The Maling`s Action

By:Hikary_Cresenti_Ravenia


Disclaimer : Bleach sudah pasti punya Tite Kubo

Rated :K+

Warning :OOC,Gajeness,Typo(s),Bahasa gado-gado(?),dan sebagainya

Genre :Humor!

Enjoy My fic!


Setelah berhasil mencuri yellow baby aka Banana-chan dari kebun Renji, kini maling kita sibuk membaca novel(Lah, masa maling baca novel?). Hingga tiba-tiba saat tegang-tegangnya membaca

Tit... Tit... Tit... DUAR! BLAR!

Lantas maling kita ini langsung melompat dari tempat duduknya, dan karena kehilangan keseimbangan, ia harus rela menghantam dinginnya lantai.

"Ittai.. " gerutu maling kita, Kaitou Hisagi sambil meringis, karena jidatnya benjol akibat menghantam lantai

Lalu ia mengambil Hpnya,

"Haduh... maunya nih ringtone gw tuker aja deh," kata Hisagi sweatdrop. Lalu dengan cekatan ia membuka password di hpnya dan kembali cengo saat melihat pesan masuk

"Lah.. Byakuya lagi? Nggak puas juga nih mahluk makan pisang?!"
gerutu Hisagi

From : Byakuya Sialan

Kaitou-san, aku mau minta tolong nih. Tolong cariin kelinci aku, warnanya putih kayak salju, namanya Chappy. Makasih

"Lah.. nih Byakuya bego ngapain lagi sih!" kata Hisagi mencak-mencak di ruangannya. Kazeshini yang lagi nonton berita sambil minum kopi jahe, hanya geleng-geleng dengan ketidak warasan majikannya ini.

"Lo kenapa Hisagi? Pagi-pagi udah mencak-mencak gitu. Ini suasana Tahun baru bro," kata Kazeshini lagi

"Tahun Baru sih tahun Baru, masa gw Kaitou Hisagi, pencuri Internasional ini harus mencari seeekor kelinci?" kata Hisagi keki

"Hah? Kelinci? Wahahahaha! Wah, hancur tuh, Reputasi! Sejak kapan lo jadi petugas pecinta hewan gitu?" kata Kazeshini ketawa ngakak

"Diam lo! Bakemono! " gerutu Hisagi

"Memangnya siapa yang nyuruh?" tanya Kazeshini

"Itu si Byakuya sialan itu!" kata Hisagi

"Bagusnya lo temuin dulu deh!" kata Kazeshini

"Iya juga, ya udah gw pergi dulu!" kata Hisagi langsung pergi

Kazeshini hanya menahan tawa, dengan request tak bermutu tersebut.

"Emang disini Poet Society?" kata Kazeshini sweatdrop

Hisagi telah sampai di kantor kepolisian, dengan santai ia masuk ke tempat itu tiba-tiba.

"Hisagi!"

"Renji? Ada apa?" tanya Hisagi

"Pisang gw ngilang,His. Ngilang," kata Renji sambil nangis gaje

"Sabar ya,Bon. Udah lo tanam aja lagi," kata Hisagi tanpa merasa bersalah

"Iya,His. Makasih sarannya," kata Renji yang(malah) berterimakasih itu

"Ya udah, gw ke ruangan Byakuya dulu deh," kata Hisagi lalu pergi

"Eh, ya. Hati-hati," kata Renji

Sekali lagi, tanpa mengucapkan salam, atau ngetuk pintu ia langsung masuk. Niatnya untuk memaki-maki Komandan itu langsung hilang saat melihat orang yang berada di ruangan itu.

"Loh.. kau.. "kata Hisagi kaget saat melihat seorang wanita berambut raven hitam pendek dengan model Bob, serta seorang wanita berambut putih panjang dengan memakai kimono

"Kau datang juga Kaitou," kata wanita berambut bob yang diketahui bernama Rukia Kuchiki, anak dari komandan Byakuya sialan itu.

"Jadi kau yang ngirim pesan ini?" tanya Hisagi

"Iya. Kata ayah kau serba bisa," kata Rukia lagi

'Sialan lo Kuya! Liat aja kalau ketemu tak sobek-sobek!' maki Hisagi dalam hati

"Ehem! Tapi maaf aku ini Legendari thief bukan Detektif," kata Hisagi penuh penekanan di ahir kalimat

"Bukannya sama saja, Ayolah ku mohon. Jika berhasil aku akan memberikan Saffire," kata Rukia lagi

"Eh.. serius?" tanya Hisagi yang kaget

"Serius dong," kata Rukia lagi

"Baiklah, jadi chappymu ini, dimana kau melihatnya terahir kali?" tanya Hisagi sok berwibawa karena akan mendapatkan batu tersebut(Dasar mata duitan-Dihajar Hisagi)

"Kemarin,aku melihatnya masih di kandang. Tapi pagi ini dia mengilang," kata Rukia lagi

"Hm.. baiklah. Ayo ke Kuchiki Mansion," kata Hisagi

"Iya."

Lalu mereka menuju ke Kuchiki Mansion

"Buset!" kata Hisagi cengo saat melihat ratusan bahkan ribuan kelinci di halaman belakang tersebut.

'Gimana cara gw nyari tuh kelinci sialan? Bukannya sama aja? Kalau Cuma kehilangan satu juga nggak ada masalah kan?' gumam Hisagi sambil bersweatdrop ria memandang ribuan mahluk putih berkeliaran kesana kemari bagaikan salju di musim dingin.

"Chappy itu warnanya putih kayak salju, matanya coklat. Lalu telinganya panjang," kata Rukia

'Bukannya semua kelinci telinganya panjang? Dan yang jadi masalah semuanya putih kan? Masa harus gw periksa satu-satu?' kata Hisagi lagi-lagi dalam hati

Tiba-tiba ada seekor kelinci putih dengan pita biru menghampiri mereka

"Ah, Yuki-chan," kata Rukia memeluk kelinci tersebut

'Hah.. mungkin setelah kasus ini gw nggak mau melihat kelinci dulu deh,' gumam Hisagi

Lalu dimulailah pencarian kelinci-kelinci tersebut.

'gila kenapa yang ini matanya warna hijau? Kenapa yang itu warna ungu? Lah yang ini warna kuning? Ini kelinci percobaan labor atau di kasih softlens sih?' gerutu Hisagi saat memperhatikan kelinci tersebut satu-satu

Tiba-tiba matanya menangkap sosok seekor kelinci yang mempunyai mata bewarna cokelat.

"Itu dia," kata Hisagi

Saat akan menangkap kelinci itu tiba-tiba kelinci itu berlari.

"Woi! Tunggu!"

Ahirnya terjadilah kejar-kejaran anatara Phantom thief kita dengan seekor kelinci.

'Sial! Kalau saja nggak tugas, udah gw tembak pake Kazeshini deh!' maki Hisagi keki sambil berusaha untuk menangkap kelinci yang malah melompat melewati batu sungai

"Eh.. Hwa!" Sukses Hisagi terjatuh ke kolam.

"Kuso!" maki Hisagi lalu kembali mengejar kelinci sialan tersebut.

"Hhh.. cukup! Kazeshini!" kata Hisagi menembak kazeshini versi pengait untuk menangkap kelinci tersebut. Tapi dengan lincah kelinci tersebut menghindar dari jangkar kaitan tersebut, sehingga Hisagi semakin emosi.

"Sial!Sial!Sial!" maki Hisagi sambil menembakkan Kazeshini gunnya secara membabi buta

Bisa di lihat banyak ukiran-ukiran indah dan menawan di pohon kesayangan sakura Byakuya, yang baru 8 tahun yang lalu ditanamnya.

"Gotcha!" sorak Hisagi saat ia berhasil menangkap kelinci tersebut dengan pokeball eh, maksudnya dengan Kazeshini gunnya hehehe.

Lalu ia segera menghampiri Kuchiki Rukia,dan memberikan kelinci tersebut.

"Hei!Kuchiki, ini rabbite-nya," kata Hisagi sambil menggotong kelinci tersebut dengan jaring yang nyolong entah dimana.

"Wah, makasih. Eh, kog ada ukirannya?" tanya Rukia bingung

"O.. anu.. itu.. etto.. maksudnya itu service tambahan hehehe," kata Hisagi menggaruk belakang kepalanya.

"O gitu... oya ayo ikut aku," kata Rukia lagi setelah memasukkan Chappy ke kandang.

'Yes! Ahirnya! Safir,bro! Saffir!" sorak Hisagi dalam hati

"Nih," kata Rukia menyerahkan sebuah bungkusan

'Hah? Gede banget? Wah... jadi nggak sabar!' Kata Hisagi antusias masih dalam hati. Seorang pencuri masih harus menjaga wibawanya.

Setelah menerima Saffir tersebut Hisagi segera pulang dengan sorak sorai gaje.

"Kaze!woi! Liat! Gue dapat batu Safir!" sorak Hisagi

"Hah? Nyolong dimana?" tanya Kazeshini bingung

"Ini dikasih bro!" kata Hisagi yang sudah berhappy-happy ria untuk membuka bungkusan tersebut.

"Hah? Masa?" kata Kazeshini nggak percaya

"Serius bro!" kata Hisagi yang sudah berkaca-kaca untuk membuka bungkusan tersebut

"Gimana kalau palsu?" tanya Kazeshini lagi

"Nggak mungkin deh!" kata Hisagi yang sudah membuka bagian atasnya

"Hm... nggak yakin gw kalau itu asli," kata Kazeshini lagi

"Hm.. kog berbulu ya?" kata Hisagi bingung

"Hah? Mungkin itu tempatnya," kata Kazeshini

"Hm.. iya juga, loh Adoh!" kata Hisagi meringis

"Lo kenapa lagi?" tanya Kazeshini

"Aduh.. bisa ngigit bro," kata Hisagi

"Hah? Maksud lo?" tanya Kazeshini makin bingung

'Baru denger gw ada batu yang bisa menggigit? Ah, mungkin ada trapnya tuh,' kata Kazeshini dalam hati

"Udah, lo buka aja langsung," kata Kazeshini

"Iya.. " kata Hisagi langsung membuka bungkusannya.

Dan ternyata isinya adalah

"Hwa!" sorak Hisagi shock

"Hwahahahaha!" sedang Kazeshini langsung ketawa ngakak,sampai guling-guling melihat isi bungkusan yang katanya safir itu

Penasaran? Isi bungkusan itu adalah seekor kelinci putih, dengan pita biru, yang bernama Saffir.

"Lah.. masa malah kelinci?!" kata Hisagi cengo

"Gw bilang juga apa?! Hahahaha," kata Kazeshini masih ketawa ngakak karena isi bungkusan tak jelas itu.

"Hadoh! Masa Phantom thief melihara kelinci sih?! Apa kata dunia ntar," gerutu Hisagi sambil mencak-mencak

"Udah ganti aja jadi Cute Thief hahahahaha!" kata Kazeshini makin ketawa ngakak

"Sialan lo, Kazeshini!" maki Hisagi keki

Sementara itu di Kuchiki Mansion

Byakuya baru saja pulang dari patrolinya,dan langsung ke taman untuk melihat pohonnya.

"Ada apa ini?!" kata Byakuya shock melihat banyak ukiran pada pohon sakura tercintanya itu. Dari atas hingga ke bawah terus dipandanginya.

"Maling sialan!" Maki Byakuya

"Tou-san ada apa?" tanya Rukia

"Ini gara-gara maling itu, lihat pohon kesayanganku jadi begini!" kata Byakuya mencak-mencak

"Wah! Keren! Dia berbakat ya,yah," kata Rukia saat melihat ukiran wajah byakuya di pohon tersebut. "Mirip dengan tou-san yah," kata Rukia lagi

Byakuya hanya menangis dalam hati meratapi nasib pohon sakura kesayangannya itu.

TBC

"Yay! saya balik lagi! dengan fic yang udah lama nganggur, Hehehe Makasih buat yang udah review and read. Mind to RnR again?"