The Maling`s Action
By:Hikary_Cresenti_Ravenia
Disclaimer : Bleach sudah pasti punya Tite Kubo
Rated :K+
Warning :OOC,Gajeness,Typo(s),Bahasa gado-gado(?),dan sebagainya
Genre :Humor!
Pagi yang cerah, burung-burung bersinar dan matahari berkicau. Eh, kebalik. Yang pastinya pagi yang indah dan-
"GYA! BAKA USAGI!" sorak seseorang dengan suara falles yang mengalahkan Iwan Falls(lah?)
Kazeshini yang lagi nonton itu hanya geleng-geleng dengan kelakuan majikan begonya yang selalu menyambut pagi dengan kata-kata puitis nan indah dan menohok hati itu.
"Ada apa lagi sih, Hisa- Bwahahaha!" Kazeshini langsung ketawa ngakak liat Hisagi yang main kejar-kejaran dengan kelinci bernama Saffire yang senang membawa pistolnya kesana kemari, sehingga membuat Hisagi repot nggak ketulungan.
"Woi! Kaze!Lo nolongin gue napa! Dari pada ketawa-ketawa gitu!" sorak Hisagi keki.
"Gommen, tapi gue bukan pengurus Usagi," ujar Kazeshini dengan nada cool yang membuat Hisagi ingin langsung mencicang partner begonya itu.
Setelah beberapa saat ahirnya Hisagi berhasil mendapatkan pistolnya itu.
Duar!Duar!Blar!
"Buset!" ujar Kazeshini yang segera melompat sejauh 1000 meter.
"Ah, ada pesan. Hah, napa dari si Byakuya odong ini lagi sih!" sorak Hisagi frustasi seraya mencak-mencak.
"Aneh ya, ada maling yang akrab dengan polisi," ujar Kazeshini lagi.
"Hm… Kaitou, ku tantang kau untuk mencuri permata Amethys yand dijaga oleh seorang polisi baru. Kalau bisa akan ku berikan batu berlian, Hie! Berlian!" sorak Hisagi lagi.
"Loe yakin?Ntar malah salah lagi," ujar Kazeshini lagi.
"Tenang aja, si Kuya itu kan orang Rich. Jadi tenang aja," ujar Hisagi lalu mulai bersiap-siap.
.
.
.
Malam hari 23. 00
Jangan tanya kenapa pencurian harus dilakukan malam-malam, krena kalau siang pasti kelihatan.
"Baiklah, good luck, gue tunggu di atas," ujar Kazeshini.
"Oke!"ujar Hisagi lalu tuirun dari helikopter dan mendarat di atap gedung kepolisian tersebut. Lalu bagaikan proffesional ia mulai menyelinap masuk ke dalam gedung tersebut. Setelah mengendap-endap dia sampai di depan pintu yang menyimpan harta karun tersebut.
Dengan santai ia membuka pintu itu dan-
"Sudah ku duga kau akan datang!Kaitou Hisagi!" ujar seorang pria botak yang mirip dengan biksu itu.
"Mau Yakiniku?Enak loh?" ujar Hisagi yang malah piknik di hadapan sang pria tersebut.
"Woi! Terlalu! Flare! Houzukimaru!" Sebuah pistol seperti Machine gun segera muncul di tangan pria tersebut.
"Aku Madarame Ikkaku, Kepolisian yang selalu berhasil menangkap maling!" ujar Ikkakku.
"Oh gitu, nggak pernah dengar tuh," ujar Hisagi cuek.
"Rasakan ini! Flare!" Ujar Ikkakku seraya menembakkan peluru dari machine gunnya yang bisa dibilang cepat.
"Buset!" ujar Hisagi yang menghindar dengan melompat dan menunduk dari serangan si pria tersebut. Lalu ia segera mengeluarkan Kazeshininya dan mulai menambak balik. Sehingga terjadilah saling tembak menembak di ruangan itu, membuat beberapa atau bahkan seluruh permukaan dinding langsung berhiaskan peluru dari kedua pihak. Adegan temabk menembak terus berlanjut hingga, tiba-tiba tembakan Hisagi meleset ke arah rak buku di ruangan itu.
"Hahaha, akulah pemenang- Duak!"
Ikkaku langsung tepar setelah terimpit oleh buku-buku yang jatuh akibat peluru nyasar Hisagi tersebut. Mungkin ini yang dinamakan Lucky shoot.
Sebagai maling yang baik(emang ada?), Hisagi pun membantu Ikkaku untuk keluar dari timbunan buku-buku tersebut.
"Kenapa kau membantuku?" tanya Ikkaku lagi.
"Mau bagaimana lagi, ntar kalau elo koid. Kan nggak ada lagi yang bisa gue ajak perang seru-seruan kayak gini," ujar Hisagi seraya menatap dinding yang telah bocor itu. Lalu ia melangkahkan kakinya dan mengambil permata Amethys tersebut.
"Baiklah, sampai jumpa lagi Ikkakku," ujar Hisagi dengan pose sok cool dan berjalan keluar lalu menghilang.
"Lain kali kau tidak akan lolos, Kaitou Hisagi!" ujar Ikkakku lagi.
.
.
.
Di luar
"Adoh… " Kepala Hisagi harus benjol karena dia keluar dari pintu yang salah alias Jendela. Memalukan memang, kalau maling jatuh dari jendela, tapi apa boleh buat. Ini bukan kemauan siapa-siapa juga. Lalu ia kembali menggunakan Kazeshini gunnya untuk memanjat ke atap.
"Gyahahahaha! Loe kanapa?!" tanya Kazeshini seraya ketawa ngakak melihat kepalah Hisagi yang benjol segede bola kasti itu.
"Kepleset dari jendela sialan," ujar Hisagi.
"Hadoh… nggak elit amat sih, masa Legendary thief kepleset? Apa kata dunia ntar?!" ujar Kazeshini seraya ketawa ngakak.
"Diam lo!" ujar Hisagi seraya mengirim deathglare mautnya.
Ahirnya mereka kembali ke rumah.
.
.
.
Keesokan harinya
"Kau berhasil,Hisagi. Aku bangga padamu," ujar Byakuya(lah? Mana ada polisi yang bangga terhadap maling?)
"Tentu saja, jadi mana bayarannya?" ujar Hisagi.
"Mana dulu batu Amethysnya?" tanya Byakuya.
"Bayaran dulu, baru amethys," ujar Hisagi lagi
"Tidak amethys dulu," ujar Byakuya.
"Nggak! Ntar kayak di episode sebelumnya! Utang pisang aja belum loe bayar, di tambah lagi uang mencari kelinci," ujar Hisagi lagi.
"Jadi loe berani melawan gue?! "ujar Byakuya seraya mengacungkan sebuah pistol.
"Kenapa tidak?" ujar Hisagi seraya menodongkan pistol andalannya.
"Oke! 1! 2! 3! Tembak!" ujar Byakuya
Dan pertarungan kembali berlanjut dengan peperangan pistol air(lah?).
Semenjak saat itu sang polisi biksu aka Ikkaku menghilang dari peredaran(lah?).
TBC
Note
Baka Usagi: Kelinci bodoh
Yakiniku :Sejenis makanan jepang yang berupa daging bakar.
Hoouzukimaru gun: Sebuah pistol machine gun yang mempunyai kecepatan dan akurasi tinggi.
Lucky Shot: Tembakan beruntung
"Ahirnya! Setelah lama saya kembali melanjutkan cerita gaje ini,"ujar Hikary
"Thor, kog makin gaje gini?"tanya Hisagi.
"Udah, mau gimana lagi. Oke minna, makasih banyak buat yang udah mereview, ngefollow dan ngefave cerita ini. Sankyu! 3! Mind to RnR lagi?"
