The Darkest Side of His Love
Chapter 8
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Drama
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum, and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Heechul terbangun saat telepon dimeja kamar itu berbunyi. Setengah mengantuk Heechul mengangkatnya,
" Yeoboseyo..."
"..."
"Jinja?"
"..."
"Ne, Umma segera kesana?"
Heechul menutup telepon sedikit kasar dan membangunkan Hankyung.
"Chullie, waeyo?"
"Dari Yunho, katanya butuh bantuan menenangkan Joongie"
"Joongie?"
"Hyung, kembali tidur saja, biar aku liat apa yang terjadi,"
"Ani, Hyung ikut."
"Hyung..."
"Aku sudah sehat Chuliie."
"Hah...ya sudah. Kajja"
Pasangan Jung senior itu segera menuju ke kamar pasangan Jung Junior yang terletak beberapa kamar dari kamar mereka. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Heechul membuka pintu dan masuk disusul Hankyung dibelakang.
"Omo!"
Heechull tentu kaget mendapati menantu kesayangannya ini dalam kondisi paling tragis. Matanya yang besar semakin besar karena bengkak dan tentu saja masih ada anak sungai yang mengalir dari kedua sudut matanya, wajah terutama bagian hidungnya sangat merah, nafasnya tidak teratur karena sesak, satu tangannya memeluk boneka gajah erat sementara tangan satunya memegang ujung jakama yang dikenakan Yunho.
"Joongie, waeyo? Ada yang sakit?" tanya Heechul lembut mengusap kepala menantunya itu.
"Ani Umma... Hiks...Joongie tidak sakit...Hiks...tapi Joongie.."
"Iya Joongie mau apa?"
"Joongie mau Hiks...bobo sama Haraboeji Kim"
"MWO?"
Mata Heechul hampir melotot mendengarnya. Bagaimana mungkin Joongie yang sejak bayi hanya mau tidur dengan Yunho tiba-tiba punya keinginan untuk tidur dengan Appa dari sahabatnya. Apalagi Joongie tidak pernah menangis sampai seperti ini. Joongie walaupun manja tidak akan pernah memaksakan kehendaknya. Bahkan jarang menangis. Kening Heechull berkerut nampak berpikir kemungkinan –kemungkinan penyebab keanehan pada Joongie dan hanya ada satu kemungkinan...
Mendadak Heechul menyeringai senang membuat suami dan anaknya heran.
"Joongie mau ke tempat Haraboeji Kim?"
"Joongie ingin sekali Umma Hiks..otoke?"
"Joongie tahu sekarang sudah jam dua pagi dan Haraboeji Kim sudah begitu tua, apa Joongie tega membangunkanya? Bagaimana kalau tiba-tiba sakit? Joongie mau Haraboeji Kim sakit?"
"Ani... Joongie tidak mau Umma"
"Besok Umma akan antar ke tempat Haraboeji Kim."
"Jinja?"
"Ne Umma janji. Sekarang Joongie tidur ne. Mau tidur sama Umma apa sama Yunnie?"
"Sama Yunnie saja Umma. Yunnie, kajja kita Bobo lagi ne, Bobo sama Haraboejinya besok saja"
Yunho tersenyum memeluk istrinya dari samping. Mengucapkan terima kasih kepada Ummanya. Setelah itu Heechull dan Hankyung pergi meninggalkan keduanya. Joongie sudah mulai mengantuk, janji Umma Heechul rupanya cukup membuatnya puas dan dapat tertidur. Yunho masih setia memeluk istrinya. Tidak ada alasan untuk kesal dengan keinginan tiba-tiba sang istri toh Kim Young Joo adalah kakek Joongie dan Jaejoong. Tidak heran bila hubungan darah diantara mereka saling menarik satu sama lain. Walaupun begitu, Yunho akan tetap waspada apalagi Yoona dan Yurri akan semakin dekat dengan istrinya bila Joongie sering bertemu dengan Young Joo dimasa depan.
***Yunjae***
Begitu pagi menjelang Joongie sudah bangun, melayani suami seperti biasa. Membangunkan Yunho, menemaninya mandi, membantu memakaikan baju dan sarapan bersama. Kelihatannya Joongie tidak bersekolah pagi ini, Joongie ingin menagih janji Umma Chulie untuk menemui Haraboeji Kim. Keinginannya begitu kuat sampai-sampai tak membiarkan Jaejoong mengambil alih tubuhnya. Jangan salah kekuatan Joongie akan lebih mendominasi tubuh itu bila sedang sangat menginginkan sesuatu.
Setelah mengantar Yunho sampai ke pintu seperti istri yang baik, Joongie langsung menghampiri Heechull yang membantu para maid merapikan meja makan.
"Umma ayo kita ke tempat Haraboeji Kim"tagihnya
"Ne, tapi sebelumnya kita ke dokter Sunny dulu "
"Joongie tidak sakit Umma, kenapa harus ke tempat Sunny Nunna?"
"Cuma sebentar, lagipula ini masih pagi. Haraboeji Kim belum bangun."
"O.0 ya udah ketempat Sunny Nunna dulu."
Joongie membantu merapikan meja seperti yang dilakukannya bila tak bersekolah. Dari kecil Heechul sudah melatihnya menjadi istri yang baik selalu membantu maid bila sedang tidak ada kerjaan. Setelah semuanya selesai Heechul segera membawa Joongie ke rumah Jung Center Hospital untuk menemui Sunny, keponakan jauh sekaligus dokter kandungan.
"Jadi, apakah Joongieku hamil?" tanya Heechul begitu Sunny selesai melakukan beberapa test.
"Ne, Ahjuma. Selamat Joongie hamil. Usia kandungannya sekitar satu bulan"
"Kyyaaa, Joongieku hamil..." Heechul begitu bahagia sekarang, dipeluknya Joongie yang berada disampingnya begitu erat. Penantiannya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil.
"Joongie hamil ya Umma, Joongie akan punya Baby?"tanya Joongie dengan wajah ceria
"Ne, delapan bulan lagi, Joongie akan punya Baby"
"Wuahh Joongie sudah tidak sabar ingin mengajaknya bermain boneka gajah"
"Kehamilan Joongie sangat kuat jadi tak perlu ada yang perlu dikhawatirkan. Sepertinya Joongie tidak mengalami Morning sick seperti kebanyakan orang hamil. Walaupun begitu Joongie harus tetap hati-hati agar tidak terjadi sesuatu dengan sang aegya"jelas Sunny panjang lebar. Heechul mendengarkan baik-baik setiap detail penjelasan Sunny. Karena ini akan menjadi pertama dan terakhirnya Joongie hamil. Seperti pendahulunya, keturunan Jung hanya akan dapat memberikan keturunan sekali jadi Heechul akan menjaganya mati-matian. Kelangsungan generasi keluarga Jung berada di tangan Joongie. Bila terjadi sesuatu pada bayi Joongie, Yunho tidak akan memiliki keturunan lagi.
***Yunjae***
Tuhan sedang sangat baik kepadanya. Itulah yang dipikirkan Young Joo, saat melihat wajah cucunya, Joongie yang saat ini sedang terlelap dalam dekapannya. Keduanya sedang berada di sofa ruang keluarga kediaman Kim. Joongie duduk disampingnya dan menidurkan kepalanya di dada kakek berusia 62 tahun itu. Tangannya mendekap boneka gajah kesayangannya. Pemandangan yang membuat Kim Young Joo meneteskan air mata saking bahagianya. Cucunya yang hilang selama 17 tahun itu kini berada di dekapannya. Masih segar dalam ingatannya saat Heechul dan Joongie tiba-tiba datang ke rumahnya. Young Joo dan Hechul saling mengenal karena pertemanannya dengan Yoona.
Flash back
"Joongie ingin bobo dengan Haraboeji?" tanya Young Joo memastikan saat Heechull menjelaskan maksud kedatangannya.
"Ne. Joongie ingin bobo dengan Haraboeji sebentar. Boleh ya?"
"Ne...ne"
Joongie tersenyum lebar saat mendengarnya. Buru-buru joongie duduk disebelah Young Joo dan menyandarkan kepalanya didada namja yang masih terlihat gagah diusianya yang sudah senja itu. Tangannya tidak lepas dari boneka gajah yang dibawanya itu. Mulutnya mulai menguap kecil dan dalam hitungan menit, mata besar itu menutup. Joongie tertidur.
Young Joo masih takjud dengan apa yang terjadi dihadapannya saat Heechull menyelanya.
"Joongie sedang hamil Ajushi, sepertinya dia mengidam untuk tidur dengan Ajushi."
"Benarkah Joongie hamil?"
"Ne, baru satu bulan. Mian bila jadi merepotkan jadwal Ajushi hari ini"
"Ani.." Andai Heechul tahu betapa bahagianya Young Joo saat ini. Demi hal ini Young Joo akan melakukan apapun termasuk menelantarkan jadwal untuknya hari ini.
End flashback
Nafas Joongie masih teratur didekapnya dan tidak ada tanda-tanda akan bangun. Heechull sedang keluar sebentar untuk menelpon Yunho dan suaminya membagi kebahagiannya tentang kehamilan Joongie.
"Appa?" Yoona menatap horror Appanya yang sedang mendekap Joongie yang tidur pulas di sampingnya.
"Ssstt. Kau bisa membangunkannya?"
"Apa maksudnya ini Appa? Kenapa dia bisa sampai disini?" tanya Yoona bertubi tak menghiraukan peringatan Young Joo.
"Yoona. Dia juga cucu Appa. Dia adalah putra Sooyoung"
"Mwo?" teriak Yoona dan Heechul bersamaan. Heechul yang baru saja memasuki ruang keluarga Kim refleks berteriak karena kaget. Membangunkan Joongie yang tertidur.
"Ngg..." Mata Joongie mengerjap pelan. Tangannya mengucek matanya perlahan.
"Yak. Kau membuatnya terbangun." Omel Heechull tidak menyadari bahwa dia juga ikut ambil suara dalam teriakan itu.
"Umma, Haraboeji Kim kenapa tiba-tiba Yoona Ajuhuma teriak?" tanya Joongie dengan mata sayu karena masih mengantuk.
"Yoona Ahjumma Cuma kaget. Kajja Joongie tidur lagi ne?" bujuk Young Joo
"Ani. Joongie sudah tidak pengen bobo lagi. Tapi besok Joongie akan main lagi kesini. Joongie boleh main lagi kesinikan?"
"Ne, tentu saja boleh?"
Joongie tersenyum manis kearah Young Joo. Setelah itu berdiri dan berjalan ke arah Heechull.
"Umma, Kajja kita pulang ne. "
Heechull tak menolak ajakan Joongie karena aura ruangan itu sedikit dingin. Yoona sepertinya ingin cepat-cepat berbicara dengan Young Joo. Heechul berpamitan dengan Yoona dan Young joo sebelum pulang bersama Joongie meninggalkan kedua Ayah dan anak itu.
"Apa maksud Appa ?"
"Seperti yang kau dengar, Joongie adalah putra Sooyoung. Selama ini rupanya anak itu tidak meninggal dan diasuh oleh Hechul dan suaminya."
"Dan Appa percaya begitu saja? Mungkin saja dia anak orang lain."
"Appa tidak ingin membahasnya Yoona. Appa hanya ingin menghabiskan waktu dengan cucu Appa"
"Appa tidak pernah bersikap seperti itu dengan Yurri"
"Bukan salahku. Kau dan Yurri selalu sibuk dengan diri kalian sendiri. Terlalu sibuk menggapai ambisi kalian. Kita bertiga tahu, kalian tidak pernah memikirkan Appa. Sudahlah tak perlu diperpanjang. Appa ingin kekantor." Young Joo meninggalkan Yoona yang tampak menggeram kesal.
"Sooyoung, dalam kematianpun kau selalu merebut apa yang seharusnya menjadi milikku"
***Yunjae***
Kyuhyun menatap kosong kearah awan yang mengumpul dilangit dari atap Jung Center Hospital. Berada atas bangunan tinggi adalah salah satu hobinya selain Game.
"Disini sangat dingin My Kyu. Tidak baik untuk pemulihanmu?"
"Kau panggil aku apa tiang listrik.?"
"My Kyu. Kita sudah menikah sekarang. Jadi kita harus punya panggilan sayang"ucap Changmin sambil duduk di sebelah Kyuhyun.
"Terserah kau saja tiang listrik"
"Ani, tiang listrik bukanlah panggilan sayang. Cobalah cari panggilan yang lebih keren"
"Tidak ada panggilan keren yang pantas untukmu. Untuk apa kau kesini.?"
"Aku mengkhawatirkan istriku. Bagaimana bila kau melompat dari sini, kau pasti akan mati. Aku tak mau kehilanganmu My Kyu"
"Jangan mengatakan hal itu. Aku tahu kau hanya bermain disini"
"Aku tidak menganggap ini sebagai permainan."
"Jadi kita benar-benar suami istri. Lalu kenapa kita tak pernah bercinta"
"Kyu, jangan memancingku. Aku bisa merasukimu disini dan aku tak akan berhenti walau kau memohon sekalipun"
"Aku tidak takut"
Kyuhyun tak dapat berpikir jernih sekarang, entah setan mana yang berhasil menggodanya sehingga mulutnya dapat berbicara seperi itu. Bibir Changmin sudah memagut sebelum Kyuhyun sempat menarik nafas. Changmin menciumnya intens, lidahnya bermain-main didalam mulut begitu liar sehingga Kyuhyun harus menyerah kepada bibir Changmin, kepada ciuman Changmin.
"Tidak disini My Kyu" kata Changmin melepas ciumanya dan menangkup wajah Kyuhyun dengan tangannya. Nafas Kyuhyun masih terengah akibat kegiatan panas mereka.
"Malam pertama kita tidak akan kita lakukan di atap rumah sakit tapi sebuah tempat yang romantis. Bagimana bila kita bulan madu hn"
"Aku lebih memilih 100 kaset game terbaru"
"Aha, kau memberiku ide My Kyu, bagaimana bila kita bercinta diatas tebaran kaset game?"
"Aku tidak akan pernah menistakan kaset game kesayanganku seperti itu"
"Ne, sekarang ayo masuk kedalam. Besok kita akan pergi ke rumah idaman kita"
Changmin menyeret Kyuhyun lembut. Mengajaknya kembali ke kamar rawatnya yang baru. Kamar rawatnya yang lama sedang dalam tahap renovasi akibat baku hantam antara Cho bersaudara dengan Changmin kemarin.
***Yunjae***
Junsu langsung pergi ke diaman Jung begitu pulang dari Shinki High School. Junsu ingin memastikan kebenaran kabar bahwa Joongie hamil dan tidak akan bersekolah lagi. Joongie sedang duduk dekat kolam ikan saat Junsu menemuinya.
"Sejak kapan disini ada kolam ikan?"tanya Junsu heran. Terakhir berkunjung tidak ada kolam ikan di kediaman Jung.
"Baru saja dibuat Suie, entah kenapa Joongie ingin sekali memelihara ikan. Umma langsung menyuruh Cha Ajushi untuk membuatnya. Lihat ikannya lucu-lucu. Ada delapan. Itu namanya Hyukie, itu Bimmie, itu Won-won, ini Chang-chang..." Joonggie dengan semangat menjelaskan nama-nama ikan yang entah kenapa mirip dengan nama nama orang yang Junsu kenal itu.
"Jadi benar Joongie hamil?"
"Ne, delapan bulan lagi babynya keluar. Joongie sudah tidak sabar ingin melihatnya."
"Katanya Joongie tidak akan bersekolah lagi. "
"Suie tidak usah khawatir, walau Joongie tidak sekolah lagi Joongie tetap akan sering bermain dengan Suie seperti dulu sebelum Joongie bersekolah."
Junsu tersenyum miris mendengarnya. Selama 15 tahun hidup Joongie terkurung di Jung Mansion karena keegoisan Yunho yang terlalu paranoid akan kehilangan istrinya. Kesempatan bersekolah di Shinki pun belum sampai dua tahun dan kini Joongie harus terkurung lagi karena kehamilannya. Junsu sangat tahu artinya sebuah kehamilan pada keluarga Jung. Jadi diapun akan sangat mengerti. Lagipula mereka tak benar-benar mengurung Joongie, Joongie masih bebas keluar asalkan ada yang menemaninya. Yah secara teknis Joongie sudah bergelar MBA dari universitas ternama di Eropa. Setelah selesai Home Schooling, Joongie mengikuti ujian dan lulus dengan nilai Cum Laude. Jadi sebenarnya Joongie tidak perlu sekolah.
Keduanya mengobrol akrab seperti biasanya. Junsu mmenceritakan betapa kehilangannya teman-teman sekolahnya saat Lee sosengnim mengumumkan bahwa Joongie tidak akan bersekolah lagi. Joongie tersenyum sedih saat mendengarnya.
"Bilang Joongie juga akan merindukan mereka, ne"
"Merindukan siapa Joongie?"sela Yunho yang datang bersama Yoochun.
"Yunnie!" panggil Joongie sambil berlari memeluk Yunho
"Joongie kangen..."
Melihat kemesraan pasangan Yunjae, Yoochun mengangkat tangannya minta dipeluk Junsu. Tapi Junsu hanya memandang aneh.
"Jangan meminta gendong padaku Chunie, badanmu lebih besar dariku" katanya kemudian yang membuat Yoochun sweatdrop. Namun langsung memeluk Junsu cepat.
"Aku tak minta digendong Suie, aku meminta ini"
"Aishh...sesak Chunie"
"Chunie Hyung, kasian Suie jadi sesak. Jangan keras-keras peluknya" lerai Joongie.
"Ne, Kajja Suie kita pulang. Umma sudah menunggu kita. Kau lupa kita akan makan malam bersama mereka."
"Aigoo...pasti mereka memaksa kita menikah lagi" keluh Junsu mengecurutkan bibirnya yang mengundang senyuman gemas Yoochun.
Pasangan Yoosu itu pamit meninggalkan Joongie yang kini sudah berpindah posisi dengan Jaejoong dan Yunho. Keduanya masih duduk di tepi kolam ikan.
"Sudah selesai acara selingkuhnya?"
"Itu keinginnan Joongie. Lagipula dia adalah Haraboeji kami"
"Jadi kalian sudah mengetahuinya.?"
"Kami mendengar saat Haraboeji Kim berbicara dengan Yoona. Makanya Joongie ingin cepat-cepat pulang begitu bangun. Ini terlalu berat untuknya. Tiba-tiba memiliki seorang Haraboeji."
"Bagaimana denganmu?"
"Haraboeji Kim penting, tapi dirimu adalah yang paling penting"
Yunho tersenyum hangat sebelum mengecup lembut Jaejoong.
"Yunnie.."
"Ne.."
"Kau tahu aku lebih suka boneka beruang daripada gajah. Aku baru saja menghitung koleksi boneka gajah milik Joongie. Semuanya ada 258. Aku mau boneka beruang sebanyak itu sekarang "
"?"
TBC
Anyoeng, Akhirnya update lagi#Fiuhhh. Author ingin cepat-cepat menyelesaikan cerita ini sebelum tergoda untuk menulis cerita baru. Terima kasih buat readers, yang kasih review, saran dan semangat ne#bow. Kalian benar-benar membuat Author semakin semangat untuk melanjutkan ff ini.
Tetep ditunggu review dan sarannya
Yeye Kyunie ^^
