xXxX Remember XxXx
A/N : Neee, Misa ga nyangka yang ngedukung fict ini banyak.. jadi terharu T^T /disiram/
Yosh, review kalian buat Misa semangat 45 (?) bikin lanjutannya.. dan sesuai permintaan, fict ini ga akan di hapus.. tapi di lanjutin~ Arigatou xD
Misa bakalan jawab review kalian di bawah ya.. x3
Misa jg udah berusaha buat update kilat :9
Setelah baca chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejak nya (?) ya di review ^o^
MiSaRu : Selamat membaca ~
Disclamer : Naruto, Masashi Kishimoto
Remember copyright : Misaru Keigo
Rated : T
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Angst
Warning : AU, OOC(?), Typo(s), Miss typo(s), Poetry, Gaje, de el el
Chapter 2 : 'Don't Leave Me'
.
.
Enjoy!
.
.
Ini kesalahanku.
(Bukan)
Ini semua karnaku.
(Salah)
Bila aku bisa mengulang waktu.
(Bila kita bisa mengulang waktu)
Aku ingin sekali.
(Apa?)
Ingin sekali berada di dekatmu.
(Aku juga)
Berbagai iris dengan seksama menatap sosok yang di anggap bersikap lain dari biasanya. Sosok itu menggerutu dalam emosi dan sesekali terdengar berbagai kutukan yang keluar dari bibir tipisnya. Sosok itu—Uchiha Sasuke—berjalan dalam geram menuju kelasnya dan membuka paksa pintu kelas yang berhasil di buat gaduh olehnya, sehingga seisi kelas seketika menjadi hening dan menatap dengan kaget—siapa sosok yang tengah berdiri di ambang pintu dengan wajah emosi—dan semua pun semakin membisu dalam pikiran masing-masing. Ini baru pertama kalinya mereka melihat Sasuke dengan raut wajah penuh kemarahan dan emosi. Pancaran aura Sasuke pun berubah, membuat tak seorang pun yang berani mendekatinya kecuali—
"Teemeeeeee! Ada apa denganmu?"—tentu hanya si Rubah Uzumaki Naruto-lah yang berani mendekat.
Tidak peduli. Sasuke pun mengacuhkan pertanyaan dari sahabat rubahnya dan berjalan menuju bangku kelas. Tentu saja tidak peduli dengan pandangan di sekitarnya. Sedangkan Naruto yang mempunyai sifat pantang menyerah hanya memutar bola matanya bosan dan berbalik badan menuju kearah Sasuke—yang sedang menjambak rambut ravennya frustasi—dan dengan senyuman rubah khas dari Naruto, seolah mengisyaratkan kepada teman-teman sekelasnya bahwa semua akan baik-baik saja. Dan mereka pun mengerti.
"Teme, ceritakan padaku!" Ucap Naruto yang terdengar seperti perintah. Dan kini Naruto tengah mendudukkan diri di lantai samping bangku yang di tempati oleh Sasuke, sembari mengeluarkan cengiran khasnya.
"Sakura…" balas Sasuke terhenti sembari menenggelamkan wajah dalam silang kedua tangannya. Membuat Sasuke hanya dapat menatap meja dengan lengan yang menjadi sandaran bantalnya. "Sakura ada di sini…" lanjutnya.
"Maksudmu Sakura-chan? Haruno Sakura? Ada di sekolah kita?" Tanya Naruto yang seketika menjadi antusias dalam topik yang di bawa oleh Sasuke.
"…"
Tidak ada jawaban, membuat Naruto yakin siapa yang di maksud oleh Sasuke. Dia—Naruto, sangat paham dengan sifat Sasuke. Dan dia tidak pernah melihat Sasuke si pangeran es frustasi—kecuali penyebabnya adalah gadis bermata emerald milik Sasuke—dulu. Dan terakhir kali Naruto melihat Sasuke frustasi juga karna gadis itu; Haruno Sakura.
"Lalu, apa yang membuatmu kesal? Bukannya kau sudah berjanji tidak akan mengurusi apapun tentang Sakura-chan, Teme?"
"Dia tidak mengabariku."
"Wajar saja, mungkin dia masih marah dengan perlakuanmu,"
"…"
Sasuke terdiam, apa yang di katakana Naruto benar. Mungkin saja saat ini Sakura masih marah karnanya, sehingga dia tidak ingin mengabari Sasuke dengan kepulangannya ke Konoha. Tapi Sasuke tidak bisa menyembunyikan amarahnya saat melihat Sakura bermesraan dengan si Merah-kuso itu. Semudah itukah Sakura melupakannya dan bersama laki-laki lain? Sedangkan Sasuke? Dia masih sulit melupakan mantan gadisnya itu. Bahkan terlalu sulit hingga memutuskan untuk menutup pintu hatinya yang sudah semakin membeku sampai saat ini. Semudah itukah Sasuke terlupakan?
"Temee? Hei, Temeeeeee?!" Panggilan Naruto berhasil membuyarkan lamunan Sasuke dan membuatnya kembali dalam kenyataan.
"Hn,"
"Ceritakan padaku! Aku tahu, bukan karma hal sepele itu kau jadi murung seperti ini Teme!"
Ya, Naruto benar.
"... Sakura—dia besama laki-laki lain,"
Hening sejenak dalam posisi masing-masing. Naruto seolah tengah menelaah apa yang baru saja di ucapkan oleh sahabatnya. Dan setelah mengerti.
"AAPPPAAAAH?!" Dengan refleks, Naruto berdiri dari posisi awalnya dan berteriak sembari mengebrak meja sahabatnya itu. Membuat seisi kelas menatap Naruto penuh heran. Setelah menyadari—apa yang baru saja ia lakukan hingga semua pandangan tertuju padanya—dan, Naruto melebarkan senyum rubah miliknya sembari membungkukkan badan; bertanda dia tengah meminta maaf, dan menggaruk belakang rambut duriannya yang tidak gatal.
Sedangkan Sasuke yang sudah mengira reaksi Naruto; masih tetap pada posisinya yang tengah menenggelamkan wajah tampannya itu dalam lengan, sedikit pasrah terhadap telinganya yang kini terasa berdengung akibat Naruto.
"Dengan siapa?" Lanjut Naruto dengan suara yang di kecilkan layaknya tengah berbisik dan mendekatkan wajahnya kearah Sasuke.
"..."
"Teme jawab!"
"Hn,"
"Temeeeeee~"
"Hn,"
"Teme jawab!"
"Bisakah kau berhenti berbisik di telingaku, Dobe?!"
"Beritahukan padaku Teme!"
"Untuk apa?"
"Karna aku ini sahabatmu Teme!"
"Hn,"
"Aku tidak butuh jawaban 'han hen han hen' mu, baka!"
"Hn,"
"Temeee!"
"Akasuna no Sasori. Dan sekarang berhentilah mewawancaraiku, Dobe!"
"... Maksudmu Sasori-sen—" ucapan Naruto terhenti saat menyadari guru berambut perak yang melawan gravitasi itu, kini tengah berada di ambang pintu kelas sembari tersenyum khas di balik maskernya. Ah, rekor baru untuk guru tampan satu ini—yang hanya terlambat sepuluh menit dari biasanya—tak aneh memang bila kenyataan tidak sedikit murid merasa heran pada guru tampan yang terbiasa telat tiga puluh menit ini. Terlambat tetaplah terlambat. Dan hal itu membuat Naruto mau tak mau beranjak dari sisi Sasuke dan duduk di bangku miliknya. Walaupun masih ada rasa penasaran di benak Naruto yang tak rela meninggalkan topik pembicaraan yang di bawa oleh Sasuke. Saat nya untuk kau bersyukur Sasuke—pengganggu yang notebe nya sahabatmu telah pergi sembari menggerutu kecil. Dan pelajaran pun dimulai.
xXxX Remember XxXx
Saat ini suasana dalam sekolah terasa sepi. Semua siswa/i terlihat fokus dengan apa yang tengah di ajarkan oleh guru masing-masing di dalam kelas. Walau tak jarang dari mereka yang merasa bosan hingga tertidur atau tengah melakukan aktifitas tersendiri dalam meja masing-masing. Terkecuali seorang gadis manis yang mempunyai warna rambut langka dan bermarga Haruno ini tengah berdiam diri menatap kearah luar jendela sembari menyandarkan punggungnya dalam tepi ranjang di UKS.
Dia—Haruno Sakura, terlihat tengah terjatuh dalam pikirannya sendiri. Sehingga membuat wajah manis nan putih bak porselen itu terlihat pucat, dengan bibir mungilnya yang sedikit mengering. Entah apa yng kini tengah ia pikirkan.
'Sakura—'
Suara itu...
'Sakura..'
Panggilan itu...
Lagi-lagi menghanyutkan Sakura. Siapa pemilik suara itu? Kenapa suara itu membuatnya rindu—entah pada siapa—kenapa suara itu terus memanggil namanya? Kenapa? Kenapa? Kenapa?! Berbagai macam pertanyaan pun terlintas dalam pikiran Sakura. Dan hanya dalam pikirannya. Sedangkan dirinya yang terlihat dari luar, tampak jelas terlihat mata emeraldnya yang tersirat kosong itu tengah meneteskan butiran-butiran air mata yang merambat keluar dan mengalir deras menyelusuri pipi porselennya dan terjatuh saat mengalir di dagunya. Begitu tersiksanya kau Sakura?
Disisi lain dalam ruang kelas, Sasuke terlihat tidak fokus dalam pelajaran dan pikirannya terus terbayang-bayang dengan sosok mantan gadisnya itu. Apa benar Sakura marah padanya? Apa hubungan Sakura dan Sasori? Apa mereka pacaran? Ini tidak boleh di biarkan! Inner Sasuke kini telah menguasai seutuhnya, dan dengan tekat; Uchiha bungsu itu pun beranjak dari posisinya dan keluar ruangan tanpa pamit, membuat guru yang tengah mengajar hanya dapat menggelengkan kepalanya pasrah. Siapa yang berani menentang keegoisan Uchiha?
Dengan degup jantung yang berdetak lebih cepat seiring langkahnya menuju UKS, Sasuke tetap mencoba bersikap wajar dengan menunjukan wajah datarnya itu. Walaupun dia tau, tidak ada yang melihatnya saat ini—karna hanya Sasuke lah yang berjalan di lorong sekolah bernuansa mewah tersebut—mengingat bahwa murid lain tengah berada dalam kelas masing-masing.
Satu langkah lagi dan—tibalah Sasuke di depan pintu ruang UKS. Masih dengan nyali yang sama, Sasuke membuka knop pintu UKS dan beranjak masuk kedalamnya, tidak lupa dengan menutup kembali pintu tersebut.
Sasuke sedikit memicingkan matanya seolah tengah menebak—siapa sosok yang berada dibalik tirai UKS berwarna tosca tersebut. Dan Sasuke cukup yakin dengan nuraninya yang mengatakan bahwa itu adalah gadisnya—dulu.
Saat Sasuke melangkah ke arah sosok itu dan mengibaskan tirai yang sebelumnya menutupi paras cantik gadis berambut bublegum; betapa terkejutnya pemuda bermata onyx ini saat melihat gadis di hadapannya tengah menangis dengan ekspresi datar dan tatapan kosong. Dengan gerakan cepat Sasuke melanjutkan langkahnya di tepi ranjang dan memegang kedua pipi Sakura dengan tatapan cemas. Disapu-nya perlahan air mata Sakura yang mengalir dengan ibu jari Sasuke dengan hati-hati—mencoba untuk menyadarkan Sakura dari kekosongannya. "Sakura?"
Yang dipanggil hanya membisu, namun tatapannya perlahan mulai kembali dalam alam sadar. Masih dalam keadaan menangis, emerald itu pun kembali mengeluarkan cahayanya yang sebelumnya sempat memudar. Dan dalam hitungan detik dengan kesadaran penuh—saat itu juga Sakura refleks memeluk erat Sasuke sembari menangis tersedu-sedu. Ah, betapa rindunya Sasuke dengan pelukan Sakura dan aroma cherry yang memabukan indra penciuman Sasuke. Benar-benar sangat di rindukannya. Dan Sasuke pun membalas pelukan Sakura dengan sangat lembut—tak ingin menyakiti tubuh sang pemilik.
Sakura yang menyadari indra penciumannya menghirup aroma mint, membuat matanya melebar dengan pupil matanya yang mengecil. Dan dengan kasar Sakura pun mendorong tubuh Sasuke dan menyelimuti sebagian tubuh mungilnya dengan tubuh yang gemetar. 'Ini bukan Sasori,' ucap Sakura dalam hati.
Sasuke yang terkejut dengan reaksi dan perlakuan Sakura terhadapnya hanya menatap Sakura dengan tatapan, kacau? Sembari menjambak pelan rambut raven miliknya. Ah, Sasuke benar-benar terlihat kacau.
Sedangkan Sakura yang menunjukan raut wajah penuh penyesalan hanya menatap dengan pandangan yang seolah-olah mengisyaratkan 'siapa kau?'
"Kau tidak mengingatku?" Tanya Sasuke yang tanpa basa-basi setelah menyadari tatapan Sakura terhadapnya.
Sakura-pun hanya menanggapi pertanyaan Sasuke dengan menggelengkan kepalanya cepat dengan pancara yang tidak tersirat adanya kebohongan. Ya, emerald itu tidak berbohong. Apa benar Sakura berhasil melupakannya?
"Kau melupakanku Sakura? Kau tidak mengingatku, eh?!
Sakura bergidik melihat lawan bicaranya menatap dengan tatapan mengintimidasi dirinya.
"Inikah caramu untuk balas dendam padaku Sakura! Dengan melupakanku? Begitu?!"
Sakura yang seolah tidak tahu menau tentang balas dendam atau apapun yang di ucapkan pemuda di hadapannya hanya merasa takut dan menunjukan sedikit getaran pada emeraldnya. Dia benar-benar tidak mengerti.
Sasuke yang melihat adanya getaran pada mata indah Sakura, sekali lagi berhasil membuatnya merasa bersalah dan hampir kehilangan kendali atas tindakan selanjutnya. Kita tidak akan tahu apa yang akan di lakukan Sasuke saat emosinya telah memegang kendali seutuhnya.
"Kalau itu maumu. Terserah!"
Sasuke pun beranjak meninggalkan Sakura sembari mengepal kuat telapak tangannya menahan emosi. Menyisakan Sakura yang menatap dengan tatapan sendu punggung Sasuke yang kini telah menghilang di balik pintu ruangan, dan tenggelam dalam pikirannya yang bertanya-tanya siapa sosok pemuda itu? Dan kenapa dia terlihat kecewa?
Telapak tangan mungil Sakura pun beranjak menelusuri pipinya yang terasa hangat—entah karna apa—dan membuatnya percaya bahwa pemuda tadi lah yeng telah berhasil menenangkannya selain Sasori. Ya, selain Sasori.
'Hangat—'
Ribuan jarum seakan menusukku.
Memori itu terus memaksaku untuk mengulangnya.
Ingin rasanya aku lari dari kenyataan.
Aku ingin berteriak sekencang mungkin.
Agar rasa sesak ini berakhir.
Itu karna kau.
Tidak bisakah?
Tidak bisakah aku mengikhlaskan mu—
Sakura?
.
.
.
xXxX Remember XxXx
Deru langkah kaki terus bergema di lorong sekolah Konoha High School sesaat—hingga suara itu semakin menghilang dan hening saat si pemilik kaki membuka dan menutup kembali pintu yang berhubungan dengan atap sekolah. Hembusan angin mengibaskan rambut emo miliknya seolah menyambut kedatangan pemuda bernama Uchiha Sasuke—yang tengah berjalan ke tepi pagar di sudut atap dan menyandarkan tubuhnya—entah apa yang tengah menguasai pikiran pangeran yang satu ini. Namun, tersirat aura penuh penyesalan dari tubuhnya.
Dia terlihat risau. Menenggelamkan diri pada pikirannya. Dan masih tetap terdiam. Menghiraukan hembusan angin yang berkali-kali mengajaknya bermain. Kini telapak tangan nya bergerak perlahan, menyentuh rambut raven dan meremasnya. Memperlihatkan paras tampannya yang sedari tadi telah tertutup oleh poni emo—miliknya. Kau tampak kecewa, Sasuke.
"Aku—tidak akan menyerah,"
Ucapnya yang entah pada siapa. Namun, kini rasa percaya dirinya telah bangkit. Entah apa yang di maksud Uchiha bungsu yang satu ini. Tidak akan menyerah? Terhadap Sakura, eh? Lagi-lagi Sasuke menutup kedua kelopak matanya—menyembunyikan onyx miliknya. Terus tenggelam dalam pikirannya. Sekedar untuk memastikan—sebelum semuanya terlambat dan menyesal.
Mempertahankan milikmu yang telah di rebut orang lain atau—mengikhlaskannya? Mana yang akan kau pilih Sasuke? Ah, apapun yang kau pilih; kau hanya ingin melihatnya bahagia kan, Sasuke? Ya, gadismu itu. Bahagia bersama pemilik onyx atau huzzel-nut? Semua tergantung pilihanmu. Bukan begitu—Sasuke?
"Biarkan ini menjadi yang terakhir, hanya untuk memastikan—
—siapa yang akan kau pilih, Sakura?"
.
.
.
Onyx itu terpaku tajam. Keputusanpun—telah terambil.
.
.
.
xXx To Be Continued xXx
A/N : Gimana chap duanya? Kurang panjang kah? Kurang puaskah? Ataaauu— *dibuang karna kebanyakan nanya*
Ah, iya Misa mau ngasih tau kemarin ada typo yg fatal T^T sebenernya Sakura bukan ke Tokyo, tapi ke Suna.. huuweee Misa lupa edit bagian itu.. maap TAT
Tapi sekarang udah di edit ko... dan maaf kalo ada typo(s) yang lain di chap sebelumnya dan chap. Ini (_ _) Misa khilaf (?)
xX Replies for Reviews Xx
Erna Bloom : Arigatou x3 udah lanjut ko... hn, sepertinya ketebak ya kalo Sakura kehilangan ingatan? Dan iya itu suara Sasuke tapi Sakura ga inget u.u
Sip :3
Smiley : Gomen ne, ada Typo kemarin.. itu bukan ke Tokyo tapi ke Suna, gomen QAQ
Kecelakaan terus amnesia ya? Bener ga ya? xD #plak
Liat kelanjutannya aja nanti deh ne ;3 *sok mau bikin orang penasaran(?)*
Ok.. di usahakan sering update kilat
Ucucubi : Waaaah Cubi-tan(?) sadar ya, kalo Sakura tuh ga ngomong2? xD
Kita berdoa aja semoga dia ga bisu u.u *author ga waras*
Iya, seperti yang di tebak.. Sakura lupa ingatan T^T
Sasori itu suami Misa x3 #bletak
Ok.. di usahain update kilat xD
Senpai? Misa masih pemula OAO
Arigatou ^ ^
Icha Momo : ok Misa lanjutin ceritanya.. dan udah update sekilat yang Misa bisa (?)
Makasi dukungannya ne x3
Sh6 : iiiiyyyyaaaaaappp u.u
Arigatou..
Akan di usahakan :3
Ok xD
Me : Misa usahain
Guest : udah update (o.o)b
SRZ : Arigatou x3
Happy end? Liat nanti yaa... tapi di usahain nyaan ;3
Hikaru No Yuukita : Neee ~ o.o/ (?)
Udah lanjut, dan gimana menurut Hikaru-chan, chap.2 nya? w
Ada typo ya? Gomen.. manusia tak luput dari kesalahan T^T /cari alasan(?)
Okeee xD
Balesan NB (?!) : ok di PM
Rura seta : Un, Sakura lupa ingatan u.u
Jangan ngomong gitu, nanti Sasu ngamuk Dx /heh
Arigatou x3
Icha yukina clyne : *speechless baca review Icha-tan(?)* ga tau mau bales apa.. terharu baca review nya T^T
Iya nanti di usahain ada penjelasan kenapa Sasu bersikap dingin di awal :9
Hontou? Yokatta QAQ
Iya amnesia sepertinya(?) Saso itu suami Misa =3= #ngaku2
Adaaa.. kyaaa Misa jg suka banget kalo Sasu lagi perjuangin Saku, feelnya dapet xD #kenapa jadi curhat
Senpai? Misa masih pemula... OAO
Ok ga di delete ko..
Bakal di usahain update kilat selanjutnya..
Arigatou ~
Quinza'TomatoCherry : huuwwoo kakkoi senpai
Udah lanjut ko :3
Rukaga Nay : un, Misa juga penasaran Saku kenapa o.o/ *ganyadar diri jadi author*
Ok.. ganbarimasho xD
Scy Momo Cherry : wakaarimashitaaaaa x3
Yoruichi Shihouin Kuchiki : Arigatou T^T
Iya Sakura hilang ingatan u.u
Waaah kalo itu masih jadi rahasia, baca terus lanjutannya ya ne ;3 *plak
Yokatta ne #sujud syukur#
Wakatta ne.. Arigatou
Yoroshiku x3
Raicchy : okeeeee x9
Nina317Elf : Iya, amnesia T^T
Nanti Misa bilangin ke Sasu supaya bersikap hangat #gimana caranya
Ne ^ ^
Ucucubi : Udah ko QAQ (?)
Seiya Kenshin : Arigatou x3
Kyaaaa~ udah update, ini ga lama kan? T^T
Kece badai : konbanwa o.o (?)
Kasian Sasu u.u
…. Tapi gapapa deh #smirk /heh/
.
.
.
xXxX Remember XxXx
Potongan adegan chapter selanjutnya :
Kegaduhan dan perasaan risih yang terlibat
.
"Berisik!"
.
"Kyaaaaaa~ Sasuke-sama yang sedang kesal terlihat tambah keren!"
.
Kesempatan yang di isyaratkan
.
"Sakura? Kau benar-benar Sakura kan?"
.
"Jangan kasar padanya Dobe!"
.
Rasa penasaran adalah awal dari perasaan cemburu
.
"Apa yang kau berikan padanya Sakura?"
.
"Surat cinta kah, Teme?"
.
Pertengkaran dan Persahabatan yang terjalin
.
"Errr… dasar kau TEEMEEEE—SEMEEE!"
.
"A-ano… Saku-ra-chan, ka-u mau ke kan-tin?"
.
Rasa iri yang terlalu dalam
.
"Setelah memberikan surat pada Sasuke-sama, perempuan aneh itu langsung bergelayut manja pada Sasori-senpai!"
.
"Ternyata kau bersembunyi di sini, eh? Sa-ku-ra Ha-ru-no?!"
.
Mata yang di penuhi kebencian
.
"To-tolong... Kumohon tolong Sakura-chan!"
.
"Apa yang kalian lakukan, hah?!"
.
Makasih yang masih setia baca fict ini (_ _) dan udah review fict ini...
Semua dukungan n review kalian yang nentuin kelanjutan fict nya ;3
Jadi setelah baca ini langsung Review yaaa xD
Ah, satu lagi.. pilih yaaa
SasuSaku atau SasoSaku...
Yang terbanyak dapet suara bakal jadi penentuan pairing di fict ini..
Semua tergantung kalian... Lanjut?
Arigatou~ ^ ^
R
E
V
I
E
W
?
