"Kau sendiri, bagaimana dengan Jinki? Dia sudah melamarmu?" Kyuhyun mulai membalas mengintrogasi (?) Key.
"Eh?" Key meoleh kaget, tapi detik berikutnya pandangannya kembali fokus pada jalan didepan yang sudah mulai bergerak lancar.
"Yah, entahlah." Key berubah lesu.
"Eh? Apa maksudmu?" Kyuhyun asli penasaran nih. Jangan sampai dia ngidam pengen jadi mak comblang(?) JinKey?
Mrs Kim siFujoshi
Present
~ ChangKyu Love Story ~
Sureprize (?)
Changmin!seme Kyuhyun!uke
Genre : romantis, drama, fluffff, M-Preg
Rated : T
Maaf kalau M-Preg saya aneh. Saya sendiri gak begitu ngerti sebenarnya, jadi ini percobaan pertama saya, heheheee
.
.
.
_at Kantor Changmin_
Waktu sudah menunjukan pukul 12:20 ketika Changmin mendapatkan pesan dari Kyuhyun bahwa dia masih terjebak macet. Kini dia sedang menikmati gelas kopi ke-3 nya bersama Jinki diruangannya. Obsidiannya beberapa kali mencuri lihat(?) Jinki yang tengah bersantai disebelahnya. Keningnya berkerut mengingat pesan dari Kyuhyun.
From : Hyunnie-love
Min-ah,,aku masih terjebak macet bersama Key. Tunggu sebentar ne ^^
Apa kau bersama Jinki? Bisa kah kau membantu Yeobo :*
Kau tahu? Sepertinya anakmu ingin kita membantu Aunty-nya atau mungkin mendorong calon Uncle-nya untuk melamar Aunty-nya. Yeobo-ya ^^ jebal,, wajah Key benar-benar jelek sekarang ini .
"Haaaa.." Changmin menghela nafas panjang.
Memang sih dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menuruti apapun keinginan ngidam Kyuhyun meski anehnya gak ketulungan. Dan sebenarnya dia cukup senang juga merecoki hubungan JinKey. Tapi masalahnya, dia bukan tipe orang yang dengan terang-terangan menanyakan macam-macam pada orang yang bersangkutan. Dia lebih suka membantu ah,, errr,, entahlah,, dari belakang. Yah katakan saja dia seperti malaikat berbulu evil (?) jadi sekarang ceritanya Changmin sedang sedikit bingung untuk memulainya.
"Jinki?" akhirnya Changmin memulai setelah mendesah berat.
"Nde?" kening Jinki mengkerut heran.
"Errr,, haaaa,," Jinki makin heran mendengarnya. Atau lebih tepat lagi heran pada sikap Changmin. Atasannya. Sahabatnya. Calon kakak-sepupu-iparnya.
"Kyuhyun yang memintaku. Kau tahu dia sedang hamil dan well dia ngidam aneh lagi." Changmin benar-benar ingin melesakan tubuh jakungnya pada sofa nyaman dibelakangnya.
"Lalu?" Jinki mengangkat sebelah alisnya. *yang tidak bisa saya lakukan sampai sekarang .
"Apa kau serius dengan Key?" tembak Changmin langsung. Tanpa basa-basi. Yang jika Kyuhyun mendengarnya bisa dipastikan akan ada benjolan dikepalanya seperti yang sering didapat Shinchan.
Kini giliran dahi Jinki yang berkerut, heran. Bukan 2-3 bulan dia menjalin hubungan dengan Key. Hampir 4 tahun malah. Dan itu 5 hari lagi. Dan tentunya dia punya something special for this. Dan – lagi – Jinki sadar kemana arah pembicaraan ini. senyuman super manisnya – yang membuat Changmin ingin muntah – mengembang pada wajahnya yang awet imut meski tidak bisa mengalahkan imutnya Key. *lihat MV dream girl deh, Jinki lebih imut dari taemin, dan saya heran sejadi-jadinya #kokBisa?
"Tenang saja Hyung.." Jinki menepuk pelan bahu Changmin. Entah apa maksudnya. "Aku sudah menyiapkan cincin untuk melamar sepupu kesayanganmu itu. tapi rahasiakan ya, dari Kyu-noona sekalipun." Lanjut Jinki dengan muka serius, yang sumpah! Gak banget.
"Oh. Oke." Changmin merasa lega.
Warning : jangan harap Changmin akan berteriak alay atau memeluk Jinki lebay. Sampai Tao lancar bahasa Korea juga hal itu gak bakal terjadi -.-
"Kenapa reaksimu hanya begitu sih Hyung? Setidaknya beri aku ucapan selamat atau paling tidak dukung aku." Jinki merengut dengan tidak elitnya.
"Jangan bertingkah seperti uke! Lagipula Key akan dengan senang hati menghabiskan sisa hidupnya bersamamu, jadi akhir dari kisah kalian tidak akan jauh beda dengan kisahku bersama Kyuhyunnie." Ucap Changmin yakin.
Ingat! Bukan dalam hitungan bulan mereka saling mengenal. Changmin tahu pasti bagaimana hati namja disampingnya ini terhadap sepupu kesayangannya. Jadi bisa dibilang Changmin merestui Jinki dan yakin Jinki bisa menjaga Key. Sukur-sukur kalau Tuhan berbaik hati – selalu deh kayaknya – memberikan keajaibannya pada Key, hingga Key bisa hamil seperti Kyuhyun saat ini.
Ahh. Omong-omong soal KyuKey, dimana atau bagaimana keadaan mereka saat ini yaa?
.
.
_at Basement kantor Changmin_
KyuKey turun dari J*zz hijau dengan gambar helo kitty diberbagai spot milik Key. Kyuhyun dengan legging motif papan catur yang dipadukan dengan kaos tanpa lengan warna putih dan dibalut dengan cardigan rajut hitam, nampaknya sangat nyaman untuk kondisi perutnya yang sudah mulai membesar. Sedangkan Key memakai celana pendek selutut, kemeja putih yang lengan panjangnya dia tekuk sampai siku. Berhasil menarik perhatian pegawai, baik pria maupun wanita. Tapi tetap saja, mereka hanya bisa memandang dari jauh, mengingat siapa pemilik dua namja manis ini.
Sesekali beberapa pegawai yang berpapasan dengan keduanya menunduk dan tersenyum hormat. Kyuhyun dan Key pun membalasnya ramah.
"Ah. selamat siang Kyuhyun-ah, Key-ah. Sajangnim dan Jinki-ssi menunggu kalian diruangannya." Sapa Taemin, resepsionis dilantai 3.
"Nde. Gomawo Taem." Balas Kyuhyun. Tidak lupa senyumnya.
Tok tok!
Cklek!
Tanpa menunggu dipersilahkan Kyuhyun membuka pintu ruangan Changmin. Toh Taemin bilang Changmin dan Jinki memang menunggu mereka kan. Disusul Key, yang mengikuti jejak Kyuhyun, cium-pipi-kanan-cium-pipi-kiri pasangannya. Kyuhyun mengambil tempat disamping Changmin yang tadinya diduduki Jinki – Jinki sudah sadar diri sebelum ditendang Kyuhyun. Membuka kotak makan 2 susunnya, satu untuk Changmin dan satu lagi untuk Jinki.
"Aku suapi ne?" tentu saja Changmin mengangguk semangat. Pasalnya dari jaman dulu, jaman mereka pacaran, bisa dihitung dengan jari berapa kali Kyuhyun menyuapi Changmin.
Kyuhyun mengambil sumpit dan segera menjepit satu potong bibimbab. Meletakan tangan kirinya dibawah sumpitnya dan mengarahkannya pada mulut Changmin yang sudah terbuka lebar. Changmin mengunyah bimbibap suapan Kyuhyun dengan penuh suka cita dan senyum yang mengembang semakin lebar.
Melihat adegan lovey-dovey didepannya membuat Jinki iri. Melirik sang kekasih disampingnya dengan tampang memelas. Membuat Key, kekasih Jinki, menaikan alisnya. "Apa?" seolah mengerti arti tatapan Key, Jinki mulai merajuk. Menggoyang pelan lengan Key sambil mempoutkan bibirnya.
"Oh Tuhan!" pekik Changmin,"Cepat hentikan dia, Key-ah. sebelum aku muntah!" dengan sadisnya Changmin melanjutkan. Dengan masih menikmati suapan Kyuhyun.
Key menghela nafas pelan sebelum membuka sumpitnya dan menjepit bibimbab buatan Kyuhyun. Jinki melebarkan senyum kemenangannya melihat Key mulai menyuapinya.
.
.
_at bedroom ChangKyu_
Setelah makan malam, Changmin membawa Kyuhyun dalam dekapannya menikmati bintang-bintang yang bertaburan dilangit dibalkon apartemen mereka. Ditemani satu mug coklat hangat untuk berdua. Changmin menyamankan kepalanya pada ceruk leher Kyuhyun. Menghirup aroma vanila dan sedikit memberinya kecupan kupu-kupu. Tanpa meninggalkan kissmark.
"Bagaimana keadaannya?" bisik Changmin yang kedua tangannya mengusap lembut perut Kyuhyun.
"Aegya baik-baik saja Daddy.." Jawab Kyuhyun, manja. Changmin tersenyum hangat mendengarnya. Mengeratkan pelukannya.
"Bagaimana keadaan Mommy?"
"Mommy merindukan Daddy." Kyuhyun memutar tubuhnya, menghadap Changmin. Memeluk pinggang Changmin erat. Mengusapkan wajahnya pada dada Changmin. Merindukan aroma maskulin suaminya.
"Ah ya! Bagaimana Jinki tadi?" Kyuhyun mendongak dengan masih memeluk Changmin. Enggan melepaskan pelukan hangatnya.
"Kau tenang saja. Jinki sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Key." Jawab Changmin. Menunduk menatap Kyuhyun.
"Jinjja? Tapi kenapa Key tadi wajahnya begitu?"
"Begitu bagaimana?"
"Dia terlihat murung dan sedih, tapi.. aku juga tidak begitu yakin sih." Kyuhyun muai mengerucutkan bibirnya. Membuat Changmin tidak tahan untuk tidak mengecupnya.
"Memang Key cerita apa saja?" tanya Changmin lembut. Menuruti alur bicara Kyuhyun.
"Dia tidak mau menceritakannya. Saat aku tanya juga dia langsung muram. Apa yang harus aku lakukan?" Kyuhyun merajuk. Seperti bocah 6th yang sedang bertengkar dengan temannya dan bingung untuk meminta baikan. *abaikan #plakk
Changmin tersenyum. Mencoba merangkai kata-kata menjadi kalimat yang ingin didengar Kyuhyun,"Bagaimana kalau besok kau ajak Key berbelanja. Mencari kebutuhan untuk Aegya kita. Bukankan Key itu ratunya fashion."
Kyuhyun menelengkan kepalanya. Kening berkerut dan bibir mengerucut imut. Wajah bingung.
"Pancing dia untuk bercerita. Dia akan lengah saat berbelanjakan?" lanjut Changmin, menyadari istrinya belum mengerti maksudnya.
"Ah ya! Gomawo Min-ah!" Kyuhyun mengecup kilat bibir Changmin dan memeluknya lagi.
.
.
Keesokan paginya, benar-benar pagi-pagi sekali Kyuhyun dikejutkan dengan kedatangan Key ke apartemennya. Dan Kyuhyun tidak akan sampai memekik dan berteriak memanggil Changmin kalau Key tidak datang dengan wajah kusut dan berurai airmata.
Kyuhyun segera memeluk Key dan membawanya kedalam. Changmin yang mendengar teriakan Kyuhyun begitu panik turun dari tempat tidurnya dengan bunyi berdebum, prang, klontang dan brak. *yah bisa ditebakan siapa yang terjatuh, apa yang jatuh dan apa yang terbuka?
"Hiks hiks, huweeeeeee,,,," Key menerjang Kyuhyun dengan pelukan eratnya yang membuat Kyuhyun hampir terjengkang. Untung saja tubuh Key lebih mungil dari Kyuhyun.
"Waeyo, Key? Kau kenapa? Jangan membuatku panik!" pekik Kyuhyun panik. Tangan hangatnya mengusap punggung Key. Mencoba menenangkannya.
"Hiks hiks hiks, huweeee,, Kyu-Noonaaaa,," bukannya menjawab, Key malah makin mengeratkan pelukannya. Tidak peduli piyama Kyuhyun basah oleh airmatanya.
Kyuhyun menuntun Key yang masih dalam pelukannya menuju sofa ruang tamu apartemen ChangKyu. Membiarkan Key menyelesaikan tangisannya. Changmin mematung didepan pintu kamarnya. Dia sadar ini bukan suatu situasi untuknya bergabung. Kalau bahasa kerennya sih, Uke-Zone. Jadi dia memutuskan untuk beranjak kedapur. Membuat susu vanila khusus untuk Kyuhyun, secangkir kopi untuknya, dan coklat hangat untuk Key. Serta tidak lupa membuat sandwich untuk sarapan mereka.
.
.
Key sudah lumayan tenang ketika Changmin membawakan coklat hangat untuknya. Meski masih sesenggukan dan masih menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun. Setelah meneguk pelan coklatnya, Kyuhyun menanyakan keadaannya.
"Gwenchana?" Kyuhyun masih mengusap punggung Key. Dan Key menjawab dengan gelengan lemahnya.
"Siap untuk bercerita?" tanya Kyuhyun dengan suara lembutnya. Changmin menatap dua uke didepannya intens, setelah meletakan piring sandwich dimeja depan TV.
"Jinki, dia,," Kyuhyun dan Changmin was-was mendengarnya. "Aku menemukan pakaian dalam wanita dikamar mandi tadi, hiks hikss,," Lanjut Key dengan senggukan pelan.
Perlahan kedua mata Changmin dan Kyuhyun melebar. Menatap tidak percaya ucapan Key barusan. Seorang Lee Jinki yang sudah menjalin hubungan dengannya hampir 5 tahun, ditemukan pakaian dalam wanita dikamar mandinya? Ini tidak masuk akal!
"Kau pasti bercandakan? Itu pasti pakaian dalammu untuk menggodanya kan?" desis Changmin. Mencoba untuk tidak meluapkan amarahnya.
"Apa kau pikir ukuran S akan muat aku pakai? Aku sudah sangat sexy tanpa lingerie tahu!" balas Key. Tidak terima.
"Aku akan membuangnya ke kutub utara!" Changmin beranjak kekamarnya. Mandi dan bersiap kekantor. Ah! bersiap menyiksa Jinki. *berhati-hatilah Lee Jinki-ssi #puk-puk
Kyuhyun? Masih shock!
Masalahnya JinKey adalah pasangan Gay yang berani menunjukan kemesraan didepan publik seperti dirinya dan Changmin. JinKey juga yang mendukung perjuangan ChangKyu untuk bisa diterima masyarakat atau paling tidak teman-teman mereka, orang-orang terdekat bahkan relasi bisnis kedua orangtua mereka. Dan sekarang apa? ditemukan lingerie dikamar mandi Jinki? Jinki kembali straight atau bagaimana?
.
.
Selesai mandi dan memakai 'seragam ' kekantornya, Changmin mengecek ponselnya. Ada 2 pesan dan 5 panggilan tidak terjawab yang semuanya dari Jinki. Menekan emosinya, Changmin membuka pesannya.
From : Jinki frog
Hyung, apa Key di apartemenmu? Aku mohon baca pesanku sampai habis.
Lingerie itu milik Aya Noona. Kemarin dia menginap disini setelah bertengkar dengan kekasihnya. Kau tahu sendirikan bagaimana berantakannya dia. dan aku rela kau buang ke kutub utara kalau aku straight. Dan tolong jaga dia sebentar saja, aku akan menyusulnya sebentar lagi.
Changmin mengangkat sebelah alis membaca pesan Jinki. Sedetik kemudian, evil smirknya mengembang. Mengantongi ponselnya dan menyembunyikan smirknya, kemudian keluar kamar menuju ruang tamu dimana Key masih terisak pelan pada bahu Kyuhyun.
'Tunggu saja Lee Jinki. Aku akan buat perhitungan denganmu karena membuat sepupuku menangis sampai seperti ini. dan yang paling penting kau membuatku tidak mendapat morning kiss Hyunnie pagi ini.' inner Changmin gelap mengerikan.
Istri evilnya sampai bergidik heran, meski aura gelapnya juga menguar. Mengutuk satu nama sama. Lee Jinki. Meski dengan alasan yang berbeda. *berhati-hatilah kau Lee Jinki-ssi -.-
"Sebaiknya hari ini kalian diapartemen saja. Tidak usah kemana-mana. Nanti siang aku akan pulang." Changmin mendekati Kyuhyun. Mengecup singkat pipi istrinya. "Dan nanti aku akan bicara dengan Jinki. Tenangkan dirimu disini dan jangan merepotkan Hyunnie, Arra?" Changmin mengalihkan tatapannya pada Key yang dibalas anggukan lemah dari Key.
"Baiklah, aku berangkat dulu ne." Kyuhyun mengangguk pelan sebelum membalas mencium pipi Changmin dan berpesan untuk hati-hati dan memastikan Jinki mendapat balasannya.
Changmin terkekeh kecil dan mengacak rambut Kyuhyun sebelum mengangguk pasti.
.
.
_at basement apartemen ChangKyu_
Begitu duduk nyaman dibelakang kemudi, Changmin segera mencari konta Jinki dan menyentuh kotak hijau yang berarti mengirimkan panggilan telepon untuk sekretarisnya itu. tak berapa lama panggilan Changmin diangkat Jinki.
"Temui aku di Nine Cafe, sekarang!" pinta Changmin tanpa repot-repot memberi salam basa-basi dan langsung memutuskan panggilannya.
.
.
_at Nine Cafe_
Changmin menyesap pelan gelas kopi keduanya pagi ini. ditemani wafel dengan sirup peach favoritnya. Jemari dan kedua manik matanya menatap intens tablet pc ditangannya. Mengamati pergerakan saham. Beberapa menit kemudian derap langkah Jinki memasuki Cafe, tergesa. Mengatur nafasnya sebentar sebelum duduk didepan Changmin.
Changmin meliriknya sekilas sebelum mengembalikan fokusnya pada tablet pc didepannya. Seorang pelayan menghampiri dan menanyakan pesanan Jinki. Setelah menyebutkan menu yang sama dengan Changmin, pelayan itu tersenyum ramah sebelum berlalu menghampiri pengunjung lain. Changmin menunggu pesanan Jinki sebelum mulai pembicaraan. Toh ini masih pukul 7, kantor masih sepi. Lagi pula tablet pc Changmin meminta perhatian lebih pagi ini.
Beberapa saat kemudian pelayan tadi mengantarkan pesanan Jinki, setelah Jinki menyesap pelan kopinya, Changmin mulai mengangkat wajahnya. menatap tajam Lee Jinki, sekretarisnya. Jinki yang ditatap tajam oleh Changmin hanya bisa menelan ludah pelan.
"Jadi? Apa yang sebenarnya terjadi?" Changmin masih mempertahankan wajah datar dan tatapan tajamnya.
"Errr,, Hyunggg,," Perlahan Jinki mengangkat kepalanya. Menatap ragu Changmin yang masih menatap tajam dirinya. "Kemarin malam Aya-noona menginap diapartemenku setelah bertengkar dengan kekasihnya. Dan kau tahu sendiri bagaimana berantakannya dia kan."
"Bagaimana aku percaya lingerie itu milik Aya-chan?"
"Kalau bukan milik Aya-noona, milik siapa lagi hyunggg,," Jinki mulai merengek. Membuat alis Changmin terangkat sebelah. Dan menatapnya tidak percaya.
"Huftttt, lingerie itu benar-benar milik Aya-noona hyunggg, kalau kau masih tidak percaya aku akan menelponnya sekarang." Jinki mulai merogoh ponselnya pada saku jaketnya.
Wait! Dia masih pakai piyama? Dan Changmin baru sadar kalau Jinki masih berantakan. Rambut acak-acakan, muka kusam, piyama yang sama dengan yang dipakai Key tadi dan sendal jepit.
"Haaaa, aku percaya padamu." Jawab Changmin lirih. Jinki langsung menatapnya dengan pandangan berbinar. "Tapi tidak dengan Key dan Kyuhyun. Dimana Aya-chan sekarang?" lanjut Changmin yang membuat Jinki memasang wajah memelas lagi.
"Sudah kembali ke Jepang. Dijemput kekasihnya kemarin sore. Dan waktu Key menginap semalam aku tidak sempat membereskan kamar tamu yang ditempati Aya-noona." Jawab Jinki, yang silahkan bayangkan sendiri bagaimana wajah memelasnya yang dihiasi rona merah pada pipi hingga telinganya. Membuat bola mata Changmin berputar.
Hening.
Jinki menatap sayu menu sarapannya. Changmin makan perlahan wafelnya. Tidak mau repot-repot menghibur Jinki atau apa. bukan gayanya.
"Kau bilang kau sudah menyiapkan sesuatu untuk Key kan?" Changmin mulai menyuarakan errr, mungkin semacam clue untuk membantu Jinki 'baikan' dengan Key. Dan menekankan suaranya pada kata 'sesuatu'.
Jinki menatap Changmin bingung. Changmin menatapnya seolah berkata "Aku tidak akan membantumu lebih dari ini." tapi Jinki malah memiringkan kepalanya, sok imut. Masih belum ngeh pada kalimat pernyataan Changmin. Dan Changmin dengan teganya tetap mengacuhkan Jinki dan melanjutkan sarapannya.
"Ah!" meski Jinki berseru cukup keras dan berhasil menarik perhatian pengunjung lain, tapi Changmin still stay cool.
Dan tanpa perlu berbasa-basi lagi, seringaian senang Jinki mengembang. Dia mengikuti jejak Changmin. Menikmati sarapannya.
.
.
_at kantor Changmin, jam makan siang_
Siang ini, lagi-lagi Changmin terpaksa makan siang dengan menu yang bukan buatan Kyuhyun. Dia harus kenyang dengan menu dikantin. Dan tentunya dia menyeret Jinki untuk membayar makan siangnya. Karena selain masalah morning kiss dari Kyuhyun dan membuat Key menangis, tadi pagi dengan cengiran khasnya Jinki meminta Changmin untuk membayar sarapannya. Untungnya gaji Jinki sebagai sekretaris di Shim corp cukup besar.
"Bagaimana kabar Key-ah hyung?" Jinki memulai percakapan dengan Changmin setelah makan siang mereka diantar pelayan kantin.
"Baik. Hyunnie bilang setidaknya dia mau makan siang ini." jawab Changmin, sedikit acuh.
"Jadi tadi pagi dia belum makan? Dia kan penderita maag hyung, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" Jinki mulai bertingkah lebay (?) lagi.
"Memang kau pikir siapa yang membuatnya tidak berselera makan pagi? Menemukan lingerie sexy dikamar mandi pasangan gay nya cukup membuatnya mual dan kehilangan nafsu makannya."
Jleb!
Samurai tajam yang sudah diasah Kyo menusuk tepat pada jantung Jinki. Ditambah dengan tatapan mengerikan dari Changmin, cukup membuat keringat dingin Jinki keluar deras dan seketika mengingatkannya pada Tuhan.
"Ishhh, aku kan sudah menjelaskannya padamu hyung.." Jinki menggunakan nada merengeknya. Yang tentu saja tidak akan pernah mempan untuk Changmin.
"Bagaimana rencanamu nanti malam?" Dengan seenak udelnya (?) Changmin mengalihkan pembicaraan.
"Kau tahu hyung?"
"Tidak." Belum sempat Jinki melanjutkan kalimat berikutnya Changmin sudah menyela dengan tidak elitnya. Dan Jinki yang sudah hafal betul bagaimana moody nya Changmin hanya bisa memanyunkan bibirnya.
"Kami, maksudku aku dan Key, memperingatinya tidak jauh beda denganmu hyung. Kau tahulah maksudku. Dan aku sudah booking suite room dihotel, tempat pertama kami one night stand, dan aku sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari bunga mawar merah, lilin aroma terapi, beberapa sex toys,, (duakkk – ujung sepatu Changmin menendang keras tulang kering Jinki),, awww.." Jinki mengusap keras tulang keringnya.
"Well, pokoknya gitu deh hyung. Kau juga sudah tahu kan aku sudah memesan cincin khusus untuk melamarnya." Jinki menyelesaikan rencana awalnya.
"Satu-satunya membuat Key percaya adalah Aya-chan sendiri yang memberitahunya." Komentar Changmin, yang mungkin sudah tidak begitu nyambung lagi.
"Bagaimana kalau hyung meminta Kyu-noona menghubungi Aya-noona lewat skype?" meski begitu Jinki bisa menyambungkan (?) komentar Changmin.
"Kalau begitu sekarang kau minta Aya-chan standbye didepan laptopnya." Jawab Changmin santai.
.
.
Ting!
Suara lift berdenting yang menandakan lift sudah sampai dilantai 14. Lantai tertinggi di hotel Hilton. Tanpa mempedulikan ada atau tidak orang dikoridor lantai 14, Jinki mencengkram kuat bottom Key yang kakinya sudah melingkar erat pada pinggang Jinki. Bibir mereka saling beradu rakus. Sedikit tergesa, Jinki melangkah keluar lift. Berjalan agak sempoyongan menuju suite room yang sudah dia pesan jauh hari.
"Erghhhhh,," erangan tidak rela meluncur dari bibir kissable Key karena Jinki melepas tautan mereka dan menurunkan tubuh ramping Key. Tangan Jinki gemetar ketika menggesek kartu kunci.
Dan setelah terbuka diraihnya lagi tubuh Key pada gendongan koalanya. Melumat rakus – lagi – bibir Key. Menendang kuat pintu suite room hingga tertutup rapat. Untuk selanjutnya erangan, desahan, suara tubuh yang saling bergesekan, derit king size bed yang diselubungi hawa panas dan aroma sex memenuhi kamar itu.
.
_beberapa jam sebelumnya_
"Yeoboseo?"
"Bagaimana keadaan Key?"
"kami sedang Nine Cafe sekarang, dia ketoilet. Bagaimana Jinki?"
"Dia sudah memberitahuku tentang lingerie itu. ternyata itu milik Aya-chan."
"Jinjja?"
"Ne. Kita bukan beberapa bulan lalu mengenal Jinki kan?"
"heeemm. Tapi apa Key akan percaya begitu saja?"
"Apa kau membawa table pc mu?"
"Ne, wae?"
"Jinki sudah menghubungi Aya-chan untuk menghubungimu lewat skype."
"Oke."
"Hari ini anniversary mereka. Jinki sudah menyiapkan something special untuk melamar Key. Kami akan menjemput kalian."
"Nde."
Percakapan Changmin dan Kyuhyun lewat telpon terputus ketika Key keluar dari toilet. Kyuhyun segera meraih tablet pc nya, membuka aplikasi skype dan menunggu panggilan dari Aya. Tidak berapa lama, wajah yeoja China-Jepang itu memenuhi sebagian layar 14' yang dipegang Kyuhyun.
Setelah berbasa-basi sebentar, Kyuhyun pindah duduk disebelah Key. Meminta Key mendengarkan Aya yang sedang meminta maaf karena sifat berantakannya tentang lingerie itu yang dibarengi dengan cengiran salah tingkahnya.
Setelah menghembuskan nafas pelan dan lega, senyum Key mengembang untuk pertama kalinya hari itu. mengangguk pelan, tanda dia memaafkan Aya.
.
Seoul sedang hujan siang itu, tidak begitu deras tapi juga bukan sekedar gerimis. Kyuhyun dan Key masih menikmati waktu di Nine Cafe. Saling bercanda dan menggoda. Tidak menyadari Audy hitam milik Jinki yang berhenti sembarangan didepan Cafe. Ketika Jinki keluar dari mobilnya, tubuhnya terpaku. Jantungnya berdetak cepat melihat tawa Key. Like a drama memang. Berdiri dibawah guyuran hujan dengan senyum bodohnya. Tapi hal itu bisa membuat Key menghentikan tawanya dan memfokuskan pandangannya pada Jinki.
Setelah yakin namja-dengan-senyum-bodoh-dibawah-hujan adalah kekasihnya, Key berlari keluar Cafe, mengacuhkan hujan yang menerpa tubuh mungilnya. Berlari menerjang Jinki dengan pelukan eratnya. Sarat akan kerinduan dan kasih sayang. Saling menggumamkan kata cinta yang menghangatkan jiwa mereka.
.
Then, kalian tahu kemana mereka setelah itu,,,
_tbc_
Bagaimana?
*ngumpet dibelakang T.O.P
.
1st, terimakasih untuk reviewnya kemarin #deepbow
2nd, sudah panjang kan ini? dan Maaf kalau banyakan JinKey nya di ch ini *smile
Entah mengapa feel saya dapetnya mereka, heheheee
3rd, Reader-san yang minta update ASAP, maaf banget gak bisa ngabulin, cz saya lagi sibuk kerja+kuliah ini *smile
Last, review lagi yaaa dan untuk info saja, mungkin FF ini akan end ketika Kyuhyun lahiran *smile
Terima kasih Minna-san #deepbow
