The Darkest Side of His Love
Chapter 3
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Hanchul, Sibumkyu, and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Disebuah ruangan dengan desain hitam putih, separuh ruangan lengkap dengan perabotannya berwarna hitam sedang separuhnya berwarna putih. Kesamaan dari kedua desain bertolak belakang itu adalah boneka gajah berbagai ukuran yang bertebaran di penjuru ruangan yang warnanya menyesuaikan dengan tempat boneka itu diletakkan. Berwarna hitam bila terpajang di ruangan Desain hitam dan berwarna putih bila terletak di desain putih. Inilah Oz. Dunia ciptaan di dalam alam bawah sadar Joongie dan Jaejoong. Mereka dua jiwa yang menghuni satu tubuh. Dua jiwa yang bertolak belakang tapi saling menyanyangi. Dan keduanya begitu mencintai suami mereka, Jung Yunho.
Keduanya menghabiskan waktu bersama saat keduanya dalam kondisi tidur seperti saat ini. Joongie sedah bergelanjut manja pada Jaejoong. Dalam status hubungan persaudaraan mereka, Jaejoong adalah seorang kakak.
"Jae hyung, bogoshipo " manja Joongie sambil memeluk lengan kanan Jaejoong yang mengenakan setelan kemeja dan celana hitam. Sangat kontras dengan pakaian Joongie dan ruangan yang sedang mereka tempati sebagai arena bermanja ria Joongie yang serba Putih. Bahkan di dunia ini rambut Jaejoong berwarna hitam kelam sedangkan Joongie putih lembut. Saat di dunia nyata warna rambut mereka menyesuaikan dengan warna hitam.
"Hn"
"Hyung, waeyo ? marah sama Joongie ne?"
Tentu Jaejoong sedikit kesal niat awalnya setelah melihat Joongie lelah setelah bercinta dengan Yunho, Jaejoong berniat mengambil alih tubuh mereka dan melakukan ronde kedua bersama Yunho. Tapi apa mau dikata, Joongie menyeret Jaejoong dengan tanpa bersalah dengan jurus puppy eyes andalannya. Bahkan seorang Jung Yunho yang memiliki hati sekeras baja bisa luluh seketika. Bila begini terus kapan mereka dapat memberikan cucu ke pada Umma mereka yang sepertinya sudah tak sabar lagi memiliki cucu walaupun usia mereka di dunia nyata baru 17 tahun.
"Ani" Jaejoong menggeleng pelan kemudian mengecup kepala Joongie. Bagaimanapun Jaejoong sangat menyanyangi Joongie. Semarah apapun pasti akan sembuh di detik berikutnya.
"Bagaimana ekskull Joongie hari ini.?"
"Sangat menyenangkan. Joongie mempelajari lagu baru. Hyung mau dengar?"
"Ne, tentu saja"
Joongie melepas rangkulannya di lengan Jaejoong dan berlari riang ka arah grand piano di sudut ruangan. Joongie duduk di bangku di depan piano putih itu. Menengok Jaejoong sekilas sebelum akhirnya memainkan sebuah lagu untuk hyungnya. Jaejoong memandang Joongie dan sesekali menutup mata menikmati melodi indah yang kini menggema di dunia sempit milik mereka.
Di dunia nyata, Yunho sedang tersenyum geli melihat gaya tidur istrinya yang begitu lucu dengan mulut sidikit terbuka.
'' Bila aku foto Jeojoong bisa membunuhku" gumannya sambil menyibak pelan poni yang menutupi wajah cantik istrinya.
Masih dengan mendekap tubuh indah itu, Yunho meraih smart phone di meja terdekatnya. Nampak sedang berniat menghubungi seseorang.
"Awasi Kim Yoona. Apapun gerak geriknya" ucapnya dingin
"..."
"Tidak perlu. Dia masih teman Umma. Walaupun memang harus disingkirkan. Itu adalah bagianku"
"..."
Yunho meletakkan smart phone di sebelahnya. Kini kedua tangannya memeluk erat tubuh istrinya. Sebelum akhirnya tertidur pulas.
***Yunjae***
Malam semakin larut, bukannya tidur beristirahat, Heechull terlihat sibuk menyusun baju di kopernya. Tiga puluh menit yang lalu Sang Suami mendadak telepon dari Tokyo bahwa besok dirinya diundang dalam jamuan dengan salah satu klien. Awalnya Heechull tak berniat ikut tetapi begitu mengetahui nama pengusaha itu adalah Akira Hakishima. Istri Akira, Naomi Hakhisima terkenal sangat genit dan perebut suami orang itulah yang membuat Heechull tak rela melepas Sang Suami pergi sendirian untuk dimakan Naomi. Hell No. Kekhawatiran Heechull bukan tak beralasan mengingat beberapa bulan yang lalu dia memergoki Naomi sedang manaruh obat perangsang di wine Hankyung saat Jamuan yang diadakan di Seol.
Setelah dirasa cukup. Heechull menutup koper dan menyiapkannya di depan pintu agar besok pagi ada maid yang membawakannya. Disandarkannya tubuh lelah Heechull di Headbed. Pandangannya kini beradu pada foto berukuran sangat besar di dinding kamar. Foto pernikahannya 28 tahun yang lalu. Pipinya sedikit merona melihat wajah sang suami yang masih tampan saja. Untung Hankyung tak disini sekarang bisa jatuh harga dirinya yang kelewat tinggi itu.
Sudah banyak yang memperingatkannya saat menjalin cinta dengan Hankyung yang saat itu adalah penerus utama keluarga Jung. Keluarga Jung adalah keluarga tua yang dipercaya memiliki darah bangsawan di masa kerajaan terdahulu. Keluarga yang menguasai ekonomi bawah tanah dan dunia khususnya Asia. Namun Heechull terlanjur mencintai Hankyung dan menutup mata dan telinganya tentang hal itu bahkan mengenai kutukan yang menemani keluarga itu sepanjang usia mereka.
Sebelum hari pernikahan mereka Hankyung menceritakan masa lalu keluarga Jung. Hankyung tidak ingin ada kebohongan di rumah tangga mereka akhirnya memilih menceritakan semuanya. Nenek dari nenek buyut nya dulu adalah putri keturunan China yang buang di salah satu kerajaan yang dahulu pernah berdiri di korea. Sang Putri jatuh cinta dengan salah satu penduduk desa dan mereka menikah hidup bahagia dengan memiliki satu putra yang gagah dan pemberani. Sang Putra bernama Jung Yunho. Lima tahun kemudian Suami Istri Jung menyelamatkan seorang tunawisma yang sedang melahirkan. Naas Sang Ibu meninggal setelah melahirkan bayi yang cantik dan begitu indah itu. Suami isrtri Jung memutuskan untuk merawat sang bayi. Bayi itu diberi nama Kim Jaejoong. Sesuai permintaan wanita itu sebelum meninggal.
Yunho sudah menyanyangi bayi Jaejoong sejak pertama kali melihatnya. Apalagi Sang orang tua yang sering bekerja di ladang mereka selalu meninggalkan keduanya dirumah. Yunho selalu disisinya, saat tengkurap pertama kali, saat merangkak pertama, saat langkah pertama, saat bayi itu tumbuh semakin indah bahkan kata pertama yang keluar dari bibir mungilnya adalah Yunn. Bukan Umma atau Appa seperti batita lainnya. Jaejoong sendiripun tumbuh menjadi sosok lembut yang mencintai Yunho.
Saat tumbuh dewasa, Yunho mengikuti pelatihan prajurit kerajaan. Bakat dan kemampuannya yang begitu besar mempermudahkannya untuk menaiki jabatan. Di usianya yang ke 25 Yunho sudah menjadi tangan kanan Sang Raja. Yunho menjadi anak emasnya karena setiap pertempuran yang selalu dimenangkannya. Setelah menata kehidupan mapannya, Yunho membawa Jaejoong yang saat itu sedang hamil tua ke istana menempati rumah baru yang dihadiahkan raja kepadanya.
Saat melihat wajah Jaejoong rupanya Sang raja langsung jatuh cinta. Kegilaanya akan cinta Jaejoong membuatnya menghalalkan segala cara untuk menjadikan Jeojoong miliknya. Termasuk membunuh Yunho. Dengan rencana liciknya Sang Raja mengirim Yunho dalam misi berbahaya. Disaat Yunho tidak ada itulah, Sang raja menemui Jaejoong untuk merayu dan membujuk Jaejoong untuk menjadi miliknya. Bujukan lembut itu berubah paksaan saat Jejoong menolak dengan tegas. Sang Raja yang tak pernah menerima penolakan itu murka, dengan kejamnya dia memerkosa Jaejoong yang saat itu hamil tua. Akibat kejadian itu kandungan Jaejoong tergangggu dan terpaksa harus melahirkan lebih awal yang mengakibatkan nyawanya tak tertolong.
Yunho yang baru saja pulang mendapati istrinya yang sudah tidak bernyawa lagi, langsung terburuk dalam kegelapan. Kesedihanya yang mendalam membangkitkan sisi iblis yang bersemayam jauh di hatinya. Apalagi saat mengetahui kebejatan Sang raja yang sudah menodai istrinya dan menjadi penyebab utama kepergian sang istri.
Yunho melihat putranya yang selamat sekilas sebelum memberikannya kepada ajudan kepercayaannya. Memintanya membawa jauh putranya dan dirinya. Berlari sejauh-jauhnya. Ajudan itu patuh tanpa sarat apalagi melihat mata Sang Panglima berubah merah mengerikan. Adjudan itu membawa lari bayi yang baru lahir itu. Terus berlari membelah malam diiringi tangis bayi. Saat dirasa cukup jauh Sang Ajudan menoleh. Istana kerajaan terbakar hebat, bunyi teriakan dan tangisan menggema di udara. Keesokan paginya, tersebar kabar seluruh raja, keluarga bangsawan dan seluruh prajuritnya tewas terbantai, mayat mereka hangus bersama istana mereka. Tak ada yang selamat.
Bayi yang selamat itu adalah cikal bakal keluarga Jung yang saat ini menjadi salah satu keluarga terpandang di korea. Keluarga yang memiliki ciri khas tidak dapat memiliki anak lebih dari satu. Dan dengan kelebihan otak jenius dan wajah rupawan. Keluarga yang dihantui ramalan akan kelahiran kembali leluhur mereka yang tertidur dalam keadaan marah. Bukan tidak mungkin bahwa salah satu keturunan mereka akan terlahir gila seperti leluhur mereka. Hal itulah yang membuat Orang tua Heechull sempat menolak pernikahannya dengan Hankyung. Namun karena cinta Heechull tetap bertahan. Dia sudah bersumpah untuk mencintai suami dan anaknya kelak.
Hingga saat kelahiaran anak mereka, Jiyong memberitahukan dirinya dan Hankyung bahwa putranya adalah anak dalam ramalan itu. Jiyong memberitahukan agar menamai anak mereka dengan Yunho seperti nama leluhurnya. Awalnya Heechull tidak percaya mengenai ramalan itu, tapi harapannya lenyap saat melihat dengan kepala sendiri Yunho kecil yang saat itu berusia 3 tahun membunuh merpati dengan kejinya. Akhirnya Hechull percaya. Walaupun begitu Heechull tetap menyanyangi putra tunggalnya itu.
Kehadiran Joongie malam itu merubah segalanya. Bayi yang dibawa suaminya itu menyembuhkan Yunho dengan perlahan. Heechull ingat, malam itu Yunho tak pernah sekalipun melepaskan tangannya yang menggendong tubuh Joongie. Membawanya kedalam kamarnya dan membawa tidur bersama dikamarnya. Yunho tak mempercayai siapapun kecuali Umma dan Appanya untuk menyentuh Joongie. Heechull bahkan dibuat terpana dengan kelihaian Yunho yang berusaha 10 tahun itu merawat bayi. Bagaimana Yunho mengganti popok memberi makan dan menggendongnya kemanapun dia pergi. Mereka terpisah hanya saat Yunho pergi sekolah dan akan kembali bersama saat Yunho pulang ke rumah. Paling tidak sejak saat itu Yunho terlihat normal. Dan Heechull sangat lega dibuatnya.
***Yunjae***
Heechul nampak rapi di pagi hari ini. Pagi-pagi sekali dia harus terbang ke Tokyo untuk menyusul Sang suami yang sudah berada disana sejak kemarin. Hari ini Hankyung mendapat undangan jamuan dengan salah satu pengusaha terkenal di Jepang dan sebagai istrinya, Heechull akan menemaninya. Heechul nampak bersyukur saat menemui Jaejoong di mini bar saat Jaejoong mengambil susu segar. Dan tentu saja Heechul dapat mengenali siapa di depannya. Yah, Heechull mengetahui bahwa menantunya ini berbeda dari yang lain sejak menantunya itu berumur lima tahun. Jiyong memberitahunya bahwa kematiannya yang tragis di kehidupan sebelumnya membuat jiwa Jaejoong terbelah sehingga mencipakan dua kepribadian yang berbeda dalam satu tubuh. Heechull yang mengasuhnya tentu begitu mengenal keduanya bahkan sangat mudah membedakannya. Dan Heechull sangat menyanyangi keduanya.
" Jae.." panggilnya lembut sambil mengahmpirinya.
" Ne Umma"
" Umma harus pergi bandara sekarang. Semalam Umma sudah pamit dengan Yunnie. Appa Hankyung membutuhkan Umma di Tokyo."
"Umma hati-hati ne, jangan lupa memberi kabar""
" Bila tidak lupa. Bila sudah dekat dengan appa kalian itu kadang Umma sering pikun mendadak."
Jaejoong tersenyum melihat tingkah ummanya yang tidak muda lagi itu tapi tetap begitu cantik dan segar.
" Umma pergi sekarang ne"
Heechull memeluk Jaejoong dan mengecup kening sekilas sebelum pergi dari mini bar itu diikuti Yesung yang menjadi asisten pribadinya. Setelah Ummanya tidak terlihat lagi Jaejoong kembali menuangkan susu segar ke dalam gelasnya. Meminumnya dengan perlahan. Dirinya yang sudah lengkap dengan kaos putih selana training dan sepatu olah raga menandakan bahwa dia berencana untuk lari pagi ini. Sudah menjadi kebiasaan Jaejoong untuk berolah raga pagi sebelum siang nanti Junsu merecokinya untuk menemaninya jalan-jalan. Beruntung Yunho selalu sibuk termasuk hari minggu jadi Yunho tak memusingkannya. Yunho sudah sangat mengenal Junsu yang notabenenya adalah tunangan Park Yoochun rekan bisnis dan kriminal Yunho sejak SD.
Jung Residence Park adalah tempat yang selalu digunakan Jaejoong sesuai mandat yang diberikan Yunho sebelum Jaejoong pergi lari pagi. Taman Raksasa dengan aneka ragam bunga dan fasilitas pecinta jogging dan sepeda pagi. Namun Jaejoong bukan seseorang yang selalu patuh dengan perintah Yunho. Tidak seperti Joongie yang berbohong sedikit saja tidak bisa, Jaejoong adalah pribadi yang tidak mau diatur, hanya kepada Yunho saja dia jadi sedikit submisif. Namun kadang kala jiwa pemberontaknya kambuh, seperti saat ini. Jaejoong tidak memilih Jung Residence Park, dia malah memilih taman lain untuk berlari melonggarkan otot-otot nya yang mendadak kaku karena terlalu lama tidak berkelahi. Pembantaian keluarga Go adalah kesempatannya terakhir baginya menikmati indahnya berkelahi dan membunuh karena kesepakatan yang dia buat dengan Yunho. Memang sedikit disesalkan tapi Perjanjian adalah perjanjian. Apalagi sanksi atas pelanggaran itu sangat buruk bagi Jaejoong. Yunho berjanji akan membakar seluruh koleksi boneka gajah Joongie. Tidak ada mimpi yang lebih buruk dari Joongie yang menangis meraung-raung karena para boneka kesayangannya dibakar. Jaejoong tak akan membiarkan hal itu terjadi dan Jaejoong tak berniat sedikitpun untuk melanggarnya . Perjanjian yang Yunho buat untuk mendukungnya program yang dicanangkannya sejak menikahi Istrinya itu dua tahun yang lalu. Apalagi kalau bukan membuat mini Yunho untuk Appa dan Ummanya. Agaknya Yunho tidak mau menghadapi peristiwa atau situasi dimana Jaejoong yang sedang hamil berkelahi. Itu sebuah mimpi buruk. Maka dibuatlah perjanjian yang secara garis besarnya melarang Jaejoong ikut dalam misi atau pekerjaan gelap yang dilakukan Yunho selama 10 tahun. Terhitung sejak kemarin.
Jaejoong nampak berlari menyusuri taman. Membiarkan tubuhnya berkeringat dan udara segar mengisi paru-parunya dengan udara segar. Apalagi taman yang masih sepi sehingga dia tidak perlu repot bertemu dengan banyak orang yang sering menatapnya kagum bahkan lapar.
Langkah kakinya berhenti perlahan saat seseorang berdiri tak jauh di depannya. Jaejoong mengenal aura yang sekilas mirip dengan dirinya atau Yunho. Namja di hadapannya nampak terlihat seperti anak biasa. Perawakan yang imut yang sedang menggerutu saat kalah di game pada psp yang digenggamnya. Tapi aura tak pernah berbohong.
Namja manis itu mempause gamenya saat menatap Jaejoong
"Jung Joongie? Ani... Jung Jaejoong" sapanya dengan seringai evil sangat tidak cocok dengan wajahnya yang sepolos malaikat. Jaejoong malah balas menyeringai. Sepertinya pagi ini dia dapat tangkapan besar(?)
" Cho Kyuhyun imnida" kata namja manis itu menyempatkan diri untuk berkenalan.
" Apa kita ada urusan?"
" Kulihat kau sedang berolah raga. Aku jadi tertarik. Mau menemaniku berkeringat?"
" Tentu saja. Mari berkeringat!"
Kyuhyun melempar pedang jenis Jian (sejenis pedang yang bermata ganda yang digunakan jaman dinasti china untuk perang atau pertahanan diri) kearah kaki Jaejoong sementara tangannya sudah menggenggam pedangnya sendiri. Rupanya Kyuhyun adalah tipe yang selalu adil, terbukti dengan targetnya saja dia bersedia repot-repot membawakan pedang untuk pertahanan diri. Entah bagaimana caranya dia membawa dua pedang dengan santai di muka umum. Hanya pembunuh profesional yang sepertinya yang tahu.
Tanpa mengendorkan kewaspadaannya Jaejoong meraih pedang itu begitu juga Kyuhyun yang nampak berjongkok meletakkan PSP nya di tempat aman (?). Tanpa ba bi bu lagi setelah keduanya siap, secara bersama keduanya maju saling menyerang. Bertahan dan menyerang lagi.
Trang...trang...trang...
Suara pedang beradu seolah menjadi melodi pertarungan indah dua master ilmu beladiri pedang ini. Gerakan mereka begitu gesit begitu ringan dan mematikan secara bersamaan. begitu seimbang baik saat menyerang maupun bertahan. Seni ilmu beladiri yang dapat membuat mata terpana termasuk Eunhyuk sang pengawal tak terlihat yang selalu memantau aktifitas istri Big boss nya itu diluar ruangan yang saat ini sedang memantau pertarungan itu dari kejauhan. Memang ini bukan pertama kali Eunhyuk melihat Jaejoong bertarung secara live, bahkan dia sering melihat saat Yunho dan Jaejoong berlatih bersama dan keduanya sangat ahli dalam ilmu pedang. Tapi Yunho tak pernah 100% serius. Dia melayani Jaejoong dengan hati-hati jadi tidak seseru pertarungan yang ada di hadapannya saat ini. Dan kini Eunhyuk mendadak jadi dilema, antara ingin melihat pertempuran ini lebih lama karena pertarungan sedahsyat itu tak mungkin ditayang ulang atau mati dicincang Yunho bila sampai terjadi apa-apa dengan Jaejoong. Dan akhirnya Eunhyuk lebih menyanyangi nyawanya. Eunhyuk langsung mengambil handphone untuk meminta bantuan. Namun saat melihat layar handphone, nama seseorang telah terpampang jelas disana membuat mata Eunhyuk membulat horor.
" Matilah kau , Eunhyuk..."
TBC
Anyoeng, Author kembali update dengan chapter baru ^.^ Terima kasih buat readers dan yang sudah kasih review. Buat yang minta flash back sudah author kasih sedikit diatas. Karena terlalu banyak author berencana membuat side story yg menceritakan Jae dan Yunho dari masa bayi hingga mereka menikah. Di tunggu ja ne
Author masih fokus dengan Yunjae sekarang. Yoosu dan Sibumkyu akan sering muncul di chap berikutnya.
Mian bila masih terlalu banyak kekurangan. Author masih perlu banyak belajar. Jadi tolong kasih review untuk membantu author#bow
Yeye Kyunie ^^
