By: 0312_luLuEXOticS
Cast: Luhan, Oh Sehun, Kim Jogin, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo
Pairing: HunHan, slight!KaiHun/HunKai
Genre: Boys Love, Fluff, Romance, Hurt&Comfort
Rate: T
Lenght: 2 of ?
Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Saya hanya meminjam namanya saja
.
.
HAPPY READING^^
.
.
Preview Chapter:
Luhan memasukkan kembali ponselnya lalu melihat keluar jendela sambil terus memikirkan pertemuannya dengan Sehun nanti sore. Di dalam benaknya, masih teringat dengan jelas saat Luhan pertama kali mengenal Sehun. Oh Sehun, yang mengenalkan Luhan akan pahit-manisnya cinta. Dia terus tersenyum sambil mengenang masa itu. Hari dimana dia mengenal Sehun untuk pertama kalinya...
~O.O~
Luhan mengenal Sehun hampir setahun yang lalu. Mungkin sekitar 10 bulan yang lalu. Dia bertemu dengan Sehun di dunia maya. Melalui kecanggihan internet.
FlashBack
Sore itu, Luhan sedang berkutat di depan laptopnya. Mengerjakan tugas-tugas kuliahnya yang sebenarnya tidak harus terburu-buru untuk diselesaikan. Hanya saja, Luhan bukan tipe mahasiswa yang suka menumpuk-numpuk tugasnya. Dia tidak suka menunda-nunda waktu untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Dia lebih suka langsung mengerjakannya ketika dia memiliki waktu luang. Toh dia juga bukan tipe orang yang suka jalan-jalan dan menghabiskan waktunya di luar rumah.
Luhan mulai membuka-buka halaman di internet untuk mencari beberapa informasi yang diperlukan dalam mengerjakan tugasnya dan dijadikan referensi. Selesai mengerjakan tugasnya, Luhan bingung. Apa yang harus dilakukan? Baekhyun dan Kyungsoo sedang keluar, membeli kebutuhan bulanan mereka, dan dia tidak mempunyai teman untuk mengobrol. Tiba-tiba saja dia teringat cerita Baekhyun kalau dia bertemu dengan pria tampan bernama Chanyeol dari internet. Mereka berkenalan lewat Facebook. Luhan berfikir, dia baru 2 bulan di sini, dan dia belum terlalu memiliki banyak teman. Jadi, kenapa tidak dicoba saja.
Luhan pun membuka Facebook, berniat membuka akun. Karena sebelumnya, saat berada di Beijing, Luhan memiliki banyak teman, dan menurutnya memiliki Facebook Itu tidak penting. Dia menghela nafasnya saat melihat prosedur pembuatan akun Facebook.
'Aiiissshhh, kenapa banyak sekali yang harus diisi? Kenapa tidak ada media yang lebih simple seperti MIRC?' batin Luhan. "Aaahhh, itu dia! Aku menggunakan MIRC saja!" ujarnya.
Jadul memang, tapi Luhan lebih menyukainya. Lebih privat, menurutnya. Tidak perlu foto, dan dia juga tidak perlu memberikan alamat e-mail atau data apapun saat log in.
30 menit berlalu, tapi tidak ada yang menarik. Hanya beberapa namja pervert dan yeoja genit yang menyapanya dan mengajaknya chatting tentang hal-hal yang *ehem*menjurus*ehem* dan membuat Luhan tidak nyaman. Luhan melihat jam yang tergeletak manis di meja belajarnya. Pukul 07.00 pm. Berarti sudah 1 jam dia menjalankan misinya mencari teman yang asyik untuk diajak chatting tanpa berhasil. Baekhyun dan Kyungsoo masih belum pulang, padahal Luhan sudah sangat lapar. 'Aku masak ramyun saja kalau begitu,' pikirnya.
Bling... Tepat saat dia memutuskan untuk memutuskan koneksi dari MIRC, suara itu menghentikan niatnya. Sebuah notification. Seseorang menyapanya. Sebenarnya bukan pesan itu yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk beranjak dari depan laptopnya. Tapi username dari orang yang menyapanya. Username yang mirip dengan username yang digunakannya. Hanya sedikit berbeda.
0412_Bubbleboy: annyeong^^
'Apa dia pecinta bubble tea sepertiku?' batinnya sebelum memutuskan untuk menjawab sapaannya.
0420_Bubbletea: hai ^^
0412_Bubbleboy: namaku Sehun, aku dari Busan, kamu?
0420_Bubbletea: Luhan, namaku Luhan. Aku tinggal di SEOUL :)
0412_Bubbleboy: Luhan? Sepertinya bukan nama Korea? o.O
0420_Bubbletea: hehehe, aku dari Beijing. Baru 2 bulan di SEOUL, aku kuliah di sini ^^
0412_Bubbleboy: Beijing? Waaaaahhhh jauh sekali! O.O
0420_Bubbletea: ^_^
0412_Bubbleboy: jadi aku boleh memanggilmu Hyung? Aku masih SMA...
'SMA? Oh my God! Aku kan berniat mencari teman, bukan menjadi baby sitter' batin Luhan. 'Tapi dia asik untuk diajak chatting. Omooooooo! Apa aku menjadi pedofil sekarang? Aniya aniya.' Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Toh aku kan hanya mencari teman, bukan pacar!' pikirnya. 'T-tunggu dulu! M-mwo? Pacar? Oh my God LUHAN! Apa yang kau pikirkan!? Kendalikan dirimu!' Luhan masih saja setia dengan mental battle nya sampai dia tidak menyadari kalau Sehun masih menunggu jawabannya.
Bling... Luhan akhirnya menghentikan monolognya saat mendengar suara itu. Bling...Bling...
0412_Bubbleboy: Hyung? Kau masih di situ? Kenapa kau diam saja?
0412_Bubbleboy: Apa kau tak suka kalau aku memanggilmu Hyung? :(
0412_Bubbleboy: Apa kau kecewa karena ternyata aku masih SMA? :'(
'Great, kau baru saja membuat teman baru mu sedih, Luhan. Apa salahnya kalau dia masih SMA?' Luhan merutuki dirinya sendiri dalam hati karena membuat Sehun berfikir seperti itu.
0420_Bubbletea: Aniyaaa! Aku ada urusan sebentar tadi. Mianhae :(
0420_Bubbletea:Dan tentu saja kau boleh memanggilku Hyung, aku akan senang sekali,:)
0412_Bubbleboy: Jeongmal? Arasseo... Senang berkenalan denganmu, Luhan Hyung
0420_Bubbletea: Tentu saja Nado, aku juga senang berkenalan denganmu, Sehun-ah.
Dari perkenalan singkat itu, Luhan jadi sedikit mengenal Sehun. Seperti dugaannya, Sehun memang menyukai bubble tea. Tidak seperti Luhan yang sedang menjalani semester 1 kuliahnya, Sehun masih kelas 3 Senior High School dan lebih muda 4 tahun darinya. Hhhh, awalnya Luhan sempat ragu apakah akan meneruskan pertemanannya dengan Sehun. Ayolah, gap usia 4 tahun itu tidak sedikit. Apalagi biasanya Luhan tidak terlalu nyaman dengan stranger. Tapi untuk suatu alasan yang Luhan juga tidak terlalu bisa memahaminya, Sehun berbeda. Dia merasa nyaman saat chatting dengan Sehun. Seolah-olah dia sudah lama mengenal Sehun. Rasa nyaman yang sedikit berbeda dengan rasa nyamannya saat berada di dekat Baekhyun dan Kyungsoo. Dan masalah usia? Kyungsoo 3 tahun lebih muda darinya, hanya berbeda setahun dari Sehun. Lagipula, Sehun sepertinya anak yang baik. Setidaknya itu yang ditangkap Luhan dari percakapan mereka tadi.
Luhan tahu, Sehun bisa saja berbohong. Sehun bisa saja tidak berbeda dengan namja-namja pervert ataupun yeoja genit yang menyapanya sebelumnya. Sehun juga bisa saja berpura-pura mengaku sebagai anak SMA untuk menarik perhatiannya. Tapi, sesuatu dalam dirinya bisa merasakannya. Berkata bahwa Sehun tidak seperti itu. Sehun tidak berbohong. Sesuatu yang membuatnya terus mengetik kata demi kata, membalas semua pesan dari Sehun. Sesuatu yang bahkan membuatnya tidak berfikir dua kali untuk memberikan nomor ponselnya saat Sehun menanyakannya sebelum mereka mengakhiri obrolan mereka. Dan Luhan tidak bisa menyangkal kalau dia merasa sangat senang saat Sehun berjanji akan menghubunginnya.
~O.O~
Pukul 08.45 pm, dan BaekSoo masih entah dimana. Ingin sekali dia menghajar mereka berdua yang dengan teganya meninggalkannya di rumah sendirian, tanpa makanan. Luhan mematikan laptopnya. Keluar dari kamarnya menuju dapur untuk melanjutkan misi membuat ramyunnya yang sempat tertunda. Tidak lupa ponsel di tangannya, berjaga-jaga kalau Sehun menghubunginya.
"LUHAN HYUUUUUUUUUUUUUNG! Kami Pulaaaaaaaang!" tepat saat Luhan akan menyalakan kompor, suara BaekSoo yang beroktaf-oktaf tingginya itu terdengar. Luhan sendiri heran, mereka memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Tapi kenapa mereka bisa sangat kompak dalam urusan menjerit? Luhan -lagi-lagi- mengurungkan niatnya dan memilih untuk menghampiri kedua teman sekaligus dongsaengnya tersebut.
Saat tiba di ruang tamu, Luhan langsung dihadapkan oleh pemandangan Baekhyun dan Kyungsoo yang terduduk lemas di atas sofa dengan plastik-plastik belanjaan tergeletak begitu saja di lantai. Luhan mendesah pelan, meletakkan ponselnya di atas meja dan mengambil plastik-plastik tersebut, membawanya ke dapur, kemudian kembali lagi ke ruang tamu dengan 2 gelas air dingin di tangannya. Niatnya untuk mengomeli BaekSoo lenyap sudah saat melihat keadaan keduanya yang terlihat sangat lelah.
"Minumlah!" ujarnya seraya memberikan dua gelas air yang ada di tangannya yang langsung disambut dengan senang hati oleh keduanya.
"Aaahhhh, lega sekaliiii! Kau memang yang terbaik Luhan Hyung!" ujar BaekHyun sambil mengacungkan jempolnya.
"Yaaahhh! Byun Baekhyun, Do Kyungsoo! Kalian kemana saja, huh? Tega sekali meninggalkanku kelaparan sendirian di rumah!" rajuk Luhan. "Eomma, kau tidak membelikan apa-apa untuk ku?" tanyanya dengan mempoutkan bibir nya.
"Aigoooo, kasian sekali Hyungku ini, ck ck ck ck ck!" Kyungsoo mengelus-elus punggung Luhan sebentar kemudian mengalihkan perhatiannya pada BaekHyun. "Baekhyun Hyung, apa kita membeli sesuatu buat Luhan Hyung tadi?" tanya Kyungsoo dengan nada menggoda.
"Hmmmm," Baekhyun mengetuk-ngetukkan jari telunjuk nya ke dagunya. Berpura-pura memikirkan sesuatu, "Sepertinya, aku tidak ingat membeli sesuatu untukmu Hyung, mianhae," lanjutnya.
"Aiishhh, kalian tega sekali!" rajuk Luhan. "Hahahaha," Baekhyun tertawa melihat ekspresi Luhan. "Aniyo Hyung, kami membelikanmu Sushi," "Dan Buble Tea," lanjut Kyungsoo.
Mendengar kata bubble tea, wajah Luhan langsung berubah menjadi cerah. "Jeongmal?" tanyanya yang hanya diangguki keduanya. "Mmmm, ada di salah satu plastik yang kau bawa ke dapur tadi, Hyung!" ujar Kyungsoo. Luhan berdiri hendak menuju dapur. Tetapi, satu pertanyaan dari Baekhyun berhasil menghentikan langkahnya.
"Tapi Hyung, Oh Sehun? Nuguya?"
Luhan membalikkan badannya menatap Baekhyun bingung. Bagaimana Baekhyun bisa tahu tentang Sehun? Apa dia memasang CCTV di kamarnya? Dan saat BaekHyun dan Kyungso mulai menaik-naikkan alis mata mereka sambil mengayun-ayunkan ponsel di tangan Baekhyun, Luhan menyadari satu hal.
Itu ponselnya!
"yaaaaaaaaahhhhh! Kembalikan ponselkuuuuuu!" Luhan mengambil ponselnya dari tangan Baekhyun dan segera berlari menuju kamarnya. Melupakan sushi nya, mengabaikan bubble tea nya, dan mengacuhkan suara tawa yang tidak lain dan tidak bukan bisa dipastikan milik BaekSoo. Sebelum Luhan menutup pintu kamarnya, samar-samar dia mendengar suara teriakan Baekhyun yang masih berusaha menggodanya. "Eheemmm! Sepertinya uri Lulu Hyung menemukan sesuatu yang lebih disukainya daripada bubble tea, ya kan Kyungie?" Kemudian disahut oleh teriakan yang sama dari Kyungsoo, "Aigooooo! My baby sudah dewasaaaaaaa!" dan ditutup dengan BaekSoo yang tertawa puas karena lagi-lagi mereka berhasil menggoda Luhan.
~O.O~
BLAMM
Luhan menutup pintu kamarnya dan langsung merebahkan badannya di kasur empuk miliknya. Membuka pesan yang ada di ponselnya dan membacanya.
Luhannie Hyung,
Ini nomor ponselk, jangan lupa di-save, ne!
Oh Sehun
Luhan tersenyum manis saat membaca pesan singkat dari Sehun. Ada sesuatu yang terasa menggelitik perutnya saat matanya terfokus pada kata 'Luhannie Hyung'. Membayangkan bagaimana suara Sehun saat memanggilnya dengan nama itu. Dan malam itu Luhan tertidur dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya dan ponsel yang digenggam erat oleh jemari tangannya.
Hhhhh, sepertinya 'Little Deer' tertarik pada Sehun. Tapi pertanyaannya, apakah Sehun juga seperti Luhan? Merasakan apa yang saat ini dirasakan Luhan?
~O.O~
Satu hari berubah menjadi seminggu, dua minggu, dan kemudian menjadi berminggu-minggu. Sekarang Luhan dan Sehun menjadi sangat dekat. Meskipun mereka belum pernah bertemu secara langsung, tapi perasaan aneh yang dirasakan Luhan setiap kali nama Sehun muncul di layar hp nya, atau saat dia melihat notification pesan baru dari Sehun di e-mailnya, terus tumbuh dan berkembang. Sepertinya Luhan benar-benar menyukai Sehun.
Tidak bertemu secara langsung bukan berarti mereka tidak mengetahui wajah masing- masing. Tentu saja mereka saling berkirim foto dan terkadang melakukan video call, walaupun Sehun butuh perjuangan keras untuk membujuk Luhan menerima permintaan video callnya. Ada saja alasan yang diungkapkan Luhan. Tentu saja semua itu hanya alasan yang dibuat-buatnya. Alasan sebenarnya, Luhan malu. Dia takut Sehun bisa melihat semburat merah yang selalu menghiasi pipi nya setiap kali dia melihat wajah tampan Sehun yang muncul di layar video call nya. Dia takut tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya saat dia mendengar suara Sehun. Dia takut tidak bisa bernafas karena jantungnya berdetak sangat cepat saat Sehun bebicara padanya dan bertambah cepat saat Sehun tersenyum dengan senyum menawannya padanya. Karena itu Luhan hampir selalu menolak permintaan video call dari Sehun. Karena dengan begitu, Sehun tidak akan bisa melihat semburat merah di pipinya maupun senyuman manis yang tak pernah lepas dari bibir mungilnya.
Seiring berjalannya waktu, Luhan semakin mengenal sosok Sehun. Sehun yang suka bubble tea. Sehun yang pintar nge-dance. Sehun yang terkadang suka manja. Sehun yang di satu waktu terlihat sangat kekanak-kanakan, tapi di waktu lain terlihat lebih dewasa daripada dirinya. Sehun yang perhatian. Sehun yang memiliki lisp saat dia berbicara yang -menurut Luhan- sangat imut. Sehun yang membuat jantung Luhan memompa lebih cepat setiap kali mendengar suaranya. Dan Sehun yang membuatnya jatuh cinta. Terdengar Klise memang, tapi itulah yang Luhan rasakan. Luhan bahkan belum pernah jatuh cinta sebelumnya, dan dia tidak tahu bagaimana rasanya. Tapi Sehun, Luhan yakin kalau dia memang mencintai namja yang lebih muda 4 tahun darinya itu. Walaupun dia tidak tahu bagaimana perasaan Sehun padanya, tapi setidaknya Sehun tidak membencinya. Sehun justru menyukainya, walaupun hanya sebagai teman.
Semakin lama berteman dengan Sehun, Luhan merasa bahwa dia sudah sangat mengenal namja itu. Dia bahkan yakin sekali kalau dia mengetahui segala hal yang berhubungan dengan Sehun. Namun saat suatu hari Sehun menelfonnya, suara terdengar ragu-ragu. Luhan merasa ragu akan keyakinan yang dimilikinya sebelumnya. Dan saat kalimat itu meluncur dari bibir Sehun dan masuk ke dalam pendengaran Luhan untuk kemudian diproses di dalam otaknya, keyakinan itu runtuh seketika. Saat itu, Luhan baru menyadari satu hal. Dia melupakan satu hal yang paling penting. Satu hal yang seharusnya ia ketahui sejak awal mereka berkenalan. Satu hal yang seharusnya bisa menjadi pegangannya agar dia tidak jatuh terlalu jauh ke dalam jurang pesona Oh Sehun. Dan hanya dengan satu kalimat itu pula, kebahagiaan yang dirasakannya selama 2 bulan berkenalan dengan Sehun berubah.
"Hyung, aku mempunyai seorang kekasih!"
Dan saat itu juga, Luhan sadar kalau sesungguhnya dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Sehun.
~O.O~
TBC
A/N:
Apa yang sudah Liyya tuliiiiiiiiiiissss? #sembunyidiketekLuhan
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuu! Chapter 2 sudah updateeeeeee! Gimana-gimanaa? Tambah gaje kah? #Facepalming# Mianhae, yang menunggu-nunggu pertemuannya HunHan, bisa bersabar dulu ya. Karena chap ini sama chap depan masih flashback. Soalnya Liyya masih ingin mengekspose sejarah(?)nya HunHan dulu #ketawaepil
Thank you bangeeeetttt, buat reader sekalian yang sudah berkenan membaca apalagi yang berkenan nge-review dan nge-fav ff abal-abal Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo #bow90°
Balesan Review:
Kiela Yue: na na na na *ikutan ala 2ne1. Tuh gak jadi dihapus deh, daripada diterror Rina,, kekeke.. iya doonk,, HunHan pasti ketemu.. tenang aja deh,,, karena itu, berhubung HunHan belom ketemu, yang sabar yaaaa,,, #plakk Baekkie gitu loohhh,, jailnya selaluuu,, apalagi dah dibantuin sama Umma. Tapi Lulu juga punya cara kok untuk membalas mereka,, muahahaha.. ne udah lanjut, moga gak mengecewakan ya,, ^_^
Makasih udah ngereview^^
rinie hun: tenang aja, mereka gak bakalan salah orang kok,, kan hatinya udah connected #plakk, maksudnya mereka kan udah saling tukar foto.. kekeke... ne udah lanjut n gak jadi dihapus,, moga gak mengecewakan ^^
Makasih udah ngereview^^
baby reindeer: ne udah lanjut deeekkk,,, moga gak mengecewakan ya,, ,, pengennya happy end ya,,,? Hmmmmm,,, happy end gak yaaa,,,,? *dihajarHunHanShipper ;)
Makasih udah ngereview^^
lisnana1: ini udah lanjuuuuttt,,,, ^_^,, moga kamu nya gak kecewa ya,,, huaaaaaaaaaaaa,,, makasih banget udah dibilang bagus,, jadi terharu,, #peluklisna
Makasih udah ngereview^^
LuExoKyuElf: aku bikinnya pake gula berkilo2(?), makanya sweet,, kekekeke... ini lanjutannya, moga gak mengecewakan.. iya saeng, aku seumuran Luhan,,, boleh-boleh,, panggil eonnie, jie-jie, atau kakak gak masalah,,
Makasih udah ngereview^^
RirinSekarini: ini udah lanjuuttt,,, HunHan tetep berlajut kok, tenang aja. Moga chap ini ga mengecewakan ya,,,
Makasih udah ngereview^^
NejiSehunExo: kyaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,, makasih udah dibilang kereeennn,,, jadi malu,, ini udah lanjut, moga gak kecewa ya,,
Makasih udah ngereview^^
dian deer: gak suka hurt ya,,,? Padahal di chap ini dah muncul hurt-nya looh,, *sembunyidipelukanLuhan,,, biar rame gitu,, manis asem asin #emang lu kate nano-nano# ^_^ ini udah lanjut, moga gak mengecewakan ya,,,
Makasih udah ngereview^^
Oh gyuri: lanjut kilat,,,? Saya juga pengennya begitu,, tapi apa hendak dikata #readers: banyak alasan lu thor# hehehehe,, moga kamunya gak kecewa sama chap ini
Makasih udah ngereview^^
Anyways, seperti biasa, Liyya boleh minta review nya lagi? Jangan takut untuk mengkritik, menyuarakan pendapat, dan bahkan menghina Liyya. Liyya terima kok :)
Satu lagi, jangan panggil author yaa, gimanaa gt rasanya -_-
Saya umurnya sama kayak Luhan, jadi, bisa panggil nama aja, Liyya, ato Chingu, Saeng, Eonnie, Adek, Kakak, apa aja deh asal jangan author ^^
So, see U next chapter?
#Kecupbasah readers satu-satu ^_^
