Previous Chap :

Aku menghabiskan segelas minuman beralkohol di hadapanku. Dapat kurasakan cairan itu bergerak melewati tenggorokkanku dengan menyisakan rasa sedikit terbakar. Pandanganku menatap lurus botol minuman di hadapanku dengan pikiran kosong.

"Seminggu yang lalu, Kyuhyun dan temannya bersama Ryeowook" jelas Donghae membuat mataku terbelalak -kaget-.

Aku pun langsung memakai jaket yang kuletakkan dimeja bar dan segera beranjak pergi. "Kau berbohong Kyu! Kau bilang tak tahu keberadaan kekasihku tapi kau malah pergi bersamanya!" ucapku pelan menyerupai desisan.

"Apa yang akan kau katakan saat aku tiba-tiba datang tengah malam begini kerumahmu, huh?" ucapku kesal dan bergegas memasuki mobil audi hitamku.

….

….

Enno KimLee Presents

"For You Chap 6"

Main Cast : YeWook

Slight : Kyuhyun, RyeoLLi

Warn : BoyxBoy, drama, little angst, alur express

Don't Like..? Don't Read..!

If you've read, please leave a comment

It's easy, Right.

No CoPas.. Okeh..


YeWook saling memiliki..

YeWook masih terikat SMEnt..

YeWook punya orang tua, saudara-saudara nya, serta shipper..

Tapi Yesung punya saya, dan cuma dengan Baby Wookie saya rela berbagi #dilemparDdangkoma

Dan cerita ini murni milik saya!


Aku segera melajukan mobilku dengan kecepatan penuh. Suara decitan ban dapat aku dengar setiap kali mobil Audi hitam ini membelok tajam. Aku sudah tidak peduli jika tiba-tiba ada polisi yang mengejarku karena cara mengemudiku.

Pandanganku menatap lurus jalanan dihadapanku. Aku sudah tak sabar menemui kekasih hatiku yang dua minggu ini menghilang. Meninggalkanku hanya dengan sebuah pesan dari ponsel di pagi hari dan benar-benar membuatku merasa tak berguna.

Aku menginjak rem mobilku di seberang taman tak jauh dari gerbang masuk perumahan, saat ini aku melihat siluet tubuh Ryeowook disebuah ayunan. Aku tak mau mengambil resiko saat ia tahu aku datang, jadi aku tetap berdiam didalam mobil. Aku takut jika ia akan melarikan diri -lagi-.

Aku menatapnya dengan penuh kerinduan. Rindu akan suara tenornya yang memanggilku manja. Rindu saat bibir mungil itu berada dalam kuasaku. Rindu saat mata itu menatapku lembut. Semua, aku merindukan semua yang ada padanya.

Sudah satu jam lebih aku memperhatikannya tapi ia belum juga beranjak. Sungguh, aku ingin berlari dan memeluknya erat saat ini juga tapi niat itu kuurungkan saat melihatnya beranjak dari ayunan dan berdiri di pinggir taman. Dan mataku terbelalak saat sebuah sepeda motor berhenti didepannya dan ia menaikinya seraya melingkarkan kedua lengannya pada tubuh orang itu.

Perlahan dengan menahan amarah, aku mengikuti mereka. Aku tak mengerti mengapa Donghae bilang Ryeowook bersama Kyuhyun yang pada nyatanya sekarang ia malah bersama orang lain. Setelah sepuluh menit aku mengikuti mereka, motor itu berhenti disebuah rumah yang cukup mewah dan mereka masuk ke dalamnya.

Aku mencatat alamat rumah itu di ponsel. Akan lebih memperburuk keadaan jika aku menemuinya sekarang. Ryeowook tak suka dengan aku yang berbau alkohol. Maka dari itu, kuputuskan melajukan kembali mobilku dan akan kembali besok. Setidaknya, malam ini aku akan tidur dengan lega karna aku telah mengetahui keberadaan Ryeowookku.


Pagi hari, sesuai niatnya, Yesung kembali mendatangi rumah itu. Masih sama seperti semalam, ia menunggu di dalam mobil. Yesung menyandarkan tubuhnya pada kursi kemudi dan memperhatikan ponsel ditangannya, ponsel yang berwallpaper dirinya dan Ryeowook sedang berpelukan di dapur apartemen Ryeowook.

"Awas!"

Yesung tersadar dari keterpakuannya pada wallpaper ponselnya saat mendengar suara teriakan. Setelah menoleh, ia terbelalak kaget dan langsung keluar dari mobilnya dengan tergesa. Yesung tak mengerti mengapa Ryeowook masih terdiam ketika ada yang meneriakinya. Dengan detak jantung yang seakan melompat keluar, ia mendekap erat Ryeowook yang terpaku dihadapannya dengan mata yang terpejam.

"Apa yang kau lakukan, Ryeowook? Kenapa malah diam saja huh?" teriak Yesung saat ia berhasil membawa tubuh Ryeowook berpindah posisi.

"Begitu merindukanmu, Yesung hyung, hingga aku merasa ini nyata" gumam Ryeowook setelah Yesung memeluknya.

Brak!

Reflek, Yesung memeluknya lebih erat saat punggungnya terhantam sesuatu yang sangat keras.

Naas, saat Yesung membawa tubuh mereka menghindar dari mobil sedan, sebuah truck yang melaju cukup kencang terlambat menginjak rem. Alhasil, truck itu menabrak tubuh mereka -Yesung dan Ryeowook- dengan cukup kencang.

Seketika Ryeowook membuka matanya saat ia mendengar suara rintihan. "Ye-Yesung hyung.." ucapnya kini dengan suara bergetar.

'Kau sudah merasakannya jika aku saat ini memang nyata hmm?' Yesung Ingin mengucapkan kata itu, tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya.

Bugh!

Tubuh Yesung kini merosot ke aspal masih dengan membawa Ryeowook dalam pelukannya.

"Hiks.. Ye-Yesung hyu-ng" suara terakhir yang Yesung dengar sebelum gelap menyelimutinya.


Yesung menemukan dirinya terbaring di ruangan serba putih. Dengan tubuh berbalut perban yang melilit di bahu, punggung, serta kepalanya. Lalu beberapa selang yang menyelubungi tubuhnya. Selang oksigen masuk ke lubang hidung bersambung dengan tabung besar warna biru. Selang infus menancap di lengan kirinya.

Yesung menggerakkan tangan hendak melepaskan tubuhnya dari selang-selang itu. Namun selang itu tetap diam, dan ia tetap mencobanya walau tetap gagal.

'A-Aku.. Tidak. Jangan biarkan ini Tuhan. Kau tak boleh melakukan ini padaku. Bangunkan aku' lirih Yesung.

Ia tahu keadaan seperti ini. Beberapa kali menemani Kyuhyun menonton drama bergenre horor, jelas ia tahu bagaimana keadaannya kini. Ia sekarat. Ia terjebak dalam dua dunia berbeda.

Dan ia menoleh ketika mendengar isakan lirih dari belakang tubuhnya. Ryeowooknya tertidur meringkuk di sofa dengan air mata yang mengalir dan terisak.

Yesung berjalan perlahan dan bersimpuh didepan Ryeowook yang tertidur. Tangannya terulur untuk menyibak helaian rambut halus yang menutupi kening Ryeowook walau percuma, ia tak akan bisa menyentuhnya.

"Maaf selalu membuatmu menangisiku" ucapan Yesung hanya terdengar seperti hembusan angin lalu.


Ryeowook berdiri di depan pintu apartemen Yesung. Ia menggenggam erat kunci yang terasa dingin di tangannya. Perlahan ia memasukkan kunci itu ke lubang kunci dan memutarnya. Pintu pun terbuka.

Ryeowook melangkahkan kakinya ke dalam, dadanya berdebar dan ia merasa gugup. Apartemen yang selalu didatanginya saat pemiliknya meminta. Tapi kini, ia datang sendiri tanpa diminta.

Ia hanya ingin mengambil baju ganti Yesung nanti setelah ia sadar, walau Dokter tak memberitahunya kapan Yesung tersadar tapi ini sudah hari ketiga, jadi siapa tahu besok atau lusa Yesung sudah sadar. Itulah alasan Ryeowook datang ke apartemen Yesung.

Langkah Ryeowook terhenti di depan sebuah pintu geser yang bertuliskan "My World" dan ia melongokkan kepalanya ke dalam saat melihat celah kecil. Dadanya semakin sesak dan matanya memanas saat melihat apa yang ada di balik pintu itu.

Beberapa lukisan dan foto mereka berdua..

- Lukisan saat pembukaan toko kacamata Yesung. Hanya pose biasa, mereka berdekatan dengan tangan membentuk huruf V tapi sebuah tulisan yang membuat airmata Ryeowook akhirnya jatuh.

'Terima kasih telah mencintaiku. Aku mencintaimu'

Ryeowook menyentuh Lukisan itu dengan tangan yang bergetar.

- Foto mereka saat menggendong anjing siberian yang baru dibeli Yesung.

'Selamat datang di keluarga barumu, kkoming.'

- Lukisan mereka di bawah pohon kelapa, dengan Ryeowook duduk di pangkuan Yesung dengan latar matahari terbenam.

'Saat indah bersamamu, hidupku terasa sempurna'

- Foto mereka di bawah pohon sakura yang berguguran saat menghadiri festival di Jepang, dengan Yesung mencium pipi kanan Ryeowook diam-diam yang membuat Ryeowook menoleh.

'Wajahmu mengalihkan duniaku'

Ryeowook semakin terisak ketika melihat foto terakhir. Ia mendudukkan tubuhnya di lantai merah marun itu dan melipat kedua kakinya. Ia menangis sambil memeluk kedua lututnya dan membenamkan kepalanya. Ia berharap bahwa semua ini tak nyata, berharap tiga hari ini hanyalah mimpi, mimpi buruk.

Bolehkan jika ia berharap ini hanya mimpi?


"Aku keluar sebentar, hyung" ujar Ryeowook sambil menatap lelaki dihadapannya yang sedang terbaring.

Setelah satu minggu Yesung tak sadarkan diri, kini lelaki bermata sipit itu membuka matanya. Dan hal yang pertama didapatnya adalah pelukan hangat Ryeowook.

Bagaimana Ryeowook tak memeluknya jika tadi saat ia sehabis sarapan di Cafetaria, saat ia ingin duduk ia melihat Yesung menggerakkan jemari dan mengerjapkan matanya?

"kau ta-tak bo-boleh kema-na ma-na." lirih Yesung dengan napas yang sedikit berat.

"Sudah kukatakan bukan, Dokter melarangmu bicara terlalu banyak saat ini."

"Aku tak a-apa"

Ryeowook mendesah pelan dan beranjak dari duduknya diranjang Yesung. Sejak Yesung membuka matanya tiga jam yang lalu, dan setelah Dokter selesai memeriksa keadaannya, Ryeowook tak boleh beranjak dari sisinya "Sulli begitu mengkhawatirkanmu, aku akan menghubunginya untuk mengabarkan bahwa kau sudah sadar"

"Ja-ngan"

"Aku juga akan mengabarkan Paman dan Bibi Tan. Mereka juga mengkhawatirkanmu, hyung"

Yesung mengerutkan alisnya, paman dan bibi? Kenapa Ryeowook malah memberitahu mereka? Hey.. Yesung hanya butuh Ryeowook, tak butuh yang lain.

...

...

"Yesung Oppa.. Sungguh, kau membuat jantungku hampir berhenti" ujar Sulli yang kini telah memeluk Yesung yang terbaring tanpa menghiraukan orang-orang yang ada dikamar itu.

Yesung melirik Ryeowook yang berdiri berseberangan dengan Sulli dan napasnya tercekat saat Sulli mencium pipinya. Demi Tuhan.. Disini ada Ryeowook, kekasihnya. Tapi kenapa Ryeowook hanya diam dan malah tersenyum simpul melihat kelakuan Sulli?

Ryeowook seakan mengerti dengan tatapan Yesung kemudian mendekat dan mengusap lengan Yesung dan kepala Sulli. "Oppa-mu belum bisa bernapas dengan baik, Sulli-yah, jadi bisakah kau lepaskan pelukanmu itu? Setelah ia sembuh, kau bisa memeluknya sepuasmu" ucap Ryeowook yang membuat Yesung menoleh dan melebarkan kedua matanya.

"Akan aku ingat ucapanmu, Ryeowook oppa.. Aku akan menagihnya nanti." ujar Sulli setelah melapas pelukannya pada tubuh Yesung.

"Sudahlah, baby-ah.. Kau tak lihat bagaimana raut wajah Yesung? Ia tampak tersiksa dengan kelakuanmu" Tan Hangeng, ayah Sulli membuka suara saat melihat kontak mata antara Yesung dan Ryeowook.

Sulli yang mendengar ucapan ayahnya segera menoleh pada Yesung. "Benarkah oppa? Benarkah kalau memang kau selama ini tersiksa dengan kelakuanku?" ujar Sulli dengan mata berkaca-kaca.

Ryeowook yang melihat keadaan Sulli segera menghampirinya dan membawanya kedalam pelukannya. "Tidak, adik manis.. Bukankah sudah kubilang bahwa Yesung hyung menyayangimu? Jadi ia tak tersiksa denganmu selama ini"

"Terima kasih karna selama ini kau sudah mau mengerti, Ryeowook-ah. Aku tak tahu harus bagaimana jika kau tak mengizinkan Yesung bersama Sulli. Padahal kau adalah kekasihnya" ujar Tan Heechul, ibu dari Sulli seraya memeluk Ryeowook yang sedang memeluk Sulli.

Ryeowook melepas sebelah tangannya yang memeluk Sulli dan membalas pelukan Heechul. "Aku senang karna berguna untuk orang lain. Akupun bahagia jika melihat orang yang kusayang juga bahagia, bibi. Appa Kim, Yesung hyung dan kini Sulli."

"Dan kau, adik kecil, jangan lupa mengundangku di pesta pernikahanmu nanti yah" lanjutnya yang kini mengusap lembut pucuk kepala Sulli.

"Baby-ah.." ucapan Yesung membuat semua menoleh padanya. Ahh.. Mereka hampir melupakan Yesung disini.

Yesung hanya memandang bingung semua orang di sampingnya. Sungguh.. Ia tak mengerti sedikitpun apa yang mereka bicarakan, kecuali fakta bahwa mereka tahu tentang Yesung dan Ryeowook yang adalah sepasang kekasih.

Dan salahkan waktu yang begitu cepat berlalu hingga kini sudah pukul tiga sore. Tan Hangeng berpamitan mengingat pesawat mereka akan terbang pukul lima sore. Dan dengan berat hati, Sulli beranjak dari duduknya, mengikuti appa dan ummanya yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Ryeowook menoleh. "Akan kuceritakan semua setelah kau pulih, hyung.." ujar Ryeowook yang kini telah beranjak untuk mengantar Sulli. Meninggalkan Yesung dengan tatapan -Jangan tinggalkan aku, mereka bisa pergi sendiri-

Benarkan yang kulakukan, Hyung..

Appa tak mungkin meminta sesuatu yang berlebihan.

Jadi tak sia-sia pengorbananku selama ini.

Anni.. Pengorbanan kita.

Tapi kau hampir membuatku mati. Jantung ini hampir setiap hari melemah dalam setiap detakannya yang tak kunjung melihatmu tersadar.

Aku mencintaimu, hyung..

Dan anak ini, aku tak tahu harus mengatakan apa tentang ide gilanya.

Tapi yang pasti, semua ini untuk kita, untuk mu.

Untukmu, Kim Yesung.

Dan Ryeowook hanya bisa tersenyum simpul seraya merangkul Sulli dengan lengan kanannya. Berjalan melewati lorong rumah sakit yang seminggu ini menemani hari-harinya.

..The End..


Thanks banget untuk yang udah ngeFollow serta yang ngeFav ff ini ^^ #hug

Dan yang udah ngereview dari chap 1 sampai chap 4 kemarin :

sycarp :: EternalClouds2421 :: cartwightelfsujushawolshinee :: Ryeo2119 :: .36 :: ichigo song :: kiki craft

Tabiwook :: vimelf :: KyuWookSung :: blackwhite28 :: Kiki Craft :: :: yumiewooki :: JaeRyeoCloudnia :: KiKyuWook :: yewookyeoja

blackwhite28 :: yumiewooki :: Kim Sooyeon :: Guest 1 :: JaeRyeoCloudnia :: choi Ryeosomnia :: kim eun ra :: viiaRyeosom :: AiiuRyeong9 :: RyeoFfan18

blackwhite28 :: fieeloving13 :: aidagracilla29 :: ichigo song :: Shinka :: TabiWook :: R'Rin4869 :: .16 :: vhycimoet


Mianhae jika Endingnya mengecewakan.

Saya mengerti #innocentFace #plak

Tapiii..

Tapiii.. Saya memang sengaja membuat Ending seperti ini #ehh

Saya sudah menyiapkan Epilognya.

Epilognya akan saya update secepatnya.

Ps : Jika kalian mau, kalian bisa ke Blogku terlebih dahulu untuk melihat ff yang di publish disana sebelum aku publish disini.

wwwdotzheyrasky73dotwordpressdotcom (ganti tulisan dot dengan tanda titik)

So.. Gimme Your Review…?