SRASH!

Mendadak segalanya menjadi berwarna putih. Tidak, itu bukan salju. Tapi...

Gema tawa memenuhi ruangan itu. Menertawai Kyuhyun yang sudah bermandikan tepung.

Salah seorang dari mereka menghampiri Kyuhyun dan menyalaminya, "Aku tidak tahu kalau kau berulang tahun hari ini." Ucapnya sembari menahan tawa.

Kyuhyun memang tidak sedang berulang tahun hari ini.

Kyuhyun tersenyum, "Ya, terimakasih. Aku memang sedang berulang tahun. Terimakasih atas kejutannya. Aku senang sekali! Kalian sungguh perhatian padaku. Terimakasih!"

Dan semuanya bungkam. Mengira kalau Kyuhyun benar-benar berulang tahun. Sial!

.

.

SRAK!

Tiba-tiba Kyuhyun merasa dirinya ditarik seseorang. Ia tak dapat melihat si pelaku, karena dia sendiripun tidak dapat membuka matanya yang kemasukan tepung. Langkahnya begitu tergesa-gesa. Siapa gerangan?

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

It's Hard

Part 2

Author: Cho Eun Hye / LKyuLala

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Main Pair: WonKyu!

Genre: Romance

Rating: PG-15

Desclaimer: Siwon belong to Kyuhyun. Kyuhyun belong to me! :p Oh no! Kyuhyun belong to Siwon. :D

A/N: YAOI! Don't Like? Read it first, then you'll know you like it or not. I don't know the good title for this fanfic. So, I was titling this fic with that weird title. Oh my God!

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

Segala pertanyaan yang ada di benak Kyuhyun terjawab sudah ketika ia mendengar suara keran air yang dihidupkan. Selang beberapa detik, ia merasakan sentuhan lembut dan basah di kedua kelopak matanya.

"Buka matamu!"

Mendengar titah tersebut, Kyuhyun membuka matanya.

"Siwon sunbae?"

Siwon tidak menanggapi. Ia menyibukkan diri dengan mencuci sapu tangan, dan kembali mengusapkannya di wajah Kyuhyun.

"Jangan salah paham, ini hanya untuk balas budi yang kemarin. Aku tidak mau berhutang apa-apa padamu. Uang taxi yang kemarin, akan aku kembalikan nanti."

Kyuhyun hanya diam. Ia menikmati segala sentuhan lembut sapu tangannya yang menyapu seluruh wajahnya. Kyuhyun pikir, bukan sapu tangannya yang lembut, tapi orang yang mengusapkannya, sungguh lembut memperlakukannya.

"Selamat ulang tahun." Ucap Siwon

"Eh?"

"Bukankah kau mengatakan kalau kau berulang tahun hari ini?"

Oh, dikiranya ia hanya menipu orang satu kelas, malah Siwon ternyata juga ikut tertipu. Ckck!

-oOo-

"Jadi orang bernama Siwon tadi menolongmu?"

Kyuhyun mengangguk lucu. Manik hitamnya sama sekali tidak beralih dari buku yang dibacanya. Komik? Entahlah. Sepertinya iya.

"Kau senang?"

"Mungkin."

"Lho?"

"Dia hanya merasa tidak enak dengan kejadian kemarin. Kupikir setelah ini dia akan menghilang begitu saja. Setelah hutangnya lunas terbayar padaku."

Zhoumi mengangguk sembari melirik sedikit pada komik yang dibaca Kyuhyun. Tapi Kyuhyun enggan menunjukkannya pada Zhoumi. Ia malah menjauhkan dirinya.

"Tidak baca hentai, kan?"

"Ya! Memangnya aku semesum dirimu? Covernya aja nggak hentai!" tukas Kyuhyun

Zhoumi mencibir. Kalau bukan hentai, kenapa harus ditutupi?

-oOo-

TAP! TAP! TAP!

Langkah Siwon terdengar menggema di koridor. Biar koridor cukup ramai, tapi anak-anak itu akan diam dan menyingkir dengan sendirinya acap kali Siwon datang.

Tiba-tiba langkahnya terhenti. Ia bosan. Ia menghela napas untuk yang ke sekian kalinya sebelum akhirnya bola-bola matanya mengedar pandangan.

'Cho Kyuhyun' batinnya tatkala melihat Kyuhyun yang duduk di bangku bersama seseorang. Siwon mencibir, 'Akrab sekali...'

Bukannya tidak suka atau bagaimana, ia hanya lebih suka kalau Kyuhyun sendiri, terpojokkan, tidak punya teman. Yah, terdengar sedikit kejam. Tapi itu lebih baik. Dari pada melihat Kyuhyun bercengkrama dengan pemuda yang terlihat sok akrab.

Siwon tahu betul, dari awal Kyuhyun bersekolah di sini, dia memang tidak punya banyak teman. Sering kali Siwon melihat Kyuhyun pergi berdua dengan temannya yang pendek. Entah siapa namanya. Mungkin itu memang temannya satu-satunya.

Dan Siwon tahu fakta bahwa, Kyuhyun selalu mendapat perlakuan buruk semenjak insiden pernyataan cintanya. Sebenarnya, sebagai manusia normal ia merasa bersalah juga. Tapi sisi lain dari dirinya mengatakan kalau akan sangat memalukan kalau ia berusaha menolong pemuda itu. Jadilah ia hanya diam.

Dan melihat Kyuhyun yang seperti ini, Siwon merasa sangat tidak suka. Ia lebih senang melihat Kyuhyun yang selalu sendiri. Dia membenci Kyuhyun, atau..

Dia cemburu?

-oOo-

CEKLEK!

Kyuhyun membuka pintu lockernya. Berniat untuk meletakkan komiknya yang baru saja habis terbaca. Baru saja ia menyadari, ternyata lockernya begitu penuh dengan komik. Mungkin nanti ia akan membawanya pulang.

Matanya tiba-tiba tertuju pada kertas putih yang tergeletak di antara komik-komiknya.

CHO KYUHYUN, GAY MENJIJIKKAN.

Kyuhyun menghela napasnya. Ia sudah terlalu biasa diperlakukan seperti ini. Maka ia hanya meremas kertas itu dan berniat membuangnya ke tong sampah.

Kyuhyun tersentak begitu ia menutup lockernya. Sepasang mata menatapnya nyalang.

.

.

Beberapa menit lagi bel berbunyi. Siwon sudah berniat untuk kembali ke kelasnya di lantai 2. Tiba-tiba matanya menangkap bayangan Kyuhyun yang tengah membuka lockernya. Entah perintah siapa, kaki-kakinya membawanya menuju Kyuhyun.

BRAK!

"OH!" Kyuhyun menjerit kaget begitu mendapati Siwon sudah berdiri bersandar pada locker disebelahnya. Matanya menatap tajam bagai burung elang.

"S-Siwon sunbae.."

"Kau bilang kau menyukaiku. Seharusnya kau tidak boleh berdua dengan orang lain!" tukasnya.

Kyuhyun terpaku. Matanya mengerjab-erjab bingung. Apa maksudnya?

Siwon berbalik arah untuk kembali ke kelasnya. Sebelum menaiki tangga, ia membalikkan tubunya, "Jangan pernah mendekati siapapun kecuali aku." Ucapnya kemudian.

Namun, bel sudah terlanjur berbunyi, meredam kalimat yang terakhir Siwon ucapkan.

"Tadi dia bilang apa? Aku tidak dengar." Gumam Kyuhyun

-oOo-

Setelah selesai menghabiskan makan malamnya, Siwon berpamitan untuk menuju kamar. Mau belajar, alibinya. Huh, padahal begitu sampai dia di kamar, bukan buku yang dia pegang.

Begitu sesampainya ia di kamar, matanya terpaku pada beberapa potong pakaian yang teronggok di tempat tidurnya. Pakaian yang Kyuhyun pinjamkan. Ah, maksudnya yang Kyuhyun pinjam dari Zhoumi untuknya. Niatnya, tadi di sekolah dia akan mengembalikannya. Tapi sifat lupanya kambuh lagi.

Tiba-tiba saja Siwon merasa ingin sekali bertemu Kyuhyun. Entahlah, hanya ingin saja. Maka tanpa pikir panjang, segera dimasukkannya potongan baju itu ke dalam tas, dan menyambar kunci mobil barunya.

-oOo-

Kalau tidak salah, memang ini apartemen milik Kyuhyun. Yah, kalau Siwon tidak salah ingat. Pasalnya, dia memiliki sedikit masalah pada daya ingatnya.

"Ketuk, atau tidak, ya?" gumam Siwon

Siwon menarik napas dalam-dalam. Tangannya terangkat ke udara. Begitu tangannya hampir menyentuh pintu, pintu itu tiba-tiba terbuka. Oh, hampir saja Siwon mengetuk hidung orang yang membuka pintu.

"Cari Kyuhyun?" tanya orang itu tanpa basa-basi.

Siwon mengangguk canggung. Sebenarnya ia tak asing dengan wajah orang itu. Tapi mau bagaimana lagi? ia tak pernah berbicara sepatah katapun pada pemuda di depannya itu. Bukan salahnya kalau ia berubah canggung.

"Kau Choi Siwon?" pemuda itu menyandarkan punggungnya pada kisi pintu sembari menatap Siwon dengan pandangan menyelidik.

Alih-alih menjawab, Siwon hanya mengangguk mengiyakan.

"Zhoumi ge! Cepatlah sedikit! Filmnya sudah mau mulai!"

Siwon melongok ke dalam. Itu bukannya suara Kyuhyun?

"Kyuhyun-ah! Ada yang mencarimu!" teriak Zhoumi

Beberapa saat kemudian terdengar langkah lari dari dalam apartemen. Siwon tersenyum begitu sudah mendapati Kyuhyun yang melongok dari dalam apartement.

"Siwon sunbae, ada apa?" tanya Kyuhyun

Siwon mengangkat tasnya, "Baju yang kau pinjamkan padaku. Terimakasih banyak!"

"Oh..." Kyuhyun meraih tas dan menyerahkannya pada Zhoumi, "Bajumu tuh!"

Siwon terhenyak, oh, ternyata itu orang yang meminjaminya baju. Siwon membungkukkan badannya formal, "Terimakasih, Jomi-ssi!"

Kyuhyun tertawa cekikikan, "Jomi-ssi" bisiknya pada Zhoumi.

"Aku dan Zhoumi ge sedang menonton DVD bersama. Kau mau ikut?"

-oOo-

Menonton bersama Kyuhyun dan Zhoumi bukan tawaran yang buruk sebenarnya. Tapi Zhoumi? Akh! Pemuda itu duduk diantara Siwon dan Kyuhyun. Siwon sedikit tidak nyaman sebenarnya. Ia terlihat seperti orang ketiga karena Zhoumi selalu mengakrabkan diri dengan Kyuhyun. Yah, sebenarnya Kyuhyun pun tak begitu mendiamkannya. Hanya saja, rasanya sangat tidak menyenangkan.

"Ah! Seharusnya orang itu berlari saja! Bukan diam seperti itu!" tukas Kyuhyun

"Akh!"

Kyuhyun melongokkan padangannya melewati Zhoumi, "Siwon sunbae, kau baik-baik saja?" tanyanya pada Siwon yang terlihat lebih banyak diam.

"Aku baik-baik saja." Kyuhyun mengangguk-angguk.

"Gege, geser dong, aku mau di tengah!" seru Kyuhyun

"Ya! Di situ kan sama saja." Jawab Zhoumi

"Aku merasa merinding di pinggir. Aku mau di tengah. Minggir!"

Mau tidak mau, Zhoumi harus mengalah, bukan? Akhirnya Kyuhyun pun mendudukkan dirinya di tengah-tengah antara Zhoumi dan Siwon.

"Nah, begini lebih baik." Gumam Kyuhyun

Siwon tersenyum menang. Tampaknya setelah ini baru akan menyenangkan.

Entah kenapa sekarang giliran Zhoumi yang merasa merinding. Padahal alasannya ngotot duduk di tengah kan agar dia tidak ketakutan. Kenapa sekarang masih di pinggir juga?

-oOo-

Acara menonton bersama itu berakhir dengan Kyuhyun dan tertidur di pundak Siwon. Siwon tidak keberatan sebenarnya. Hanya saja, jantungnya itu lho yang tidak bisa diajak berkompromi. Sebenarnya Siwon berniat untuk mengangkat Kyuhyun menuju kamarnya. Namun tampaknya Zhoumi merasa tak enak kalau Siwon melakukannya. Makanya, Zhoumi pun mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun sampai Kyuhyun bangun. Dan, yah, Siwon berpamitan pada mereka berdua. Ia harus segera pulang. Sudah hampir pukul 10 malam, dan ayahnya setelah ini pasti akan membunuhnya.

"Dari mana saja, Siwon-ah?" suara baritone rendah nan tegas terdengar begitu Siwon masuk ke dalam rumahnya.

Bagai maling tertangkap basah, Siwon langsung menghentikan langkahnya dan membungkuk formal.

"Sudah berkali-kali kukatakan padamu untuk tidak pulang selarut ini, kan?! Aish, mau jadi apa kau kelak, huh?!"

"Iya, abeoji. Maafkan aku."

Akhirnya terdengar desah napas lelah sebelum akhirnya, "Aku harap ini yang terakhir kalinya, Siwon-ah. Aku sudah benar-benar lelah melihat kelakuanmu yang tidak pernah berubah. Hhh... kembalilah ke kamarmu, dan tidur."

"Aku mengerti, abeoji. Terimakasih." Ucap Siwon sebelum membungkukkan tubuhnya dan melesat menuju kamarnya.

-oOo-

"Kau payah, masa baru begitu sudah mengantuk? Cih.."

"Filmnya membosankan. Ugh! Jangan memanggilku payah, Mr. Sok Bisa!" seru Kyuhyun seraya mendorong pelan tubuh Zhoumi yang tinggi semampai.

"Uh, kau tahu, semalam Siwon hampir menggendongmu." Tukas Zhoumi

Kyuhyun langsung menutup buku yang sedari tadi ia baca, "Benarkah?" aih, wajahnya memerah.

"Tapi aku melarangnya."

Bagai dunia runtuh, mood Kyuhyun yang awalnya sudah di puncak kini turun drastis, "Ya! Kau ini! Kenapa di larang?!" Kyuhyun mengguncang-guncangkan tubuh Zhoumi seolah-olah segala kesialannya di dunia ini Zhoumi-lah penyebabnya.

"Kau ini tahu diri sedikit, Mr. Fat Cheeks!" Zhoumi membenarkan seragamnya yang mulai awut-awutan, "Siwon bisa patah tulang begitu menggendongmu!"

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, "Tapi biasanya kan kau yang menggendongku. Kau tidak pernah patah tulang, bukan?"

Zhoumi memutar bola matanya malas, "Itu terpaksa. Lagipula aku tidak enak dengan Siwon."

"Ukh!" Kyuhyun memukul bahu Zhoumi dengan keras, "Kau ini menyebalkan sekali!"

Semenyebalkan apapun Zhoumi, toh pada akhirnya Kyuhyun masih mau juga berteman dengan Zhoumi.

-oOo-

"Kyuhyun-ah, kau ada waktu hari ini?"

Kyuhyun mengangguk, "Aku ada waktu sampai nanti sore, sunbae"

Siwon tersenyum, "Tunggu aku di halte, okay? Aku akan menjemputmu!"

Kyuhyun mengangguk. Dalam hati ia bersorak. Siwon sunbae mengajaknya pergi, dan ini bukan mimpi.

-oOo-

Sebenarnya bukan karena matahari yang terlalu terik atau udara yang begitu dingin yang membuat pipi Kyuhyun merona merah. Cuaca hari ini baik-baik saja. Tidak terlalu panas, tidak juga dingin. Sejuk iya. Yang membuat wajah Kyuhyun merah tak lain dan tak bukan memang Siwon. Pemuda tampan itu terus menggandengnya kemanapun langkah mereka menuntun.

Otak Kyuhyun mendengungkan...

Siwon mengajaknya ke Lotte World

Siwon mengajaknya ke Lotte World

Siwon mengajaknya ke Lotte World

Siwon mengajaknya ke Lotte World

Siwon meng—

Okay, Kyuhyun mulai berlebihan.

"Mau permen kapas?" Siwon menawarinya layaknya anak kecil berumur 5 tahun. Tapi Kyuhyun memang merasa sebagai anak 5 tahun sekarang, dan ia mengiyakan tawaran Siwon.

Langsung saja Siwon menarik Kyuhyun ke arah si penjual permen kapas.

"Ahjussi, tolong permennya dua." Siwon mengisyaratkan kepada si penjual permen kapas dengan 2 jari tangannya, "Ah, gamsahamnida"

Kyuhyun tersenyum senang. Ia lalu mencomot sedikit permen pinknya dan memasukkannya ke mulut. Ia tertawa senang merasakan sensasi lelehan permen kapas di ujung lidahnya.

"Kau mengingatkanku pada permen kapas, Kyuhyun-ah..."

Kyuhyun menoleh dengan pipinya yang merona.

"Aha, pipimu sangat lembut dan pink seperti permen kapas." Seru Siwon seraya mencubit pipi Kyuhyun.

Kyuhyun meringis dengan senyum malu-malunya, "Sunbae ada-ada saja..."

Sore itu segalanya terasa lebih cerah bagi Kyuhyun. Lebih cerah dari biasanya.

-oOo-

"Ah, terimakasih banyak, sunbae.." Kyuhyun menundukkan tubuhnya dalam-dalam. Siwon mengantarnya pulang sampai apartementnya. "Mau mampir sebentar? Kurasa kita bisa makan malam di tempatku."

Siwon tersenyum. Dia menggeleng singkat. "Lain kali mungkin lebih baik. Kau pasti lelah Kyuhyun-ah."

Kyuhyun mengangguk, "Jangan sungkan-sungkan main ke tempatku." Ujarnya singkat, "Aku masuk dulu, sunbae. Terimakasih banyak atas hari yang menyenangkan ini."

Siwon mencengkal tangan Kyuhyun, "Tunggu dulu.."

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Bermaksud untuk bertanya tentu saja. Tapi pertanyaannya sama sekali tak terjawab.

Siwon meletakkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun. Perlahan jemarinya merayap hingga ke perpotongan leher Kyuhyun, dan di kedua sisi rahang pemuda yang lebih pendek darinya.

Napas Kyuhyun tercekat. Seperti ada yang mengganjal di tenggorokannya. Jantungnya berdetak sangat cepat. Rasanya jantungnya sudah ingin melompat saja keluar dari rusuknya. Pembuluh darahnya terasa melebar dan darahnya berdesir hebat.

Siwon menundukkan kepalanya.

Semakin dekat...

Semakin dekat...

Kyuhyun bisa merasakan napas Siwon berhembus panas di hidungnya.

Semakin dekat...

Kedua mata Kyuhyun terpejam menanti-nanti. Hingga kemudian ia merasakan belahan bibir menempel lembut di bibirnya sendiri.

Siwon menciumnya.

Siwon menciumnya dengan lembut. Sangat lembut malahan. Otak Kyuhyun terasa berputar-putar. Ia merasa pusing. Perutnya terasa aneh dan geli. Jantungnya pun berdetak lebih cepat dari beberapa detik yang lalu. Semua sendinya terasa melemas. Dan ia seperti meleleh.

Tak jauh berbeda dengan Kyuhyun. Siwon-pun merasakan hal yang sama. Perasaan senang tak tergambarkan. Ia makin memperdalam ciumannya, dengan kedua lengan Kyuhyun yang berada dalam dadanya, meremas kaosnya lembut. Ia makin memperdalam ciumannya, melumatnya lembut, menginvasi segala yang ada dalam mulut manis Kyuhyun. Lidahnya bergelut dengan lidah Kyuhyun. Leguhan-leguhan kecil terdengar dari keduanya.

Siwon melepas sebentar ciumannya. Hanya sedetik, lalu ia kembali menyambut bibir yang sudah seperti candu baginya. Mengecupi bibir itu berkali-kali, bahkan sampai wajah Kyuhyun. Bibirnya makin turun hingga ke leher, dan perpotongan bahu Kyuhyun. Lalu setelah itu naik lagi dan melumat bibir yang menyalurkan ektasi ke pembuluh darah Siwon.

Kyuhyun makin erat meremas kaos Siwon hingga kusut. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Ia hanya bisa menikmati apa yang Siwon berikan, serta membalas sebisanya. Ini memang bukan pengalaman pertamanya. Tapi ini pengalamannya yang paling hebat.

Akhirnya Siwon benar-benar melepas tautan kedua bibir itu. Napasnya terengah-engah. Sejenak kemudian raut bingung terpancar di wajahnya, "Ma-maafkan aku."

Kyuhyun mengerti. Sebenarnya kecewa juga dengan ekspresi Siwon setelahnya. Wajah Siwon mengatakan kalau apa yang mereka lakukan hanyalah kesalahan semata. Tidak ada yang benar dari perbuatannya.

"Bukan masalah. Lupakan saja."

Siwon tersenyum kecut.

"A-aku masuk dulu, selamat malam."

Ketika Kyuhyun berbalik untuk melangkahkan kakinya memasuki apartementnya, ia mendengar derap langkah di belakangnya. Lalu tak lama kemudian sepasang lengan kekar memeluk tubuh kurusnya. Hembusan napas hangat terasa kental di leher Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah, saranghae..."

.

.

TBC

Annyeong! Ini dia chap 2-nya. Gimana?

Konfliknya belum terasa yah? Ah, saya mau mengucapkan maaf lahir batin bagi yang merayakannya. Mungkin chap 3 bakalan lama update karena mudik! :p Dan makasih juga buat ucapan selamat ulang tahunnya. :D selamat ulang tahun juga buat siapa aja yang berulang tahun. :D

Thanks to whoever review this story! I love you all!