Heart
Rated: T
Pairing: SasuHina, slight NaruHina
Genre: Romance&Hurt/Comfort
Summary: Sasuke yang menyukai Hinata sejak kecil kini bertemu kembali dengan Hinata yang sudah menjadi tunangan dari sahabat lama Sasuke. Saat Sasuke berusaha melupakan Hinata, tunangan Hinata mengalami kecelakaan dan meninggal. Hinata yang mengetahui kematian tunangannya berubah menjadi gadis yang pendiam. Sasuke'pun berusaha membuat Hinata kembali menjadi dirinya sendiri. Apakah berhasil?
Happy reading, minna!
.
.
.
"Na-Naruto?!" Ucap Sasuke tak percaya.
.
.
"Apa kabar, teme?" Tanya Naruto, sosok pemuda pirang dengan mata sapphire itu menyapa sahabat lamanya.
"Kau bertunangan dengan, Hinata?" Tanya Sasuke dengan nada datar, bukannya menjawab pertanyaan Naruto, ia malah bertanya balik. Naruto'pun hanya mengangguk singkat.
"Kamu tunangan'nya Hinata-chan, Naruto? Woahh, tak kusangka!" Ucap Mikoto. Naruto'pun hanya tertawa singkat.
"Hinata-chan, ayo pulang. Ojii-san Fugaku, Ojii-san Hiashi, Obaa-san Mikoto, Obaa-san Hitomi, Nii-Itachi, Sasuke, kami pergi dulu ya!" Ucap Naruto berpamitan.
"Iya, Naruto. Jaga Hinata-chan ya." Ujar Hitomi, ibu Hinata. Naruto'pun mengangguk. Ia'pun pergi dari ruangan itu disusul oleh Hinata yang sudah berpamitan.
"Mereka berdua memang serasi ya!" Ujar Mikoto, Hitomi hanya tersenyum lembut kearah Mikoto.
"Aku permisi." Ucap Sasuke lalu pergi ke kamar'nya.
"Kau mau kemana, Sasuke?" Tanya Itachi.
"Hn." Jawab Sasuke singkat. Itachi hanya menghela nafas.
-Kamar Sasuke-
"Chikuso!" , 'BRAKKK!', Sasuke dengan kesal memukul rak buku'nya sehingga membuat beberapa buku di rak itu berjatuhan ke lantai.
Tok, tok, tok.
"Boleh aku masuk?" Ucap seseorang di depan sana. Sasuke yang mengenali suara tersebut hanya bisa mendengus pelan.
"Untuk apa?" Tanya Sasuke dari dalam dengan nada datar.
"Hanya ingin berbicara sebentar, mungkin aku bisa membantu'mu, ototou." Jawab Itachi dari luar.
"..."
"Kalau tak boleh, juga tak apa."
'Cklek' , "Masuk." Ucap Sasuke sambil membukakan pintu.
Heart
"Jadi karena itu Hinata menolak'mu?" Tanya Itachi.
"Hn."
"Kurasa kau harus berusaha untuk melupakannya, Sasuke." Ucap Itachi, Sasuke langsung menengok ke arah Itachi dengan tatapan tak suka.
"Jadi sekarang kau memihak pada Naruto dengan Hinata?" Tanya Sasuke dengan nada tak suka.
"Hahh, bukan begitu maksudku, Sasuke. Sekarang ini Hinata dan Naruto sudah bertunangan, mereka juga saling menyukai. Kurasa kau sudah tak bisa mengganggu mereka." Jawab Itachi sambil menghela nafas.
"Tapi—"
"Percuma jika kau ingin memisahkan mereka. Lagi pula masih banyak wanita di luar sana, Sasuke. Kurasa lebih baik lupakan'lah Hinata, Sasuke." Ucap Itachi.
"..."
"Kuharap kau pikirkan lagi ucapan'ku tadi, Sasuke." Ucap Itachi lalu keluar dari kamar Sasuke.
"Melupakan Hinata...?" gumam Sasuke .
Twins Shinobi
Esok hari'nya di sekolah.
Seperti biasa'nya Sasuke berjalan melalu koridor sekolah untuk menuju kelas'nya disertai teriakan dari para siswi. Sasuke terus berjalan dengan wajah datar'nya hingga ia sampai di kelas'nya yang masih sepi. Sasuke melihat ke tempat duduk Hinata yang masih kosong. Tak lama Hinata datang .
"O-ohayou," Ucap Hinata saat memasuki kelas'nya dan melihat Sasuke.
"..." Keadaan kelas sangat sunyi hingga pintu kelas terbuka. Mata onyx Sasuke melirik ke arah pintu. Tampak seorang gadis berambut merah muda dan bermata emerald dengan wajah yang merah.
"A-ano, Sasuke-kun.. Bisa kita bicara sebentar?" Tanya gadis itu.
"Hn" Jawab Sasuke, singkat. Ia pun bangun dari tempatnya dan menuju gadis itu. Gadis itu mengajak'nya untuk pergi ke halaman belakang dan Sasuke'pun hanya bergumam 'hn'. Saat beranjak keluar dari kelas, Sasuke melirik ke arah Hinata yang sedang memegang handphone'nya lalu meninggalkan kelas.
Heart
"Sa-sasuke-kun, ada sesuatu yang ingin kukatakan pada'mu." Ucap gadis merah muda itu.
"Hn, cepatlah. Sebentar lagi akan masuk." Ucap Sasuke.
"Sasuke-kun, aku me-menyukai'mu. Apa kau mau menjadi kekasih'ku?" Tanya gadis itu. Sasuke hanya menatap gadis itu dengan tatapan bosan. Sudah banyak gadis yang mengungkapkan perasaan pada'nya dan hasil'nya ditolak oleh Sasuke. Saat Sasuke ingin menolak gadis itu, ia teringat oleh perkataan aniki'nya.
"Percuma jika kau ingin memisahkan mereka. Lagi pula masih banyak wanita di luar sana, Sasuke. Kurasa lebih baik lupakan'lah Hinata, Sasuke."
"Siapa nama'mu?" Tanya Sasuke.
"Na-nama'ku Haruno Sakura." Jawab Sakura dengan gugup.
"Hn, aku mau menjadi kekasih'mu, Sakura." Ucap Sasuke.
"Be-benarkah?" Ucap Sakura tak percaya.
"Hn."
"A-arigatou, Sasuke-kun!" Ucap Sakura sambil memeluk Sasuke.
"Hn"
Twins Shinobi
-Skip time-
Sekarang Sasuke sedang berada di parkiran sekolah menunggu Sakura. Saat menunggu, Sasuke melihat Hinata yang berada di depan gerbang. Sasuke'pun berniat menyapa Hinata tetapi ia membatal'kan niat'nya ketika melihat Naruto datang menjemput Hinata. Sasuke hanya menatap kosong ke arah mereka. Tak lama terdengar suara Sakura memanggil Sasuke.
"Sasuke-kun! Kita pulang sekarang?" Tanya Sakura di samping Sasuke. Sasuke tak menjawab Sakura, ia masih fokus menatap kearah Naruto dan Hinata.
"Sasuke-kun? Sasuke-kun!" Panggil Sakura.
"Hn? Apa?" Tanya Sasuke .
"Ayo pulang!" Ujar Sakura.
"Hn."
Di dalam mobil Sasuke dan Sakura hanya terdiam. Tidak ada yang mau membuka pembicaraan. Sasuke terus fokus menyetir dan Sakura hanya melihat-lihat ke luar jendela. Bosan hanya diam, Sakura mulai membuka pembicaraan.
"Sasuke-kun, mengapa kau mau menerima'ku sebagai kekasih'mu? Padahal masih banyak wanita yang lebih baik dari pada'ku." Ucap Sakura sambil menatap ke luar jendela.
"..." Sasuke terdiam.
"Apa kau hanya mempermainkan'ku?" Tanya Sakura.
"Jawab, Sasuke-kun..." Ucap Sakura lagi.
"Hn," Hanya itu jawaban yang Sasuke berikan.
"Aku hanya ingin melupakan seseorang." Jawab Sasuke.
"..." Suasana kembali hening.
"Lalu..?"
"Hanya itu saja. Apa kau bisa membantu'ku untuk melupakannya, Sakura?" Tanya Sasuke dengan nada yang melembut.
"Tentu, Sasuke-kun. Aku akan membantu'mu untuk melupakan'nya!" Jawab Sakura sambil tersenyum pada Sasuke.
"Arigatou, Sakura."
Heart
Kini Sasuke sedang berbaring di kasur king-sizenya sambil berusaha memejamkan agar dapat tidur, namun sayangnya Sasuke tidak bisa tidur sedari tadi, padahal sekarang sudah pukul 12 malam. Ia mengambil handphone'nya yang tergeletak di meja kecil di sebelah kasurnya dan tak lama ia menaruhnya kembali.
"Hahhh..." Hela nafas Sasuke terdengar jelas di kamar tidurnya yang sepi itu. Sasuke merasa sangat bosan. Lama kelamaan Sasuke merasa mengantuk ia pun langsung memejamkan matanya. Tapi...
"Sasuke, bangun!" Ucap ibu tercinta Sasuke, Mikoto, dari luar kamar anaknya. Membuat anak'nya yang sudah tertidur kini terbangun lagi.
"Ada apa, kaa-san?" Tanya Sasuke sambil membuka pintunya dan melihat wajah kaa-san'nya yang tampak sangat cemas.
"Hinata-chan, dia.." Ucap Mikoto menggantung.
"Hinata kenapa kaa-san?" Tanya Sasuke.
"Di-dia... kecelakaan bersama Naruto-kun.."
"Apa?!" Ucap Sasuke tak percaya.
.
.
.
TBC #To Be Continue.
A/N: Huaa, lama gak lanjut fic ini dan akhirnya sekarang baru bisa lanjut. Humm, chapter ini kependekan ya? Gomen.. Author lagi nggak ada ide dan lagi terkena WB yang amat sangat parah. Ini dilanjut juga karena diingetin sama teman author. Makasih untuk A(inisial nama teman author) yang mau mengingatkan :') . Terimakasih juga buat yang udah review chapter kemarin. Author sangat senang membaca review dari kalian semua. Saat membaca review kalian author jadi bersemangat kembali untuk melanjutkan fic ini.
Yosh, mind to review?
