Minho mengecek satu persatu kamar mandi pria yang ada di antero sekolahnya. Sampai pada kamar mandi ke lima di sekolahnya ini pun Kyuhyun masih belum tampak.

Dan sekarang, kamar mandi pria terakhir yang belum ia cek. Ia bertekad, kalau Kyuhyun tak ada dalam kamar mandi ini, ia akan kembali ke kelasnya dan mengatakan pada gurunya kalau Kyuhyun menghilang.

Minho meraih kenop pintu kamar mandi terakhir itu.

CEKLEK!

"Cho Kyuhun?!"

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

It's Hard

Part 4

Author: Cho Eun Hye / LKyuLala

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Main Pair: WonKyu!

Genre: Romance

Rating: I don't know. Almost M rated. But, ah, I don't know. T maybe?

Desclaimer: Siwon belong to Kyuhyun. Kyuhyun belong to me! :p Oh no! Kyuhyun belong to Siwon. :D

A/N: YAOI! Don't Like? Read it first, then you'll know you like it or not. I don't know the good title for this fanfic. So, I was titling this fic with that weird title. Oh my God!

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

"Cho Kyuhun?!"

Minho menatap Kyuhyun yang tengah merapikan rambut dan bajunya.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Minho dengan acuh.

"Aku memotong rambutku yang terkena permen karet." Jawab Kyuhyun innocent, "Apa Lee Seongsaengnim sudah datang?"

Minho memutar bola matanya, "Tentu saja. Lekaslah ke kelas. Atau kau akan mati di tangannya."

Kyuhyun tersenyum tipis. Dia berjalan mendahului Minho yang tertinggal di belakangnya.

Minho memandangi cutter yang tergeletak begitu saja di tanah.

"Apa orang aneh itu membuang cutternya begitu saja setelah ia pergunakan memotong rambutnya?" gumamnya sebelum akhirnya melangkah acuh.

-oOo-

Kyuhyun yakin Lee Seongsaengnim tidak akan membuatnya mati saat itu juga. Maka ia hanya tersenyum manis pada guru pengampunya begitu ia memasuki kelas.

"Maafkan saya seongsaengnim. Baru saja dari kamar mandi." Tukas Kyuhyun.

Lee seongsaengnim itu tersenyum, "Duduklah. Aku tidak mau hal ini terulang untuk kedua kalinya, mengerti?"

Tebakan Kyuhyun benar, guru itu tidak akan membuatnya mati hanya karena terlambat satu kali masuk ke kelas. Maka ia pun membungkuk sebentar pamit untuk menuju bangkunya.

BRAKK!

Kyuhyun jatuh tersungkur. Ia menatap pemuda yang menjegal kakinya. Pemuda itu mengalihkan matanya ke segala arah, bertingkah seolah tak terjadi apa-apa. Beberapa dari murid di kelas itu tertawa keras. Tapi ada juga yang bertingkah acuh.

Lee seongsaengnim yang tengah menuliskan soal latihan di papan tulis pun berbalik untuk melihat keadaan. Seketika itu pula, seluruh penjuru kelas terasa hening. Mereka hanya menunduk sembari menahan tawa. Tak ada satupun yang berani mengeluarkan suara. Seolah-olah, satu bisikan saja, bisa membuatmu mati konyol.

"Ya! Ada apa dengamu, Cho Kyuhyun?" tanya Lee seongsaengnim.

Kyuhyun segera beranjak dari jatuhnya. Dia menepuk celana bagian pantatnya, "Aku hanya kurang hati-hati, seongsaengnim. Maafkan aku."

Lee seongsaengnim hanya menggelengkan kepalanya, tapi maklum. Kyuhyun lagi-lagi membungkuk dan menuju bangkunya di pojok. Beberapa murid di kelas itu masih tertawa cekikikan mengingat bagaimana Kyuhyun terjatuh.

-oOo-

Jam istirahat. Seperti biasa, Kyuhyun akan pergi menyendiri, menghindari tatapan-tatapan aneh dari teman-temannya dan ulah-ulah jahil mereka. Ia memandangi saku jas sebelah kanannya yang robek karena tersangkut saat ia jatuh tadi.

"Aish!" jemarinya melongok keluar dari sakunya yang robek. Dia berpikir, mungkin ia akan membelinya lagi nanti di koperasi. Tanpa Kyuhyun sangka, sebuah cincin menggelinding jatuh dari sakunya yang robek.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya memandangi cincin yang terjatuh itu. Lantas ia memungutnya dan mengamati cincin itu dalam-dalam. Seingatnya ia tak pernah menyimpan cincin seperti ini di sakunya. Ia bahkan tidak pernah membeli cincin sebelumnya. Siapa yang memasukkan cincin itu dalam sakunya?

Tiba-tiba otaknya berlari pada kejadian beberapa jam lalu saat Donghae memerangkapnya dalam satu bilik di kamar mandi khusus laki-laki.

.

.

"Hentikan kumohon..." gumam Kyuhyun

"Tidak sampai kita selesai melanjutkan apa yang sempat tertunda" tukas Donghae dengan seringainya

Kyuhyun tidak mengerti, mengapa sunbaenya ini senang sekali mengincarnya. Setaunya ia tak pernah melakukan suatu kesalahan apapun pada pemud di depannya ini.

Tangan Donghae kembali merayap kemanapun ia bisa. Bibirnya terus mengecupi apa saja yang ingin ia kecup. Memberikan kissmark di sekitar bahu Kyuhyun. Donghae bukan orang bodoh yang akan memberikan kissmark di daerah yang dapat dijangkau mata. Maka ia hanya memberikan kissmark di bagian yang akan tertutup saja.

"Ahn..."

Donghae tersenyum menang saat Kyuhyun menggeliat geli di bawahnya. Desahan serta merta keluar dari bibir yang beberapa saat lalu berhasil ia cium. Tangannya beralih menuju celana Kyuhyun yang masih terpasang rapi. Jemarinya meraih pengait celana itu dan menurunkan retsletingnya.

Kyuhyun berusaha untuk mencegah tangan Donghae bergerak lebih jauh. Namun Donghae lagi-lagi menjambak rambutnya geram.

Tes!

Satu tetes air mata turun menuruni pipi gempalnya. Matanya berkaca-kaca. Menatap dalam pada mata pemuda yang beberapa tahun lebih tua darinya.

"Kumohon..." bisiknya terisak. Ia tak sanggup berkata lagi.

Donghae menatap mata kelas Kyuhyun. Kyuhyun sama sekali tidak menduga kalau satu tetes air mata mengalir dari mata Donghae dan jatuh di hidungnya.

"Kau sama sekali tidak mengerti perasaanku..." bisik Donghae dengan suaranya yang berat.

Bibir Kyuhyun setengah terbuka mendengar penuturan dari Donghae. Ia tidak percaya dengan apa yang Donghae katakan.

"Apa maksudmu?" tanya Kyuhyun lirih.

Donghae melepaskan jambakannya pada Kyuhyun. Ia memilih untuk mengancingkan kembali kemeja Kyuhyun yang sempat ia buka dari pada menjawab pertanyaan yang Kyuhyun layangkan padanya.

"Kau bisa mengancingkan celanamu sendiri?" tanya Donghae

Kyuhyun terkesiap. Ia mengangguk malu seraya bangkit dari duduknya. Donghae menggedor pintu bilik itu dan kemudian bilik itu terbuka.

"Kau sudah selesai? Kenapa cepat sekali?" tanya salah satu dari teman Donghae yang berjaga.

Alih-alih menjawab, Donghae malah berjalan acuh tanpa mengiraukan pertanyaan demi pertanyaan yang teman-temannya berikan.

Kyuhyun menatap dirinya di cermin, hampir saja, pikirnya. Ia pun merapikan pakaiannya dan rambutnya yang acak-acakan.

Lalu tiba-tiba Minho masuk dan mengatakan kalau Lee seongsaengnim menunggunya.

.

.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Ia sungguh bingung dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Semuanya terasa begitu membingungkan. Tapi Kyuhyun tak bisa membohongi dirinya sendiri tatkala ia merasakan sedikit rasa senang terselip di hatinya, mengetahui bahwa ternyata ada juga orang yang mau menyukainya di saat orang-orang memusuhinya.

Kyuhyun memandangi lagi pada cincin misterius yang dia dapat. Apa Siwon yang memberikannya sebagai kejutan? Seingatnya ia tidak pernah bertemu dengan Siwon tiap kali mengenakan seragam seperti ini.

Lalu siapa?

Ah, akhirnya Kyuhyun menyerah juga. Yah, tidak buruk juga menyimpan cincin ini. Mungkin saja ternyata benar Siwon yang memberikannya. Kyuhyun kan tidak tahu juga.

-oOo-

Memang, semenjak mereka resmi berkencan beberapa hari yang lalu, Kyuhyun dan Siwon tidak pernah pulang bersama. Siwon sudah terlalu sibuk dengan club basketnya yang sebentar lagi akan bertanding dalam event antar sekolah.

Kyuhyun tidak mau menuntut Siwon macam-macam. Berhubungan seperti ini pun ia sudah sangat senang. Lagi pula, tiap malam Siwon selalu datang mengunjungi apartemennya. Yah, terkadang sih untuk belajar bersama. Apalagi ada Zhoumi yang setingkat dengannya. Karena jujur saja, Siwon tidak begitu pandai dalam bidang eksak dan lebih condong ke arah hafalan.

Beruntung sekali Kyuhyun adalah master pelajaran eksak, sehingga bahkan pelajaran 2 tingkat di atasnya diapun sudah menguasainya karena dia sempat mengikuti berbagai olimpiade mata pelajaran eksak.

Tapi malam ini sengaja Siwon ingin bermalas-malasan dengan Kyuhyun di apartemennya. Dia datang ke apartemen Kyuhyun ketika jam menunjukkan angka 6. Club berakhir sejak 1 jam yang lalu.

"Lihat apa yang kubawa!" seru Siwon sembari menenteng tas plastik di tangannya tinggi-tinggi, "Aku membawakanmu es krim!"

Kyuhyun terkekeh geli. Ia meraih es krim itu dan menarik Siwon masuk.

Siwon mendudukkan dirinya di sofa depan TV. Begitu pula Kyuhyun. Ia sempat pergi ke dapurnya untuk mengambil 2 sendok, dan akhrinya kembali lagi di samping Siwon.

"Kali ini aku tidak mau belajar..." ujar Siwon manja. Ia menyenderkan kepalanya ke bahu Kyuhyun.

Kyuhyun mengacak-acak rambut Siwon, "Alright. Kita tidak akan belajar malam ini."

Siwon mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun. Ia meraih kalung yang melingkar di leher Kyuhyun. Siwon mengangkat sebelah alisnya dengan maksud bertanya.

"Ini cincin siapa? Seingatku aku tidak pernah melihatmu mengenakannya." Tanya Siwon sembari menimbang-nimbang cincin yang menjadi bandul dari kalung itu.

Kyuhyun mengedikkan bahunya, "Aku mendapatkannya dari sakuku. Cincin ini ada begitu saja."

Siwon tak berkomentar apapun lagi. Ia hanya tersenyum simpul dan beranjak membuka es krimnya.

"Whuaa! Ini tampak lezat!" tukas Kyuhyun. Ia pun meraih sendok dan menyuapkan sesendok es krim ke dalam mulutnya, "Benar-benar lezat!"

Kyuhyun menyendokkan satu sendok es krim dan menyuapkannya pada Siwon. Siwon mengangguk-angguk sembari menunjukkan dua jempolnya.

"Aku punya cara yang lebih seru untuk makan es krim. Kau mau mencobanya?"

Kyuhyun mengernyitkan dahinya, "Memangnya bagaimana?"

Alih-alih menjawab, Siwon merebut sendok dari tangan Kyuhyun. Dia pun menyuapkan sesendok es krim ke dalam mulut Kyuhyun. Setelah itu, ia menarik tengkuk Kyuhyun dengan tangannya yang bebas, mengunci bibir Kyuhyun dengan bibirnya. Siwon menggigit bibir bawah Kyuhyun untuk meminta akses lebih. Begitu mulut itu terbuka, dengan senang hati Siwon menyesap es krim yang sudah meleleh di dalam mulut Kyuhyun.

Siwon melihat ekspresi Kyuhyun yang terkejut ketika Siwon melepaskan ciumannya, "Menikmati es krim seperti itu terasa lebih menyenangkan daripada dengan cara yang biasa." Tukasnya seraya menyeka es krim yang meleleh dari sudut bibir milik Kyuhyun.

-oOo-

Senang rasanya hari ini Kyuhyun bisa pulang bersama dengan Siwon. Berkali-kali Siwon melontarkan kelakarnya yang tak ayal membuat Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal.

"Sampai sekarang Jiwon masih takut kalau mendapatkan kado dariku. Dia pikir itu akan selalu berisi kodok." Tukas Siwon seraya menahan tawanya.

Kyuhyun menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya, "Kau benar-benar kakak yang jahil!"

"Kau harus melihat ekspresi jeleknya tiap kali aku memberinya kado!"

Kyuhyun terkekeh, "Ya, kurasa aku memang harus melihatnya."

Siwon menghentikan tawanya, "Di depan nanti ada kedai es krim favorit Jiwon. Kau mau mencobanya? Bukankah kau sangat menyukai makanan manis?"

Kyuhyun mengangguk bersemangat, "Tentu saja aku mau!"

.

.

Siwon memesankan es krim untuk Kyuhyun dalam ukuran jumbo. Kyuhyun sendiri yang memintanya. Dan itu adalah vanila. Rasa kesukaan Siwon juga.

"Kurasa kita benar-benar cocok!" ujar Kyuhyun ketika ia tahu bahwa ia dan Siwon memiliki selera yang sama.

Siwon tertawa sembari mengusuk rambut kecokelatan nan halus milik Kyuhyun, "Tentu saja kita cocok. Semua orang tahu akan hal itu!"

Pada akhirnya Siwon hanya memesan satu cup kecil es krim vanila.

"Kyuhyun-ah, makanlah dengan pelan-pelan. Kau memakan es krimmu seperti es krim itu akan menghilang dalam hitungan detik."

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, "Aku memang seperti ini kalau makan es krim"

Siwon terkekeh geli, ia mencubit sebelah pipi Kyuhyun dengan gemas, "Ah, kau begitu menggemaskan! Aku tidak tahan untuk menciummu!" Siwon mendekatkan dirinya pada Kyuhyun.

Kyuhyun refleks menjauh dan menghadang wajah Siwon dengan tangannya, "Jangan di sini! Ini tempat umum. Mereka bisa mengusir kita."

Siwon mendesah kecewa, "Padahal kan cuman sedikit..." gumamnya seraya menyendokan es krim ke dalam mulutnya.

"Sedikit atau banyak, tetap saja ini di tempat umum. Aku tidak mau menanggung malu karena di usir dari sini."

Tapi kemudian Siwon menyeringai nakal, "Bagaimana kalau kita melakukannya di apartemenmu saja?"

"Ya!"

Bola mata Siwon membesar tatkala ia melihat seseorang yang familiar duduk di meja seberang.

"Sial!" desisnya. Dunia pasti akan mengejeknya kalau tahu dia berkencan dengan Kyuhyun.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun heran dengan Siwon yang mulai salah tingkah.

"A-aku... Aku harus ke kamar mandi sekarang!" ujar Siwon cepat, "Hm! Aku ke kamar mandi dulu, okay? Tunggu di sini!"

Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah Siwon yang aneh sebelum akhirnya mengedikkan bahunya dan memutuskan untuk kembali menikmati es krimnya.

-oOo-

Siwon berjalan menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa. Pikirannya kalut, takut kalau-kalau ada yang lihat. Ia memutuskan untuk bersembunyi di dalam salah satu bilik kamar mandi. Paling tidak sampai kira-kira Minho—orang yang duduk di seberang mejanya sekaligus sepupunya pergi. Ia yakin, Minho tidak akan betah di tempat seperti itu kalau bukan karena adik perempuannya yang merengek-rengek.

"Hhhh..." Siwon mendesah lega tatkala ia sudah sampai di salah satu bilik kamar mandi. Di sini untuk beberapa waktu sepertinya tidak terlalu buruk.

-oOo-

Minho menatap sebal pada adik perempuannya yang terpaut 4 tahun darinya. Adik perempuannya yang kini masih duduk di sekolah dasar.

"Cepatlah sedikit, atau aku akan meninggalkanmu!" tukas Minho tak sabar.

Sooyoung, adiknya mengerucutkan bibirnya sebal, "Ya! Kau sudah berjanji untuk menemaniku makan es krim di sini kalau aku mengalahkanmu dalam game itu. Kau harus menepati janjimu!"

Minho langsung nelangsa. Mengingat kenyataan bahwa ia kalah dalam game dengan adiknya yang masih duduk di sekolah dasar karena joysticknya rusak.

"Kau curang saat itu. Kau merusak joystickku!"

Sooyoung menjulurkan lidahnya, "Kau saja yang memang tidak pandai. Tidak usah mencari alasan. Kalah tetaplah kalah!" serunya, "Kau tetap harus menepati janjimu. Seorang pria tidak pernah mengingkari janjinya!"

Minho memutar bola matanya sebal. Pikiran adiknya ini terlalu seperti orang tua. Tapi sikapnya sungguh seperti bocah TK.

"Ah, oppa! Aku ingin ke kamar mandi sebentar."

"Tsk! Mau kutemani, tuan putri?" tanya Minho dengan nada ogah-ogahan.

"Tidak, karena aku yakin kau akan mengintipku!" kalimat terakhir Sooyoung sebelum akhirnya memutuskan untuk berlari ke kamar mandi membuat Minho makin sebal.

Minho mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kedai itu. Matanya tertuju pada sosok yang sepertinya begitu familiar untuknya.

"Kenapa dia lama sekali?"

Samar-sama ia mendengar orang itu bergumam.

"Cho Kyuhyun?" ujarnya pelan.

Sosok familiar itu tampaknya mendengar ucapan Minho. Maka Minho pun terbukti benar karena begitu sosok familiar itu membalikkan dirinya, itu ternyata memang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun terkesiap melihat sosok Minho, ketua kelasnya. Ia ingin menyapa, tapi takut kalau Minho akan mengacuhkannya seperti kebanyakanm anak lainnya. Maka yang ada ia pun diam saja dan kembali membalikkan tubuhnya.

Minho tak tahu mengapa seorang Cho Kyuhyun bisa ada di tempat seperti ini. Pikiran nakalnya mengatakan kalau Kyuhyun tersesat di kedai ini. Karena baginya, seorang Cho Kyuhyun seperti tidak akan pernah datang ke tempat macam ini.

Dan lagi, apa Minho tidak salah dengar kalau Kyuhyun tengah menunggu seseorang? Ia pikir Cho Kyuhyun tidak punya satupun teman di dunia ini. Pikirnya meremehkan.

-oOo-

Siwon merasa ia sudah cukup lama berada di dalam toilet. Maka akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Setelah memastikan keadaan sekitarnya aman, dia pun melangkahkan kaki dengan mantap keluar dari kamar mandi laki-laki.

Tapi...

BRAK!

"Ugh!"

"Siwon oppa?"

.

.

TBC

Ahaha, well, I'm back. Kurasa aku nggak telat kan update ficnya. Biar nggak tepat seminggu, tapi kan 'kira-kira'. :p

Hayo, yang kemarin bertanya-tanya, nasib Kyu jadinya gimana ya? Akhirnya terjawab juga kan di chapter 4 ini?

Dan wow, begitu banyak reader baru. Annyeong! Entah baru beneran, apa namanya yang ganti aku nggak tau! :D tapi di-hallo-in aja deh...

Dan reader setiaku, I love you. (apa banget)

Big thanks to:

Everlasting FujoshiHalva | ucha lovewonkyu | kyu love malinda | rememberWon | gaemer | Simbaa | AbracaForte | ciwonie | mystwazowsky | lalalala | 333LG | GaemRa Kyu-Uke | uKyu | KMaknae | 4vitaMINelF | Irma407203 | meymeywonkyu | Guest | VINvin | WonKyuBi | GyuRiGyu | 8cloud3024 | 4kyukyu712 | 1013 | sansan | astri | meyminimin | Jinhee | Ifa Cho-i | Maknaelovers | Fuyu no Sakura | tieSparKYUhyun | Babykyu | unyuhunyuh | Sytadict | anin lovewonkyu | Blackyuline | Icha-chan | Rachma99 | rikha-chan | me lovewonkyu | yolyol | ukekyushipper | youngelfe | Babykyupa | Fitri MY | Dongdonghae | Choi Kyuhwa | alcici349 | mrs. ChoKyu

Who gave me review on chapter 3

And thanks to whoever read and view this fic.

I really glad that you happy to read my fiction.

At least, mind to review?

With Love,

Cho Eun Hye