The Darkest Side of His Love
Chapter 14
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Drama
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum,Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Minho berlari membawa Jaejoong melalui pintu belakang, semua security pingsan dan terikat . Minho semakin mempercepat larinya tanpa melepas kewaspadaannya. Sebuah mobil berhenti tepat didepanya begitu keluar dari pintu hotel.
"Minho, cepat!" teriak orang yang keluar dari dalam mobil
Minho berhenti, menatap namja di hadapannya penuh curiga karena belum pernah bertemu dengannya.
"Jiyong…"bisik Jaejoong yang masih memeluk perutnya. Wajahnya begitu pucat dengan air mata yang mengalir di kedua sudut matanya.
"Aku teman Hankyung sajangnim. Cepatlah, waktu kita tidak banyak"
"Ne" Minho akhirnya mempercayai namja aneh didepannya karena Jaejoong mengenalnya.
Jiyong membukakan pintu dan membantu memasukkan Jaejoong ke dalam mobil. Jiyong menutup pintu dan berlari cepat menuju kemudi dan kembali menjalankan mobilnya. Minho buru-buru mengambil HP untuk menghubungi Onew.
"Onew, Jaejoong ssi terluka. Siapkan ruang operasi dan staff paramedis. Jemput kami di depan rumah sakit. Kita harus mengeluarkan bayinya."
.
.
Eunhyuk untuk kesekian kalinya berhasil menendang Yuri. Wajah Eunhyuk penuh memar tak berbeda jauh dengan Yuri. Wajah cantiknya kini setengah lebam.
"Kau sangat bodoh Eunhyuk, untuk apa kau membantu orang yang selama ini mengekang kebebasanmu. Seseorang yang memperlakukanmu sebagai budak?" Yuri mencoba memprovokasi Eunhyuk.
"Aku yang menjual diriku padanya. Bukan dirimu. Aku lebih tahu apa yang aku rasakan."
Eunhyuk berjalan cepat menghampiri Yuri untuk meringkusnya. Tepat dihadapan Yuri, sesuatu menghantam tengkuknya sangat keras. Seringai senang Yuri adalah yang terakhir dilihatnya sebelum kesadarannya hilang berganti dengan kegelapan.
.
.
Hankyung mengambil pistol yang disembunyikan di jasnya begitu melihat sekelompok orang asing yang memasuki hall.
Dor! Dor!
Tanpa membuang kesempatan Hankyung menembaki pembawa senjata api yang bersiap menyerang. Hankyung yang sangat mahir dalam menembak berhasil melumpuhkan beberapa anak buah Seung Hyung. Tembakan Hankyung menjadi genderang perang yang memulai pertarungan di hall yang seharusnya menjadi tempat jamuan pesta perayaan ulang tahun pernikahannya. Hongki yang berada disampingnya bersiap melindungi Heechul yang tak mahir berkelahi.
Seung Hyung dan sekelompok orang yang datang bersamanya berlari menyerang Yunho dan sisa tamu yang berada di dalam hall. Seung Hyung berjalan cepat kearah Yunho dan menyerangnya. Keduanya terlibat pertarungan tangan kosong yang seimbang. Seung Hyung dan Yunho, keduanya memiliki sisi kekejaman dan kemahiran beladiri yang seimbang. Keduanya adalah musuh bebuyutan sejak Yunho terjun dalam bisnis illegal. Mereka bergerak luwes, cepat dan mematikan secara bersamaan. Keadaan Yunho yang tertembak tak memperngaruhi peformanya saat melayani setiap serangan Seung Hyun.
Buagh!
Tendangan keras Yunho berhasil melumpuhkan kaki Seung Hyun. Dalam gerakan cepat Yunho memiting Seung Hyung membuat gerakannya terkunci. Dan bersiap mematahkan leher Seung Hyung.
"Ada permintaan terakhir?" tanya Yunho dengan datar dan dingin.
"Yang kuminta pasti sudah terjadi"
Seung Hyung tertawa kecil melihat tatapan bingung Yunho.
"Seperti aku kehilangan Ahra, kau akan kehilangan istrimu. Saat ini pasti Yuri berhasil mengoyak perutnya yang sedang mengandung. Kau sudah tamat Yunho, istri dan anakmu sudah mati"
Bayangan tubuh istrinya yang tergeletak dengan perut terkoyak dan darah mengalir deras. Wajah pucat istrinya yang menangis dalam kematiannya. Membuat Yunho kehilangan kendali tubuh dan kewarasannya. Yang dilakukan olehnya kemudian adalah pembunuhan terkejam dan paling biadab yang pernah dilakukannya.
Yunho mematahkan leher Seung Hyung dengan gerakan mematikan membuat Seung Hyung tewas seketika. Tidak berhenti sampai disitu, Yunho mematahkan seluruh bagian tubuh Seung Hyung Yunho sudah bersiap mengambil Pedang pajangan yang terpasang di almari kaca tak jauh darinya. Berniat untuk memutilasi tubuhnya. Namun sebelum Yunho sempat menghujam mayat Seung Hyung, Heechul menarik tangannya.
"Yunho berhentilah, dia susah mati." Bisiknya pelan. Tangannya mengusap punggung Yunho berusaha menenangkannya.
"Sekarang kita harus mencari Jaejoong dan Joongie.."
.
.
"Kyu!"
Changmin melompat ke arah Kyuhyun yang masih sibuk memainkan psp saat ledakan terdengar, mendorong tubuh Kyu menghindari reruntuhan atap. Tapi sepertinya dorongan Changmin terlalu keras membuat kepala Kyuhyun terbentur keras dilantai.
"Kyu, apa kau baik-baik saja?"
Changmin mendudukkan Kyuhyun perlahan memerikasa seluruh bagian tubuh, takut ada yang terluka. Kyuhyun tidak menjawab, tapi memandang Changmin dengan tatapan bingung dan polos. Beberapa detik kemudian matanya melebar manatap horror ke arah Changmin.
"Shim Changmin, mati kau" desisnya menyeramkan. Otak jenius Changmin untungnya bekerja cepat sehingga tahu apa yang baru saja terjadi pada istrinya. Ingatannya kembali.
"My Kyu dengar, sekarang bukan waktu yang tepat untuk pertengkaran rumah tangga kita. Lihat.."
Brak!
Sebuah suara menyela percakapan tak hangat keduanya. Mata Kyuhyun membulat sempurna saat melihat nasib psp yang kini terinjak namja bertubuh gempal yang saat ini sedang bertarung dengan Doo Joon.
"Beraninya Kau..." Mata Kyuhyun menyipit berbahaya. Dengan gerakan cepat Kyunyun menerjang namja gempal dan menghajarnya tanpa ampun membuat Doo Joon bingung sesaat melihat lawannya direbut orang.
Changmin mendesah lega dan menatap penuh terima kasih kepada psp rusak yang mengalihkan kemarahan Kyuhyun. Melihat istrinya yang pasti tak memerlukan bantuannya Changmin memeriksa keadaan sekitar. Hankyung sedang berkelahi melawan 5 orang sekaligus. Heechul sedang menghampiri Yunho. Yoochun nampak kesulitan berkelahi dan menjaga Junsu yang kini duduk gemetar tak jauh dari suaminya. Berkelahi memang tak pernah menjadi bidang favorit seorang Park Junsu. Doo Joon dan beberapa bodyguard keluarga Jung menangani sisanya. Akhirnya Changmin berlari ke arah Junsu membantu Yoochun melindunginya. Satu jam kemudian bala bantuan dan aparat kepolisian datang. Semua orang yang datang bersama Seung Hyung berhasil dilumpuhkan.
Yunho berlari memeriksa kolam renang, Yoochun memberitahunya bahwa Junsu mengatakan istrinya pergi kesana. Namun Yunho tak menemukan istrinya, hanya Eunhyuk yang tak sadarkan diri. Yunho cepat mengambil Hp, mengotak-atiknya sebentar sebelum menempelkan ke telinganya.
"Dimana?"
"..."
"Istriku?"
"..."
"Lakukan apapun untuk menyelamatkan isrtri dan anakku. Aku akan kesana"
.
.
"Aku tahu pasti kau akan menyelamatkanku" kata Yuri sambil membelai pipi Hongki dan mengecupnya pelan.
"Tentu saja karena aku mencintaimu" jawab Hongki sambil tersenyum.
Saat ini keduanya sedang berada di sebuah kapal pribadi milik Hongki.
"Ini pantas dirayakan"
Hongki melepas pelukannya di tubuh Yuri. Hongki berjalan ke atas meja. Memutar piringan hitam. Instrument Serenade mengalun lembut bersimfoni dengan suara ombak. Hongki mengambil botol wine dan menuangkannya kedalam gelas.
"Ayo kita berdansa" ajak Hongki sambil meneguk wine. Hongki meletakan gelas itu kembali ke meja dan berjalan menghampiri Yuri. Yuri tersenyum menjawab ajakan Hongki. Yuri mengalungkan tangannya dileher suaminya dan Hongki memeluk pinggul istrinya. Hongki mencium mesra bibir Yuri membagi wine yang masih ditahannya didalam mulutnya. Keduanya hanyut dalam ciuman intens dan tubuh yang bergerak pelan mengikuti alunan instrument.
Namun tiba-tiba Yuri merasakan hal aneh terjadi pada tubuhnya. Tubuhnya gemetar, jantungnya berdetak sangat keras, system pernafasannya mendadak tak dapat berfungsi dengan baik, membuatya susah bernafas.
Yuri mendorong tubuh Hongki, menatapnya nyalang.
"Apa yang kau lakukan?"
"Kita sudah menikah Yuri, kita berjanji akan selalu bersama saat hidup dan mati. Kau lah yang mengatakan hal itu padaku setiap kali."
"Kau tahu aku berbohong!"
"Aku sudah berjanji kepada Yunho, aku akan membunuhmu bila sampai kau mencelakai istrinya. Harusnya kau bahagia Yeobo, aku dengan suka rela menemanimu."
"Kau bilang kau sangat mencintaiku tapi kau lakukan ini padaku"
"Ya aku sangat mencintaimu, karena itulah aku lebih rela kau kubunuh dengan tanganku sendiri. Bila sampai Yunho yang membunuhmu, tubuhmu tak akan utuh dan mayatmu tak dapat dikebumikan dengan layak"
"Kau gila! Berikan penawarnya padaku"
"Tidak ada penawar karena aku tak meminta saat membelinya"
Mata Yuri melebar mendengar pengakuan Hongki. Tubuhnya ambruk, tangannya memegang dadanya yang sangat sakit.
"Hongki..." matanya menatap tajam ke arah Hongki penuh kebencian.
Uhukhuk!
Darah menyembur dari mulut Yuri, tubuhnya kejang sesaat sebelum akhirnya meregang nyawa dengan mata terbuka. Tubuh Hongki menyusul ambruk tak lama kemudian, berbeda dengan ekspresi Yuri. Hongki tersenyum. Darah mengalir disudut bibirnya. Matanya menatap langit yang saat itu sedang penuh bintang. Suaranya berbisik mengucapkan permohonan terakhirnya sebelum menutup mata dengan damai menjemput kematian.
"Yunho, Joongie, Jaejoong. Be happy and thank you"
.
.
Kyuhyun menatap gemerlap lampu kota Seol di tengah malam. Dari atas atap hotel lampu-lampu itu menjelma menjadi pemandangan yang indah. Kyuhyun sudah mengingat semuanya. Saat dia terbangun Changmin adalah orang yang pertama kali dilihatnya, Changmin selalu menemaninya saat dirumah sakit, menemaninya saat terapi. Namja yang mengaku suaminya itu dengan sabar menggendongnya kemanapun saat kakinya tak berfungsi seperti seharusnya. Setelah kesembuhannya, Changmin tak merubah sikapnya. Memperlakukannya dengan lembut murni karena cinta. Umma Changmin juga sangat menyayanginya. Dalam hidup Kyuhyun, saat dia hilang ingatan adalah hari-hari yang paling membahagiakan. Sebagai penerus keluarga Cho, dirinya sudah dididik keras oleh sang Appa sejak kecil. Sang Umma lebih dekat dengan Kibum. Kyuhyun sudah lupa kapan terakhir kali dirinya dimanjakan oleh orang tuanya.
"Kyu, dengarkan aku..." bisik Changmin yang duduk di samping Kyuhyun. Wajahnya penuh memar dan cakaran. Bajunya terkoyak tak berbentuk. Pemandangan yang dapat membuat seorang Choi Kibum tersenyum puas. Ulah Kyuhyun yang mengamuk satu jam yang lalu.
"Mianhae My Kyu, aku memang memanfaatkan ingatanmu yang hilang dan ehem, merebut kevirginanmu tapi aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu. Aku sudah menggilaimu sejak melihatmu di kejuaraan nasinal waktu itu. Aku begitu ingin memilikimu jadi aku melakukan semua ini. Aku menganggap pernikahan ini bukan main-main Kyu aku..."
"Shim Changmin. Kau harus mempertanggung jawabkannya"
"Ne aku akan tanggung jawab. Apapun hukumannya asal itu tidak berpisah darimu"
"Kita tak akan berpisah. Aku tidak mau membesarkan anak kita sendirian"
"Ne,eh...anak?"
"Tadi siang aku ke dokter kandungan. Katanya aku hamil 2 bulan"
"Jinja?"
"Ne"
"My Kyu Gumawo!" teriak Changmin bahagia sambil menerjang Kyuhyun dalam pelukannya.
"Yak tiang listrik, jangan peluk-peluk. Sesak!"
"Oh ya, tadi kau ikut berkelahi...aigoo itu sangat baik untuk kehamilanmu. My Kyu lain kali kau tak boleh mengulanginya."
.
.
Yunho berdiri terdiam didepan ruang operasi. Luka tembak didadanya tak tersentuh pengobatan sama sekali. Kemeja putih dan jas abu yang dipakainya penuh noda darahnya. Tangannya menggenggam erat. Bibirnya tanpa henti memanggil nama istrinya.
"Jaejoong...Joongie"
"Yunho, biarkan Minho melihat lukamu. Jaejoong akan bersedih dan Joongie akan histeris bila melihat keadaanmu." Kata Heechul berusaha membujuk .
"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum mengetahui bahwa istri dan anak-anakku selamat"
"Mereka tidak akan meninggalkan kita"
"Umma tahu bahwa tanpa mereka hidupku akan kosong. Aku tak bisa mempertahan kewarasanku."
"Ne, Umma tahu" membayangkan Yunho sebelum kedatangan Joongie dan Jaejoong, itu adalah mimpi buruk yang tak ingin dilihatnya lagi. Heechul membelai pipi Yunho pelan, penuh kasih dari seorang Umma ke putranya
"Tapi kau juga harus hidup untuk bersama mereka. Biarkan Minho melihat lukamu, setelah itu Umma tak akan melarangmu untuk berada di sini."
Yunho memandang Ummanya sesaat sebelum mengangguk pelan. Yunho mengikuti Minho yang membimbingnya ke sebuah ruangan. Membiarkan Minho melihat lukanya dan mengangkat peluru ang masi bersarang di dada kanannya.
Didepan ruang operasi masih menunggu Heechul yang mencoba untuk tenang. Hankyung memeluknya dari sambil.
"Percayalah mereka akan baik-baik saja" bisik Hankyung menenangkan istrinya.
Hankyung menoleh ke arah Jiyong yang duduk tak jauh dari keduanya. Jiyong terlihat membuka matanya tanpa berkedip seolah melihat sesuatu. Dan Jiyong memang sedang melihat sebuah kilasan kejadian yang selalu terjadi dimasa datang. Jiyong melihat sebuah adegan yang membuat bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Jiyong melihat dua Jung kecil berlarian di tepi pantai. Keduanya berlari dengan keceriaan khas anak kecil. Membawa tubuh montok dengan kaki mungil mereka.
"Ppa" salah satu mereka merangkul kaki Yunho. Dengan sigap Yunho menariknya dalam gendongan dan membawanya keatas mengajaknya berputar mengundang tawa histeris khas anak kecil yang menggemaskan.
"Mma" dan yang satunya merangkul namja cantik bermata doe yang sudah merentangkan tanganya dengan senyum cerianya. Namja cantik itu membawa anak versi mini dari suaminya itu kedalam gendongan. Mencium leher anaknya, menghirup kuat wangi khas bayi membuat anak dalam gendongannya tertawa geli.
Namja cantik itu menatap wajah suaminya yang melihatnya penuh kekaguman.
"Jiyong ssi" sebuah teguran dari Hankyung membuyarkan adegan yang berlangsung didepannya.
Jiyong menatap Hankyung dan Heechul bergantian sebelum tersenyum lembut.
"Berbahagialah, mereka tak akan meninggalkan kita"
TBC
Anyeong, Chapter 14 akhirnya selesai. Mian bila klimaksnya tidak memuaskan. Ternyata sangat susah menulis imajinasi yang sudah terbayang dan hasilnya malah hancur begini. Terima kasih buat semua readers, yang kasih review dan semangat, buat yang fav dan follow cerita ini. Tinggal satu chapter lagi dan ff ini akan tamat.
Tetep ditunggu review nya
Gamsahamida
Yeye Kyunie
