"Aku tahu ini pengalaman pertamamu menjadi Appa. Tapi tenanglah. Kyuhyun-ah jauh lebih panik darimu sebenarnya. Jadi kau harus menenangkannya agar dia bisa menjalani operasi tanpa tekanan." Nasehat dokter Huang.
"Ne dokter. Kamsahamnida." Changmin membungkukan badanya dan dokter Huang berlalu meninggalkan Changmin.
.
.
.
Mrs Kim siFujoshi
Present
~ ChangKyu Love Story ~
Kelahiran Baby ChangKyu ^^
Changmin!seme Kyuhyun!uke
Genre : romantis, drama, fluffff, M-Preg
Rated : T
Maaf kalau M-Preg saya aneh. Saya sendiri gak begitu ngerti sebenarnya, jadi ini percobaan pertama saya, heheheee
.
.
.
Enjoy Reading Reader-san *smile
.
.
"Untuk kali ini saja Kyu, aku mohon jangan membantahku." Ucap Changmin dengan nada lelahnya. Lelah berdebat dengan sang 'istri' yang kini berbaring diranjang VIP room Seoul hospital.
"Tapi Min-ah, akan sangat membosankan disini." Jawab kyuhyun dengan bibir pouty nya. Tetap 'ngeyel' gak mau bed rest di RS.
"Kata dokter Huang kontraksimu akan tiba sewaktu-waktu. Kami hanya meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan Kyu. Mengertilah." Changmin mulai menggunakan nada tegasnya. Tapi tetap saja tersirat kelembutan didalamnya.
"Ishhh... ne ne arraso." Kyuhyun menunduk dengan tetap mempoutkan bibirnya. Jemarinya memainkan ujung selimutnya. Selimut Super Junior yang dibawakan Umma Shim.
Changmin berjalan pelan mendekati Kyuhyun. Duduk dipinggir ranjang dan tangannya terulur untuk mengusap kepala Kyuhyun.
"Percayalah padaku. Kau akan baik-baik saja disini. Aku akan menemanimu setiap hari. Kau tahu kan ini ruang VIP, aku bisa pindah kamar kesini." Bisik Changmin setelah menarik tengkuk Kyuhyun dan menyatukan kening mereka. Dan diakhiri dengan cengiran khasnya.
"Janji?" Kyuhyun menyodorkan jari kelingkingnya.
Changmin tersenyum lembut, "Janji." Melingkarkan kelingkingnya pada kelingking Kyuhyun.
.
.
Dan benar saja. Changmin seperti pindah rumah kerumah sakit. Malah VIP room Seoul hospital sudah seperti hotel saja. Seperti malam ini, Changmin yang memang mengharuskan dirinya sendiri pulang sebelum makan malam, langsung menuju rumah sakit setelah membeli makan malam untuknya dan cemilan pesanan kyuhyun.
Cklek!
"Selamat malam chagiyaaa..." Changmin berjalan riang kearah ranjang Kyuhyun. Namja manis yang tengah mengandung buah cinta mereka itu sedang menikmati acara tv yang menayangkan video klip Super Junior – Sexy, Free and Single. Kelihatan sekali kalau Kyuhyun sedang fokus mengamati wajah tampan Choi Siwon, member Super Junior yang menjadi biasnya.
"Isshh..." Changmin mendecakan lidahnya. Mengambil remot TV yang digenggam Kyuhyun dan ... bbzzztttt. Layar TV yang dipandang intens Kyuhyun kini menampakan warna hitam. Alias mati.
"Yak! Kenapa mati?" pekik Kyuhyun sebal. Menolehkan kepalanya dan mendapati Changmin menatapnya dengan pandangan menakutkan.
"Eh? Min-ah? kapan kau datang? Heheh ehehee..." Kyuhyun tertawa aneh. Dia tahu banget bagaimana cemburu Changmin ketika kyuhyun ber-fansgirl ria karena Siwon.
"Eh?" Kyuhyun kaget dengan tingkah Changmin saat ini. Changmin yang biasanya akan mendengus kesal dan menjelek-jelekan Siwon, kini malah duduk ditepi ranjangnya dan langsung memeluknya erat.
Changmin menyurukan kepala pada ceruk leher Kyuhyun. Menghirup aroma vanila yang sangat disukainya. "Min-ah, waeyo?" ucap Kyu lembut sambil tangannya mengusap hangat punggung Changmin.
Changmin hanya menggeleng dan bergumam "Aku lelah." Dan tetap menyamankan pelukannya pada Kyuhyun. Yang memang sudah menjadi kebiasaannya ketika dia mulai jenuh dengan segala urusan kantornya.
"Kau akan menjadi seorang ayah yang baik kau tahu? Junmyeon-ah akan bangga mempunyai ayah sepertimu. Seorang ayah yang akan sangat menyayanginya. Seorang ayah yang bisa dia banggakan didepan teman-temannya kelak bagaimana kau sangat memperhatikan ratusan karyawanmu." Bisik Kyu dengan senyum lembutnya dan pandangan menerawangnya.
Awalnya Changmin mendengarkannya seolah mendengarkan lullaby, tapi pada akhirnya dia tersadar dengan satu hal asing yang sebenarnya membuatnya tersenyum simpul. Sebuah nama yang diucapkan Kyu terdengar asing tapi juga menggetarkan hatinya.
"Junmyeon-ah?" Changmin melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun penasaran.
"Nde." Kyu mengangguk lucu. "Shim Junmyeon. Otte?" lanjut Kyuhyun dengan matanya yang berbinar.
"Aku suka namanya. Terdengar manis dan tampan. Dia bisa menjadi seme dan uke mungkin." Ucap Changmin yang pada kalimat terakhirnya diakhiri dengan cengiran nakalnya.
"Kau tidak berniat mencari menantu seorang gadis ya?" Kyuhyun membalasnya sinis.
"Memang kau punya menantu gadis yang cerewetnya seperti Umma kita? Dan bagaimana kalau Minhyunnie lebih sayang pacar gadisnya ketimbang Mommynya yang manis ini?" Changmin menjawil hidung Kyuhyun.
"No. Itu tidak boleh terjadi." Pekik Kyuhyun tidak rela. "harus aku yang menjadi nomor satu dihati kalian." Lanjut Kyuhyun manja dan memeluk Changmin. Mengusapkan wajah pada dada bidang Changmin.
Changmin tertawa pelan dan memeluk Kyuhyun. Untuk selanjutnya, VIP room ruang rawat Seoul Hospital tempat Kyuhyun menginap terasa hangat dengan obrolon rencana masa depan mereka dengan keluarga kecil bahagianya. Posisi Changmin sudah berpindah menjadi duduk disamping Kyuhyun. Berbagi ranjang rumah sakit yang untungnya lumayan muat untuk dua orang, meski Changmin harus memiringkan tubuhnya.
.
.
Pagi harinya, masih subuh sebenarnya, Changmin terbangun karena erangan sakit Kyuhyun yang menggeliat tidak nyaman serta keringat dingin yang membasahi wajah serta tubuhnya.
"Eerghhh... Min-ah.." Erang Kyuhyun.
"..."
"Aargghhhhh Shim Changmin!" pekik Kyu memanggil suaminya.
Changmin yang tidur disofa tersentak kaget. Bangun dari mimpi yang tidak diingatnya. Melihat Kyuhyun-nya mengerang dan menggeliat menahan sakit membuatnya panik. Yang dia lakukan selanjutnya adalah mengusap kening Kyuhyun dan bergumam panik memanggil nama Kyuhyun dan mengatakan kata cinta.
"Shim Pabo! Panggil dokter!" Pekik Kyuhyun disela erangannya.
"Eh? Ah ne." Changmin bergegas keluar kamar Kyuhyun. Untuk sesaat Kyuhyun menatap punggung Changmin cengo. Dan memutar bola matanya imajinatif. Susah payah diraihnya tombol untuk memanggil perawat. -_-
.
.
Dikoridor rumah sakit, Changmin berjalan tergesa hampir berlari mencari perawat atau dokter dan dari arah berlawan 2 orang perawat nampak berjalan tergesa.
"Ah suster. Kyuhyun.. hahh haa haaa.. Kyuhyun mengerang kesakitan." Ucap Changmin disela nafasnya yang memburu.
"Nde Tn Shim, Kyuhyun-ah – si suster sudah akrab dengan Kyuhyun – sudah menekan tombol daruratnya." Ucap salah satu suster dan bergegas meninggalkan Changmin yang sedang berdiri kaku.
"Mwo? Tombol darurat?" Changmin me-loading informasi dari suster. "Aishhh Plakk.." Changmin menepuk keningnya. "Shim Pabo Min." Changmin merutuki kebodohan dan bergegas kembali keruang rawat Kyuhyun.
.
.
Tanpa peduli dua perawat didalam, Changmin main masuk saja. Untungnya, salah satu perawat yang sudah akrab dengan Kyuhyun sudah memberikan suntikan penghilang rasa sakit untuk Kyuhyun.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Changmin tidak sabaran.
"Kyuhyun-ssi mengalami kontraksi. Aku sudah meminta petugas dibagian informasi untuk segera menelpon dokter Huang. Mungkin nanti siang operasi sesarnya bisa dilakukan." Jelas perawat dengan name tag Park itu.
"Huft.. syukurlah.." Changmin menghela nafas lega. Dilihatnya Kyuhyun sudah tenang dan mulai memejamkan matanya. Efek obat penghilang rasa sakit.
.
.
_siangnya, jam 10 AM_
Ruang rawat Kyuhyun dipenuhi keluarga besarnya. Maksudku benar-benar keluarga besarnya. Ada orangtuanya, mertuanya, Ahra dan Tao, Jinki dan Key serta dokter Huang dan istrinya. Dan tak ketinggalan sang suami tercinta tentu saja.
Tadi pagi setelah Kyuhyun mengalami kontraksi, Changmin dengan paniknya menghubungi Jinki untuk menghandle semua urusan kantor. Dan selang 2 jam Jinki dan Key datang ke rumah sakit dengan wajah panik. Kepanikan juga melanda keluarga Cho dan keluarga Shim. Bahkan Ahra dan Tao yang sedang sarapan dengan keluarga Huang – dokter Huang yang mendapat telpon dari rumah sakit – juga sukses membuat Nyonya Huang mengemas sarapan pagi dengan tambahan beberapa porsi untuk dibawa kerumah sakit. Changmin yang memang kalau sedang stress atau kalut akan lari pada makanan langsung menyikat habis bekal yang dibawa Nyonya Huang. -_-
"Kalau makan pelan-pelan kenapa?" ujar Ahra. Mengangsurkan gelas plastik – yang dia pinta dari kantin – yang sudah diisi dengan teh hangat.
Changmin menerimanya sambil mengangguk. Dan masih saja melanjutkan makannya.
"Kau akan baik-baik saja sayang. Dokter Huang akan melakukan yang terbaik untukmu." Ucap Nyonya Cho sambil mengusap sayang kepala Kyuhyun yang bersandar pada bahunya.
"Iya sayang. Yang penting kau jangan tegang. Maka operasimu akan berjalan lancar. Kau tahu, dulu Umma melahirkan Changmin juga melalui operasi sesar." Kenang Nyonya Shim.
"Benarkah Umma?" Kyuhyun tampaknya tertarik.
"Yaa. Sebenarnya Umma baik-baik saja untuk persalinan nomal tapi karena panggul Umma sempit dan bobot Changmin yang gendut.." "Uhuk uhuk.." – Changmin tersedak – "Umma terpaksa menjalani operasi sesar." Lanjut Nyonya Shim dengan senyum simpulnya.
"Eh? Changmin-ah gendut?" Kyuhyun menatap suaminya aneh. Yang ditatap pura-pura tidak sadar dan tidak dengar – meski tadi sudah tersedak – dengan tetap melanjutkan makannya.
"Nde. Hampir 4,5kg dengan panjang 65cm." Jawab Nyonya Shim dengan tawa kecilnya.
"Wahh pantas saja dia setinggi ini sekarang. Tapi kemana berat badannya dulu?" Nyonya Cho menanggapinya.
"Nah itu. entahlah lari kemana manakan yang dia makan selama ini." balas Nyonya Shim. Menghela nafas panjang.
Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Dia jadi agak rileks sekarang. Mau bagaimana pun juga ini adalah operasi pembedahan pengambilan bayinya dari dalam perutnya. Oh ayolah, membayangkan perutnya dibuka dan tangan-tangan para dokter itu mengaduk perutnya untuk mengangkat bayinya yang berlumuran darah sukses membuatnya pucat pasi dan mual.
Nyonya Shim yang menyadarinya mengerti dengan apa yang dibayangkan Kyuhyun. Tangannya terulur untuk mengusap bahu menantunya itu.
"Kau memang akan dibius lokal dan bisa melihat bagaimana tangan-tangan dokter itu bekerja. Tapi percayalah pada Umma, saat kau mendengar suara tangisnya kau akan merasakan kebahagiaan yang amat sangat." Nyonya Shim tersenyum lembut nan hangat menenangkan menatunya.
Kyuhyun mengangguk lemah. Dengan masih memeluk Ummanya.
Cklekk!
Pintu ruang rawat Kyuhyun dibuka oleh 2 orang perawat.
"Maaf. Ruang operasi sudah siap." Ucap salah seorang perawat.
Dengan enggan Kyuhyun melepaskan pelukannya dari sang Umma. Dengan dibantu Changmin – gendong ala bridal – Kyuhyun berbaring pada ranjang dorong untuk keruang operasi. Setelah yakin Kyuhyun sudah nyaman, Changmin mengusap puncak kepala Kyuhyun dan mengecup keningnya. Mencoba menenangkan kyuhyun. Dan berhasil.
Dengan diiringi keluarga besarnya dan Changmin disebelah ranjangnya yang didorong perawat, mereka sampai diruang operasi. Menunggu dalam keheningan memanjatkan doa. "Semoga tidak ada gunting yang tertinggal dalam perut Kyuhyun." #plakk #efek berita diTV
.
.
Serius nih, saya gak ngerti mesti ngetik apa untuk operasi sesarnya Kyuchan -_-
Jadi kita intip kegelisahan Changmin ajja yaa ^.^
.
.
_didepan ruang operasi_
Ny Shim dan Ny Cho, ah, Ny Huang dan Ahra juga, duduk berjajar dengan perasaan sama. Harap-harap cemas. Mereka tahu, ini adalah persalinan namja pertama di Seoul jadi tidak menutup kemungkinan tim dokter dan perawat didalam ikutan tegang seperti pihak keluarga. Mereka menaruh harapan besar pada dokter Huang – calon besan Ny Cho – dokter kandungan Kyuhyun selama kurang lebih 8 bulan , bisa dibilang juga bahwa bayi ChangKyu adalah cucu pertama ketiga keluarga tersebut.
Kalau para wanita bisa tenang – setidaknya lebih bisa tenang – menanti suara tangisan bayi Kyuhyun, tidak dengan para pria. Err, maksudku hanya Changmin yang tidak. Maaf.
Changmin duduk gelisah disamping Appanya. Sedari tadi kakinya tidak bisa berhenti bergerak. Katakanlah tremor mendadak. Ditambah dengan kedua tangannya yang sudah dibanjiri keringat dingin. Dia juga berualang kali menghembuskan nafasnya kasar.
"Tenanglah Changmin-ah." Tn Shim menepuk pelan bahu putranya. "Dulu saat Umma mu melahirkanmu juga melalui operasi sesar. Aku juga sama sepertimu saat itu. Ayah mertuaku, kakekmu, bahkan sempat memukul kepalaku karena aku tidak bisa tenang.." cerita kenangan Tn Shim mengalir lancar. Seperti seorang Ayah yang mencerita kisah dongeng sebelum tidur pada putranya. Hingga tanpa mereka semua sadari, mereka sudah terpaku pada Tn Shim.
Sesekali Changmin tersenyum kecil mendengar kisah kelahirannya versi sang Appa. Setelah tadi mendengar cerita itu versi Sang Umma untuk kepentingan menenangkan Kyuhyun. Berangsur-angsur, Changmin mulai rileks menyimak cerita Appanya. Hingga...
"Oooekkk Oooekkkkk..." – suara bayi nangis -_-
Changmin kembali menegang. Tubuhnya refleks berdiri. Mata bambinya membulat sempurna. Disusul dengan senyumnya yang mengembang tampan. Tn Shim disampingnya tersenyum hangat. Lagi, menepuk bahu Changmin, "Selamat Shim Changmin. Kau resmi menjadi seorang ayah."
Changmin memeluk Appanya. Berlanjut memeluk Appa Cho. Dan selanjutnya Tao. "Selamat Hyung." Ucap Tao ketika mereka berpelukan.
Para wanita? Sudah bersorak senang menyambut cucu pertama mereka. Bahkan mereka berempat berpelukan riang layaknya teletubbies. *sorry Ma'am
.
.
.
_diruang rawat Kyuhyun_
"Siapa nama cucu kami?" tanya Ny Shim yang berdiri disamping ranjang Kyuhyun dengan Ny Cho.
Kyuhyun sedang menimang bayi lelakinya. Dengan paras tampan sekaligus manis. Kulitnya putih tapi tidak sepucat Kyuhyun. Mata caramelnya seperti Kyuhyun. Hidung dan bibirnya mirip Changmin. Surai dark coklatnya tumbuh lurus seperti Changmin. Secara fisik, cucu pertama keluarga Shim, Cho dan Huang itu perpaduan antara Changmin dan Kyuhyun. Hanya satu harapan mereka – kecuali ChangKyu, Tao dan Ny Tn Huang – "Semoga sifatnya bukan 'kolaborasi' evil seperti kedua orangtuanya." #kicked author -_-
Kyuhyun melirik Changmin yang duduk ditepi ranjangnya. Changmin tersenyum dan menjawab pertanyaan Ummanya, tanpa memandang sang Umma. Matanya menatap lekat putra pertamanya.
"Shim Junmyeon."
Kyuhyun tersenyum mendengarnya.
"Shim Junmyeon? Junnie? Myeonnie?" gumam Ahra yang bisa didengar Kyuhyun.
"Dia akan menjadi seme, Noona." Kyuhyun menatap tajam Ahra. Ahra memiringkan kepalanya imut. "Suho."
"Nugu?" giliran Tao yang menatapnya tajam. Bukan hanya yang menatapnya, tapi juga semua yang ada dalam kamar.
"Nama panggilannya. Katamu dia seme kan? Jadi yaa Suho." Jawab Ahra polos.
"Suho?" Kyuhyun memandang bayinya yang kini mengerjapkan kelopak mata mungilnya.
Perlahan mata si bayi terbuka. "Suho-ya." Kyuhyun tersenyum memanggil putranya.
Seolah setuju dengan nama pemberian orangtuanya dan nama panggilan dari Imo nya, Shim Junmyeon tersenyum tampan dan manis disaat bersamaan.
Changmin yang sedang merangkul Kyuhyun mengecup pelipis istrinya. Kedua Umma ChangKyu saling berpegangan tangan senang. Tao melingkarkan tangannya pada pinggang Ahra. Kepala Ahra bersandar pada dada Tao. Kedua Appa Changkyu saling melempar senyum hangat.
Cklek!
Pintu kamar Kyuhyun dibuka oleh Ny Huang tanpa permisi. "Ah maaf mengganggu sebentar. Aku bawakan cemilan." Ucap Ny Huang riang sambil menenteng dua kantung kresek(?) diikuti dokter Huang dibelakangnya.
Lengkap sudah keluarga besar ChangKyu berkumpul menyambut pangeran kecil mereka.
_the end_
Yayyy, saya suka angka 13 ^^
Gimana? Tamat dengan 'elitnya' kan? *nyengirGJ
.
.
Key : hoeee, Aya-chan! Kenapa gue gk muncul?
Jinki : iyanih Aya-chan mah gituuu .
Aya : lirik aneh JinKey *dilempar sendal Key
Aya : entar deh saya buatin side story kalian *senyumPepsodent #kicked
Tao : gue ama Ahra juga ya, Aya-jie *buing-buing
Aya : *mimisan #ditendang Ahra / iya Tao di-di, tenang saja *senyumanis
.
.
Nah, terima kasih untuk reviewnya kemarin #deepbow
Maaf jika ada – banyak sekali – typo #bow
Ini benar-benar sudah tamat yaa,
Saya pernah bilang ChangKyu Love Story akan tamat ketika Kyuchan lahiran kan?
Saya benar-benar menyukai angka 13, jadi side story nya akan – semoga saja sempat – dipublish difolder lain ^^
Last, terima kasih sekali atas dukungan kalian #deepbow
Mind to review again?
