R.H.E.I.N.

04.05.13

Present~

THE ARCHER (Lamp Light)

DON'T LIKE? KEEP READ!

Casts : YJ and the gank

Rated : T

Disclaimer : I own nothing except the story

Warning : BL, YAOI, OOC, typo. NO PLAGIARISM.

NB : There's some content I brought from novel 'Love the One You're With' by Emily Giffin.

(Imagine Yunho and Changmin in Taxi reality show, Jaejoong in Heaven's Postman movie)

Yakinkan dia, buat dia menjadi milikku.

JJ

.

.

Sambil tetap memasang poker face –skill terhebatnya, Jaejoong menjentikkan jari, lalu Annie datang sambil membawa bon.

Hari ini Jaejoong membawa uang tunai, jadi tak perlu merepotkan pelayan itu.

Berjalan keluar kafe melintasi jalan Columbus dan 79th. Pikiran konyol kembali berputar di benaknya.

Mungkin ia harus minggat ke Beverly Wilshire Resort di Los Angles. Itu adalah resort pribadi yang baru dikelola secara penuh olehnya kira-kira dua bulan ini. Dan ayahnya tidak mengetahui hal itu. Ide yang bagus bukan? Daripada terjebak dalam suatu pernikahan yang tak jelas juntrungannya?

"Ah!"

Berpikir sendiri membuat Jaejoong tak konsentrasi terhadap jalan dan terantuk sesuatu. Dirinya tidak apa-apa, hanya ke-terantuk-kan itu menyadarkannya dari ide konyol tak bertuan.

Segera Jaejoong menelepon perusahaan taksi dan meminta untuk di jemput di depan Blvd Lounge –sebuah bar hotel yang cukup terkenal.

Tak sampai limabelas menit taksi kuning dengan aksen papan catur tiba.

"Where do you want to go miss?"

[kemana tujuan anda, nona?]

"Tribeca estate."

"Do you mean Tribeca Real Estate, miss?"

"Yes. And I'm a guy, for sure."

[ya, dan aku adalah lelaki, lebih tepatnya]

"O-oh so sorry sir, I don't know. I thought you're lady from a far."

[oh, maaf, aku tidak tahu. Aku pikir anda seorang wanita dari jauh]

"It's ok. Don't mind."

[tidak apa, jangan dipikirkan]

Gatal tangan Jaejoong ingin memecahkan selusin piring –fantasi aneh yang ia pikirkan jika sedang marah dan ingin meredamnya. Setidaknya bukan sopir taksi yang ia banting, kan?

Jarang sih ia dikira perempuan. Hanya beberapa kali, dan itu membuatnya frustasi. Apasih yang mereka salah lihat pada penampilanku? Toh aku juga tidak bertingkah 'kyeopta' atau memakai baju model-model feminine.

Tapi dari nada bicara sopir taksi yang ramah Jaejoong bisa sedikit memaklumi.

Mungkin matanya minus hingga tak bisa melihatku secara detail, batinnya.

Tring!

Pesan masuk.

From : Andy Shim –Changmin

Bro! If you aren't busy, come to my house for a while. Kocha wo nomimashou!

[sob! Jika kau tidak sibuk, datanglah ke rumahku sebentar. Ayo kita minum teh!]

Changmin, teman korea pertamanya di negara perserikatan ini. Shim Changmin adalah nama koreanya. Sedang 'Andy' adalah nama western-nya. Berawal dari banyaknya orang yang terdengar lucu melafalkan namanya.

Chwangmiyn

Changmean

Yang terakhir,

Jhangmint?

Oke cukup. Sejak itu dia mengganti nama. Sama seperti Changmin, sebenarnya Jaejoong ada nama western juga, dan lebih simpel. JJ [baca : Jeje]

"Sir, please turn back. Go to East Village RS [real estate]"

[pak, tolong berputar arah. Ke pemukiman East Village ]

"Oke."

.

.

.

"So? Apa yang ingin kaubicarakan Changmin?" Tanya Jaejoong tanpa basa-basi. To the point.

"Great instinct!"

"Sudah pasti. Untuk apa kau repot-repot mengundangku jika tak ingin sesuatu?"

"Best hyung! I'm yours, hehe."

"Quickly, mr. taxi waiting for me."

"Douzo," Changmin menyodorkan gelas putih keramik khas untuk minum kocha kepada Jaejoong.

[silahkan]

"Arigatou. Green tea?" Tanya Jaejoong, menghirup aroma relaksasi alami yang menguar dari kepulan asap. Mengamati sosok Changmin yang semakin dewasa semakin tampan. Bukanlah sok tahu Jaejoong menilai seperti itu. Bisa dibilang mereka adalah sahabat sejak kecil. Changmin berusia dua tahun lebih muda dari Jaejoong. Meski begitu pemikiran mereka sama –sama dewasa. Dan lagi, Changmin lebih tinggi jauh daripada Jaejoong. Hal yang memalukan sebenarnya!

"Yea. So, begini. Aku ada urusan pribadi di Korea sebulan mendatang. Dan aku harus hadir di sana setidaknya mulai besok hingga dua bulan kedepan. Dan aku tak bisa meningalkanmu sendirian hyung. Aku ingin mengajakmu pulang ke Korea barang sebentar." Jelas Changmin. Sedang Jaejoong tampak berpikir.

"Urusan pribadi apa Changmin?"

"Keep on person object -_- you will now later." Jawab Changmin singkat.

[entah darimana istilah 'kepo' yang asli berasal, tapi teman saya bilang dari bahasa inggris, kepanjangan dari 'keep on person object' yang berarti 'ingin tahu'. Seperti istilah ASAP : as soon as possible]

"Then I can't go."

"Oke oke! Dasar keras kepala!"

"Jadi ada apa?"

"Aku akan menikah bulan depan. Dan pertunangan kami akan dilangsungkan dua minggu lagi. Dan selama itu aku harus prepare semuanya." Jaejoong melongo.

"Secepat itu? Kau masih muda Changmin-ah."

"Why not? As long my mental and wealth enough for my little family, hehe." Kekeh Changmin.

[mengapa tidak? Sepanjang mental dan kekayaanku cukup untuk keluargaku]

"Okay….jadi, siapa wanita yang beruntung itu?"

"Rhein. Shin Rhein, dan akan segera menjadi Shim Rhein." Jawab Changmin bangga. Jujur saja Jaejoong tak tahu siapa dan bagaimana Shin Rhein itu. Demi melihat raut wajah Changmin –yang biasanya pasang poker face, berbahagia dan sedikit bersemu, tak urung Jaejoong tertawa dan memberi dukungan.

"Aku yakin kau bisa Changmin, kau sangat mencintainya, don't you? I wish that she loves you as big as yours." Ucap Jaejoong tulus.

[aku berharap dia mencintaimu sebesar kau mencintainya | Rhein : OF COURSE! XD]

"Thanks hyung. Dia seorang young lady yang manis. Kami bertemu di L'Express, sebuah kafe di Park Avenue South. Kau tahu tempat itu kan? Dia wanita blaster antara amerika latin-korea, keren bukan?" pamer Changmin.

"Ya keren. Oke Changmin begini. Besok jam satu siang datanglah ke tempatku. Kebetulan ayahku menyediakan satu unit pesawatnya untuk kita Korea. Bagaimana?" tawar Jaejoong.

"OKE!"

Jaejoong tersenyum dan menuju ambang pintu.

"Terimakasih atas jamuannya Changmin,"

"Tak apa hyung,"

"Ohya,"

"Ada apa hyung?"

"Tiga hari setelah di Korea, pastikan kau datang dengan Shin Rhein ke rumahku."

"Eoh? Ada apa?"

"Aku akan menikah."

"WHAAAT?!"

"Dengan Jung Yunho."

"M-M-MWO?!"

"Kka Changmin, galkke."

[galkke : aku pergi]

Changmin masih terbengong bodoh di ambang pintunya meski sejak semenit yang lalu taxi Jaejoong sudah menghilang di tikungan jalan.

Pria kelewat tinggi –untuk usianya tersebut akhirnya tersenyum kecil.

'Chukkhae hyung,' batinnya tulus.

Meski tak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan hyung manisnya itu.

Tak tahu cerita lengkapnya.

Tak tahu siapa itu Jung Yunho.

But for the God's shake!

Jung Yunho…..Changmin bisa memastikan bahwa Jung Yunho itu nama seorang lelaki.

Changmin segera masuk ke dalam rumah dan segera berbenah.

.

.

.

Apakah aku harus mulai membiasakan diri dengannya nanti? Apa yang harus kulakukan? Kami sama-sama lelaki.

Oke, sebenarnya aku tak pernah ada masalah dengan hubungan sejenis. Seperti Park Yoochun dan Kim –Park Junsu, sekretaris Chester company cabang Korea –sekaligus sahabatku.

Oke, selama ini aku tak pernah terlibat hubungan yang begitu serius dengan wanita. Kecuali Sabrina, gadis mungil asal Mexico. Ia gadis yang imut dan manis. Namun sayang, ia terbelit dalam arranged marriage, dan tidak dapat diganggu gugat.

Untuk sejujurnya hubungan kami dimulai hanya sebatas kakak-adik. Sabrina mengingatkanku pada Lizey, untuk itu aku menaruh perhatian lebih padanya dibanding karyawan lain. Toh ia sangat lovely dan friendly –tak ada alasan bagi orang lain untuk tidak menyukainya.

Jaman sekarang sedang nge-tren istilah 'PHP' entah darimana istilah itu berasal, kepanjangannya 'pemberi harapan palsu'.

Dalam hal ini aku sebenarnya bingung. Yang menjadi tersangka dan victim itu siapa?

Lelakinya yang memberi hint-hint tak jelas,

Atau perempuannya yang terlalu percaya diri?

Menganggap bahwa sang lelaki memang benar menyukainya.

Oke, dan itu terjadi padaku. Sabrina salah mengerti akan perhatian yang kuberikan.

Oke, kami sering pergi ke kafe diluar jam kerja, menjemputnya menuju tempat kerja, mengantarnya pulang, datang ke acara thanksgiving keluarga besarnya, dan lain-lain.

Dan seiring waktu, aku akhirnya melihat Sabrina sebagai seorang wanita.

Dan terjadilah hubungan itu.

Tak sampai tiga bulan, hingga akhirnya ia di jodohkan dengan seorang pria dari Spayol, Julian Zac.

Sabrina sempat meraung padaku untuk kabur bersama. Tapi tak bisa, sekejap rasaku padanya berubah dari 'wanita-pria' menjadi 'kakak-adik'. Dan jelas jika aku melakukannya –kabur, keluarga besar –yang sudah kukenal sebagai keluargaku sendiri, akan kecewa.

Jadi begitulah. Aku meyakinkan Sabrina. Mereka menikah, dan terbang ke Brevig, Alaska, untuk menempuh hidup baru.

Aku berdoa untuk kebahagiaan mereka selamanya, sungguh.

Sempat pada saat itu aku mengumpat dalam hati betapa kunonya keluarga Sabrina yang masih memberlakukan arranged marriage is so odd.

[perjodohan adalah sesuatu yang aneh]

Dan, harus kutarik kembali umpatanku itu ketika kini, aku berada dalam area married by arranged.

Sudah lama sejak aku berada dalam sebuah hubungan asmara. Dan semuanya kuserahkan pada tuhan atas apa yang terjadi pada diriku kini.

Kebebasanku. Kesendirianku. Rest in peace….

.

.

.

"Hyung! Ppaliwa, Hong ahjusshi waiting for us."

Aku menyambar ransel kremku dan berbenah sedikit di depan cermin seukuranku di kamar. Kuacuhkan teriakan Changmin dari lantai bawah.

Menata sedikit poni yang sempat tersibak. Merapikan rompi detektif –aku menyebutnya begitu, berwarna coklat tua.

Berlatih menyunggingkan senyum.

Menarik keatas ujung bibirku sebelah kanan.

It's been a long time I do this! –smilling - weird person in action, haha.

Apa penampilanku sudah sempurna? Setidaknya untuk bertemu Jung Yunho nanti.

Jins abu-abu pupus, boots sebetis, dan kaos krem. Tidak terlalu mencolok bukan? Apa aku sudah terlihat tampan?

"Oh ayolah hyung, kau sudah terlihat perfect. Kka!" Changmin melemparkan sebuah kacamata hitam kearahku, dan dengan sigap kutangkap.

Oke, aku siap. Thanks for Changmin, he knows I can't go outside without my dark glasses.

.

[Bayangkan interior pesawat seperti di salah satu scene 2PM – Hands Up MV]

Chagmin berada di hadapan Jaejoong menyeruput sekaleng bir dingin. Sedang Jaejoong bersedekap memperhatikan hemparan langit biru luas dengan awan tipis bagai kapas empuk dan mengundang siapapun untuk mencoba berbaring diatasnya.

"Jadi hyung, bagaimana menurutmu tentang Rhein?" Changmin membuka lock i-padnya dan menggulirkan beberapa foto seorang young lady dengan wajah imut dan rambut panjang bergelombang hitam kecoklatan membingkai pipi chubby-nya.

Diantara beberapa foto, terdapat foto Changmin yang berfoto bersama young lady itu namun dengan pose canggung.

"Ya, sebenarnya aku belum terlalu lama mengenalnya. Mungkin tiga bulanan ini. Namun entah aku terkena sihir darimana, rasanya kami sudah sangat cocok." Jelas Changmin panjang lebar.

Jaejoong tersenyum kecil. Ia setuju. Dari foto-foto tersebut, meski terlihat canggung, ada 'eternal-couple-aura' yang menyeruak kuat.

"Ntahlah Changmin, aku belum pernah bertemu dengannya. Namun aku yakin kau akan bahagia bersamanya. Ia terlihat lembut dan bisa mengontrolmu."

"Yaaaa, I hope so."

"She can cook?"

"Yeah,"

"Good then."

"Why?"

"She can relieve your adorable stomach!"

"Hahaha, you're right."

Hening….

"Hyung.."

"Ye?"

"Jung Yunho,"

"Wae?"

"Seperti apa orang itu? Kau tidak pernah menceritakannya padaku."

"Aku tidak mengenalnya."

"What? So…your marriage is…"

"Yea, arranged marriage. Why?"

"A-ah…no. just remind about Sabrina."

"Stop talking something past."

"Okay."

"Good."

"I wish for your happiness, hyung."

"Thanks Min."

.

.

.

"JAEJOONGIEEE!"

Brukk!

Jaejoong sedikit terhempas kebelakang ketika seseorang menubruknya dengan sangat keras, dan berakhir dengan sebuah pelukan erat. Jaejoong nyaris kehabisan nafas.

"Kau bertambah tinggi!"

Cup!

Satu kecupan di pipi kiri.

"Oh God….you getting more handsome and yummy xD"

Cup!

Satu kecupan di pipi kanan.

"I miss you….really miss you sooo badly! Nah, I wanna cry right now! Our Jaejoong is back…."

Hampir saja kecupan itu mendarat di bibir kissable-nya jika Jaejoong tidak segera menagkup wajah sang pemeluk.

"No Ellen –I mean mama. This one is for Yunho." Jaejoong tersenyum kecil. Mendapati Ellen memasang wajah tidak suka.

Jaejoong tertawa kecil melihat Ellen merajuk seperti ini. Selain Jaejoong manja pada Ellen, Ellen juga manja pada Jaejoong.

Ellen pernah berkata bahwa seandainya ia tidak menikahi Kim Yoonjung, maka ia akan menikahi Jaejoong –tentunya ini semua bercanda.

Jaejoong menangkup wajah Ellen dan mendaratkan kecupan manis di dahi wanita yang menggantikan peran ibu kandungnya beberapa tahun terakhir ini. Ia bersyukur memiliki Ellen yang sabar dan penyayang, jauh dari image 'ibu tiri' yang kejam dan jahat.

"Mama, I miss you so badly too. How are ya?"

Kini Jaejoong beranjak menuju ruang tengah dan duduk di sofa coklat panjang yang terlihat mahal.

"Aish Jaejoongie…just one kiss please?" ucap Ellen manja, dan Jaejoong tergelak.

"Mama…I won't make Yunho disappointed. I'm Yunho's now. You should get his permit, hahaha." Niatnya Jaejoong sih bercanda.

Oke, Jaejoong dibesarkan dalam keluarga yang sangat menghargai kebebasan, begitu pula lingkungannya di New York. Namun bukan berarti dia dengan mudah 'disentuh'. Jaejoong menjaga dirinya dengan baik.

Bahkan untuk first kiss.

"And, feels really bizarre when you calling me and put 'ie' in the end. What a kiddo nick name mama," Jaejoong berkata pura-pura merajuk

"Nappeun son! Oh Jaejae…come to mama, let me hug you." Ellen mendekat ke Jaejoong dan memeluknya erat. Begiupun Jaejoong. Sungguh ia merindukan suasana rumah dan negara asalnya.

Perempuan mungil kelahiran Pittsburgh itu menyeka air matanya yang menetes sedikit. Hingga sebuah suara menginterupsi.

"Oppaaaaa!" gadis kecil berumur tiga belas tahun dengan kuncir ekor kuda dan pipinya yang kemerahan menghambur ke pelukan Jaejoong.

Lizey.

"Lizey! Whoaaa oppa hampir tak mengenalimu. Kau tumbuh dengan sangat baik. Dan betapa cantiknya dirimu! Oh, aku bangga dengan adikku yang cantik ini," Jaejoong memeluk erat Lizey dan mendudukkannya di pangkuan.

"Lizey, turun dari sana. Jaejoong oppa pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh." Perintah Ellen.

"It's okay ma'am. I miss this little angel,"

"Nan neol bogoshipeo oppa ya."

"Nado Lizey-ah, hehe."

"Oppa dengan siapa kemari?" Tanya Lizey.

"Dengan Changmin oppa. Kau ingat dia?"

"Oh? Changmin? Pemuda tinggi, tampan, dan manis itu? Mana dia sekarang?" Tanya Ellen dari pantry, menyiapkan segelas lemon tea dingin untuk Jaejoong.

"Dia sudah kuantar ke rumahnya. Mama tahu, ia akan menikah bulan depan. Makanya ia kemari." Jelas Jaejoong.

"Benarkah? Wah, kebetulan sekali. Kau harus mengundangnya di pesta pernikahanmu tiga hari lagi." Jaejoong menganggukkan kepala dan meneguk lemon tea dingin yang disediakan Ellen.

"Oppa, kemarin aku bertemu dengan Yunho oppa di Schőnnen Boutique. Dia sangat tampan dan manly. Andai saja ia tak dijodohkan denganmu, aku mau saja menikahinya, hihihi." Gelak Lizey.

"Apa-apaan kau ini Zey, tentu saja Yunho untuk Jaejoong. Apa kau tak ingat dengan cinta monyetmu di sekolah itu?" Tanya Ellen.

"Eeung? Lizey sudah mulai jatuh cinta?" kali ini Jaejoong.

"Hehehe. Namanya Junho, tapi aku memanggilnya Nuneo. Dia juga sangat manis, hihihi." Jawab Lizey malu-malu. Dasar anak kecil, pikir Jaejoong.

"Lain kali kau harus mengenalkannya pada oppa!"

"Oke. Kka oppa, aku mau ke kamar dulu." Pamit Lizey.

"Jya!"

"Jaejoong, apa kau belum membuka e-mail dariku?" Tanya Ellen setelah kini mereka hanya berdua di ruang tamu. Bahkan Jaejoong belum membereskan barang bawaannya.

"Ada apa? Aku sibuk mama."

"Aku mengirim foto Yunho. Jangan bilang hingga kini kau belum tahu sosoknya," selidik Ellen.

Memang benar.

"Ya… begitulah….toh akhirnya nanti bertemu. Aku tidak terlalu penasaran sebenarnya." Jujur Jaejoong.

"Ngomong-ngomong, appa kemana? Ia harus bertanggung jawab tentang segalanya." Tanya Jaejoong.

"Ia akan pulang dua jam lagi. Kau sitirahatlah." Jawab Ellen bijak.

"Baiklah."

R.H.E.I.N.

04.05.13

THE ARCHER (Lamp Light)

.

.

.

Balasan reviews :

Meybi : bukan kok XD hehe mungkin saya yang kurang bisa mendeskripsikan dengan baik. Iyadong~ sesama andorgini (?) thanks yaaa

Vic89 : waah saya pingin punya pemikiran kaya eonni u.u (rada holic sama YJ, jadi susah ikhlas mrk separated u.u) yaa doa saya juga hoax.

Iya gapapa :D thanks ya ^_^

Jennychan : harus! Wakaka XD saya pribadi suka cerita jodoh"an (?) thanks yaa XDD

YunHolic : OKE DEH! XD eonni yg bikin NC-annya ._. /?/ thanks eon! ^_^

SimviR : terimakuasiiiihhh xD ya eon :))

Dommie : hai dek '_')/

Iyaaaa pake bahasa novel terjemahan~ soalnya aku pikir itu keren XD hwhwhwhw

Elizabeth versi cadel : eyiyabet (?) jadinya YAYA :D /?/

YOLAAAAAAHHH XD tapi tau deh ntar kelanjutannya gmn u.u

Guest : saya doanya juga gitu eonni/oppa ….tapi ntahlah, ada yg bilang itu Sunye's wedding announcement. Hanya bisa doa YJ itu real ampe nikah /amin/ wkwkwk XD

Hehe, sulit yah? Maaf deh, nanti saya perbaiki lagi :D

Thanksss

Riszaaa : hai Riszaaa neechaaan XDDD

Iyakaaahhhh? Terimakuasiiiiihhh ^_^

Gaboleh eon -_- gajah Sumatra nikahnya sama beruang kutub dong /?/

Saya akan berusaha yang terbaik! Gomawoooooooooooooooooooooooo

MAU TANYA LAGI /?/

Adanya balasan reviews, kalian suka atau malah terganggu?