The Darkest Side of His Love

Chapter 13

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance & Drama

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum,Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

"Bummie, apakah hanya perasaanku saja atau memang Baby Suho punya kantung hitam di bawah matanya?"

Pagi ini Siwon dan Kibum baru saja menjemput putra mereka dari apartemen Changkyu dan mendapati Baby Suho mereka terlihat begitu mengantuk dengan mata merah.

"Oh, Baby Suho habis bertugas menjaga Kyunie, Hyung"

"Menjaga Kyunie?"

"Ne, menjaga Kyunie dari si tiang listrik yang mencoba meng rape nya."

Kening Siwon berkerut mendengar pernyataan istrinya. Sudah menjadi rahasia umum bila Changmin dan istrinya mengumumkan perang untuk memperebutkan Kyuhyun. Tapi menjadikan Baby Suho sebagai sekutu? Demi Tuhan, putranya itu baru berusia 9 bulan.

"Tidak perlu seperti itu Bummie, mereka sudah menikah"

"Kau seperti tidak mengenal Minie. Hyung. Dia itu sangat licik pasti dia melakukan cara kotor untuk menjerat Kyunie. Tunggu saja bila Kyunie sudah pulih ingatanya. Aku tidak sabar melihat hal mengerikan apa yang akan terjadi pada tiang listrik itu."

Siwon mendesah pelan. Sepertinya penyakit istrinya ini benar-benar tidak akan sembuh. Siwon mengusap pelan kepala Baby Suho yang sudah tidur dalam gendongannya. Mulut mungilnya mengemut jempol tangan kanannya sedang tangan kirinya menggenggam erat boneka psp pemberian Kyuhyun.

"Hyung, apakah nanti malam kita akan hadir ke pesta ulang tahun pernikahan Hankyung sajangnim dan Heechul ssi?"

"Ani, Hyung ingin kita dirumah saja Bummie, sudah lama kita tak menghabiskan waktu bersama. Baby Suho pasti juga masih rindu dengan kita"

"Ne, kau benar hyung"

Kibum memeluk Siwon. Membenamkan kepalanya di lekuk leher yang selalu membuatnya nyaman. Mengapit Baby Suho yang tidur pulas. Siwon menyukai moment saat Kibum bergelayut manja padanya. Biasanya dia selalu dinomor tigakan, tapi Siwon tahu Kibum sangat mencintainya.

.

.

Hongki menatap istrinya yang tertidur disampingnya. Yuri kembali ke hotel dini hari tadi jadi tidak heran bila sekarang masih enggan untuk bangun. Yuri yang dia kenal bukanlah tipe istri yang suka bangun siang atau keluar malam. Selama lima bulan pernikahan dengannya, Yuri selalu melakukan tugas sebagai istri dengan baik. Semalam adalah pertama kali Yuri pergi hingga larut malam. Yuri meminta ijin padanya untuk menemui teman-teman lamanya di korea dan tentu saja Hongki mengijinkan. Perkataan Yunho kembali terngiang di pikirannya. Hongki tak mengharapkan semua yang dikatakannya tidak benar. Semua orang melakukan kejahatan pasti memiliki alasan kuat, dan Hongki juga memiliki alasan untuk melindungi dua orang penting dalam hidupnya.

Yunho dan Joongie adalah dua orang yang mengakui eksistensinya di dunia ini. Sejak lahir semua orang di keluarganya sudah menolaknya. Dirinya terlahir dari hasil perkosaan. Ummanya yang mengalami keterbelakangan mental di perkosa oleh rekan bisnis pamannya. Ummanya meninggal saat melahirkan dan dirinya diasuh oleh keluarga pamannya. Hongki memang dijinkan tinggal disana tapi mereka tak pernah menganggap dirinya ada. Bagi mereka Hongki adalah aib yang harus disembunyikan. Karena itulah Hongki selalu di kurung di gudang dan tak pernah melihat dunia luar.

Saat usianya menginjak 12 tahun, terjadi pembantaian di keluarga Lee yang dilakukan oleh Yunho. Itulah pertama kalinya mereka bertemu. Melihat Hongki yang begitu polos saat itu, Yunho tak membunuhnya dan membawanya ke kediaman Jung. Pertemuannya dengan Joongie adalah satu-satunya kenangan indah dimasa kecilnya. Malam itu Joongie yang baru saja kehilangan kucingnya yang bernama Jiji menangis hebat dan langsung memeluk kaki Yunho begitu datang. Saat itu Joonggie masih berumur 4 tahun.

"Yunnie... Hiks..Joongie mau Jiji...Hiks..."

Yunho mendudukan dirinya di depan Joongie, dan dengan cepat Joongie berganti memeluk leher Yunho

"Jiji sudah meninggal Joongie, nanti kita beli yang baru ne" hibur Yunho sambil mengusap kepala Joongie dan mengecup pipinya sayang.

"Tapi...tapi...Joongie mau yang milip dengan Jiji"

"Ne, nanti Yunnie carikan yang mirip"

Mata doe hitam kemudian bertemu dengan Hongki yang juga menatapnya.

"Yunnie, Joongie mau itu caja"

"Joongie mau apa?"

"Itu!"

Jari telunjuk mungil Joongie menunjuk kearah Hongki, membuat keduanya menatap bingung.

"Dia milip Jiji Yunnie, Joongie mau dia caja jadi teman Joongie main"

Yunho melihat Hongki, setelah yakin Hongki tidak akan mencelakai Joongie akihirnya dia mengiyakan permintaan Joongie. Sejak malam itu dan dua tahun setelahnya Hongki menjadi teman bermain Joongie yang memang tak memiliki teman siapapun selain Yunnie dan orang tuanya.

Menginjak usianya ke 14 tahun, Hongki menarik perhatian rekan bisnis Hankyung dan mengadopsinya. Lee Min-Woo teman Hankyung membawanya ke paris dan menetap disana. Setahun kemudian terjadi tragedy yang merubah sifat Hongki selamanya. Lee Si-young istri Lee Min- Woo melakukan kekerasan seksual padanya dan berakhir dengan kematian Si-Young di tangan Hongki. Hongki yang ketakutan kabur dari rumah. Diambang keputus asaannya dia bertemu dengan Ji Sub, seorang pemilik casino yang tanpa sengaja ditolongnya. Dan sejak saat itu dirinya bekerja dengan Ji Sub, menjadi tangan kanannya sebelum akhirnya menggantikan kedudukanya.

.

.

Pagi-pagi buta Joongie membangunkannya dan mengajaknya ke pantai. Yunho yang memang sudah sangat terlatih dengan permintaan aneh-aneh istrinya hanya pasrah mengiiyakan. Saat ini keduanya sedang berjalan dibibir pantai Eurwangni, pantai yang menjadi tempat favorit saat musim panas yang dikelilingi pohon pinus dan bebatuan indah. Yunho menngandeng tangan Joongie erat, menjaganya agar tidak terlalu hiperaktif dan terjatuh akibat kecerobohannya, Joongie sangat menyukai pantai hingga tak sabar ingin berlari atau menari berputar menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.

"Yunnie, bila Babies sudah lahir kita ajak kemari yuk."

" Ne, Bila Babies sudah bisa berjalan baik kita bawa kesini."

"Promise?"

"Promise."

Yunho mempererat genggaman di tanganya, perlahan mendekati wajah istrinya dan mengecupnya pelan. Membuat pipi Joongie yang tersiram cahaya matahari pagi itu merona.

"Saranghae"

"Nado saranghae"

"Saranghae" kali ini Jaejoong yang mengatakannya. Yunho mengangkat tangannya, mengusap wajah Jaejoong pelan sebelum membalasnya.

"Nado saranghae"

Keduanya tersenyum hangat sebelum saling menggenggam tangan dengan erat. Salahkan Yunho yang memperlakukannya lembut semasa kehamilannya hingga Jaejoong mendadak melankolis begini.

"Bisakah kita berkencan hari ini Yun?"

Yunho mengernyit heran saat mendengar permintaan Jaejoong yang tidak biasa itu.

"Kenapa tidak, tidak ada halangan untuk Ibu hamil berkencan"

"Hari ini tak usah ke kantor, kita habiskan waktu bersama sebelum pergi ke pesta ulang tahun pernikahan Umma dan Appa"

"Baiklah"

Yunho tanpa pikir panjang mengiyakan. Jaejoong sangat jarang meminta sesuatu, dan ini cukup membuat Yunho cemas.

"Apa yang ingin kita lakukan sekarang?"

"Berdansa"

Oke, Yunho sangat cemas sekarang, Jaejoong yang dikenalnya tak akan pernah mau berdansa. Walaupun begitu Yunho tetap menurutinya. Yunho mengambil Smart Phone disakunya. Memutar lagu yang dianggapnya pas sebelum meletakannya diatas pasir. What a Wonderfull World by Louis Amstrong adalah lagu yang dipilihnya. Yunho meraih tangan dan pinggul Jaejoong mengajaknya bergerak pelan. Jaejoong menyandarkan kepalanya di pundak Yunho, menikmati keberadaan dan rasa nyaman saat bersama suaminya. Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong. Keduanya menutup mata tetap bergerak pelan mengikuti irama lagu.

"Apapun yang terjadi, aku akan berjuang untuk bersama denganmu selamanya. Bersama Joongie dan Babies. Ingat baik-baik hal itu Yun" bisiknya.

"Ne, aku percaya padamu"

.

.

Perayaan ulang tahun pernikahan Hankyung dan Heechul digelar di sebuah hotel ternama yang terletak di tengah kota Seol. Sudah menjadi agenda tahunan pasangan Jung ini menjadikan hari jadi mereka dengan mengadakan jamuan makan malam yang akan dihadiri oleh rekan bisnis dan teman terdekat mereka dan juga anak-anak asuh Jung Center yang dikelola keluarga Jung. Hall hotel disulap menjadi ruangan besar yang sengaja tidak di buat tidak terlalu mewah, nampak sederhana namun nyaman.

Diantara tamu-tamu itu terlihat Changmin yang sejak kedatangannya tak pernah berhenti melahap setiap makanan yang di jumpainya. Andai pasangannya bukanlah seorang maniak psp, sudah pasti Changmin diseret keluar karena malu memiliki suami berlambung super elastis itu. Kyuhyun sang istri hanya diam berdiri disamping Changmin sambil terus memainkan psp nya.

"My, Kyu aaa"

Changmin yang sadar istrinya belum makan sama sekali itu menyuapkan bulgogi ke dalam mulut Kyuhyun. Setelah berhasil memasukkan makanan itu ke dalam mulut Kyuhyun, Changmin berkeliling mencari mangsa (makanan) untuk memberi asupan pada tubuhnya yang selalu kurus itu dan akan menghampiri Kyuhyun untuk menyuapinya lagi.

"Haaah bahkan pasangan ajaib seperti mereka bisa bersikap mesra" guman Yoochun yang sejak tadi memperhatikan mereka.

"Jadi aku kurang mesra padamu begitu Chunie?" sahut Junsu yang berada di sampingnya tidak terima

"Bukan begitu Yeobo, Lihatlah pasangan itu benar-benar tidak ada dua anehnya."

"Ne, sudahlah. Oh iya Chunie, apakah kau mengenal pasangan itu entah kenapa saat datang tadi Heechul Ahjumma terlihat aneh"

Yoochun, melihat ke arah pasangan yang dimaksud Junsu. Lee Hongki, tentu dia mengenalnya walaupun jarang bertemu. Lalu yeoja cantik di sampingnya...Yuri. Entah kenapa perasaan Yoochun menjadi tidak enak.

"Suie, Apa kau melihat Joongie?"

"Ani, tadi bersamaku Chunie, tapi pergi ke luar sebentar. Katanya disini terlalu sesak ingin mencari udara segar"

"Dengarkan baik-baik apapun yang terjadi jangan terlalu jauh dari ku, arasso"

Dahi Junsu berkerut bingung mendengar nasehat aneh Yoochun. Sementara Yoochun sedang sibuk memperhatikan Hongki yang kini terpisah dengan Yurri. Hongki sedang mengobrol dengan Heechul dan Hankyung. Tak jauh dari mereka Yunho sedang berbicara serius dengan Doo Joon. Yoochun menarik tangan Junsu untuk mendekati Yunho.

Dor!

Sebuah tembakan terdengar. Suasana meriah itu hening mendadak. Semua mata mencari sumber suara itu. Dhuar ! Dan berteriak histeris saat atap hall itu meledak. Para tamu yang datang berhamburan untuk menyelamatkan diri mereka.

"Yunho ssi!" teriak Doo Joon saat mendapati dada Yunho berdarah hebat. Yunho hanya diam menatap diam ke arah pintu hall. Disana berdiri sekitar 50 orang lengkap dengan senjata tajam dan beberapa membawa senjata api.

"Seung-hyun!" desis Yunho saat mengenal pemimpim rombongan itu.

.

.

Jaejoong sedang duduk di kursi dekat kolam renang, suasana pesta membuatnya gerah. Joongie yang kelelahan akhirnya berpindah posisi dengan Jaejoong. Jaejoong tidak terlalu menyukai pesta dan memilih menyendiri di kolam. Bahkan Eunhyuk dan Minho juga diusirnya, walaupun begitu mereka tetap memperhatikannya dari jauh. Sesekali kedua babiesnya menendang membuatnya tersenyum. Mengetahui ada kehidupan diperutnya dan itu adalah buah cinta mereka itu sangat membahagiakan.

"Sedang menikmati hidup, Nyonya Jung?"

Jaejoong menoleh ke arah suara itu dan mendapati seseorang yang sangat dikenalnya namun tak ingin ditemuinya. Apalagi dengan perut besar seperti sekarang.

"Yuri, apa mau mu?" tanya Jaejoong tanpa berbasa basi.

"Wow, lihat cara bicaramu. Dimana Joongie yang polos dan baik hati itu? Ataukah ini memang wajah aslimu?"

Jaejoong hanya diam dan memegangi perutnya protektif. Apalagi Yuri sedang memandangi perutnya aneh.

"Seharusnya Yunho, Keluarga Jung dan bayi yang ada diperutmu adalah milikku. Sejak aku terlahir, Ummaku sudah mempersiapkan diriku untuk hal itu. Aku adalah menantu yang sempurna untuk mereka bukan namja yang terlalu biasa sepertimu"

"Mungkin memang benar kau dipersiapkan untuk menjadi istri Yunho sejak kau lahir, tetapi Yunho sudah menjadi milikku jauh sebelum kau lahir"

"Sombong sekali, memangnya siapa dirimu?"

"Aku adalah istri sah Jung Yunho dan pewaris tunggal Kim Corp. Lagipula kau sudah menikah Yuri. Apa yang akan dipikirkan Hongki bila tahu istrinya bersikap seperti ini?"

"Dia terlalu mencintaiku untuk mencurigaiku"

Dor!

Dhuar!

Suara tembakan dan ledakan terdengar menimbulkan ekspresi yang berbeda bagi keduanya. Jaejoong terlihat cemas dan Yuri menyeringai senang. Begitu mendengar suara ledakan dan tembakan Eunhyuk dan Minho bergegas berlari ke arah Jaejoong. Namun tiba-tiba muncul lima orang bersenjata tajam menghalangi mereka. Eunhyuk dan Minho sedikit kesulitan menghadapi mereka yang merupakan pembunuh profesional sehingga tidak bisa mendekati Jaejoong yang masih bersama Yuri.

"Ahirnya sudah dimulai."

"Apa yang kau rencanakan?"

"Rencanaku? Aku tak dapat memliliki Yunho dan keluarganya, jadi mereka harus mati. Musuh dan orang yang mempunyai dendam dengan keluarga Jung sangat banyak, selama 7 bulan aku mengumpulkan mereka dan kini mereka datang untuk menuntut balas atas kejahatan keluarga Jung. Khusus dirimu adalah bagianku?"

Yuri mengeluarka pisau dari balik gaunnya.

"Aku akan merobek perutmu" Janjinya mendesis berbahaya.

Yuri menerjang Jaejoong, menyerangnya brutal memburu perut Jaejoong. Jaejoong dengan keterbatasannya mengelak dan menangkis serangan Yuri. Namun Yuri yang menguasai sabuk hitam salah satu ilmu beladiri sangat sulit ditumbangkan oleh Jaejoong yang kini membawa dua baby dalam tubuhnya.

Duagh!

Tendangan keras tepat mengenai perut Jaejoong membuatnya terdorong keras kebelakang dan ambruk menabrak meja pinggir kolam.

"Akh.."

Jaejoong merasakan rasa sakit yang amat sangat di perutnya. Yuri yang melihat kesempatan itu langsung menghujam pisaunya ke arah Jaejoong. Pisau itu mengenai perut atas Jaejoong, namun Jaejoong berhasil menahannya agar tidak menghujam lebih dalam. Darah segar keluar deras dari perut Jaejoong dan kedua telapak tangan Jaejoong yang menahan pisau.

"Jaejoong!"

Eunhyuk yang berhasil lepas dari keroyokan pembunuh suruhan Yuri menendang Yuri dari belakang. Yuri terpelanting jauh ke samping masuk ke dalam kolam. Byur!

Berhasil menumbangkan Yuri, Euhyuk segera berlari ke arah Jaejoong. Matanya membulat saat melihat keadaan Jaejoong. Kemeja bagian perut sudah memerah karena darah begitu juga dengan bagian disela paha Jaejoong.

Eunhyuk ingin menolong tapi Yuri yang sudah berhasil dari dalan kolam menariknya.

"Minho!"

Eunhyuk yang tak mungkin menolong Jaejoong memanggil Minho yang baru saja selesai menumbangkan lawannya. Minho segera berlari kearah Jaejoong.

" Apapun yang terjadi kau harus menyelamatkannya!" teriak Eunhyuk yang sekarang sedang memiting pergerakan Yuri

"Arasso!"

Minho bergegas menggendong Jaejoong yang masih sadar menahan sakit ala bridestyle dan berlari sekencang yang dia mampu.

"Baby.." isak Jaejoong sambil memeluk perutnya

"Jaejong ssi. Kumohon bertahanlah"

TBC

Anyeong, Chapter 13 akhirnya selesai. Terima kasih buat readers, yang kasih review dan semangat, yang fav dan follow cerita ini.

Mian, bila perkembangan ceritanya membosankan dan tidak seperti yang diharapkan. Cerita ini sudah hampir selesai, mungkin tinggal satu atau dua chap lagi. Jadi tetep minta dukungannya sampai cerita ini selesai.

Review dan saran ditunggu ne,

Gamsahamida

Yeye Kyunie