The Darkest Side of His Love
Chapter 15
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance & Drama
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu,Hanchul, Sibum,Hyukhae and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Heechul tak dapat menahan tangis bahagianya saat dua orang suster membawa dua baby mungil dengan balutan selimut biru dalam masing-masing gendongannya mereka. Yang satu menangis keras seolah tidak ingin berpisah dengan rahim nyaman Ummanya sementara yang satu tertidur tenang dan lelap.
"Selamat Tuan dan Nyonya Jung, kedua cucu Anda lahir dengan selamat"
"Bagaimana dengan Ummanya?" tanya Hankyung cepat
"Dokter Onew masih menanganinya."
"Permisi, kami harus memasukan mereka ke dalam incubator"
"Ne. Gamsahamida"
Setelah kepergian mereka, Heechul dan Hankyung kembali menatap pintu ruang operasi berharap Onew membawa kabar baik. Satu jam kemudian ruang operasi terbuka, Onew keluar mendatangi keduanya.
"Bagaimana keadaannya?"
"Masa kritisnya sudah lewat. Walaupun begitu aku tak bisa memastikan kapan dia akan sadar."
"Ne, kami mengerti."
Heechul terduduk di kursi tunggu. Kelegaan membuat tubuhnya mendadak lemas. Begitu banyak yang terjadi pada hari ini. Namun hal yang sangat membuat hatinya begitu sesak dan marah adalah ketika Minho menceritakan apa yang dilakukan Yuri pada menantunya.
"Hyung, apakah sudah ada kabar tentang Yurri?"
"Orangku menemukannya tewas di kapal pribadi Hongki."
"Hongki, lalu dimana dia sekarang?"
"Dia meninggal bersamanya"
Air mata Heechul kembali jatuh saat mendengar kabar itu. Hongki yang pernah menghabiskan masa remaja di kediaman Jung dan Heechul sudah menganggapnya sebagai putranya.
.
.
Yunho tak pernah meninggalkan rumah sakit sejak hari itu, seluruh harinya selama seminggu dihabiskannya di kamar rawat istrinya yang belum sadarkan diri atau menemani kedua putranya di ruang inkubator. Perhatian Yunho terlalu fokus dengan keadaan istri dan anaknya tanpa memikirkan dirinya sendiri. Heechul lah yang selalu mendampingi Yunho, membawakan baju ganti ke rumah sakit, mengingatkan untuk makan, dan tak pernah berhenti memberikan semangat dan keyakinan bahwa Jaejoong dan Joongie akan baik-baik saja. Hankyung yang mengetahui bahwa putranya tak akan pernah hidup normal tanpa kehadiran istrinya memutuskan untuk mengambil alih perusahaan sementara. Bersama beberapa asisten kepercayaan Yunho berusaha mencover keabsenan putranya di perusahaan.
Seperti malam sebelumnya, Heechull menngunjungi menantunya dan membawakan makan malam untuk Yunho. Heechull mengajak Yunho ke kantin rumah sakit dan membujuknya memakan makanan yang dibawanya.
"Aku takut" kata Yunho setelah menghabiskan makanannya.
"Waeyo?"
"Aku takut kehilangan Jaejoong atau Joongie. Terlebih lagi keduannya. Dikehidupan dulu yang ku ingat mereka adalah suatu kesatuan. Memiliki sifat lembut, baik hati dan polos namun bisa berubah dingin terhadap orang yang tak disukainya. Di kehidupan ini dia terpecah menjadi dua pribadi. Joongie dan Jaejoong. Walaupun mereka satu tubuh namun mereka berbeda. Mereka tak mengingat tentang kehidupan mereka sebelumnya sepertiku. Yang mereka tahu mereka mencintaiku tanpa syarat. Bagiku mereka berdua adalah penjaga keseimbangan hidupku. Bukanya aku tak mencintai Umma, Appa atau kedua putraku. Mereka adalah hatiku Umma, dan manusia tak akan hidup sempurna tanpa hati di dalam dirinya"
"Jaejoong ataupun Joongie tidak akan pergi. Mereka terlalu mencintaimu dan kedua putramu untuk meninggalkan kita"
Heechul meyakinkan Yunho dan menggenggam tangan putranya. Sebelum pulang, Heechul mengantar Yunho ke ruang rawat menantunya.
Yunho membersihkan diri sebelum menyusul istrinya merebahkan tubuhnya di ranjang rumah sakit. Yunho meraba kening, hidung, bibir merah cerry istrinya, memberikan kecupan pelan. Yunho menggengam tangan kanan istrinya, menimbulkan bunyi dua cincin yang bersentuhan di jari mereka.
"Cepatlah bangun, saranghae" bisiknya pelan sebelum menutup mata dan tertidur. Tanpa diketahui oleh Yunho, jari lentik istrinya sedang bergerak pelan.
.
.
Wajah Yunho yang sedang tertidur adalah hal pertama yang Jaejoong lihat saat membuka mata. Perlahan Jaejoong menggerakkan tangannya, menyentuh wajah suaminya. Sentuhan itu membuat Yunho terbangun. Mata Doe dan musang bertemu. Keduanya saling menatap hangat penuh cinta. Bibir mereka kemudian bertemu dalam ciuman lembut.
"Gumawo, sudah kembali padaku" bisik Yunho.
"Aku sudah berjanji"
"Joongie…?" tanya Yunho, tersirat rasa cemas di nada suaranya.
"Dia masih terlalu lemah untuk menyapamu."
Jawaban Jaejoong membuat Yunho tersenyum, tak ada salah satu dari kedua belahan hatinya yang pergi meninggalkannya.
"Bagaimana kabar jagoan kecil kita?"
"Mereka di ruang incubator, mereka sempurna. Hanya saja tubuh mereka masih belum bisa menyesuaikan suhu badan dan pernafasan mereka"
"Aku ingin melihat mereka, jebal"
"Ne, setelah Onew memeriksamu"
Yunho memanggil Onew untuk memastikan keadaan istrinya membaik. Setelah itu Yunho menggendong Jaejoong ala bride style, membawa istrinya menemui kedua putra mereka. Onew mendampingi mereka membantunya membawakan kantong infus.
Dalam gendongan suaminya, Jaejoong memandangi dua baby mungil didalam incubator dengan kekaguman. Tangannya menyentuh kaca pembatas ruang, sudah tidak sabar untuk menyentuh mereka. Air mata kebahagian mengalir pelan dipipi pucatnya. Bersyukur dapat membawa kedua buah hati mereka lahir melengkapi keluarga mereka.
"Siapa nama mereka?" tanya Jaejoong tanpa melepas pandangannya dari kedua makhluk mungil itu.
"Jung Yunjin dan Kim Young Jae"
Ketiganya sudah sepakat untuk menamai kedua putranya dengan marga berbeda. Jung Yunjin akan menjadi penerus keluarga Jung dimasa depan dan Kim Young Jae akan meneruskan garis keturunan keluarga Kim.
"Yunjin..Young Jae" bisik Jaejoong memanggil nama putra mereka.
Jaejoong mamandangi wajah putranya tanpa bosan dan Yunho dengan sabar menggendongnya. Sesekali mengecup puncak kepala Jaejoong dengan sayang.
.
.
"Wuah bener-bener hasil persilangan Yunho dan Jaejoong" kata Yoochun takjub melihat baby yang kini dalam gendongannya. Jung Yunjin mewarisi wajah dan mata musang Yunho, rambut hitam dan kulit putih pucat sang Umma. Namun semua gerak-gerik dan sikapnya benar-benar mencerminkan seorang Jaejoong. Baby Yunjin lebih banyak diam hanya menangis bila popoknya basah atau lapar. Selebihnya dia hanya akan diam dan tersenyum sebentar bila ada yang menggodanya. Percayalah senyumannya benar-benar mematikan untuk ukuran seorang baby. Sangat menawan dan karismatik secara bersamaan.
"Kau benar Chunie. Kalau baby Young Jae lebih mirip Yunho dan Joongie" sahut Junsu yang menggendong baby Young Jae. Putra kedua Yunho itu memiliki wajah sang Appa, warna kulit dan mata doe dari Umma nya dengan rambut sedikit pirang. Sifatnya benar-benar duplikat Joongie. Paling keras saat menangis dan selalu tersenyum dan tertawa, mimik dan sorot matanya begitu polos membuat siapa yang melihatnya ingin menciumnya gemas.
Hari ini tepat dua bulan sejak kelahiran dua anggota baru keluarga Jung. Heechul sengaja mengadakan perayaan kecil di kediaman rumah mereka yang hanya dihadiri kerabat terdekat keluarga Jung dengan pengaman ketat.
Melihat betapa lucunya dua baby milik sahabatnya, mau tidak mau membuat Yoochun iri besar.
"Yeobo, kita kapan punya baby juga?"
Junsu memutar bola matanya bosan mendengar pertanyaan suaminya yang entah ke berapa kalinya.
"Sabar Chunie, apa kau tega padaku. Aku baru saja lulus Shinki High School. Biarkan aku menikmati bangku universitas. Setelah itu terserah mau bikin baby berapapun tidak masalah"
"Jinja?"
"Ne"
"kalau begitu aku mau 11"
"Mwo?! Aku memang menyukai sepak bola Chunie tapi aku tak mau mengandung 11 kali. Kecuali kau mau membantuku setengahnya"
"Itu tidak mungkin Suie, tubuhku terlalu maskulin untuk hamil"
Obrolan mereka terputus saat Baby Young Jae tiba-tiba menangis keras membuat keduanya panic.
"Suie, sini sepertinya Baby Jae lapar" Joongie menghampiri Junsu.
"Ne"
Joongie mengambil Baby Young Jae ke dalam gendongannya. Joongie menaikkan kaos yang dipakainya berniat menyusui baby Young Jae.
"Yak, Joongie jangan disini!" teriak Junsu menarik kaos Joongie kembali.
"Weyo Suie? Baby Jae sedang lapar. Joongie harus menyusuinya" tanya Joongie polos membuat Junsu ingin menepuk jidatnya keras. Tidak tahukah Joongie, bila apa yang dilakukannya itu dapat membuat suaminya celaka? Yunho yang terkenal sangat posesif itu tidak akan pernah membiarkan orang lain melihat tubuh istrinya kecuali uke dari kerabat terdekat.
"Tidak boleh disini Joongie, ke kamar Babies saja. Kajja"
Junsu menarik Joongie masuk ke dalam kamar Babies yang berada di lantai tiga kediaman Jung. Kamar babies yang penuh dengan pernak-pernik bergambar gajah dan beruang. Joongie duduk di sofa besar didekat box baby. Sofa yang sengaja disediakan saat menyusui kedua babies nya. Joongie menarik kaos yang dipakainya memperlihatkan nipple pink dari dadanya yang semakin sintal sejak mengandung. Baby Young Jae meraih nipple kesukaanya itu kedalam mulutnya dan menghisapnya rakus.
"Baby Jae benar-benar lapar eoh?"
"Joongie, Apakah tidak sakit dihisap seperti itu?"
"Sakitnya Cuma sebentar Suie, setelah itu akan terbiasa. Malah kalau tidak menyusui sehari saja akan sakit Suie, kadang Yunnie juga membantu Joongie menghisapnya"
"Yak, jangan bicara seperti itu!" wajah Junsu sudah memerah hebat gara-gara perkataan Joongie sedangkan si pelaku hanya menatap Junsu bingung sambil memiringkan kepalanya.
.
.
"Hyung!" Changmin menghampiri Siwon yang sedang menggendong Baby Suho.
Siwon menggeleng pelan melihat tumpukan makanan dipiring Changmin. Memang bukan pertama kali nya Siwon melihat porsi makanan Changmin, tapi tetap saja Siwon tidak tahan untuk menggelengkan kepala.
"Tumben Hyung datang biasanya lebih memilih dirumah bersama keluarga"
"Yunho ssi memintaku datang. Ada proyek besar yang ingin dibicarakannya"
"Proyek?"
"Ne, Seperti yang kita tahu Jung Center baru membangun satu sekolah setingkat High School dan Yunho ssi ingin membangun sekolah mulai dari PG( Play Group) sampai Junior School meneruskan rencana awalnya."
"Haah, itu Cuma akal-akalan Yunho Hyung. Dia hanya terlalu posesif untuk membiarkan anaknya bersekolah di sekolah umum makanya dia membangun sekolah untuk mereka. Demi istri keduaku (makanan) Yunjin dan Young Jae baru berumur 2 bulan."
Siwon hanya tersenyum menanggapi komentar Changmin.
"Pa, mma Unnie ana? (Appa Umma dan Kyunie mana)" tanya Baby Suho sambil menepuk pipi Appnya pelan dengan tangan mungilnya.
" Umma dan Kyunie sedang keluar sebentar. Baby Lapar"
Baby Suho mengangguk pelan. Dengan sigap Siwon mengambil botol susu yang berada di tas perlengkapan baby yang dibawanya. Mata Baby Suho berbinar menerima botol susu itu.
"Kau benar-benar Super Dady Hyung. Dua baby dapat kau tangani sendirian"
"Kau nanti juga akan terbiasa Minie ah. Bagaimana kandungan Kyunie?"
"Hm sangat sehat. Tinggal 5 bulan lagi dan Changkyu mini akan lahir. Kyunie juga tidak menngidam parah seperti Si Umma Gajah. Malah aku yang mengidam"
"Jinja?"
"Nafsu makanku dua kali lipat dari biasanya. baru saja aku menghabiskan 4 porsi spageti dan sekarang sudah ingin tambah lagi"
Siwon memutar bola matanya saat mendengarnya, itu bukan mengidam namanya. Setiap harikan memang porsi makannya segitu.
"Hey baby Suho"
Changmin mendekatkan wajahnya ke anak Sibum itu agar wajah keduanya sejajar.
"Sebentar lagi My Kyu punya baby sendiri, kau tak bisa memonopolinya lagi" ingat Changmin tidak lupa dengan senyuman evilnya. Seolah mengerti apa yang dibicarakan Changmin, baby Suho marah tidak terima.
"Dwe!" teriak Baby Suho sambil melempar botol minuman ditangannya tepat di kepala Changmin. Duagh!
"Awkh! Hyung anakmu" jerit Changmin kesakitan.
.
.
Baby Yunjin sudah berpindah tangan di tangan sang Halmonie. Heechul sedang memamerkan cucu pertamanya kepada Hyorin, Umma Changmin. Mereka berdua adalah rekanan dalam bisnis fashion. Dengan sedikit lelucon Heechul menggoda Yunjin, sedetik kemudian Yunjin mengeluarkan senyuman mautnya membuat Hyorin histeris.
"Kyaa, Chuliie bagaimana mungkin seorang baby melakukan itu?" kata Hyorin tidak terima.
"Karena dia cucuku" jawabnya asal.
"Baby dari anakku pasti tak akan kalah nanti lihat saja"sahut Hyorin
"Anakmu sudah menikah, kapan?"
"Ne, sudah mau satu tahun"
"Keterlaluan sekali kau tidak mengundangku"
"Sebenarnya..."
Hyorin membisikkan apa yang dilakukan Changmin kepada istrinya untuk menjeratnya dalam pernikahan.
"Mwo?! Mana boleh begitu Aish anakmu itu benar-benar. " teriak Heechul kaget
"Aku tidak peduli Chullie, yang penting aku punya menantu dan akan menimang cucu. Lagi pula Kyunie sangat manis begitu juga dengan Minie. Aku penasaran kira-kira bayi apa yang dihasilkan keduanya"
Ucapan Hyorin membuat Heechul sweatdrop. Kini Heechul tahu darimana sifat Changmin berasal.
Tak lama kemudian Baby Yunjin bergerak gelisah dan akhirnya menangis. Yunho yang berada di belakang Heechull memintanya untuk dibawa ke Joongie. Baby Yunjin memang jarang menangis namun bila sudah menangis hanya sang Umma lah yang mampu menenangkannya.
Yunho mendekati Joongie yang baru saja selesai menyusui Baby Young Jae.
"Baby Yunjin juga lapar?"
"Ne"
Joongie meletakkan Baby Young Jae di atas sofa dan meraih Baby Yunjin yang menangis. Seperti Baby Young Jae, sekarang tangis nya reda begitu mendapat nipple sang Umma. Yunho tersenyum lembut melihat pemandangan Umma dan Aegya didepannya. Diraihnya baby Young Jae dalam gendongannya dan duduk di samping Joongie. Baby Young Jae menyusupkan kepalanya di dada Yunho dan mulai terlelap. Tak mau kalah, Joongie ikut meyandarkan kepalanya di pundak Yunho.
"Yunnie, Joongie bobo disini ne. Joongie capek"
"Ne" jawab Yunho yang sedang mengusap kepala istrinya
Yunho melirik Yunjin yang masih semangat menyusu. Yunho menutup matanya sejenak merasakan kebahagiaan yang kini mengaliri setiap darah.
.
.
"Yunjin jangan jauh-jauh!" teriak Jaejoong kepada Yunjin yang nampak semangat berlari diatas pasir. Yunjin yang berusia tiga tahun itu memiliki hoby mengeksplorasi semua tempat semenjak lancar berjalan. Apalagi inilah pertama kali dirinya menginjakkan kaki di pasir pantai dan menemukan itu sangat menarik. Kaki mungilnya yang memakai sepatu bergambar beruang itu berlari mengejar ombak dan berlari menghindar saat ombak datang. Tawanya akan semakin histeris bila tanpa sengaja terjauh, kemudian berdiri pelan tanpa menangis.
Young Jae yang berada di dalam gendongan Jaejoong memberontak ingin turun mengikuti Yunjin.
"Mom, Jae mau icut Yun" rengeknya. Kedua putranya secara ajaib memang dapat membedakan dirinya dan Joongie sejak mereka dapat berbicara pertama kali. Kedua anaknya memanggilnya Mommy dan memanggil Joongie dengan Umma.
"Tapi hati-hati ne" ingat Jaejoong.
"Ne, Mom"
Jaejoong menurunkan Young Jae. Putra keduanya itu dengan cepat membawa tubuhnya yang kebesaran untuk ukuran kaki kecilnya mendekati Yunjin. Mereka berdua berlarian dengan asyik diantara pasir dan ombak kecil yang kadang mengenai sepatu mereka.
"Jae, sudah waktunya kita pulang" tegur Yunho mendekati istrinya.
"Sepertinya agak susah mengajak mereka pulang Yunnie, mereka sedang asyik bermain"
"Kau benar"
Yunho meraih tangan istrinya. Mengenggamnya lembut tanpa melepas pengawasannya terhadap kedua putra mereka.
Tak lama kemudian kedua putranya berlari menghampiri mereka. Young Jae berlari ke arah Yunho.
"Ppa" Young Jae memeluk kaki Yunho begitu sampai. Dengan sigap Yunho meraihnya ke atas dan mengajaknya berputar membuat Young Jae tertawa senang.
"Umma" Yunjin memeluk Joongie yang baru berganti posisi dengan Jaejoong. Joongie membalas pelukan Yunjin dan menghirup kuat wangi khas bayi membuat Yunjin tertawa geli.
Joongie dan Yunho membawa putra mereka dalam masing-masing gendongan. Sambil bergandengan tangan mereka beranjak meninggalkan pantai.
"Saranghae" bisik Yunho di telinga istrinya pelan membuat Joongie merona.
"Nado.."jawab Joongie
"Saranghae" Jaejoong melanjutkan kalimat Joongie
END
Anyeong. Akhirnya cerita ini selesai ^.^ Terima kasih buanyak #banyaknya ber ton-ton# buat readers, yang kasih review dan semangat, yang fav dan follow sampai cerita ini berakhir. Karena dukungan kalian fic ini cepat selesai. Mian bila ada banyak kekurangan di fic ini karena ini adalah fic pertama author. Belum tahu akan menulis fic apa setelah ini, tapi menulis fic membuatku ketagihan ^^.
Walau chap terakhir tetep review ne
Gamsahamida
Yeye Kyunie
