Warning :politik kenegaraan jaman jadul yang yahud, dijamin addicted ama politik dan cara berkewarganegaraan yang baik.

Belajar PKN

PKN itu adalah mata pelajaran yang biasanya para pelajar bilang sangat membosankan dan bikin pusing, karna bayak kata level tinggi yang kurang bisa dipahami oleh akal sehat. Karena itu bagi yang tak suka PKN mari kita berusaha mempelajari hal yang ditekuni para orang tua di pemerintahan . PKN susah, ribet, alay bin gaje?kata sape? PKN bisa jadi sangat mengasyikan dan bisa bikin ngakak loh! ayo coba belajar PKN dengan bantuan para karakter Bleach favorit kita!

Bleach act

untuk pelajaran kali ini, mari kita perkenalkan guru serta murid yang lagi ada dikelas.

cast:

Guru: Pak Aizen Sousuke

Pelajaran : PKN (Pendidikan Kewarganegaraan)

Murid:

Grimmjow Jeagerjaques (murid yang tergolong pinter tapi malesnya ga ketulungan, mana temperamental...disebut sebagai preman kelas, diem-diem suka yang imut!)

Ulquiorra Sciffer (anak alim yang menomor satukan peraturan, baginya orang yang melanggar peraturan dan berlaku seenak jidat itu sampah, juara 1 sekolah,agak sensi kalo udah nyangkut tinggi badan.)

Ichigo Kurosaki (murid indo , sehingga rambutnya yang terang benderang dan sering diejek gara-gara itu, anak dokter, otak lumayan encer, masuk kategori cowok tercakep dan terbaik di sekolah oleh para cewek)

Inoue Orihime ( cewek cantik bertubuh asoy geboy, tapi agak oon dikit, kalo soal pelajaran agak lemot nangkepnya, suka sama benda-benda aneh, kalo udah BT, iblisnya keluar)

Kuchiki Rukia ( Jagoan main basket se-jawa barat, ternyata cewek cebol yang tomboy satu ini sangat berbakat di bidang olahraga!)

Renji Abarai ( cowok urakan yang bersuara lantang, tipe orang yang bertindak sebelum berpikir dulu, sangat polos dan cenderung bego kalo soal itung-itungan)

Ishida Uryuu (cowok bermata sipit and berkacamata ini juara 2 di sekolah loh, bersaing kepintaran ama Ulqui, dan rival Szayel dalam bidang kimia dan fisika, kurang suka PKN, dia paling sebel kalo kelas udah ribut, hobinya menjahit pakaian dan boneka! langganannya ya si Grimmjow )

Chad ( cowok bertubuh gede ini adalah palajar Meksiko yang lahir di negara tercinta kita ini, pendiem dan terlihat serius, walau sangat suka humor, tapi karna wajah dan tubuhnya machos mustachios beybeh gitu, humornya garing)

Szayel (cowok pinter sama kaya Ishida, tapi bidang terkuatnya ada di fisika dan kimia, lumayan suka sejarah, tapi sebel ama tokoh-tokoh idiot di sejarah, makanya selalu saja ia berdebat dengan guru tentang subjek yang lagi dibahas)

segitu dulu aja perkenalannya, marilah kita masuk kelas untuk belajar PKN anak-anak!


Aizen: Kalian berdua akan menjadi asisten saya selama saya menerangkan materi hari ini.

Grimmjow: *bersumpah -serapah dalam hati,mukanya udah Bete*

Ulqui: *mengangguk perlahan * Baik, Pak Aizen.

Aizen: *mengalihkan muka dari 2 anak tadi dan kini menghadap ke murid-murid di kelas* Nah, untuk hari ini, kita akan membahas tentang politik dari zaman orde lama sampe demokrasi terpimpin. Siapkan catatan kalian, dan dengarkan baik-baik. Bagi yang punya pertanyaan, langsung saja angkat tangan.

Renji: *sambil berbisik pelan ke arah Ichigo* Hey, Ichi….si Aizen tuh, gurunya Strict banget ya? Gue paling ga cocok ama guru model begini.

Ichigo: Well,dude …Namanya juga Teacher PKN, Graduate from jurusan Hubungan Internasional ato Hukum, you tau lah orang yang masuk hukum ato HI pada gimana sifatnya?

Renji: iya juga sih….

Aizen: hei, 2 cowok berambut nge-jreng disana! Jangan ngerumpi terus!

Ichigo-Renji: * langsung duduk manis bolpen udah tersedia di tangan,siap nulis*

Aizen: baiklah, coba kalian buka buku cetak halaman 212, Mengenai Negara Boneka.

Semua: *membuka buku serentak bagai pasukan militer dibawah 1 komandan tempur*

Aizen: pada November 1946 ada sebuah organisasi Belanda yang bercokol di Indonesia, yaitu NICA. NICA berupaya untuk menghancurkan RI, diantara lain dilakukan melalui Bidang politik. Ada yang tahu apa nama strategi politik yang digunakan mereka?

Semua: *hening 30 detik*

Aizen: *pasang senyum tampannya* Ulquiorra-kun, Grummjow-kun, coba kalian saling berhadapan, jangan lupa berpegangan tangan ya...

Grimmjow:* pasang muka horror* hah!? Yang bener aja ! Guru macam apa kau mempermainkan murid seperti ini! EMANG LOE HOMO PEDOPHIL!?

Aizen : *senyum, tapi aura angkernya sudah mulai terlihat keluar*

Ulqui:...sebenarnya, aku juga ga mau...tapi bagaimanapun juga, perintah guru adalah absolut. Kalau loe pengen ga naik, silahkan saja... tapi, jangan sampe gue juga kebawa, ngerti loe sampah?*menatap Grimjow tajam sambil menawarkan tangannya*

Grimmjow:grrrr *dengan terpaksa mengambil tangan Ulqui, kini berhadapan dan bergandeng tangan* (oh ya lupa...dia kini sedang berblushing ria didepan...entah karna malu atau marah)

Aizen : nah, anak-anak sekalian...contoh yang didepan ini...*nunjuk Grimm and Ulqui* disebut Unity, kalian tahu cara memutuskan sebuah Unity? ya, dengan membelah atau membagi mereka. Melalui Hint tadi, sudah ada yang tau apa nama strategi politik yang dipakai Nica untuk MEMECAH BELAH RI?

Szyayel : Devide et impera, pak!

Aizen : betul! *lalu memutuskan genggaman tangan Ulqui dan Grimmjow* , melalui itulah NICA membagi Indonesia menjadi RIS, dengan membagi -bagi Indonesia menjadi beberapa negara bagain, dalam RIS, antara Lain adalah NIT (Negara Indonesia Timur),NSS (Negara Sumatra Selatan), NST (Negara Sumatra Timur), Bangka Belitung, Pasundan, dan Madura.

Rukia : wah, pak...saya tau kita sedang membicarakan perpecahan bangsa...tapi kalau melihat adegan tangan kedua couple didepan kita ini diputus paksa~ rasanya sedang melihat kejadian perpecahan dalam rumah tangga...

Semua: *Tertawa terbahak-bahak*

Ulqui n Grimm : *Menatap panas ke arah Rukia*

Aizen : Sudah, tenang semuanya...kita lanjutkan lagi pelajarannya. Sebagai negara boneka, ternyata terjadi ketidakpuasan dan timbul keinginan untuk benar-benar menjadi negara yang utuh, karena itu negara-negara boneka bekerjasama dengan negara diluarnya yang masih dalam milayah NKRI sekarang. Akibatnya, banyak yang beralih untuk menghadapi pihak Belanda dengan menggunakan perjuangan Diplomasi, dan perjuangan Militer. Sampai RIS bubar dan mejadi RI.

Ichigo :Perjalanan yang panjang ya pa, apakah indonesia telah merdeka setelah menjadi RI?

Aizen : ya, memang perjalanan panjang nak Ichigo...tapi itu masih belum selesai. Perjuangan RI pada Pasca Kemerdekaan dilakukan dengan gencar. Karna untuk menjadi negara yang seutuhnya dibutuhkan :

1. Wilayah

2. Rakyat

3. Pemerintahan yang berdaulat

dan

4. Pengakuan dari dunia Internasional.

Renji: Pak, kenapa untuk membuat sebuah negara diperlukan Pengakuan dari Dunia Internasional?

Aizen : pertanyaan bagus, coba kalian bayangkan, ambil saja contoh wilayah Indonesia yang pernah mau melepaskan diri.

Ishida: Aceh maksud bapak? *menarik kacamata keatas*

Aizen: Betul! Kita patut acungkan Jempol pada Presiden Adurahman Wahid loh, walau beliau 'cacat' fisik, namun kemampuan politik dan kebijaksanaannya cuma muncul 1 kali seumur hidup di Indonesia. Ketika masa Presiden Gusdur memimpin, Wilayah aceh pernah protes dan berusaha untuk keluar dari negara RI untuk menjadikan negara Aceh , Kalian tahu apa yang harus dilakukan seorang pemimpin negara untuk mencegah perpisahan antara saudara itu?

Ishida: Cara paling lazim digunakan sih, memakai perjanjian atau perundingan damai dengan pihak Aceh

Aizen : bagus, tapi tidak cukup tepat

Szayel: ah, jangan-jangan harus mengirim pasukan untuk memerangi pasukan pemberontak?

Aizen : benar juga, tapi masih belum mendekati

Semua: hening (*guru ini cara berpikirnya memang sulit ditebak, namanya juga calon politikus)

Aizen : *Senyum-senyum nahan ketawa*

Ulquiorra : Kalau saya boleh angkat bicara, ...cara terakhir dan paling ampuh adalah melalui diplomasi politik bukan?

Aizen : Benar sekali! kau memang murid yang pintar, kau boleh duduk!
Ulquiorra : *Duduk sambil melirik ke Grimmjow yang mukanya udah kaya kucing BT kesiram air got.*

Aizen : untuk memperjelasnya, Presiden Gusdur saat itu tak mau ada pertumpahan darah. Ia menganggap orang-orang Aceh yang memberontak itu sebagai saudara setanah air, lagi pula mengirim pasukan untuk mencegah para pemberontak memakan waktu dan uang yang tak sedikit. Karena itulah Gusdur mendekati para pemimpin negara yang berkuasa dan disegani seperti Amerika,China, India, dan negara-negara lainnya untuk bersimpati pada Indonesia. Presiden Amerika pada saat itu sampai berkata tak akan mengakui Aceh sebagai negara bila lepas dari Indonesia.

Rukia: woow

Aizen : Tentu saja kata-kata yang keluar dari pemimpin negara super power ini berpengaruh bagi negara lainnya, sehingga walaupun Aceh menjadi sebuah Negara, ia tak akan diakui negara Lainnya. Hal ini berarti Aceh tak bisa berinteraksi baik perdagangan maupun hal laiinya dengan negara sedunia. Ya, Terpaksa Aceh harus masuk lagi menjadi bagian Indonesia.

Rukia: Pak Gusdur cerdik ya!

Aizen : Ya, Baliau punya visi 10 tahun kedepan...namun sayangnya bangsa kita hanya bisa melihat 1 tahun dari visi itu. Istilahnya, bila pak Gusdur sudah bangun pagi-pagi sekali, kita baru bangun sore harinya. Contohnya saja, Ketika Gusdur ingin menjalin kerjasama dengan India dan China yang saat itu masih dinilai masyarakat sebagai negara miskin ,tak dapat membantu, atau masih baru sekali merdeka. Padahal Gusdur sudah tahu potensi dari kedua negara ini, dan alhasil menjadi kenyataan. China menjadi salah satu negara super power dan India merupakan negara yang sangat kaya dalam sumber alam dan tenaga manusianya.

Chad: tapi pak, bukannya presiden terfavorit itu adalah Suharto?

Aizen : ah, poling terbanyak memang memfavoritkan Soharto, karna pada zaman pak Suharto semua harga murah. Dan, seperti yang kalian tahu, kita masih negara berkembang, sehingga banyak rakyat yang pendidikannya tidak tinggi...yang penting bagi mereka adalah tidur nyaman dan makan enak. Padahal mereka tak tahu saat harga barang murah, itu karna pak Suharto sudah menjuali aset negara seperti kekayaan alam pada negara lain, yang notebenenya bila kekayaan alam itu bisa dimanfaatkan negara sendiri, kita psti sudah bisa jadi negara maju.

Rukia: iya sih, rezim Suharto kan yang saat itu korup.

Aizen : tapi, beliau masih berjasa pada kita loh, buktinyya pembangunan kita maju berkat usaha pak Suharto juga.

Grimmjow: yah, bapak...koq jadi bahas soal presiden sih? *mendengus*

Aizen :ahahaha...maaf-maaf, sedang bahas masalah politik sih...baiklah, kita lanjut ke-materi. Kita mulai dengan Pemerintah dalam arti luas maupun dan arti sempit.
Pemerintah dalam arti luas adalah suatu pemerintah yang berdaulat sebagai gabungan semua badan atau lembaga kenegaraan yang berkuasa dan memerintah di wilayah suatu Negara meliputi badan eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Pemerintah dalam arti sempit adalah suatu pemerintah yang berdaulat sebagai badan atau lembaga yang mempunyai wewenang melaksanakan kebijakan Negara (eksekutif) yang terdiri dari presiden, wakil presiden, dan para menteri (cabinet).

Nah dari penjelasan saya tadi, ada yang bisa menjelaskan sistem pemerintahan negara kita?

Ichigo: *angkat tangan* saya bisa menjelaskannya , Pak!

Azen: Silahkan nak Ichigo...

Ichigo: pemerintah negara kita menganut sistem Trias Politika. Yang dimaksud dengan Trias Politika itu sendiri adalah pembagian kekuasaan menjadi Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.

Aizen: Benar sekali nak Ichigo...

Nah Grimmjow-kun, kalau kau mau duduk, coba jawab pertanyaan ini. Tolong jelaskan mengenai bentuk Pemerintahan dari teori Polybios.

Grimmjow: *mikir dulu sebentar* Dalam teorinya itu disebut Cyclus Polybios, ia menyatakan bahwa bentuk pemerintahan negara mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara siklus yaitu bentuk Monarkhi – Aristokrasi – Demokrasi akan selalu berganti–ganti dan berputar ke bentuk asal.

Aizen: Ya, benar sekali...kau boleh duduk Grimmjow-kun. Nah, sekarang pertanyaan untuk Nak Orihime...

Orihime: *ngorok*

Rukia: *Toel-toel* Woi Orihime bangun! pak Aizen manggil loe tuh!

Orihime: Hah? a-apa?

Aizen: *Senyum manis* Sudah bangun dari dunia lain Orihime-chan?

Orihime: ahahahah *ketawa akward* , ma-maaf pak...

Aizen: aku punya pertanyaan untukmu, kalau kau bisa jawab, kuperbolehkan kau tetap belajar disini bersama saya...tapi kalau tidak, untuk 2 minggu kedepan kamu harus belajar diluar kelas.

Orihime: eh? ah...i-iya, maafkan saya pak...*berkeringat dingin+meta berkaca-kaca*

Chad: *Pak Aizen ini sadis juga ternyata*

Aizen : bisa kau jelaskan perbedaan pada Monarkhi dan Republik?

Orihime:*berpikir: Monarki itu raja, sedang republik presiden...berarti...* um, bedanya itu karena...cara pemilihan kepala negaranya berbeda?

Aizen: hmm, bisa kamu jeaskan dengan lebih rinci Orihime-chan?

Orihime:Monarkhi adalah bentuk pemerintahan yang kepala negaranya itu raja yang memperoleh kedudukan berdasarkan hak waris secara turun temurun dan masa jabatannya tidak ditentukan dalam batas waktu tertentu.

um...terus kalau Republik adalah bentuk pemerintahan yang kepala negaranya adalah Presiden yang memperoleh kedudukan karena dipilih melalui pemilihan dan memegang jabatannya dalam kurun waktu tertentu.

Aizen: sepertinya kau rajin juga mempelajari materi ini...bagus, bagus...

Orihime: Ehehehe iya pak (*ya tuhan, terimakasih! gue jadi pengen nangis bombay *)

Aizen : nah sekarang pertanyaan lagi, kali ini untuk Ishida-kun...tolong kau sebut 3 macam bentuk Monarkhi

Ishida : *mengangkat kacamata dengan jari tengahnya* yang pertama adalah Monarkhi Absolut, Contoh : Perancis pada masa Louis XIV. Kedua adalah Monarkhi Konstitusional, Contoh antara lain Belanda, Inggris, Denmark, Perancis tahun 1771 – 1792, dan sebagainya. dan yang terkahir adalah Monarkhi Parlementer, Contoh antara lain adalah negara Inggris, Belanda, Belgia, Thailand, Jepang, dan sebagainya. *suara monoton*

Aizen: Bagus-bagus, kau mempelajari catatanmu dengan sungguh-sungguh...Nah sekarang ada yang bisa menjelaskan tentang bentuk pemerintahan secara siklus oleh Plato?

Szayel: Saya bisa pak!

Aizen: silahkan nak Szayel...

Szayel: Pertama siklus itu dimulai dari Aristrokrasi lalu ke Timokrasi, setelah itu beralih ke Oligarkhi lalu Demokrasi dan kembali lagi ke Aristrokrasi.

Aizen: ya benar sekali...untuk catatan tambahan , Aristrokrasi adalah Pemerintahan yang dipegang oleh beberapa orang terbaik/cerdik/ bangsawan yang kekuasaannya ditujukan untuk kepentingan umum. Kalau timokrasi sedikit berbeda, karena pemerintahan dipegang oleh sekelompok orang yang menginginkan kemashyuran dan kehormatan. Oligarki adalah pemerintahan yang dipegang sekelompok orang untuk kepentingan kelompok mereka sendiri. Demokrasi yang tentu saja kekuasaan tertingginya dipegang oleh Rakyat, dan Tyrani dimana seorang raja/ kaisar untuk kepentingan dirinya sendiri...

Dicatat ya anak-anak...itu penting loh.

Chad: *mulai bergerak-gerak dikursi seperti orang kena ayan*

Hening sesaat

Ichigo: OH MY GODS! BAU APA INI?

Renji: *muntah angin* Anjrit! hoi, siapa yang kentut!?

Ishida: i..ini biogas tipe racun! uhuk! *sekalor*

Grimmjow: *jatuh kelantai terus kelepek-kelepek* Ba..Bauuu~~*desahnya menderita* (ah, Author lupa bilang, daya penciuman Grimmjow tu lebih kuat dibanding manusia Normal, tipe daya penciumannya Kiba dari Naruto gitu~)

Orihime dan Rukia: *Buru-buru menerjang jendela kaca kelas untuk keluar ruangan, yang notebenenya di lantai 2*

Szayel: *sudah pasang masker entah dari mana, terus sepertinya sudah memberikan masker cadangan ke Pak Aizen*

*Bel berbunyi*

Aizen: ...Belajar yang rajin ya, nanti lusa akan ada sesi tanya jawab lagi. Untuk menambah pengetahuan kalian, saya sarankan untuk membaca materi lebih dulu atau mencari lewat internet. *Keluar kelas*

Szayel: wow, bisa-bisanya guru ini bertindak seolah-olah tak terjadi apa-apa...aku salut...

Ulquiorra: *sembari tadi diem terus seperti tak kena efek*

Szayel :Kau tak apa-apa Ulqui-kun?

Ulquiorra: *tidak menjawab*

Szayel:...hei, Ulqui? *menoel-noel*

Ulquiorra: *tubuh jatuh dan terbujur kaku, sepertinya dia pingsan dan kram secara bersamaan setelah menghirup biogas tadi*

Chad: *dalam hati berkata: Maaf teman-teman...aku lagi sakit perut...tak bisa kutahan! tapi aku malu kalau harus kasih tau kesemua...pokoknya maaf!*

bersambung

btw, ada yang nyadar ga kalu fic ini sedikit terlihat tidak niat buatnya?

Ya, gimana ya...habis, Author tidak terlalu tertarik dengan pelajaran PKN. Jadi garing gini deh jadinya. Dan berhubung mata pelajaran garing disambung dengan guru yang sama -sama garing...jadinya chap 2 ini garing krenyes-krenyes deh.

Untuk mata pelajaran yang berikutnya...ada saran Kimia atau Fisika, tapi saya ga masuk jurusan IPA jadi ga tau juga ya...wkwkwk.

yah Spoiler saja *plak!* pelajaran berikutnya mungkin adalah...um, antara Olahraga atau Inggris. wkwkwk, kehabisan ide nih.

Anyway, tolong Saran dan Review anda-anda sekalian~ Para reader tercinta yang budiman~~~*dilempar popcorn*

Tunggu chapter berikutnya!