The Darkest Side of His Love
Chapter 12
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Drama
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum,Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Seseorang membelai pipinya dan sesuatu yang kenyal dan lembut mengecup bibirnya saat Yunho membuka matanya perlahan. Mata doe sehitam malam Jaejoong adalah hal pertama kali dijumpainya. Yunho bersiul pelan saat melihat pose nakal istrinya yang kini sedang naked dihadapannya. Kulit Jaejoong yang putih tanpa cacat itu semakin berkilau sejak kehamilannya. Wajahnya yang semakin cantik. Perut buncitnya semakin menambah keseksian tubuhnya. Jangan lupa bibir merah cerry kissable yang kini memanggil nama Yunho dengan nada seduktif. Bila saja Yunho tidak ingat bahwa istrinya sedang hamil 8 bulan pasti Yunho sudah menerkamnya.
"Yun, mau mandi bersama?" ajak Jaejoong dengan kedipan sensual
"Jangan menggodaku Jae, kau tahu akibatnya bila Yunho Junior sampai terbangun"
"Aku akan senang bila dia sampai terbangun" Kini tangan kiri Jaejoong mengelus pahatan dada sempurna Yunho sedang tangan satunya meremat kejantanan suaminya.
"Kau sedang hamil besar Jae" Yunho berusaha mengingatkan istrinya.
"Kau bisa pelan-pelankan?"
"Kau ingat, harusnya hari ini adalah giliran Joongie"
"Aku sudah meminta ijin Joongie, kalau tidak percaya tanya saja" kata Jaejoong sambil sedikit cemberut. Tidak tahukah Yunho, istrinya yang satu ini sekarang sedang horny.
"Ini masih jam 3 dinihari Jae"
"Aku tidak peduli, jangan memaksaku memberimu obat perangsang Yunnie" desis Jaejoong. Tangan Jaejoong mulai mengocok milik Yunho dengan cepat. Yunho memejamkan mata menerima sensasi nikmat yang ekstrim. Jaejoong menyeringai mesum saat melihat Yunho yang kini mulai terangsang.
Melihat Junior suaminya yang sudah tegak sempurna, hole pink Jaejoong langsung berkedut. Jaejoong merangkat ke atas pangkuan Yunho, mengarahkan anggota tubuh yang paling disukainya itu menyatu ke dalam dirinya dalam satu gerakan.
"Akhh"
Jaejoong berteriak puas, sensasi nikmat membuat hati dan nafsunya terpuaskan. Yunho meraih pantat kenyal sintal milik istrinya dan meremasnya .
"Kau nakal sekali Jae" bisiknya berbahaya. Gairahnya sudah terlanjur bangkit sekarang, terlambat bagi Jaejoong bila ingin berhenti. Yunho melumat bibir Jaejoong, mencumbunya dengan intens. Keduan tanganya menyangga tubuh Jaejoong dan membantunya bergerak.
"Akh..akh..."
Gerakan in out yang pelan dan tegas disertai dengan cumbuan panas. Dua tubuh saling berdansa dalam tarian erotis dengan desahan-desahan berhenti saat ledakan kenikmatan menguasai mereka.
"Jangan dilepas, aku ingin tidur dengan milikmu didalamku"bisik Jaejoong dengan sedikit terengah.
"Yes, My lady"
Jaejoong yang tidak menyukai sebutan itu spontan mencubit puting kecoklatan milik suaminya.
"Awk, Jae!"
"Jangan menggoda orang hamil Yunnie, itu tidak baik" ingat Jaejoong yang hanya ditanggapi dengan senyuman. Jaejoong memeluk tubuh erat, sebelum akhirnya tertidur kembali. Yunho balas memeluk, menutup tubuh mereka dengan selimut sebelum menyusul tidur.
.
Changmin menatap tajam baby berusia 9 bulan yang kini duduk manis di pangkuan Kyuhyun yang sedang tertidur di sofa. Malam ini Baby Suho kembali dititipkan dirumah mereka karena Siwon dan Kibum sedang bertugas ke luar kota. Kibum memang sering menitipkan Baby Suho setelah Come Back nya ke Jung Corp paska cuti melahirkan. Baby Suho sangat menyukai Kyuhyun sejak pertama kali Kyuhyun menggendongnya setelah sembuh dan dapat berjalan dengan baik. Kecelakaan maut itu sempat membuat Kyuhyun tak dapat berjalan karena mengalami patah tulang di kedua kakinya. Asal tahu saja penyakit Kyunie Complek yang diderita Kibum kini menurun ke sang Aegya. Lihatlah bagaimana Baby Suho memonopoli Kyuhyun hingga jam 3 dini hari matanya masih segar tidak menunjukkan kantuk sama sekali. Hal yang selalu sengaja dilakukannya. Baby Suho akan terjaga dimalam hari saat Changmin dirumah dan kan tertidur pulas saat Changmin sedang dinas di rumah sakit. Benar -benar tipikal anak yang dibesarkan oleh seorang Choi Kibum.
"Cepat tidur" Geram Changmin memerintah Baby titisan Kibum itu untuk tidur. Ayolah sudah hampir sebulan Changmin tidak bermesraan dengan istrinya itu akibat kesibukan dirumah sakit dan gangguan Baby Evil dihadapannya ini.
"Ni! (ani)"
Changmin menambah ketajaman tatapannya, begitu juga dengan Baby Suho dengan mata besar yang tidak terlihat seram sama sekali. Tiba-tiba Baby Suho tersenyum evil, membuat Changmin menaikkan satu alis matanya.
"Apa maunya bocah evil ini" batin Changmin.
"Hueeeeee! Unie...!" Baby Suho menangis histeris membuat Kyuhyun yang tertidur bangun.
"Sstt Baby Suho waeyo?"
"Hiks..Mie...Unie.." adu Baby Suho dengan air mata berlinang dan tatapan sememelas mungkin seperti anak anjing yang ingin dibuang. Kyuhyun langsung menatap Changmin tajam.
"Apa yang kau lakukan tiang listrik?" Hilang ingatan rupanya tidak mengubah sifatnya sama sekali. Hanya sedikit lembut bila ada maunya. Tapi paling tidak, Kyuhyun yang sekarang terlihat sangat mencintainya dengan caranya sendiri dan Changmin sudah berhasil merampas kevirginan Kyuhyun. Walaupun targetnya untuk menghamili Kyuhyun belum tercapai tapi prestasi yang didapatnya patut dibanggakan. Paling tidak oleh Shim Hyorin, Umma Changmin. Umma mana yang tidak bahagia bila putranya yang selalu jatuh cinta dengan makanan itu akhirnya dapat menikah dengan manusia.
"Aku tidak melakukan apa-apa"
"Kau membuatnya menangis"
"My Kyu dengar..."
"Hiks..Unie..Hiks"
Kyuhyun mengacuhkan Changmin karena harus menenangkan Baby Suho dipangkuannya.
"Ssst ne Kyunie gendong"
Kyuhyun menggedong Baby Suho sambil menepuk punggungnya pelan. Baby Suho tanpa diketahuinya menoleh kearah Changmin, tersenyum dengan evilnya membuat Changmin bertambah geram. Changmin ingin rasanya mengutuk Kyuhyun yang dapat tertipu dengan mudahnya oleh anak adiknya itu. Fisik boleh sama dengan Siwon sang Appa, tapi dalam nya 100% mewarisi sifat Kibum lengkap dengan Kyuhyun Compleknya.
***Yunjae***
"Yunnie, Joongie masuk dulu ne" Pamit Joongie sambil mengecup pipi Yunho. Keduanya sedang berada di mobil Yunho. Seperti hari – hari sebelumnya. Yunho akan mengantar Joongie ke Kim Corp. Semenjak kematian Young Joo dan Yoona, Yurri menghilang. Sebagai satu-satunya keluarga Kim yang tertinggal, Joongie berhak memimpin perusahaan yang bergerak di bidang otomotif itu. Awalnya Yunho sangat menolak keputusan Joongie, namun Joongie merengek ingin menjaga peninggalan Haraboejinya. Dan tidak ada yang pernah lolos dari rengekan seorang Jung Joongie. Yunho akhirnya menyetujui hal itu setelah sebelumnya memastikan standar keamanan Kim Corp dan menyusupkan beberapa bawahannya untuk menjaga istrinya ketika berada di sana.
"Jaga Babies dengan baik. Jangan buru-buru melangkah, jangan berlari, jangan lupa makan dan jangan terlalu stress dengan dokumen" Yunho mengingatkan istrinya yang memang sering lupa bahwa dirinya sedang hamil tua.
"Joongie, tidak akan lari Yunnie."
Yunho tersenyum hangat, mengecup bibir dan perut buncit istrinya sebelum mengijinkan Joongie keluar dari mobil. Joongie melambaikan tangannya imut ke arah Yunho sebelum masuk ke dalam gedung yang diikuti Euhyuk dan Minho. Yunho memang menambahkan Minho sebagai pengawal Joongie sejak kejadian itu. Selain kemampuan bertarung yang setara dengan Eunhyuk, Minho adalah seorang dokter.
Joongie berjalan pelan sesuai nasehat Yunho. Joongie mengenakan kemeja tanpa dimasukkan dan jas panjang selutut nampak menggemaskan dengan boneka gajah yang tak lepas dari dekapannya. Setiap staff perusahaan yang berpapasan dengannya membungkuk hormat dan dibalas senyuman manis olehnya. Bersama Jaejoong, Joongie mampu membuat perusahaan itu tetap stabil. Para direksi pun sangat mengagumi kemampuan Joongie (sebenarnya Jaejoong) memecahkan masalah dan melihat peluang untuk mempertahankan perusahaan yang sempat terguncang sepeninggalan Young Joo. Leeteuk selalu membantunya dengan sabar,memdampinginya di setiap kesempatan dan membagi pengalaman.
Saat ini Leeteuk sedang menjelaskan beberapa point tentang produk yang akan dibuat menyambut tahun baru beberapa bulan ke depan.
"Bagaimana menurutmu Joongie ssi?"
Joongie terdiam sebentar, membaca ulang beberapa kali untuk memastikan sebelum akhirnya menganguk.
"Teukie ssi, ini sudah bagus."
"Baiklah, saya akan menghubungi tim produksi untuk memulainya. Bila lancar sebelum Desember ini sudah selesai uji coba"
" Ne, Joongie juga sudah tidak sabar. Sayang Joongie tidak bisa menyetir. Kalau bisa pasti Joongie juga akan membelinya." Komentar Joongie polos yang membuat Leeteuk tersenyum.
"Di meja ada beberapa dokumen yang perlu Joongie ssi periksa dan tanda tangani. Pelan-pelan saja. Nanti bila sudah selesai panggil saya."
"Iya. Nanti Joongie panggil."
Leeteuk membungkuk hormat sebelum pergi meninggalkan ruangan itu. Joongie membaca dokumen di mejanya sambil sesekali memegangi perutnya. Kedua baby nya memang sangat aktif dan sering menendang perutnya bila minta dielus olehnya.
"Babies, jangan bergerak ne sebentar Umma kerja dulu. Kalo sudah selesai kita akan bermain"
"Joongie ssi waeyo?" tanya Minho, takut ada apa-apa dengan kesehatan istri bosnya.
"Ani, Babies cuma ingin melihat gajah dan beruang nanti setelah dari sini kita akan ke kebun binatang. Tapi sekarang Joongie ingin roti dengan bentuk gajah, bisakah Minho hyung membelinya?"
Dahi Minho berkerut, dimana ada backery yang menjual roti berbentuk gajah. Minho menoleh kearah Eunhyuk, meminta pertolongan.
"Biar Hyung saja yang belikan. Minho Hyung tidak tahu dimana membelinya. Dia hanya tahu dimana membeli roti yang berbentuk kodok"
"Yak Hyung"
"Jinja? Ya udah Hyukie Hyung saja yang beli"
.
.
"Joongie!"
Suara teriakan lumba-lumba bergema di ruang kerja president Kim Corp. Junsu yang baru pulang dari China itu langsung memeluk Joongie yang sedang memakan roti gajah.
"Joongie..neomu neumu bogoshipo"
"Nado bogosipo Suie"
Setelah menikah dengan Yoochun dua bulan yang lalu, Junsu memang sering menemani suaminya yang memang sering mendapat tender di luar negri membuat keduanya jarang bertemu.
"Wuahh! Perutmu besar sekali Joongie."
"Ne, tinggal satu bulan lagi Baby Jung dan Baby Kim akan lahir."
"Baby Jung dan Baby Kim? Maksud Joongie, ada baby kembar disini"
Junsu pantas terkejut karena tidak pernah ada sejarah bayi kembar di keluarga Jung. Mereka biasanya hanya dapat memberikan keturunan sekali, hanya satu anak dan selalu berjenis kelamin laki-laki.
"Bagaimana mungkin..?"
"Itu karena Joongie meminta Suie. Joongie selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan dua baby lucu. Satu seperti Yunnie dan yang satu mirip Haraboeji Kim"
Junsu terdiam teringat betapa kacaunya Joongie saat Haraboeji Kim meninggal. Joongie terbiasa hidup bahagia dan tak pernah mengenal penderitaan dalam sangkar emas yang dibuat oleh Yunho. Kematian Haraboeji Kim tentu menjadi gonjangan hebat dalam hidupnya yang selalu berisi keceriaan dan kepolosan.
"Lalu apakah Joongie susah membeli baju untuk Jung mini dan Kim mini?" tanya Junsu berbinar tidak sabar ingin berbelanja membelikan pernak-pernik baby.
"Umma Chulie sudah beli Suie, banyak sekali jadi Joongie tidak beli. Lagian sekarang Joongie sering sibuk. Joongie kan sekarang sudah bekerja,"
"Bila menambah beberapa baju tak apa kan? Kajja nanti kita beli."
"Tidak bisa Suie, Babies ingin ke kebun binatang. Dari tadi sudah menendang-nendang perut Joongie mengajak melihat gajah dan beruang"
"Haah Arasso"
"Besok saja ne"
"Ne, Oh ya kenapa Eunhyuk Hyung tidak ada, malah ada Si kodok ngorok?" tanya Junsu sambil menunjuk Minho yang sedang tertidur sambil berdiri (?)
"OoO..Hyukie hyung sedang pergi sebentar. Ada hal penting katanya. Sudah ijin sama Yunnie tadi. Sebentar ya Suie, Joongie mau baca satu document lagi lalu kita ke kebun binatang"
Joongie kembali menyelesaikan pekerjaanya sedangkan Junsu sabar menunggunya sambil memainkan smart phone di tangannya.
***Yunjae***
Eunhyuk memarkir mobil yang dikendarainya di depan gedung Elf University. Hari ini adalah hari istimewa untuk sang Namjacingu dan dia sudah berjanji untuk datang. Eunhyuk bahkan sudah menyiapkan bunga lili kesukaan Donghae. Eunhyuk berlari terburu-buru sambil melihat jam tangannya.
"Aishh semoga belum selesai"
Langkah Eunhyuk mendadak berhenti saat melihat Donghae berdiri di depan Hall kampus dan masih mengenakan toga. Yah hari ini adalah hari kelulusan Donghae. Dan untuk kesekian kalinya Eunhyuk tak dapat menghadiri hari penting dalam hidupnya.
"Chagi…apakah sudah selesai acaranya?" tanya Eunhyuk heran karena mendapati Donghae diluar hall. Apalagi Donghae menatapnya tajam sekarang
"Sudah dari 2 jam yang lalu Hyung"
"Mianhae, Hyung sudah berusaha datang tepat waktu tapi…"
Donghae mendesah pelan sebelum tersenyum hangat ke arah Eunhyuk.
"Ne, tidak apa-apa. Lagian Hyung tidak lupa membawa bunga lili dan itu yang terpenting"
Donghae meraih bunga di tangan Eunhyuk kemudian menarik tangan Eunhyuk.
"Kajja Hyung, kita ke suatu tempat"
"Kemana?"
"Nanti Hyung Juga tahu"
Keduanya terus berjalan menjauhi hall. Eunhyuk sedikit heran saat Donghae membawanya ke Gereja seberang gedung kampus.
"Chagi…apa maksudnya ini"
"Hyung, pernah berjanji kan bila Aku sudah lulus, Hung akan menikahiku. Sekarang aku menagihnya"
Eunhyuk menatap tak percaya kearah Donghae, tidak tahukah Donghae bahwa mendengar pernyataannya itu membuat hatinya begitu bahagia. Donghae menatapnya hangat menanti jawaban Eunhyuk.
Eunhyuk menyatukan kening mereka, saling menutup mata menikmati keberadaan masing-masing.
"Ne, mari kita menikah" jawabnya kemudian.
.
.
Yunho menatap namja dihadapannya. Lee Hongki adalah salah satu rekan kerja Yunho yang sekarang menetap di Paris. Keduanya sering bekerja sama dalam beberapa kesempatan dan semuanya adalah Ilegal.
"Jadi kau sudah menikah?" tanya Yunho heran. Setahunya Hongki sangat membenci yeoja karena pengalaman buruknya dengan Sang Umma.
"Ne, aku bertemu dengan yeoja cantik dan aku langsung jatuh cinta padanya"
"Bolehkah aku tahu siapa yang berhasil menjerat mu hn?"
"Dia wanita yang menarik Yun, namanya Kim Yurri"
Wajah Yunho langsung mengeras begitu mendengar nama anak dari Yeoja yang ingin mencelakai istrinya.
"Kim Yurri?" tanyanya dingin.
"Waeyo?"
"Aku mempunyai pengalaman tak menyenangkan dengan Ummanya. Kim Yoona, dia menginginkan kematian Joongieku. Aku membunuhnya 7 bulan yang lalu. Setahuku, Kim Yurri menginginkan hal yang sama pada istriku"
Wajah Hongki yang semula ceria kini berubah serius dengan aura dingin berbahaya.
"Bila sesuatu terjadi kepada JoongieMu, dah itu adalah ulahnya. Akulah yang akan menbunuhnya dengan tanganku sendiri"
TBC
Anyoeng, Author update dengan chapter baru lagi ^.^ Terima kasih buat readers dan yang sudah kasih review dan semangat.#bow
Semoga chapter ini tidak terlalu membingungkan karena langsung skip 7 bulan setelah Chap sebelumnya. Tetep ditunggu review dan sarannya buat nentuin ending yang tinggal beberapa chap lagi.
See You di Chapter 13
Yeye Kyunie^^
