Yup, halo semua saya kembali ke jalan yang benar (?) yaitu RATE T..! :D *bersorak sorai -digaringin* EHEM..! Oke, baiklah tanpa basa-basi langsung saja yaa (^///^)

Silahkan membacaa!


Disclaimer : Always Masashi Kishimoto

Pairing : SaiSaku, SasuSaku

Genre : Romance/Friendship

Warning : OOC, AU

Don't like? Don't be a fool flamer, just get outta here!

.

.

REVIEW AND ART


CHAPTER 3 : WHY

Kelas II-A di Konoha High School, adalah kelas yang paling disegani dan diharapkan bagi siapa saja. Bagaimana tidak? Karena disitulah anak-anak kaya sekaligus elit di Konoha belajar. Tak terkecuali dengan anak-anak yang memang terkenal dengan keterampilan dan tampang mereka seperti contohnya Sasuke Uchiha dan Sai. Tapi saat ini, di kelas tersebut tengah terjadi perdebatan yang membuat suasana ricuh.

"Nggak mungkin! Nggak mungkin Sai-kun sama cewek eeeuuuh itu!" cibir seorang anak cewek berambut pirang dikuncir kuda di antara kumpulan anak-anak itu. Yang lain juga ikut mengangguk.

"Iya bener, nggak mungkin kan Sai menyukai level serendah 'dia'?" timpal yang lainnya. Beberapa ada yang tertawa geli sedangkan beberapa di antara lain juga masih ada yang gusar. Sedangkan terlihat di tempat yang seolah menjauhi keramaian itu, Sasuke tengah duduk terdiam entah apa yang dipikirkannya.

"Sasuke-kun! Kamu juga harus mengutarakan pendapatmu dong!" rengek seorang gadis berambut merah marun berkacamata dan langsung menarik-narik seragam Sasuke. Laki-laki itu mendengus kesal melihatnya.

"Ck. Pendapat seperti apa?" tanya Sasuke balik tanpa mau menatap gadis yang bermanja dengannya tersebut.

"Yaa, misalnya mungkin gak sih si Sai yang hampir sama terkenal denganmu memilih cewek seperti dia!" tanya gadis yang bernama Karin tersebut. Sasuke mendesah pelan.

"Itu—"

KRIEEET

Baru saja Sasuke akan mengatakan sesuatu, pintu kelas kembali terbuka. Kali ini terlihatlah seorang laki-laki berkulit pucat dan berambut hitam, di belakangnya muncul seorang gadis berambut pink tengah memegang kumpulan-kumpulan lukisan laki-laki di depannya. Gadis itu terlihat tegang dengan tatapan-tatapan sekelas yang seolah kembali mengintimidasinya.

"Sai, Saku..ra?" gumam Sasuke melihat kedua insan di depannya. Wajahnya menyiratkan keheranan, sekaligus mungkin kekecewaan?

"Maaf kami baru masuk," ucap Sai sambil tersenyum yang khas darinya pada seluruh kelas. Tapi anak-anak sekelas tidak menjawab, mereka malah menatap Sai yang seolah berkata, ngapain-kamu-sama-cewek-rendah-itu-Sai?

"Ah iya, Sakura. Kau tadi mau melanjutkan belajar kan?" tanya Sai sambil tersenyum pada Sakura di sampingnya. Sakura mengangguk canggung.

"I.. Iya, arigato Sai," ucap Sakura tegang. Sai kembali tersenyum, tentu saja itu membuat semuanya terbengong-bengong. Apalagi, saat Sai tiba-tiba mengelus rambut pink gadis tersebut. Semua cewek langsung histeris.

"KYAAA! SAI-KUN APA YANG KAU LAKUKAN!" teriak para gadis berisik tersebut. Sakura langsung kaget mendengarnya sedangkan Sai menatap datar pada para fangirls di depannya.

"Kenapa? Toh, dia pacarku," jawab Sai santai. Seketika juga semua, tak terkecuali para laki-laki juga menganga seolah tidak bisa tertutup lagi. Dan emm, kecuali Sasuke yang hanya setengah melotot.

"Sa.. Sai?" panggil Sakura pelan, membuat Sai menoleh, "Apa.. tak apa-apa?" tanya Sakura lagi. Sai terkekeh.

"Serahkan saja padaku," jawab Sai santai. Sakura hanya mengangguk lalu kembali ke tempat duduknya-diiringi dengan death glare dimana-mana tentunya. Begitu pula Sai, dia juga kembali duduk. Dan entah ingin membuat keadaan semakin panas atau apa, Sai tiba-tiba berteriak pada Sakura yang duduk di pojok.

"Hei Sakura, nanti kita kencan ya?" ucap Sai, membuat beberapa fangirlsnya menggigit bibir mereka. Wajah Sakura memerah seketika, dan mengangguk lagi.

Semua sibuk membicarakan pasangan ini sambil terus berbisik-bisik. Sedangkan Sasuke yang duduk di depan Sai tidak terlihat mengeluarkan ekspresi apapun, wajahnya datar hampir sama seperti Sai yang jarang mengeluarkan ekspresi. Tapi tidak ada yang tahu. Di balik wajah tanpa ekspresi itu, tangan Sasuke di dalam laci, kini tengah mematahkan pensil mekanik hingga terbelah.

.

.

.

Istirahat siang..

"Uuuh, lapernyaaa!" ujar Sakura sambil segera mengambil bekal makanannya dan menaruhnya di atas meja. Tapi ternyata ada seseorang yang langsung ikut menaruh bekal makanannya di atas meja Sakura. Gadis itu menoleh dan tersenyum begitu melihat Sai yang tersenyum padanya.

"Sai! Mau makan bareng?" tanya Sakura sambil tersenyum polos dan membuka tutup bekalnya. Sai terkekeh.

"Kalau tidak mau makan bareng, buat apa aku ke sini?" tanya Sai sambil menaikkan sebelah alisnya. Sakura tertawa kecil, lalu dia merasakan Hpnya bergetar.

"Oh pulsanya sudah datang," gumam Sakura smabil membuak pesannya kemudian mulai membuka browser seperti biasa. Sai yang sedang mengunyah makanan mendekatkan dirinya, untuk melihat lebih jelas.

"Apa yang mau kau buka?" tanya Sai sambil melihat layar Hp Sakura.

"Ooh, situs fanfcition, kau tahu?" tanya Sakura sambil tersenyum. Sai menggeleng pelan.

"Ini situs yang bisa membuat kita untuk membuat cerita dan mengembangkan imajinasi kita. Kau juga bisa mencobanya Sai," jelas Sakura dengan wajah memerah. Sai terdiam menatap wajah Sakura yang memerah tersebut. Lalu Sakura kembali menatap layar Hpnya.

"Apa ada yang istimewa?" tanya Sai, Sakura mengerutkan alisnya, "Sampai kau jadi seceria ini saat membukanya?" tanya Sai lagi. Sakura mengangguk cepat.

"Iya! Itu karena ada—AOI-SAN!" teriak Sakura tiba-tiba saat dia kembali menatap layar Hpnya. Sai tersentak kaget dan segera melihat layar Hp Sakura.

Aoi-san

Aku suka semua ficmu. Sangat suka. Aku senang membacanya, dan entah kenapa tak pernah aku merasa bosan.

P. S : Maaf

Sakura menatap layar Hpnya heran, dia mengerutkan alisnya sama seperti Sai.

"Ng? Kenapa Aoi-san minta maaf? Memang dia ada salah denganku ya?" tanya Sakura entah pada siapa. Sedangkan Sai menatap Sakura dalam diam.

"Err Sakura, maaf boleh aku lihat Hpnya?" tanya Sai. Sakura yang terlihat masih berpikir, mengangguk saja dan memberi Hpnya pada Sai. Laki-laki rambut hitam kelimis itu mulai melihat-lihat.

Latar atasnya yang berwarna biru. Tulisan FanFiction net. Maskotnya yang kotak-kotak itu. Tulisan 'Review this story' di akhir fic. Sai tampak berpikir keras, sepertinya dia pernah melihat situs ini sebelumnya tapi bukan di Hpnya. Ralat! Sai ingat dulu pernah ada yang membuka situs ini hanya saja samar-samar. Tapi entah kenapa Sai merasa yakin.

"Kalau tidak salah dulu, Sasuke.."

.

.

.

Flashback

"Teme, kau sedang apa? Main game yuk, kelihatannya kau nganggur," ajak seorang laki-laki berambut kuning jabrik, dialah Naruto Uzumaki. Laki-laki itu membawakan 3 PSP berwarna hitam, dua lainnya dia berikan pada Sai dan Sasuke yang terlihat tidak mengerjakan apapun.

"Boleh juga, aku sedang bosan, Sasuke?" tanya Sai sambil menoleh pada Sasuke yang tengah mengotak-atik Hpnya. Laki-laki berambut ayam itu menggeleng.

"Aku sibuk," jawab Sasuke cepat. Sai dan Naruto hanya menatap Sasuke bingung dan mengangkat sebelah alisnya.

"Sibuk apaan Teme? Kelihatannya serius banget," gumam Naruto yang penasaran dan mengangkat kepalanya untuk melihat layar Hp Sasuke.

"Baca fic, puas?" jawab Sasuke ketus sambil memalingkan Hpnya membuat Naruto mengeluh kecewa.

Walau Sasuke memalingkan Hpnya ke belakangnya, tetap saja, Sai yang duduk di belakang Sai bisa melihat apa yang dibuka oleh Sasuke. Memang cuma sekilas, tapi Sai bisa melihat warna biru dan tulisan FanFiction net. Bukan cuma itu, tak sengaja tangan Sasuke menscroll ke bawah hingga terlihat nama cherry blossom. Seandainya Sai tahu, itu adalah profil seorang author. Tapi, sebelum Sai melihat lebih jelas, Sasuke sudah keburu menarik Hpnya dan beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Sai dan Naruto.

"Haahhh, si teme akhir-akhir ini aneh ya," gerutu Naruto kesal. Sai hanya menatap pintu Sasuke keluar tadi dalam diam.

"Ya sudah, kita main saja yuk Sai?" ajak Naruto. Sai mengangguk, dan mereka pun memulai game pertama.

End of Flashback

.

.

.

Sai masih diam menatap Sakura yang masih juga blushing menatap layar Hpnya. Sai yakin persis yang dilihatnya waktu itu di layar Hp Sasuke, sama seperti yang ada di layar Hp Sakura sekarang. Apalagi mengingat nama 'cherry blossom' bisa berarti 'Sakura'. Dengan mantap, Sai memegang tangan Sakura yang sukses membuat gadis itu menoleh menatapnya.

"Ada apa Sai?" tanya Sakura. Sai menatap tajam mata emerald Sakura lalu..

"Err Sakura, apa situs itu sama seperti situs lain? Apabila kita mau buat cerita, maka kita harus punya nama sendiri?" tanya Sai. Sakura mengangguk dan menatap Sai dengan tatapan 'memang-kenapa?'

"Oh, kalau gitu kau juga punya nama kan? Siapa namamu di fanfiction?" tanya Sai dengan penekanan di setiap katanya. Sakura menatap Sai heran, tapi akhirnya dia menjawab.

"Pen nameku.. Cherry blossom.." jawab Sakura sambil menatap mata onyx Sai dengan mata emeraldnya.

Sai terdiam seribu bahasa. Jadi benar, yang waktu itu dilihat Sasuke memang profil Sakura. Tapi.. Sai ingat persis waktu itu Sasuke melihatnya sambil senyum-senyum sendiri, yah walau memang tidak kelihatan karena wajah Sasuke yang memang pada dasarnya dingin itu. Tapi tetap saja kejadian yang jarang ada melihat Sasuke tersenyum tenang seperti itu. Sai lalu melihat profil Sakura tersebut, dan memang Sakura mengaku di profilnya bahwa nama aslinya adalah Sakura Haruno. Jadi, mana mungkin Sasuke tidak tahu bukan?

Setelah itu, tak sengaja Sai mengklik kata 'Reviews' di salah satu fic Sakura. Dan di situ terlihatlah salah satu review yang entah kenapa membuat Sai panas..

Aoi-san

Aku baru tahu kau publish fic ini. Hehe maaf ya (^^)

Ceritanya bagus sekali, membuat aku terkesan. Kau bilang ini fic pertamamu? Wow, fic pertama aja sudah bagus begini. Pantas saja fic selanjutnya pun semakin bagus. Kalau kamu jadi pacarku, aku pasti bangga sekali (^///^)a

Sai mengerutkan alisnya kemudian kembali melihat review fic yang lain. Dan di semua ficnya selalu ada Aoi-san, Aoi-san, dan Aoi-san lagi. Entah kenapa, mungkin berlebihan tapi tumbuh rasa sedikit cemburu di dadanya. Cemburu dengan orang di dunia maya? Itu memang sangat berlebihan, hanya saja Sai merasa orang bernama Aoi-san tersebut ada di dekatnya.

"Emm Sakura, aku pergi dulu ya," ucap Sai sambil bangkit dari kursinya dan langsung berjalan menjauhi Sakura tanpa menghiraukan tatapan mata heran dari gadis tersebut.

.

.

.

Di bagian Sai..

Sai terus berjalan menyusuri koridor sekolahnya. Tatapan-tatapan menggoda dari para fangirlsnya tidak dia hiraukan. Semakin lama, laki-laki yang sangat suka melukis itu mempercepat langkahnya dan terus berlari. Hingga dia sampai di pintu kelasnya dan membukanya. Sai tahu, satu-satunya orang yang masih bertahan di kelas saat istirahat siang karena tidak suka keributan seperti kantin dan sebagainya hanyalah dia..

"Sasuke.." gumam Sai yang berdiri di depan kelas, menatap Sasuke yang tengah duduk di kursinya yang memang berada di bagian tengah. Sasuke yang sedang memainkan Hpnya seperti biasa, mendongak menatap Sai dingin.

"Apa?" tanya Sasuke, dan tanpa menunggu jawaban dari Sai dia langsung kembali menunduk menatap layar Hpnya. Sai yang kesal dengan sikap cuek Sasuke, langsung mendekati laki-laki berambut raven itu dan..

BRAK

Sai menggebrak meja Sasuke, matanya menatap Sasuke dalam-dalam entah apa yang di pikirannya. Tapi Sasuke hanya mendengus dan kembali mendongak menatap Sai.

"Ada apa?" tanya Sasuke lagi. Sai menggertakan giginya dan menatap Sasuke tajam.

"Sasuke, kau tahu siapa cherry blossom kan?" tanya Sai dengan penekanan di setiap katanya. Sasuke tidak bergeming, dia tetap menatap Sai dengan tatapan dingin.

"Tidak," jawab Sasuke dengan ketus. Tapi, Sai yang sudah tidak mau tahu lagi langsung menyambar Hp Sasuke dengan emosi. Benar saja, saat ini memang Sasuke sedang membuka profil Sakura. Lagi.

"Hm, lalu ini profil siapa?" tanya Sai yang hanya dibalas dengusan Sasuke, "Kau tahu kalau ini Sakura kan?" tanya Sai lagi. Sasuke kembali menyambar Hpnya.

"Hn, memang kenapa? Rasanya itu bukan urusanmu," ketus Sasuke dan berdiri, ikut menatap mata onyx Sai dengan mata onyxnya yang lebih tajam. Sai terlihat menelan ludah lalu membuka mulutnya..

"Apakah.. Apakah kau Aoi-san?" tanya Sai dengan alis yang bertaut. Sasuke terdiam, dia tidak menjawab dan ekspresinya tidak berubah, tetap dingin.

"Jawab aku Sasuke, kau Aoi-san kan?" tanya Sai lagi. Sasuke tersenyum menyeringai.

"Kalau iya, memang kenapa Sai?" tanya Sasuke dengan nada yang meremehkan, seolah yakin bahwa Sai tidak akan bisa berbuat apa-apa setelah mengetahui kenyataan ini. Sai tertegun dan menggertakan gignya.

"Jadi, apa.. kau menyukai Sakura?" tanya Sai lagi, kali ini dia sambil mengepalkan tangannya dengan erat. Melihat reaksi Sai, Sasuke enggan menjawab. Dia mendesah pelan.

"Hhh, menurutmu bagaimana?" tanya Sasuke balik. Sai tidak bisa menahan emosinya hingga..

BHUAG

"Aku serius! Karena itu jawab aku dengan serius juga, Sasuke!" geram Sai. Sasuke yang hanya mengelap darah di bibirnya dengan pergelangan tangannya hanya mendengus kecil.

"Untuk apa aku menjawab pertanyaan bodoh itu?" ketus Sasuke. Seketika, Sai terdiam. Dia menatap Sasuke penuh amarah yang sangat. Setelah menggertakan giginya, Sai langsung pergi meninggalkan Sasuke dan menabrak Naruto di pintu depan, yang langsung diabaikannya.

"Aduduh, kenapa sih si Sai?" tanya Naruto entah pada siapa sambil memegangi bahunya, lalu dia kembali menghadap ke depan dan mendapati Sasuke yang tengah membersihkan darah di ujung bibirnya.

"Lho, Teme kau kenapa lagi?" tanya Naruto yang berlari menghampriri Sasuke. Tapi laki-laki berambut raven itu tidak menjawab, dia hanya menatap arah keluar Sai tadi dengan tatapan tenang.

.

.

.

Di rumah Sakura...

"Yak, sudah selesaaai!" seru Sakura riang dan langsung mengangkat tangannya dari keyboard komputernya. Dia tersenyum sangat puas, karena kali inipun dia berhasil menyelesaikan satu fic.

"Yup yup, langsung upload sajalah," seru Sakura. Setelah dia memasukkan Ms Word tersebut ke dalam flashdisknya, dia bergegas menuju warnet terdekat.

Sakura berjalan dengan perasaan riang. Tak pernah dia merasakan perasaannya seringan ini sebelumnya. Sampai di warnet, Sakura langsung log in dan menguploadnya, dia tidak berniat lama-lama karena uangnya tidak mencukupi. Setelah itu, Sakura langsung pulang dan menanti dengan perasaan tak sabar.

"Uuuh, semoga Aoi-san cepet review," gumam Sakura sambil tersenyum-senyum sendiri. Satu jam berlalu dan Sakura memutuskan untuk kembali melihat review lewat hpnya. Benar saja, reviewnya bertambah satu membuat Sakura tersenyum lebar.

Awalnya Sakura sangat senang begitu melihat nama 'Aoi-san' di atasnya. Tapi seketika juga senyumannya hilang, saat menyadari isi review tersebut.

Aoi-san

Fic apaan nih? Kok jadi tambah jelek, haah jangan-jangan kemampuanmu menurun? Hahaha dasar payah, gak becus tahu! FIC SAMPAH DIBUANG PADA TEMPATNYA AJA.. :P

Sakura tertegun, dia berkali-kali memastikan berusaha meyakinkan diri bahwa nama flamer itu salah. Sakura mencoba menarik nafas, tangannya bergetar hebat, hatinya terasa panas. Diakui saja, ini pertama kalinya Sakura mendapat flame hingga dia belum mempunyai kekebalan untuk itu apalagi nama pemberi flame ini adalah reader yang ia tunggu-tunggu. Sakura menarik nafas, berusaha memejamkan mata dan berharap ini adalah mimpi.

"Aoi..san?"

To Be Continued


Cih, rasanya miris sekali saya menulis sebuah flame di sini ==' maaf ya kalau aneh, aku gak pernah ngeflame sih (kecuali junk fic keterlaluan -plaaak) jadi ya begini. Saya kan anak baik~ hohohoo X3 *dilempar sandal jepit bertubi-tubi (?)*

Btw, tentang flame. UNTUK PARA SEMUA AUTHOR jangan pernah percaya apabila ada yang mengeflame fic anda dengan anonym pengecut dan memakai nama author lain. Sesungguhnya para flamer alay itu iri dengan ikatan pertemanan antar sesama author atau author dengan readers, jadi hati-hati ya. Selain itu, disarankan juga agar selalu mereview login agar para flamer itu malu sendiri. Itu saja, terima kasih :)

Yup Special thanks for :

Nanako-hime, Ka Hime Shiseiten, Intan Fc, Haruchi Nigiyama, harayosaki ochi, Naru-mania, Mamehatsuki, Rhaa Yamanaka, Ame chocoSasu, Utsukushi I – Kuroshiro6yh, Micon, Faatin-hime, Imuri Ridan Chara, Uchiha Cesa, Vlouchi Hisagi, aya-na rifa'i, Megumi Kisai, Je_jess, N.P.N-11CC, chiu-chi Hatake, Tsukimori Raisa, Nakamura Kumiko-chan, Icha beside door, Kaori a.k.a Yama, Mayuura, So-Chand 'Luph pLend', Mitsuhiko Zahra, Risle-coe, Fii-Fii Swee-Cho, Chiho Nanoyuki, Nakamura Miharu-chan, ?, Revhita Haruno, AnnZie-chan Ensteinette, Aya, Chocochan

Micon : Iya aku ganti nama jadi Kira Desuke ^^ Mau kenalan? Boleh kok, salam kenal Micon dan Mico X3 Iya, gak papa kok ada yang mau baca ficku aja aku udah senang bukan main hehe. Lagipula Micon mau menyempatkan diri untuk mereview saja, aku sudah senang sekali jadi terima kasih banyak yaa :D Caraku dapat ilham? Hmm, gimana ya habis idenya datang sendiri dan bisanya ide itu datang saat aku baru bangun tidur atau lagi mandi ==' *dasar aneh -plaaak* okee, terima kasih atas reviewnya Micon dan semoga kita bisa berteman baik ^^

Vlouchi hisagi : Hee? Hmm gak tahu, tapi kuusahakan tidak lebih dari chapter 10 hehe XD Thanks dah review!

Kaori a.k.a Yama : Iya? Saya terharuuu *menangis terharu di pojokan –dhuaak* Soalnya saya juga sedang berusaha belajar supaya perasaan dalam fic bisa tersentuh oleh para readers hehe (^^)a Terima kasih banyak atas reviewnya Kaori-chan :3

Yosh, untuk yang lainnya terima kasih banyak! Baik untuk yang review dan gak review, aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Kalau bukan karena ada kalian yang menunggu, mungkin saya males-malesan ngelanjutinnya :3 *alasan aja -dihajaaar*

Oke, oh ya mungkin saya akan hiatus dulu dalam beberapa waktu ini karena saya mau ujian *ngelirik kalender, langsung mojok* jadi mohon doanya semuaa. Selesai mengerjakan semua ujian, Insya Allah saya akan kembali update. Terima kasih :)

Yosh, boleh minta review? X3