Sweet Memories
.
Disclaimer Masashi Kishimoto
Story by Nara The RenSiru
Pairing SasuHina
Genre Romance and Drama
Rated T
Warning:TYPO(S) di suatu waktu dan suatu tempat,OOC (maybe), cerita pasaran, dan perlu di beritahukan bahwa saya tergolong author baru dan ini fict pertama saya jadi maafkan saya jika saya melakukan kesalahan. Mohon batuan dan bimbingannya buat para reader n senpai" yang ada disini cukup dengan ngeRiview Fict saya aja hehehh xD.
DON'T LIKE DON'T READ
.
Sasuke si bungsu Uchiha punya adik?
"Wah…gadis manis, baik, dan ramah sepertimu adiknya sasuke? aku tidak percaya, Sasuke itukan sangat angkuh, jahat, sombong dan gak sopan kecuali tampannya (?) mana mungkin kau ini adiknya, sungguh berbeda sekali denganmu"
"Dia bukanlah adikku, aku tidak pernah mempunyai seorang adik"
"Sa-sasuke-nii..."
.
.
CHAPTER 3
.
.
.
Hinata terdiam membeku seakan dia berada dalam ruang yang amat gelap dan hanya dirinyalah yang berada disana terdiam berdiri mematung dengan perasaan yang tak tentu.
0o0o0
Sasuke yang melihat perubahan raut wajah dan suara yang biasa terdengar lembut kini terasa dingin di telinganya merasa iba dan bersalah akan ucapannya walaupun tidak sebenarnya bersalah karena itulah kenyataannya.
Dia hidup selama 17 tahun tidak pernah ada yang namanya seorang adik perempuan dan malah yang dia tahu dan orang lainpun tahu bahwa ia adalah seorang 'bungsu Uchiha'. Jadi wajar bukan? jika dia, Sasuke Uchiha merasa tidak pernah mempunyai seorang adik apalagi adiknya itu adalah seorang perempuan.
Karena tidak tahan melihat tingkah 'gadis bodoh'-Hinata- itu, akhirnya Sasuke berinisiatif membawa gadis itu jauh dari yang namanya manusia apalagi dengan manusia berisik seperti orang yang berada di depannya-Naruto-. Setidaknya Sasuke ingin membawa gadis bodoh itu ke tempat yang tenang dan aman.
0o0o0
Hinata yang merasa terseret sesuatu, hanya bisa diam mengikuti arah yang di tuju oleh orang yang membawanya pergi. Sekarang yang ada dalam pikirannya hanyalah sebuah kepahitan. Kenyataan yang benar-benar pahit hingga dia lupa bagaimana rasanya manis. Menelan kepahitan bahwa dirinya tak pernah di akui oleh Nii-san nya sendiri, apakah sebegitu bencinya kah dia? Sampai-sampai dia tidak mengakui dirinya sebagai adiknya. Padahal selama ini tidak sudah bersikap sebaik mungkin padanya agar dia mau menerimanya tapi Hinata tahu harapan itu tak mungkin terjadi.
0o0o0
Bruukkhh..
Sasuke mendorong ke salah satu ruangan yang kosong dan bila di lihat dengan jelas itu terlihat seperti sebuah Lab. Kimia.
"Uhhk.." Hinata meringis kesakitan saat punggung mungilnya terbentur dengan dinding yang berada dalam ruangan tersebut.
"Apa yang kau di sini?" Sasuke bertanya dengan suara yang terdengar dingin. Perlahan Sasuke melangkahkan kakinya mendekati Hinata yang hanya bisa terdiam di ujung tembok.
Deg..deg..deg..
'A-ad-ada a-apa ini? Ke-kenapa ja-jantungku berdetak dengan ce-cepat? Da-dan ke-kenapa su-suasana hatiku berubah se-seperti ini? Kami-sama bantu aku' pikir Hinata yang terus menatap mata kelam Sasuke. Dia merasa terhipnotis akan tatapan tajam itu terasa begitu tenang dan nyaman, hingga tanpa dia sadari
Traap...
Sasuke mengurungnya di dinding dan Sasuke begitu dekat dengannya hingga dia dapat mencium aroma maskulin yang menguar dari dalam tubuh Sasuke.
"Membolos di hari pertama masuk sekolah, hn?" Sasuke berujar tepat di telinga Hinata. Hinata yang kini seperti kepiting rebus hanya bisa menggumam sesuatu yang tidak jelas namun tetap dapat terdengar oleh telinga tajam Sasuke "E-eh a-ano e-eto a-aku ti-tidak ta-tahu ke-kelasku a-ada dimana"
1 detik
2 detik
3 detik
"Gadis bodoh" ucap Sasuke yang menyenyajarkan tingginya dengan Hinata yang jauh lebih pendek darinya.
Cleept..
Dan Sasuke menyentil dahi Hinata dengan lembut(?) disertai seringaian yang ia sembunyikan dari Hinata.
Dan Hinata yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menjerit di dalam hatinya karena malu terbukti dari wajahnya yang terlihat semakin memanas.
0o0o0
"Dimana kelasmu?" Hinata yang sedang sibuk menenangkan jantungnya tersentak ketika mendengar suara Sasuke. "e-eh et-eto ke-kelas se-sepuluh A" ucap Hinata pelan sembari memainkan kedua tangannya.
"Hn" hanya kata itulah yang keluar dari mulut Sasuke yang sanggup membuat Hinata terdiam memikirkan apa maksud dari ucapannya -gumamnya- itu.
Di sisi lain Sasuke yang... sedang berjalan setelah mengucapkan kata 'Hn' berhenti sesaat saat melihat Hinata yang masih terdiam di ujung tembok tanpa menghiraukannya.
"Apa yang kau lakukan? Cepatlah!" ucap Sasuke tanpa ekspresi walaupun dalam hatinya dia merasa kesal karena gadis bodoh itu menghiraukan.
"E-eh ha-hai'" ujar Hinata yang berlari kecil mengejar Sasuke, dan menepis pikirannya tentang arti kata 'Hn'
0o0o0
Sudah hampir beberapa menit mereka berjalan dan melewati beberapa kelas yang ada di hadapannya. Dan Hinata merasa malu saat tahu bahwa kelasnya berada di lantai 1 dan yang paling memalukannya lagi kelasnya berada di sayap kanan, lalu apa yang dia lakukan tadi? berkeliling di sayap kiri sampai berapa lamapun dia tidak akan pernah menemukan kelasnya.
Sungguh Hinata benar-benar malu.
Tapi kenapa dari tadi Sasuke tidak berbicara apapun tentang dirinya apa mungkin Sasuke menertawakannya di dalam hatinya? Oh tidak - tidak, itu tidak boleh terjadi! Tapi setidaknya dia harus berbicara tentang kebodohannya bukan?
Lalu kenapa dia kenapa diam?
Apa yang ada dalam pikirannya.
0o0o0
"Sudah sampai" terlarut dalam pikirannya, lagi - lagi Hinata harus kaget akan suara Sasuke yang secara tiba - tiba selalu muncul di telinganya.
Apa dia senang membuatnya kaget?
"A-arigatou Nii-san" ucapan Hinata sambil membungkukkan badannya.
"Hn, masuklah" lagi - lagi Sasuke pergi tanpa menghiraukannya, Hinatapun hanya bisa tersenyum miris.
0o0o0
Sebuah tangan putih dan mulus itu terlihat begitu ragu saat akan membukakan pintu kelas X-A, tapi dia harus tetap melakukannya.
Ssreekh..
Pintu itupun terbuka dan menampakkan isi yang ada di dalam ruangan tersebut. Yang pertama kali dia lihat adalah senseinya dan senseinya itu meiliki aura yang 'Aneh' seperti aura 'Membunuh'. Yah, sepertinya hari ini adalah hari sial untuk Hinata karena kali ini dia harus berhadapan dengan sensei Anko yang di kenal sebagai 'Sensei Killer di KIHS'
"Su-sumimasen se-sensei ma-maaf saya datang terlambat" ucap Hinata Sambil terus menerus membungkukkan badannya.
"Kau telat lebih dari 15 menit. Kau piker, kau akan lolos begitu saja hm? Sepulang sekolah bersihkan lapangan indoor di sayap kiri." Ucap sensei Anko yang tanpa menghilangkan aura pembunuhnya sedikitpun. "Masuklah dan cari tempat dudukmu!" lanjutnya.
"Ha-ha'i" jawab Hinata yang langsung masuk kedalam kelas dan mencari tempat duduk yang kosong. "Hei..disini .. kemarilah.." Hinata mendengar bisikan dari salah satu siswi yang memiliki rambut bercepol 2. Hinatapun tidak ingin menghilangkan kesempatan ini dan duduk bersama gadis tersebut.
0o0o0
Hinata merasa senang karena dia sudah bisa mendapatkan seorang teman. Jujur saja dia merasa kurang percaya diri bisa mendapatkan teman dalam waktu yang dekat karena biasanya dia akan mendapatkan teman jika dia sudah mengenalnya lebih dari satu minggu. Tapi ini berbeda ia mendapatkan teman dalam waktu satu hari. Ah tidak, mungkin hanya beberapa jam saja.
Dan Hinata merasa tersanjung temannya ini yang telah Hinata ketahui bernama Tenten mengajaknya berkeliling Sekolah dan makan bersama di bawah pohon tepatnya di belakang sekolah. Hinata hanya bias terseyum saat Tenten bercerita tentang hal lucu ataupun bercerita mengenai sekolahnya ini.
"Hinata-chan.. sepertinya bel akan segera berbunyi, lebih baik segera kita ke kelas saja" ajak Tenten yang membantuku untuk berdiri.
0o0o0
"E-eh si-siapa itu? Ke-kenapa mereka du-duduk di bangkuku?" Tanya Hinata heran saat melihat 3 gadis cantik duduk dia atas bangkunya.
"Mereka The Angels Hinata-chan, mereka adalah geng dari kelas XI. Gadis berambut pink berdahi lebar yang sedang duduk di bangkumu itu Haruno Sakura, dia Leader dari geng tersebut. Yang kedua gadis berpony tail bermata biru langit adalah Ino Shikaco. Dan yang terakhir adalah Sabaku No Temari, gadis yang selalu membawa kipas kemanapun dia pergi." Hinata hanya bias mendengarkan penjelasan Tenten yang panjang lebar tanpa mengatakan apapun. "Tapi untu apa mereka kemari? Apa kau punya masalah dengan mereka Hinata-cha?" pertanyaan Teten sanggup membuat Hinata mengernyitkan dahinya. Karena setahunya dia tidak pernah mengenal mereka semua. Jadi, mana mungkin dia mempunyai masalah engan gaids –gadis tersebut.
"Hoy.. forehead, lihat itu! Bukankah dia orangnya." Sakura yang tadinya hanya duduk manis dan menggu sesuatu akhirnya berdiri dengan pebuh keangkuhan sambil menatap Hinata tajam.
"Hey.. kau! Kemarilah.." teriak Sakura yang tentu saja di tujukan kepada Hinata.
"E-eh a-aku.." tanay Hinata meyakinkan.
"Iya, kau.. cepatlah kemari!" teriak Sakura yang sudah kelewat kesal.
Hinatapun berjalan perlahan mendekati para member The Angels. Terlihat sekali Hinata begitu gugup dan takut kakinya pun bergetar hebat.
BRAKKHHH.. Sakura menggebrak salah satu meja yang berada di sisi tubuhnya saat Hinata sudah berada di dekatnya. Para member yang lainpun –Ino dan Temari- ikut menerubungi Hinata sehingga Hinata terpojok di salah satu meja. "Apa hubunganmu dengan Sasuke-kun? Kenpa tadi pagi kau bias bersama dengan Sasuke. hah?" Tanya Sakura to the point.
"E-eh e-eto a-ano a-aku.." Hinata bingung ingin menjawab apa, apa dia harus berkata jujur? Tapi dia takut Sasuke akan marah padanya. Walaupun sebenarnya itu adalah kenyataan, tapi Sasuke tidak pernah mengakuinya. Jadi, dia takut jika Sasuke marah padanya dan akan semakin membencinya karena menyebar kabar ini. Hinata hanya bias terdiam membeku, dan mengingat akan kenyataan itu selalu membuatnya bingung, sedih, dan kesal.
"Kenapa kau diam Hah? Cepat jawab!" teriak Sakura yang semakin kesal terhadap Hinata rasanya dia ingin memukul gadis tekik ini.
"Uhk.." Hinata meringis saat Sakura mencengkram kerah bajunya dengan sangat kasar.
"Hey.. apa yang kau lakukan? Lepaskan Hinata-chan!" Tenten yang sejak tadi hanya menonton sja, kini ia sudah tidak bias lagi menahan amarahnya melihat sahabat barunya di perlakukan seperti itu oleh senpai – senpainya. Tentenpun menerobos masuk menghalangi Hinata dari Sakura.
"Siapa kau? Minggir! Ini bukan urusanmu." Kata Sakura yang benar – benar kelewat kesel karena dia harus berhadapan satu gadis tengik lagi.
"Eh? Tentu saja ini urusanku. Hinata-chan adalah sahabatku." Ucap Tenten yang mencoba membela posisinya. "Asalkan kau tahu saja, Hinata-chan ini adalah adiknya Sasuke. Kau tidak pantas melakukan hal yang seperti ini! Apa kau mau, Sasuke senpai marah padamu, hah?" lanjut Tenten yang sanggup membuat Hinata terbelalak, sudah susah payah Hinata menyembunyikan ini. Tapi apa? Tenten dengan lantangnya membeberkan bahwa dia adalah adiknya Sasuke?. Tapi ini juga salahnya kenapa dia menceritakan hal ini kepada Tenten dan notabene tidak mengetahui keadaan yang sebenrnya antara dia dan Sasuke.
" Humpp… huahahahh" Sakura tertawa menggelegar, saat mendengar pernyataan Tenten.
Di sisi lain Hinata bingung harus memasang ekspresi apa senang, sedih, malu? Ah.. dia sungguh tidak tahu….
TBC
NA# Gomen update lama, moga di chap ini banayk yang suka.
Jangan lupa di review, saya masih perlu banyak belajar… jadi tolong review fict saya…
Balas review…
Guest_ Arigatou ne.. Xd
Meong_ iya, gomen update lama. Moga kamu masihlnget ama fict gaje ini
Guest_ Iya makasih buat sarannya. Akan saya usaha supay feelnya kerasa.. maklum saya blom pernah pacaran..#plaakk
Azzahra_ iya, saya juga suka. Meskipun sebernernya saya gak suka sama Nii-san saya yang super duper nyebelin + guru " saya udah pada tua semua #plaakk
Guest_ iya, ini udah chap. 3
Gomen fict'a masih pendek saya males ngetik nya #plaak
Insya allah di chap berikutnya bakal saya panjangin
See you
