Siwon merasa ia sudah cukup lama berada di dalam toilet. Maka akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Setelah memastikan keadaan sekitarnya aman, dia pun melangkahkan kaki dengan mantap keluar dari kamar mandi laki-laki.

Tapi...

BRAK!

"Ugh!"

"Siwon oppa?"

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

It's Hard

Part 5

Author: Cho Eun Hye / LKyuLala

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Donghae

Main Pair: WonKyu! HaeKyu!

Genre: Romance

Rating: T

Desclaimer: Siwon and Donghae belong to Kyuhyun. Kyuhyun belongs to me! :p Oh no! Kyuhyun belongs to Siwon and Donghae. :D

A/N: YAOI! Don't Like? Read it first, then you'll know you like it or not. I don't know the good title for this fanfic. So, I was titling this fic with that weird title. Oh my God! I think this is the worst chap I've made ever. :P I don't know, I just feel like that. This chapter is pointless.

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

"Siwon oppa?"

"A-a- Sooyoung?!" Siwon mulai gelisah. Niat menghindari kakaknya, malah bertemu dengan adiknya.

"Oppa sedang apa di sini?" tanya Sooyoung, "Tidak bersama Jiwon eonnie?"

Siwon tersenyum kikuk, "Ah, oppa hanya menumpang ke kamar mandi. Dengan siapa di sini?"

"Minho oppa. Oppa mau bergabung dengan kami?"

Siwon menggeleng cepat, "Oppa masih ada urusan. Jadi lebih baik Sooyoung pergi dulu sana. Nanti Minho mencemaskanmu!"

Sooyoung mengangguk patuh. Ia lalu meninggalkan Siwon yang menarik napas lega.

-oOo-

From : Siwon Hyung

Baby, maaf, tiba-tiba aku tak enak badan. Aku merasa butuh istirahat sekarang juga. Maaf meninggalkanmu. I love you.

Kyuhyun mendesah kecewa membaca pesan singkat dari Siwon. Tapi ia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ada juga rasa khawatir yang terselip dalam benaknya.

To : Siwon Hyung

Bukan masalah. Jangan khawatir. Istirahatlah dengan baik, okay? Aku juga mencintaimu.

Kyuhyun sempat berpikiran untuk mendatangi rumah Siwon. Namun apadaya, dari awal memang Kyuhyun tidak pernah tahu di mana letak rumah kekasihnya itu. Jadi bagaimana bisa ia mau menjenguk?

Kyuhyun menatap es krimnya yang masih tinggal separuh. Ia lalu mulai menyuapkan kembali es krim yang sudah meleleh sebagian itu ke dalam mulutnya.

-oOo-

Sore sudah berganti malam. Biasanya Siwon akan datang ke apartemennya. Tapi tidak kali ini. Kyuhyun tahu Siwon tengah sakit. Ia berusaha untuk tidak menghubungi Siwon terlebih dahulu dan membiarkan Siwon untuk beristirahat. Tapi rasa cemas terus menghantui pikirannya. Bayangan Siwon terbaring lemah di ranjangnya berkelebat di otak. Ingin rasanya ia menemani Siwon di saat yang sulit seperti ini.

Pintu apartemen Kyuhyun terbuka. Zhoumi menyembulkan kepalanya di balik pintu dengan senyumnya yang lebar.

"Kyuhyun-ah..."

Kyuhyun membalas senyuman Zhoumi, "Masuklah..."

2 langkah, Zhoumi menutup kembali pintu apartemen Kyuhyun dan melangkah lebih jauh masuk ke dalam. Ia membanting dirinya di sofa, di samping Kyuhyun sembari mendesah lega.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun

Zhoumi tersenyum sekilas, "Aku lapar.. Buatkan aku sesuatu, kumohon..."

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, "Dasar! Pesan delivery saja, okay?"

Begitu Kyuhyun beranjak dari duduknya, Zhoumi melihat sebuah kalung berbandul cincin menggantung di leher Kyuhyun. Seingatnya, Kyuhyun tak pernah memiliki kalung semacam itu. Apa mungkin memang pernah, tapi Zhoumi saja yang tak pernah memperhatikan? Atau kalung itu dari Siwon?

Tiba-tiba dada Zhoumi berdenyut sakit...

-oOo-

Makanan yang dipesan Kyuhyun sudah tertata di meja. Zhoumi memandangnya dengan takjub.

"Cih, ekspresimu sungguh kampungan." Ejek Kyuhyun

Zhoumi mengalihkan pandangannya ke pada Kyuhyun yang berkacak pinggang.

"Apa?" tukas Kyuhyun dengan nada menantang.

Zhoumi mencibir, "Yah, thanks anyway!"

Kyuhyun hanya berdehem sembari meraih sumpitnya.

"Siwon tidak datang? Tumben sekali." tukas Zhoumi sembari mengunyah makanannya.

Kyuhyun memandang Zhoumi sekilas. Lalu setelah itu tangannya meraih mangkuk nasi di depannya, "Dia sedang sakit."

"Tidak mau menjenguknya?"

"Aku tidak tahu rumahnya."

Lagi-lagi Zhoumi mencibir, "Huh, kekasih macam apa kau ini. Masa rumahnya saja tidak tahu?"

Kyuhyun melotot tak terima, "Bagaimana bisa aku tahu rumahnya kalau dia saja tidak pernah memberitahuku?"

"Kau saja yang tidak pernah bertanya. Dasar fat cheeks!"

"Ya! Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu. Pipiku tidak gendut asal kau tahu saja!"

Zhoumi terkekeh, "Hm. Semua orang akan memuji dirinya sendiri biar pun dia tahu kalau itu adalah kekurangannya."

"Aih! Kau ini menyebalkan sekali!"

"Sebaiknya kau bertanya pada teman dekatnya."

"Aku tidak berani." Lirih Kyuhyun, "Teman-temannya itu, dingin sekali terhadapku. Aku jadi takut sendiri."

"Hh, terserah kau saja. Aku hanya menyarankan."

"Kalau besok dia tidak berangkat sekolah, baru aku akan menanyakan perihal Siwon pada mereka."

Kyuhyun melajutkan kembali makannya. Tiba-tiba Zhoumi kembali menginterupsi acara makan Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah..."

Kyuhyun berdehem tanpa menghiraukan panggilan Zhoumi. Ia masih terus melanjutkan makannya yang masih cukup banyak dibanding Zhoumi.

"Soal kalung dan cincin yang kau pakai, itu dari siapa?" tanya Zhoumi dengan hati-hati.

Kyuhyun menghentikan acara makannya. Ia meraih kalung yang tergantung manis di lehernya, "Kalung ini kalungku. Kalau cincinnya, entahlah. Aku tidak tahu."

Zhoumi mengerutkan dahinya. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan menyelidik.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya dengan menatap Zhoumi. "Wae?"

Zhoumi memutar bola matanya.

"Uh, fine!" seru Kyuhyun, "Okay, aku mendapatkan kalung ini ketika, uh, well, dari sakuku. Benda ini ada begitu saja. Aku sendiri juga tak tahu. Apa ini benda magic yang bisa tiba-tiba berada di dalam sakuku."

Zhoumi kembali melanjutkan makannya, "Aneh."

Kyuhyun mengedikkan bahunya tidak peduli. Ia melanjutkan kembali acara makannya yang sempat tertunda tanpa interupsi apapun lagi.

-oOo-

Keesokan harinya Siwon mengirimi pesan kepada Kyuhyun agar tidak usah khawatir karena ia sudah baikan. Well, pada kenyataannya, ia tidak sakit sama sekali. Hanya saja, uh, keadaan yang membuatnya terpaksa untuk berpura-pura sakit di depan Kyuhyun agar bisa meninggalkan kedai es krim tempo lalu tanpa Kyuhyun curigai. Biarpun Siwon tahu Kyuhyun akan mau mengerti dirinya jika Siwon mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi Siwon tetap saja tak ingin Kyuhyun begitu merasa tidak di anggap. Yah, biar mereka sudah berjanji di awal hubungan untuk saling merahasiakan hubungan satu sama lain, tapi tetap saja ia tak tega.

Minho membuka pintu kamarnya tanpa permisi. Membuat Siwon sedikit kelabakan karena kaget. Minho mengangkat salah satu alisnya.

"Aku berangkat bersamamu hari ini. Motorku masih di bengkel." Ucap Minho

Siwon menggelengkan kepalanya heran, sepupunya ini, minta tolong tapi nadanya memerintah.

"Terserah kau saja tuan muda, aku mau mandi!" seru Siwon seraya melempar ponselnya ke kasur. Ia melangkah dan menyambar selembar handuk yang tergeletak begitu saja di kursi.

Minho menghela napas, Siwon itu kelakuannya dari kecil sampai sekarang tidak ada yang berubah. Pukul tujuh, dan 30 menit lagi kelas akan di mulai. Tapi Siwon baru saja masuk kamar mandi. Ck!

Tanpa tedeng aling-aling, Minho memasuki kamar Siwon yang cukup berantakan. Yah, wajar untuk ukuran lelaki. Paling-paling setelah Siwon berangkat sekolah, pembantunya yang akan merapikan semua kekacauan ini. Dan setelah Siwon kembali, keadaan akan kembali pada yang seharusnya—

—berantakan.

Hati Minho tergerak untuk meraih ponsel Siwon yang berwallpaper Siwon dan adik perempuannya, Jiwon berpose lucu. Seperti perempuan saja memakai wallpaper seperti itu, ejeknya dalam hati.

Ia mengutak-atik ponsel Siwon dengan antusias. Melihat foto-foto Siwon yang menurutnya sangat narsis, sampai memainkan game-game yang ada di ponsel itu. Tapi ia terkejut begitu ponsel Siwon yang masih dalam genggamannya itu bergetar meraung-raung. Minho menekan tombol merah untuk keluar dari menu game yang barusan ia tekuni.

Sebuah pesan. Dari—

—Cho Kyuhyun?

-oOo-

Lagi-lagi teman-temannya yang tolol mengerjai Kyuhyun dengan menyiram Kyuhyun dengan air sabun.

"Mandilah yang bersih, Cho Kyuhyun..."

"Kami tahu kau belum mandi pagi ini..."

"Berterimakasihlah pada kami karena sudah bersedia memandikanmu."

"Terimakasih banyak!" ucap Kyuhyun seraya membungkukkan badannya dan tersenyum kikuk. Teman-temannya menepuk-nepuk bahunya.

"Anak baik..."

Minho hanya diam. Dia tidak pernah terlibat. Bagaimanapun ia ini ketua kelas. Bisa turun drastis pamornya kalau ia sampai ikut kegiatan "Menganiaya Kyuhyun".

Kyuhyun berjalan terseok-seok menuju bangkunya yang di pojok. Menambah kesan kalau dirinya memang benar-benar tidak pernah di harapkan di kelas ini. Dengan baju yang basah kuyup, Kyuhyun berjalan melewati Minho tanpa berminat sedikitpun untuk menyapa. Begitu sampai bangkunya, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya. Raut cemas tersirat di wajahnya. Ia tampak menekan-nekan tombol di ponselnya. Tapi usaha itu berakhir tatkala Kyuhyun menampakkan raut wajah pasrah sembari meletakkan ponselnya di meja dengan nelangsa.

Minho mengamati Kyuhyun melalui ekor matanya. Ia melihat Kyuhyun mengeluarkan sestel seragam dari dalam tasnya dan kembali melewati dirinya tanpa berniat menyapa.

Dalam hati Minho bertanya, ada hubungan apa sepupunya dengan pemuda paling aneh di kelasnya?

-oOo-

Minho mengutak-atik ponsel Siwon dengan antusias. Melihat foto-foto Siwon yang menurutnya sangat narsis, sampai memainkan game-game yang ada di ponsel itu. Tapi ia terkejut begitu ponsel Siwon yang masih dalam genggamannya itu bergetar meraung-raung. Minho menekan tombol merah untuk keluar dari menu game yang barusan ia tekuni.

Sebuah pesan. Dari—

Cho Kyuhyun?

CEKLEK!

Minho mendengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi. Buru-buru Minho mengunci tombol ponsel Siwon dan kembali meletakkannya di kasur begitu saja. Ia berusaha untuk menyembunyikan raut gugupnya.

"Ada apa?" tanya Siwon sembari mengeringkan rambutnya yang basah. Ia menatap Minho yang tampak aneh.

"Bukan apa-apa." Jawab Minho cepat, "Aku akan menunggumu di bawah. Cepatlah sedikit!"

Pada akhirnya, Minho meninggalkan Siwon yang menggeleng-gelengkan kepalanya heran.

-oOo-

Kyuhyun sudah selesai mengganti bajunya yang basah dengan yang kering. Ia pun menyisir rambutnya dengan sisir yang memang sudah tergantung di sana. Pikirannya melayang-layang pada Siwon. Ia ingin sekali menemui Siwon dan menanyakan bagaimana kabarnya. Melihat Siwon baik-baik saja secara langsung akan membuat hatinya jauh lebih tenang.

Ia hampir saja memutuskan untuk menemui Siwon di kelasnya. Namun ia tiba-tiba teringat akan permintaan Siwon di awal hubungan mereka, sekaligus janji mereka berdua untuk merahasiakan hubungan mereka. Teman-teman dan orang-orang seantero sekolah pasti akan curiga kalau tiba-tiba Kyuhyun menemui Siwon di kelasnya dan menanyai bagaimana kabar pemuda yang sebenarnya kekasihnya itu. Tapi yah, mau bagaimana lagi, mereka sudah terlanjut berjanji.

Kecewa tentu saja tak terelakkan lagi. Tapi Kyuhyun hanya menghela napasnya berat seraya berjalan meninggalkan kamar mandi.

-oOo-

Kyuhyun membuka pintu kamar mandi. Ia sedikit terkejut melihat Minho sudah berdiri dan menatapnya tajam.

Tatapan Minho sukses membuat Kyuhyun berjengit. Minho menatapnya begitu intens.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

Ia merasa gugup karena tatapan Minho yang seolah-olah ingin menelanjanginya detik itu juga.

Kyuhyun merasa canggung, "Kalau tidak ada yang dibicarakan, aku permisi." Pamitnya. Ia berusaha menerobos tubuh Minho yang hanya berbeda beberapa senti darinya. Tapi Minho menghadang pergerakannya.

"Ada hubungan apa kau dengan Siwon hyung?" tanya Minho kemudian. Masih dengan tatapan mengintimidasi.

Kaget. Kyuhyun merasa jantungnya berdetak begitu kencang. Ia sangat merasa takut sekarang. Bagaimana kalau orang-orang di sekolah ini tahu tentang hubungannya dengan Siwon?

Alih-alih menjawab, Kyuhyun menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya." Jawabnya final. Ia pun kembali menerobos tubuh Minho, dan berlari kembali menuju kelasnya.

-oOo-

"Hari ini Siwon menjemputmu?" tanya Zhoumi

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, "Dia ada urusan club hari ini.."

Senyuman Zhoumi terkembang, "Kalau begitu, pulang denganku saja!" serunya antusias.

"Tsk! Kau mau minta apa dariku?" tanya Kyuhyun to the point

"Mwo? Kau pikir aku apa?"

"Kupikir sedang ada maunya."

"Tsk! Pikiranmu sempit, Kyuhyunnie!"

Kyuhyun mendorong bahu Zhoumi, "Ya! Itu panggilan paling menjijikkan yang pernah kudengar!"

Zhoumi terkekeh, ia menarik lengan Kyuhyun untuk pulang bersamanya. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya masam. Pulang bersama Zhoumi berarti berjalan kaki. Ew, itu sangat melelahkan. Entah apa yang ada di pikiran Zhoumi yang selalu memilih pulang berjalan kaki ketimbang menaiki bus yang lebih menyenangkan.

"Jalan kaki, dan aku bisa lebih lama menikmati waktu kita kebersamaan kita yang berharga seperti ini." Tukas Zhoumi.

Kyuhyun mendorong kepala Zhoumi. Pikirnya, dengan begitu otak Zhoumi bisa normal kembali, "Jangan bercanda!"

"Aku serius." Nada bicara Zhoumi tidak lagi terdengar seperti bercanda.

Kyuhyun terkesiap mendengar nada bicara Zhoumi yang begitu berbeda. Keheningan menyelimuti keduanya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke segala arah. Mengamati pepohonan yang berdiri berjajar di sepanjang jalan yang mereka lewati. Beberapa burung berterbangan dari satu pohon ke pohon yang lain.

"Ahaha!" Tiba-tiba terdengar tawa keras dari bibir Zhoumi.

Kyuhyun sontak menolehkan kepalanya dan memandang Zhoumi dengan pandangan aneh.

"Kupikir kau benar-benar termakan omonganku!" celoteh Zhoumi sembari menahan tawanya yang serasa sampai ke ubun-ubun.

"YA~" Kyuhyun mendorong bahu Zhoumi hingga ia terjengkang. Kyuhyun pun langsung mempercepat langkahnya meninggalkan Zhoumi.

Terdengar derap langkah hingga akhirnya Kyuhyun merasa seseorang merangkulnya. Zhoumi mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun yang masih memasnag wajah masam.

"Seriously, kau pikir aku benar-benar serius?"

Kyuhyun membuang mukanya. Ia enggan menjawab pertanyaan Zhoumi.

"Pada kenyataannya aku memang serius tentang itu. Kebersamaan kita begitu berharga, bukan?"

Zhoumi menghentikan langkahnya juga Kyuhyun. Ia membalikkan tubuh Kyuhyun hingga berhadapan dengannya. Perlahan tapi pasti, Zhoumi mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Ia menggesek-gesekkan hidungnya ke leher jenjang pemuda di depannya.

Kyuhyun menahan napas. Ia tak tahu, ia tak bisa melawan. Entahlah, otaknya tak begitu berfungsi. Yang bisa ia lakukan hanyalah diam tanpa menikmati.

Kyuhyun berjengit geli tatkala hidung mancung Zhoumi menyentuh titik sensitivenya.

"Karena aku..." Zhoumi membisikkan kalimat di telinga Kyuhyun "adalah teman satu-satunya orang yang mau berteman dengan orang aneh sepertimu! Hahaha!"

Kyuhyun membelalak. Dengan segenap tenanganya, ia mendorong tubuh Zhoumi yang jauh lebih besar darinya.

Zhoumi masih tertawa terpingkal-pingkal. Setetes air mata berlinang dari sudut matanya.

"Ukh! Sebegitu puasnya kah, kau mempermainkanku?! Dasar orang jelek!" seru Kyuhyun.

Berusaha menghentikan tawanya, Zhoumi menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri dengan wajah memerah malu.

"Ah, kau suka hal barusan?" goda Zhoumi. Ia mengerling nakal ke arah Kyuhyun.

"Lupakan! Aku membencimu!" Kyuhyun mendorong tubuh Zhoumi menjauh darinya.

Zhoumi masih terkikik geli. Ia masih berusaha untuk menggoda Kyuhyun, "Ah, jangan-jangan kau mulai menyukaiku ya? Hah~ kurasa kau harus bersaing dengan ribuan fansku di luar sana!"

"Bermimpilah terus, ZHOU-DAMN-MI!"

Dengan tawa khasnya, Zhoumi tak henti-henti mencoba untuk mencolek dagu Kyuhyun. Kyuhyun mengelak sebisanya. Bahkan ia tak segan-segan memukul Zhoumi. Bukannya kapok, Zhoumi terus mengulangi hal itu sedemikian rupa.

"Gege..."

Zhoumi menghentikan langkahnya. Begitu pula Kyuhyun. Ia terkesiap. Seseorang memandanginya dengan ekspresi terluka.

"Kupikir kau..." lanjutnya. Namun ia sudah tak bisa melanjutkan perkataannya. Air mata terlanjur jatuh di kedua pipinya. Lantas saja ia berbalik dan berlari sekencang yang ia bisa.

"Henry!"

.

.

.

TBC

Annyeong! Setelah sekian lama tidak update, akhirnya bisa update juga. Huhuhu~ sulit banget mau ngelanjutinnya. Tabrakan sama kegiatan mulu. Ini di mana-mana pada rame-ramenya reor sama sertijab. Jadi sulit banget cuman buat ngetik. Belum lagi ide yang timbul tenggelam. Ukh! It's so~

Well, ini adalah chapter termembosankan yang pernah kuketik. :p entahlah, nggak mood aja pas ngetiknya. kuharap kalian tetep bisa menikmati apa yang aku suguhkan.

Happy WONKYU DAY ALL! Wah, ulang tahun pernikahannya Siwon sama Kyuhyun nih. Fic ini sengaja kupost pas Wonkyu Day ini. Soalnya bingung sih mau ngasih hadiah apa ke mereka berdua beserta pendukung-pendukungnya! :p

Semoga fic ini bisa mengobati kerinduan kalian padaku! Dan semoga kalian masih bersedia untuk mereview fic ini! :p

Big Thanks to:

Ahjumma Namja | Dongdonghae | Ifa Cho-i | Fitri MY | Kyuminjoong | Anissawonkyushiper | youngelfe | anin lovewonkyu | Sytadict | yolyol | siFujoshi | okoyunjae | EvilCute | iamWKS | Maknaelovers | GaemRa Kyu-Uke | ochaviosa | Kyuya13 | meymeywonkyu | alcici349 | Babykyu | mrs. ChoKyu | ukekyushipper | rikha-chan | lalalala | meyminimin | 1013 | astri | kyukyu712 | MyKyubee | cloud3024 | kyukyuhae | Choi KyuHwa | WonKyuBi | | siwonganteng | Irma407203 | rachma99 | Kmaknae | unyuhunyuh | MhiaKyu | Simbaa | aiyu | Sachiko Yamaguchi | TieSparKYUhyun | ciwonie | Adyndaratih | kyu love malinda | Guest | shin min hyo | YouraAsPuteri | Irma407203

Who gave me review on chapter 4

And thanks to whoever read and view this fic.

I really glad that you happy to read my fiction.

I love you all!

At least, mind to review?

With Love,

Cho Eun Hye