Previous Chap :

"Yesung hyung.. Jangan pergi, hiks.. Aku tak ingin kau bersamanya, hiks.." igauan Ryeowook membuat Yesung kembali dari lamunannya.

Yesung menggenggam jemari Ryeowook "Aku tak akan pernah pergi. Aku juga tak ingin bersamanya tapi tunggulah sebentar lagi. Kita akan kembali seperti dulu, hanya menunggu saat itu tiba" ucap Yesung seraya mengusap pipi Ryeowook.

….

….

Enno KimLee Presents

"For You chap 3"

Main Cast : YeWook

Slight : HaeWook, YeLli

Rate : T+

Warn : BoyxBoy, drama, little hurt, gaje

Don't Like..? Don't Read..!

If you've read, please leave a comment

It's easy, Right.

No CoPas.. Okeh..


YeWook saling memiliki..

YeWook masih terikat SMEnt..

YeWook punya orang tua, saudara-saudara nya, serta shipper..

Tapi Yesung punya saya, dan cuma dengan Baby Wookie saya rela berbagi #dilemparDdangkoma


Suara burung mewarnai pagi di kamar Ryeowook. Sedangkan seberkas cahaya masuk melalui ventilasi diatas jendela. Tapi tetap tak membangunkan lelaki itu, ia hanya menggeliatkan badannya saja.

Perlahan aroma manis pancake tercium saat lelaki itu menarik selimut sebatas lehernya. Yesung lelaki yang menarik selimut itu segera bangun ketika teringat keadaan Ryeowook dan segera beranjak ke dapur tempat yang sudah pasti Ryeowook berada.

Greb..

Yesung memeluknya dari belakang dan mengaitkan jemari di perutnya, membuat Ryeowook terkesiap, kaget.

"Hyungie~ kau mengagetkanku!" ucap Ryeowook sambil mencubit kecil tangan Yesung yang melingkari perutnya, membuat Yesung sedikit mengaduh.

"Kau yang membuatku kaget, mengapa kau bangun baby? Tubuhmu masih hangat" ujar Yesung ketika merasakan hangat tubuh Ryeowook melalui pipi mereka yang bersentuhan.

"Aku tak apa, hyung. Dari kemarin aku memang tak enak badan, tapi aku masih bisa jika membuat pancake ini. Kau mau mencicipinya?" ujar Ryeowook seraya mengangkat pancake bersaus bluberry itu.

"Tentu aku mau, ayo kita makan bersama" ujar Yesung langsung menarik pinggang Ryeowook dan mendudukkannya dipangkuan Yesung yang terduduk dimeja makan.

"Yak! Hyung.. Duduklah dikursi, jangan dimeja makan" ucap Ryeowook saat Yesung menggeser beberapa botol selai dan roti tawar yang tersedia diatas meja itu.

"Aku mau duduk disini, bosan jika dikursi atau kau mau aku duduk dipangkuanmu hmm?" Yesung berbicara sambil mengelus paha Ryeowook yang membuatnya menggeliat.

"Geli hyung, hmm~" Ryeowook menggeliatkan badannya dan menaruh piring berisi pancake di meja, mengantisipasi jika Yesung menggodanya.

"Lalu mana yang tak geli baby? Hmm~" tanya Yesung melanjutkan kegiatannya tapi kini tangannya menggelitik pinggang ramping Ryeowook.

"Ahaahaa.. Hyungie~ geli hyung~ ahaahaa.." Ryeowook semakin menggeliat tapi tetap tak bisa melepaskan diri dari pangkuan Yesung.

Mereka tertawa bersama. Moment yang Yesung rindukan. Yesung sangat menikmati kebersamaan mereka ini walau keadaan Ryeowook tak begitu baik. Ia merasa bahagia dengan saat-saat seperti ini, saat sebelum Ryeowook membuat keputusan yang membuat mereka tersakiti.

Ahh bukan, bukan mereka. Tapi hanya Ryeowook. Yesung memang sakit, tapi ia tahu bahwa Ryeowooknya lebih tersakiti. Tapi apa yang bisa ia perbuat? Ia sudah mencoba membujuk Ryeowook mengakhiri semua ini, tapi jawabannya tetap sama.

"Aku melakukan ini karna aku menyayangi kalian, hyung"


..flashback..

Seorang lelaki duduk termenung di rumput taman. Ia memeluk kedua kakinya yang di tekuk hingga menyentuh dada serta menaruh kepalanya di atas lutut. Menghela nafas untuk kesekian kalinya.

"Wookie-ah.. Sudah malam, masuklah" suara seorang lelaki bersurai hitam, hyung yang menyayanginya mengelus pipinya, dan langsung membuyarkan lamunannya.

"Hyung.. Sejak kapan kau duduk disini hum? Mengagetkanku saja" ucap Ryeowook yang langsung terduduk menghadap lelaki itu.

Lelaki itu melingkarkan tangan kirinya ke bahu Ryeowook dan mengacak rambut coklat gelapnya dengan tangan yang bebas. "Ada apa denganmu hmm? Semenjak mendapat telfon dari Yesung hyung, kau terlihat pendiam"

"Yesung hyung ingin bertemu. Tapi entahlah.."

"Ahh.. Kau takut jika ia tak datang lagi eoh?"

"Bukan takut. Aku sedang malas jika harus menunggunya sendiri. Ahh hyung, kau mau menemaniku?"

"Menemanimu? Boleh saja, asal kau mentraktirku. Bagaimana hmm?"

Greb!

Ryeowook memeluk lelaki yang di panggil hyung itu dan berdiri. "Baiklah, aku akan mentraktirmu sampai kenyang"

Sang hyung tertawa melihat Ryeowook yang sudah kembali ceria. "Tentu.. Aku tak mau mati bosan hanya menunggunya" dan mereka tertawa bersama.

"Masuklah, hyung sudah membuatkanmu susu coklat hangat. Nanti keburu dingin" dan mereka pun berjalan menuju apartemen di seberang taman itu.

...

...

Cafe itu terlihat agak ramai, padahal saat ini tidak dalam waktu makan siang. Waktu yang sengaja ia pilih tapi ternyata sekarang waktu telah menunjukkan pukul empat sore, ahh sudah waktunya orang bersantai rupanya?.

Ryeowook menatap ponselnya dengan kening berkerut. Kenapa ponsel kekasihnya itu tak bisa di hubungi? Ia menghela nafas dan kembali duduk bersama kakak sepupunya.

Hemm.. Sepertinya Ryeowook mulai kesal telah menunggu dua jam.

"Ada apa, Hae hyung?" tanya Ryeowook saat ia merasakan tatapan kakak sepupunya yang diketahui bernama Donghae tak juga lepas darinya.

Donghae meminum kembali ice chocolate dihadapannya, kemudian mendongak menatapnya. "Kenapa? Kekasihmu tak jadi datang lagi?" tanyanya.

"Mungkin masih sibuk" jawab Ryeowook dan memakan ice cream vanilla bertabur chocochipnya.

Tidak lama kemudian, Donghae menyikutnya. "Coba lihat siapa yang datang"

Ryeowook menolehkan kepalanya kearah pandangan Donghae. Ia menghela nafasnya sejenak dan kemudian tersenyum pada lelaki yang sedang berjalan kearahnya.

"Maaf jika hyung terlambat. Sulli datang saat hyung akan berangkat, jadilah appa menyarankan untuk mengajaknya juga" bisik lelaki yang baru saja datang bersama seorang wanita pada Ryeowook.

"Tak apa, Yesung hyung. Sulli juga kan sudah sering berkumpul bersama kita" jawab Ryeowook sedikit tak rela.

Donghae yang melihat kedua lelaki yang saling berbisik itu berdeham dan berkata "Hey! Masih ada kami disini. Jangan berbisik seperti itu"

Sulli, wanita yang datang bersama Yesung tertawa dan berdiri disamping Donghae. "Biarkan saja Hae oppa. Kita juga bisa berbisik seperti itu jika kau mau.

...

...

"Apa kabarmu, Sulli?" tanya Ryeowook saat Sulli mendudukkan dirinya di samping Donghae, berhadapan dengan Yesung dan Ryeowook.

"Aku baik. Sangat baik. Rasanya tak pernah sebaik ini" jelas Sulli.

Ryeowook menganggukkan kepalanya. "Kau harus selalu jaga kesehatan jika tak mau masuk rumah sakit lagi. Aku tak habis pikir, kau senang sekali dalam satu bulan bisa dua - tiga kali menginap di rumah sakit" ucap Ryeowook menatap lembut Sulli.

"Aku juga tak ingin seperti itu. Entah mengapa, tubuhku selalu bereaksi berlebihan ketika aku melakukan sesuatu yang sedikit melelahkan" jelas Sulli.

Yesung yang melihat kedekatan Ryeowook dan Sulli hanya tersenyum simpul. 'Apakah kau akan tetap berlaku seperti itu pada Sulli, jika aku memberitahu apa yang dibicarakan appa seminggu yang lalu, baby-ah' pikir Yesung.

...

...

Keduanya terdiam

Hening

Sunyi

Entah sudah berapa lama mereka seperti itu. Terduduk di lantai yang di lapisi karpet yang berada dalam kamar Yesung "Mengapa kau menyetujuinya huh?" Yesung memulai pembicaraan ketika mereka terdiam cukup lama.

Ryeowook tak menjawab pertanyaan Yesung, ia malah berdiri dan melangkah keluar sambil berkata "Hyung mandilah dulu, aku akan menyiapkan makan malam"

Sesungguhnya Ryeowook tak ingin menyetujui permintaan appa Kim, tapi ia sangat menyayangi lelaki paruh baya itu dan tak tega pada wanita itu. Ia masih punya hati nurani untuk menolong orang lain walau ia tak tahu bahwa nantinya ia sendiri yang akan terluka.

Yesung hanya menghela nafasnya, terdengar sedikit berat. "Mana bisa aku berpura-pura mencintainya? Kau naif Kim Ryeowook! Kau memikirkan orang lain tanpa memikirkan hubungan kita nantinya" gumam Yesung lirih.

...

...

Suasana di meja makan itu sangat sunyi, tak ada suara canda dan tawa seperti biasanya. Ryeowook duduk di depan Yesung, tak lagi di sampingnya dan membuat Yesung menatap lekat Ryeowook yang sudah mulai menyuapkan makanan ke mulut mungilnya.

Ryeowook sangat tahu bahwa kini Yesung sedang menatapnya, tapi ia coba menghiraukannya. Ia tahu dengan jelas bahwa Yesung pasti akan bertanya mengapa ia tak duduk disampingnya jika mereka bertatapan.

"Mengapa kau tak makan, Yesung hyung?" Ujar Ryeowook sambil menatap sekilas Yesung. Akhirnya ia bertanya setelah ia tak melihat Yesung menyentuh makanan itu.

"Aku tak lapar" jawab Yesung singkat.

Ryeowook kembali menatapnya. "Kita tak makan apapun setelah makan siang tadi. Bagaimana kau bisa tak lapar? Bagaimana jika nanti kau sakit, hyung?"

"Biarkan aku sakit, jadi kau bisa mengabulkan keinginanku. Seperti yang kau bilang tadi siang padaku di rumah appa" jawab Yesung menatap tajam Ryeowook.

"Makanlah. Aku tak mau kau sakit, hyung. Aku akan sedih jika kau sakit" ujar Ryeowook dan kembali menundukkan kepalanya, melanjutkan acara makannya.

''Maaf hyung, aku melakukan ini untuk kita, terutama untukmu''

"Aku melakukan ini juga karna aku menyayangi kalian, hyung"

..flashback off..


"Aku merindukanmu, baby-ah.." ujar Yesung tiba-tiba sambil menghentikan gelitikannya dan membawa Ryeowook menghadap ke wajahnya.

Yesung menangkupkan wajah Ryeowook dengan tangan besarnya dan menyatukan kening mereka.

"Aku juga merindukanmu hyung, tapi aku tak mau mengecewakan appa Kim. Aku sudah berjanji, kau ingat bukan?" jawab Ryeowook seraya melepaskan tangan Yesung dari wajahnya dan meletakkannya kembali ke pinggang, sedangkan wajah Ryeowook disandarkan pada dada bidang Yesung dan lengannya melingkar di pinggang Yesung.

"Tapi appa bilang waktunya tak kurang dari setahun, dan ini sudah 6 bulan, baby"

"Apakah jika aku yang mencintaimu sepertinya, kau tak mau menghabiskan waktumu denganku, hyung?" tanya Ryoeowook lirih.

"Jika itu kau, aku akan selalu bersamamu tanpa diminta. Aku akan melakukannya dengan sepenuh hatiku tanpa meninggalkanmu sedetikpun"

"Bohong! Mana mungkin kau tak meninggalkanku. Memang kau tak mandi? Tak makan? Tak kerja? Aigoo kekasihku ini pintar sekali berbohong" Ryeowook langsung menatap wajah Yesung dan membawa wajahnya ke bahu kanan Yesung, menghirup aroma tubuh Yesung yang sudah jarang ia lakukan.

"Aku akan membawamu kemana saja aku pergi. Tak akan kubiarkan kau sendiri" jawab Yesung seraya mengeratkan pelukan mereka.

Ryeowook menghela nafasnya. Ryeowook tau jika Yesungnya memang tak akan membiarkannya sendiri. Ryeowook tersenyum senang.

"Maka itu, anggaplah Dia itu aku. Aku bisa merasakan kesedihannya hyung- " ujar Ryeowook lalu mengambil pancake yang beberapa waktu mereka abaikan.

"- Sudahlah.. Kita makan pancake saja, jangan sampai dingin" tambah Ryeowook ketika Yesung tak menjawab ucapannya.

"Kau rela membagiku dengannya? Kau tak pandai berbohong, Ryeowook" ujar Yesung pelan tapi sangat terdengar jelas oleh Ryeowook.

"Bohong jika aku rela, tapi aku tak bisa melihatnya sedih saat bercerita padaku. Dia merasa kau jauh walau kau bersamanya. Kumohon hyung, dia sakit, baik-baiklah padanya" ujar Ryeowook sambil menatap sendu kemata Yesung.

"Baiklah, aku akan ikuti maumu. Tapi katakan jika kau merasa sedih dengan ini semua. Kau tau jika aku akan melakukan apapun untukmu, tapi aku tak akan memaafkan diriku jika aku sendiri yang membuatmu bersedih apa lagi terluka. Jangan memendamnya sendiri, katakan padaku, baby-" jelas Yesung.

Ryeowook menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dikatakan Yesung.

"- dan kau harus mengatakan apa yang kau rasakan padaku mulai saat ini. Aku tak mau kau menangis lagi dalam tidurmu" tambah Yesung membuat Ryeowook yang ingin menyuapkan potongan pancake kemulutnya terhenti.

Ryeowook tersenyum kecil "Itu karna aku merindukanmu hyung, tapi aku tak boleh egois bukan?" Jelas Ryeowook kemudian mengambil potongan pancake dan memakannya.

Ryeowook memejamkan matanya saat sauce bluberry itu memberi rasa asam pada pancake manisnya.

Yesung mengusap pipi Ryeowook dan mendekatkan wajahnya. Ia menangkup pipi itu dan menekannya sehingga mulut Ryeowook sedikit terbuka. Tanpa basa-basi, Yesung menyusupkan lidahnya kemulut Ryeowook, mengambil pancake itu kemudian menghisap lidahnya.

Yesung melepas tautan bibir mereka ketika pancake yang ia ambil habis. Kemudian ia menghapus saliva disudut bibir tipis Ryeowook dengan lidahnya.

"Kau tau bluebarry itu asam, tapi kenapa memakannya hmm?" tanya Yesung yang tau bahwa Ryeowook kurang menyukai rasa asam.

"Mulutku masih terasa pahit, jadi aku mengolesnya dengan selai blueberry. Tapi kenapa kau malah mengambilnya hyung? Makan saja sendiri, masih banyak dipiring" ujar Ryeowook kemudian mengerucutkan bibirnya.

Ryeowook sedikit kesal karna acara memakan pancake sauce blueberry diganggu Yesung. Kemudian ia menyuapkan lagi tapi dengan santai Yesung melakukannya lagi, mengambil pancake dengan mencium Ryeowook lagi.

Begitulah mereka, tak perlu ke tempat romantis dan menghabiskan banyak uang. Cukup dengan makan bersama, semua kerinduan bisa tersalurkan.


Ceklek..

Suara pintu terbuka dan seorang lelaki bergigi kelinci berdiri di depan Ryeowook dan memperhatikannya beberapa saat.

"Hey Ryeowook-ah, kenapa kau terlihat pucat eoh?" tanya lelaki itu.

"Aku tak apa Sungmin hyung" jawab Ryeowook.

"Ahh Sungmin hyung? Ya! mengapa tak bilang jika ingin datang huh? Aku bisa mejemputmu" ucap Ryeowook saat sadar bahwa Sungmin ada di hadapannya sekarang. Ia memang baru saja bangun dari tidurnya.

"Untung aku tak memberitahumu, kau terlihat tak baik-baik saja" segera, Sungmin menempelkan punggung tangannya pada kening Wookie 'hangat' pikirnya.

"Kau demam. Sudah minum obat?" tanya Sungmin.

"Sudah. Yesung hyung sudah memberiku obat sejak kemarin, dan hari ini aku merasa lebih baik" jelas Ryeowook.

Hey Kim Ryeowook..

Kau merasa lebih baik karna sudah minum obat atau karna kekasihmu sudah datang dan menginap eoh? Tsk~

Sungmin menatap lekat Ryeowook "jadi ia menemanimu kemarin? Ahh harusnya aku datang lebih awal. Aku belum melihat kekasihmu, sedangkan DongHae sudah"

"Donghae hyung juga baru bertemu dengannya dua kali, Sungmin hyung. Itupun sudah lama sekali" jelas Ryeowook lalu kembali masuk ke kamarnya dan diikuti Sungmin.

Sungmin menatap sekeliling kamar Ryeowook. Lalu tatapannya terhenti saat melihat foto seseorang yang terpajang diatas meja nakas.

"Kim Jong Woon? Kau berpacaran dengan Kim Jong Woon Ryeowook?" tanya Sungmin.

Ryeowook menghentikan langkahnya saat ia ingin masuk kamar mandi. Ia kaget saat mendengar Sungmin mengetahui nama asli dari kekasihnya. "Hyung mengenal Yesung hyung?" tanya Ryeowook penasaran.

"Dia lelaki yang disukai Sulli anak dari pengusaha properti itu kan?. Tan Hangeng dan Tan Heechul" jelas Sungmin membuat Ryeowook terdiam.

"Oh Tuhan~ Haruskah kini kuceritakan semuanya pada Sungmin hyung?" pikir Ryeowook yang memandang Sungmin dengan sendu.

..To Be Continued..


Thanks to :

blackwhite28 :: yumiewooki :: Kim Sooyeon :: Guest 1 :: JaeRyeoCloudnia :: choi Ryeosomnia :: kim eun ra :: viiaRyeosom :: AiiuRyeong9 :: RyeoFfan18


holla~

Daku datang dengan Chap 3 nya.

Dan sebuah rahasia yang ditutupi Ryeowook dari Sungmin mulai terlihat.

Ahh~ Akhirnya aku munculin Sulli sebagai orang ketiga dari pasangan YeWook. Setelah betapa ditemani Lunary ice #plak

Yosh.. sekian cuap-cuapku.

Last Words,

Gimme Your Review...?