The Darkest Side of His Love

Chapter 9

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance& Drama

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum, Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

Memenuhi keinginan Jaejoong bukanlah hal sulit. Yunho hanya heran mengenai pilihan Jaejoong. Sangat bukan Jaejoong sekali. Jaejoong yang biasanya lebih memilih model senjata api atau pedang kuno dari suatu negara tertentu.

"Jae, apa kau baik-baik saja"

"Ne, kenapa kau masih tetap disini Yunnie? Kau tidak dengar aku ingin Boneka beruang?"

"Aku hanya heran. Kenapa tidak memilih pedang kuno atau jenis senjata terbaru.?"

"Hal seperti itu sangat tak baik untuk Aegya. Kita akan mengajarinya kalau sudah cukup dewasa. Sekarang Aegya menginginkan boneka beruang. Dan aku tak akan mengampunimu bila kau tak membawa ke-258 boneka itu sekarang dan harus kau yang membelinya bukan orang lain"

"Arraso, tapi apa imbalannya untuk ku hn?"

"Sangat setimpal tenang saja"

Yunho tersenyum berbahaya sebelum pergi mencari keinginan sang istri. Sepergian Yunho, Jaejoong masih duduk di dekat kolam mengamati ikan dalam kolam sebentar sebelum memanggil beberapa maid, meminta mereka menyiapkan ruangan untuk calon koleksi boneka beruangnya.

Eunhyuk sedang berada didepan apartemen Donghae, bermaksud mengajak makan malam bersama. Di tangannya sudah membawa serangkai bunga kesayangan Donghae. Setelah mengatur nafas bersiap menghadapi kemarahan namjacingunya. Namun sebelum tangannya memencet bell, handphone nya berdering.

"Aishh" keluhnya saat mengetahui siapa sang pengganggu itu.

"Ne Jung ssi"

"..."

"Ne arasso"

Eunhyuk mendesah pasrah. Lagi-lagi gagal meminta maaf. Eunhyuk tetap memencet bell apartemen Donghae. Meletakkan bunga tulip putih didepan pintu sebelum berlari memenuhi panggilan Bos besarnya.

Kriet...pintu terbuka menampilkan Donghae. Namjachingu Eunhyuk ini hanya tersenyum kecut saat hanya mendapati bunga lili tanpa sang namjachingu. Bukan hal baru lagi bila Eunhyuk tak selalu ada untuknya. Walaupun Donghae nampak selalu kesal di hadapan Eunhyuk, namun sebenarnya Donghae paling memikirkan Eunhyuk.

Donghae mengambil bunga itu sebelum masuk ke dalam apartemennya. Meletakkan bunga itu dimeja makan kemudian bergegas ke arah jendela. Dilihatnya Eunhyuk sedang tersenyum dibawah sana tanpa melepas pandangan dari jendela tempat Donghae mengintip.

"Saranghae" Donghae membaca gerakan bibir Eunhyuk sebelum Eunhyuk berlari kearah mobilnya dan pergi meninggalkan apartemen itu.

"Nado saranghae" bisik Donghae.

Setelah Eunhyuk tak terlihat lagi. Donghae kembali ke meja makan dan memandangi bunga lili dihadapannya. Donghae tidak dapat menyalahkan Eunhyuk yang selalu sibuk dengan keluarga Jung. Itu memang kewajibannya yang sudah menjual dirinya kepada Jung Yunho. Dan itu adalah karena dirinya.

Ibu Donghae masih terlalu muda saat melahirkan Donghae, memilih meninggalkan Donghae dengan Halmonie nya dan tak pernah kembali. Saat usianya 5 tahun sang Halmonie meninggalkan dirinya seorang diri di dunia ini. Donghae yang sempat tinggal di panti asuhan ini memilih kabur dan bertemu dengan Eunhyuk yang juga hidup seorang diri. Eunhyuk juga sama dengan dirinya, dibuang oleh orang tuanya dan hidup di sebuah perumahan kumuh di pinggir kota. Keduanya cepat akrab dan saling bergantung. Eunhyuk yang 4 tahun lebih tua selalu menjaganya dengan baik. Mereka berdua bekerja sebagai kuli didekat pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan keduanya. Hingga suatu hari Donghae kecelakaan dan kritis. Eunhyuk yang dalam kepanikannya itu bertemu dengan Yunho yang saat itu masih berada di bangku Junior School. Yunho berjanji akan membantu Eunhyuk asal mau menjual diri padanya. Dan tanpa pikir panjang Eunhyuk menyetujuinya. Sejak saat itu, Eunhyuk bekerja di keluarga Jung. Yunho tak sejahat perkataanya. Walaupun Eunhyuk adalah manusia yang dibelinya, Yunho memperlakukannya dengan baik. Dia memberikan tempat tinggal dan biaya hidup yang layak sehingga keduanya dapat bersekolah. Bahkan Nyonya Jung mendaftarkan beasiswa bagi Donghae yang memang pintar. Serta jaminan bekerja di Jung Corp bila lulus nanti. Eunhyuk telah mengorbankan begitu banyak untuknya jadi mana mungkin dia akan marah padanya. Selamanya seorang Lee Donghae tidak akan meninggalkan Eunhyuk.

***Yunjae***

Eunhyuk terbengong saat melihat,Yunho tampak memilih beberapa boneka beruang. Yunho hanya menunjuk sedangkan beberapa pelayan toko mengambilkannya kemudian dikumpulkan untuk di kirim ke kediaman Jung.

"Apa Jung ssi tidak salah beli? Setahuku Joongie ssi sangat menyukai boneka gajah bukan boneka beruang"

"Ini untuk Jaejoong? Dia meminta 258. Bahkan besar kecilnya harus sesuai dengan permintaannya" Jelas Yunho terus fokus dengan layar smart phonenya membaca pesan yang dikirim oleh Jaejoong dan terus menunjuki boneka yang beruang yang diinginkan.

"Kau tahu istriku sedang hamil. Kau harus lebih hati-hati menjaganya. Kaulah yg pertama kali kugantung bila terjadi apa-apa dengannya"

"Ne..Jung ssi"

Satu jam kemudian acara belanja boneka beruang itupun selesai. Toko boneka beruang terbesar korea hampir kosong dibuatnya. Boneka-boneka itu dibawa ke kediaman Jung dengan beberapa mobil box. Jaejoong sudah tidak sabar menunggu didepan pintu saat boneka itu datang. Tidak tanggung-tanggung, Jaejoong menghitung semuanya dan tersenyun saat pas dengan jumlah yang seharusnya. Jaejoong dibantu beberapa maid menyusun boneka-boneka itu yang menghabiskan dua ruang kamar itu. Jaejoong yang kelelahan langsung tertidur tanpa ingat tentang hal yang dijanjikan kepada sang suami.

Yunho memandangi istrinya yang kini tertidur kelelahan di kamar mereka. Diusapnya rambut kesayangannya itu dan mengecup keningnya pelan. Yunho menyikap baju istrinya dan memperlihatkan perut istrinya yang masih rata. Yunho memiliki alasan kuat kenapa menginginkan istrinya hamil cepat. Rupanya Yunho merasa bersalah dengan anaknya di kehidupan lalu. Karena keegoisannya Yunho memilih mati bersama istinya dan meninggalkan anaknya sendirian. Tapi kini dia tidak akan membiarkan hal itu terulang. Tragedy itu. Yunho tidak akan membiarkannya. Yunho mengecup perut istrinya sebelum memeluknya dan ikut terlelap.

Yoona akan mengambil minuman, saat mendengar obrolan dua maid yang sedang membersihkan piring kotor dimeja makan.

"Kau tahu namja cantik yang siang tadi kemari. Katanya dia sedang hamil dan ngidam minta bobo sama Young Joo sajangnim."

"Benarkah? Hihihi lucu sekali"

Trang...gelas digenggaman Yoona jatuh karena terlalu kaget mendengar kabar itu. Dua maid itu langsung menoleh takut ke arah Yoona. Yoona meminta untuk membersihkan pecahan gelas itu sebelum mendudukan dirinya di sofa di ruang keluarga Kim. Kehamilan seorang Jung Joongie berarti skak matt baginya. Sudah rahasia umum bila keturunan Jung hanya dapat mempunyai anak sekali. Bilapun Yurri berhasil menjerat Yunho pun, Yurri tidak akan dapat mengandung anak Yunho. Belum lagi Joongie adalah putra Sooyoung. Appa nya pasti akan lebih memilih Joongie sebagai penerusnya. Yoona tidak terlalu tertarik dengan harta atau kedudukan Keluarga Kim, tapi Yoona tidak rela bila semua itu harus beralih tangan ke tangan keponakannya. Terlebih itu adalah anak Sooyoung yang dibencinya.

"Aku harus benar-benar harus menyingkirkannya segera. Aku tidak peduli bila Yunho dan Heechul membunuhku karenanya. Tapi sebelumnya aku harus membunuh orang itu"

***Yunjae***

Ada yang berbeda di dunia Oz kali ini. Ruangan Jaejoong yang biasanya hanya ada boneka gajah berwarna hitam kini terdapat beberapa boneka beruang hampir separuhnya.

"Sejak kapan Hyung menyukai beruang?" tanya Joongie yang kini sedang memeluk Jaejoong dari belakang. Mengganggu Jaejoong yang sedang menyusun koleksi terbarunya.

"Entahlah, mungkin keinginan aegya didalam perut kita"

"Ne...lagian boneka beruangnya mirip Yunnie. Hehehe"

"Apa Joongie baik-baik saja dengan kehadiran Haraboeji Kim?"

"Joongie belum terbiasa saja. Tapi Joongie selalu ingin dekat-dekat dengan Haraboeji Kim. Besok Joongie mau main kesana lagi"

"Tapi tetap hati-hati ne, di rumah Haraboeji ada dua betina serigala liar yang ingin memakan Joongie"

"Jinja?"

"Ne. Jadi hati-hati kalau sedang disana."

"Ya udah nanti Joongie akan hati-hati."

Jaejoong tersenyum geli melihat Joongie yang begitu polos. Dipeluknya Saeng kesayangannya itu.

"Tenang saja ne, Hyung akan selalu melindungi Joongie dan aegya"

Jaejoong merasakan benda kenyal dan lembut mencium salah satu titik nadi dilehernya saat terbangun dipagi itu.

"Kau tidak lupa dengan janjimu kemari hn?" bisik Yunho yang kini sudah polos tanpa busana begitu juga dengan dirinya.

"Apa ini hobi barumu, menelanjangi istrimu yang sedang tidur."

"Ani, kau salah Jae, kita selalu tidur tanpa busana"

Yunho menangkup wajah Jaejoong pelan, membelainya pelan.

"Aku tahu kau lebih suka kasar saat kita bercinta. Tapi karena kau sedang hamil, jangan protes bila aku merasukimu seperti aku merasuki Joongie"

Jaejoong tak sempat menjawab, Yunho sudah menempelkan bibirnya ke bibir Jaejoong. Mencuimnya intens dengan lumatan-lumatan lembut.

"Rentangkan pahamu Jae" bisik Yunho dengan nada khas memerintahnya.

Jaejoong merentangkan pahanya sedikit bermaksud menggoda suaminya. Yunho membelai junior Jaejoong sebelum mengusap hole pink yang menjadi candunya sejak pertama kali memasukinya. Tanpa peringatan, Yunho memasukkan satu jari kedalamnya.

"Akh..." Jaejoong tak menolaknya, malah sengaja menghisap kuat jari Yunho .

"Berikan aku lebih.." Pintanya dengan nafas memburu karena nafsu. Dan dengan senang hati Yunho menambah dijid jari kedalamnya membuat nafas Jaejoong kembali tecekat.

"Begitu lembut, begitu ketat dan ini adalah milikku" kata Yunho yang terdengar murni posesif.

"Aku akan menciumnya disini"

"Yun..Yunnie..."

"Aku sangat menyukai bibirmu yang memanggil namaku"

Yunho menarik tangannya dari dalam tubuh Jaejoong. Dikecupnya bibir Jaejoong sekilas sebelum membawa bibirnya menelusuri dada, pusar dan akhirnya berhenti tepat di hadapan hole pink yang kini berkedut.

Tanpa ragu Yunho mengecupnya sebelum mencumbu daerah paling sensitif kedua istrinya itu dengan lidahnya. Tangannya membelai keras junior Jaejoong membuat Jaejoong melengkungkan punggungnya kerena nikmat. Cairan putih sudah mulai mengucur diujung junior Jaejoong, tahu istrinya sudah berada di ambang batas klimaks, Yunho berhenti.

"Kau tak boleh keluar sekarang Jae. Kau hanya boleh keluar saat aku merasukimu"

"Yun..." Geram Jaejoong yang tidak suka dengan tindakan Yunho

"Ingat Jae, kali ini pelan-pelan. Bila kau tak suka Yunnie mu ini akan mengikatmu lain kali"

Yunho merangkak naik. Mencium kuat bibir Jaejoong sebelum merasuki tubuh istrinya dengan hujaman pelan dan tegas. Membuat nafas Jaejoong tercekat namun juga tersirat kepuasan saat perasaan penuh yang ekstrim itu mengisi daerah sensitifnya. Yunho menarik miliknya hampir seluruhnya sebelum kembali menghujam mendorong keduanya dalam kenikmatan yang menyilaukan. Untuk pertama kalinya Yunho menyentuhnya dengan lembut. Dan Jaejoong akui sangat menyukainya.

***Yunjae***

Kyuhyun sudah diperbolehkan pulang hari ini. Dan sesuai janjinya, Changmin membawa istrinya itu ke tempat tingggal mereka. Sebuah apartemen mewah di kawasan elit Seol. Kyuhyun cukup puas dengan selera Changmin menata apartemennya. Minimalis dan elegant secara bersamaan. Ada dua maid yang melayani mereka nantinya jadi Kyuhyun tak akan pusing mengenai kebersihan rumah. Mungkin yang membedakan dari rumah kebayakan adalah lima buah kulkas besar dua pintu yang terletak di dapur dan meja makan. Kulkas itu penuh makanan dan beraneka buah juga cake.

"Seperti menikahi food monster saja" gumannya saat melihat isi kulkas.

Kyuhyun berjalan menjelajahi bagian lainnya. Matanya berbinar saat melihat sebuah ruangan dengan layar besar dan berbagai macam kaset game disana. Kyuhyun langsung menyalakannya dan mencoba beberapa game, sebelum akhirnya bosan dan kembali memainkan pspnya sendiri. Empat jam kemudian kyuhyun akhirnya kelelahan memutuskan untuk pergi ke kamar tidur. Sebuah kamar yang luas dan nyaman lengkap dengan perabotannya yang modern. Yang membuat mata Kyuhyun sedikit iritasi adalah sebuah foto besar di dinding. Entah bagaimana caranya Changmin membuat rekayasa foto yang menggambarkan dirinya dan Changmin dalam sebuah foto pernikahan. Keduanya mengenakan pasangan tuxedo putih dan terlihat mesra dengan senyuman kebahagiaan.

Niat awalnya untuk menurunkan foto itu dan membakarnya terhenti saat melihat jari kelingking kanannya yang kini terpasang cincin pemberian Changmin sebelum kembali ke rumah sakit tadi pagi.

Flashback

"My Kyu mana tanganmu?"

"Untuk apa?"

"Yah berikan saja"

Changmin akhirnya menarik tangan Kyuhyun karena istrinya itu tidak mau memberikanya dengan sukarela. Mata Kyuhyun nampak melotot saat Changmin menyematkan sebuah cincin di jari kelingkingnya. Selesai menyematkan cincin itu, Changmin mengambil satu cincin dan memasangkannya sendiri ke jari kelingking kanannya

"Nah sekarang kita pernikahan kita sudah sempurna" Ucapnya sambil tertawa garing. Kyuhyun hanya bengong terdiam tak tahu harus berkata apalagi.

End flashback

Wajah Kyuhyun mendadak memanas saat mengingat kejadian itu. Kyuhyun membenci dirinya yang merona hanya gara-gara kejadian yang menurutnya sangat konyol itu.

"Sepertinya aku harus mandi air dingin"

Menjelang siang Joongie kembali bermain ke tempat Young Joo. Karena Young ada beberapa meeting hari ini Joongie diminta untuk datang ke kantornya. Saat ini Joongie sedang duduk di sofa di dalam ruang kerja Young Joo menunggu Haraboejinya itu selesai memeriksa beberapa dokumen. Eunhyuk berdiri disampingnya. Joongie sedang membongkar isi tasnya untuk mengambil box makan yang sengaja dia bawa dan botol minuman. Juga selimut baby bergambar gajah berwarna biru. Dalam perjalanan tiba-tiba Joongie menginginkan selimut baby dan memaksa Eunhyuk untuk membelinya di toko perlengkapan baby. Kini selimut bergambar gakah yang biberi nama Blankey itu selalu setia dipelukannya menggantikan boneka gajah yang didudukkan Joongie disampingnya.

"Haraboeji" panggil Joongie berlari mendekati Young Joo.

"Ne. Jonngie tunggu sebentar lagi."

"Haraboeji sedang apa?"

"Sedang meneliti proposal yang diajukan klien Haraboeji. Haraboeji bermaksud membuka cabang baru. Ada beberapa perusahaan kontraktor menawarkan jasa mereka untuk proyek ini"

Joongie berdiri disamping Young Joo dan membaca proposal itu lembar demi lembar. Diam sejenak sambil memiringkan kepalanya sebelum mengutarakan pendapatnya tentang proposal itu. Apa kerugian dan keuntungan proposal itu dan beberapa alternatif untuk menanganinya. Hal itu membuat Young takjub dengan keahlian analisa Joongie. Bagaimana mungkin Joongienya yang polos itu bisa berbicara seperti konsultan profesional? Sementara Joongie yang dipandangi hanya tersenyum manis ke arah Young Joo.

"Wuah Joongie sangat pintar ne"

"Hehehe"

"Karena Joongie pintar Haraboeji akan kasih hadiah. Joongie mau apa?"

"Benar Haraboeji mau kasih apapun yang Joongie mau?"

"Ne"

"Jinja?" tanya Joongie memastikan

"Ne"

"Ya udah kalau begitu Joongie mau dibelikan puding rasa mangga muda dengan fla coklat dan taburan jagung manis diatasnya. Sepuluh porsi ne"

"O.0"

TBC

Anyoeng, lagi –lagi post chapter baru. kali ini penulisanya agak terburu-buru jadi mian bila mengecewakan ne. Mian juga klo adegan nc nya kurang hot. Author sudah berusaha tapi hasilnya tidak baik dari adegan nc sebelumnya.

Terima kasih buat para readers, yang tidak bosen kasih review dan sarannya #bow Author jadi semangat nulis karenanya.

See you di chapter depan. Jangan lupa review ne

Yeye Kyunie ^^