Hehehe (^^)a oke, terima kasih sudah mau baca fic baru ini. Sekarang chapter 2 sudah dataaang~
Tanpa basa-basi, silahkan membacaa..!! XD
Disclaimer : Always Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, SaiSaku
Genre : Romance/Friendship/(maybe)Angst
DON'T LIKE? DON'T READ
REVIEW AND ART
CHAPTER 2 : OWN WAY
TENG TENG
Bel pelajaran pertama sudah dimulai. Seorang gadis berambut pink yang tadinya sedang bersandar pada pagar kawat pembatas di atas gedung, mulai tersadar dari lamunannya. Dia melihat sekeliling lalu memegang kepalanya. Gadis yang tak lain bernama Sakura Haruno itu, langsung menguap kecil dan berjalan.
"Sebenarnya.. aku malas belajar hari ini," gumam Sakura pada dirinya sendiri, lalu dia melihat Hpnya, "Pingin bikin fic," gumam Sakura lagi. Lalu dia mendesah pelan.
Sakura membuka pintu yang menghubungkan dirinya pada tangga yang menuju koridor sekolah. Saat Sakura melangkahkan kakinya, dia mendengar sesuatu. Seperti suara suatu benda yang baru saja tergeser. Benar saja, rupanya ada pensil khusus untuk menggambar di dekat kakinya. Sakura mengangkat sebelah alisnya lalu mengambil pensil itu, dan melihat stiker di pensil yang bertuliskan nama pemiliknya.
"Sa...i?" gumam Sakura melihat tulisan di stiker pensil itu.
"Mungkinkah, ini punya Sai yang terkenal itu ya?" pikir Sakura. Setelah lama berpikir, Sakura memutuskan untuk kembali berjalan menuju kelasnya.
"Lebih baik, coba kukembalikan saja.."
-
-
-
Di kelas..
KREEET
Suara pintu kelas yang terbuka memecah keramaian di dalam kelas. Semua anak-anak yang tadinya sedang bercanda ria dan sebagainya langsung menoleh ke arah suara. Dilihatnya oleh mereka, Sakura yang sedang berdiri di depan pintu kelas. Sakura menelan ludah merasakan tatapan intimidasi dari anak-anak itu. Baru saat Sakura membuka mulutnya, semua kembali pada kegiatan masing-masing. Menganggap gadis biasa itu, tidak pernah ada. Sakura menghela nafas panjang.
"Sabar sabar.." gumam Sakura sambil menarik nafasnya. Baru saat Sakura akan duduk di tempatnya..
"Hei kau, habis kemana hah!?" tanya seseorang tiba-tiba. Sakura tersentak, dan dia segera menoleh ke belakangnya. Dilihatnya seorang laki-laki berambut biru donker dan berparas tampan, menatapnya dengan tatapan yang menuntut seolah ingin pertanyaannya segera dijawab dengan jawaban yang memuaskan.
"Sa.. Sasuke.."
"Aku tanya, kau habis kemana?" tanya Sasuke acuh. Sakura kesal mendengar nada pertanyaan Sasuke yang menuntutnya itu. Akhirnya Sakura membalas Sasuke dengan acuh sambil duduk di tempatnya.
"Bukan urusanmu..!!" jawab Sakura cepat dan tegas. Sasuke menatapnya dalam diam, sedangkan para fans Sasuke langsung menatap Sakura, jijik.
"Hn, kalau begitu kau tahu di mana Sai?" tanya Sasuke, Sakura sedikit menoleh ke arahnya, "Setelah kau pergi, dia ikut pergi. Dan sampai sekarang, belum kembali.." lanjut Sasuke. Sakura menggeleng pelan.
"Tidak.. aku tidak tahu," jawab Sakura sambil menggenggam erat pensil Sai. Sasuke mendengus kesal.
"Dasar, anak miskin memang tidak bisa diandalkan," ketus Sasuke. Sakura mendelik padanya, terdengar beberapa suara cewek tertawa cekikikan. Setelah berusaha mengontrol emosinya, baru Sakura menghela nafas.
"Jadi.. dari tadi Sai memang sudah tidak ada?" tanya Sakura pelan pada dirinya sendiri. Dia menatap pensil Sai di tangannya.
"Berarti, apa mungkin.. Sai memang berada di balik pintu itu?" tanya Sakura. Beberapa saat kemudian, Sakura tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Hahaha mana mungkin," gumam Sakura. Kini dia memasukkan pensil itu ke dalam tempat pensilnya. Dan kembali mengambil Hpnya.
www fanfiction net/~cherryblossom
Terpampanglah beberapa saat setelahnya, profil author Sakura di layar Hpnya itu. Sakura tersenyum lebar melihatnya, memang hanya situs ini yang selalu bisa membuatnya tersenyum. Lalu Sakura melihat beberapa ficnya yang baru saja diupdate. Tapi sayangnya, reviewnya tidak ada yang menambah. Sakura mengeluh kecewa, tapi dia tetap menscroll Hpnya hingga sampai di fic terakhirnya. Sakura tertegun, fic oneshotnya yang sudah dipublish sekitar setengah tahun yang lalu itu, kini bertambah reviewnya. Segera saja Sakura membuka review fic itu. Sakura tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum lebih dari ini.
Aoi-san
Aku baru tahu kau publish fic ini. Hehe maaf ya (^^)
Ceritanya bagus sekali, membuat aku terkesan. Kau bilang ini fic pertamamu? Wow, fic pertama aja sudah bagus begini. Pantas saja fic selanjutnya pun semakin bagus. Kalau kamu jadi pacarku, aku pasti bangga sekali (^///^)a
"Pa.. Pacar?" gumam Sakura. Wajahnya sudah memerah dan memanas melihat review dari anonymous yang bernama Aoi-san itu. Sakura tertawa kecil.
"A.. Ada-ada aja ah, dasar Aoi-san," gumam Sakura yang sudah blushing tidak karuan. Walau mungkin hanya sebuah 'Review candaan' entah kenapa Sakura tidak bisa berhenti memikirkannya. Kepalanya sudah dipenuhi bayang-bayang wajah 'Aoi-san' yang membuatnya penasaran.
"Tapi.. Aoi-san itu orangnya seperti apa ya? Penasaran.." gumam Sakura sambil mengandai-andai. Akhirnya tidak bisa terelakkan kalau Sakura akan melamun sekarang. Sampai tiba-tiba seseorang merebut Hpnya di saat Sakura lengah..
"Hm? Aoi-san? Siapa ini?" gumam suara seseorang yang tegas. Sakura tersentak dan langsung mendongak, melihat Sasuke yang sedang asyik mengotak-atik Hpnya.
"Apa-apaan kau Sasuke!? Kembalikan Hpku!!" gumam Sakura sedikit marah. Tapi karena Sasuke lebih tinggi dari Sakura, alhasil dia hanya mengangkat tangannya dan Sakura sama sekali tidak bisa menggapainya walau dia berusaha meloncat.
"Sasu.. Sasuke, kembalikan..!!" geram Sakura dengan wajah memerah menahan amarah. Tapi Sasuke tidak mempedulikannya, dia terus membaca review-review fic Sakura.
"Huh? Apaan nih? Kalau kamu jadi pacarku?" tanya Sasuke sambil menahan tawa. Sakura terlihat gusar melihatnya, dan di saat Sasuke lengah, dia langsung merebut Hpnya.
"Siapa sih Aoi-san itu?" tanya Sasuke dengan gaya coolnya yang seperti biasa. Sakura terdiam sambil memasukkan Hp ke dalam sakunya.
"Huff, kasihan sekali. Dunia maya itu memang gampang menipu orang ya?" tanya Sasuke, "Dia bisa ngomong begitu, pasti karena tidak tahu siapa kau yang sebenarnya," lanjut Sasuke.
"Tapi, aku yakin seandainya orang bernama Aoi bla bla itu tahu siapa kau dia pasti kecewa berat," gumam Sasuke dengan nada meremehkan. "Karena ternyata, orang yang dia puji setengah mati itu, hanyalah anak miskin yang belagu bisa sekolah di sekolah khusus orang kaya dan tidak-"
BHUAAAGH
Sasuke jatuh terduduk, sudut bibirnya mengeluarkan darah. Para fansgirlnya berteriak kaget dan beberapa menghampirinya. Sasuke mendelik menatap Sakura di depannya yang sedang berdiri di depannya sambil mengepalkan tangannya. Sakura memberi tatapan death glare pada Sasuke.
"Jangan dan jangan pernah kau ejek Aoi-san. Asal kau tahu, Aoi-san jauh lebih baik darimu yang hanya bisa mengandalkan uang, uang dan uang," jelas Sakura panas dengan tatapan yang sangat marah. Sasuke terdiam melihatnya.
"Huh, memang kau tahu siapa Aoi-san itu?" tanya Sasuke tenang. Sakura diam seribu bahasa. Memang, Sakura tidak tahu siapa itu Aoi-san, tapi.. kenapa dia mau membelanya mati-matian? Sasuke mendengus melihatnya.
"Lucu sekali, apa karena kau tidak laku di sini, lantas kau mencari pacar di dunia maya? Aku makin kasihan padamu, anak miskin," gumam Sasuke pedas, dan dia berdiri lalu meninggalkan Sakura di belakangnya. Anak-anak yang lain terlihat tertawa melihatnya.
Sedangkan Sakura menunduk, berusaha menahan tangis. Walau akhirnya, tetesan air menetes di pipinya. Sakura pun pergi keluar, mengacuhkan orang-orang yang puas menertawakannya. Sedangkan Sasuke hanya diam seribu bahasa menatap punggung sang gadis tersebut.
-
-
-
Di bagian Saiā¦
"Duuh, kemana pensilnya ya?" tanya Sai sambil melihat sekelilingnya. Lalu dia kembali menaiki tangga menuju atap gedung.
"Err, kalau tidak salah setelah aku menggambarnya, pensil ini kutaruh di sekitar sini deh. Gara-gara bel pelajaran tadi sih, aku jadi buru-buru lari," gumam Sai entah pada siapa. Lalu dia mendesah pelan dan kembali mencari pensil.
Beberapa saat kemudian, laki-laki berambut kelimis itu mendengar suara labgkah kaki. Sai mengangkat sebelah alisnya dan menoleh ke belakang. Sai tertegun kaget melihat seorang gadis pink menaiki tangga dengan wajah yang berantakan karena habis menangis. Begitu pula gadis itu yang kaget melihat Sai. Gadis yang tak lain bernama Sakura itu, segera menghapus air matanya.
"Sa.. Sakura ya? Kenapa menangis?" tanya Sai sambil mendekati Sakura. Gadis pink itu menelan ludah dan melangkah mundur hingga Sai kebingungan melihatnya.
"Ng? Kenapa? Kok mundur?" tanya Sai bingung. Sakura menggeleng pelan.
"Oh tidak, ma.. maaf," gumam Sakura kaku. Sai mengambil nafas pelan, lalu dia mengambil sesuatu dari sakunya.
"Jangan menangis," gumam Sai jelas, singkat, padat, dan datar.
Sakura tertegun melihatnya. Kini, Sai sedang mengelap air mata Sakura dengan sapu tangan putih miliknya. Sakura menunduk malu, melihat wajah Sai yang semakin lama mendekatinya. Sai tersenyum, lalu mengajak Sakura duduk di anak tangga. Sakura masih memegang sapu tangan yang tadi diberikan Sai kepadanya. Lama mereka terdiam hingga...
"Jadi..?? Tadi kenapa kau menangis?" tanya Sai setelah lama kemudian. Sakura tersentak kaget, lalu dia mulai menjawab dengan tenang.
"Sasuke.." Sai mengangkat sebelah alisnya, "Dia selalu mengataiku 'anak miskin' melulu. Kuakui itu memang benar, tapi.." Sakura mempererat pelukannya pada kedua lutut kakinya yang dilipat dan mendeah pelan. Sai mengangguk mengerti.
"Aneh, sebelumnya Sasuke yang kukenal itu dingin dan tidak pernah melakukan hal yang merepotkan seperti mengejek orang seperti itu," jawab Sai lancar. Sakura sedikit menoleh padanya.
"Benar..kah?" tanya Sakura. Sai mengangguk yakin.
"Tentu saja, aku dan Sasuke adalah teman sejak kecil, aku jauh lebih mengenalinya bahkan dari fansgirlnya no 1 sekalipun," jawab Sai santai. Sakura tertawa kecil, lalu perhatiannya tertuju pada map yang dibawa Sai.
"Itu.."
"Ah ini? Ini gambar-gambar buatanku," gumam Sai sambil mengambil mapnya tersebut dan memberikannya pada Sakura, "Kau mau lihat?" tanya Sai lagi. Sakura mengangguk canggung.
Sakura mulai membuka map tersebut. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut melihatnya. Bagaimana tidak? Hampir semua model dari gambar Sai tersebut itu adalah dirinya. Mulai dari saat sedang melamun di pojok kelas, saat dia memperhatikan guru, saat dia bermain Hp, dan tadi pagi saat dia menyandar di pagar kawat. Sakura tertegun, lalu dia mengangkat wajahnya dan menatap Sai yang juga menatapnya dengan senyum di wajah pucatnya.
"Bagaimana? Bagus tidak?" tanya Sai canggung sambil menggaruk pipinya. Sakura terdiam, kehabisan kata-kata.
"Yah, maaf aku tidak bilang-bilang menjadikanmu sebagai modelku. Aku hanya.. takut kalau kau tak suka," gumam Sai, nada bicaranya mulai terdengar serius sekarang.
"Tapi, aku merasa lelah begini terus. Maksudku, hanya terus-terusan menggambarmu dari jauh, rasanya tidak berarti apa-apa. Akulah yang selalu menaruh lukisan dirimu di laci mejamu," jelas Sai. Sakura menatapnya heran.
"Lalu.. kenapa sekarang kau memberikan gambar-gambar ini padaku? Kau mau.. mengaku?" tanya Sakura. Sai tersenyum lagi.
"Menurutmu, bagaimana? Apa alasanku sampai mau mengaku, padahal selama ini aku susah payah supaya jangan sampai ketahuan olehmu, hm?" tanya Sai, dan dia kembali mendekatkan diri pada Sakura.
"Maksud..mu?" tanya Sakura bingung. Sai menghela nafas panjang.
"Sakura..."
Sai kembali mendekatkan dirinya, lalu dia menaruh kepalanya di pundak Sakura hingga membuat gadis itu blushing. Sai mulai berbisik di telinga Sakura, dengan jarak yang sangat dekat...
"Jadilah pacarku.." bisik Sai. Sakura tertegun.
"Eh!?"
-
-
-
-
Di bagian Sasuke...
Di dalam kelas, sang sensei masih saja belum datang. Alhasil pelajaran yang sepertinya kosong itupun dimanfaatkan anak-anak dengan bercanda ria, bergosip, main bola di dalam kelas dan sebagainya. Tapi tidak bagi Sasuke. Dia tetap di tempat duduknya, tidak bergeming sedikitpun. Dari tadi dia terus menghela nafas panjang, sambil membolak-balikkan Hpnya.
"Cih, lama banget," dengus Sasuke kesal. Lalu dia menatap kembali layar Hpnya. Dan mulai mengetik cepat.
Aoi-san
Aku suka semua ficmu. Sangat suka. Aku senang membacanya, dan entah kenapa tak pernah aku merasa bosan.
P. S : _
Sasuke terdiam. Dia tidak tahu mau menulis apa, dan entah kenapa jarinya kaku seketika. Sasuke menahan nafas lalu kembali mengeluarkannya. Akhirnya dia mengetik kalimat terakhir..
Aoi-san
Aku suka semua ficmu. Sangat suka. Aku senang membacanya, dan entah kenapa tak pernah aku merasa bosan.
P. S : Maaf_
Sasuke menatap kata terakhirnya itu. Setelah menarik nafas berkali-kali, akhirnya Sasuke mengklik 'Send this review for story/chapter' dan layar Hpnya pun kembali loading. Sasuke menghela nafas panjang lega. Dan kembali memutar-mutarkan Hpnya itu. Dia menerawang ke atas langit.
"Percuma..." gumam Sasuke dan menutup matanya.
Ya, memang percuma. Buat apa dia memberi review kata maaf lewat 'Aoi-san'? Bukankah tadi dia sendiri yang bilang kalau Sakura tidak tahu siapa itu Aoi-san? Kalau dia minta maaf lewat Aoi-san juga, paling-paling Sakura bingung dan bertanya balik. Sasuke mengutuki dirinya yang bodoh ini. Dia mendecih berkali-kali, menutup mata berusaha melupakan wajah Sakura yang sudah mengeluarkan air mata saat gadis itu lari keluar kelas. Sasuke jadi teringat kata-kata Sakura..
"Aoi-san jauh lebih baik darimu yang hanya bisa mengandalkan uang, uang dan uang,"
"Masalahnya, Aoi-san itu adalah aku. Dan memang benar untuk masalah ini, aku tidak bisa mengandalkan uang," gumam Sasuke entah pada siapa dengan nada kesal. Tiba-tiba pintu kelas didobrak keras, hingga semua mata tertuju pada anak yang baru saja datang itu.
"SE.. SEMUANYA! ADA KABAR BARU!" teriak anak itu. Anak-anak lain termasuk Sasuke menatapnya ingin tahu.
"Sai.. SAI PACARAN DENGAN SI ANAK MISKIN!" teriak anak itu. Semua anak kelas tersebut terkaget, begitu pula Sasuke.
"Serius kamu? Si Sakura?" tanya salah satu anak kelas. Anak pemberi info itu mengangguk cepat. Sasuke mendengus kesal.
"Cih,"
To Be Continued
Huwooo, ayahku sedang marah-marah. Jadi langsung saja!
Special thanks for :
Angga Uchiha Haruno, Namizuka min-min, Ka Hime Shiseiten, Misa UchiHatake, Intan SasuSaku, Nola, "Black Rose" Cyne_chan, The Sweet Peach, Naru-mania, Risle-coe, -MariaVivine-UchiMasu-, diinda, Uchiha Sakuya-chan, Haruchi Nigiyama, Tsukimori Raisa, Un!, Chiwe-SasuSaku, Nakamura Miharu-chan, Nanako-hime, Kaori a.k.a Yama, Rhaa Yamanaka, Ame_chocoSasu, Micon, Nakamura Kumiko-chan, icha beside door, Imuri Ridan Chara, KuroShiro6yh, Megumi Kisai, Revhita Haruno, Sora-san
Makasih untuk kalian semuaaa, dan yang baca walau gak review..!! Udah ya, aku mau ngacir dulu *ngelihat ayah sudah mendekat* bye bye..!! *ngaciiir*
REVIEEEW YAAA..!! XD *teriak sambil dikejar ayah -plaaak*
