Yosh... CHAPTER 2 UPDATED YO! #caps

Gomen baru update sekarang... w(-_-w)

Di chapter yang seberlumnya Lenka pingsan, dan lanjutannya...

Lenka: woi author, cepetan... cape tau akting pingsan!

Rikka: Iya... iya... bentar atulah...

Rinto: cepetan! kasian si Lenka tah!

Rikka: ya udah, disclaimer sana! minna, sampe ketemu di ABC^^

Rinto: lah? kok gue?

Rikka: lu mau cepet ato lama?

Rinto: iya dah, iya...

Disclaimer

Vocaloid bukan punya Rikka, dan mungkin selamanya gak bakal jadi punya Rikka

WARNING : TYPO(s), gaje, aneh, alur kecepetan, abal, dll.

Vocaloid © Crypton Future Media .Inc

Kagamine Rinto © Vocaloid

Kagamine Lenka © Vocaloid

Our Memory © Rikka

Title : Our Memory

Summary : "Lenka... berjanjilah untuk terus berada... di sisiku..." kata Rinto "Eh?" jawabku bingung. " Ya... karena kau... milikku..."

Characters : Kagamine Lenka, Kagamine Rinto (main) Kagamine Len, Kagamine Rin (sub-main)

Author : KagamineRikka a.k.a Rikka

Hey, it begins!

.

.

.

.

.

Rinto POV

Aku masih bingung... kenapa wajah gadis itu terlihat sangat shock pada saat aku mengatakan tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya? Apa ada yang salah? Lalu... apa yang dia maksud dengan kecelakaan-ku? Memangnya aku pernah kecelakaan? Dan janji? Janji apa? Argh... kepalaku pusing! Ah, lebih baik aku jenguk gadis itu di UKS saja.

GREEK...

Kugeser pintu UKS dan melihat gadis itu sudah bangun. Dia terlihat kaget saat melihatku, lalu langsung memalingkan kepalanya ke arah jendela dan menerawang jauh. Uhm... well... cause' i don't like peanuts, so...

"Kau sudah bangun rupanya?" tanyaku sambil berjalan ke arahnya. Dia hanya mengangguk sebagai jawaban. Dan kesunyian kembali melanda.

Uhm... i don't like this situation...

"Uhm... kenapa kau terlihat begitu shock pada saat aku bilang belum pernah bertemu denganmu sebelumnya?" tanyaku langsung to-the-point.

"Apa yang terjadi? kenapa aku bisa berada disini? bukankah tadi aku berada di ruang musik?" tanya gadis itu. 3 pertanyaan langsung, bung.

"Hei, kau belum menjawab pertanyaanku..." kataku agak sedikit kesal (author: kalimatmu tidak efektif Rinto... | Rinto: ya udahlah, biarin-"). Jelas saja aku kesal, bukannya menjawab pertanyaaku, dia malah menanyaiku 3 pertanyaan bertubi-tubi.

"Maaf... tapi, jawab dulu pertanyaanku... nanti... aku akan menjawab pertanyaanmu..." jawab gadis itu lirih. Entah kenapa, dia terlihat agak tertekan.

"Baiklah... tadi pada saat kau berjalan pergi dengan terhuyung-huyung di ruang musik, tiba-tiba kau pingsan. Untung saja aku menangkap tubuhmu. Kalau tidak, mungkin kau akan membentur lantai. Lalu, aku izin kepada guru untuk menggendongmu kemari. Yah, begitulah... sekarang, jawab pertanyaanku..." kataku cukup panjang, cukup lebar, juga cukup luas(?).

"Souka... mmm... kenapa ya... mungkin karena kau begitu mirip dengan orang yang kusukai. Bukan, mungkin lebih tepatnya kucintai. Bahkan, namanya sama persis denganmu..." jawab gadis itu, Lenka dengan lirih.

"Hah? Namanya sama denganku? Berbeda penulisan kanjinya, mungkin?" tanyaku. Aku agak shock. Kupikir hanya ada satu Kagami Rinto di dunia ini, tapi ternyata...

"Tidak... penulisan kanjinya sama. Dia juga sangat mirip denganmu. Bola mata azure... rambut honey blond dengan jepit rambut di poni... pokoknya dia sangat mirip denganmu..." jawab Lenka sambil menerawang jauh. Sebuah senyum tipis terbentuk di bibirnya.

"Ta-tapi... bagaimana bisa? Ah, lupakan! Lalu apa yang kau maksud dengan kecelakaan?" tanyaku lagi.

"Ah itu... pada saat aku berusia 9 tahun... waktu itu aku baru saja pulang dari toko buku. Aku berjalan sambil bersenandung kecil. Lalu... pada saat aku menyeberang jalan, aku sama sekali tidak menyadari bahwa ada truk besar yang sedang melaju sangat cepat. Aku pun kaget dan menutup mata karena takut. Lalu, aku merasa seperti ada yang mendorongku, dan memelukku. Aku masih menutup mata. Saat itu, kupikir aku akan mati. Tapi pada saat kubuka mataku, aku tidak merasakan sakit sama sekali. Lalu kulihat, 'Dia' memelukku, dan dari kepalanya mengalir darah segar. Dan saat itu..."

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNGGGG...

—bel masuk berbunyi.

"Ah, sudah waktunya masuk kelas... lebih baik kita kembali ke kelas. Ayo!" kata Lenka sambil tersenyum padaku. Aku hanya bisa mengangguk dan berjalan di belakangnya. Sungguh aku masih sangat penasaran dengan 'Kagami Rinto' yang diceritakan Lenka padaku. Entah kenapa separuh diriku merasa mengenali Lenka, dan separuh diriku yang lain tidak. Mungkinkan 'Kagami Rinto' yang dimaksud Lenka itu aku?

Lenka POV

Rinto... kau hanya tidak ingat. Ya, aku yakin kau hanya tidak ingat. Setelah bel masuk berbunyi, aku langsung mengajak Rinto untuk kembali ke kelas. Dan dia hanya mengangguk sambil mengikuti di belakangku. Tak lama kemudian kami sampai di kelas. Huft... untunglah belum ada guru di kelas. Di kelas, aku merasa banyak yang melihatku dengan sinis. Apa ada yang salah denganku? Hmm... kupikir tidak. Lalu, kenapa? Sambil berpikir, aku berjalan menuju tempat dudukku.

Oh, God save me...

Tak lama kemudian, masuklah seorang guru yang berambut biru. Kali ini gurunya laki-laki. Hmm... dia kelihatan agak... gimana yah...(?) Baka mungkin? Karena penasaran, aku bertanya pada Len.

"Ne, Len-kun?" tanyaku.

"Hmm?"

"Siapa guru itu?" tanyaku lagi.

"Oh, itu Kaito-sensei, guru matematika. Sungguh, dia guru terbaka yang pernah kukenal. Aku yang mendengarnya hanya bisa tertawa kecil. Ternyata bukan hanya aku yang menganggap guru itu baka.

Awalnya, Kaito-sensei menjelaskan tentang hitung-menghitung harga dalam ekonomi sehari-hari. Tapi lama-kelamaan mulai melantur dan membahas tentang harga-harga es krim, dari yang murah sampai yang mahal. Sementara itu, gadis berambut biru—yang kalau tidak salah namanya Kaiko, sibuk mencatat penjelasan Kaito-sensei tentang harga-harga es krim. Mungkin, mereka maniak es krim?

"Yah... Kaito-sensei itu maniak es krim, makanya jangan heran kalau setiap pelajaran Kaito-sensei pasti dibumbui dengan hal-hal yang berhubungan dengan es krim." kata Len dengan bosan. Aku hanya bisa tertawa kecil mendengarnya. Tapi, yah pelajaran ini memang membosankan.

Dan akhirnya... Bel yang indah itu pun berbunyi. Dan setelah bel itu berbunyi, ada sebuah pengumuman.

"Pengumuman... pengumuman... hari ini sekolah akan mengadakan rapat, jadi bagi seluruh siswa... kalian diperbolehkan pulang... sekian, terima kasih"

1 detik

2 detik

3 detik

"YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEAAAAAAAAAAAAAAAAY YYYYYYYYYYYY" teriak seluruh murid yang ada di kelas, tentunya termasuk aku.

Aku segera mengemasi barang-barangku, setelah selesai, aku membawa tasku dan berjalan untuk pulang, tiba-tiba...

PUK...

"Ne, Lenka-chan, aku Kagamine Rin, panggil saja aku Rin. Kita pulang bareng yuk!" kata seorang gadis yang berambut honey blond, memakai pita besar, dan parasnya mirip sekali dengan Len—yang bernama Kagamine Rin.

"Eh? mmm... boleh saja kok..." jawabku

"Kalau begitu... ayo!" seru Rin sambil menyeretku keluar kelas. Sudah 2 kali aku diseret-seret hari ini. (Author: free puk-puk Lenka \('-' )

Di perjalanan pulang, aku mengobrol banyak hal dengan Rin, dari guru-guru di sekolah, jeruk dan pisang, sampai-sampai membahas harga cabe yang lagi naik daun(?)

"Ne, Rin-chan, margamu sama dengan Len-kun ya?" tanyaku. Penasaran.

"Iya, dia saudara kembarku" jawab Rin.

"Eh? benarkah? pantas saja kalian mirip sekali" jawabku.

Dan pembicaraan kami putus di situ karena aku dan Rin pisah jalan. Aku terus berjalan hingga sampai di Rumah.

"Tadaima!" ucapku sesampainya di rumah. Rumahku kosong. Yah, sudah biasa sih sebenarnya. Akhir-akhir ini orangtuaku sangat sibuk. Walaupun terkadang aku merasa sepi juga sih.

Aku melempar tasku ke sofa dan berjalan ke kamar untuk mengganti pakaian. Setelah mengganti pakaian, aku melihat ponselku. Ada 1 email baru. Aku pun segera membacanya.

From : Len_Banana_Prince

To : Carlstache_Lenka

Subject : Hey!

Lenka-chan, gomen ganggu, aku dapat email-mu dari Rin.

Ternyata itu email dari Len. Aku pun segera mengetik balasannya.

From : Carlstache_Lenka

To : Len_Banana_Prince

Subject : Re-Hey!

Souka... ada apa?

Send!

Tak lama kemudian, ponselku bergetar, tanda ada email baru.

From : Len_Banana_Prince

To : Carlstache_Lenka

Subject : Re-Hey!

Errm... well...

Will you go on a date with me?

Kutunggu jawabanmu sampai besok.

A-apa? Dia... mengajakku kencan? Aku... aku...

Oh God, what should I do?

To Be Continued

Yeay! Akhirnya chapter 2 selesai!

Doh, hepi banget masa... *terbang naik elang tutur tinular(?)*

Gomen kalo chapter ini lebih dikit dari yang sebelumnya

Nah, ini balasan review-nya!

Reply to : alfianonymous22

Udah update nih! iya, lenxrin, lenkaxrinto

Arigato udah read & review! :D

Keep reading ya :D

Reply to : Yami Nova

Main chara-nya LenkaxRinto :

Eh? ada kata yang hilang? mudah2an di fic ini gak ada kata yang ilang lagi deh... : (Rinto: kayaknya agak gak mungkin deh thor | Rikka: kejamnyaaaa :)

Typo? Itu sudah biasa xD (Rinto: ya iyalah, elu kan typo-nya dahsyat | Rikka: *cekek rinto(?)*)

Uhm soal itu... tebakanmu salah, cuma ada Rinto di UKS hehe... xp #digusurmassa (?)

iya, rinto ketabrak waktu nyelametin lenka, tapi lenka gak lagi ngejar layangan xD

daripada di masukkin ke hati/jantung, gimana kalo dimasukkin ke hidung aja? xD

Arigato sarannya, keep reading ya :D

Nah minna, segitu dulu dari Rikka

Arigato udah mampir :D

Don't porget(?) to Review 'kay?

Review kalian bakal rikka bales di chap selanjutnya!

Keep Reading!