kau jadi lemot begini sih Hyung? Kemana otak jeniusmu kemarin?" tanya Jinki sakartis.

Pasalnya Hyung tiang listriknya ini memang terkenal jenius. SMA akselerasi. Kuliah, cumload. Umur masih muda sudah memenang berbagai macam tender. Proyek – proyek nya selalu sukses. Masih peduli lingkungan dan sayang keluarga. Tapi kenapa sejak Kyuhyun noona hamil dia jadi agak lemot gini? – Jinki hanya bisa membatinnya.

.

.

Baby you light up my world like nobody else

The way that you flip your hair gets me overwhelmed

But when you smile at the ground it aint hard to tell

You don't know

Oh Oh

You don't know you're beautiful

" Yeoboseo? Waeyo Love?" sapa Changmin pada kyuhyun yang menelponnya.

" Min-aaahhh ... ehhhmm,, apa aku mengganggu?" kata Kyuhyun lirih.

" Ani. Waee?" Changmin menyamankan duduknya dikursi belakang meja kebesarannya.

" Tadi kan Key-ah kemari. Lalu dia mengajakku keluar untuk membeli perlengkapan bayi, sekalian makan siang. Jadi nanti aku tidak bisa mengantar makan siang untukmu." Jawab Kyuhyun lirih. Takut Changmin marah.

" Gwenchana. Aku bisa makan siang bersama Jinki nanti." Nada bicara Changmin yang tetap lembut membuat Kyuhyun mendesah lega.

" Gomawo Min-ah. Saranghae." Changmin yakin, sekarang ini Kyuhyun-nya sedang tersenyum lebar dengan mata berbinar senang.

" Nde. Tapi ingat, jangan terlalu lelah. Kalau ada apa-apa minta Key menelponku. Dan jangan lupa pakai baju hangat. Udaranya sudah cukup dingin diluar. Oke, Mommy?"

" Nde, Daddy. Arraseo." Changmin terkekeh geli. Pasti ni ya. Pipi gembil Kyuhyun-nya blushing menggemaskan.

" Saranghae. Muachh."

" Nado saranghae. Muach."

Klik!

" Cepat juga Jinki meminta Key menemui Kyuhyun." Gumam Changmin. Setelahnya dia merenggangkan otot – otot tubuhnya yang terasa pegal karena sejak tiba dikantor sampai sekarang jam 12.30 dia dipaksa Jinki duduk diam memeriksa setumpuk dokumen – dokumen penting dan harus menandatanganinya.

.

.

Siang ini, dua namja super manis sedang berkeliaran di Myeondong. Memasuki beberapa toko yang hampir semuanya – dan memborong berbagai macam model pakaian longgar untuk Kyuhyun dan tetap fashionable karena bersama Key, perlengkapan bayi dan baju – baju bayi – dan kelak bayi ChangKyu akan sangat – sangat fashionable karena Jumma Key nya ini, mengalahkan Suri Cruse mungkin, Amin – dengan warna – warna cerah dan tetap bisa dipakai namja maupun yeoja.

Saat perut sudah lapar, Kyuhyun menarik Key ke cafe dengan nuansa go green. Kyuhyun tertarik dengan warna hijau dan pohon – pohon bonsai didepan cafe. Setelah masuk kedalam ada spot khusus di outdoor yang suasananya adem banget. Nyaman untuk Kyuhyun dan Key mulai menyukainya juga.

Dan saat ini lah, Key mulai menjalankan misinya dari Jinki. Menanyai secara tersirat pantai mana yang ingin Kyuhyun kunjungi.

" Jadi, Hyung? Eh atau aku harus memanggilmu Noona? Toh nanti kau juga dipanggil Umma kan? Baiklah Noona, bagaimana rasanya hamil?" Key mengacuhkan tatapan Kyuhyun karena memanggilnya Noona dan Umma.

Tapi tak bisa dia pungkiri kalau dia juga mau – mau saja – atau emang mau banget – dipanggil Umma. Secarakan dia yang lagi hamil. Sudah mau 13 minggu pula.

" Yah, bagaimana menjelaskannya ya. Ya begini ini rasanya." Kyuhyun bingung bagaimana menjelaskan perasaannya.

" Bagaimana perasaanmu Noona?" Key masih antusias menanyai Kyuhyun. Bukan tidak mungkin kelak dia juga ingin hamil kan?

" Awalnya terasa aneh. Perutku rasanya aneh tapi menakjubkan. Aku merasa lebih berhati – hati. Membayangkan ada kehidupan baru dalam perutku." Dengan wajah berseri bahagia Kyuhyun menceritakan kehamilan pada Key.

Namja manis didepan Kyuhyun memandang takjub sepupu iparnya ini. kyuhyun lebih manis, lebih cantik dan lebih mengagumkan dari biasanya. Key tersenyum melihatnya.

" Lalu bagaimana ngidammu, Noona?" lanjut Key.

" Ngidam? Ehmm,," Kyuhyun memasang pose berpikir imutnya. Jari telunjuk didagu yag diketuk-ketukan ringan dan bibir mengerucut imut. Key masih memasang wajah ingin tahu antusiasnya.

"ya begitu-begitu saja. Tiba – tiba aku ingin makan ini, lalu ganti makan itu. Waktunya juga tidak tentu. Pernah waktu tengah malam aku ingin makan pizza jamur, dan Changmin mencarikannya hingga subuh. Tentu saja aku sudah tidur kembali dan tidak memakan pizza nya. Lalu paginya saat aku bangun aku sudah ingin makan yang lain lagi." Kyuhyun terkekeh geli mengingat tingkah ngidamnya beberapa minggu lalu.

"Apa Changmin-hyung tidak jengkel?" Key mengerutkan keningnya.

"Heheheee..." Kyuhyun terkekeh GJ,"Mungkin. Tapi dia tidak pernah mengeluh." Tetap saja Kyuhyun tidak bisa mendengar umpatan – umpatan dalam hati Changmin kan?

"Lalu lalu, apa lagi ngidammu yang paling aneh, Noona?" Key makin antusias. Terbukti dengan tubuh bagian atasnya yang makin maju menatap Kyuhyun. Berharap jawaban Kyuhyun adalah misinya dari Jinki.

"Eeehmmmm..." lagi, Kyuhyun memasang pose berpikir imutnya.

'Ayolah Noona, cepat jawab..' inner Key sudah berkeringat dingin.

"Kemarin tiba – tiba saja aku ingin ke pantai. Seperti waktu itu." jawab Kyuhyun lirih. Tapi masih bisa didengar Key.

"Pantai? Seperti waktu itu? kapan? Dimana?" tanya Key bertubi – tubi. Tapi kyuhyun tidak merasa curiga.

"Pantai Haeundae." Jawab Kyuhyun. Singkat. Cuma itu saja.

"Pantai Haeundae di Busan?" Kyuhyun mengangguk dan meneguk es kopi pesanannya. "Memang ada apa dipantai haeundae?" lanjut Key.

"Itu kenanganku bersama Changmin. Kau tidak perlu tahu." Kyuhyun tersenyum jail melihat Key mengembungkan pipi dan mengerucutkan bibirnya.

.

.

Senyuman manis itu tidak mau hilang dari wajah Changmin. Sejak 3 jam lalu setelah menerima pesan singkat – amat sangat singkat – dari sepupunya, Key. Haeundae beach. Punya kenangan tersendiri untuk mereka.

"Hiks hiks .. pokoknya aku mau lihat sunrise dipantai seperti waktu itu!" seru Kyuhyun dan sedikit berlari kecil kekamarnya.

Changmin tersenyum geli mengingat aksi Kyuhyun semalam.

"Sunrise seperti waktu itu ya?" gumam Changmin. Mengacuhkan Jinki yang berjalan disampingnya menatapnya aneh.

.

.

Pukul 6, Changmin sudah sampai diapartemennya. Kalau tadi pagi dia pergi kekantor dengan wajah suram, kini dia pulang kantor dengan wajah bahagianya. Masih tetap tersenyum bodoh – ini Jinki yang bilang – dan tadi sempat mampir ke florist. Membeli bunga matahari pada satu pot kecil – kayak ViClip nya JYJ In Heaven –

Ting tong.

Kyuhyun bergegas membuka pintu. Meski Changmin tinggal memasukan password pintu mereka, tapi sejak mereka tinggal bersama Changmin ingin Kyuhyun membukakan pintu untuknya dan menyambutnya hangat.

Setelah pintu terbuka, tangan panjang Changmin menyodorkan pot bunga matahari dengan senyum secerah mentari -.-

Kyuhyun tersenyum senang meraihnya. Binar kebahagian terpancar dari sepasang obsidiannya. Setelah Changmin menutup pintu, pelukan hangat Kyuhyun berikan untuk suaminya itu.

"Saranghae." Bisik Changmin lembut. Sarat akan kemurnian cintanya. Seperti arti dari bunga matahari yang menjadi lambang cinta murni mereka.

"Nado saranghae." Balas Kyuhyun.

.

.

Setiap tanggal 5, Changmin dan Kyuhyun meluangkan waktu untuk check up kandungan Kyuhyun. Meng-konsultasikan apapun yang dirasa Kyuhyun. Dokter Huang pun tak henti-hentinya menasehati Changmin untuk selalu menyenangkan Kyuhyun, meningkatkan kadar kesabarannya menghadapi kesensitifan Kyuhyun, dan selalu mengawasi pola makan Kyuhyun.

Dan sejak terakhir Kyuhyun ngidam ingin pergi kepantai, Kyuhyun memang belum ngidam lagi. Jadi yang satu harus dituruti dulu baru ganti yang baru. Beruntunglah Changmin, karena Kyuhyun mengerti dengan kondisi kandungan yang masih trisemester pertama, masih harus ekstra hati-hati. Tapi tampaknya, Kyuhyun sudah tidak sabar lagi ingin melihat sunrise dipantai.

"Dokter Huang?"

"Ne, Kyuhyun-ah. wae?"

"Apa aku sudah boleh bepergian?" tanya Kyuhyun lirih.

"Memang kau ingin kemana Kyu?" Dokter Huang tersenyum lembut – kebapaka – sebelum bertanya pada Kyuhyun.

"Aku ingin kepantai.." Kyuhyun menunduk lirih.

"ke Busan dokter." Jawab Changmin. Kyuhyun menghentakan kepala pada suaminya. Dengan mata berbinar.

"Busan yaa.." Dokter Huang manggut-manggut. Berpikir. Sedangkan pasangan didepannya menanti jawaban dokter yang akan – mungkin – menjadi keluarga dengan ChangKyu.

"Boleh saja sih. Asal kau hanya berjalan-jalan ringan dan duduk-duduk saja. Jangan melakukan aktivitas yang berat-berat dan bawa selalu obatmu." Jawab dokter Huang akhirnya. Tetap tidak meninggalkan senyum ke-bapak-annya.

Kyuhyun berbinar senang. Changmin menunduk berterimakasih sebelum keluar dari ruang praktek sang dokter kandungan.

.

.

Sesampainya di apartemen, Kyuhyun langsung sibuk dengan barang-barang yang akan dibawa ke Busan. Selama dimobil tadi, Kyuhyun berhasil memaksa Changmin untuk berangkat ke Busan hari ini juga. Melihat tingkah Kyuhyun yang mondar-mandir mencari barang-barang apa saja yang akan dibawa ke Busan menjadi kesenangan tersendiri bagi Changmin.

Akhirnya, setelah ribet dengan beberapa baju hangat yang dibutuhkan, Kyuhyun berhasil menampung semua bawaannya pada 1 koper kecil dan 1 ransel. Tersenyum puas pada hasil kerjanya, Kyuhyun menghampiri Changmin – yang sejak menginjakan kaki diapartemen setia mengawasi Kyuhyun pada window sit favoritnya – memberi suami pelukan lembut yang sarat akan kasih sayang.

.

.

At Haeudae beach, Busan

10:15 PM

Kyuhyun sudah terlelap di king size bed suite room pada salah satu resort milik kenalan Kyuhyun. Ah. tidak lupa selimut tebal dengan gambar Super Junior membalut tubuhnya. Changmin masih terjaga disampingnya. Membelai lembut surai coklat madu Kyuhyun. Sesekali mendaratkan kecupan gemasnya menatap wajah tidur Kyuhyun. Sebelum akhirnya memeluk Kyuhyun dan menyusulnya ketaman mimpi.

04:45 AM

Changmin sudah terjaga. Senyumnya terukir melihat Kyuhyun begitu damai dalam pelukannya. Mengintip jam lewat kepala Kyuhyun, pelan dia melepas pelukannya pada Kyuhyun. Bergerak sepelan mungkin agar tidak mengusik tidur sang tercinta. Mengambil telepon untuk menghubungi pihak resort. Menanyakan pesanannya. Puas mendengar jawaban dari seberang line, Changmin beranjak membuka tirai.

'Sudah waktunya.' Batin Changmin.

Tidak tega membangunkan Kyuhyun, Changmin menggendongnya ala bridal. Meski sedikit kesulitan saat akan membuka pintu kamarnya dan menekan tombol lift, Changmin tetap menjaga agar Kyuhyun-nya tidak terjaga.

Sampai diresepsionis, Changmin bersyukur Kyuhyun masih terlelap. Dengan suara pelan dia meminta Noona disana untuk membantunya membawakan pesanannya.

05:15 AM

At Haeundae beach,

Changmin mendudukan dirinya pada nagku panjang dibawah pohon palem ditepi pantai. Bangku yang sama seperti waktu itu. memangku kyuhyun. Meminta Noona tadi meletakan pesanannya disampingnya. Membelakangi Kyuhyun.

Changmin berbisik. Membangunkan Kyuhyun.

"Chagiya, wake up. Sebentar lagi mataharinya terbit." Diakhiri dengan kecupan manis dibibir lembut Kyuhyun.

"Eunghhhh,, Min-ah." kyuhyun menggeliat pelan. Mengerjapkan matanya imut. Membuat Changmin tidak tahan untuk mengecupnya sekali lagi. Ah. dua kali lagi.

Changmin memberi isyarat dengan dagunya. Ketika Kyuhyun menoleh mengikuti Changmin, binar bahagia begitu kentara pada manik matanya. Bias cahaya orange digaris laut tampak begitu indah. Sama seperti waktu itu.

Ditambah lagi dengan 2 tangkai tulip kuning yang disodorkan Changmin dari samping kirinya. Memutar kepalanya dan menatap Changmin yang tengah tersenyum lembut dibelakangnya. Mengambil tulip kuning itu dan memberi ciuman paginya untuk Changmin. Begitu dalam.

"Saranghae." Bisik Changmin disela pagutan bibirnya dengan bibir Kyuhyun.

"Nado saranghae." Balas Kyuhyun. Melepas pagutan bibirnya.

Bersandar nyaman pada bahu Changmin. Menatap sunrise favoritnya.

_tbc_

Seperti waktu itu : waktu Changmin meminta Kyuhyun menjadi kekasih nya. Satu-satunya orang yang akan dia berikan cintanya, hidupnya dan segalanya.

Tulip kuning : maukah kau menjadi pendamping hidupku selamanya? Baik didunia maupun kelak di surga?

.

.

/

Serius! Saya rada ilang feel akhir – akhir ini, jadi maaf atas keterlambatannya #deepbow

Sudah panjangkah?

Saya gak akan jengkel kalau banyak dari Reader-san yang gak dapet feel nya *nyengirGJ

Sampaikan kritikan kalian pada kotak review dibawah deh, daripada ngomel2 sendiri *nyengirLAGI

Jeongmal kamsahamnisa untuk para viewer dan reviewer tersayang #bigHug