Previous Chap :

Appa sudah berkali-kali kuberi penjelasan dengan hubunganku dan Ryeowook yang mulai terasa dingin. Dan ia hanya meminta waktu sebentar lagi, tapi aku tak yakin. Melihat keadaan Sulli yang semakin membaik, bukannya aku mengharap sakitnya, tapi kurasa ia perlahan mulai kembali sehat.

Saat ini, aku hanya ingin memeluk tubuh mungil kekasihku dan menghirup aroma tubuhnya yang selalu membuatku tenang. Aku tak peduli jika nanti ia marah-marah saat mencium aroma alkohol dari hembusan nafasku. Aku merindukannya. Sungguh!

Sekarang sudah pukul sepuluh malam, kurasa ia belum tidur.

Semoga saja..

...

...

Enno KimLee Presents

"For You Chap 5"

Main Cast : YeWook

Slight : Kyuhyun, MinBum, Donghae

Warn : BoyxBoy, drama, little hurt

Don't Like..? Don't Read..!

If you've read, please leave a comment

It's easy, Right.

No CoPas.. Okeh..


YeWook saling memiliki..

YeWook masih terikat SMEnt..

YeWook punya orang tua, saudara-saudara nya, serta shipper..

Tapi Yesung punya saya, dan cuma dengan Baby Wookie saya rela berbagi #dilemparDdangkoma


Tett..

Tett..

Pintu tak bisa terbuka saat Yesung untuk kedua kalinya menekan tombol enter setelah memasukkan kode pintu apartement Ryeowook yang terdiri dari enam digit angka. Kemudian ia menyandarkan tubuhnya yang sedikit limbung pada daun pintu. "Untung tadi aku menggunakan taksi" pikir Yesung saat kepalanya kini terasa agak berat.

Tadi Yesung meninggalkan mobilnya di basement pub itu setelah ia memutuskan ingin menemui Ryeowook malam ini. Ia mengambil ponsel di saku celananya dan menekan tombol sembilan. Ia pikir, mungkin karna terlalu banyak minnum sehingga ia salah memencet angka.

tutt.. tutt..

tutt..

"Yeob-"

"Baby-ah~" ujar Yesung langsung setelah sambungan terhubung. Ia tak membiarkan penerima berkata mendahuluinya.

"Sepertinya sensor pintu apartementmu rusak~" lanjut Yesung dengan suara yang sedikit terdengar manja -mendayu lebih tepatnya-.

"Tidak. Aku mengganti kodenya"

"Eung~ Pantas saja. Aku tak bisa membuka pintunya walau sdah dua kali memasukkan kode yang biasa. Kenapa kau menggantinya heum~?"

"Kau ada dimana, hyung?" tanya Ryeowook saat sadar dengan suara Yesung yang terdengar aneh.

"Aku didepan" jawab Yesung singkat.

Ada tiga kemungkinan jika suara Yesung terdengar seperti itu.

Pertama, Yesung sedang sakit dan merajuk saat ia tak ingin makan dan meminum obat.

Kedua, mereka sedang bermanja dan Yesung menggodanya .

Ketiga, Yesung sedang mabuk.

Dan Ryeowook benci dengan kemungkinan ketiga itu.

Ryeowook segera bangun dari ranjang dan menyalahkan lampu kamarnya. Ia baru saja akan memejamkan mata saat tiba-tiba ponselnya bergetar diatas meja nakas. Ryeowook juga menyalahkan lampu ruang tengahnya dan segera membuka pintu.

Bruk!

Ryeowook menatap tak percaya pada tubuh Yesung yang kini telah berada menimpa kakinya. Ia segera berjongkok dan membantu Yesung berdiri. Ryeowook membawa tubuh Yesung dengan sedikit tertatih, walau tubuh Yesung tak setinggi dan sebesar Kyuhyun, tapi tubuhnya memang lebih besar dari Ryeowook.


Ryeowook membawa Yesung ke kamar dan membaringkannya dengan perlahan. Yesung menggeliat saat tubuhnya menyentuh ranjang lembut Ryeowook dan bergumam "Baby-ah~ Aku rindu~".

Ryeowook menuju ujung ranjang untuk melepas sepatu yang Yesung pakai. Ia melepas kaos kaki hitamnya lalu meletakkan sepatu itu di sudut kamar dan segera keluar mencari wadah dan membawa minuman untuk Yesung saat tersadar nanti.

"Hoek.. Uhuk!"

Ryeowook segera menuju kamarnya seraya membawa segelas susu coklat hangat saat mendengar suara Yesung yang terbatuk. Ia belum menemukan wadah tapi ternyata Yesung sudah lebih dulu bangun. Ia meletakkan susu itu dimeja nakas, kemudiam berjalan ke asal suara -kamar mandi- dan menemukan Yesung yang berjongkok didepan closet sambil memegang perutnya.

"Untuk apa datang setelah kau minum, hyung? Apakah Sully tahu jika kau kemari huh?" ujar Ryeowook langsung saat membantu Yesung yang agak kesulitan ketika ingin berdiri.

Ryeowook sangat benci ketika Yesung mulai pergi ke bar dan minum-minum untuk menjernihkan pikiran. Bagi Ryeowook, mabuk tak akan menyelesaikan masalah, malah menambah masalah.

"Tak bisakah kau tak membahas Sulli? Aku lelah, ingin tidur, baby-ah" ujar Yesung saat Ryeowook kembali membaringkan tubuhnya diranjang.

"Sulli tak tahu huh? Baiklah, segera minum susumu dan segera tidur. Aku akan tidur dikamar depan" ucap Ryeowook sambil menunjuk segelas susu coklat dimeja nakas dan membalikkan tubuhnya.

Greb!

Yesung tiba-tiba duduk ditepi ranjang dan segera menarik lengan Ryeowook, membuatnya kembali membalikkan badannya. Yesung memeluk erat tubuh mungil Ryeowook dan membenamkan wajahnya diperut namja mungil itu.

...

...

"Jangan tinggalkan aku sendirian. Aku rindu padamu, Kim Ryeowook" ujar Yesung lirih ketika Ryeowook sedikit meronta.

Yesung memeluk erat pinggang Ryeowook dan memejamkan matanya. Ia sangat rindu tubuh mungil itu. Tubuh mungil yang selalu terasa hangat.

Ryeowook menghela nafasnya dan mengusap lembut rambut hitam Yesung. "Kau memotong rambutmu, hyung?" tanya Ryeowook saat ia merapikan rambut Yesung dengan gerakan menyisir dari depan kebelakang. Terasa lebih pendek dan sedikit tipis.

"Hmm~" hanya gumaman yang terdengar.

"Jangan begini hyung. Lepaskan pelukanmu dan segera minum susu lalu tidur" ucap Ryeowook lagi seraya mendorong bahu Yesung, bermaksud ingin melepaskan pelukannya.

Ryeowook menghentikan tindakannya saat Yesung tetap menggelengkan kepalanya dan lebih mempererat pelukannya. Ia menghela napas karna sikap Yesung yang menurutnya menyebalkan. Ia ingin segera tidur mengingat esok harus bangun pagi.

Yesung menggeleng. Ia membawa jemari Ryeowook yang kini berada dibahunya menuju wajahnya. Ia mengecup kedua punggung tangan Ryeowook bergantian yang kemudian menatapnya.

"Temani aku tidur disini. Aku ingin tidur dengan memelukmu. Sudah lama kita tak bertemu, baby"

"Baiklah. Aku akan menemanimu. Lepaskan pelukanmu, aku ingin ke dapur sebentar" ujar Ryeowook akhirnya -mengalah-.


Saat Yesung terbangun pagi itu, ia mendapati dirinya dalam kesendirian. Padahal semalam ia sungguh bahagia saat Ryeowook akhirnya menyerah dan tidur seraya memeluknya. Tapi kini, setelah ia bangun malah tak melihat kekasih mungilnya itu.

Tak ada hembus nafas yang menggelitik telinganya.

Tak ada jemari lentik yang mengusap lembut rambut hitamnya.

Tak ada cara khas seorang Kim Ryeowook membangunkan Kim Jong Won!

Hanya ada aroma apel yang menguar samar di kamar tidurnya.

Yesung menghirup aroma itu dan menatap sekelilingnya. Kemudian Ia menunduk, mengusap kasar wajah dengan kedua tangannya.

Keheningan melanda ruang itu untuk beberapa waktu. Tapi tak lama, karna setelah itu terdengar dering ponsel. Yesung mengambil ponsel di meja nakas dan melihat ada sebuah pesan masuk.

"Jagalah baik-baik dirimu, hyung. Untuk saat ini, jangan mencariku. Aku akan baik-baik saja"

Segera setelah Yesung membaca pesan itu, ia langsung menghubunginya. Tapi sial bagi Yesung, nomor itu sudah tidak bisa dihubungi.

Yesung membanting ponselnya kasar ke lantai. "Aaaarrrghh!" Lalu ia berteriak dan menghempaskan tubuhnya kembali di ranjang.

"Kau tak bisa pergi seperti ini, baby" dengan tiba-tiba, Yesung bangun dan bergegas hendak menyusul Ryeowook.

Yesung yakin bahwa Ryeowook masih belum pergi terlalu lama karena aroma shampoonya masih begitu terasa. Maka itu, kemnungkinan Ryeowook belum pergi terlalu jauh.


"Ryeowook hyung~ Cepatlah. Evil Kyu sudah menelponku berkali-kali" teriak namja berambut hitam dan kulit seputih salju.

"Jangan berteriak seperti itu, Kibummie. Aku bisa mendengarmu walau dengan suara kecil" sahut namja yang dipanggil Ryeowook ketika mendengar teriakan Kibum.

Kibum hanya menggeleng saat melihat Ryeowook membawa tas yang cukup besar.

"Kau kenapa, Kibummie?" tanya Ryeowook saat ia melihat Kibum bertingkah seperti itu.

"Kita hanya akan pergi ke rumah Changmin, hyung. Kau tak perlu membawa tas sebesar itu. Dan jika itu pesanan food monster itu, awas saja dia"

"Aku senang jika Changmin menghabiskan semua masakanku. Apakah kau tak pernah memasak untuknya?" ujar Ryeowook ketika memakai sepatu.

Kibum segera mengambil tas yang diletakkan diatas meja ruang tengah dan membuka pintu flatnya, mengabaikan ucapan Ryeowook. "Cepatlah hyung. Kyuhyun sudah menunggu lama dirumah Changmin. Mereka sudah kelaparan, jangan sampai mereka kemari dan menghabiskan semua isi kulkas kita seperti seminggu yang lalu"

Ryeowook mengambil jacket coklatnya dan segera berlari kecil menghampiri Kibum. "Dan aku akan mengisi penuh kembali kulkasmu" ujarnya lalu berjalan mendahului Kibum.

...

...

"Wookie hyung~" suara tiga oktaf Shim Changmin terdengar menyebalkan ditelinga Kibum saat ia dan Ryeowook memasuki ruang tengah rumah Changmin.

"Kau terlambat empat puluh delapan menit, tiga puluh tujuh detik" ujar Kyuhyun melihat jam tangannya dan kembali membaca komik di sofa panjang.

Ryeowook duduk disebelah Kyuhyun dan mengacak surai coklatnya yang dihadiahi teriakan oleh Evil itu. "Ya! Wookie hyung! Aku baru saja dari salon, issh"

Ryeowook tertawa melihat wajah Kyuhyun yang terlihat kesal. "Kau terlihat tampan, Kyunie~ Jika Sungmin hyung melihat penampilanmu hari ini, mungkin kau tak boleh pergi" ujar Ryeowook.

"Mengapa baru jam sepuluh pagi kau sudah berpakaian rapi seperti itu, Kyu?" tanya Kibum yang penasaran melihat penampilan Kyuhyun. Seingat Kibum, Changmin memberitahunya tentang pertemuan peserta Olympiade matematika yang akan berlangsung pukul 01:00 PM nanti.

"Kyu ingin bertemu dengan seseorang sebelum kami pergi" jelas Changmin yang kini membawa nampan yang berisi 4 gelas jus jeruk.

"Siapa yang ingin kau temui, Kyu? Bukan Yesung hyung kan?" tanya Ryeowook yang kini sudah duduk tegak menghadap Kyuhyun yang sedang minum jus jeruk.

"Tiga hari yang lalu ia datang ke kampusku dan bertanya tentang kau, hyung. Walau aku tak tahu apa yang membuatmu menghindarinnya, aku tetap orang yang bisa kau percaya. Aku akan menemui Donghae hyung. Kemarin kami tak sengaja bertemu dan dua hari lagi ia akan berlibur ketempat Sungminie, jadi aku ingin menitipkan sesuatu" jelas Kyuhyun dan menunjukkan sebuah bungkusan berukuran sedang dari tas tangannya.

...

...

Changmin menatap meja makan itu dengan cengiran lebarnya. Bagaimana tidak jika ia melihat semua pesanannya terhidang di depan matanya. Sup lobak, acar mentimun, bulgogi, gimbap, yangnyeom tongdak, hoeddeok.

Kibum yang duduk disamping Chanmin hanya bisa memukul kecil lengan Changmin saat ia akan mengambil bulgogi dengan sumpitnya. "Setidaknya, biarkan Ryeowook hyung yang memasaknya yang terlebih dahulu mengambil makanan itu, Minnie-ah." ujar Kibum membuat Ryeowook mengulurkan lengannya dan mengambil bulgogi.

Ryeowook sebenarnya berniat berlibur seorang diri untuk menenangkan pikirannya sejenak. Tapi mengingat pertemuan Yesung saat mabuk seminggu yang lalu, ia mengurungkan niat itu. Bisa jadi liburannya akan terganggu dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

"Makanlah Min" ujar Ryeowook seraya menyodorkan sumpitnya yang berisi bulgogi pada piring Changmin.

"Kau terlalu memanjakannya, hyung. Pantas saja Yesung hyung menyukaimu, kau sangat memperhatikannya, anniya?" ujar Kibum membuat Ryeowook tersenyum kecil.


"Kau terlambat, Kyu. Padahal kau yang meminta bertemu" ujar lelaki yang sesaat lalu duduk sambil tersenyum bak cassanova pada wanita yang baru ssja berjalan di depannya pada lelaki tinggi yang kini berdiri dihadapnnya.

"Hanya sepuluh menit, Donghae hyung. Tadi aku menunggu lebih lama dari ini." ujar Kyuhyun dengan cengiran yang menurut Donghae menyebalkan.

"Hey~ kau bertemu siapa huh? kau berselingkuh ya?" tanya Donghae sembil menggoda Kyuhyun.

"Ryeowook hyung tak cocok denganku. Ia terlalu menerima, tak-" ucapan Kyuhyun terpotong saat mengingat bahwa ia tak boleh membicarakan Ryeowook pada orang-orang yang kemungkinan memberitahukannya pada Yesung.

Kyuhyun ingat jika Donghae sudah lama tak bertemu Yesung. "Mungkin tak apa jika aku bercerita" pikir Kyuhyun.

"Kau kenapa Kyu?" tanya Donghae bingung ketika Kyuhyun menghentikan ceritanya.

"Tadi aku bertemu Ryeowook hyung dulu dirumah Changmin. Kami makan siang bersama disana"

"Apakah itu makan siang untukku?" tanya Donghae ketika melihat Kyuhyun membawa tas tangan.

"Tentu tidak. Aku baru saja memberitahunya saat kami makan. Ini titipan untuk Sungminku"

"Ya! Kau curang Kyu, kapanpun bisa makan masakannya."

"Hyung, jangan berteriak seperti anak kecil. Aku malu"

Tuk

Donghae memukul kepala Kyuhyun dengan sendok.

"Aish.. Sakit."

"Donghae hyung, berapa lama kau di tempat Minnie hyung?" tanya Kyuhyun yang melihat Donghae sedang minum.

"Satu minggu mungkin. Kau ingin ikut denganku?" ujar Donghae setelah meletakkan minumannya dimeja.

"Tidak. Aku sedang sibuk mempersiapkan olympiade matematika bersama Changmin."

Donghae menegakkan tubuhnya lalu memundurkann kursinya dan berdiri di depan Kyuhyun. "Berikan titipanmu, aku tak bisa lama-lama disini, satu jam lagi ada rapat dikantorku" ujar Donghae seraya menjulurkan tangannya.

Kyuhyun ikut berdiri kemudian memberikan tas tangan itu pada Donghae. "Terima kasih atas waktumu, hyung" dan merangkul pundah Donghae sesaat.

"Bilang pada Ryeowook agar memasak untukku juga. Lain kali aku akan mampir ke apartemennya" ujar Donghae ketika Kyuhyun melepas rangkulan pada pundaknya, kemudian ia berjalan keluar cafe coffee.


Aku menghabiskan segelas minuman beralkohol di hadapanku. Dapat kurasakan cairan itu bergerak melewati tenggorokkanku dengan menyisakan rasa sedikit terbakar. Pandanganku menatap lurus botol minuman di hadapanku dengan pikiran kosong.

Aku benar-benar merasa bodoh saat ini. Sudah hampir dua minggu tapi aku belum bisa menemukan kekasihku. Saat ini aku mengedarkan pandanganku pada bar yang cukup ramai ini.

Sebelah tanganku kembali menuangkan minuman ke dalam gelas. "Aku benar-benar bodoh" gumamku lirih setelah menghabiskan minuman itu.

"Yesung hyung?" panggil seseorang dengan suara yang terdengar familiar walau kesadaranku sudah mulai goyah. Ia menepuk bahuku lalu duduk di sebelahku.

"Hae-ah. Apa yang kau lakukan disini huh?" tanyaku dan kembali menuangkan minuman tanpa menghiraukannya.

"Kau sudah terlihat mabuk, hyung" ujar Donghae seraya mengambil gelas yang hampir menyentuh bibirku.

"Apa urusanmu? Jangan ganggu aku" ujarku dengan nada sedikit tinggi.

"Bukankah kau orang yang tak biasa minum banyak? Apakah Ryeowook tau kau disini? Kasihan jika ia harus menjemputmu kemari, biar Kyuhyun saja yang menjemputmu nee" ujar Donghae membuat terkekeh.

"Ryeowook tak akan menjemputku. Ia pergi entah kemana. Sudah dua minggu tak memberi kabar" jelasku pada Donghae.

"Seminggu yang lalu, Kyuhyun dan temannya bersama Ryeowook" jelas Donghae membuat mataku terbelalk -kaget-.

Aku pun langsung memakai jaket yang kuletakkan dimeja bar dan segera beranjak pergi. "Kau berbohong Kyu! Kau bilang tak tahu keberadaan kekasihku tapi kau malah pergi bersamanya!" ucapku pelan menyerupai desisan.

"Apa yang akan kau katakan saat aku tiba-tiba datang tengah malam begini kerumahmu, huh?" ucapku kesal dan bergegas memasuki mobil audi hitamku.

..To be continued..

Thanks to :

sycarp :: EternalClouds2421 :: cartwightelfsujushawolshinee :: Ryeo2119 :: .36 :: ichigo song :: kiki craft

Dan untuk yang ngeFollow serta yang ngeFav ff ini ^^ #hug


a/n :

Chap 5 dataaang~

haloooo~

Terlalu lamakah? #bow

Salahkan Jae Joong yang telah mengalihkan ideku #digetokJaeMom

Jika kalian merasa chap ini mengecewakan, silahkan lempar saya dengan Kim Jong Woon. Akan saya terima dengan senang hati dan tangan terbuka.

Dan maaf jika publishnya telat pake banget! Saya baru sempat re-edit #bow

Ps : Jika kalian mau, kalian bisa ke Blogku terlebih dahulu untuk melihat ff yang di publish disana sebelum aku publish disini.

wwwdotzheyrasky73dotwordpressdotcom (ganti tulisan dot dengan tanda titik)

So.. Gimme Your Review…?