The Darkest Side of His Love
Chapter 10
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance& Drama
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum, Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Kyuhyun berjalan di koridor rumah sakit dengan kaki sedikit mengecurut dan pipi dikembungkan membuat pipinya yang chubby semakin chubby. Tatapan seramnya tak mempengaruhi kadar keimutannya. Kyuhyun menatap kesal box makanan yang dibawanya. Beberapa jam yang lalu Changmin dengan seenak tinggi badannya itu meminta dibawakan makanan dari rumah. Walaupun menolak dengan kasar entah kenapa Kyuhyun tetap datang kerumah sakit juga.
Langkah Kyuhyun berhenti saat melihat adegan didepannya yang membuat matanya sakit. Namja tinggi yang mengaku suaminya itu sedang memeluk mesra seorang yeoja cantik. Mereka saling bercanda dan tertawa bahagia. Kyuhyun meremat box makan ditangannya erat sebelum berbalik. Kakinya berjalan cepat menjauhi tempat itu. Dadanya berdenyut aneh, tubuhnya bergetar Karena marah. Kyuhyun berhenti saat di loby rumah perlahan menyentuh dadanya. Kyuhyun sangat mengenal perasaan ini. Perasaan saat Siwon dan Bumie bersama . Rasa ini adalah cemburu…
Hand phone Kyuhyun tiba-tiba bergetar membuyarkan kegalauannya. Mata Kyuhyun menyipit saat melihat nama di layar hand phonenya.
"Yeoboseyo"
"…"
"Dimana?"
"…"
"Ne"
Kyuhyun menutup Hand phone sambil bergegas ke receptionist. Meminta penjaga receptionist untuk memberikan box makanan yang dibawanya ke Changmin. Setelah itu berjalan cepat meninggalkan rumah sakit.
Changmin sedang berjalan santai keruangannya saat Henry memanggilnya.
"Hyung"
"Ne, waeyo?"
"Ada seseorang yang menitipkan ini buat Hyung" Henry menyerahkan box makanan yang diterima Changmin dengan senang hati.
"Katanya dari istri Hyung. Memangnya kapan Hyung menikah?" Kening Henry berkerut karena bingung.
Changmin tak menjawab pertanyaan Henry karena masih larut dalam kebahagiannya sendiri saat melihat box makanan dihadapannya.
***Yunjae***
Eunhyuk reflek menepuk jidatnya saat mendengar permintaan aneh Joongie. Eunhyuk menatap iba Young Joo. Bagaimana mungkin ada menu seajaib itu?
"Puding rasa mangga dengan fla coklat dan taburan jagung manis? Sepuluh porsi? Joongie yakin akan habis?"
"Pasti habis. Kita pergi sekarang yuk"
"Ya udah ke restaurant langganan haraboeji saja."
Kening Eunhyuk berkerut saat mendengar Young Joo yang nampak santai meladeni permintaan Joongie yang kelewat aneh itu.
"Haraboeji dan cucu sama anehnya" gumanya lirih saat mengikuti mereka keluar.
Young Joo akan menuruti keinginan Joongie meskipun hal itu tak lazim sekalipun. Young Joo sadar bahwa cucunya ini sedang hamil. Dirinya sudah terlatih saat Sooyoung hamil. Sooyoung selalu meminta aneh-aneh dan selalu ingin bersamanya ketimbang dengan suaminya.
Young Joo membawa Joongie ke restaurant langganannya di dekat kawasan KIM Corp. Pelayan sempat bingung saat Joongie dengan semangat menyebutkan pesanannya, tapi tetap mencoba membuatkannya karena Young Joo adalah pelanggan utama dan mengenal baik pemilik restaurant itu. Joongie sangat puas dengan hasilnya, terlihat jelas bagaimana wajahnya berbinar cerah dan melahapnya dengan semangat seolah itu adalah makanan paling enak di dunia.
"Joongie suka?"
"Ne. Sangat suka. Haraboeji Kim mau?"
" buat Joongie saja ne"
Young Joo tersenyum sambil mengusap rambut Joongie. Kadang mengusap pipi Joongie yang belepotan. Young Joo sangat bahagia saat ini. Cucunya tumbuh dengan baik. Begitu polos, begitu baik hati. Young Joo bersyukur Tuhan masih mengijinkannya hidup sampai sekarang untuk melihat cucunya.
"Haraboeji, apa Joongie bisa melihat wajah Appa dan Umma Joongie?"
"Ne"
Young Joo mengambil smart phone. Mengotak-atiknya sebentar lalu memperlihatkannya.
"Ini Umma dan Appa Joongie"
Joongie melihat seorang namja dan yeoja yang sedang hamil tua tersenyum bahagia disana. Ada sebuah kerinduan yang menyesakkan saat Joongie memandang wajah kedua orang tuanya. Mata Joongie sudah memerah karena perasaan sedih yang tiba-tiba datang.
"Appa sangat tampan, Umma juga begitu cantik" gumannya mengagumi kedua orang tuanya.
"Mereka pasti bahagia jangan sedih ne"
"Benarkah?"
"Mereka bahagia bila Joongie bahagia. Bukankah sekarang Joongie bahagia"
"Ne Joongie sangat bahagia."
"Apapun yang terjadi jangan pernah menangis ne, mereka akan bersedih bila Joongie bersedih. Oh iya ada festival kebudayaan tak jauh dari sini. Joongie mau lihat?"
"Joongie mau. Tapi Joongie habiskan pudingnya dulu"
"Ne"
Joongie menghabiskan pudding yang masih menunggu untuk disantap. Young Joo sabar menunggui sambil sesekali mengobrol dengan Eunhyuk yang duduk di samping mengenai hal-hal kecil mengenai Joongie dan kesukaanya.
Sesuai janjinya, Young Joo mengajak Joongie ke festival budaya yang digelar di halaman yayasan kesenian. Begitu banyak stand-stand yang menjajakan makanan dan mainan tradisional. Penjaga stand mengenakan hanbok. Beberapa atraksi kesenian digelar membuat suasana bertambah meriah. Mereka bertiga mendatangi setiap stand terutama Joongie yang sangat antusias mencoba semua makanan disana.
"Joongie maukah berfoto dengan Haraboeji?"
"Tentu Joongie mau . Kajja"
Young Joo meinta pertolongan Eunhyuk untuk menfoto mereka berdua dengan Smart Phone miliknya. Salah satu foto itu adalah Joongie memeluk lengan Young Joo menunjukan senyuman angelnya dan Young Joo yang tersenyum bahagia. Senyuman yang dia lupakan sejak kematian putrinya Sooyoung.
***Yunjae***
"Kau gagal" kata Yoona dingin dan datar.
"Aku tak menjanjikanmu bahwa aku berhasil" sahut Kyuhyun asal dengan pandangan focus ke psp di tangannya. Tak menyadari tatapan membunuh yang diberikanYoona.
"Dan kau tak mencobanya lagi"
"Aku sudah tidak tertarik. Lagipula uang yang kau berikan sudah ku kembalikan. Aku tak ada urusan lagi denganmu."
"Tak semudah itu."
"Aku takkan mengatakannya kepada siapapun. Kau tenang saja."
Kyuhyun berdiri meninggalkan Yoona. Kyuhyun ingin cepat-cepat pergi dari kafe tempat mereka bertemu. Perasaannya mengatakan akan terjadi hal buruk bila terlalu lama disana. Kyuhyun menghampiri taksi yang stand by didepan kafe itu. Memintanya untuk mengantarnya ke Apartemen Changmin. Kyuhyun memainkan pspnya untuk menghilangkan kebosanannya saat hand phone nya berbunyi untuk kesekian kalinya.
"Aish…Si tiang listrik .."
Kyuhyun ingin mengacuhkannya, Kyuhyun masih marah akibat kejadian di rumah sakit siang ini. Tapi entah kenapa Kyuhyun ingin mendengar suara Changmin sekarang. Setelah perdebatan batin yang berlangsung beberapa detik, Kyuhyun menerimanya.
"Ada apa tiang listrik?"
"…"
"Diam kau, berani kau katakan itu sekali lagi. Aku bersumpah akan membuang semua makanan di kulkasmu?"
".."
"Ck..cerewet"
Dor!
Seseorang menembak ban belakang taksi yang ditumpangi Kyuhyun membuatnya oleng. Supir taksi yang panic mengerem mendadak. Namun sebuah mobil menabrak keras dari samping membuatnya terbalik, badan taksi itu bergeser cepat beberapa meter dan berhenti setelah menabrak sebuah stand ice kream.
Kyuhyun membuka matanya perlahan, tubuhnya tak bisa digerakkan, dirinya berada di didalam taksi yang terbalik. Jeritan dan layar hand phone menyala yang terus memanggil namanya adalah hal terakhir yang dia dengar sebelum kegelapan merengut kesadarannya.
.
.
"Joongie mau ice kream?" Young Joo akhirnya bertanya setelah memergoki Joongie menghapus air liurnya saat melihat sebuah stand ice kream.
Joongie mengangguk pelan tanpa melepas pandanganya.
"Kajja, Joongie boleh memesan apapun"
Young Joo menarik tangan Joongie mendekati stand ice kream. Mata Joongie begitu berbinar saat melihat aneka rasa ice kream kesukaanya.
"Ajushi Joongie mau…"
Namun sebuah suara keras terdengar sebelum Joongie sempat memesan. Sebuah taksi yang terbalik meluncur cepat kearah stand. Eunhyuk yang berdiri tak jauh dari mereka segera berlari ke arah mereka. Kejadian itu begitu cepat. Eunhyuk terlambat beberapa detik. Stand itu tertabrak bersama Joongie dan Young Joo.
"Joongie!"
.
.
Joongie tidak terlalu mengerti dengan apa yang terjadi. Suara keras, teriakan, kemudian seseorang menariknya. Saat membuka mata dirinya berada di pelukan Haraboeji Kim.
"Joongie, apakah ada yang sakit?" tanyaHaraboeji Kim padanya.
"Ani, Joongie tidak apa-apa"
"Syukurlah. Haraboeji senang Joongie baik-baik saja. Apapun yang terjadi jangan menangis dan selalu ingat bahwa Haraboeji sangat menyayangi Joongie"
"Joongie juga sangat menyayangi Haraboeji"
Young Joo tersenyum hangat. Lalu perlahan matanya tertutup. Joongie mulai khawatir karena Haraboejinya tak cepat-cepat membuka mata atau bergerak.
"Haraboeji?" Panggilannya juga tak dijawab.
Kemudian Joongie merasakan sesuatu yang basah di punggung Young Joo. Perlahan Joongie melepas pelukannya. Matanya membulat saat melihat cairan merah yang menggenangi telapak tangannya. Sebuah potongaan besi telah menusuk punggung Young Joo.
"Haraboeji.."Joongie menepuk pipi Young Joo berusaha membangunkannya.
"Joongie, haraboeji Kim.." Eunhyuk tak sanggup meneruskan kata-katanya saat melihat mata Joongie mulai basah.
"Haraboeji...Haraboeji..." Joongie terus menepuk-nepuk pipi Young Joo. Tak menyerah untuk membangunkannya. Namun Young Joo tak bangun membuat Joongie histeris.
"Haraboeji! Andwee!"
Joongie menangis histeris sambil memeluk tubuh Young Joo.
Tempat itu menjadi ramai dengan cepat. Eunhyuk menelpon mencari bantuan. Tak lama kemudian polisi dan ambulan datang membawa para korban. Joongie tidak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Young Joo. Sehingga petugas medis membawa keduanya dalam satu ambulans. Eunhyuk terus mendampingi Joongie masih memeluk Haraboejinya tanpa berhenti memanggil namanya membuat siapa saja yang melihat menangis seketika termasuk Eunhyuk. Sesampainya di rumah sakit Joongie tetap tidak mau melepas pelukannya, kedatangan Yunho dan berbagai bujukan bahkan tak mempan. Dan akhirnya mereka mengambil jalan pintas dengan menyuntikan obat penenang.
Yunho menggendong Joongie yang tidak sadarkan diri menuju ke sebuah kamar rawat untuk memeriksa luka dan kandungannya.
.
.
Begitu mendengar benturan keras saat menelpon Kyuhyun. Changmin langsung merasakan firasat buruk. Changmin segera berlari ke ruangan rekan kerjanya yang seorang petugas ambulans. Changmin sudah mengetahui keberadaan Kyuhyun berkat pelacak yang dipasangnya di psp Kyuhyun. Changmin memang sengaja memasangnya untuk memantau keberadaan istrinya yang tak pernah pergi tanpa pspnya.
Changmin berlari ke arah taksi yang terguling. Beberapa orang dan polisi terlihat berusaha mengeluarkan Kyuhyun dari dalam badan mobil. Changmin menghampiri mereka membantu mengeluarkan Kyuhyun. Kyuhyun sudah tak sadarkan diri namun masih bernafas dengan darah yang mengalir deras terutama di bagian kepala, tangan dan kakinya. Changmin memasang alat bantu pernafasan sebelum menggendongnya ke ambulans. Saat itulah dia sadar bahwa ada suara lain yang dikenalnya. Changmin menoleh melihat Joongie yang menangis histeris sambil memeluk tubuh seseorang.
***Yunjae***
Hechull menatap sedih menantunya yang kini tak sadarkan diri. Begitu mendengar kabar dari Yunho, Heechull langsung datang ke rumah sakit.
"Kasihan sekali Joongieku. Baru saja bertemu dengan Haraboeji Kim namun harus kehilangan dengan begit cepat."
Heechull kembali meneteskan air mata. Heechull cukup lama mengenal Young Joo dan sangat menhormatinya. Kepergiannya yang mendadak seperti ini tentu menyakitkan.
Heechull menghapus airmatanya cepat saat melihat menantunya mulai menunjukkan kesadarannya.
"Umma..."
"Jae..."
Jaejoong membuka matanya perlahan. Menatap Heechul yang kini mengusap sayang kepalanya dan menggengam tangannya erat.
"Baby...apakah dia baik-baik saja?"
"Kandunganmu baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
"Syukurlah. Joongie sedang histeris sekarang. Jae ingin menemaninya dulu."
"Ne, pastikan dia baik-baik saja"
Jaejoong kembali menutup mata dan kembali tertidur. Heechull mengecup kening menantunya. Memberi dukungan Jaejoong yang sedang menenangkan Joongie di dunia mereka.
.
Dunia Joongie yang putih benderang menjadi suram. Sang pemilik yang biasa tersenyum membawa kecerahan itu sekarang sedang menangis. Sebuah boneka gajah dipeluknya erat. Bibirny tak berhenti memanggil nama haraboejinya.
"Joongie?" Jaejoong mendekap saengnya. Mengusap punggungnya untuk menenangkan.
"Hyung, Hiks...Haraboeji..."
"Haraboeji baik-baik saja. Sekarang dia berada di Surga. Kau tahukan? Surga tempat yang sangat indah. Haraboeji tidak akan kesakitan lagi. Tidak akan ada orang yang berbuat jahat padanya. Disana juga ada Appa dan Umma yang menjaganya. Haraboeji tidak akan kesepian"
"Tapi...Hiks...bagaimana kalau Joongie kangen?"
"Kita nanti minta fotonya dan kita pasang didindingkita. Sekarang Joongie tidak boleh sedih ne. Kasihan Umma Chullie dan Appa. Jangan lupakan Yunnie. Dia tidak akan dapat hidup sempurna tanpa kita berdua. Juga Aegya yang sekarang tumbuh di perut kita. Joongie mau aegya kesakitan karena Joongie selalu menangis dan malas menjaga kesehatan?"
"Ani.. Joongie tidak mau Aegya sakit"
" Makanya jangan menangis. Jangan buat pengorbanan Haraboeji sia-sia. Haraboeji tidak suka kita menangis."
Joongie mengangguk pelan dalam dekapan Jaejoong mencoba menghentikan tangisnya. Jaejoong terus mengusap pungungnya sambil sesekali mengecup sayang kening saengnya.
.
.
Kyuhyun masih di dalam ruang operasi. Luka dikepalanya cukup dalam dan perlu penangan khusus. Di luar ruang operasi berkumpul Changmin, Siwon, Kibum dan Yunho. Changmin menyandarkan kepalanya di tembok, berusaha tenang. Kibum sedang menangis di dalam pelukan Siwon dan Yunho yang nampak lebih tenang. Kabar tentang istri dan aegya yang baik-baik saja membuatnya tetap terkontrol.
"Apakah sudah ada kabar. Siapa orang idiot itu?" tanya Changmin yang terdengar begitu dingin.
"Kang Daesung. Pembunuh bayaran. Yoona menyuruhnya untuk membunuh Kyuhyun"
Aura hitam begitu terasa pekat saat Yunho mengatakannya. Sumber terbesar aura itu berasal dari Changmin dan Kibum.
"Yunho ssi, biarkan aku yang mengurusnya." Kata Kibum dengan pandangan mata yang menjanjikan kematian paling mengerikan
"Ani, Bummie kau belum sembuh benar paska melahirkan. Biar aku saja ne" sahut Siwon cepat.
"Akulah yang akan berangkat. Dia telah membuat My Kyu hampir mati. Sebagai suaminya aku lebih ber hak" Sambung Changmin tidak mau kalah.
"Jangan lupa dia juga telah mencelakai istriku" Yunho juga tidak mau kalah rupanya.
"Ck..Jangan selalu Hyung yang turun tangan itu namanya serakah" protes Changmin
Yunho diam sebentar nampak berpikir sebelum akhirnya berkata..
"Kita putuskan dengan hom pim pa"
TBC
Anyoeng, Author kembali update dengan chapter baru ^.^. Update ngebut? Ne, karena awal Juli Author akan sibuk dan mungkin gak sempat menulis jadi sebelum Juli Author ingin menyelesaikan ff ini. Terima kasih buat readers dan yang sudah kasih review dan semangat buat Author. Mian bila ceritanya nyesek. Kematian Haraboeji Kim memang sudah direncanakan sejak Author memasukkan karakter ini ke dalam cerita yang menjadi awal tragedi keluarga Kim. Lalu siapakah yang akan menang dalam hom pim pa ? Adakah yang mau usul?
Tetep di tunggu saran dan reviewnya
Yeye Kyunie ^^
