The One

By: 0312_luLuEXOticS

Cast: Luhan, Oh Sehun, Byun BaekHyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Joon Myun

Pairing: HunHan, slight!KaiHun/HunKai, ninja!ChanBaek n SuDo

Genre: Boys Love, Fluff, Romance, Hurt&Comfort

Rate: T

Lenght: 5 of ?

Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Liyya hanya meminjam namanya saja. Cerita murni dari hasil imajinajis(?) Liyya ^^). Nama SNU (Seoul National University) cuma pinjem namanya aja. Kurikulum perkuliahan adalah kurikulum ciptaan Liyya sendiri, hehehehe

Warning: Boys Love, typo(s) bertebaran, abal, gaje

.

.

HAPPY READING^^

.

.

Preview Chapter:

Luhan tersentak dari lamunannya saat dua telapak tangan itu menutupi matanya. Dia sempat panik dan spontan melepaskan headset yang dipakainya, sebelum suara sang pemilik tangan berhasil menenangkannya. Suara yang sangat familiar di telinganya. Suara seseorang yang sangat ingin ditemuinya. Suara seseorang yang sangat dirindukannya. Suara seseorang yang telah ditunggunya sejak tadi. Suara seseorang yang sangat dicintainya. Suara Oh Sehun.

"Chajatda, nae Angel Hyung! Bogo... sipheo!"

~O.O~

"S-Sehun?" ucap Luhan. Jantungnya masih berdetak sangat cepat. Kenyataan bahwa saat ini dia berada sangat dekat dengan Sehun membuatnya senang sekaligus gugup. Belum lagi tangan Sehun yang masih menutup kedua matanya, ditambah dada bidang Sehun yang menempel dengan punggungnya, membuatnya menjadi lebih gugup lagi. Dia takut, kalau semakin lama mereka berada di posisi seperti ini, Sehun bisa mendengar suara detak jantungnya.

Luhan meraih kedua tangan Sehun agar terlepas dari wajahnya dan membuka matanya perlahan. Mengedip-kedipkan matanya imut untuk membiasakannya dengan sinar matahari sebelum membalikkan badannya. Tidak menyadari kalau Sehun sudah tidak lagi berada di belakangnnya. Sehun sedang menatapnya lekat, lengkap dengan senyuman manis di bibirnya.

"Eh?" kagetnya saat menyadari kalau Sehun ada di depannya.

Untuk sesaat, Luhan tertegun. Sehun terlihat sangat tampan. Tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang putih, bibir cherry nya yang tipis dan tersenyum pada Luhan, hidungnya yang mancung, matanya yang membentuk bulan sabit karena senyumnya. Sehun terlihat sangat menawan. Luhan benar-benar speechless. Dia hanya terdiam sambil terus menatap Sehun. Rasanya dia tidak percaya kalau saat ini Sehun benar-benar berada di depannya. Sehun terlihat jauh lebih tampan dan mempesona daripada yang selama ini dia lihat dari foto-foto yang dikirimkan Sehun.

Luhan baru sadar kalau ternyata Sehun mempunyai kemampuan untuk membuat Luhan terus jatuh cinta padanya lagi dan lagi.

Sehun mengerutkan dahinya. Bingung dengan reaksi Luhan yang terlihat cengo(?) saat melihatnya. Dia melambai-lambaikan tangannya tepat di depan mata Luhan, tetapi Luhan tetap diam saja. Seolah-olah dia tidak melihat Sehun di depannya. Sehun pun memegang kedua bahu Luhan dan sedikit mengguncangnya untuk menyadarkan Luhan dari lamunannya.

"Hyung, gwaenchanna?" tanyanya sambil memegang bahu Luhan.

"E-eoh? N-ne. Gwaenchanna, hehe." Luhan tersenyum kikuk saat sadar kalau dia telah melamun di depan Sehun. Luhan kemudian menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang tersipu karena malu. 'Great, Luhan. Time to embarass yourself! Pabo!' rutuknya dalam hati.

Sehun lagi-lagi tersenyum melihat kelakuan Hyung nya. Dia memundurkan badannya satu langkah kemudian mengulurkan tangannya pada Luhan untuk berjabat tangan.

"Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida. Mannaseo bangapseumnida, Hyung!" ujar Sehun. Luhan pun mengangkat wajahnya untuk menatap Sehun, menerima uluran tangan Sehun dan menjabatnya dengan senang hati.

"Luhan im-ni-da," jawab Luhan terbata karena canggung. Sungguh saat ini dia terlalu senang. Oh Sehun sedang memegang tangannya! Bukan memegang sebenarnya, mereka kan hanya berjabat tangan. Tapi Luhan tidak perduli, dia terlalu senang untuk memperdulikannya.

'Oh eM Giiii! Akhirnya aku bertemu dengan Sehun! Dan sekarang dia sedang memegang tanganku. Omo omoooo, eottokhaeee! Jantungku! Pipiku! Kyaaaaaa! Benarkah aku sedang tidak bermimpi? Ini bukan mimpi kan? Oh Sehun ada di depanku!' pekiknya dalam hati.

"Luhan Hyung? Kau melamun lagi," ujar Sehun saat melepaskan tautan tangannya dengan Luhan.

"Eh? Oh, mianhae Sehun-ah. Hehehe." Luhan menggaruk-garuk bagian belakang lehernya yang tidak gatal. "Hanya saja aku masih belum percaya kalau kita beneran bertemu," lanjutnya.

"Mmmmm, nado Hyung. Kau tahu, aku bahkan sempat berfikiran untuk kabur dari kelas karena sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu!" ucapnya antusias. "Apa Hyung sudah lama menungguku?" tanya nya kemudian.

"Aniyo, aku baru saja sampai," bohong Luhan. Padahal sudah hampir satu jam dia berada di situ.

"Jeongmal?" tanya Sehun tak percaya.

"Eumm," Luhan mengangguk pelan. "Arrasseo, lalu sekarang bagaimana?" tanya Sehun lagi.

"Eh? Bagaimana apanya?" Luhan memiringkan kepalanya, bingung. 'Aigooooo, kenapa Luhan Hyung terlihat imut sekali?'

"Yaa, apa kita akan terus berdiri seperti ini disini?" ucap Sehun canggung sambil melihat sekelilingnya.

Luhan pun ikut-ikutan melihat ke sekeliling mereka. Dia baru menyadari kalau mereka berdua masih berada di taman belakang kampus. Dia menepuk jidatnya pelan.

"Tentu saja tidak. Kecuali kalau kau mau tetap di sini," jawab Luhan. Perlahan aura-aura awkward yang sempat tercipta di antara mereka mulai mencair. Kenapa harus canggung, pikir Luhan. Toh selama ini kan mereka sangat akrab.

"Hmmm, so, should we go now?" tanya Sehun sok Inggris. Luhan yang mendengarnya hanya tersenyum kecil dan mengangguk. Dia mengambil tasnya di bangku, memasukkan headset dan mp3 nya, kemudian menyampirkannya di bahu kirinya. "Kaja!" ajaknya.

Mereka pun berjalan meninggalkan arena kampus. Sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam. Tidak ada yang membuka suara.

'Aiiisshh! Mengapa jadi canggung lagi? Sehun-ah, palli katakan sesuatu!" batin Luhan.

'Luhan Hyung, mengapa diam saja? Apa dia kecewa? Apa dia tidak suka bertemu denganku? Aiisshh, eottokhaeee? Padahal sebelum bertemu tadi, ada banyak sekali yang ingin aku sampaikan. Tapi mengapa sekarang tiba-tiba jadi blank?' pikir Sehun.

"Uuumm, Luhan Hyung!" panggil Sehun. "Ne?"

"Kita sebenarnya mau kemana?" Sehun pabo. Apa tidak ada yang terfikir selain itu? Rutuknya dalam hati.

"Eoh? Mmm, aku ingin mengajakmu membeli Bubble Tea di tempat favoritku. Setelah seharian berada di kelas, segelas Bubble Tea bisa membantu kan?" jawabnya.

"Aaahh, Bubble Tea? Joayooo" ucap Sehun senang. Sebenarnya bukan hanya itu yang menjadi alasan Luhan mengajak Sehun membeli Bubble Tea. Dia hanya ingin mencairkan suasana. Mengingat awal mereka berkenalan dulu karena Bubble Tea, siapa tahu mereka bisa menghilangkan kecanggungan itu juga dengan Bubble Tea. Kekeke.. Luhan terkekeh memikirkan teori konyolnya.

"Mengapa tertawa Hyung? Apa ada yang lucu denganku?" tanya Sehun heran melihat Luhan yang tiba-tiba terkekeh di sampingnya.

"Aniya," Luhan menggelengkan kepalanya. "Hanya teringat sesuatu" lanjutnya. Sehun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, tidak berniat untuk melanjutkan percakapan mereka.

~O.O~

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai juga di kafe favorit Luhan. Sehun melirik sekilas ke arah tulisan yang tergantung rapi di depan kafe.

'EXO Cafe'

'Oooohh, jadi ini kafe yang pernah Luhan Hyung ceritakan dulu. Tempat dimana dia biasanya membeli Bubble Tea,' batin Sehun.

Triiing

Suara itu terdengar ketika mereka masuk ke dalam kafe. Sehun berhenti sebentar untuk memandang ke sekelilingnya dengan kagum. Suasana di dalam terlihat sangat nyaman. Sebenarnya kafe nya juga tidak terlalu besar, tetapi interiornya sangat bagus. Berbeda sekali denga kedai Bubble Tea di tempat Sehun yang hanya berbentuk stan kecil.

"Annyeonghaseyo, selamat datang!" ucap salah satu pelayan kafe sambil membungkukkan badannya. "Silahkan ma— Oh, Luhan Hyuuung!" ucap pelayan tersebut saat menyadari siapa custemer yang baru saja datang.

'What the— mengapa aku bisa lupa kalau BaekHyun dan Kyungsoo bekerja part time di sini? Great Luhan! Habislah aku,' batinnya.

"Hyuuuuung! Mengapa kau di sini?" tanya Baekhyun sambil menggelayut manja pada Luhan. Alis Sehun berkedut saat melihat pemandangan di depannya. Terbesit rasa tidak suka dalam hatinya saat melihat Baekhyun bermanja-manja pada Luhan. 'Siapa namja pendek ini? Mengapa seenaknya menempel pada Luhan Hyung-ku?' Sehun pun berjalan mendekati Luhan.

"Eoh? Bukankan kau bilang kalau hari ini akan bertemu dengan 'Pa— emmmpphh!" Ucapan Baekhyun terputus karena Luhan berhasil membekap mulutnya dengan tidak elit. Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan memelas sambil mengedip-kedipkan matanya, memberikan isyarat padanya kalau Sehun ada di sini. Baekhyun menatap Luhan bingung. 'Mengapa Luhan Hyung menatapnya begitu? Mengapa pula dia menggerak-gerakkan matanya nggak jelas gitu? Omooo! Jangan bilang kalau Sehun tidak menepati janjinya? Apa karena itu Luhan jadi begini? Kasian sekali Hyungku. Awas saja kau Sehun!' pikirnya.

Setelah yakin kalau Baekhyun mendapatkan sinyal yang dikirimnya tadi dan tidak akan meneruskan kata-katanya, Luhan melepaskan tangannya. Baekhyun langsung memeluk tubuh Luhan erat sambil mengusap-usap punggungnya. "Omooo! Uri Luhannie eottokhaee? Tenang saja Hyung, Baekkie ada di sini. Jangan sedih, ne!" ujarnya. Sehun membelalakkan matanya melihat Hyung-nya dipeluk seperti itu. Sungguh, rasanya dia tidak terima dengan apa yang dilakukan namja pendek itu. Seenaknya saja dia memeluk Luhan Hyung. Rasanya ingin sekali dia mendorong namja itu dan menarik Luhan ke dalam pelukannya.

Luhan sendiri? Dia hanya melongo bingung mendapat perlakuan seperti itu. Mengapa dongsaeng ajaib nya jadi unik begini? Mengapa juga dia mengusap-usap punggungnya dan mengatakan untuk tidak bersedih? Siapa juga yang lagi sedih? Luhan kan sedang amat sangat bahagia sekarang. Dia masih setia dengan kebingungannya saat tiba-tiba suara deheman seseorang menyadarkannya, menghentikan Baekhyun dari kegiatannya mengusap-usap punggung Luhan dan menatap pemilik suara.

'Nugu?!' Baekhyun melepas pelukannya dari Luhan dan menatap pemuda tinggi yang saat ini berdiri di samping Luhan. Sepertinya dia familiar dengan wajah pria bertampang datar di depannya. Tapi dimana yaaa? Baekhyun memiringkan kepalanya sambil terus melihat pemuda tampan tapi datar yang baru saja menginterupsi kegiatannya barusan. Dia berfikir keras sebelum menyadari sesuatu. OH! Dia kan...

Sehun yang melihat kedua manusia di depannya masih terbengong memutuskan untuk membuka suara, "Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida. Aku temannya Luhan Hyung," ucapnya sambil membungkukkan badannya.

'Aaahh! Benar! Dia kan Oh Sehun!' Baekhyun merutuk dirinya dalam hati. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari sebelumnya? Wajah Oh Sehun kan terpampang nyata di meja belajarnya Luhan Hyung. Tapiiiiii, tunggu tunggu! Seperti nya ada kesalahan di sini. Kalau Oh Sehun ada bersama Luhan Hyung, berarti dia menepati janjinya dong. Berarti Luhan Hyung juga tidak sedang sedih. Dan berarti juga, maksud dari sinyal-sinyal aneh yang diberikan Luhan sebelumnya adalah... 'Ooohh' Baekhyun membentuk mulutnya menyerupai huruf 'O' saat menyadari situasi yang sebenarnya.

"Hehehehe," Baekhyun melihat ke arah Luhan dengan cengiran khasnya sambil mengusap-usap tengkuknya yang tidak gatal. Tapi cengiran itu hanya bertahan sesaat, karena detik berikutnya, jiwa evilnya pun kumat. Dia mengganti cengirannya dengan seringaian manis(?) nya sebelum angkat suara.

"Kyaaaaaaaaaaaaaa! EOMMAAAAAAAAA! Kemarilaaahh, lihatlah siapa yang dataaaang!" bukannya menjawab Sehun, dia malah berteriak-teriak memanggil Kyungsoo yang berada di dalam sambil loncat-loncat tidak jelas di depan HunHan. Untungnya saat itu kafe sedang sepi.

Kyungsoo yang mendengar teriakan Baekhyun segera berhambur keluar. "Yaaahhh, Baekkie Hyung! Berapa kali kubilang jangan berteriak-teriak di kafe. Kau bisa membuat pelang— Eh, rupanya ada Luhan Hyung dan?" omelan Kyungsoo terhenti saat dia melihat siapa yang berada di depan Baekhyun saat itu, serta satu orang yang lainnya yang sepertinya pernah dilihatnya di suatu tempat.

"Oh, annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida, temannya Luhan Hyung!" Sehun memperkenalkan dirinya -lagi.

"Oooohh," Kyungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya. "Temannya Luhan Hyu— MWOOO!? OH SEHUUUUNNNNN!? OH SEHUUUUUNNN?!" kagetnya saat menyadari siapa namja yang bersama Luhan.

OH. My. GOD! Luhan menepuk jidatnya.

Luhan yang akhirnya menyadari sikon yang sedang berlangsung saat itu langsung mengambil tindakan sebelum kedua dongsaeng ajaibnya berindak lebih memalukan lagi di depannya dan Sehun. "Sehun-ah, aku ada perlu sebentar. Nanti biar aku yang memesankan Bubble Tea nya. Coklat Bubble Tea kan? Arrasseo! Kau carilah tempat duduk yang nyaman, ne!" Sebelum sempat Sehun menjawabnya, Luhan sudah terlebih dahulu menarik telinga BaekSoo untuk mengikutinya menuju pintu yang bertuliskan 'Staff Only' tanpa memperdulikan teriakan-teriakan kesakitan dari BaekSoo yang telinganya ditarik oleh Luhan.

Sehun hanya memandang kepergian Luhan dengan bingung. Dia berjalan mencari tempat duduk yang nyaman sambil terus berfikir tentang apa yang baru saja terjadi. 'Mengapa Luhan Hyung bisa kenal dengan orang-orang aneh bin ajaib seperti itu?'

~O.O~

Beberapa menit kemudian, Sehun melihat Luhan berjalan ke arahnya. Dia lalu menarik kursi yang ada di seberang Sehun dan duduk di sana. Kedua temannya tadi -BaekSoo- tidak terlihat. Mungkin mereka kembali bekerja, pikirnya.

"Mianhae soal yang tadi. Mereka housemates ku. Yaaahh, memang kelakuan mereka berdua sedikit di atas normal sih, tapi mereka orang yang baik kok. Hehehe." Luhan membuka suara nya.

"Housemates? Maksud Hyung, itu yang bernama Baekhyun Hyung dan Kyungsoo Hyung?" tanya Sehun. Dia ingat kalau Luhan pernah bercerita tentang kedua housemates nya sebelumnya.

"Ne," angguk Luhan. "Yang pertama menyambut kita itu Baekhyun, dan yang kedua itu Kyungsoo," jelasnya.

'Mmmm, jadi, namja pendek yang seenaknya memeluk Luhan Hyung itu bernama Baekhyun!' ucapnya dalam hati, masih tidak terima atas perlakuan Baekhyun pada Hyung-nya tadi.

"Ooowwhh, arasseo. Mereka bekerja di sini?"

"Eum, sebenarnya aku juga ditawari untuk part time di sini. Tapi aku menolaknya. Bukannya tidak ingin bekerja, tapi, tahu sendirikan kalau aku penggila Bubble Tea. Aku hanya tidak mau bekerja sia-sia karena nanti gajiku habis untuk membeli Bubble Tea di sini, hehehe." Sehun hanya ikut terkekeh sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka kembali terdiam.

Tak lama kemudian, BaekSoo kembali terlihat menghampiri meja mereka dengan membawa dua gelas Bubble Tea dan dua potong strawberry cake. "Pesanan dataaaaang," ujar Baekkie. Keduanya terihat sedikit lebih normal sekarang -entah apa yang dilakukan Luhan pada mereka di ruangan itu sebelumnya- tetapi tetap dengan seringaian aneh mereka. Sehun sendiri tidak paham, mengapa mereka terlihat terkejut saat Sehun memperkenalkan diri tadi.

"Dua Strawberry Cake," ucap Kyungsoo sambil meletakkan dua piring strawberry cake yang dibawanya. "Dan dua Bubble Tea, Taro dan Coklat!" Baekhyun pun meletakkan Bubble Tea yang dia bawa. "Selamat menikmati!" ucap mereka setelah semua pesanan sudah tertata rapi di atas meja.

"Ehem, hai, aku Baekhyun, teman satu kontrakan nya Luhan Hyung. Maaf atas kejadian sebelumnya." Baekhyun tersenyum manis pada Sehun sambil mengulurkan tangannya.

"Aaah, gwaenchanna," balas Sehun dengan senyuman maut(?) nya juga.

"Aku Kyungsoo, kau bisa memanggilku Kyungsoo Hyung, atau 'Eomma'. Luhan hyung dan beberapa temanku juga memanggilku begitu. Sama seperti Baekhyun Hyung, aku juga teman satu kontrakan nya Luhan Hyung," ujar Kyungsoo sambil menjabat tangan Sehun.

Sehun hanya terdiam melihat kedua makhluk pendek tapi imut di depannya dengan tatapan heran. Apa ada yang salah dengan penampilannya hari ini? Apa tanktop putih yang dibalut dengan kemeja biru yang tidak dikancingnya terlihat aneh di badannya? Mengapa kedua namja di depannya terus menatapnya dari ujung kaki ke ujung kepala dengan senyuman aneh mereka? Sehun lalu beralih menatap Luhan dengan tatapan 'mengapa kedua temanmu menatapku seperti itu Hyung' yang dibalas dengan tatapan 'meminta maaf' dari Luhan.

"EHEMM!" Luhan berdehem dengan agak keras membuat BaekSoo mengalihkan perhatiannya pada Luhan. Senyuman aneh mereka berganti dengan cengiran saat melihat tatapan mematikan tapi imut dari Luhan.

"Bukankah kalian memiliki pekerjaan lain di dalam?" tanya Luhan dengan senyuman manisnya yang membuat Kyungsoo bergidik ngeri mengingat kejadian di ruangan 'Staff Only' barusan. Tetapi tidak dengan Baekhyun, dia hanya membalas senyuman 'manis' Luhan dengan senyumannya yang tak kalah manis pula. Dia langsung mendudukkan dirinya di samping Luhan, begitu juga dengan Kyungsoo.

"Aniyo Hyung. Kau kan bisa melihat sendiri kalau kafe sedang sepi. Lagipula, masih ada pelayan yang lainnya kan. Aku ingin bergabung di sini untuk berkenalan dengan teman 'baru'mu Hyung" Baekhyun menatap Sehun lagi. "Kau tidak keberatan kan Sehun?" tanya nya dengan puppy eyes andalannya.

"Emmmm, t-tentu saja tidak, H-hyung. Teman Luhan Hyung, berarti temanku juga kan?" jawab Sehun tidak rela. Jelas saja, ini kan hari pertamanya bertemu dengan Luhan, dan dia ingin menghabiskan momen yang sangat ditunggu-tunggunya ini berdua dengan Luhan. CATAT: hanya BERDUA. Tapi, dia juga tidak mungkin menolak teman Luhan, kan?

"Mwo! T-tapi—" ucapan Luhan terputus oleh sebuah teriakan dari arah belakangnya.

"BAEKHYUN-AAAAHHH!"

WHAT THE H*LL!

Park Chanyeol sedang berjalan menuju meja mereka lengkap dengan senyuman gigi pepsodent andalannya.

"YEOLLIEEEE!" entah kenapa Luhan merasa DEJAVU dengan kejadian yang sedang berlangsung saat ini. BaekSoo yang sedang duduk manis di sampingnya, ChanBaek yang berteriak, dan Suho yang berjalan di belakang Chanyeol. Hanya saja, kali ini situasinya sedikit lebih buruk dan memalukan, mengingat ada Sehun yang sedang duduk di depannya. Confusion jelas tertulis di wajah Sehun saat itu. 'Ada apa dengan semua orang-orang ajaib di sekitar Luhan?', pikirnya.

"Yoooo, Wasup brooo?!" ujar Chanyeol sambil menarik kursi dari meja lain dan duduk di samping Baekhyun setelah memberikan kecupan manis di bibir kekasihnya itu. Suho juga melakukan hal yang sama seperti Chanyeol -minus kecupan manis di bibir Kyungsoo tentunya.

"Hai Hyung! Senang bertemu denganku?" ucap Chanyeol sambil mengerlingkan matanya pada Luhan sebelum beralih ke Sehun. "Hai there, aku Chanyeol, teman Luhan Hyung sekaligus kekasih Baekkie. So, jangan pernah berfikiran untuk mendekati my Baekkie, oke!" ucap Chanyeol pede sambil merangkul pinggang Baekhyun posesif, membuat semua orang yang mendengarnya -minus ChanBaekHun- memutar bola mata mereka malas.

Sehun mengerutkan hidungnya mendengar kalimat terakhir Chanyeol. 'Like hell I will!' batinnya. Tapi dia tetap berusaha sopan dan tersenyum menanggapi ucapan Chanyeol.

"Abaikan perkataannya," kali ini Sehun mengalihkan perhatiannya ke arah namja yang duduk di sebelah Kyungsoo. "Aku Suho, kekasih Kyungsoo. Kau Sehun, kan? Nice to 'finally' meet you!" lanjutnya ramah, tidak lupa untuk memberi penekanan pada kata 'finally' yang diucapkannya.

Sepertinya Suho Hyung tidak seajaib yang lain.

Sehun menaikkan alisnya sambil terus menatap Suho, Kyungsoo, Chanyeol, dan Baekhyun bergantian. Apa masud Suho menambahkan kata 'finally' di dalam kalimatnya? Apa dia sudah mengetahui tentang Sehun? itu berarti Luhan bercerita tentangnya pada ke empat temannya ini? Apa karena itu juga BaekSoo terlihat kaget saat dia memperkenalkan dirinya tadi?

Seakan bisa membaca arti dari tatapan Sehun, Baekhyun pun angkat suara, "Kalau kau berfikir seperti apa yang aku fikirkan, maka jawabannya adalah 'iya'. Kami sudah tahu tentangmu. Luhan Hyung cerita semua pada kami, mmm sebenarnya hanya padaku dan Kyungsoo, tapi— you know lah, hehehe." Sehun hanya mengangguk-angguk mengerti. Kali ini dia tersenyum sambil menoleh pada Luhan yang sedari tadi menundukkan wajahnya.

"Kau tahu, Luhan Hyung selalu bercerita tentangmu pada kami," ucap Kyungsoo. "Sehun begini, Sehun begitu, aaahhhh, tiada hari tanpa cerita tentang Sehun. Apalagi saat kau bilang kalau kau akan kuliah di SNU. Luhan Hyung benar-benar heboh sekali. Benar kan Luhan Hyung?" tanya Kyungsoo membuat Luhan mendongakkan kepalanya. Menatap Kyungsoo yang menatapnya dengan senyuman jahilnya.

Luhan membuat mental note untuk memberi pelajaran pada 4 dongsaeng durhakanya, yang sudah dengan teganya membuat Luhan malu di depan Sehun, nanti. Baekhyun dan Kyungsoo akan mendapatkan plus-plus tentunya. Wajah Luhan terlihat sangat merah. Andai saja saat itu bumi berbaik hati untuk menelannya hidup-hidup, Luhan akan sangat berterima kasih. Tapi, tentu saja apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginannya.

Luhan mengalihkan padangannya pada Sehun dan tersenyum canggung. "Mmm, yaaa, you know. Bercerita sesama teman. Antar sahabat. No secrets between us. Yaahh, semacam itu lah, hehehe." ucapnya sambil mengusap-usap pipinya yang terasa panas. Setelah itu Luhan kembali menundukkan wajahnya. MALU.

"Hahahahaha, arrasseo Hyung. Tidak perlu malu. Hyung kan juga sering bercerita tentang Baekhyun Hyung dan Kyungsoo Hyung padaku." Ucap Sehun. Sebenarnya Luhan tidak sering sih bercerita tentang BaekSoo padanya, hanya beberapa kali saja. Dia hanya mengatakannya untuk menghilangkan aura canggung yang lagi-lagi tercipta di antara mereka. Toh pertemuan ini seharusnya membuat mereka lebih dekat kan?

"Eh? N-ne!" Luhan menatap sehun dan tersenyum manis. Lega karena Sehun tidak berfikiran yang aneh-aneh. Tapi juga sedikit kecewa karena Sehun benar-benar clueless akan perasaan Luhan. Sedangkan ke-empat yang lain? Jangan ditanya.

Mereka hanya bisa ber-sweat drop ria melihat reaksi Sehun. Bagaimana mungkin dia berfikiran seperti itu. orang bodoh sekalipun bisa menebak pesan tersembunyi dan tujuan mereka mengatakan hal itu dan menggoda Luhan di depan Sehun. Tentu saja alasannya karena Luhan menyukai Sehun. Tapi Sehun, dengan 'oon'nya hanya menganggap itu hal biasa!? Ingin rasanya mereka menjitak jidat Sehun saat itu. tapi mereka memutuskan untuk tidak melakukannya daripada harus berhadapan dengan 'angry deer' yang kebetulan bernama Luhan nantinya.

"Anyways, senang berkenalan dengan kalian semua Hyung!" ucapnya lagi dan tersenyum pada ke-empat orang yang masih ber-sweat drop ria itu.

Detik berikutnya, suasana benar-benar sudah terkendali. Sehun terlihat mulai akrab dengan empat dongsaeng ajaib Luhan. Sesekali mereka terlihat tertawa karena lelucon-lelucon yang dilontarkan Chanyeol. Luhan bersyukur karena akhirnya kecanggungan itu hilang perlahan. Dia juga merasa senang sekali melihat Sehun yang dengan mudahnya menjadi akrab dengan 4 orang terpenting dalam hidupnya. Ya, walau terkadang menyebalkan, mereka tetap sahabat terbaik Luhan. Khususnya BaekSoo. Tapi, tentu saja hal itu tidak semerta-merta menghapus 'niat baik' nya untuk memberi mereka pelajaran nanti.

Sehun sendiri juga mulai merasa nyaman dengan teman-teman Luhan. Ternyata dibalik keajaiban dan keunikan tingkah laku nya, mereka lumayan normal. Tentu saja Sehun paling menyukai Suho. Karena menurutnya, Suho terlihat paling normal diantara mereka. Sehun juga diijinkan untuk memanggilnya Appa. Karena Sehun bercerita kalau sebelumnya Kyungsoo memintanya untuk memanggilnya Eomma.

Mereka terus bercerita dan bercanda. Sesekali dia melirik ke arah Luhan yang sudah terlihat lebih rileks dan tidak canggung lagi. Dia tidak bisa menahan senyumnya tiap kali Baekhyun ataupun Kyungsoo dengan jahilnya menceritakan hal-hal lucu yang belum diketahuinya tentang Luhan. Dan tiap kali Luhan tersipu, atau menyembunyikan wajahnya dibalik kedua telapak tangan mungilnya, ataupun merengek manja pada BaekSoo untuk tidak melanjutkan ceritanya —yang tentu saja hanya dianggap angin lewat oleh keduanya—, Sehun benar-benar ingin sekali menarik Luhan ke pangkuannya, memeluk Luhan erat dan mencubit pipinya karena gemas. Dia baru sadar, kalau ternyata Luhan Hyung-nya really is cute and adorable.

~O.O~

"Aaaaahhhh, akhirnya kita bisa lepas dari mereka!" ucap Luhan senang. Saat ini dia dan Sehun sedang berjalan beriringan menuju kontrakan Luhan. Hari sudah gelap dan Sehun bersikeras ingin mengantar Luhan pulang. Siapa yang menyangka kalau niatnya mampir ke kafe sebentar untuk membeli Bubble Tea dan meminumnya di taman bersama Sehun berakhir menjadi berjam-jam di sana, thanks to ChanBaekSuD.O.

Untung saja sekarang mereka sudah berpisah. Awalnya, Chanyeol mengajak mereka pulang bersama yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Luhan. Paling tidak, untuk sisa hari ini, dia benar-benar ingin menghabiskannya berdua saja dengan Sehun. Untungnya BaekSoo memahaminya. Sejahil apapun mereka, mereka tetap ingin melihat Hyung tersayangnya senang kan. Biarlah Luhan pulang berdua dengan Sehun. Toh, mereka bisa melanjutkan kejahilan mereka saat Luhan sudah di rumah nanti kan? Kekeke.

"Hehehe, temanmu lucu-lucu Hyung. Dan sepertinya mereka sangat menyayangimu," ucap Sehun. Luhan hanya mamutar bola matanya.

"Sayang? Apa itu termasuk menceritakan hal-hal memalukan tentangmu di depan temanmu?" tanya Luhan sarkastik.

"Memalukan? Cerita yang mana yang memalukan? Apa tentang Hyung yang sampai sekarang masih suka menonton disney movies?" Luhan membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Sehun.

"Sehun-aaaahhh!" ucapnya menggembungkan pipinya imut dan menghentikan langkahnya.

"Waeee? Ataaauuu tentang Hyung yang takut petir dan akan merengek pada Baekhyun Hyung dan Eomma untuk menemanimu tidur?" godanya lagi.

Blusshhh.

"Yaaaaaa! Aaiiisshhh. Jangan dibahas Sehun-aah, itu memalukan!" ucap Luhan sambil menutupi wajahnya yang mulai memanas dan melanjutkan langkahnya kembali.

"Hahahaha, aku baru tahu kalau ternyata Hyung-ku seperti ini. Imut!" tutur Sehun mengikuti langkah Luhan.

"Wae? Apa kau kecewa karena tahu aku seperti ini?" tanya Luhan.

"Mmmm. Aniyo, memang sih, Luhan Hyung yang aku kenal di telfon, di sms, di e-mail rasanya sangat dewasa. Aku menyukai kedewasaannya. Tapi Luhan Hyung yang ada di depanku saat ini terlihat sangat imut. Dan aku juga menyukainya," jawab Sehun.

Bblussshh

"Aiisshh! Berhenti menggombal Oh Sehun! Itu tidak lucu." Luhan memegang kedua pipinya yang terasa panas.

"Aku tidak menggombal Hyung. Aku mengatakan yang sebenarnya," jawab Sehun lagi. "Apa kau yakin kalau kau 4 tahun di atasku Hyung? Karena kau sama sekali tidak terlihat begitu."

"Tentu saja aku 4 tahun lebih tua darimu Oh Sehun. Apa yang membuatmu berfikir seperti itu?"

Sehun menghentikan langkahnya. Membuat Luhan ikut berhenti. "Bukankah sudah jelas Hyung?" ucap Sehun sambil memegang dagu Luhan dan mengangkat wajah Luhan agar dia bisa melihatnya dengan jelas. "Kau sangat manis, imut, dan lagi... kau juga lebih pendek dariku. Muahahahaha."

Blusshh. Pipi Luhan semakin merona.

"Yaaaaaa!" Luhan menepis tangan Sehun dari dagunya. "Aku tidak imut. Aku kan namja. Aku itu manly. Dan lagi, aku juga tidak pendek! Kau saja yang terlalu tinggi. Huft!" ujarnya sambil mem-pout-kan bibirnya. Membuatnya terlihat lebih imut lagi.

Sehun hanya terkekeh pelan menanggapinya. "Arrasseo, arrasseo, Luhan Hyung yang tidak imut tapi manly," ucapnya dengan nada menggoda yang mendapatkan pukulan manis dari Luhan di lengan kirinya.

"Jadi, bagaimana hari pertamamu di kampus, Sehun-ah?" tanya Luhan mengalihkan pembicaraan.

"Hmmmm, bagaimana ya? Aku tidak bisa menikmati hari pertama belajarku Hyung," jawabnya.

"Wae?"

"Karena aku terus memikirkan seseorang. Terus melihat jam, menunggunya menunjukkan pukul 3 sore. Jadi, aku tidak terlalu menyimak apa yang dosen jelaskan. Hehehe," jawabnya sambil tersenyum pada Luhan.

'OMOOOO! Sehun tersenyum lagiii! Mengapa dia terus tersenyum seperti itu? Sehun manis sekali. Aku bisa diabetes karena senyumnya. Dan apa yang dikatakannya barusan? Dia memikirkanku sepanjang pelajaran? Kyaaaaaaaaaaaa!' Luhan berteriak di dalam hatinya.

Luhan tersenyum tipis menanggapi ucapan Sehun. Padahal dalam hatinya, dia ingin berteriak dan melompat-lompat saat itu juga saking senangnya.

"Ehemm!" Luhan berdehem pelan, memilih untuk tidak menghiraukan perkataan Sehun barusan. "Lalu, sekarang kau tinggal dimana, Sehun-ah?" tanya nya lagi.

"Semester ini aku tinggal di dorm yang disediakan kampus Hyung. Aku kan belum terlalu kenal dengan Seoul. Mungkin semester depan aku akan mencari apartemen kecil-kecilan saja di dekat kampus," jawab Sehun.

"Ooohhh!" Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. "Kalau begitu, nanti aku akan membantu mu mencari apartemen, arrasseo!" ucapnya sambil berjinjit sedikit untuk mengusap-usap kepala Sehun pelan.

Mereka pun kambali melanjutkan perjalanan mereka dalam diam. Tapi kali ini, not an awkward silent, melainkan comfortable silent. Karena baik Sehun maupun Luhan, keduanya merasa nyaman dengan keheningan yang tercipta saat itu.

~O.O~

"Jadi Hyung tinggal di sini?" tanya Sehun saat Luhan membuka pintu pagar kontrakannya.

"Eum, di sinilah aku tinggal, hehe!" jawab Luhan.

Mereka pun masuk melewati halaman rumah Luhan. Rumah kontrakan Luhan dan BaekSoo memang tidak besar. Tapi juga tidak kecil. Dan yang terpenting mereka nyaman tinggal di sana. Halamannya juga lumayan luas.

"Eh? Sepertiya Baekhyun dan KyungSoo sudah pulang," ucapnya saat melihat sinar lampu dari kamar BaekSoo. "Tumben sekali mereka langsung pulang. Biasanya kan jalan-jalan dulu. Feelingku jadi tidak enak!" gumamnya pelan.

Entah memang feelingnya yang terlalu kuat, atau memang karena dia sudah sangat mengenal BaekSoo, tapi sepertinya itu memang benar. Terbukti dengan adanya dua kepala yang sesekali muncul dan mengintip kejadian di teras rumah dari balik jendela ruang tamu. Tapi baik Luhan maupun Sehun tidak ada yang menyadarinya. Terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing, mungkin.

"Jadi, apa kau mau mampir dulu?" tanya Luhan pada Sehun yang terlihat masih memperhatikan sekeliling rumah Luhan. "Aku bisa meminta Kyungsoo membuatkan minuman untukmu!" tawarnya.

"Eerrmmm," Sehun berfikir sebentar. "Aku rasa tidak perlu Hyung. Sudah malam, sebaiknya aku langsung pulang saja," jawab Sehun.

"Oh, arrasseo!" jawab luhan singkat. Sedikit kecewa karena Sehun tidak mau mampir.

Melihat wajah Luhan yang terlihat kecewa, entah mengapa hati Sehun terasa sedikit berdenyut. "Lagipula sekarang kan aku sudah tahu dimana Hyung tinggal. Pasti aku akan ke sini lagi. Dan juga, rencananya aku akan menemui temanku dulu, sepertinya dosenku tadi memberikan tugas. Aku kan tadi tidak memperhatikan pelajaran, Hyung. Hehehe," ucap Sehun lagi.

Mendengar penjelasan Sehun, Luhan kembali tersipu karena mengingat alasan Sehun tidak memperhatikan pelajarannya.

"Ne, ne, arasseo. Makanya lain kali jangan melamun Sehun-ah. Kau harus memperhatikan apa yang dijelaskankan dosenmu!" titah Luhan.

"Siap boss!" ucap Sehun sambil hormat pada Luhan, membuat keduanya tertawa pelan.

"Mmmm, gomawo sudah mengantarku pulang, Sehun-ah. Sebenarnya kau tidak perlu melakukannya."

"Aniya, tidak apa-apa Hyung. Aku memang tidak perlu melakukannya, tapi aku ingin melakukannya." Sehun tersenyum lagi pada Luhan. "Kalau begitu, besok kita bertemu lagi?" tanya nya.

"Eum," Luhan mengangguk pelan. "Tentu saja. Lunch break at cafetaria?"

"Sure! Lunch break it is." Jawab Sehun mantap.

Keduanya kembali terdiam, tidak bergerak sama sekali dari tempat mereka berdiri. Seakan enggan untuk berpisah. Luhan hanya menatap lantai teras rumahnya, seolah-olah itu lebih menarik daripada pria tampan yang terus menatapnya didepannya.

"Ehem," Sehun berdehem untuk menarik perhatian Luhan. "Sepertinya aku harus pulang sekarang," ucapnya.

"Ah, ne. Hati-hati di jalan ya. Apa tidak apa kalau kau jalan sendiri?"

"Eum, gwaenchanna," jawab Sehun singkat. "Kalau begitu, sampai jumpa besok Hyung!" ucapnya dan membalikkan badannya. Tapi, baru 2 langkah dia berjalan, dia kembali berbalik pada Luhan dan—

Chu~

Sehun mencium pipi Luhan sekilas. Dia kembali menatap Luhan dengan senyuman manisnya. "Annyeong, Angel Hyung!" ucapnya kemudian berlari meninggalkan Luhan yang mematung di sana.

"Besok aku akan menunggumu di kantin, Hyung!" Teriak Sehun sambil melambaikan tangannya pada Luhan saat dia sudah berada di luar pagar kemudian kembali berlari menuju asrama nya.

Luhan mematung di tempatnya. Otaknya seakan diShutDown saat itu. Matanya yang bulat semakin membulat sempurna. Dia mengedip-kedipkan matanya imut sambil memikirkan dan memproses apa yang baru saja terjadi.

Blussshhh

Luhan menggerakkan tangannya untuk menyentuh pipinya yang baru saja dicium Sehun. Pipinya terasa panas. Bibir lembut Sehun masih terasa menempel dengan manisnya di pipinya. Hangat. Tanpa sadar Luhan tersenyum manis.

Deg, deg, deg, deg, deg.

Sehun menciumnya!

Meskipun hanya di pipi dan mungkin tidak berarti apa-apa untuk Sehun, tapi Luhan sangat senang. Dia masih terlarut dalam dunia dan kesenangannya sampai tidak menyadari kehadiran duo usil yang saat itu sudah berdiri di depannya dengan seringaian mereka dan ponsel di tangan. Mereka mengarahkan ponsel itu tepat ke wajah Luhan, dan—

KLIK

Suara itu berhasil membangunkan Luhan dari lamunannya, menatap bingung kearah BaekSoo yang saat itu tengah tersenyum puas sambil melihat ponselnya.

"Aigoooooo! Kenapa bisa ada manusia yang bisa tetap imut seperti ini bahkan saat dia sedang terbengong dan tersenyum ala-ala orang tidak waras seperti ini?! That's not fair!" ucap Baekhyun. Luhan masih bingung. Sepertinya masih terkena efek samping dari ciuman Sehun tadi.

"Kau benar Hyung. Luhan Hyung terlihat imut sekaliiiii!" imbuh Kyungsoo.

Mereka melihat apa? Luhan? Sepertinya pernah mendengar nama itu?

"Hyung," panggil Baekhyun tiba-tiba. "Haruskah aku mengirim foto ini pada Sehun?" tanyanya sambil menunjukkan foto di ponselnya pada Luhan. Luhan menatap foto itu. T-shirt putih, rambut pink, hidung mancung, mulut sedikit terbuka, pipi merah padam yang salah satunya ditutupi dengan jari-jari manisnya, plus ekspresi wajahnya yang bercampur antara bengong, kaget, dan senang. Namja di foto itu terasa sangat familiar? Mengapa BaekSoo ingin mengirimkannya pada Sehun? Apa Sehun mengenalnya?

Setelah beberapa detik akhirnya Luhan menyadarinya. T-tunggu tunggu, itu kan... Luhan membelalakkan matanya dan menetap horor pada BaekSoo. ANDWAAAEE!

"Muahahahahahahaha!" Menyadari kalau Luhan sudah sadar dari keterkejutannya, BaekSoo pun tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut mereka. "Ahahahahaha!" Luhan hanya bisa memberikan glare glare terbaiknya pada kedua dongsaengnya.

Oooopppss. Merasa kalau aura merah jambu yang sebelumnya mengelilingi Luhan saat ini telah berganti dengan aura gelap pertanda bahaya akan menghampiri mereka, BaekSoo pun segera mengambil langkah seribu dan berlari ke dalam rumah sambil tetap tertawa.

"Kabuuuuuuurrrrrrrr! Ahahahahahaha!" kompak BaekSoo dengan langkah seribunya.

"BYUN BAEKHYUN! DO KYUNGSOO! BERIKAN PONSELNYA PADAKUUUUUU!" Luhan segera mengejar kedua dongsaeng nakalnya dan lagi-lagi membuat mental note untuk memberikan pelajaran pada BaekSoo. Tetapi langkahnya terhenti ketika ponsel di sakunya bergetar. 1 pesan masuk dari Sehun.

Jaljayo, Angel Hyung! Sweet dream! :*

Wajah Luhan kembali memerah saat membaca isi pesan tersebut. Membuatnya lagi-lagi tersenyum lebar. Seketika itu, ia lupa akan niatnya untuk memberi pelajaran pada BaekSoo. Dia kemudian berjalan menuju kamarnya. Berbaring di atas kasur empuknya, dengan ponsel yang digenggam erat di atas dadanya.

"Sehun menciumkuuuu!" gumamnya terus menerus sambil berguling-guling di atas kasur nya. "Aaaaaahhh! I'm sooooooooooooo happy!"

Malam itu, Luhan tertidur dengan senyuman manis yang tetap melekat di bibir cherry nya.

~O.O~

TeBeCe

A/N:

Haihaaaaaaiiiii! #tebarbunga

Liyya kembali lagi, #nyengirkuda

Chap ini komplit kaann?! Ada HunHan, ChanBaek, SuD.O. Maaf, Jonginnya masih belum muncul. Sesuai kontak kerja kami, dia bakal muncul nantiiiiiiiii sekali, #bow

Yang penasaran kenapa HunKai bisa putus, akan ada penjelasannya nanti seiring berjalannya cerita. Sabar yaaa, ^^

Gimana HunHan momentnya? Masih kurang sweet? Kurang manis? Waktu baca bisa sambil ngemilin gula ya, pasti jadi sooo sweeeettt #Plakk

Oh ya, yang bertanya-tanya tentang status Sehun, dia itu Seme nya Kai. Trus kenapa dia nangis gt waktu diputusin? Let's say, Kai itu kan cinta pertamanya Sehun, n dia sedih banget waktu diputusin. Disaat yang bersamaan, dia merasa punya Hyung yang bisa dijadikan tempat bersandar n berbagi kesedihan. The feels is overwhelming. Makanya dia nangis gt.

Kok kaya' Uke aja, diputusin nangis? Menurut Liyya sih, Seme atao Uke, yang namanya diputusin sepihak pasti sakit kan? Apalagi itu kan 'first heartbroken' nya dia. Atau ada yang lebih nyaman n menganggap Sehun itu Uke nya Kai juga gpp. Kalo sama Lulu, Sehun tetep Seme lah. Soalnya Liyya itu anti Seme!Luhan #peace Menurut anime yang pernah Liyya lihat, n dari forum 'YAOI' yang Liyya baca, satu orang bisa kok jadi Seme dengan satu pasangan trus jadi Uke dengan pasangan lainnya, atau sebaliknya. Menyesuaikan dengan pasangannya aja.

So, terserah reader aja deh mau nganggep HunKai atao KaiHun. Tapi kalau Liyya pribadi sih maunya HunKai. Soalnya nanti biar waktu Kai muncul lagi, karakternya jadi pas gt.

BIG THANKS to Eonnie, Saeng, n Chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje nya Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow

Balesan Review:

Istrinya Sooman: Eh? Ada apa dengan tomcat?

Makasih udah ngereview^^

weisheme: muehehehe,, iya tuh, tendang aja tbc nya,, kekeke

Makasih udah ngereview^^

kyungkyungie: yeeeyyy,, #ikutan toel2 pipi Lulu,, Mian ya kalau Eomma n Appa eonie satukan di sini.. hehehehe,, dongsaengnya Luhan emang terkadang menyebalkan tuh, suka usil. Tapi mereka sayang kok sama Lulu,,

Makasih udah ngereview^^

RirinSekarini: ini udah lanjut,, semoga kamu suka ^_^

Makasih udah ngereview^^

chyshinji0204: yeeeyy,, HunHan udah ketemu *ikutanseneng. Ne udah lanjut moga kamu suka sama HunHan moment nya ya saeng,,,

Makasih udah ngereview^^

dian deer: HUNHAN HUNHAN HUNHAANNNN *ikutan sorak-sorak. Eonnie juga makin cinta sama HunHan kok #gaknanya,, ini udah update dengan hampir full HunHan moment looh, itung-itung mengobati hati Lulu di chap sebelum2 nya ^_^

TBC itu emang selalu muncul disaat2 seru ya,,, #tendang TBC

Makasih udah ngereview^^

lynacronics: iya,, ada ChanBaek sama . Kamu suka? Syukurlah,,, #hembusnafaslega,, reaksinya Lulu udah kejawab kan di atas? Moga g mengecewakan ya,,, suka yang panjang2(?),,,? Sama donk kalau begitu #Plakk, hehehe

Makasih udah ngereview^^

sofia ningsih: Sehun waktu sama Kai Seme atau Uke? Udah dijawab diatas kan,,? Moga jawabannya g mengecewakan(?) ya,,, Ini udah lanjut. Semangat juga,,,!

Makasih udah ngereview^^

LittleZhao: emang sakit banget deh jadi Luhan,, pernah mengalami? Tenang aja, akhir yang indah itu pasti datang dengan cara yang berbeda #sokbijak,, gpp kalau mau curhat, kakak gak mungkin menendang reader tercinta kok #winkwink

Makasih udah ngereview^^

ajib4ff: muahahahaha,, Eooonnniieee. Sumpah komen nya bikin ngakak. Kekeke,, para Uke kalau marah emang serem ya aura nya. Lebih serem daripada kemarahannya para Seme. Saeng ucapkan selamat deh, karena udah berhasil balas dendam ke Sehun. Muehehehehe,,, dan ide ff dari telenovela itu looohh,, sumpah aku bayanginnya aja udah ngakak sendiri. Kekeke

ne udah lanjut eon. Moga suka yaaa

Makasih udah ngereview^^

lisnana1: pangeran dan tuan putri ketemuu #bakarmenyan *eh mercon,, omooo, makasih udah bilang sweet,, eonnie jadi malu #sembunyidiketekLuhan,,, Chap ne hampir full of HunHan moment looh, masih kurang cetar kah? wkwkwkwk

Makasih udah ngereview^^

rinie hun: cieeee,, jelas aja suka. Luhan gitu looohhh,, kekeke,, Ini udah lanjut. Moga kamu suka ya,,

Makasih udah ngereview^^

kaihun shipper: aduh aduuhh, Liyya jadi ikutan bingung neh jadinya -_- kalo g ada yang berpisah gimana donk jadinya? Ato gini aja, HunKai bersatu, Lulu buat aku gimana? *winkwink #dibakarSehun. Sehun waktu sama Kai Seme atau Uke? Udah dijawab diatas kan,,? Moga jawabannya g mengecewakan(?) ya,,,

Makasih udah ngereview^^

Kiela Yue: Ahaaayyy,, Liyya yang ngetik aja senyum gaje,, kekeke,, boleh tuh idenya,, kita hangatin Luhan bareng2 aja, tapi sekarang udah summer neh di ceritanya, gimana dong,,? O.O

Makasih udah ngereview^^

Seperti biasa, boleh minta RnR nya lagi?

So, see U next chapter?

#Kiss N Hug readers satu-satu ^_^