Title : Untraveling Time
Genre : Family/Adventure (Angst for Prologue)
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : OOC, misstypo dkk
.
Sosok Pemuda misterius yang tampak muncul di masa Minato masih hidup tampak mencoba untuk menculik Kushina sebelum Naruto lahir. Tabrakan antara jurus Hiraishin dengan Kamui milik pemuda itu tampak menyebabkan peristiwa yang mengejutkan untuk semua orang.
{01}
First Arc [ Rebirth of The Hero ]
Chapter 1, Before the Birth
{01}
Minato tidak bisa mengatakan pada Kushina tentang masa depan yang dilihat olehnya. Bukan karena ia tidak percaya pada istrinya, namun keadaan Kushina yang sedang hamil membuatnya tidak ingin memberikan beban terlalu banyak padanya. Ia sendiri sangat terpukul dengan kenangan yang ia lihat saat itu—ia tidak bisa membayangkan bagaimana Kushina bisa menghadapinya.
Ia juga tidak bisa meminta Kushina untuk menjadikan Naruto sebagai Jinchuuriki Kyuubi, karena ia tahu tanpa mengetahui kenangan yang ia pegang—Kushina tidak akan menginginkan anaknya menjadi penjara dari seekor monster seperti Kyuubi.
"Minato-sensei?"
Suara itu tampak membuatnya menoleh dan menemukan mantan muridnya. Satu hal yang tidak bisa ia ceritakan pada Kakashi adalah kenyataan kalau Obito adalah salah satu dalang dari semua ini.
"Kau tidak apa-apa?"
"Kenapa kau mengatakan hal itu Kakashi? Aku tidak apa-apa—" tersenyum dan tampak memiringkan kepalanya sedikit. Kakashi hanya menggaruk kepala belakangnya sebelum bertanya kembali.
"Karena tidak biasanya kau mengerjakan semua laporanmu selama berjam-jam tanpa mengeluh—" Kakashi menunjuk pada semua laporan yang dengan mudahnya ditandatangani oleh Minato. Senyumannya membeku, ia bahkan tidak sadar kalau ia sedang mengerjakan utusan dari neraka yang bernama laporan itu.
"Ka—Kakashi..." Kakashi tampak memiringkan kepalanya dan menunggu apa yang ingin dikatakan oleh mantan gurunya sekaligus Yondaime Hokage Konoha itu, "teganya kau. Aku sudah mengerjakannya dengan serius tanpa sadar dan sekarang kau membuatku sadar dengan semua laporan yang menumpuk ini."
Kakashi hanya bisa sweatdrop melihat Minato yang tampak membenturkan kepalanya di meja dan memukul-mukul meja di depannya.
"Aaah, mungkin sebaiknya aku memberikan lagi jabatan ini pada Sandaime—" merebahkan pipinya di atas meja dan menutup matanya lelah. Nun jauh disana—sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya berjarak dua rumah dari menara Hokage—seorang pria tua yang pernah mendapatkan gelar Sandaime Hokage tampak merinding tanpa sebab karena tiba-tiba memiliki firasat aneh akan menghadapi semua laporan-laporan itu lagi.
"Kau berbicara seolah kau adalah seorang pria tua sensei..."
"Aku masih berusia 25 tahun Kakashi," jawab Minato sambil tersenyum aneh seolah dipaksakan. Ia jadi mengingat tentang saran dari Naruto saat itu, dan tanpa sadar tampak tersenyum. Membuat segel tangan dengan cepat, "Kagebunshin no Jutsu..."
Dan empat bunshin milik Minato tampak muncul tiba-tiba membuat Kakashi sedikit terkejut dan mundur. Minato membagi tumpukan laporan itu dan tampak memberikan mereka masing-masing satu tumpukan laporan.
"Baiklah, aku akan pergi sebentar—kalian kerjakan semua laporan itu, kalau sudah selesai—menghilang saja," Kakashi bahkan tidak sempat merespon saat Minato sudah melakukan Hiraishin keluar dari tempat itu.
...
Satu. Dua. Tiga.
"Minato-sensei!"
{01}
"Akhir-akhir ini Minato sangat aneh," Kushina tampak berada di halaman rumahnya bersama dengan Mikoto, si kecil Sasuke, dan juga Itachi. Tentu, mereka berdua bersahabat sejak masih di akademik dan membuat Mikoto sering sekali mengunjungi rumah kediaman Yondaime Hokage itu, "ia lebih sering melamun saat berbicara dengan anak ini. Dan terkadang ia tampak membuat beberapa coretan formula fuin, dan saat aku melihatnya ia tampak menyembunyikannya."
"Mungkin sedang ada masalah?"
"Naaah, Minato tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Bahkan ia benar-benar protektif denganku seolah aku bisa kehilangan Naruto kapan saja," Mikoto tampak tertawa pelan dan tersenyum. Bagaimanapun suaminya juga bersikap seperti itu saat ia masih hamil Sasuke terutama saat Itachi.
"Tenang saja, itu sudah biasa untuknya yang tahu kalau kau sebentar lagi akan melahirkan," Jawab Mikoto sambil menepuk pundak Kushina. Kushina tahu kalau ia tidak seharusnya curiga, tetapi ada sesuatu yang mengganggunya sejak satu bulan yang lalu, "yang bisa kau lakukan hanyalah percaya padanya bukan?"
"Tentu saja 'ttebane, sampai kapanpun aku tetap percaya pada Minato. Tetapi aku tidak yakin ia percaya padaku—" Kushina hanya menghela nafas dan mengusap perutnya itu, "aku bahkan sempat berfikir kalau sebenarnya Minato belum siap untuk menjadi seorang ayah…"
"Dan kau tahu kalau itu hanyalah pemikiran bodohmu bukan?"
{01}
Minato bukan pergi ke rumahnya—belum. Ia tahu kalau sekarang ini tidak ada pertemuan yang penting yang harus ia hadiri tanpa menggunakan Kagebunshin. Benar kata Naruto, Kagebunshin benar-benar membantunya untuk mengerjakan semua pekerjaan yang menumpuk tanpa menghabiskan waktu sama sekali.
Dan sekarang ia berada di depan monumen KIA, duduk di depannya dengan gulungan fuin yang tentu saja ia dapatkan dari masa Naruto—fuin tentang ingatan Naruto. Ia mencoba untuk membuat rencana untuk memisahkan bagian mana yang bisa tetap terjadi, bagian mana yang harus ia ubah.
Ditambah dengan kemungkinan Obito akan mengubah masa depan juga karena ia juga memiliki informasi tentang masa depan.
Ia juga menganggap ini sebagai hukumannya, membiarkan rasa sakit setiap kali melihat bayangan Naruto yang disiksa ataupun Naruto yang bersedih tanpa bisa ia membantunya. Ia seharusnya tidak melakukan itu—tetapi dengan ini ia tidak akan membiarkan kenangan itu terjadi.
'Child of Prophecy eh?' ia selalu merasa bangga saat Naruto berhasil menghapus sedikit kebencian dari Kyuubi atau yang dipanggi oleh Naruto dengan sebutan Kurama. Tertawa sendiri, mengingat bagaimana gurunya selalu mengatakan kalau ia adalah anak dalam ramalan—dan sepertinya gurunya itu salah, 'apakah terlambat kalau Jiraiya-sensei pergi ke Amegakure dan melihat keadaan ketiga murid sensei ya?'
"Minato." Suara itu membuatnya tersentak dan menoleh untuk menemukan Jiraiya yang menepuk pundaknya. Ah, ia bahkan tidak sadar kalau langit sudah sore. Ia sudah terbiasa melihat ingatan itu, dan ia sudah menghitung kalau ia menghabiskan 3 jam untuk menyelesaikan semua ingatan itu.
"Ah, ada apa sensei?"
"Kau tahu, beberapa orang membicarakanmu?" Jiraiya memutuskan untuk duduk di samping Minato yang terdiam seolah baru saja mencerna apa yang dikatakan oleh Minato.
"Ah, benar-benar menyusahkan kalau menjadi orang yang terkenal," jawab Minato sambil tersipu sambil memalingkan wajahnya. Satu respon yang diberikan oleh Jiraiya melihat itu adalah tatapan jijik seolah mengatakan 'Bagaimana aku bisa mengangkat orang seperti ini menjadi murid?' Dan 'Kenapa orang seperti ini bisa menjadi Hokage?'
Tetapi tentu saja itu kalau ia tidak mengenal Minato dengan baik. Ia tahu ada sesuatu yang difikirkan oleh Minato saat itu.
"Aku mendengar penyerangan yang terjadi saat itu—kau tidak apa-apa namun sempat menghilang beberapa jam," Minato tampak hanya menundukkan kepalanya saja. Ia tidak ingin memberitahu semua masa depan yang ia lihat saat itu bahkan pada Jiraiya yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri.
"Cukup susah untuk melawannya—walaupun kabur, aku sudah cukup mengerti apa alasan dan juga tujuannya menyerang tiba-tiba seperti itu," tatapan Jiraiya sudah bisa diartikan oleh Minato dengan 'apa alasannya?' Tetapi ia tidak bisa memberitahukannya sekarang, "aku tidak perlu membicarakannya sekarang, yang terpenting—apakah kau percaya apa yang akan kukatakan saat ini sensei?"
"Hm? Tergantung—"
...
"Ketiga muridmu dari Amegakure—aku tidak yakin apakah sempat atau tidak, tetapi kau harus mengecek keadaan mereka sensei," Jiraiya mengerutkan alisnya. Tidak pernah ia memberitahukannya pada siapapun tentang Nagato, Yahiko, dan juga Konan kecuali Tsunade dan Orochimaru yang melihatnya saat di Amegakure saat itu, "jangan tanyakan darimana aku tahu. Nama mereka—Nagato, Yahiko, dan juga Konan. Salah satunya adalah pengguna Rinengan."
Oke, Jiraiya benar-benar tidak yakin apakah Minato tidak sedang terbentur sesuatu atau tidak.
"Aku tidak bisa mengatakan apapun sekarang selain itu. Tetapi, kau harus segera menyelamatkan mereka sebelum Hanzo membunuh salah satu dari mereka," dan membuat salah satunya menjadi musuh besar desa Konoha. Hell, bahkan Konoha hancur saat invasi yang dilakukan pemuda itu.
"Tetapi mereka bukan—"
"Percayalah padaku sensei, aku tahu apa yang kulakukan..."
{01}
"Tadaima Kushina, Naruto~"
Minato tampak cukup lelah dengan semua ingatan tentang laporan hari ini dari kelima bunshin itu. Yang ia ingin lakukan hanyalah beristirahat dan menemui Kushina serta Naruto. Dan itulah yang didapatkannya saat Kushina sedang menaruh sebuah pot berisi ramen buatannya sendiri dan tersenyum melihatnya.
"Okaeri, Anata..." Minato mengecup bibir Kushina sebelum mengecup perutnya dan mengusapnya dengan lembut, "bagaimana harimu?"
"Melelahkan, aku akan memakan ramen buatanmu setelah mandi—" tersenyum dan mengecup dahi Kushina sebelum berjalan melepaskan jubah Hokage dan juga jaket Jounninnya dan meletakkannya sembarangan di dekat sana. Kushina yang selesai menata meja hanya tertawa dan mendekat.
"Ia benar-benar tidak berubah—" Kushina hanya menghela nafas dan tampak mencoba membereskan jubah Hokage milik Minato sebelum sesuatu terjatuh dari sana. Menunduk ke bawah, ia melihat sebuah gulungan yang diikat dengan rapi. Tampak masih baru dan juga mencurigakan. Minato selalu memberitahu semua tentang jutsu yang ia buat terlebih lagi fuin. Tetapi yang ini ia tidak pernah melihatnya.
"Mungkin ia baru saja selesai…?" mencoba untuk positif thinking, membuka tali gulungan sebelum membentangkan gulungan itu untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Namun, saat ia membukanya—hanya kegelapan yang ia rasakan saat itu.
{01}
Minato tampak keluar dari kamar mandi setelah merilekskan diri dengan air hangat. Menghela nafas, ia tampaknya belum menyadari kalau gulungan jutsu yang ada di jubah Hokagenya sudah dibuka oleh Kushina. Ia masih memikirkan beberapa cara untuk mengubah masa depan seminimal mungkin dan menghadapi beberapa skenario yang mungkin terjadi terkait dengan Obito yang memiliki catatan tentang masa depan juga.
'Yang pasti, apa yang terjadi malam itu tidak akan terjadi—' mengingat bagaimana Naruto yang meregang nyawa di depannya, Minato tampak menghentikan gerakannya. Ia akan melakukan apapun untuk tidak menyia-nyiakan apa yang diinginkan oleh Naruto.
'Tenang saja, kali ini aku tidak akan meninggalkanmu sendirian…' membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ke ruang makan untuk mengisi perut. Ia bahkan tidak sadar kalau ia tidak makan siang hari ini dan menghabiskan waktu untuk membuat rencana.
"'Shina-chan, aku ingin makan ramen buatanmu~" Minato tampak tersenyum lebar dan membuka pintu dapur untuk menemukan Kushina yang duduk di depan meja makan sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak bisa melihat ekspresi istrinya saat itu, namun ia tahu—ada sesuatu yang salah dengannya.
…
"Kushina…?"
"Ada apa dengan ingatan yang kudapatkan tentang Naruto…?" awalnya ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Kushina. Namun saat melihat gulungan yang terbuka di depan Kushina—ia tahu kalau Kushina juga melihat apa yang ia lihat saat itu. Ingatan tentang Naruto yang tidak ia inginkan Kushina untuk melihatnya, "bagaimana kau bisa mendapatkannya Minato?"
"Aku—"
"I—itu hanya genjutsu bukan? Naruto bahkan belum lahir saat ini—kenapa aku melihat kita mati dan menyegel Kyuubi di dalam tubuhnya? Ya—yang lebih mengerikan apa yang dilakukan oleh para penduduk itu, ia bahkan tidak tahu apapun tentang apa yang ada di dalam tubuhnya. Ia sendirian dan—" Minato memeluk Kushina yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ini yang ia takutkan akan terjadi, "Minato…"
"Kau mau mendengarkan apa yang kukatakan dengan tenang? Kalau kau tidak tenang—Naruto juga akan cemas," Kushina menatap Minato dengan tatapan nanar. Inikah yang membuat Minato berubah beberapa minggu ini, karena apa yang ada di dalam gulungan itu?
"Katakan… aku tidak akan apa-apa…"
Minato tampak hanya menghela nafas dan mengangguk sebelum duduk di depan Kushina. Ia hanya berharap kalau Kushina tidak terpukul sekali hingga mempengaruhi Naruto.
"Saat penyerangan yang terjadi beberapa minggu yang lalu, aku terkirim ke masa depan. Tepatnya 20 tahun setelah masa kita—" Kushina tampak membulatkan matanya dan menatap Minato seolah ia sedang bergurau, "aku bertemu dengan Naruto… Ia menjadi pemuda yang hebat, bahkan menjadi seorang Rokudaime Hokage dalam usia 20 tahun…"
Kushina mendengarkan dengan seksama, tahu kalau apa yang dikatakan oleh Minato bukanlah sebuah lelucon.
"Awalnya aku tidak tahu kalau ia adalah Naruto. Hingga—saat pemuda misterius yang hendak menculikmu dan menyerangku itu datang, dan menangkapnya—" Kushina terkejut mendengarkan itu. Apakah sebegitu hebatnya kekuatan dari orang bertopeng orange itu, tetapi Kushina tahu kalau anaknya bisa mengalahkannya, "ia mengambil Kyuubi dari tubuhnya."
Dan kali ini Kushina hanya bisa menatap Minato dengan tatapan horror. Ia tahu bagaimana konsekuensi para Jinchuuriki yang kehilangan Bijuunya.
"Maksudmu… ia tewas?" Minato hanya diam dan tidak mengatakan apapun untuk menjawabnya, "Minato, apakah Naruto tewas?"
…
"Ia melakukannya agar pria itu tidak mengambil Kyuubi dalam tubuhmu Kushina. Ia ingin kita berada di dalam kehidupannya dan tidak meninggalkannya sendirian," Kushina tampak memeluk perutnya dan hanya menunduk pelan, "ia adalah anak yang baik. Ia menjadi seseorang yang kuat dan juga bisa diandalkan…"
"Apakah ia menyalahkan kita? Maksudku—lihat kehidupannya saat kita tidak ada, ia dibenci oleh penduduk Konoha dan dipukuli seperti itu. Tidak ada yang menyayanginya selama bertahun-tahun," Kushina mengusap air matanya dan tampak membiarkan isakan kecil terdengar dari mulutnya.
"Bukankah kau melihatnya?" Minato berjongkok di depan istrinya dan mengusap air mata Kushina sambil tersenyum, "kau melihat kalau ia mengerti kenapa kita melakukan itu. Ia mengerti kalau kita mencintainya…"
"Kali ini kita yang akan melindunginya dan bersama dengannya sampai kapanpun. Kita tidak akan membiarkan kenangan itu terulang lagi, bahkan lebih buruk…"
{01}
Di dalam sebuah kurungan gelap tampak sosok yang bermata merah dengan bulu berwarna orange tampak membuka matanya yang menjadi seolah bercahaya di tengah kegelapan. Ingatan yang didapatkan Kushina saat ia membuka gulungan itu tentu saja bisa ia lihat juga karena bagaimanapun apapun yang dilihat dan didengar oleh Kushina juga bisa ia alami.
"Hooo? Anak yang menarik—" tampak menyeringai sebelum ia mundur hingga kegelapan menutupi tubuhnya dan hanya mata merahnya yang menyala di dalam kegelapan itu.
Walaupun itu adalah masa depan, Kyuubi tetap tidak percaya saat melihat dirinya yang bisa begitu saja mempercayai seorang anak manusia seperti ia mempercayai pemiliknya dulu sang Rikudo Sennin. Ia harus membuktikannya sendiri dan satu-satunya cara adalah menjadikannya Jinchuuriki selanjutnya.
Dan ia tahu cara yang tepat...
{01}
"AAAAAH!"
Minato tahu kalau ia sudah melihat keadaan seperti ini di ingatan Naruto. Tetapi, ternyata menghadapinya secara langsung tidaklah mudah. Sepuluh Oktober disaat Naruto lahir dan ia berada di samping Kushina yang sedang melahirkan, ia tidak bisa berkonsentrasi dengan Fuin yang ia pertahankan agar Kyuubi tidak lepas.
"Minato, konsentrasi dengan Fuin itu!" Biwako, istri dari Sandaime Hokage tampak menatap kearah Minato sambil membantu persalinan itu, "aku sudah bisa melihat kepalanya Kushina!"
Kushina tampak mencoba berjuang untuk melahirkan anaknya sementara Minato tampak sedikit aneh saat merasakan Kyuubi yang tidak melawannya, seolah tidak menggunakan keadaan ini untuk memberikannya kesempatan keluar dari tubuh Kushina.
"Aneh—kenapa..." Walaupun begitu Minato masih menahan fuin itu. Sementara di dalam tubuh Kushina tampak Kyuubi yang merasakan segel yang menahannya melemah tampak mengeringai lebar. Ia akan menggunakan kesempatan ini—bukan untuk keluar, tetapi untuk memastikan apa yang ia lihat saat itu benar.
"Sepertinya aku akan menikmati berada di dalam tubuh anakmu—Kushina." Dan itulah yang dikatakan oleh Kyuubi sebelum chakranya keluar dari segel yang ada di tubuh Kushina dan tampak berpindah ke Naruto yang tampak akan keluar dari tubuh Kushina. Ia mengambil detik-detik terakhir agar Kushina dan Minato tidak menahannya untuk memasukkan chakra pada tubuh anak mereka.
Kushina yang mendengar suara Kyuubi tampak membulatkan matanya. Terlambat untuk merespon saat tubuhnya terlebih dahulu merespon untuk mendorong keluar bayi yang dikandungnya.
"Sudah lahir!" Minato tampak cukup lelah, bahkan tidak sadar dengan fuin yang perlahan menghilang dari tubuh Kushina. Matanya tampak tertuju pada suara tangis bayi dan juga sosok Naruto yang digendong oleh Biwako.
"Ia lahir..."
"Minato!" Kushina tampak mencoba untuk bangkit dari tempatnya berbaring walaupun chakranya saat ini tampak sangat berkurang drastis dan kelelahan karena melahirkan, "K—Kyuubi! Ia tidak keluar, tetapi masuk ke dalam tubuh Naruto!"
Minato membulatkan matanya dan tampak melihat bagaimana tubuh Naruto tampak melemah karena mendapatkan chakra yang sangat besar tanpa segel yang menahannya. Biwako yang mendengar itu tampak juga terkejut, namun Minato dengan segera memunculkan altar di depannya dan mengambil Naruto dari Biwako serta meletakkannya dengan segera.
"Biwako-sama, sembuhkan Kushina sekarang—aku akan mencoba menyegel Kyuubi sebelum chakranya membunuh Naruto!" Ia tidak memiliki pilihan, jika ia memberikan resiko dengan tidak menyegelnya dan memindahkannya pada Kushina kembali, maka kemungkinan terbesar adalah Naruto yang akan tewas saat itu. Biwako segera mengangguk dan Iryo nin yang bersama dengannya juga membantu untuk menyalurkan chakra ke Kushina.
"A—Apakah Naruto tidak apa-apa Minato...?" Kushina tampak menatap Minato dan anaknya, tidak perduli dengan keadaannya. Minato tampak membuat Hakke Fuin yang ia tempatkan di tubuh Naruto. Ia merasakan chakra Kyuubi yang tampak terkendali perlahan saat fuin itu tampak terbentuk sempurna di perut Naruto.
Menghela nafas, tampak mengangguk dan tersenyum sambil menggendong Naruto di gendongannya serta berbalik kearah Kushina.
"Ia baik-baik saja, tenanglah—maaf aku tidak bisa menghentikannya menjadi Jinchuuriki Kyuubi," Minato tahu Kushina tidak pernah setuju dengan Naruto yang menjadi Jinchuuriki meskipun istrinya sudah melihat apa yang ada di masa depan anaknya. Kushina tampak hanya tersenyum dan mengusap Naruto yang diletakkan di sampingnya—tengah tertidur.
"Tidak apa-apa, karena kali ini akan ada kau dan aku yang akan menjaganya bukan...?" Kushina tertawa pelan dan Minato hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Menjadi Jinchuuriki atau tidak—apakah anaknya tetap menjadi Children of Prophecy atau tidak, ia akan tetap menyayanginya sampai kapanpun.
...
"Kushina?" Biwako tampak menatap kearah Kushina yang kesadarannya semakin menurun. Kelelahan karena melahirkan dan juga chakra Kyuubi yang menghilang dari tubuhnya bukanlah sebuah kombo yang bagus, "Kushina, tetaplah sadar!"
"Kushina!" Minato tampak melihat istrinya yang menatapnya dengan mata sayu dan kesadaran yang semakin memudar, "Kushina bertahanlah!"
"Minato..." Suara itu tampak pelan dan juga tidak bertenaga. Sebelum mata itu semakin berat, dan pada akhirnya tertutup dengan rapat tanpa sempat Kushina merespon lebih jauh.
"Kushina!"
[To be Continue]
Kalau ga salah, Hakke Fuin itu memang ga pakai konsekuensi sampai pertaruhan nyawa kan? Minato meninggal bukan karena Hakke Fuin—tapi kombo Shiki Fujin + Tusukan dari Kyuubi. Eh kalau salah monggo dikoreksi :3
Kushina meninggal? Bagaimanapun chakra dari Kyuubi sudah menghilang dari badannya dan itu artinya Jinchuuriki yang kehilangan Bijuunya.
Apakah Kushina benar-benar meninggal?
Nfufufu~ #salah fandom# silahkan dilihat di chapter selanjutnya saja :)
Makasih buat Reviewnya yang sangat menyemangati saya untuk menulis TT^TT saya akan berusaha sekuatnya untuk membuat cerita ini lebih bagus. Dan maaf kalau chapter ini tidak memuaskan ^^
{RnR}
mfadlilarafat {Makasih :) dan maaf chapter ini kalau sedikit membosankan u_u}
aftu-kun {Errr O_o tapi saya cuma pakai kata-kata yang keluar dari kepala aja... Gomenne ^^;}
mitsuka sakurai {Gpp :D makasih sudah baca ^^}
asbobi {sudah dilanjutkan :)}
Vj Baka Dobe {hehehe makasih :D sudah di update kok ^^}
Trio Riuricky {Nah kayaknya ga terlalu sih, soalnya ini lebih pada strategi Minato buat ngubah masa depan :-?}
namimaki chan {segel apa ya~ nanti ketahuan kalau ada scene Kyuubi (Future) sama Madara kok :D makasih buat reviewnya ^^}
Oncean FOX {sudah di update ^^}
Hikamiki {makasih :D sudah saya update ^^}
Guest {hehehe makasih ^^ sudah saya update :)}
Namikaze Kevin {Makasih, sudah di update :D}
dony . dsahaja {sudah~}
fajar jabrik {Ehe, makasih :D]
ajie . bagas . 9 {makasih ^^}
Rye Yureka {Itu Login xD sudah pasti dong ;) apalagi Minato ngeliat sendiri anaknya mati di depannya :)}
Manguni {Yep ^^ sudah lanjut~}
akira . kumagawa93 {Makasih ^^ silahkan dan terima kasih untuk favenya :D}
Akira No Sikhigawa {Yep! Minato lebih domain bahkan daripada Naruto :) karena disini yang tahu masa depan bukan Naruto, tapi lebih ke Minato ^^ dan masalah segel, hampir benar tapi ada yang salah~}
nonem {sudah :)}
Naozumi-kun {sudah~}
Sakurai Mitsumuki {makasih fave + reviewnya ^^}
koga-san {sudah :D}
imam . sholkhan {sudah lanjut ^^}
iman {Yeup, dia sudah punya ^^}
nanao yumi {Arigato xD makasih review + favenya :)}
Guest {Terjawab? ^^}
Rio . Fatir {sudah :D}
