Title : Change

Rated : T

Genre : Crime, Romance

Author : Park Sansan

Main Cast : Ryeowook

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, author hanya pinjam nama demi kelancaran fanfic ini ^^.

Warning : YAOI, OOC, typo(s) berserakan, abal-abal, alur berantakan, ide cerita pasaran!

Summary : Kejadian di masa lalu merubahnya menjadi sosok yang mengerikan, dia yang bersumpah akan membalas dendam akan kematian appanya justru terjebak cinta segitiga yang tak diinginkannya sama sekali.

Don't like? Don't read!

NO BASH OR FLAME

DON'T COPAS

RnR please.. :)

Happy reading cingudeul (˘.~)

.

.

.

.

"Yesung, memang tidak ada rencana B?"

"Aniya.. cara ini yang terbaik appa. Dengan cara ini Ryeong bisa selamat dari dia"

"Hhh~ benar juga.. Ryeong, appa harap kau pertimbangkan lagi keputusanmu dan jangan kecewakan appamu" kata Yunho dengan menekankan kata 'appamu' Ryeowook tahu siapa yang Yunho maksud dan itu bukanlah dirinya sendiri. Setelah itu Yunho menarik Yesung keluar dan menutup pintu kamar Ryeowook meninggalkannya sendiri menimang-nimang perkataan Yesung dan Yunho.

"Appa…" gumam Ryeowook kembali mengingat wajah sang appa seperti meminta pendapat apakah ia harus melakukan rencana Yesung. Ryeowook semakin tertunduk, kedua tangannya digunakan untuk menopang kepalanya yang terasa berdenyut. Bayang-bayang itu kembali mucul, seperti sebuah video yang diputar mundur, mulai dari awal pertemuannya dengan keluarga Kim, kebakaran dirumahnya dan kenangan manis dengan Hangeng serta sahabat kecilnya. Ryeowook mendongak dan tersenyum simpul mengingat 'sahabat'nya itu.

"Huft" Ryeowook mendengus kesal dan beranjak dari duduknya hendak keluar kamar. Dengan wajah lesu ia melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan di sebelah kamarnya. Dibukanya pintu dihadapannya tanpa mengetuknya terlebih dulu dan menampakkan seseorang yang membuatnya jengkel tadi. Biasanya namja dihadapannya akan marah jika dia tak mengetuk pintu kamarnya terlebih dulu namun kini ia justru tersenyum menyambut kedatangan Ryeowook.

"Menerima usulku Ryeong?" tanya Yesung dengan masih memamerkan sebuah senyuman yang tak dapat diartikan Ryeowook. Bukannya menjawab Ryeowook justru menghempaskan tubuh mungilnya di atas ranjang Yesung, Yesung yang sedang berkutat dengan laptonya di sofa dekat ranjanganya hanya menatap Ryeowook menunggu jawaban darinya.

"Aku harus mulai dari mana?" tanya Ryeowook sambil menyilangkan kedua tangannya di belakang kepalanya, menggunakannya sebagai bantal. Yesung menyeringai dan segera mencampakkan laptonya hendak menuju lemari mengambil sesuatu yang telah ia siapkan.

"Pakai ini" perintah Yesung sambil melemparkan barang yang ia ambil tadi di atas tubuh Ryeowook. Ryeowook bangun dan mengambil barang yang ada di pangkuannya, di telitinya satu demi satu barang yang harus ia pakai itu.

"Kau benar-benar serius eoh?" tanya Ryeowook dan menatap Yesung tak percaya.

"Aku tak pernah setengah-setengah dengan rencanaku" jawabnya singkat sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya. "Percayalah padaku, itu akan cocok untukmu" tambahnya lagi seraya melangkahkan kakiknya menuju tempatnya tadi dan kembali berkutat pada laptopnya.

"Kenapa masih di situ? Kau ingin aku yang memakaikannya untukmu?" tanya Yesung saat melihat Ryeowook masih sibuk mengamati barang yang ia berikan tadi.

"Ck!" Ryeowook berdecak sebal dan segera berdiri, berjalan menuju kamar mandi di kamar Yesung guna memakai barang yang yang ia bawa.

Tak perlu waktu yang cukup lama untuk Ryeowook memakai semua barang yang diberikan Yesung, tapi kini dia masih berdiri di depan pintu kamar mandi enggan untuk segera membukanya dan melihat hyungnya yang mungkin akan tertawa terbahak-bahak melihat penampilannya sekarang. Dengan ragu di bukanya pintu kamar mandi dan melangkah keluar dari sana. Dilihatnya Yesung masih sibuk dengan laptonya dan belum menyadari jika Ryeowook sudah berdiri di depannya.

"Ehem" Ryeowook berdehem kecil guna mendapatkan perhatian Yesung. Yesung mendongak dan melihat seseorang yang tak pernah dilihatnya tengah menatapnya sebal. Seseorang yang tak pernah dilihatnya? Ya, kini Ryeowook telah bertaranformasi menjadi seorang YOEJA!. Dia kini memakai sweater berwarna ungu yang agak kebesaran di tubuh mungilnya sehingga sedikit mengekspos pundaknya dan menyembunyikan tangannya, sweater itu di padukan dengan jeans ketat berwarna abu-abu, belum rambutnya kini menjadi panjang dan dikuncir dua yang membuatnya terkesan imut, sangat imut malah.

"YA! jangan melihatku seperti itu" bentak Ryeowook saat menyadari Yesung terpaku melihatnya tanpa berkedip. Dari awal Yesung memang mengira Ryeowook akan pantas menggunakan pakaian dan wig yang ia persiapkan namun ini jauh dari bayangannya, Ryeowook jauh lebih eerrr cantik dan manis dari yang ia bayangkan sebelumnya.

"Aish~ hyung menyebalkan!" Ryeowook mendengus kesal karena masih tak di tanggapi Yesung, dia pun menghempaskan tubuhnya duduk di pinggir ranjang Yesung . Yesung beranjak dan berjalan mendekati Ryeowook, di bungkukkannya tubuhnya mensejajarkan wajah mereka, Ryeowook memundurkan kepalanya saat wajah Yesung semakin mendekat.

"Yak, apa yang mau kau lakukan?" bentak Ryeowook guna menyadarkan Yesung.

Tuk tuk tuk

Yesung menunjuk-nunjuk dahi Ryeowook yang tertutup poni dengan telunjuk kanannya. "Benarkah kau ini namja?"

Ryeowook menepis tangan Yesung dari dahinya dan sedikit mendorong tubuh Yesung agar menjauh darinya. "Pabbo! Kau yang merubahku menjadi yoeja, kenapa justru heran begitu?"

"Kau jauh lebih manis dari yang kubayangkan" jawab Yesung jujur dengan masih mengamati Ryeowook.

"Huh? Jangan bilang kau terpesona olehku hyung... yak!" bentak Ryeowook dan langsung menepis wajah Yesung yang semakin mendekat hingga ia hampir jatuh tersungkur.

"YA! sudah berani kau padaku?" geram Yesung tidak terima dan hendak menjitak Ryeowook namun di urungkannya. "Besok kau akan masuk SM university jurusan seni sama sepertinya, semua berkas sudah kuurus dan biasakan dirimu untuk memperkenalkan diri sebagai Wookie bukan Ryeong, arra?"

"Wo.. wookie? Ck"

"Tidak ada protes dan….. biasakan juga bersikap lebih lembut layaknya yoeja…" Yesung menggantungkan kalimatnya sebelum ia bergerak mendekati telinga Ryeowook dan berbisik "baby Wookie". Yesung tertawa puas dan kembali pada aktivitasnya di depan laptop.

Karena kesal Ryeowook pun hendak keluar kamar Yesung dan kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya belum sempat dia sampai di ambang pintu Yesung kembali menginterupsi gerakannya "Ah iya, aku sudah menyuruh Ann ahjumma untuk membelikanmu pakaian yoeja yang lain dan kebutuhan lainnya untuk penyamaranmu, kau minta saja ke dia nanti"

"Ne…." jawab Ryeowook malas dan melenggang keluar tanpa menoleh ke arah Yesung yang sedari tadi lekat menelitinya setiap inci.

.

.

.

.

Pagi hari di keluarga kim terasa biasa saja, kini Yunho dan Yesung tengah bersiap untuk sarapan. Ann ahjumma telah menyiapkan semuanya seperti biasa namun yang lain adalah biasanya Ryeowook yang pertama kali duduk di meja makan malah sekarang belum terlihat bantang hidungnya. "Dimana Ryeong?" tanya Yunho sambil mengedarkan pandangannya.

"Entahlah appa, mungkin masih menyiapkan dirinya haha"

"Heh, kau apakan dia?"

"Huh? Aku hanya sedikit merubahnya sesuai rencana kita"

Kreett~

Suara kursi yang ditarik itu sukses mengakhiri percakapan antara tuan muda Kim dan appanya yang kini telah menoleh pada sumber suara Kim Ryeowook. Rambut sebahu terurai dengan poni tertata, make tipis yang sangat pas, dan sweater yang dipakainya kemarin. "Apa yang kalian lihat ha?" dengus Ryeowook saat mendapati appa dan hyungnya yang terdiam melihatnya.

"Hey hey anak appa yang manis kenapa begitu galak? Ingat sekarang kau ini yoeja Ryeong.." ucap Yunho sambil menepuk nepuk puncak kepala Ryeowook.

"Wookie, bukan Ryeong appa" protes Yesung pada Yunho.

"Wookie? Manis.. cocok untukmu kkk~"

"Yak hyung, kau.."

"Apa ha? Oya satu lagi biasakan dirimu memanggilku oppa, bukan hyung lagi"

"Mwo?"

"Ayo coba panggil aku oppa"

Lidah Ryeowook begitu kelu menyebutkan kata itu, tentu saja ia tidak terbiasa dia kan namja.

"jinja.. aku berangkat" Karena kesal Ryeowook pun mengurungkan diri untuk sarapan dan segera mengambil tas yang tadi ia letakkan di kusri sebelahnya dan segera pergi.

"Hey Wookie bagaimana kau akan ke sana? Memangnya kau tau jalan ke sana? Mengingat rumah kita ini berada di pinggiran kota dan jauh dari pusat" sela Yesung dengan santai sambil meminum susunya sebelum Ryeowook melangkah lebih jauh. Benar saja, Ryeowook yang baru lulus SMA tidak pernah keluar kemana-mana, selamana ini ia pun home schooling, Yunho benar benar menyembunyikan Ryeowook agar keberadaannya tidak tercium oleh musuhnya.

"Kalau begitu cepatlah hyung" ya, Yesung yang memang merupakan mahasiswa semester 5 SM university jurusan seni merupakan satu-satunya oraang yang dapat membantu Ryeowook saat ini.

"Benahi dulu kalimatmu gadis manis" katanya santai tanpa menoleh kearah Ryeowook yang telah jengah menunggu, Yunho hanya tersenyum simpul melihat kedua anaknya.

"hhhh…" Ryeowook menghela nafas seperti menyiapkan dirinya untuk mengatakan sesuatu "Bisa kita berangkat sekarang?...oppa?"

"Tentu manis" Yesung segera bangun dan merangkul pinggang Ryeowook layaknya merangkul errr yeojacingunya. "Kami berangkat appa" pamitnya singkat dan segera keluar menuju mobil yang telah siap di depan rumah.

"Aku curiga kau benar-benar terpesona olehku hyung" kata Ryeowook saat mereka sudah dalam perjalanan menuju kampus.

"…." Tak ada jawaban, yesung tetap fokus pada aspal jalan di depannya.

"Hyung" panggil Ryeowook lagi

"…."

"Hyuuung"

"…."

"Hhh~ oppa"

"Ne?"

"Cih"

"Hey hey aku hanya membiasakan dirimu sebagai yoeja ingat itu, kau yoeja"

"Arra arra" Ryeowook memutar bola matanya bosan entah sudah keberapa kalinya ia mendengar kata itu dari Yesung.

Mobil hitam milik Yesung pun telah berhenti di parkiran SM University. Ryeowook hendak keluar sebelum dihentikan oleh tangan yesung yang memegang tangannya. "Wae?"

Pletak

"Ouch, kenapa kau menjitakku hyung?"

"Kenali dulu targetmu bodoh! Ini" Yesung memberikan beberapa lembar foto yang ia simpan di tasnya kepada Ryeowook yang masih meringis kesakitan.

Foto pertama menampilkan seorang namja berambut coklat gelap berperawakan lumayan atletis namun terlihat tak begitu tinggi. "Lee Donghae, pewaris utama dari keluarga Lee yang merupakan teman baik dari target utama sejak di bangku sekolah menengah"

Foto kedua terlihat seorang namja berperawakan tinggi dengan rambut hitam dan sedikit ikal "Cho Kyuhyun, anak tunggal tuan Cho yang merupakan pemilik dari Cho groub dan berarti saingan bisnis dari keluarga target utama, dia juga kuliah disini satu angkatan denganmu"

"Dia…" kaliamat Ryeowook menggantung ketika melihat foto ketiga yang akan di jelaskan Yesung

Foto terakhir menampakkan sesosok namja yang terlihat begitu dingin dengan tanpa adanya senyum disana "Kim kibum, target utama kita"

"Arraseo" Jawab Ryeowook singkat dan menyimpan ketiiga foto tadi kedalam tasnya.

"Ingat kau adalah Kim Ryeowook anak perempuan dari Kim Yunho, pebisnis handal dari incheon, bukan li xu"

"Aku tau"

.

.

.

.

Ryeowook dengan santai berjalan melewati lorong menuju kelasnya, tak sedikit beberapa pasang mata begitu intens melihatnya, meski dandanan Ryeowook sangat simple namun mampu menimbulkan kesan gadis manis pada dirinya. Dimasukinya sebuah ruang kelas dan memilih tempat duduk nomor tiga dari depan yang berada di samping jendela tepat di depan target utamanya yang kini sibuk membaca buku, disampingnya ada sahabatnya yang tengah asik mendengarkan musik dari earphone yang ia kenakan, sepertinya mereka belum menyadari kedatangan Ryeowook.

Hingga akhirnya Donghae yang menyapu pandangannya keseluruh ruangan dan mendapati sesosok yoeja di depannya, ia pun menyenggol teman disebelahnya tanda memberitahu ada seseorang yang mungkin menarik menurutnya, teman di sebelahnya hanya melihat sekilas dan kembali fokus pada bukunya. Tak ada tanggapan baik dari sahabatnya, ia pun memilih 'bermain' sendiri dengan gadis yang ada di depannya.

Ryeowook sedikit kaget saat dirasakan bahunya di sentuh oleh seseorang saat ia menoleh, Donghae telah berada di sampingnya dan duduk di bangku yang meang kosong.

"Ah mianhae telah membuatmu terkejut, mahasiswi baru? Aku belum pernah melihatmu selama ini meskipun kita sama-sama angkatan baru"

"Ne, aku memang baru masuk hari ini karena sesuatu hal.. Kim Ryeowook imnida, kau bisa memanggilku.. wookie"

"Wookie, nama yang manis cocok untukmu, Lee Donghae imnida kau bisa memanggilku Hae oppa jika mau"

"Oppa?"

"Ne, agar lebih akrab dan yang ada di belakangmu ini Kim kibum dia sahabatku"

"Arraseo, senang bisa berkenalan dengan kalian oppa dan mohon bantuannya"

"Ahaha tentu Wookie"

.

.

.

.

"Wookie" pangglln seseorang dari belakang yang kini sudah merangkul pundaknya, Ryeowook hanya menatapnya bingung tak melawan. Di samping kanannya kini telah ada kibum dan Donghae yang merangkulnya, jangan heran Donghae memang dikenal gemar menggoda yoeja.

Plak

"Aw"

Belum lama tangan Donghae di pundak Ryeowook telah ada seseorang yang 'memukul tangannya sehingga membuatnya menarik tangannya.

"Beraninya kau menyentuh gadis manisku?"

TBC

Oke saya tahu saya telah menelantarkan fanfic saya karena kesibukan kuliah dan errr maen RP -_,- semoga readerdeul menikmati apa yang saya sajikan setelah 6 bulan ini saya hiatus ._.v Review please? /sujud sujud/