The Darkest Side of His Love

Chapter 6

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance & Drama

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae, Hanchul, Sibum, Changkyu, and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

Yunho tak langsung tertidur setelah sesi bercintanya dengan Jaejoong karena berjanji bertemu dengan Doo Joon. Namja kepercayaannya dalam menggali informasi sedalam apapun. Keduanya saat ini sedang berada diruang kerja Yunho. Jam sudah menunjukkan waktu dini hari tapi tidak menjadi masalah bagi keduanya.

"Kau sudah mendapatkan apa yang kuminta?"

Doo Joon mengangguk sebelum menceritakan temuan-temuannya.

"Kim Yoona terbukti menyewa Kyuhyun untuk membunuh Jaejoong ssi. Walaupun begitu kasus kali ini akan lebih sulit. Selain Kim Yoona adalah teman Umma Anda,dia adalah putri dari Kim Young Joo. Seperti diketahui semua orang, selain sebagai Pimpinan Kim Corp. Dia adalah mantan Jenderal Korea Selatan yang masih memiliki pengaruh di pemerintahan. "

"Kau mengenalku Doo Joon. Apapun tak bisa menghalangiku. Siapapun latar belakang mereka akan ku hancurkan."

"Ada hal yang mungkin akan menjadi masalah bila Yunho ssi membunuh mereka semua. Sebuah informasi yang kudapat, Putri Kim Young Joo, Sooyoung meninggal dalam kecelakaan. Sebelum meninggal, Jiyong berhasil menyelamatkan bayi yang dikandungnya dan menyerahkan bayi itu kepada Hankyung Sajangnim. "

"Jadi istriku adalah cucu Kim Young Joo?"

"Ne, Yunho ssi"

"Aku akan menunggu waktu yang tepat. Bagaimanapun aku tak bisa memaafkan seseorang yang mencoba memisahkanku dengan mengawasi Kim Yoona dan kabari aku bila ada hal penting yang perlu kuketahui"

"Baik, Yunho ssi "

Doo Joon membungkuk, kemudian pergi meninggalkan Yunho yang terdiam nampak berfikir. Sepertinya Yunho akan menahan diri kali ini. Walaupun Yunho sudah pasti tidak akan mengampuni Kim Yoona. Kim Young Joo adalah pebisnis yang adil dan sangat berpengaruh yang merupakan pilar penjaga keseimbangan dunia bisnis Korea dan Asia. Yah dia akan menahan diri, paling tidak bila dia benar akan menghancurkan keluarga itu, Kim Young Joo sudah pergi karena usia.

Sementara itu di kediaman Kim, Young Joo sedang duduk di tempat tidurnya. Pernyataan Jiyong masih terus terngiang di kepalanya, terus terulang dan berputar seperti piringan rusak.

Flasback

"Young Joo ssi, putra Sooyoung masih hidup"

Jantung Young Joo berdenyut sakit saat mendengarnya karena keterkejutan yang membuat jantung berdetak cepat.

"Apa maksudmu? Kaulah yang mengatakan padaku bahwa cucuku…"

"Aku berbohong. Mianhae Young Joossi…tapi percayalah ini demi kebaikan. Aku terpaksa, aku melihat begitu banyak kesedihan dan tragedy yang akan terjadi bila aku menyerahkannya kepada Anda."

"Dimana…Dimana dia sekarang?" tanya Young Joo dengan tubuh yang bergetar.

"Dia bersama dengan keluarga Jung. Jung Joongie. Menantu Keluarga Jung adalah cucu Anda Young Joo ssi"

End Flasback

"Joongie..adalah cucuku" guman Young Joo. Matanya kini memandang foto seorang namja cantik di smart Phone miliknya. Keluarga Jung begitu terkenal dan berpengaruh jadi sangat mudah mengakses tentang mereka di dunia maya. Dan dengan mudah pula, mendapatkan foto cucunya.

"SooYoung…dia cantik sepertimu" ucapnya dengan airmata yang kini mengalir di pipinya yang sudah keriput karena usia.

***Yunjae***

Braakk

"Joongie!"

Teriak Heechull mendobrak pintu kamar Yunjae dengan tidak elitnya di pagi buta ini.

"Ngnnn" Joongie menggeliat sebentar. Kemudian duduk perlahan, rambutnya masih berantakan tak beraturan, mata besarnya mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya. Beruntung kini dia tidak dalam keadaan polos alias naked, Yunho sudah memakaikannya piyama tidur sebelum pergi sudah hafal betul tabiat Heechull yang akan langsung menemui Joongie begitu datang dari perjalanan jauh. Yunho yang mengetahui Heechull akan pulang pagi-pagi, memakaikan Piyama ketika istrinya itu masih terlelap.

"Ne Umma…"

"Joongie..neomu neumu bogoshipo" Heechul lmemeluk menantunya erat.

"Nado bogoshipoUmma.."Joongie balas memeluk Heechul

Hechul melepas pelukanya. Merapikan rambut Joongie yang berantakan.

"Umma bawa oleh-oleh banyak buat Joongie"

"Jinja?..ada boneka gajah?"

"Ne. Dan Umma bawa ini buat Joongie" Heechul menyodorkan botol kecil berwarna biru.

"Ini apa Umma?"

"Ini obat biarJ oongie cepet dapat pengen cepet dapat Baby kan?"

"Joongie mau Baby, Joongie tidak suka obat. Rasanya Pahit sekali Umma.."

"Ani..Obatnya tidak sangat manis seperti permen."

"Benarkah?"

"Ne, "

"Ya udah kalau begitu Joongie mau" Heechul tersenyum puas mendengarnya. Heechul selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Saat ini dia sangat mendambakan cucu, dan dia tak akan berhenti berusaha sampai menantunya ini hamil.

Setelah puas melepas kangen, Heechul pamit untuk tidur. Badannya begitu lelah sedangkan Hankyung sudah berada dikamarnya menunggu dokter keluarga datang. Hankyung yang merasa pusing dan sedikit demam. Selama di Jepang dirinya memang tak sempat istirahat.

Joongie yang sudah benar-benar terjaga, berjalan kearah kamar mandi menyusul belum selesai mandi rupanya, dia hanya tersenyum mendapati Joongie yang kini merona melihat dirinya tanpa busana dibawah guyuran air shower.

"Joongie mau mandi bareng"

"Ne Joongie mau" Jawab Joongie dengan anggukan malu-malunya.

"Kajja, sini Yunnie mandikan"

Joongie membuka piyamanya satu-persatu hingga tak ada satupun benang ditubuhnya. Joongie perlahan masuk kedalam guyuran dan sempat kaget saat tersiram air hangat. Yunho kembali tersenyum dengan gerak gerik Joongie yang memang selalu menggemaskan tanpa disadari oleh sang pelaku. Yunho meraup bibir Joongie dalam ciuman ringan dan lembut sebelum akhirnya saling menyabuni satu sama lain, membilasnya bersama, saling berbagi handuk besar saat mengeringkan badan dan kembali berpakaian. Yunho dengan setelan Armaninya dan Joongie dengan seragam Shinki High School.

***Yunjae***

Melihat Joongie membawa boneka gajah sepanjang pelajaran adalah hal biasa di Shinki High School. Namja cantik ini memang tak pernah lepas dari bonekanya itu kecuali pelajaran olah raga dan ke kamar mandi. Tak akan ada yang memandangnya aneh atau komplain, bukan karena mereka takut dengan suami Joongie yang merupakan pewaris tahta Jung Corp dan anak pemilik Yayasan sekolah elit itu, tetapi Joongie memang memiliki pesona tersendiri bagi mereka. Tak ada yang dapat menandingi kepolosan dan kebaikan hati Joongie. Aura angel nya mampu menghipnotis mata yang memandangnya.

Para Sosengnim yang mengajar disana sangat menyukai Joongie. Bagi mereka dibalik sisi polosnya Joongie adalah sosok jenius, pelajaran apapun sangat mudah diserapnya. Pertanyaan apapun dengan mudah dijawabnya. Saat ulangan dia akan selesai paling pertama dan akan duduk diam menunggu temannya. Semua nya mengagumi kepintarannya kecuali satu orang. Kim Junsulah satu-satunya orang di Shinki High school yang mengetahui rahasia besar Joongie. Suatu hari Junsu mengeluh karena ulangan matematika yang sangat sulit baginya. Semua orang dikelasnya tak ada yang menjawab benar kecuali Joongie, kerena penasaran Junsu pun bertanya. Dan Joongie dengan polosnya mengatakan..

"Hyung Jaejoong yang mengatakan semua jawabannya padaku?"

Junsu sempat cengo sesaat mendengarnya, sebelum berteriak mengeluarkan lengkingan lumba-lumba khas miliknya.

Seperti hari-hari sebelumnya, Joongie selalu datang ke sekolah hampir bersamaan dengan Junsu. Mereka bertemu di koridor dekat kelas mereka.

"Suie, ini oleh-oleh dari Umma untuk mu" kata Joongie sambil menyerahkan paper bag berwarna pink kepada Junsu.

"Jinja?" Junsu berbinar mendengarnya. Junsu selalu menyukai setiap oleh-oleh Umma Heechul yang selalu high class itu.

"Ne" Jawab Joongie mulut yang nampak mengunyah sesuatu.

"Apa yang kau makan Joongie, sepertinya enak"

"Sangat enak dan manis. Suie mau" tawar Joongie menyodorkan botol biru kecil itu. Karena penasaran Junsu mau-mau aja mengambil sesuatu yang mirip permen itu. Mencicipinya perlahan.

"Kau benar Joongie, permen ini sangat enak. "

"Ani, ini bukan permen Suie tapi obat biar cepet dapat Baby"

Uhukhukhuk

Junsu tersedak heboh, bermaksud memuntahkan benda kenyal itu tapi malah tertelan. Melihat sahabatnya tersiksa, buru-buru Joongie membantunya dengan mmenepuk punggungnya pelan dan berhenti saat melihat Junsu membaik.

"Obat apa Joongie?"tanyanya memastikan lagi dengan tatapan horor

"Kata Umma, ini obat agar joongie cepat dapat Baby. Waeyo ? Suie tidak mau mempunyai Baby? Kalau Joongie ingin sekali. Mereka lucu-lucu"

"Suie mau , tapi tidak sekarang. Kajja sebentar lagi Lee Sosengnim datang"

"Ne"

Junsu dan Joongie bergegas memasuki kelas. Lee Sosengnim sangat disiplin dan Junsu tak ingin mendapat omelan sebagai sarapan pagi. Kenapa hanya Junsu, tentu saja karena Lee Sosengnim tak akan pernah bisa memarahi Joongie seperti Sosengnim lainya.

***Yunjae***

"Apa kau mendapatkan sesuatu?" tanya Kim Young Joo kepada Leeteuk, tangan kanan dan seseorang yang sudah dianggapnya sebagai putranya sendiri. Saat ini keduanya sedang berada di luar pintu gerbang Shinki High School. Young Joo sengaja datang ke sekolah itu untuk melihat cucunya, walaupun tak bertatapan langsung, paling tidak Young Joo sempat melihat Joongie dari kejauhan saat Joongie keluar dari mobil Yunho yang mengantarnya.

"Jung Joongie benar diasuh oleh keluarga Jung sebelum menjadi Istri Jung Yunho dua tahun yang lalu. Mengenyam home schooling sebelum bersekolah di Shinki High School. Sifatnya yang kelewat polos agaknya membuat keluarga Jung tak mengijinkanya bersekolah di sekolah umum. Ada rumor, tujuan keluarga Jung mendirikan Shinki High School adalah untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman untuknya. Jung Yunho terkenal sangat protektif dan posesif dengan istrinya. Joongie sangat menyukai music, makanan manis dan bermacam-macam hal yang berhubungan dengan gajah"

Young Joo tersenyum saat mendengar kalimat terakhir Leeteuk.

"Saat hamil, Sooyoung mendadak menjadi maniak gajah, rupanya benar karena bawaan sang Bayi"

"Ada satu hal yang cukup mengkhawatirkan sajangnim"

"Mengenai apa?"

"Beberapa file di Badan Intelegensi Kepolosian Korea sepertinya sedang menyelidikinya untuk beberapa kasus pembunuhan. Mereka yang terbunuh adalah pengusaha kotor dan beberapa pejabat yang memang selalu lepas dari jerat Hukum. Nama Jung Joongie berada dalam daftar yang mereka awasi"

"Lakukan segala apapun untuk menutup kasus itu. Kau tahu caranya."

"Ne Sajangnim"

Young Joo kembali menatap gedung Shinki High School. Young Joo menyadari bahwa akan sangat sulit untuk mengambil Joongie dari keluarga Jung. Young Joo memang kakek Joongie, tapi kini Joongie sudah resmi menjadi istri Yunho secara hukum. Lagipula Joongie sangat terawat dan bahagia di sisi keluarga Jung. Kebahagiaan yang tak bisa dijanjikannya bila berada dalam pengawasannya. Walaupun begitu Young Joo tidak akan tinggal diam. Dia juga ingin mengenal cucunya itu, dan Young Joo sudah menyiapkan rencana untuk mendekati Joongie

"Teukie, hari ini aku akan menghadiri pertemuan di Oakwood Premier Coex Center"

"Tapi Sajangnim, kesehatan Anda..."

"Aku baik-baik saja. Tak ada yang perlu di khawatirkan"

***Yunjae***

Shim Changmin sangat mengagumi sosok yang kini terbaring dihadapannya kini. Shim Changmin sudah menggilai Cho Kyuhyun sejak melihatnya di kejuaraan nasional. Namun saat itu Cho Kyuhyun masih berstatus sebagai tunangan Siwon. Andai Siwon bukan salah satu tangan kanan Yunho seperti dirinya, pasti Changmin sudah menyingkirkannya. Yunho lebih memilih membunuh para tangan kanannya daripada melihat mereka saling bersaing. Shim Changmin selalu diam dan bersabar tapi tidak untuk kali ini . Apalagi kini Kyuhyun dengan suka rela mendatanginya dan mengaku sebagai istrinya kepada Siwon dan Kibum. Masih teringat tadi malam saat Kibum mendatanginya, melabraknya dengan kemarahan yang meluap-luap dan tatapan mematikannya menuduhnya telah merampas Kyuhyun darinya. Bila saja Siwon tak berada disana mungkin Kibum sudah membunuhnya. Beruntung Kibum tak sampai melukainya, bila terjadi sesuatu pada dirinya tentu rencana besarnya akan gagal. Rencana untuk membuat Cho Kyuhyun menjadi miliknya seutuhnya.

Changmin sengaja menyisipkan obat tidur pada beberapa obat yang harus dikonsumsinya dan memastikan Kyuhyun meminumnya. Dosis obat tidur itu begitu kuat membuat seseorang dengan daya tahan tubuh sekuat apapun akan tertidur dengan sangat pulas. Seperti yang terjadi pada Kyuhyun saat ini.

Changmin mengeluarkan sebuah surat dari amplop coklat yang dibawanya. Meraih tangan kanan Kyuhyun dan membawa jempol nya perlahan ke stamp pad yang sudah basah oleh tinta. Menekannya pelan agar tinta itu berpindah mewarnai permukaan Jempol Kyuhyun. Setelah dirasa cukup, Changmin membawa nya ke surat yang sudah disiapkannya. Menempelkannya di atas nama Cho Kyuhyun. Setelah selesai menaruh tangan Kyuhyun perlahan di dada Kyuhyun. Changmin tersenyum puas saat melihat hasil kerjanya.

"Cho Kyuhyun, selamat. Sekarang kau sudah resmi menjadi istri dari Shim Changmin"

TBC

Anyoeng, Akhirnya kembali dengan chapter baru ^.^ Terima kasih buat readers, buat yang kasih review. Percayalah itu sangat membantu author untuk terus semangat dalam menulis dan mencari ide-ide untuk cerita ini.

Sepertinya akan menjadi cerita dengan banyak chapter karena sampai chapter ini masih jauh dari klimaks yang sudah terbayang di imajinasi author. Semoga nanti tidak membosankan ne.

Tetep ditunggu review dan sarannya

See You di chapter depan

Yeye Kyunie ^^