Minna, maaf aku baru ngetik lagi soalnya capek habis wisuda perpisahan smp hehe, dan sekarang aku mau ngelanjutin fict ini, oiya thanks ya reviewnya. Maaf ya kalau banyak kekurangan dalam fict ku ini, maklum aja ini tahap pembelajaran buat aku hehe. Review yang banyak yaaa. Read this!
Lovely complex * Aya Nakahara
~Just For You * Me~
Chapter 2: Lucky Day
Tiba pada saatnya hari konser umibozu, Risa pun mengirimi otani sms untuk menunggunya di gang saja, dan otani pun menurutinya
"Otani" teriak risa dari jauh
Otani pun mencari cari arah datangnya suara
"eh koizumi sudah datang, lama sekali sih, ngapain dulu?" katanya dengan tampang bodohnya itu *plak
"oh tadi itu aku sedang menelfon ryoma, maaf sekali ya kau harus nunggu lama" katanya melas
"eh? Lalu ryoma bilang apa?, ini sih bukan lama lagi tapi lama banget"
"yaudah ya maap. dia bilang punya temen banyak, tapi dia sendiri nggak menikmati ada atau engganya teman, mungkin dia kangen sama teman temanya yang disini. Oh ya dia titip salam buat kau, katanya juga aku denganmu harus cepat cepat jadian. Maksudnya itu apa sih ya? Mana mau aku sama cowok pendek kaya gini" tampang tonggos sambil menunjuk si boncel
"eeeeeeeeeeeeeh aku juga tidak akan mau sama cewek raksasa kaya kamu" katanya meledek balik
"yaudah ayo kelamaan ngga usah berantem disini"
"ya amajon"
"tuh kan, ngajak ribut apa cil?"
"nggak, enggak aku Cuma ingin mengataimu hahaha" otani tertawa lepas dan risa pun ikut ikut ketawa, sebenarnya mereka berdua itu nggak jelas tapi bagi mereka mungkin itu menyenangkan
"Ohayo gozaimasu" kata otani dan risa berbarengan sambil memasuki kelas
"wah wah ada setan apa nih, kok tumben kalian akur?" kata nobu
"nggak ada apa apa sih, tapi dia bikin aku melupakan kesedihanku pada ryoma" kata risa manis
"yaudah kalian jadian aja" kata nobu enteng
"kamu saja sana, aku nggak mau pacaran sama cowok pendek kayak dia" kata risa
Otani pun tidak sengaja mendengar kata kata risa barusan
"apaan sih raksasa, jangan mentang mentang tubuhmu lebih tinggi dong, mentang mentang tubuhmu tinggi kau mengatai aku seenak jidatmu" kata otani menggerutu
(otani's pov)
"apaan sih raksasa, jangan mentang mentang tubuhmu lebih tinggi dong, mentang mentang tubuhmu tinggi kau mengatai aku seenak jidatmu" kataku menggerutu
Jelas saja aku marah, dia itu nggak mengerti perasaan orang ya, sangat nggak sensitive
"yaudah yaudah, nggak usah ngambek, nggak usah ngambek"
Pulang sekolah~
"atchan" kata seorang gadis mendekatiku
"otani, dia siapa?" kata koizumi penasaran
"anak tetangga yang sering membawa susu untuk ku" kataku memberitau
"oh" apa itu Cuma 'oh' ? apa dia benar benar nggak suka sama aku ya, saking pendeknya aku
"atchan, pulang yuk" kata gadis itu
"ah, namamu siapa?" kata koizumi
"mimi, kau?"
"risa"
"atchan, ayo pulang" katanya manja
"apaan sih mimi, aku tuh mau jalan jalan sama teman teman" kataku agak sedikit kesal
Apa apaan sih si mimi ini, memangnya aku siapanya. Mengganggu saja dia
"iiih atchan, mimi kan besok mau pindah" katanya lagi (tambah manja)
"ih lepaskan, memangnya pindah kemana sih, memangnya harus banget pulang bareng kamu?" kataku dingin
koizumi pun menarik lengan mimi dan membisikinya sesuatu, tapi suara mereka besar sih, jadi aku tahu apa yang dibicarakan
"mi, kau suka sama otani ya?"
"iya sangat suka"
"masa?"
"iya beneran"
"semangat ya?"
"oke"
Apaan sih koizumi itu smangat semangat, memangnya mau ngapain sih!
"nanti malem, mimi mau berangkat, mimi mau pindah ke luar negri, mau kerja disana sekalian sekolah, nanti kalo mimi udah lulus, mimi usahain main kesini" kata mimi
"nggak usah kesini lagi juga nggak apa apa" kataku kejam
"otani, jangan begitu" kata koizumi
"yasudah, iya maaf" kataku sedikit terpaksa
"yaudah sana pulang" kata koizumi lembut
"kok ngusir sih? Tadi kan katanya mau makan siang bareng?" kataku
"nggak jadi, besok aja" kata koizumi
"yaudah, duluan ya, dah"
(author's pov)
"Risa, aku menyukaimu sejak pertama melihatmu aku suka" kata cowok itu
"maaf tapi aku tidak suka, maaf sekali ya"
"tapi aku sangat suka denganmu, kumohon jadilah pacarku"
"aku tidak bisa"
"kau harus jadi pacarku risa apapun yang terjadi"
"sudah aku bilangkan, aku tidak bisa" kataku
"hei kau, kalau dia tidak mau ya jangan dipaksa" katanya membelaku
Dia itu ya, kecil tapi berjiwa besar
"pak polisi, disini ada rampok paaak" teriak otani
Dan laki laki yang memaksaku untuk jadi pacar pun lari karena takut denga tipuan si kecil ini
"otani, terimakasih ya, kau sangat baik" kata risa mengigau
"iya aku tau aku memang baik" kata otani tanpa sadar bahwa risa sebenarnya mengigau
Tiba tiba
"tidaaaaaaaaaaaaaaaak, hancurkan gori" teriak risa tiba tiba sambil membuka matanya terkaget kaget (mengigau)
Satu kelas pun melihatnya mengigau, LAGI?!
"heuh heuh, kau lagi, mengigau disaat ulangan harian seperti ini, yasudah berarti kau harus ikut remedial" kata gori
"kok begitu, kan guru belum memeriksa hasil ulanganku, mana bisa bilang gitu!" kata risa manyun
"udah, remed mah remed aja" *kenapa jadi sunda gini ya* kata otani
"apaan sih kau boncel, ikut ikut aja"
"ih si RAKSASA ini"
"heh diam all hansin kyojin, yasudah, kumpulkan sini hasil kerjamu" kata gori
"baik baik" kata risa
Gori yang sejak tadi memeriksa hasil kerja risa pun tidak berhenti hentinya membulak balik kertas
"kenapa sih, gori?" kata risa heran
"kok nilaimu 100 ya, jelas saja aku heran" kata gori
"waaaaaat jaaaaaaa, jelas saja, aku itu kan anak pintar, tidak seperti si kecil ini" kata risa dengan hebohnya
"apaan sih, nggak usah bawa bawa aku, kamu mah kamu aja" kata otani
"kau nyontek ya?" kata gori menuduh
"enggak gori, itu hasil belajarku semalam penuh tahu" kata risa mempertegas
"baiklah sekarang aku percaya" kata gori terpaksa
"aku nggak jadi remedial kan?" kata risa menggoda
"enggak" kata gori
"yeeeee" teriak risa memecah keheningan kelas
"heh diam, raksasa, ini sedang ulangan" kata otani geram
"iya kecil, aku diam deh" kata risa melas
"Otani, pulang yuk" kata risa
"wuiiih, ada angin apa nih ngajak aku pulang bareng?" kata otani heran
"heh kecil, memangnya tidak boleh mengajakmu pulang bareng?" kata risa sebal
"ya boleh boleh aja sih, tapi nggak usah terpesona gitu ngeliatin aku nya" kata otani dengan tampang devil kegeeranya itu
"Apa? Jangan Geer. Aku tidak tertarik dengan anak kecil!" kata risa dengan muka nenek neneknya *ditampol risa
"Udah deh kalau ngefans tuh bilang aja" kata otani tambah menyebalkan
"iiiiiiih si mungil ini! Akan ku apakan kau, lihat saja" kata risa geram
"hi raksasa marah. Bercanda kok tante" kata otani
"aku bukan tanteeee, aku masih muda tahu, lihat nih wajahku masih kencang, juga masih imut" kata risa berlagak sok imut
"Merinding" kata otani
"huh, ayo pulang" kata risa sebal
"iiih nggak usah marah gitu juga kali, mukamu 100 kali lebih serem dari biasanya" kata otani meledek
"otani, aku haus" kata risa sedikit manja
"memangnya apa urusanya denganku, beli saja sendiri" kata otani jahat
"yasudah" kata risa sebal dan berlalu
Saat membeli minum
"hei, cewek kenalan dong" katanya genit
"ih apaan sih, lepaskan jangan sentuh aku" kata risa marah
"jangan gitu dong manis, kamu kan akan jadi milikku" kata preman preman itu tertawa lepas
"ih, jangan sentuh aku dibilangin. Lepaskan, aku tidak mau! Pergi sana!" kata risa marah besar
Namun risa tidak dapat berbuat apa apa karena kini ia di kerubungi preman preman cebol berotot, seketika, otani melihat risa yang sedang digodai preman preman cebol itu
"Hei, kalau berani jangan sama perempuan dong" teriak otani tegas
"hei cebol, sini kalau berani" tantang preman preman cebol itu
"heh nyadar diri dong, kalian lebih cebol dari pada aku. Memangnya kalian berani? Keluargaku ini kan polisi semua, kalian mau ku tangkap?" kata otani sedikit berbohong
"halah nggak usah bohong segala! Itu basi tau. Kalau berani sini maju" kata preman preman itu jengkel
Otani pun mengeluarkan jurus jurusnya setelah sekian lama tidak menggunakan kemampuan judonya itu. Para preman cebol itu pun lari ketakutan
"wah otani keren" kata risa dengan mata berbintang bintang
"apa? Bilang lagi bilang lagi" kata otani bersemangat
"otani keren, otani gilaaaa" kata risa berteriak terpesona
"oke, sekarang traktir aku makan" kata otani berkuasa
"huh apaan itu, nolongin orang tapi minta imbalan" kata risa menggerutu
"gajadi gajadi, pulang sendiri ah" kata otani berlalu sambil memancing risa
"ih bocil marah, kerumah ku saja yuk, ibuku masak enak loh hari ini, kau mau kan?" kata risa menawarkan
"tidak usah koizumi, aku tadi hanya bercanda hehe" kata otani tersenyum jelek
"antarkan aku pulang" kata risa lirih
"ahaha, kau takut pulang sendiri?" kata otani meledeknya
"mmm… mungkin begitu, tapi nanti kalau kau mengantarkanku pulang, besok aku traktir monja sepuasmu deh" kata risa membujuk otani
"monja? Aaaaah mau, oke aku antarkan. Benar ya monja?" kata otani senang
Jelas saja mau mengantarkan, ditraktir monja sih, dasar si bocil ini batin risa dalam hati sambil tersenyum
"iya, ah otani juga suka monja?" kata risa
"iya suka sekali, rasanya lezat sih. Aku mau yang banyak ah besok" kata otani
"yaa sepuasmu" kata risa yang hanya tersenyum melihat kelakuan teman lawaknya itu
"asyiiiik, oh ya bagaimana dengan ryoma?" kata otani mengalihkan pembicaraan
"Ryoma ya?"
"heeh"
"aku tidak tahu, kabarnya sekarang, dia tidak pernah memberi kabar lagi, lagi pula ryoma itu termasuk tipe haruka loh" kata risa menjelaskan
"Haruka? Si cengeng itu?" tanya otani
'iya, memangnya kenapa?"
"berarti playboy dong?"
"sebenarnya sih iya, tapi bagaimana ya.. aku suka denganya bukan karena dia gampang memikat perempuan dengan ketampananya itu, tapi dia itu sangat baik dan tidak pernah memandang orang dari luarnya saja lho, tidak sepertimu yang melihat perempuan dari cantiknya" kata risa
"aku tidak sejahat itu tahu, aku tidak menilai orang dari luarnya kalau dilihat baik baik, ryoma itu mirip dengan haruka dan maity sensei loh" kata otani
"memang, mereka itu kan saudara" kata risa memberitahu
"oh ya?"
"heeh"
"udah sampai, koizumi, aku pulang ya"
"…"
Otani berbalik badan hendak ingin pulang, tiba tiba
"Hei, tunggu…"
otani kembali berbalik, "Apa lagi? Aku tidak mau mengantarmu sampai kamar."
"jangan geer kecil! Aku Cuma mau bilang terima kasih sudah mau mengantarku pulang, monjayaki nya besok ya" kata risa menghela nafas
"Baiklah raksasa, aku pulang." otani tersenyum bangga.
"Jaga dirimu, preman tadi itu anaknya nenek hantu lho. Nenek hantu itu hobi mendatangi kamar yang berantakan…" lanjut otani. Kini wajah tersenyum itu berubah pucat dalam sedetik.
"Dasar ka..kau! aku tidak akan didatangi nenek hantu tahu kecil"
Otani berlari kecil sambil terkikik pelan, tetapi kikikannya berhenti ketika Risa meneriakinya dari belakang.
"Jangan lupa cuci kaki dan tanganmu! Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur! Dan jangan lupa—"
"BERISIK! Aku bukan anak kecil!" kata otani
"tapi tubuhmu kecil lho" kata risa tertawa
"diam kau raksasa, aku pulang ya, dagh"
BERSAMBUNG
gimana seru nggak? Enggak ya? Maaf deh. tapi mudah mudahan kalian terhibur ya dengan fic nggak jelasku barusan hehe. See you soon. Tunggu chapter berikutnya ya.. jangan lupa reviewnya
