R.H.E.I.N.
02.07.13
Present~
THE ARCHER (Lamp Light)
DON'T LIKE? KEEP READ!
Casts : YJ and the gank
Rated : T
Disclaimer : I own nothing except the story
Warning : BL, YAOI, OOC, typo. NO PLAGIARISM.
NB : There's some content I brought from novel 'Love the One You're With' by Emily Giffin.
(Imagine Yunho and Changmin in Taxi reality show, Jaejoong in Heaven's Postman movie)
Yakinkan dia, buat dia menjadi milikku.
JJ
.
.
.
Semuanya terasa begitu terang dan jelas. Bahkan angin yang berhembus tak sekedar menebarkan uap air, namun juga cahaya yang berbias dalam tiap titik airnya.
Terasa bagai memenangkan tender resort di pinggir pantai yang selama ini kuidamkan. Dihati begitu lepas dan bebas. Lega.
Could I keep this feeling forever?
Berdiri di pinggiran tebing yang tak terlalu tinggi. Merasakan angin yang berkelit diantara lengan dan jemari yang kuregangkan.
Di depan sana terbentang sejauh mata memandang, savanna. Hamparan hijaunya begitu menggelitik tengkukku untuk merasakan sensasinya.
Angin seperti mendorongku untuk melangkah.
Srrrrr~
Aku membayangkan akan jatuh dan merusak tatanan rumput gemulai, lalu jatuh di tanah basah yang kotor. Namun yang kurasakan adalah sebuah kenyamanan. Empuk.
Angin sepi membuatku terbuai…
Aku pasti mimpi.
Ellen memutar kenop pintu kayu berpelitur perlahan, berusaha agar tidak menimbulkan keriatan dan mengganggu sang empunya kamar.
Perlahan ia duduk di pinggiran kasur spring bed, mengamati sesosok lelaki yang tampak lelap dalam tidurnya.
Kini sudah berlalu beberapa jam, dan ia sudah menjadi milik orang lain. Jaejoong-ku yang manis. Aku akan sangat merindukannya…
Perempuan berumur hampir setengah abad tersebut tersenyum kecil, membelai surai almond Jaejoong dengan sayang.
Tak terasa sudah beberapa tahun berlalu. Pada saat ia pertama kali datang ke rumah mewah ini dan bertemu dengan Jaejoong kecil. Pada awalnya Ellen pikir Jaejoong adalah korban broken home alias anak tanpa kasih sayang orang tua.
Jaejoong bersembunyi di balik ayahnya tanpa mau melirik bahkan bersalaman dengannya. Jaejoong bahkan tak mengucapkan sepatah katapun dan langsung berlari ke kamarnya.
Hampir sebulan ia berada di rumah tersebut dan masih tak ada sambutan baik. Seiring waktu, Ellen menyimpulkan bahwa Jaejoong butuh waktu beradaptasi yang cukup lama dengannya.
Ia akan menominasikan Jaejoong sebagai anak termanis di dunia –jika memang ada kategori 'anak termanis' dalam ajang America Got Talent.
Kebiasaan Jaejoong yang selalu Ellen ingat adalah saat ia marah atau dalam kondisi hati yang tidak enak, Jaejoong akan datang ke kamarnya dengan membawa potongan buah apel –buah kesukaannya, tanpa diminta.
Mereka akan memakan potongan buah tersebut dalam diam, hingga Ellen berbagi keluh kesahnya pada Jaejoong.
Kini ia akan mengupaskan buah apel untuk orang lain. Semoga pilihanku mengenai Yunho tidak salah. Akan kusulap menjadi biji poppy Jung si junior itu jika ia sampai membuat Jaejoong-ku terluka!. Batin Ellen.
Sesak menggumpal di hati Ellen. Ia menelusuri garis wajah lelaki mengagumkan tersebut. Menyibak surai almond, mengusap mata, menelusuri hidung mancung, dan bibirnya yang kemerahan.
Satu titik bening lolos.
"Eeung…nnghh…mommy? Museun iriya?"
[ada apa?]
"A-ah?" Ellen terkejut dan secepatnya memasang wajah 'baik-baik-saja'nya.
"Makan malam sudah siap. Daddy dan Lizey sudah menunggu. Juga…"
"Yunho sudah datang?" potong Jaejoong cepat.
"Belum, mungkin setengah jam lagi. Kka, bersiaplah." Ellen menepuk bahu Jaejoong pelan dan beranjak.
"Mommy, what's wrong? You look pale."
[Mommy, ada apa? Kau terlihat pucat]
"Nope, I'm fine." Ellen tersenyum.
"Ellen, don't try to lie to me." Jaejoong bangun dari posisi tidurnya.
"I'm afraid to lose you baby J…"
"It's okay, Yunho will protect me well," mereka berpelukan erat dan setelahnya Ellen keluar dari kamar Jaejoong.
"Baby J, take a bath and dress up now. Jangan sampai Yunho melihatmu dalam keadaan siap santap begitu, hihihi."
Blam!
Pintu tertutup sedikit keras, meninggalkan Jaejoong yang melongo tak mengerti maksud dari ucapan Ellen.
Beringsut dari kasurnya yang nyaman dan selimut yang hangat menuju sebuah cermin seukuran dirinya dan mematut diri.
Apa yang salah dari penampilanku? Rungut Jaejoong.
Toh aku tak bertelanjang dada, hanya kaos singlet kok. Bela Jaejoong dalam hatinya.
Kemudian ia masuk kamar mandi. [JJ's image : at AADBK3 – Saipan. Waktu JJ jadi MC, trus dia buka kemeja, nyisain tanktop(?) –I mean singlet abu-abu /miapah, 'itu'nya njeplak banget di kaosnya T_T *mimisan*/]
.
.
.
Bersenandung riang, membayangkan masakan apa yang terhidang di atas meja. Ia lapar!
Jaejoong mengamati pantulan dirinya di cermin kamar mandi. Kenapa aku terlahir begitu seksi? –batinnya.
Tetes air sesekali jatuh dari ujung rambut basahnya. Ohyeah, 'sexy' is his middle name!
Dahinya berkerut ketika menyadari beberapa produk kecantikan yang berada di meja wastafelnya. Ada eye liner dan lip gloss. Untuk apa? Punya siapa ini?
Ellen.
Apa tidak apa-apa aku memakai ini? Jaejoong mengamati lip gloss dengan seksama. Ini lip gloss bening, mungkin tak apa jika memakai sedikit –pikirnya.
Eye liner? Mungkin juga tak apa jika memakainya tipis. Toh di TV juga ada male artist yang memakai eye liner.
Jaejoong bergegas memakai outfit yang sudah tersedia di dalam kamar mandi, lalu memeriksa penampilannya di cermin.
Lumayan. Bibirnya terlihat sedikit basah, dan matanya jadi semakin tajam.
Baru saja ia akan keluar kamar, Jaejoong lupa dengan poselnya yang tertinggal di kasur.
Eh? Ada gundukan di balik selimut abu-abunya.
Jaejoong berjalan pelan, dan mendapati Yunho bergelung nyaman di atas kasurnya.
"Ige mwoya?" desah Jaejoong. Jujur saja ia tak terlalu suka seseorang tidur di kasur pribadinya. Perlahan ia naik dan menduduki bagian pinggul Yunho yang tertutup selimut tebal Jaejoong.
Ia tertegun melihat wajah lelap 'suaminya' tersebut.
'YUNHO-YA! IREONA!' lalu Yunho akan kaget dan bangun, lalu ia jatuh dalam pelukan Yunho, lalu mereka berciuman lagi.
"TIDAK!" Jaejoong menggeleng dan menepis pikiran yang membuat hatinya berdesir pelan dan…sepertinya pipinya merona. Untung saja Yunho tidak bangun karena jeritannya barusan.
Mungkin dengan berbisik, itu tidak akan terjadi –pikir Jaejoong.
"Yunho-ya…ireona~…" Jaejoong berbisik pelan dekat telinga Yunho.
"Nghh…ne eomma?" Yunho menggeliat pelan dan membuka mata perlahan. Sepertinya ia benar-benar tertidur tadi.
"MWO? EOMMA? YAAAA!" –berterimakasih kepada arsitek Kim's house yang memberi dinding kedap suara di kamar Jaejoong–sehingga jeritan Jaejoong tak sampai terdengar di luar.
"Eh? Jaejoongie? Mian, aku tertidur." Kesadaran Yunho belum pulih, hingga ia mendapati Jaejoong yang berada di atasnya.
"J-Jae-Jaejoong? Apa yang kau lakukan? Nngg…bukankah ini masih terlalu pagi untuk 'melakukannya'?" cicit Yunho perlahan, sedang Jaejoong matanya memincing dan tangannya bersedekap di dada.
"Kau seenaknya masuk kamarku. Dan apa tadi? Masih terlalu pagi untuk 'melakukannya'? Melakukan apa hah? Melaku….maksudmu melakukan 'itu'? Y-yaaa! Kau sembarangan bicara!" malu karena menyadari posisinya, Jaejoong segera turun dari kasur dan tergesa memakai sepatu.
"Jae…"
"Cepat turun, Ellen dan yang lain sudah menunggu." Potong Jaejoong cepat.
"Tidak mau."
"Ayolah Yunho,"
"Tidak sebelum kau memberiku kiss." Oke, Yunho merajuk.
Dipikir ia hilang kesadaran? Mana mau ia mencium Yunho. Okay, Yunho is the best kisser, but not now…please.
"Are you kidding me? Ppali," menarik ujung selimut agar Yunho mau bangun.
"Kiss dulu." Keukeuh Yunho.
"Lihat, jasmu kusut tuh. Yunho bangun ayoo…" gantian istri yang merajuk.
"Iyadeh iya."
Suasana jadi sedikit canggung. Salah sendiri minta ciuman, coba minta duit, pasti langsung dikasih –batin Jaejoong.
"Mukanya jangan ditekuk dong, jelek tau!" goda Jaejoong demi melihat wajah Yunho yang ditekuk –sebal.
"Biarin, biar semuanya tahu suami Jaejoong jelek." Timpal Yunho yang sedang duduk di pinggir kasur sambil mengikat tali sepatu mengkilatnya.
Hhhh! Dasar Jung menyebalkan!
"Aku siap." Ujar Yunho berdiri merapikan jasnya.
"Berhenti." Yunho berhenti, Jaejoong berhenti.
"Apa?" Tanya Yunho.
"Masih mau dicium nggak?" Tanya Jaejoong balik.
"Kalau nggak mau kasih ya nggak apa-apa. Daripada kamu nya malu, trus mukanya merah kayak kepiting rebus waktu itu." Jawab Yunho.
"Aku mau kasih tapi kamu tutup mata." Kata Jaejoong.
"Udah. Aku siap dicium." Yunho kembali duduk di pinggir kasur Jaejoong. Nada bicaranya sedikit ngambek, tapi asli hatinya girang abis!.
[bayangin Yunho merem dengan bibir sexy-love-nya, trus idungnya yang bangir, cakepp uwaa *_* #plak –kembali kecerita]
Yunho merasa kedua telapak tangannya digenggam Jaejoong.
"Tiap kita ciuman, entah kenapa leherku selalu merinding dan rasanya dingin." Jaejoong mengarahkan kedua telapak tangan Yunho yang lebar ke arah kedua sisi samping leher Jaejoong yang terbuka dan meletakkannya di sana.
Yunho mengerti, istilahnya, Jaejoong butuh kehangatan.
Seiring dengan hembusan nafas Jaejoong yang menggelitik permukaan kulit wajahnya –tanda wajah Jaejoong semakin mendekat. Yunho mengusap pelan leher Jaejoong dengan lembut. Lumayan, habis pegang teko panas di dapur tadi, mudah-mudahan angetnya masih ada –pikir Yunho ngawur.
Cup!
"Sudah," ciuman Jaejoong seperti iklan jual tanah di Koran. Cepat, singkat, padat, tapi tidak jelas -_-
"Apaan? Maunya French kiss." Titah Yunho cepat dan kembali meraup bibir Jaejoong sebelum si empunya bibir sempat protes.
"Mmhhh…" Yunho mengecupi permukaan bibir Jaejoong lembut. Setelah itu mulai mengulum bibir bawah Jaejoong.
"Nngh~" Jaejoong melenguh kenikmatan hingga tak sadar mendorong tubuh Yunho hingga posisi mereka berbaring dengan Jaejoong berada di atas.
Sret!
Yunho tiba-tiba melepaskan tautan mereka, padahal belum ada satu menit.
Jaejoong menyerngit heran. Baru aja mulai enak!
"Kau pakai lipstick?" Tanya Yunho menyelidik.
"Tidak, wae?"
"Bibirmu rasanya aneh." Jawab Yunho.
"Sebenarnya aku pakai lipgloss. Wae? Kau…tidak suka?" Tanya Jaejoong takut-takut.
"Aku suka bibirmu polos. Tanpa apa-apa. Aku nggak suka kamu pakai lip gloss atau lipstick,"
Jaejoong bergegas mengusap permukaan bibirnya kasar dengan lengannya yang berbalut jas. Ia sakit hati dengan Yunho. Harusnya kan bisa diingatkan baik-baik –gerutu Jaejoong.
"Sudah. Ayo ke bawah." Kata Jaejoong tetap bersungut-sungut, Yunho ruin his mood so well, damn!
Sreet~ brukk!
Yunho menarik lengan kiri Jaejoong dan menghempaskannya ke kasur. Posisi berganti, dengan Yunho berada di atas Jaejoong.
Yunho menatap intens pada bibir Jaejoong yang terlihat merah namun kering karena usapan kasarnya tadi.
"Nah kalau gini kan enak, jadi aku bisa basahin bibir kamu…" Yunho mengerling seductive dan kembali melumat bibir bawah Jaejoong.
Jaejoong yang di bawah pipinya makin merona hebat, tak jadi marah pada Yunho. Padahal niat awal ingin menggeplak kepala suaminya itu.
"Mhhh…"
Dalam ciuman ada istilah 'membagi tugas'. Jika Yunho 'makan' bibir bawah Jaejoong, maka Jaejoong ganti mengulum bibir atas Yunho. Begitupun sebaliknya.
Seperti kali ini, Jaejoong suka kalau Yunho melumat bibir atasnya, hingga ia bisa mengulum bibir bawah Yunho yang tebal.
"Nnghh…Yunho…annghh…" Jaejoong selalu berisik ketika berciuman, namun itu bukan masalah bagi Yunho. Buktinya ia malah sedikit tersenyum menyeringai sekarang. That's the sign he is a great kisser.
Perubahan yang paling Yunho suka ketika mereka berciuman adalah bibir Jaejoong yang membengkak, basah –karena saliva mereka berdua, dan makin memerah.
Serakah, Yunho meraup seluruh bibir Jaejoong bersamaan, meraup dalam dan menghisapnya kuat.
Ketatnya rengkuhan lengan Jaejoong di lehernya makin menambah adrenalinnya.
Yang ada kini hanya insting. Terbuai. Mereka berdua sama-sama terbuai dengan keadaan yang mereka ciptakan sendiri.
Tak sadar, Yunho mengalihkan kecupannya di leher putih Jaejoong. Otomatis Jaejoong mendongak, bahkan mendorong kepala Yunho agar semakin memperdalam ciuman mereka.
[imagine Jae's outfit di MNET yang dia pake jas putih bulu-bulu, dadanya keliatan(?). yang ada YJ moment-pelukan]
Bibir nakal Yunho terus turun hingga di dada Jaejoong. Sensasi begitu memabukkan hingga membuat Jaejoong menggelinjang tak karuan. Yunho menyedot kuat-kuat dada bagian atas Jaejoong dan menggigitinya kecil. Hingga nampaklah segaris merah keunguan yang tercetak jelas di dada putih-mulusnya [neguk ludah ._.]
"Y-Yunho…jangan kissmark, nanti kelihatan," cemas Jaejoong.
"Nggak, tertutup jasmu kok." Jawab Yunho enteng.
"Mmmcpk…"
Then they start kissing again.
Tanpa ragu kini Jaejoong memeluk erat badan kekar Yunho, begitupun Yunho.
Then suddenly…
"OPPAAA! Sampai hitungan ketiga aku akan buka mata and you should take the responsibility of my pureness!" teriakan –atau lengkingan membahana Lizey berhasil membuat tautan mereka lepas dengan cepat.
"No Lizey! Jangan buka mata hingga oppa bilang boleh!" sahut Jaejoong cepat.
Secepat kilat Yunho dan Jaejoong merapikan rambut mereka yang berantakan, juga jas yang sedikit banyak terlihat kusut.
Dasarnya Yunho jahil, ketika Jaejoong merapikan jasnya…
"Sini kubantu," kata Yunho. Jaejoong sih mengangguk saja, tapi ternyata Yunho malah mengecup kilat bekas kiss mark yang ia buat tadi. Dan akibatnya, satu jitakan level 8 of 10 dari Jaejoong.
"Ouch!" sungut Yunho pelan sambil terkikik.
"OPPAAA! AKU MELIHATNYAAA!" Yunho dan Jaejoong menoleh serempak pada Lizey yang berdiri di ambang pintu sambil berkacak pinggang. Yunho dan Jaejoong sweat drop.
.
.
.
Jaejoong menyendok nasi ke piring Yunho lalu mengmbilkan lauk.
"Kami sudah menunggu kalian berdua hampir setengah jam. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Choi Minhee alias Mrs. Jung pada pengantin baru tersebut.
"Jwiseonghamnida appa, eomma, abonim, eomonim…" sambil menyendok lauk, Jaejoong menunduk-nunduk minta maaf, begitu pula Yunho.
"Apa terjadi suatu pembicaraan yang serius? Kalian bisa membicarakan dengan kami di sini…Jaejoongie, Yunho-ah." Timpal Jung Jinho, ayah Yunho.
"A-ah, iya…tadi kami membicarakan anak. Jadi kata Jae-"
Duk!
"Bu-bukan begitu. Maksud Yunho Lizey itu anak yang manis." Jaejoong merutuki Yunho yang asal ceplos. Sedang Yunho mengaduh pelan tulang betisnya di tendang Jaejoong.
"Benarkah?" Tanya Mr. Kim.
Yunho dan Jaejoong sama-sama menunduk. Ketahuan sekali bohongnya.
"Jwiseonghamnida…" kata mereka bersamaan.
"Tadi Lizey lihat Oom Yunho nyiumin dadanya Jaejoong oppa. Padahal kan dada Jae oppa rata. Oom Yunho kok mau sih?" Tanya Lizey sedikit-berpura-pura-polos.
Yunho-Jaejoong = sweat drop
Ellen-Mrs. Jung = senyum-senyum sendiri
Mr. Kim-Mr. Jung = terpaku
Lizey = asik makan.
Jaejoong yang berada tepat di samping Lizey membekap mulutnya. Sedang yang dibekap malah terkikik geli.
"Ha-ha-ha, Lizey bercanda. Benar kan Zey?" Jaejoong melotot.
"Tadi Oom Yunho sampai monyong-monyong gini, uuuu trus ada suara eng! Uh! Mm! gitu appa, eomma…" celotehan Lizey makin membuat pasangan Yun-Jae down. Sampai-sampai Yunho menunduk dalam hingga dahinya bertemu meja.
"Jae…" Ellen menatap Jaejoong penuh selidik. Sebenarnya bukan karena perbuatan Yun-Jae, tapi bagaimana bisa Lizey sampai tahu tentang aktifitas macam 'itu'?
"Mommy tidak percaya? Tuh!" Lizey menarik sedikit jas Jaejoong, dan terlihatlah kiss mark ala Yunho.
"Eits! Lizey nggak boleh buka-buka baju orang sembarangan." Yunho yang berada di samping lain Jaejoong turun tangan mencegah tangan Lizey makin 'nakal'.
"Iya, mommy percaya kok." Timpal Ellen cepat.
Suasana semakin tidak enak.
"Yasudah dimakan dulu itu, nanti keburu dingin." Mr. Kim menengahi. Dan mereka semua menunduk.
Jadilah malam itu keluarga Kim dan keluarga Jung bertemu dan makan malam dalam satu meja. Keadaannya canggung. Yah, begitulah. Pasangan Yun-Jae heboh.
.
.
.
Yunho ditawari untuk menginap di rumah keluarga Kim, tapi Yunho dan Jaejoong sama-sama menolak karena malu ketahuan mesum. [haha]
Kira-kira jam sepuluh malam keluarga Jung pamit.
Setelah mengantar sampai teras, Lizey masuk ke kamarnya, begitupun Kim Yoonjung masuk ke kamarnya sendiri.
Tinggallah di ruang keluarga, di depan TV, duduk Ellen dan Jaejoong bersebelahan.
"Kulihat kalian sudah nyaman satu sama lain." Ellen membuka suara.
"Hm…begitulah…" sahut Jaejoong pendek dan beranjak, menyisakan Ellen dengan satu helaan nafasnya.
Tak lama, Jaejoong kembali dengan sepiring potongan buah apel, buah kesukaan Ellen.
"Makanlah ini Ellen, lalu cerita apa yang menjadi pengganjal pikiranmu…" kata Jaejoong.
Setelah sepiring potongan apel habis, Ellen menyenderkan kepalanya di bahu Jaejoong.
"Aku memang bukan ibu kandungmu Jae, aku hanya seorang ibu tiri bagimu. Maaf jika aku ada salah, sungguh aku menyayangimu seperti kau adalah anak yang lahir dari rahimku sendiri." Bisik Ellen lirih.
"Ya, aku tahu itu. Terimakasih telah menyayangiku Ellen…aku tak tahu bagaimana melewati masa remajaku tanpa dirimu. Dan…terimakasih banyak sudah memilihkan Yunho untukku." Ucap Jaejoong tulus.
"Dia terlihat sangat menyayangimu Jae…"
"Benarkah itu?"
"Ya. Eeum, bagaimana first kiss kalian?" Tanya Ellen tiba-tiba. Jaejoong meneguk ludah.
"First kiss kami?" Jaejoong menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mungkin Ellen mengira tadi adalah first kiss kami? Atau harus kuceritakan peristiwa di makam eomma tadi pagi? Batin Jaejoong berkecamuk.
"Ah~ sudahlah. Aku tahu itu hal yang pribadi. Seperti ciuman pertamaku dengan ayahmu juga, hihihi." Guyon Ellen.
"Jadi, apa masalahmu Ellen?" Tanya Jaejoong.
"Aku hanya takut Yunho akan menyakitimu baby J…"
R.H.E.I.N.
02.07.13
TBC
THE ARCHER (Lamp Light)
Hey! Saya balik :D [senyum tanpa dosa ._.]
Untuk yang menunggu, maaf lama. UKK plus sibuk liburan bo' #plakk
Untuk yang baru baca, hey, salam kenal
Kalo gada yg nunggu dan gada yg baca…yah…nasib gue -_-v
FF The Archer ini memang minim konflik diluar. Banyaknya konflik dalam alias perasaan. Penceritaan yang sangat lambat [saya pikir], untuk menceritakan keadaan perasaan tiap tokoh. Jadi gejolak asmaranya kelihatan gituh ._. /apaini/
Kadang saya juga maunya dicepetin biar langsung klimaks, klimaks, dan klimaks…eh ternyata jemari ini tidak bisa berhenti untuk menulis banyak tentang keadaan batin si tokoh -_-
Pokoknya warn dari saya, ini FF isinya lovey dovey aka fluff aka romance-nggak-mau-tapi-mau-alias-malu-malu-gajah(? )
Dan menggambarkan tokoh Jaejoong yang TIDAK feminine, karena saya suka dgn tokoh JJ yang garang, arogan, cuek, dan susah(?). tapi yaa, namanya ultimate uke diapain aja gemesin xD
Buat yang review makasih! Apalagi buat ade gueeee Yaya :3 moach! *lempar tiket VVIP YunJae live concert 'Blue'* #plakk
Buat silent readers jg makasih ^_^ wahai para siders, kita ngobrol lewat telepati ya (p'.'q)
Sekalian mau nanya…ada yang tahu website buat Download manga yaoi? T_T yang siap download gitu…hiks…pen baca…TERIMAKASIH ^_^
MAAF KALAU CHAPTER INI TIDAK MEMUASKAN. MINTA DIPUASIN YUNHO AJA ._. #plak
