"Henry!"

Zhoumi berlari mengejar Henry. Ia meninggalkan Kyuhyun yang masih shock. Dengan perasaan bersalah, ia berjalan gontai menuju apartemennya yang masih berjarak 1 kilo meter lebih.

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

It's Hard

Part 6

Author: Cho Eun Hye / LKyuLala

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Donghae

Main Pair: WonKyu! HaeKyu!

Genre: Romance

Rating: T

Desclaimer: Siwon and Donghae belong to Kyuhyun. Kyuhyun belongs to me! :p Oh no! Kyuhyun belongs to Siwon and Donghae. :D

A/N: YAOI! Don't Like? Read it first, then you'll know you like it or not. I don't know the good title for this fanfic. So, I was titling this fic with that weird title. Oh my God! I think this is the secondary worst chap I've made ever. :P I don't know, I just feel like that. This chapter is pointless.

~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~

Henry menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan memandang Zhoumi dengan tajamnya. Satu butir air mata terurai dari sudut mata indahnya.

"Henry..." gumam Zhoumi. Ia pun ikut menghentikan langkahnya, "Maafkan aku..."

Dengan satu tangannya, Henry bergerak untuk mengusap air matanya, "Kau membohongiku..." gumamnya dengan kepala tertunduk sebelum akhirnya ia memilih untuk berjongkok karena menangis hanya membuat kepalanya terasa pusing dan ingin pingsan.

"...Kau bilang... Kau ada club hari ini... Kau... Tidak bisa... Mengantarku... Tapi..." tukas Henry dengan nada tersendat-sendat. Bahunya bergetar hebat. Ia sudah tak bisa lagi melanjutkan kalimatnya.

Bodoh.

Zhoumi merutuki dirinya sendiri. Akhirnya ia pun ikut berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Henry. Tangan-tangan kekarnya beralih untuk menyentuh bahu pemuda mungil di depannya.

"Aku... Maafkan aku..." Zhoumi tak bisa berkata-kata lagi. Sepenuhnya menyadari kalau kesalahan terletak padanya saat ini.

Dengan lemah, Henry mengangkat wajahnya, "Apa Kyuhyun lebih berharga dariku?" tanyanya. Kedua mata sembabnya memandang Zhoumi dengan penuh harap. Tapi bukan jawaban yang memuaskan ia dapat. Zhoumi diam tak mengeluarkan sepatah katapun, "Sudah kuduga." Henry tersenyum miris. Ia pun berdiri, "Lebih baik sampai di sini saja. Aku tidak yakin kau bisa melanjutkan hubungan kita yang sudah berada di ujung tanduk."

"HENRY!"

Satu teriakan menggema tatkala ia melihat tubuh Henry terhuyung jatuh.

-oOo-

"Kyuhyun-ah..."

Deru kendaraan bermotor terhenti seiring dengan suara yang memanggilnya. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara.

"Butuh tumpangan?"

"S-sunbae..."

Rasanya tubuh Kyuhyun menegang hebat. Orang didepannya ini—

Kyuhyun mengambil langkah kebelakang begitu si pemilik motor turun dari kendaraannya. Ia mendekati Kyuhyun. Semakin ia mendekat, semakin Kyuhyun nekat mengambil langkah ke belakang.

BRAK!

Mata Kyuhyun membulat. Tubuhnya menabrak pohon. Tak ada celah lagi untuk menghindar. Pemuda itu kian lama kian dekat.

"D-Donghae sunbae..."

—orang yang hampir memperkosanya tempo lalu.

Donghae tersenyum lembut. Ini tidak biasa, pikir Kyuhyun. Segalanya begitu kacau hari ini.

"Aku tidak akan menyakitimu. Percayalah..." tukas Donghae

Rasanya, segala ketegangan yang menyelimuti Kyuhyun dan paras cantiknya perlahan mulai memudar. Kyuhyun membalas senyuman Donghae sebisanya. Biar kelihatannya Donghae sudah mau berbaikan dengannya, tapi bisa saja itu hanya trik untuk menjeratnya.

Donghae meraih satu telapak tangan Kyuhyun. Rasanya sangat berbeda. Ini sangat lembut.

"Kau butuh tumpangan?"

-oOo-

TEK!

Ruangan itu berubah menjadi terang. Kyuhyun melangkah masuk dan menyibak beberapa gordyn serta membuka jendelanya agar sekiranya udara bisa bersirkulasi dengan baik.

"Masuklah..."

Pada akhirnya, Kyuhyun bersedia untuk menumpang Donghae. Hhh, kiranya dia bisa punya teman baru. Hell, temannya Cuma Zhoumi karena memang hanya pemuda itu yang mau berteman dengannya. Dan sekarang, Donghae? Ah, Kyuhyun rasa Donghae bisa menjadi teman yang baik. Walau ehm, Kyuhyun tahu sebenarnya kalau Donghae menyukainya.

"Wow, kau sendiri yang menata apartemen ini?"

Donghae terkesima. Apartemen yang kini ia pijaki terasa, uhm, fresh mungkin? Dengan cat hijau kalem yang melapisi tembok di segala penjuru. Owh, dan lihat tanaman yang merambati papan bambu yang dianyam renggang di sebelah sana. Donghae tahu itu tanaman palsu. Well, biar terlihat asli, tapi tak ada pot di bawahnya. Serta pajangan-pajangan cantik yang bertenger di beberapa sudut ruangan. Mungkin, terasa lebih ke-"Jepang" daripada "Korea"-nya.

Kyuhyun tersenyum tersipu, "Well, sebenarnya, uhm, Ryeowook juga ikut andil dalam penataan apartemen ini. Uh, kami memiliki selera yang sama, kau tahu?"

Donghae mengangguk mengerti. "Kurasa kita juga punya selera yang sama." Tukasnya dengan senyum nakal.

Kyuhyun agak malas menanggapi. Ia pun masuk ke dapur, meninggalkan Donghae yang masih terkagum-kagum.

-oOo-

"Sirup dingin?"

Donghae tersenyum menyambut segelas sirup yang disodorkan Kyuhyun padanya. Ia pun menegaknya sedikit, lalu meletakkannya di atas meja. Donghae membanting tubuhnya ke sofa. Ia menghirup napas dalam, lalu menghembuskannya.

Kyuhyun mengikuti langkah Donghae untuk duduk di sofa. Walau dengan sedikit canggung. Berdua dengan Donghae di apartemennya begini sepertinya bukan ide bagus. Ia agak takut sebenarnya kalau sampai Donghae kembali memperkosanya. Tapi entahlah, kalimat yang Donghae lontarkan kemarin membuat hatinya menghangat.

Donghae menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun yang duduk dengan kikuknya. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Menyesal dengan apa yang ia lakukan pada Kyuhyun tempo lalu. Donghae sadar, obsesinya akan Kyuhyun membuatnya menjadi sosok yang tega.

Tangan Donghae terjulur untuk mengusuk kepala Kyuhyun. Namun dengan sigap Kyuhyun menghindar, sehingga mengakibatkan air dalam gelas yang ia pegang tumpah.

"Ah, maafkan aku!" ujar Donghae

Kyuhyung menghibas-kibaskan tangannya, "Tidak usah, tidak apa-apa!"

Donghae masih bersikeras untuk membantu Kyuhyun mengeringkan bajunya.

DUAGH!

Kepala keduanya terbentur kala Kyuhyun hendak beranjak dari tempatnya. Kepalanya membentur kepala Donghae yang posisinya lebih tinggi darinya. Sehingga mau tak mau membuat Kyuhyun kembali pada posisinya semula. Kepalanya begitu nyeri, dan pening. Segalanya tampak buram. Sayup-sayup ia mendengar desisan kesakitan dari Donghae.

CLEK!

"Ya! Apa yang kau lakukan?!"

-oOo-

Dengan segala kekuatan yang ia punya, Zhoumi memapah tubuh Henry yang tak sadarkan diri. Ia tak menyerah untuk menyetop taxi yang sedari tadi hanya berlalu melewatinya. Zhoumi mengerang frustasi. Hingga akhirnya, sebuah taxi tepat berhenti di depannya dan memberinya tumpangan.

"Tolong rumah sakit." Ucap Zhoumi begitu ia berhasil memperoleh posisi yang nyaman.

-oOo-

"Oh, sial!" desis Zhoumi.

Tolol. Benar-benar tolol, bagaimana bisa ia lupa membawa dompetnya? Bagaimana ia bisa membayar tagihan taxi dan membayar administrasi rumah sakit?

"Kumohon ahjussi, biarkan aku membawa temanku ke dalam dulu, setelah itu aku akan kembali untuk membayar.."

Zhoumi tersenyum lega tatkala permintaannya dijawab dengan anggukan menggiyakan dari supir taxi yang kebetulan berbaik hati.

-oOo-

Dengan tergesa-gesa Zhoumi berlari menyusuri koridor apartemennya. Ia masih saja merutuki ketololannya hingga lupa membawa dompetnya. Baju seragamnya yang semula bersih kini tampak lusuh. Tatanan rambutnya pun tak lagi bagus seperti halnya tadi pagi karena ia terlalu sering mengacak rambutnya, bingung.

Langkahnya tiba-tiba terhenti saat sampailah ia di depan pintu apartement Kyuhyun. Dalam hati ia bertanya-tanya, apa Kyuhyun sudah pulang? Rasa penasaran berputar-putar di otaknya.

Tak lama kemudian, jemari lentiknya menekan-nekan beberapa kode yang Kyuhyun percayakan padanya. Suara hatinya makin menuntunnya untuk memasuki apartement sahabat karibnya.

"Ya! Apa yang kau lakukan?!"

Betapa terkejutnya Zhoumi ketika ia mendapati Kyuhyun bersama orang yang dia anggap berbahaya. Semua pikiran buruk berputar di otaknya. Ia pun menghampiri Kyuhyun dan Donghae yang masih terbengong, belum sepenuhnya menguasai keadaan.

Kepalan tangan Zhoumi melayang meninju pipi Donghae, hingga membuat sudut bibirnya berdarah karena benturan keras antara tulang tangan Zhoumi dan gigi Donghae sendiri.

Donghae tersungkur jatuh ke lantai. Ia menatap nyalang Zhoumi yang tampak terengah-engah menahan emosi. Sedikit sudut bibirnya terangkat sembari jempolnya mengusap setitik darah yang keluar dari bibirnya.

"Zhoumi hyung! jangan!" Kyuhyun menghadang tubuh tinggi Zhoumi agar tak lagi menghajar Donghae. Ia menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan Zhoumi untuk menahan emosinya.

Tatapan mata Zhoumi melunak, ia kemudian menyentuh pipi Kyuhyun yang selembut butter, "Kau baik-baik saja?"

Kyuhyun mengangguk, "Donghae sunbae tidak bermaksud apa-apa denganku. Ia mengantarku pulang, dan aku mengajaknya mampir."

Satu tarikan napas berat terdengar dari hidung Zhoumi, "Kau membuatku sangat khawatir, Kyu."

"Well, sebenarnya yang dikatakan Kyuhyun tadi benar." Donghae menginterupsi dengan bangganya. Ia menghampiri Zhoumi dan menepuk-nepuk bahu pemuda tinggi itu, "Jangan khawatir"

Zhoumi menepis tangan Donghae. Sementara Donghae hanya mengedikkan bahunya tak peduli.

"Eh, bagaimana dengan Henry tadi?"

Pertanyaan Kyuhyun membuat Zhoumi mau tak mau kembali pada dunianya dan Henry. Lagi-lagi ia bersikap tolol.

"Oh, shit!"

-oOo-

Kuping Zhoumi sakit rasanya mendengar ocehan-ocehan yang keluar dari mulut Donghae. Rasanya, ia benar-benar ingin memukul pemuda itu sekali lagi dengan pukulan yang lebih keras dari sebelumnya. Sementara Kyuhyun terus saja terkikik menanggapi ocehan Donghae. Zhoumi mengatai Donghae tolol dalam hatinya. Sedang dalam keadaan genting seperti ini, bisa-bisanya Donghae mengajak Kyuhyun bercanda?

"Ya! Diamlah kalian berdua!" seru Zhoumi

Sontak saja Kyuhyun menghentikan tawanya. Ia baru ingat kalau Henry sedang terbaring di ruang rawat dengan Dokter yang sedang memeriksa kondisinya. Well, walaupun sebenarnya Kyuhyun tidak mengenal Henry, tapi paling tidak ia cukup tahu siapa Henry dari cerita-cerita Zhoumi.

"Jangan terlalu tegang, hyung. relekslah..." ujar Kyuhyun seraya mengusap-usap bahu Zhoumi.

Hell, sebenarnya yang membuat hati Zhoumi dongkol adalah Donghae. Donghae membuatnya cemburu setengah mati.

-oOo-

Sebenarnya sudah semenjak 1 jam yang lalu dokter keluar dari ruangan Henry dan mengatakan kalau Henry hanya kelelahan dan sedikit shock. Tapi tak satupun dari Zhoumi, Kyuhyun maupun Donghae memasuki ruangan Henry. Biar dalam hati Zhoumi cemas, ia tak berani saja memasuki ruangan itu. Entah apa alasannya. Sedang Kyuhyun pun sedikit takut dan cemas. Bagaimanapun ia merasa cukup bersalah pada Henry. Sedang Donghae? Ia bahkan baru pertama kali ini mendengar nama 'Henry' terucap dari bibir Kyuhyun. Melihat wajahnya secara jelas bahkan belum pernah.

Zhoumi mondar-mandir dari tempat duduknya, ke pintu ruang rawat. Melihat bagaimana keadaan Henry melalui kaca pintu ruang rawat.

"Aku minta maaf..." suara Kyuhyun menginterupsi

Zhoumi menolehkan kepalanya. Kyuhyun memang benar menginterupsi kegiatan 'mengintip'nya. Sementara Donghae menatap bingung. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ia tak sama sekali berniat untuk bertanya. Toh kalau memang perlu, ia akan mengetahui dengan sendirinya dari mulut Kyuhyun atau Zhoumi. Atau mungkin Henry?

"Bukan masalah. Jangan salahkan dirimu."

Donghae menatap tak suka ke arah Zhoumi. Iri sedikit ada. Kenapa pemuda berdarah China itu memiliki senyum yang begitu menawan? Ck! Merepotkan sekali. Tapi kalau boleh menebak, sebenarnya Donghae merasa sedikit ada yang aneh dengan Zhoumi. Entah apa, Donghae hanya merasa seperti itu.

Mungkinkah kalau Zhoumi—

Dering handphone Kyuhyun menyela pembicaraannya dengan Zhoumi. Dengan tergesa-gesa Kyuhyun merogoh kantong jaketnya dan membaca deretan huruf yang tertera di display handphonenya.

Raut wajah Kyuhyun berubah menjadi panik. Warna wajahnya berubah menjadi lebih pucat. Matanya melebar, dan bibirnya sedikit membuka.

"A-aku permisi sebentar..."

Tanpa menunggu jawaban dari Donghae dan Zhoumi, Kyuhyun langsung melesat menjauh dari jarak pandang keduanya.

Entahlah, Donghae hanya merasa baik Zhoumi maupun Kyuhyun sama-sama aneh.

"Engh.."

Sayup-sayup Zhoumi mendengar dari balik pintu. Ia pun menolehkan kepalanya, dan mendapati Henry tengah berusaha membuka matanya.

"Henry-ya!"

-oOo-

Siwon hyung is calling...

Kyuhyun pun menekan tombol hijau, dan mendekatnya handphonenya ke telinga kanan.

"Yeoboseyo?"

"Kyu? Kau di mana. Aku datang ke apartementmu tapi kau tidak ada."

"Ah, itu. Aku di rumah sakit..."

"MWO?! Apa yang terjadi!"

Dengan reflek Kyuhyun menjauhkan telinganya, "Aish, jangan berlebihan seperti itu. Bukan aku yang sedang sakit. Tapi temanku."

Kyuhyun mendengar hembusan napas lega terdengar dari line telepon, "Cepatlah pulang, aku merindukanmu." Ujar Siwon manja.

"Hm, aku akan segera pulang. Kau tunggulah di sana. Bye!"

Dengan senyum lebar, Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dengan Siwon, dan melangkah riang menuju ruang rawat Henry

-oOo-

Henry sudah sadar. Dokter sudah memastikan bahwa Henry baik-baik saja, dan hanya butuh istirahat. Mungkin Henry masih harus terbaring di rumah sakit sampai besok pagi. Ketika dia sudah benar-benar pulih.

"Kau seharusnya menjaga kesehatanmu, Henry..." tukas Zhoumi sembari mengusap perlahan rambut Henry, "Aku paling benci melihatmu sakit seperti ini."

"Gege~ tadi kau bilang—"

"—ssh! Jangan bahas apapun terlebih dahulu. Kita bahas semuanya setelah kau sembuh benar. Sekarang istirahatlah! Aku tidak mau kau makin sakit."

Henry mengangguk lemah. Ia tersenyum lembut. Walau sebenarnya masih terselip rasa cemas di hatinya. Dan juga rasa cemburu yang membakarnya sampai ke ubun-ubun.

Baru saja ia berniat memejamkan matanya, Kyuhyun sudah berdiri di ambang pintu. Membuatnya mengurungkan niat untuk tidur.

"Kau! Mau apa kau kesini?!" seru Henry dengan suara paraunya.

Tidak. Henry tidak menginginkan keberadaan Kyuhyun di dekatnya. Ia tidak pernah menginginkan keberadaan Kyuhyun di antara ia dan Zhoumi. Ia hanya takut. Ia takut kalau Kyuhyun membuat hubungannya dengan Zhoumi menjadi renggang seperti sekarang ini.

Kyuhyun terkesiap. Ia merasa tak pernah melakukan kesalahan pada Henry. Kenapa Henry menatapnya dengan pandangan benci? Bahkan ini kali pertama Kyuhyun bertemu dengan Henry setelah ia mendengarkan ribuan cerita tentang Henry dari Zhoumi.

"Sssh, Henry, tenangkan dirimu... Tidak baik..."

Henry menatap Zhoumi dengan tatapan kecewa. Batinnya bergejolak. Kenapa kekasihnya malah berkata dengan nada menyalahkan seperti itu? Lagi-lagi hati Henry bergejolak. Rasanya seperti putus asa saat Zhoumi berkata seolah pihaknyalah yang patut dipersalahkan.

Kyuhyun gugup setengah mati. Niatnya untuk menjenguk Henry rasanya adalah sebuah keputusan yang salah. Karena pada kenyataannya, Henry menyambutnya dengan tidak baik. Dari nada bicaranya saja, Kyuhyun sudah tahu kalau Henry tidak menyukainya. Apa salahnya?

Donghae datang di saat yang tepat. Ia merangkul pundak Kyuhyun, sembari berkata,

"Aku dan Kyuhyun mau pamit. Kau tahu, menjadi sepasang kekasih baru membutuhkan adaptasi." Donghae mengedipkan salah satu matanya.

-oOo-

Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal. Bagaimana bisa Donghae berkata kalau Kyuhyun kekasihnya dengan ekspresi aneh seperti itu? Oh, mengingat bagaimana Donghae berbohong pada Zhoumi dan Henry membuatnya ingin tertawa.

"Kau tahu, Henry cemburu padamu. Kupikir kalau aku bilang kita adalah sepasang kekasih, Henry akan merubah persepsinya tentang dirimu. Dan voila, kau lihat? Henry sama sekali tidak marah denganmu. Aku sungguhlah hebat!"

Kyuhyun meninju pelan bahu kanan Donghae yang tengah berkonsentrasi mengendarai sepeda motornya.

"Ya! Berterimakasihlah padaku!" seru Donghae sembari mengusap bahu kanannya yang sebenarnya pun tidak sakit.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal, "Terimakasih, sunbae!" ucapnya, "Kau puas?!"

Donghae melirik ekspresi Kyuhyun dari spion motornya dengan puas, "Hm! Kau sangat manis, Kyuhyun-ah... Sangat manis."

Kyuhyun tersipu dibuatnya. Pipinya tiba-tiba memanas. Ia tak tahu kalau Donghae sunbae yang selmana ini selalu membuatnya ketakutan dan cemas setengah mati ternyata adalah seorang yang baik hati.

"Kau tahu, aku senang kau memakainya?" ujar Donghae tiba-tiba.

.

.

.

TBC

DARR!

Akhirnya chap 6 bisa dipublish! :p

Niatnya mau publish kemarin hari Selasa bareng yang oneshoot. Tapi ternyata pas flashdisk diubek-ubek, lah kok nggak ada? Ternyata ketinggalan di rumah. :D

Mian banget, chapter kali ini juga ga ada Wonkyunya. Ck! Miaaan banget... tapi chapter depan ada kok.

Dan errr- ada bash ya? ckckck... thanks ya atas bash nya. :p terserah deh, kalian mau ngomong apa, Kyuhyun ga cocok jadi uke, Kyuhyun cocok jadi uke, ga peduli deh. Aku maunya Kyuhyun kayak gini. :p

Buat yang kemarin udah review di fanfic "Dance", makasih banyak ya... tapi maaf, NO SEQUEL! :p :p :p tapi entahlah, kalau mungkin nanti ada ide nyasar, bisa jadi ada. Tapi pasti lama banget. Setahun kemudian kali... :p

Semoga kalian bersedia untuk mereview... :D

Big Thanks to:

| Kimimaki | Ifa Cho-i | Simbaa | ukekyushipper | anin | GaemRa Kyu-Uke | horse for evil | mrs. ChoiKyu | shin min hyo | meyminimin | Fitri MY | trilililili | MyKyubee | .921 | TieSparKYUhyun | astri | RuCho D'Evil | Kyuya13 | kyukyuhae | Guest | Sachiko Yamaguchi | Adyndaratih | Kyu Love Malinda | gaemkyu | Halva | gamewon | Guest | rememberWon | Irmawks | Guest | eunhyukunyu | Cho-I Kyuri | myblacksmile | Aiiu | dreanie | Jung Carla | ChoiKyuHwa731 | hujanrintikrintik | space big star | minji-ah | heartKyu | RaSoPiELF | Virginia | Tyfa Siwonnie | More Wonkyu | joana | panKyu | Shin Hyo Bin | xhixermin | lalla | Lee Hye Hyeon | kemala putri | kemala putri | lovelovesiwon | JANE

Who gave me review on chapter 5

And thanks to whoever read and view this fic.

I really glad that you happy to read my fiction.

I love you all!

At least, mind to review?

With Love,

Cho Eun Hye