The Darkest Side of His Love
Chapter 5
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Drama
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Hanchul, Sibum, Changkyu, and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Menjadi tahanan Junsu yang shopaholic sudah biasa bagi Joongie. Diseret dari butik satu ke butik lainya, dipaksa mencoba beberapa baju yang dipilih Junsu. Joongie tak pernah mengeluh karena terlatih sejak balita oleh Umma Chullie yang kadar shopaholicnya melebihi Junsu. Joongie tak pernah mengeluh dengan model apapun yang dipilih keduanya karena Joongie tak terlalu menyukai fashion atau perhiasan apapun. Joongie lebih menyukai music, makanan manis, dan berbagai jenis boneka gajah. Walaupun begitu penampilannya selalu modis. Tentu saja yang memilih semua bajunya adalah Junsu dan Umma Chullienya yang memiliki sensifitas tinggi terhadap perkembangan fashion.
"Suie" panggil Joongie sambil menarik-narik ujung baju Junsu yang masih sibuk memilih-milih baju.
"Joongie, waeyo?"
"Joongie capek Suie"
"Omo, Aku lupa kalau kita sudah berdiri selama tiga jam. Kajja kita istirahat dulu ne."
Junsu kembali menyeret Joongie, kali ini bukan butik yang ditujunya melainkan sebuah kafe. Keduanya mencari tempat duduk dan memesan saat pelayan menghampirinya. Seperti biasa Joongie akan memesan es krim vanilla dan cake strawberry sedangkan Junsu jus buah dan kue dengan rendah gula dan kalori. Berbeda dengan Joongie, Junsu lebih menyukai makanan sehat untuk menjaga penampilannya.
Tanpa mereka sadari, dua orang yeoja yang serupa tapi beda usia sedang memperhatikan mereka.
"Kau lihat, Namja yang sedang memakan es krim itu? Dia adalah istri Yunho" kata Kim Yoona kepada Kim Yurri, putrinya. Seorang yeoja yang sangat cantik melebihi yeoja kebanyakan. Semenjak kelahiran sang putri, Yoona sudah berambisi membuat putrinya menjadi kandidat untuk menantu Jung yang sempurna. Sejak kecil Yurri sudah dididik berbagai macam keahlian, mulai dari tata krama, berbagai bahasa asing, pengetahuan mengenai bisnis dan fashion. Yoona juga menjaga penampilan Yurri dengan memaksanya diet ketat, membawanya ke dokter kecantikan termahal, dan mempunyai instruktur pribadi untuk melatih di gym demi menjaga badannya tetap berbentuk bak gitar spanyol. Namun Heechull malah menikahkan putranya dengan Joongie, namja yang menurutnya sangat tidak cocok menyandang predikat menantu Jung. Namja yang menurutnya cacat karena memiliki intelegensi seperti anak SD itu yang kemana-mana membawa boneka gajah.
"Besok akan ada jamuan pertemuan para pengusaha terkemuka di Oakwood Premier Coex Center. Yunho dan istrinya dipastikan hadir di sana. Kau harus tunjukan padanya bahwa dia tidak pantas menjadi nyonya Jung."
"Ne Umma"
***Yunjae***
Kyuhyun memandang tajam Dokter yang mengaku bernama Shim Changmin didepannya.
"Mau membunuh Jaejoong. Begitu besarnya keinginanmu untuk mati hnn"
"Kalau saja mereka tak menembakku, aku pasti sudah berhasil membunuhnya"
"Masih bisa sombong ne, harusnya kau berterima kasih kepada Eunhyuk karena menembakmu. Aku mengenalmu Cho Kyuhyun, sangat mengetahui rahasia besar yang kau sembunyikan rapat-rapat itu. Pneumothoraks, penyakit paru-paru akibat kecelakaan yang terjadi pada kejuaraan dunia Beladiri tiga tahun yang lalu. Kondisi ini membuatmu tak bisa berkelahi lebih dari satu jam. Bila saja Eunhyuk tidak menembakmu, mungkin saat ini kau sudah menjadi mayat. Memang itukan keinginanmu. Kau ingin mati, tapi harga dirimu terlalu tinggi untuk bunuh diri. Jiwa petarungmu memilih mati terhormat dengan menjadi pembunuh professional dunia. Berharap diantara targetmu ada yang mampu membunuhmu. Tapi sepertinya takdir begitu kejam karena sampai sekarang hal itu tidak terjadi. Oh iya di luar sana ada pasangan suami istri Choi yang ingin menemuimu"
Deg
Nafas Kyuhyun tertahan sesaat saat mendengar kedua nama. Nama yang begitu dicintainya dan dibencinya secara bersamaan.
"Aku terpaksa memborgolmu karena kata mereka kau suka main petak umpet. Dan sebagai dokter yang baik. Aku selalu menjaga pasienku. Bila kau menjadi anak baik aku pasti akan melepasmu segera. Sampai jumpa di pemeriksaan berikut nya ne" kata Changmin sambil mengacak rambut ikal itu. Plak ! Kyuhyun memukul tangan Changmin dan menghadiahkan death glare nya yang sudah terlatih sejak bayi itu. Namun Changmin hanya membalasnya dengan senyum angel sebelum dia keluar menemui Siwon dan Kibum yang menunggunya diluar.
"Aku sudah selesai mengintrogasinya. Kalian boleh menemuinya. Aku masih harus memeriksa beberapa pasien lagi." kata Changmin kepada keduanya.
"Gumawo Minnie ah"
"Ne"
Changmin meninggalkan mereka. Setelah kepergian Changmin, keduanya segera bergegas memasuki kamar perawatan Kyuhyun. Didalam Kyuhyun tak menoleh untuk menyambut mereka, Kyuhyun lebih memilih memandangi jendela.
"Kyu…" Panggil Kibum yang kini mendekati Kyuhyun menahan untuk tidak memeluk Kyuhyun saat itu juga.
"Kyu…" Kali ini Kibum mulai merengek karena tak ditanggapi oleh Kyuhyun. Dan dalam hitungan detik berubah menjadi isakan.
"Kyu…Hiks…Hiks" Ditahan sekuat apapun akhirnya Kyuhyun menyerah juga. Semenjak kecil Kyuhyun memang paling tidak bisa melihat kembarannya itu menangis. Apalagi sekarang Kibum sudah sesenggukan seperti itu. Kyuhyun perlahan menoleh kearah Kibum.
"Bummie.."
Begitu mendapatkan perhatian Kyuhyun, Kibum langsung memeluk Kyuhyun dengan tangisan yang makin kencang.
"Kyu…Hiks..Mianhae….Jangan pergi lagi"
"N…ne…"dan untuk kesekian kalinya dalam hidup Kyuhyun, dia memaafkan Kibum. Siwon yang melihat kejadian itu tersenyum lembut. Paling tidak setelah ini Sang istri tidak akan menggigau dalam mimpinya lagi memanggil nama Kyuhyun.
Sementara itu Kibum yang masih didalam dekapan Kyuhyun sedang menyeringai setan? Bahwa untuk kesekian kalinya senjata andalannya itu berhasil menjerat Kyuhyun untuk kembali ke sisinya. Kibum yang mengindap Brother Compleks tingkat akut itu tak akan membiarkan Kyuhyun lepas darinya walaupun saat ini sudah ada Siwon suaminya. Kibum tetap tidak akan bisa hidup tenang tanpa Siwon, Kyuhyun dan Baby Suhonya. Dia akan melakukan cara sekotor apapun untuk terus menjaga ketiganya.
Akhirnya setelah tiga puluh menit berlalu suasanan dikamar itu sedikit lepas dari kecanggungan. Kibum sudah tidak menangis lagi dan kini pasangan suami istri itu duduk di sebelah ranjang Kyuhyun.
"Setelah Kyunie sembuh nanti akan tinggal dimana?" Tanya Kibum
"Ng…" Kyuhyun diam sejenak untuk menjawabnya. Entah apa yang dipikirkan otak evilnya itu.
"Dirumah suamiku" Jawabnya kemudian
"Su…ami?"
"Ne. Shim Changmin. Aku sudah menikah dengannya."
"MWO?!" teriak Siwon dan Kibum kaget.
Beberapa detik kemudian entah kenapa ruangan itu menjadi dingin mencekam. Rupanya aura menyeramkan itu keluar dari Kibum yang tidak rela dengan apa yang diucapkan Kyuhyun barusan.
Di ruang rawat tak jauh dari kamar itu, Changmin yang sedang memeriksa pasiennya tiba-tiba merinding. Buru-buru dipegangnya tengkuknya.
"Waeyo Hyung?" Tanya Henry yang menemaninya memeriksa seorang pasien di kamar itu.
"A…aniya"
Changmin menggelengkan kepalanya keras sebelum kembali focus dengan pekerjaannya.
***Yunjae***
Sudah sekitar dua jam Yunho tiba di Pabrik bekas milik Keluarga Go yang dibelinya itu. Bersama dengan Yoochun yang memang ahli dalam keamanan pabrik dan sistem keselamatan pekerja. Yoochun adalah master dalam bidang enginer dan sudah membantu banyak pabrik dari dalam dan luar negri saat pembangunannya. Satu bulan kedepan pembangunan system pabrik akan menjadi tangung jawabnya. Yunho tidak akan mengganti para pekerja pabrik sesuai juga mengijinkan para pekerja yang dirumah sakit akibat keracunan itu untuk kembali bekerja setelah sehat kembali.
Setelah selesai, Yunho pergi ke kantor pusat persahaan yang menaungi pabrik itu. Mengadakan meeting dengan staff dan direksi mereka untuk membahas kelangsungan perusahaan mereka. Tidak ada yang berani menyanggah semua pernyataan Jung Muda itu. Kejeniusan dan kekejaman Yunho sudah menjadi rahasia umum dan mereka tidak ingin mencari masalah. Merekapun tidak menolak saat harus meeting di hari Minggu karena kesibukan Yunho di hari kerja tak memungkinkan untuk mengurusi pabrik itu. Untuk sementara Yunho akan mengawasinya setelah dirasa bisa berjalan normal, Yunho akan menyerahkannya kepada salah satu tangan kanannya.
Yunho baru selesai meeting saat, Joongie menelponnya dan mengatakan bahwa sudah berada di loby kantor. Yunho memang sengaja menyuruh Junsu mengantarkan Joongie kepadanya saat selesai belanja.
Yunho berjalan cepat menuju ruang tunggu tamu. Disana Joongie sedang duduk disofa sambil memeluk boneka gajah dengan Eunhyuk didekatnya. Joongie nampak kelelahan, matanya berulang kali mengerjap, mulutnya terus menguap.
"Joongie" sapa Yunho lembut sambil duduk di sebelah Joongie. Tanpa Yunho sadari, beberapa staff yang berada tak jauh darinya menahan nafas karena kaget melihat perubahan raut wajah Yunho. Selama meeting dan peninjauan pabrik, tak pernah sekalipun Yunho menunjukan keramahan melainkan dingin dan tegas. Berbeda dengan Yunho yang saat ini menyapa sorang namja cantik.
"Yunnie…sudah selesai? Joongie capek…ngantuk…"
"Ne, Yunnie sudah selesai. Mau Yunnie gendong?"
"Mau…" mata Joongie sudah setengah menutup saat menjawabnya.
Yunho tersenyum lembut, sebelum meraih Joongie dalam gendongan ala koala. Joongie menidurkan kepalanya di pundak Yunho dan terlelap dalam hitungan detik. Yunho berjaln pelan agar tidak membangunkan Joongie. Eunhyuk berjalan dibelakang Yunho untuk menuju mobil Yunho terparkir di depan gedung. Meninggalkan beberapa staff yang masih terbengong hebat melihat adegan yang baru saja terjadi secara ajaib menurut mereka.
***Yunjae***
Yunho baru saja membaringkan Joongie, saat tiba-tiba sebuah tangan menariknya kuat hingga terjatuh ke ranjang dan seseorang duduk diperutnya.
"Mau kemana hnn?" tanya Jaejoong sambil meraba dada Yunho sensual.
"Ku dengar hari ini kau bersenang-senang"
"Ne.. Cho Kyuhyun. Dia orang yang menarik. Tapi gara-gara Si Monkey datang dan menembaknya, aku jadi kehilangan mainan" Jaejoong membuka baju Yunho secara buru-buru sudah tidak sabar menyentuh tubuh suaminya.
"Bagaimana kalau bermain dengan Yunnie Junior?" Goda Yunho sambil tersenyum mesum yang dibalas dengan senyuman Jaejoong yang tak kalah mesum. Yunho meraup Jaejoong dalam ciuman yang dalam dan mereka saling bertemu dan beradu saling mendominasi. Tangan mereka saling meraba tubuh membuka baju yang masih tersisa ditubuh mereka dan membuangnya asal. Dalam sekejap keduanya sudah polos. Mata keduanya memancarkan nafsu saat mereka berpandangan sebelum Yunho mengubah posisi menjadi diatas dan merasuki Jaejoong dengan hujaman keras tanpa ampun dan belas kasihan. Namun memang Jaejoong tak pernah menginginkan belas kasihan Yunho ketika bercinta. Yunho memompa hole Jaejoong dengan cepat dan dalam. Bibirnya mengecupi leher dan pundak Jaejoong membuat Jaejoong dapat melihat bintang. Jaejoong menarik wajah Yunho untuk menciumnya dengan dalam. Kedua kakinya merangkul pinggang Yunho untuk membantu memperdalam hujaman Yunho.
"Akh..akh…Yun…faster..deeper…"
Rancauan Jaejoong membuat Yunho semakin mempercepat dorongannya membuat Jaejoong semakin mendesah keras.
"Yun aku…mau..Akh.."
"Jae..oh..kau sungguh nikmat"
"YUNHO!"
"Jae…!"
Jaejoong mengeluarkan klimaks pertamanya sambil meneriakan nama Yunho. Yunho menyusul setelahnya. Keduanya terdiam, saling pandang mengatur nafas masing-masing. Yunho mencium Jajoong lembut perlahan sebelum berubah menjadi pagutan kasar dan menuntut. Yang terjadi selanjutnya adalah sesi kedua ketiga dan mungkin keempat percumbuan mereka yang tak pernah puas dengan satu ronde.
***Yunjae***
Kim Young Joo, Pimpinan Kim Corp. dan kepala keluarga Kim sedang berdiri di sebuah jembatan tempat putri dan menantunya meninggal dengan mengenaskan dalam kecelakaan 17 tahun silam. Bahkan cucu yang belum mengenal dunia itu juga meninggal dalam kejadian itu.
"Young Joo ssi" sapa seseorang membuyarkan lamunanya
Young Joo berbalik, mendapati Jiyong yang membungkuk hormat padanya. Young Joo balas membungkuk menyambutnya.
"Merindukan Putrimu…"
"Ne. Aku memang memiliki dua putri. Namun paling dekat dengan Sooyoung. Dia putri yang baik dan patuh sangat memperhatikan keluarga. Berbeda dengan Yoona yang sangat kuat dan ambisius. Usiaku sudah tidak muda lagi Jiyong ssi. Aku ingin hidup tenang mengisi hari tua. Tapi aku belum bisa melepas perusahaan. Yoona maupun Yurri entah kenapa sulit mempercayai mereka. Kadang aku membohongi diriku sendiri bahwa Sooyoung masih hidup, makanya aku kesini"
Jiyong terdiam. Sedikit bersalah. Bagaimanapun dialah yang mengatakan kepada Young Joo bahwa cucunya meninggal. Jiyoong terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan keluarga Jung dengan memberikanya kepada mereka untuk menyembuhkan Yunho. Lagipula Jiyoong melihat begitu banyak kesedihan bila Jiyoong memberikanya kepada Young Joo. Jaejoong dimasa lalu sudah terlalu banyak menjalani penderitaan dan Jiyong dapat melihat dengan sangat jelas bahwa Jaejoong akan sangat bahagia disisi keluarga Jung. Tapi melihat usia Young Joo sekarang sangat tidak adil bila tidak memberitahukan hal yang sebenarnya. Akhirnya Jiyong memutuskan, walaupun hanya untuk sesaat biarlah Young Joo merasakan kebahagiannya.
"Young Joo ssi, putra Sooyoung masih hidup"
TBC
Anyoeng, Author kembali update dengan chapter baru ^.^ semoga tidak bosen ne. Terima kasih buat readers dan yang sudah kasih review. Mian bila NC nya kurang hot. Author masih perlu banyak belajar terutama buat adegan beginian. Oh iya tangan kanan Yunpa kan ada 8 orang yang ikut meramaikan cerita. Sudah ketahuan 4 orang. Adakah yang mau usul buat sisanya?
Ditunggu Review dan saran ne
Yeye Kyunie ^^
