The Darkest Side of His Love

Chapter 7

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance & Drama

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae, Hanchul, Sibum, Changkyu, and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

Trang...Prang...Duakk...

Suara berisik itu berasal dari ruang VIP sebuah kamar rawat di Jung Center Hospital. Beberapa keamanan dan staff kedokteran hanya bisa memandang horror dengan apa yang terjadi dikamar itu yang kini terkunci dari dalam. Akibat kejadian itu beberapa pasien diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sebenarnya apa yang terjadi? Mari kita lihat beberapa puluh menit sebelum kejadian.

45 menit sebelumnya

"Nae Yeobo" kata Changmin sambil memaksa mengecup kening Kyuhyun. Dengan cepat tentunya, karena sedetik kemudian tangan Kyuhyun mendorong tubuhnya kasar.

"Mau cari mati hn?!" Kyuhyun memberikan tatapan tajamnya yang malah terlihat imut dimata Changmin.

"Apakah begitu cara menyambut suami mu"

"Apa maksudmu tiang listrik?"

"Omo, sepertinya kau salah minum obat Yeobo, sampai suamimu saja tidak kau kenali"

"Grrrrrr" Oke Kyuhyun benar-benar jengkel sekarang.

"Kau yang mengatakan pada Siwonie dan Bummie bahwa kita menikah, hah...harusnya kau bilang sejak dulu pasti akan kunikahi dirimu lebih cepat. Tapi kau tak usah khawatir, karena kita sudah menikah sekarang"

"Kepalamu terbentur ya. Bicaramu jadi ngawur begitu"

Changmin tersenyum, tangannya mengambil sesuatu dari map yang dibawanya. Dan menunjukannya tepat didepan mata Kyuhyun.

"Congratulation Cho Kyuhyun, sekarang namamu berubah menjadi Shim Kyuhyun"

Kyuhyun menatap horror surat pernikahan didepannya. Apalagi tertera dengan jelas nama nya disana. Secepat kilat kyuhyun menyambar surat itu. Membacanya cepat sebelum merobeknya dengan sangat kasar.

"Silakan kau robek, itu hanya kopian yang aslinya sudah tersimpan di tempat yang aman."

Kemarahan Kyuhyun sudah diubun-ubun. Begitu teganya Changmin merampas status single nya dengan cara paling biadab itu.

"MATI KAU TIANG LISTRIK!"teriak Kyuhyun sambil menerjang Changmin. Tangan nya sudah terlepas dari borgol yang mengikatnya sejak kemarin. Kemarahan Kyuhyun membuat tenaganya menjadi lebih besar daripada biasanya. Kyuhyun memang ahli beladiri tapi ternyata Changmin juga merupakan sabuk hitam di beberapa cabang ilmu beladiri. Ketika Kyuhyun menyerang Changimin dengan brutal, Changmin dapat dengan mudah mengimbanginya. Terjadilah baku hantam di ruangan yang diwajibkan tenang itu. Semua barang-barang di dalam kamar itu sudah tak berbentuk lagi akibat tendangan Kyuhyun yang selalu mengejar kemanapun Changmin menghindar.

"Kyu!"

Brakk

Kaki Kyuhyun kembali menyerang dengan tendangan mematikan ke arah Changmin. Tendangan itu hanya mengenai tembok yang berjarak hanya beberapa senti dari hidungnya. Namun Kyuhyun tak menyerah terus memberikan tendangan, tonjokan, dan gerakan mematikan seakan tidak sabar untuk memiting dan memutilasi namja yang mengaku suaminya itu.

Satu jam sudah acara baku hantam pasangan pengantin baru ini berlangsung. Batas aman Kyuhyun sudah berakhir, seperti yang Changmin prediksi. Kyuhyun mendadak susah bernafas.

"Hosh...hosh...hosh..."

Tubuhnya mendadak terkapar dilantai, mulutnya terbuka mencari udara untuk mengisi paru-parunya. Keringat dingin sudah mengucur di keningnya. Changmin segera menghampiri Kyuhyun, meraih kepala Kyuhyun cepat dan menempelkan mulutnya di bibir penuh Kyuhyun. Memberikan nafas bantuan rupanya. Awalnya Kyuhyun memberontak, tidak terima bibirnya disentuh Changmin, tapi pitingan Changmin begitu kuat menguncinya. Beberapa menit kemudian nafas Kyuhyun mulai teratur, dan niat awal Changmin berubah haluan sekarang. Aksinya memberi nafasnya itu berganti dengan lumatan-lumatan kecil sekarang.

" Kau memang Brengsek" kata Kyuhyun kali ini bukan death glare yang diberikan tapi semburat merah dipipinya.

"Ne, dan aku mencintaimu"

"Aku tidak butuh cintamu"

"Tapi kau butuh pernikahan ini untuk menjadi alibi bagi Siwon dan Bummie. Bukankah ini suatu simbiosis yang saling menguntungkan"

"Aku tak akan menjadi istri yang baik asal kau tahu"

"Aku tidak butuh istri yang baik. Aku butuh dirimu. Aku tahu kau evil. Yeah kita bisa jadi duo evil yang sempurna"

"Aku melakukan ini demi Bummie dan Siwon"

"Ne, aku tahu. Dan aku tak peduli"

Changmin ingin mencium Kyuhyun saat pintu tiba-tiba terdobrak dari luar. Changmin dan Kyuhyun menoleh ke pintu mendapati Kibum yang menatap Horor mereka berdua di posisi berbahaya itu,

"Minie!"

"Oh shit"

Yang terjadi kemudian adalah baku hantam ronde kedua di ruang rawat itu. Siwon yang berdiri di depan pintu, memijit pelipisnya karena frustasi. Lalu diangkatnya tubuh Baby Suho yang ada digendongannya. Membuat wajah Appa dan aegya itu saling bertatapan.

"Jangan ditiru ne,"ucapnya kepada sang Aegya dan dijawab dengan senyuman khas bayi bermata mata bulat besar ini.

***Yunjae***

Oakwood Premier Coex Center, salah satu hotel terkenal di kawasan Gangnam ini menjadi tempat digelarnya pertemuan pengusaha keturunan korea baik mereka yang berdomisili di korea maupun luar negeri. Perhelatan itu begitu dinanti karena dihadiri oleh semua pengusaha dan tokoh berpengaruh di Korea. Para selebritis Korea yang sedang naik daun pun diundang. Sejak satu jam yang lalu pintu utama hotel itu ramai dengan berbagai mobil dengan merk terkenal yang mengantar tamu acara. Para pencari berita membanjiri halaman hotel itu untuk mengabadikan moment kedatangan mereka.

Saat ini mereka mengerumuni, sebuah mobil Maybach 62 Sedan yang sejak sepuluh menit yang lalu berhenti tapi tidak ada tanda-tanda akan ada sosok yang keluar. Apakah yang akan terjadi, mari kita lihat.

"Yunnie, kita pulang saja ne. Joongie takut. Terlalu banyak orang" Joongie memeluk boneka gajah erat sambil melirik keluar jendela mobil.

"Ani, semua orang ingin melihat istri Jung Yunho. Jadi Joongie harus ikut. Bagaimana bila tiba-tiba ada yeoja cantik dan memaksa menemani Yunnie? Semua orang akan mengira yeoja itu istri Yunnie. Apa Joongie mau seperti itu hn?"

"Andwee...! Yunnie itu istri Joongie dan Jejoong hyung"

"Yunnie juga tidak mau. Jadi Joongie harus tetap pergi ne"

"Ngg...ya udah. Tapi Joongie boleh bawa boneka gajah kan?"

"Ani, tapi Joongie bisa membawa ini." Yunho menyodorkan sebuah gantungan kunci kecil dengan boneka gajah kecil. Mata Joongie berbinar saat menerima gantungan kunci yang menurutnya sangat lucu dan imut itu.

"Wuahhh kecil sekali..."

"Joongie jangan takut ne. Yunnie akan berusaha agar kita tidak terpisah. Bila hal itu sampai terjadi, Joongie panggil Jaejoong. Arraso?"

"Ne, Joongie akan panggil Jaejoong hyung"

"Kajja, pegang tangan Yunnie"

Joongie menerima uluran tangan Yunho, mereka berpandangan sesaat sebelum Yunho membuka pintu dan keluar disusul Joongie. Para wartawan langsung heboh menganbil gambar keduanya, apalagi ini adalah pertama kalinya Jung Joongie mendampingi Sang suami dalam acara resmi seperti perhelatan besar ini. Jung Yunho mengenakan setelan jas armani serba hitam. Memasang tampang arogant dan cool seperti biasa. Sedangkan Joongie dengan setelan jas abu-abu tanpa dasi dengan aksesoris sapu tangan di saku jasnya nampak gugup memeluk erat lengan Yunho.

"Yun...Yunnie"

Yunho menoleh kearah memandang Yunho dengan mata besar dan air mata bening yang siap jatuh. Rupanya Joongie sedang melancarkan serangan Puppy eyes andalanya. Akhirnya Yunho menyerah. Joongie memang tak akan bisa berada di depan banyak orang asing. Memang salah dirinya yang tak ingin membagi istrinya itu dengan orang lain sehingga mengurungnya di Jung Mansion selama 15 tahun dan hanya keluar bila ada keluarga dan Junsu yang bersamanya.

"Ne, panggil Jaejoong" bisiknya memutuskan.

Mata besar itu berkedip, dan berubah dengan mata Jaejoong yang walau tetap besar nampak lebih dingin dan tajam.

"Jadilah anak baik"Bisik Yunho mengingatkan Jaejoong.

"Ne, kau tak perlu ragu dengan kemampuan aktingku" balas Jaejoong berbisik

Jaejoong, menoleh kearah wartawan dan memberikan senyuman polos bak malaikat itu. Dan tanpa komando apapun, para wartawan itu kembali memberikan jepretan kamera bertubi-tubi melihat pasangan unik ini.

"Ya Tuhan, bagaimana mungkin kau biarkan Iblis itu menculik salah satu malaikat-Mu" guman salah satu diantara mereka.

***Yunjae***

Hall hotel yang disulap dengan desain mewah itu mejadi tempat perhelatan. Setelah sambutan dari penyelenggara, para tamu undangan kini sedang menikmati hidangan dan saling mengobrol mengenai perkembangan perusahaan mereka dan isu-isu yang sedang hangat yang sedang terjadi. Jaejoong selalu mendampingi Yunho dan ikut mengobrol bersama mereka. Jaejoong yang aslinya sangat jenius mengenai bidang itu mampu berakting polos dan menjawab apapun pertanyaan mereka dengan jawaban ala Joongie. Membuatnya cepat disukai oleh tamu-tamu disana, tanpa mengetahui bahwa Yunho sangat tidak menyukainya. Jaejoong yang menyadari kecemburuan suaminya itu malah semakin menggodanya dengan membisikkan sesuatu kepada Kris salah satu pengusaha muda keturunan China yang saat ini sedang menaiki tangga kesuksesan. Mata musang Yunho berkilat marah menjanjikan kematian

"Jangan memandangnya seolah kau akan membunuhnya. Akulah yang menggodanya. Harusnya kau marah padaku." bisik Jaejoong saat Kris sudah pergi bergabung dengan pasangannya Tao.

"Ani. Itu adalah kebohongan besar Jae. Kau adalah milikku . Bila saja sampai terjadi kau tidur dengan orang lainpun. Kau tetap milikku. Kau tahu aku tidak akan menghukummu tapi aku akan membunuh orang yang bersamamu."

"Kau tahu hal itu tak akan terjadi. Aku terlalu mencintaimu untuk mengkhianatimu"

Kesedihan akan perpisahan mereka yang menyakitkan dimasa lalu membuat mereka akan melakukan apapun untuk selalu bersama.

"Ne.."

"Lagipula, Kris memiliki tunangan yang galak. Aku sengaja menggodanya agar Si Huang Tao itu menghukumnya. Paling tidak dia tidak akan mendapat jatah sebulan. Aishh ..Keusilanku mendadak kambuh. Kau harus memeriksakan tubuhku. Siapa tahu aku hamil..."

"Yunho!"Sebuah sapaan mengganggu keduanya. Pasangan ibu dan anak dari keluarga Kim lah yang menghampiri mereka. Keduanya nampak cantik dan anggun. Mengenakan gaun berwarna krem. Yoona dengan rambut digelung sederhana dan gaun panjang sopan sedangkan Yurri mengenakan gaun panjang dengan potongan dipunggung memperlihatkan kulitnya yang putih mulus. Rambutnya diikat menyamping.

"Yoona Ahjuma" Yunho membungkuk hormat memberi salam. Walaupun dia sangat tidak menyukai Yoona, tapi dia harus bermain cerdik disini.

"Hai Yoona Ahjuma" sapa Jaejoong yang sukses memperagakan gaya khas Joongie.

"Hmph..akhirnya kau membawa istrimu ke jamuan resmi"

"Ne . Sepertinya Ahjuma juga membawa seseorang kali ini"

"Dia putriku"

"Kim Yurri imnida" Yurri memperkenalkan diri dengan sopan.

"Jung Yunho imnida"

"Jung Joongie Imnida. Istri Yunnie" ucap Jaejoong tidak mau ketinggalan.

Mata Yoona menyipit, mendengar perkenalan Jaejoong. Sepertinya pesan tersembunyi yang ingin disampaikan Jaejoong itu tepat mengenai sensitifitas Yoona.

"Aku tidak melihat Heechull, dia tidak ikut?"

"Ne, Appa sedang tidak enak badan dan Umma menjaganya di rumah."

"Aku akan menjenguknya besok kalau begitu"

"Gumawo Ahjuma"

"Omo!" seru Jaejoong tiba-tiba sambil menghampiri Yurri. Tanpa ijin memutar tubuh Yurri memperlihatkan punggung Yurri

"Baju Nunna kenapa bolong? Apa Nunna tidak kedinginan?" Tanya Jaejoong dengan nada sepolos mungkin

"Ini..."

"Aigoo Nunna bisa sakit tunggu sebentar ne"

Jaejoong memutar pandangan mencari sesuatu. Matanya berbinar licik saat melihat seorang waiter ingin mengganti taplak meja. Jaejoong berlari menghampirinya meninggalkan Yoona dan Yurri yang bingung dengan ulah targetnya itu. Tak lama kemudia Jaejoong kembali dengan sebuah taplak meja putih ditangannya. Tanpa ba bi bu lagi, Jaejoong membuka kain itu dan melilitnya di tubuh Yurri menutupi punggung bolongnya.

"Nah sekarang Nunna tidak akan kedinginan lagi" ucap Jaejoong dengan senyum malaikatnya.

Semua yang menyaksikan kejadian itu bengong sesaat sebelum, tertawa kecil melihat tingkah polos istri Yunho itu. Yurri? Jangan ditanya. Saat ini wajahnya sangat merah menahan malu dan marah secara bersamaan. Tanpa berkata apapun Yurri meninggalkan tempat itu.

"Yu..Yurri"panggil Yoona yang tak dihiraukan Yurri sama sekali.

"Waeyo, ahjuma, Joongie salah ya"

Yoona tak menjawab, menatap dingin Joongie sebelum akhirnya pergi menyusul putrinya.

Yurri berjalan cepat meninggalkan Hall hotel, Kain yang berfungsi sebagai taplak meja itu sudah sudah dibuangnya secara kasar. Wajah cantiknya berubah menyeramkan dan penuh kebencian saat membayangkan wajah istri Yunho yang mengerjainya barusan

"Jung Joongie, tunggu saja pembalasanku"

***Yunjae***

Saat melihat es krim yang begitu banyak, Joongie yang sedang berada di dunia Oz tergoda. Joongie merengek untuk berpindah posisi lagi. Dan tentu saja Jaejoong mengiyakan saja. Saat ini Joongie sedang duduk di sebuah meja sebuah cup es krim beraneka rasa. Yunho sedang berbicara serius dengan seorang rekan bisnisnya tak jauh dari istrinya. Tetap mengawasi Joongie disela obrolan seriusnya.

"Anyeong, bolehkah aku duduk di sini?"

Joongie mendongak dan melihat seorang kakek yang masih terlihat tampan.

"Nugu?"

"Harabeoji capek, bolehkah Harabeoji duduk disini?"

"Ne, Harabeoji ayo cepat duduk. Kasian...capek eoh?"

Kakek, yang ternyata bernama Kim Young Joo itu duduk di sebelah Joongie. Meletakkan jus strawberry yang dibawanya. Entah kenapa begitu melihat jus itu, Joongie sangat menginginkannya, sempat ada air liur yang hampir menetes andai saja Yunho tidak datang tepat waktu mengusap bibir Joongie dengan sapu tangan.

"Yunnie..."

"Ne, Ayo es Krimnya keburu meleleh"

"Joongie tidak mau Es krimnya lagi Yunnie..."

"Trus Joongie mau apa?"

Joongie tidak menjawab tapi matanya melirik Jus Strawberry itu meja dekat Young Joo. Yunho yang mengikuti lirikan Joongie langsung mengerti apa yang dimaksud istrinya itu.

"Joongie..."Yunho memanggil istrinya yang terlihat hampir menangis.

"Kalau Joongie mau, ini buat Joongie ne" kata Young Joo yang mengamati pasangan suami istri itu.

"Jinja?"

"Ne"

Wajah dan mata Joongie berbinar senang saat Young Joo menyerahkan jus strawberry miliknya. Joongie tersenyum cerah sekali saat menerimanya.

"Gumawo Haraboeji..."

"Kim, panggil Haraboeji Kim"

"Ne, gumawo haraboeji Kim.."

Joongie memberikan senyum manisnya sebelum meminum jus nya dengan semangat. Sementara Yunho dan Young Joo saling pandang penuh arti.

Malam sudah sangat larut, semua maid dan pekerja di Jung Mansion sudah terlelap sejak tadi. Hankyung dan Heechul juga sudah tertidur pulas. Tinggal Joongie yang sejak tadi bergerak berguling-guling di tempat tidur.

"Joongie, waeyo?" tanya Yunho yang akhirnya terbangun karena gerakan-gerakan Joongie.

"Hiks...Yunnie"

"Ne Joongie ingin apa?"

"Joongie...Joongie mau.."

"Iya Joongie mau apa?" tanya Yunho sabar

"Hiks...Joongie mau bobo dengan Kim Haraboeji, otoke?"

"MWO?!"

TBC

Anyoeng, Chapter baru lagi^^. Author berhasil menulis satu chapter kembali.

Gumawo buat semuanya, para readers, yang kasih review dan semangat juga saran yang sangat membantu author#bow. Semoga kali ini tidak mengecewakan.

Walaupun Author pasti tetep nulis chapter selanjutnya, Review dan saran masih terus Author tunggu ne.

See You at Chapter 8!

Yeye Kyunie ^^