The One
By: 0312_luLuEXOticS
Cast: Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Joon Myun
Pairing: HunHan, slight!KaiHun/HunKai, ninja!ChanBaek n SuDo
Genre: Boys Love, Fluff, Romance, Hurt&Comfort
Rate: T
Lenght: 6 of ?
Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Saya hanya meminjam namanya saja. Cerita murni dari hasil imajinajis(?) saya ^^). Nama SNU (Seoul National University) cuma pinjem namanya aja. Kurikulum perkuliahan adalah kurikulum ciptaan saya sendiri,, hehehehe
Warning: Boys Love, typo(s) bertebaran, abal, gaje
Karena Liyya merasa bersalah karena sudah membuat banyak orang nangis gegara ff-nya Liyya yang 'Saranghae, Nae Appa,,!', Liyya persembahkan chap 6 ini untuk kalian semua. Liyya juga mau bilang makasih banget buat yang baca, yang nge-fav, yang nge-follow, dan yang nge-review ff Liyya yang itu. Jeongmal-jeongmal Gomawo #bow
.
.
HAPPY READING^^
.
.
Preview Chapter:
Wajah Luhan kembali memerah saat membaca isi pesan tersebut. Membuatnya lagi-lagi tersenyum lebar. Seketika itu, ia lupa akan niatnya untuk memberi pelajaran pada BaekSoo. Dia kemudian berjalan menuju kamarnya. Berbaring di atas kasur empuknya, dengan ponsel yang digenggam erat di atas dadanya.
Malam itu, Luhan tertidur dengan senyuman manis yang tetap melekat di bibir cherry nya.
~O.O~
Tak terasa, sudah sebulan Sehun berada di Seoul. Hubungannya dengan Luhan juga semakin membaik, sangat baik malah. Aura-aura awkward itu sudah lama hilang. Dan tentu saja mereka sangat dekat sekarang. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Terkadang Sehun akan mengantarkan Luhan saat pulang dari kampus. Lucu memang, mengingat Luhan yang lebih tua darinya, seharusnya Luhan yang menjaga dan memanjakannya. Tapi untuk beberapa alasan, Sehun merasa kalau dia perlu menjaga Luhan. Ada kepuasan tersendiri baginya saat Luhan bermanja-manja padanya. Lagipula, dengan sikap manja dan wajah baby facenya, Sehun bahkan terkadang lupa kalau Luhan itu Hyungnya.
Sehun berlari keluar dari gedung kuliahnya. Seperti bisa, hari ini dia akan makan siang dengan Luhan. Tapi ada yang berbeda hari ini. Kalau biasanya dia akan menunggu Luhan di kantin, hari ini dia ingin menjemputnya. Dia berjalan menuju gedung kuliah Luhan, Fakultas Musik, dengan penuh semangat. Tidak memperdulikan yeoja-yeoja yang menatapnya eerrrmmm, kagum mungkin? Terpesona? Bukannya Sehun merasa tampan, tapi memang biasanya begitu. Di sekolahnya dulu pun seperti itu. Semua yeoja akan menatapnya seperti itu. Mencoba mendekatinya. Berusaha menjadi kekasihnya. Tapi Sehun memilih Jongin.
Hhhhh. Sehun mendesah pelan ketika memikirkan Jongin. Dia masih tidak bisa mempercayai kalau hubungannya dengan Jongin bisa kandas. Hubungan mereka baik-baik saja sebelumnya. Mereka bahkan dijuluki 'perfect couple' di sekolahnya. Selalu bersama. Di mana ada Sehun, di situ ada Jongin. Begitu Juga sebaliknya. Lalu, mengapa tiba-tiba Jongin memutuskannya?
Sebenarnya Jongin sudah menjelaskan alasannya memutuskan Sehun. Tapi entah kenapa Sehun bisa merasakan kalau itu bukan satu-satunya alasan Jongin memutuskannya. Pasti ada yang lain. Tapi Sehun tidak bisa memikirkan yang lain itu. Jongin memang sedikit tertutup padanya, tidak seperti Sehun yang hampir selalu menceritakan semuanya pada Jongin. Bahkan Sehun juga selalu bercerita tentang Luhan pada Jongin.
Tunggu!
Apa karena Luhan? Apa karena Sehun selalu bercerita tentang Luhan? Apa Jongin cemburu pada Luhan? Tapi mengapa harus cemburu? Jongin pastinya tahu, dia memang menyayangi Luhan, Luhan sudah seperti Hyung baginya. Oke, mungkin rasa sayang itu memang sedikit lebih dari sekedar Hyung, tapi yang dia cintai itu tetap Jongin. Kekasihnya adalah Jongin. Seharusnya tidak ada alasan bagi Jongin untuk cemburu pada Luhan. Jadi mengapa harus cemburu? Bahkan sekarang, setelah tiga bulan mereka putus, jujur saja, Sehun terkadang masih berharap kalau Jongin mau kembali padanya.
"Luhan Oppa keren sekaliiiii! Kau melihatnya kan tadi?" Lamunan Sehun tentang Jongin buyar seketika saat dia mendenga kata 'Luhan'. Terlihat segerombolan yeoja sedang bergosip ria di depan gedung Fakultas Musik. Sepertinya mereka yang membicarakan 'Hyung' nya tadi. Sehun pun menajamkan telinganya untuk mendengar -menguping- pembicaraan mereka.
"Ne, kyaaaaaaaaaa! Luhan Oppa memang kereenn! Saat dia bernyanyi sambil memainkan piano tadi, rasanya damaaaii sekali."
'Cih, baru begitu saja sudah lebay. Aku yang pernah dinyanyikan secara khusus oleh Luhan Hyung saja gak Lebay. Suara Luhan Hyung kan memang seperti Angel.'
"Eum, suara Luhan Oppa memang sangat bagus. Memang tidak sebagus Baekhyun Oppa dan Kyungsoo Oppa, tapi tetap saja, kyaaaaaaaaaaaaaa!"
'MWO?! Berani-berani dia berkata suara Luhan Hyung tidak sebagus duo ajaib itu. Suara Luhan Hyung itu paling bagus tahu!'
"Benar sekali. Luhan Oppa itu ya… Sempurna!" Sehun mengangguk setuju.
"Suaranya bagus." 'Yups.' "Wajahnya tampan." 'Betul Sekali.'
"Imut." 'Tidak ada yang lebih imut dari Luhan Hyung.' "Baik dan ramah." 'Pastinya dong.'
"Dan yang terpenting, dia masih SINGLE! Kyaaaa! Aku mau jadi pacarnya Luhan Oppa!" 'WHAT THE— Cih, jangan harap! Luhan Hyung gak akan mau sama kalian!'
"Yaaahhh, kalau itu sih, kita-kita juga mau. Hehehehe" 'Cih! Dasar yeoja genit!'
"Eh, tapi aku heran deh. Kenapa Luhan Oppa masih jomblo?" 'Suka-suka dia dong. Mengapa kalian yang sewot?'
"Iya ya. Apalagi, Luhan Oppa kan banyak yang suka. Belum lagi, aku dengar katanya seminggu yang lalu, Kris Oppa menembaknya loh. Tapi sepertinya Luhan Oppa menolaknya" 'Kris?'
"Iya, aku juga denger berita itu. Padahal kan mereka cukup dekat. Aku kira dulu, mereka malah sudah jadian."
Tiba-tiba saja Sehun jadi malas untuk mencuri dengar pembicaraan yeoja-yeoja genit, yang diyakininya sebagai fans Luhan itu. Mood nya jadi jelek mendengar ada yang sedang mengejar-ngejar 'Hyung' nya. Dia segera meninggalkan mereka dan berjalan mencari Luhan. Pikirannya tiba-tiba dipenuhi dengan sebuah nama.
'Kris!? Nugu? Kenapa dia tidak pernah mendengar nama itu dari cerita Luhan Hyung?'
Saat berada di dalam gedung, Sehun baru menyadari sesuatu. Dia tidak tahu dimana kelas Luhan. Sehun memang beberapa kali ke sini untuk menunggu Luhan, tapi biasanya hanya di depan gedung, tidak masuk ke dalam.
"GREAT!" gumamnya. "Sekarang aku harus kemana? Apa aku sms Luhan Hyung saja ya? Aniya. Aku kan mau memberinya surprise. Lalu aku harus bagaimanaaa?" Sehun menjambak rambutnya frustasi.
"SEHUN-AAAAAAAAAAAAAHHHH!" Sehun tersentak saat mendengar suara seseorang yang memanggil namanya. Dia menolehkan kepalanya ke arah sumber suara itu.
'Whoaaaaa, pucuk dicinta ulam pun tiba!' pikirnya saat mengetahui siapa yang memanggilnya barusan. "Hyung!" ucapnya saat namja itu sudah berada di depannya.
"Hmmm, anak Arsitek, mengapa ada di sini?" tanya Kyungsoo playfully.
"Mmmmm, aku pindah jurusan Eomma!" jawab Sehun main-main juga. "Tentu saja aku mencari Luhan Hyung, hehehe," ucap Sehun sambil menggaruk tengkuknya.
"Oooowwwhhh, arrasseo. Mau makan siang bersama Lulu Hyung, eoh?" tanya Baekhyun. Sehun hanya mengangguk.
"Hhhmmm, sepertinya Lulu Hyung dan 'Pangeran' nya ada kemajuan!" gumam Baekhyun.
"Eh?" Sehun menatap Baekhyun bingung.
"Aniya, tidak usah difikirkan," ujar Kyungsoo melihat kebingungan Sehun. "Luhan Hyung masih ada urusan sebentar. Kau tunggulah di sini. Mungkin sebentar lagi selesai."
'Aaaahhh, untung bertemu dengan duo ajaib. BaekSoo Hyung, aku padamu! Kekeke.'
"Arrasseo Hyung. Gomawo!" ucapnya sumringah. BaekSoo hanya geleng-geleng mengerti melihat tingkah Sehun. "Kalau begitu kami pergi dulu, ne!" "Ne, Hyung. Annyeong!"
Sehun menuruti saran BaekSoo untuk menunggu Luhan di dekat pintu masuk. Dia hanya memainkan game di ponselnya dengan wajah yang sangat bosan sambil menunggu Luhan. Mau bagaimana, dia yang salah karena tidak memberitahu Luhan sebelumnya kalau dia akan menjemput Luhan.
Beberapa menit kemudian, dia melihat Luhan berjalan di koridor. Wajah Sehun seketika mencari cerah saat melihat Luhan. Namun sedetik kemudian, keningnya berkerut. Luhan tersenyum manis di sana. Tapi bukan itu yang membuatnya mengerutkan keningnya, melainkan orang yang berada di samping Luhan saat itu. Seorang namja tiang listrik, berambut pirang, dan berwajah yaaaahh lumayan lah -menurutnya- sedang berjalan beriringan dengan Luhan. Mereka terlihat sangat akrab. Sesekali Luhan akan tersenyum manis setelah namja tinggi itu mengatakan sesuatu.
Entah kenapa, Sehun tidak menyukai pemandangan yang ada di depannya sekarang. Tentu saja dia suka melihat Luhan tersenyum. Tapi dia tidak suka kalau Luhan tersenyum semanis itu pada orang lain. Senyum itu seharusnya khusus untuknya, kan,,,! Ditambah lagi, Luhan sepertinya tidak menyadari keberadaannya. Bukankah seharusnya dia yang memberi kejutan untuk Luhan? Tapi mengapa jadi dia yang terkejut sekarang?
"Okay! Kalau begitu aku tunggu kabar darimu secepatnya Lu. Kau harus segera memutuskannya, arrachi!" ucap namja namja tinggi itu pada Luhan.
"Tch! Arrasseo arrasseo! Aku akan memikirkannya dulu dan segera mengabarkanmu Kris!" jawab Luhan sambil tersenyum.
'KRIS?!'
"Kalau begitu aku tinggal dulu ya." "Ne!" jawab Luhan sebelum Kris meninggalkannya. Luhan hanya terkekeh kecil menatap kepergian Kris kemudian melanjutkan perjalanannya, masih tidak sadar kalau Sehun sedang berada di dekat pintu.
"HYUUUUNNNNNGGGG!" Sepertinya ChanBaek telah menularkan virusnya pada Sehun. Merasa ada yang memanggil, Luhan pun mencari asal suara. Seorang namja tampan sedang tersenyum ke arahnya sambil melambaikan tangannya.
"Eh? Sehun?" ucapnya seakan tak percaya kalau Sehun kini ada di gedung kuliahnya. Luhan pun berlari ke arah Sehun.
"Sehun-aaahhh. Mengapa kau ada di sini?" tanya nya ketika sudah berada di depan Sehun. "Aku melamar jadi satpam di sini Hyung!" ucap Sehun sarkastik. Membuat Luhan melongo.
"Aiisshh, tentu saja aku menjemputmu Hyung! Memang ada alasan lain. Aku kan hanya mengenalmu di sini. Masa' aku mau menjemput Baekhyun Hyung atau Kyungsoo Umma. Bisa-bisa aku dibakar Chanyeol Hyung atau di tenggelamkan Suho Appa nanti!" jawab Sehun sewot.
Lagi-lagi Luhan melongo dibuatnya. Mengapa Sehun jadi sewot begini? Dia kan hanya menanyakan satu pertanyaan yang amat sangat wajar.
"Ahaha." Luhan tertawa canggung. Bingung bagaimana harus merespon sikap Sehun yang tiba-tiba sewot. "Arrasseo, hehe. Kau sudah lama di sini? Mianhae, aku tidak tahu kalau kau datang kesini!" ucap Luhan menyesal.
'Tentu saja kau tidak tahu, Hyung. Kau kan sedang sibuk dengan namja tiang listrik itu!' gumam Sehun.
"Eh? Kau mengatakan sesuatu, Sehun-ah?"
"Aniyo. Ayo kita ke kantin Hyung. Aku sudah lapar," ucap Sehun dan berjalan menuju kantin. Tapi saat dirasakannya kalau Luhan tidak mengikutinya, dia berbalik .
"Sehunnie marah kah?" tanya Luhan dengan 'puppy eyes' nya.
'Aiiisssshhh! Not fair. Mengapa dia sangat imuuutt? Kalau begini kan aku jadi tidak bisa marah!'
Hhhhhh. Sehun mendesah pelan sebelum tersenyum pada Luhan. "Aniyo Hyung. Aku hanya lapar," ucapnya meyakinkan Luhan. "Nah, kajja!" ajaknya sambil menarik tangan Luhan untuk mengikutinya.
Luhan yang terkejut karena Sehun menarik tangannya hanya bisa mengikuti kemana Sehun membawanya dengan pasrah. Wajah nya sudah merona sekarang. Oke, Luhan memang sudah bisa menetralisir detak jantung dan rona di pipinya setiap kali berada di dekat Sehun sekarang. Tapi ini jelas berbeda. Sehun secara tidak langsung memegang tangannya kan? Untungnya Sehun berjalan di depannya. Tangan Luhan ditarik, bukan digandeng, remember?
"Hyung!" panggil Sehun tiba-tiba. "Ne?"
"Apa setelah ini Hyung masih ada kelas?" Tiba-tiba saja Sehun tidak ingin ke kantin. Wae? Soalnya kalau ke kantin pasti bertemu dengan ke empat dongsang ajaibnya Luhan. Bukannya dia tidak suka, hanya saja, saat ini dia ingin berdua saja dengan Luhan. Lebih tepatnya, dia ingin mengintrogasi Luhan. Dia harus tahu siapa tiang listrik yang seenaknya mengejar-ngejar 'Hyung'nya dan membuatnya tersenyum manis tadi. Sehun tidak terima kalau Luhan tersenyum seperti itu pada orang lain.
Tunggu, tunggu! Kenapa dia jadi seperti 'a jealous boyfriend' sekarang? Dia cemburu pada Kris? Aniyaaaaa! Sehun menggelengkan kepalanya. Dia tidak cemburu. Dia hanya ingin memastikan kalau tiang listrik itu adalah namja yang baik untuk Luhan. Yaaa. Hanya itu! Iya kan?
"Aniyo, tadi itu kelas terakhirku untuk hari ini. Wae?"
"Joayo! Kalau begitu kita tidak jadi ke kantin," ucap Sehun. "Loh? Bukannya tadi Sehunnie lapar?" tanya Luhan mengerutkan keningnya.
"Aniyo. Change of plans. Kita makan di luar saja Hyung. Aku ingin jalan-jalan. Aku juga ingin shopping. Mmmmm, kita ke Myeongdong saja. Eotte?" ajak Sehun.
Luhan terlihat berfikir sebentar sebelum menganggukkan kepalanya imut. "Joayo. Kita ke Myeongdong!" ucapnya semangat, membuat Sehun terkekeh melihatnya.
"Cute," ucap Sehun. "Mwo? Aiiisshh, berapa kali harus aku bilang. Aku itu tidak cute, Sehun-aaahhh! Aku ini—"
"Manly, kan? Arasseo Luhan Hyung yang Man-ly!" ucap Sehun memotong kalimat Luhan dengan nada mengejek.
"Yaaaaaaaahhhh!" Luhan memukul lengan Sehun sambil mem-poutkan bibirnya.
~O.O~
Mereka menuju Myeongdong dengan menggunakan kereta bawah tanah. Tidak butuh waktu lama, kira-kira 15 menit kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan. Myeongdong Street benar-benar seperti apa yang dibayangkan Sehun. Tempatnya sangat luas. Banyak toko-toko dengan brand terkenal di sana. Myeongdong sangat lengkap. Mulai dari kafe, restoran, klub malam, bahkan penjaja makanan ala pinggir jalan juga ada.
"Hyung, kita mau makan dulu atau jalan-jalan dulu?" tanya Sehun begitu mereka tiba di sana.
"Mmmmm," Luhan mengerutkan keningnya dan mengetuk-ketukkan jari telunjuknya ke pipi kanannya yang menggembung. "Aaahh! Aku ingin makan es krim saja Sehun-ah. Eotte?" bujuk Luhan.
Sehun menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Hyung, kita baru saja berpanas-panasan. Kalau Hyung langsung makan es krim, nanti bisa sakit. Kita makan saja. Nanti kalau sudah agak sore, baru kita beli es krim. OKE!" Luhan manyun. Mengapa Sehun jadi seperti Eomma nya?
"Shireooo!" tolak Luhan. "Cih, mana mungkin sakit hanya karena hal seperti itu. Bilang saja kalau tidak mau!" ujarnya keras kepala. "Bukan seperti itu Hyung. Aku hanya tidak mau kalau kau sakit."
"Tenang saja. Aku tidak akan sakit hanya karena makan es krim Sehun-ah."
Hhhh, Sehun mendesah pelan. Bagaimana mungkin dia bisa menolak permintaan Luhan?
"Arasseo. Tapi nanti kalau Hyung sakit, jangan salahkan aku ya. Aku tidak mau kalau harus diceramahi Baekhyun Hyung dan Kyungsoo Eomma."
"I won't!" jawab Luhan meyakinkan Sehun dengan senyum manisnya. "Kajjaaaaaa. Aku tahu tempat es krim yang enak di sini. Es Kriiimm! Luhan dataaaang!" ucapnya semangat dan berjalan di depan Sehun.
Lagi-lagi Sehun mendesah, tapi kali ini dia juga tersenyum kecil melihat tingkah Luhan. Benarkah Luhan lebih tua darinya?
~O.O~
"Aaaaahhhh mashittaaaaaa!" ucap Luhan senang sambil menutup matanya mencoba meresapi manis dan segarnya es krim yang sedang di santapnya.
Mereka sekarang sudah berada di toko yang katanya Luhan menjual es krim paling enak di Myeongdong. Luhan terlihat sangat senang, duduk di seberang Sehun dengan semangkuk es krim vanila ukuran jumbo di depannya. Cckk, bagaimana dia bisa menghabiskan es krim sebanyak itu? Pikir Sehun. Sehun sendiri hanya memesan secangkir capucino. Bukan dia tidak suka es krim. Hanya saja, dengan suhu yang sepanas ini, ditambah keadaan sang surya sedang berada di puncaknya, Sehun rasa es krim bukan pilihan yang bijak.
Sehun hanya menatap Luhan yang memakan es krimnya dengan semangat sambil sesekali menyesap capucino nya sedikit demi sedikit. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan tujuan utama dirinya mengajak Luhan pergi berdua tadi. Salahkan wajah manis dan semua tingkah imut dan polos Luhan yang selalu bisa membuat Sehun seolah lupa akan hal-hal di sekitarnya.
"Ehem," Sehun berdehem, mengalihkan perhatiannya dari es krimnya. "Kau tidak ingin mengucapkan sesuatu padaku Hyung?" tanya nya.
"Eh?" Luhan terlihat bingung dengan sendok es krim yang masih di dalam mulutnya. 'Cute', pikir Sehun. "Aaahh," Luhan seperti mengingat sesuatu. "Gomawo Sehunnie sudah membelikanku es krim. Sebenarnya kau tidak perlu mentraktirku, aku bisa membelinya sendiri, hehehe," ucapnya sambil tersenyum lebar membuat Sehun melongo.
'Really Hyung! Apa hanya itu yang ingin kau katakan!' Sehun menepuk jidatnya mendengar jawaban polos Luhan.
"Wae? Apa aku salah ngomong?" tanya Luhan bingung dengan reaksi Sehun. 'Apa seharusnya aku menambahkan 'lain kali aku akan mentraktirmu'?' batin Luhan.
Sehun hanya menanggapinya dengan senyum dan menggelengkan kepalanya. "Aniyo Hyung. Lupakan saja!" jawabnya. Luhan pun hanya mengedikkan bahunya dan melanjutkan misinya menghabiskan es krim di depannya yang sempat terhenti tadi.
Sehun lagi-lagi menatap Luhan. Dia berfikir keras bagaimana caranya dia membuat Luhan bercerita padanya tanpa dia harus terlihat cemburu. Karena dia memang tidak cemburu, kan? Tapi akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk bertanya langsung saja. Mungkin bisa dimulai dengan pertanyaan seperti—
"Say, Hyung. Namja yang tadi bersamamu itu siapa?"
—simple kan!?
Dan pertanyaan itu sukses menarik perhatian Luhan dari es krim lezatnya. Dia menatap Sehun mencoba menebak kemana arah pertanyaan Sehun sebelum menjawabnya. "Oh, kau melihatnya? Itu Kris, temanku," jawabnya simple dan melanjutkan misinya.
'Tentu saja aku melihatnya Hyung. Kalian secara tidak langsung bermesraan di depanku.'
"Eum, hanya teman?" tanya nya lagi. Tidak puas dengan jawaban singkat Luhan. "I mean, kalian terlihat, eeerrrmmm, sangat dekat," lanjutnya.
Kali ini Luhan benar-benar berhenti memakan es krimnya dan meletakkan sendoknya. Dia mengangkat satu alisnya, bingung harus menjawab apa. Mengapa Sehun bertanya seperti itu?
"Mengapa kau berkesimpulan kalau kami sangat dekat?" tanyanya.
'Karena kau tersenyum sangat manis padanya Hyung! Senyum yang seharusnya hanya untukku,!'
Sehun mengangkat bahunya pelan, "Hanya menebak saja," jawabnya singkat. Luhan menatap Sehun tidak percaya. "Hhhh, arrasseo arrasseoooo! Aku mendengar dari beberapa fans mu Hyung!" ucapnya menyerah karena ditatap seperti itu oleh Luhan. "Lalu, apa yang kau dengar?" tanya Luhan.
"Kalau dia menyukaimu dan menembakmu minggu lalu!" jawab Sehun.
Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya pelan tanda mengerti. "Kris itu teman dekatku. Tidak sedekat Baekhyun dan Kyungsoo memang, tapi kami dekat. Karena kebetulan kami sama-sama dari China. Selain Kris juga ada Tao dan Lay. Dan, memang minggu kemarin dia menyatakan cintanya padaku, tapi aku menolaknya!" jawab Luhan.
"Wae?" tanya Sehun penasaran. "Simply because I don't have any feelings toward him." Entah kenapa jawaban simple Luhan membuatnya senang.
"Lalu, apa yang kalian bicarakan tadi Hyung? Kalian terlihat sangat happy tadi." Kau bahkan tidak menyadari keberadaanku.
"Mmmm, Kris menawarkanku untuk mengisi sebuah acara dengannya dan bandnya. Kebetulan vokalis mereka sedang sakit, jadi Kris memintaku untuk menggantikannya,"
"Kenapa dia tidak meminta Baekhyun dan Kyungsoo Hyung? Kenapa harus Luhan Hyung?"
"Tentu saja karena aku temannya Sehun-ah! Lagipula mengapa kau sangat ingin tahu?" tanya Luhan. Dia benar-benar tidak mengerti. Sehun bertanya padanya dengan wajah dan suara yang sepertinya terlihat, cemburu mungkin?
"No reasons. Hanya penasaran saja!" jawabnya singkat.
"Kau tahu Oh Sehun? Kalau aku tidak mengenalmu dengan baik, aku pasti akan berfikir kalau kau cemburu pada Kris, hehehe," ucap Luhan menggodanya sambil melipat tangannya di depan dadanya.
"Because I am!" jawab Sehun tegas membuat Luhan berhenti tertawa dan menatap Sehun kaget. Setelah ucapan terakhir Sehun, keduanya terdiam. Sehun sendiri juga tidak tahu mengapa dia mengatakan itu. Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa sempat dia tahan.
Sedangkan Luhan? Dia masih menatap Sehun tak percaya. Sehun tidak mungkin cemburu kan? Dia masih mencintai Jongin kan? Luhan hanya Hyung untuknya kan?
"Ahahahaha!" Suara tawa Sehun yang tiba-tiba itu memecah keheningan di antara mereka. "Ekspresimu sangat lucu Hyung. Aku hanya bercanda tadi. Mana mungkin aku cemburu padanya Hyung. Aku hanya ingin tahu apakah dia baik untukmu atau tidak," ucap Sehun.
"Yaaaaaaaakkk! Oh Sehun pabbo! Bercandamu tidak lucu tahu! Kau hampir saja membuatku jantungan," ucap Luhan sambil melempari Sehun dengan tissue.
'Luhan pabbo! Tentu saja dia hanya bercanda!' Luhan sangat kecewa. Dia sempat sedikit bahagia saat Sehun bilang kalau dia cemburu. Tapi tentu saja Sehun hanya main-main. Mana mungkin dia cemburu.
Setelah itu, Luhan kembali fokus pada es krim nya. Dia memakan es krimnya dalam diam, berpura-pura kesal pada Sehun.
"Hyuuuung! Kau marah? Mianhaeee, aku hanya bercanda Hyung!" ucap Sehun saat melihat Luhan memakan es krimnya dengan cemberut.
"I'm not talking to you!" ucap Luhan tanpa menoleh pada Sehun. "But Hyung, aku minta maaf, ne! Kalau kau memaafkanku, aku akan membelikan apapun yang kau mau hari ini," pancingnya.
"Apapun?" tanya Luhan. "Ne, apapun!" jawab Sehun.
"Arrasseo, kalau kau berjanji akan membiarkan dan membelikanku es krim sebanyak yang aku mau, I forgive you!" ucap Luhan. Kapan lagi aku bisa makan es krim sepuas ku, kalau ada Baekhyun dan Kyungsoo kan pasti tidak boleh, kekekeke.
"Sip Hyung," ujar Sehun sambil mengacungkan jempolnya senang karena Luhan sudah tidak cemberut lagi. Hanya es krim kan? Pikirnya.
Yang Sehun tidak tahu, 'membiarkan dan membelikanku es krim sebanyak yang aku mau' yang diucapkan Luhan sebelumnya, berarti Luhan yang memakan es krim sepanjang jalan. Setiap kali es krimnya habis, dia akan mengajak Sehun berhenti untuk membeli es krim yang baru. Sebenarnya Sehun ingin menolaknya, bukan karena dia pelit, tapi kalau terus seperti itu, Luhan benar-benar bisa sakit. Tapi dia tidak bisa menolak permintaan Luhan, karena dia sudah berjanji sebelumnya.
'Ya Tuhan! Jangan biarkan Kyungsoo Eomma dan Baekhyun Hyung membunuhku nanti,' do'anya dalam hati.
~O.O~
Setelah seharian berkeliling di Myeongdong yang diisi dengan Sehun membelikan Luhan es krim seharian, akhirnya mereka pulang setelah makan malam di sana. Mereka baru tiba di rumah Luhan pukul setengah 9 malam. Begitu pintu dibuka, hal pertama yang dilihat Sehun adalah wajah khawatir Baekhyun yang berubah menjadi lega saat melihat Sehun dan Luhan.
"Kalian kemana sajaaaaa! Apa kalian tidak tahu kalau kami sangat khawatir? Seharian pergi, tidak ada yang menghubungi kami!" Baekhyun langsung marah-marah pada Sehun.
"Hyung, sudahlah, yang penting mereka sudah pulang. Mereka terlihat sangat lelah!" ucap Kyungsoo.
Tentu saja, siapa yang tidak lelah berjalan seharian? Ditambah lagi, dia harus menggendong Luhan dari halte sampai rumah Luhan. Luhan tertidur di dalam bis, dan Sehun tidak tega membangunkannya.
"Memangnya apa saja yang kalian lakukan sampai Luhan Hyung kelelahan seperti itu?" tanya Baekhyun saat Sehun menidurkan Luhan di kasurnya.
"Hanya jalan-jalan Hyung," jawab Sehun. "Arrasseo, kau terlihat lelah Sehun-ah, apa kau kuat untuk berjalan ke dorm? Kau mau menginap di sini?" tanya Kyungsoo.
"Aniya Eomma. Aku baik-baik saja. Kalau begitu aku pulang sekarang, ne" "Eum, hati-hatilah di jalan Sehun-ah!" jawab Kyungsoo mengantar Sehun ke depan.
~O.O~
"Eeungghh,"
Paginya, Luhan terbangun karena rasa pegal di seluruh persendian tulangnya. Saat dia mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, dia terjatuh lagi. Kepalanya terasa berat dan sangat pening. Dia memegang kepalanya yang rasanya seperti dihimpit batu berton-ton beratnya. Tenggorokannya sakit, badannya panas. Setelah beberapa kali mencoba dan kepalanya terasa makin pening, akhirnya Luhan menyerah. Dia menutup matanya dan berbaring lagi. Toh sebentar lagi Baekhyun ataupun Kyungsoo pasti akan datang ke kamarnya, pikir Luhan. Dan tebakannya benar, 5 menit kemudian, Luhan bisa mendengar kalau ada yang membuka pintu kamarnya. Meskipun matanya tertutup, dia yakin sekali kalau itu Baekhyun.
"Lulu Hyuuuuuuuuuuuunnggg, palli ironayoooooooooooo!" teriakan khas Baekhyun terdengar menggema di deluruh penjuru kamar Luhan, membuat kepala Luhan yang pening, semakin pening.
"Aigooo Hyuuung, ini sudah jam berapa? Mengapa masih molor! Ayo bangun, kita bisa terlambat nanti!" Baekhyun langsung menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Luhan dan menarik tangannya. Tapi dia tersentak saat menyadari kalau panas dari tangan Luhan tidak biasa.
"Omooooo, Hyuuuung. Badanmu panas sekali! Kau sakit, Hyung!" ucap Baekhyun saat dia memegang kening Luhan. "Baekhyun-ah, dingin!" ucap Luhan lirih menyadarkan Baekhyun dari kepanikannya. Baekhyun pun segera menutupi tubuh Luhan dengan selimut yang sempat ditariknya tadi.
"Aku akan segera kembali Hyung," ucapnya sebelum berlalu dari kamar Luhan menuju dapur.
Saat tiba di dapur, Baekhyun langsung disambut dengan tatapan 'mana Luhan Hyung' dari Kyungsoo. Tapi sebelum sang umma sempat menanyakannya, Baekhyun sudah terlebih dahulu memberikan jawabannya.
"Hyung demam!" ujar Baekhyun. "MWOOOO! Bagaimana dia bisa sakit?" tanya Kyungsoo sambil segera mempersiapkan peralatan masaknya untuk membuatkan bubur untuk Luhan. Tinggal 30 menit sebelum kelas pertama dimulai, dan sepertinya mereka harus melewatkannya.
"Sepertinya dia kelelahan Kyungsoo-ya. Seharian jalan-jalan dengan Sehun kemarin menguras tenaganya," jawab Baekhyun.
"Maldo andwae! Luhan Hyung itu kan fisiknya kuat, kecuali kalau..." Kyungsoo menghentikan ucapannya dan menatap Baekhyun yang membalas tatapannya mengerti.
"Aku akan menghajar Sehun kalau benar Luhan Hyung sakit karena kebanyakan makan es krim!" ujar Baekhyun berbalik menuju kamar Luhan dengan sebaskom air dan kain di tangannya, meninggalkan Kyungsoo yang masih sibuk dengan buburnya.
Saat Baekhyun masuk, Luhan sudah tidur lagi. Baekhyun meletakkan baskom yang berisi air itu ke meja di samping tempat tidur Luhan dan mulai mengompresnya. Menycoba menyerap panas dari tubuh Luhan dengan kain basah tersebut.
30 menit kemudian, Kyungsoo masuk dengan nampan yang berisi bubur, air minum dan obat untuk Luhan. Baekhyun pun membangunkan Luhan dengan lembut.
"Hyung, irona!" ucap Baekhyun sambil menepuk-nepuk pipi Luhan yang memerah karena suhu tubuhnya. Tapi Luhan tidak bergeming sama sekali. Baekhyun pun mencoba membangunkannya lagi. Tapi Luhan tetap diam. Sebenarnya Luhan sudah bangun, tapi dia berpura-pura tidur karena dia tahu kalau BaekSoo pasti akan memaksanya melakukan hal yang sangat tidak disukainya. MINUM OBAT.
Kyungsoo yang mengetahui akal bulus Luhan pun mengambil alih pekerjaan Baekhyun. Dengan sebuah deheman yang cukup keras, dia mulai membangunkan Luhan. "Yaakk, Luhan Hyung, aku tahu kau sudah bangun dan berpura-pura tidur." Luhan masih diam.
"Arrasseo, tidak perlu bangun Hyung. Tapi lihat saja, saat kau bangun nanti, jangan harap kau akan melihat rubik kesayanganmu," ancam Kyungsoo dengan seringaian evilnya. Baekhyun hanya tercengang melihatnya. Sejak kapan Kyungsoo bisa menyeringai seperti itu?
"Andwaaaaaaee! Owwwcchh." Mendengar kalau rubiknya dalam bahaya, Luhan segera membuka matanya dan mencoba bangun. Alhasil, dia kembali terjatuh karena rasa sakit di kepalanya akibat pergerakannya yang tiba-tiba itu.
"Cih, siapa suruh pura-pura tidur." Ucap Kyungsoo sambil membantu Luhan untuk duduk. "Aku memasakkan bubur yang enak, Hyung,"
"Biar aku yang suapin." Baekhyun pun segera mengambil bubur diatas meja dan duduk di samping Luhan. "Hyung, buka mulutmu, aaaaaaaaaaa," ucap Baekhyun sambil membuka mulutnya.
Luhan hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Baekhyun dengan patuh. Tubuhnya terlalu lelah untuk sekedar menggeleng apalagi melawan. Namun, saat dia selesai dengan buburnya dan Kyungsoo menyodorkan benda bulat mungil di tangannya pada Luhan, dia langsung menggeleng dengan segenap kekuatan yang dia punya.
"Shireooo, Kyungsoo-yaaa, aku tidak mau. Rasanya pahit, tidak enak. Huweeekkk!" mohon Luhan dengan puppy eyes terbaiknya yang sama sekali tidak digubris oleh Kyungsoo.
"Kau tidak mau Hyung?" tanyanya. Lagi-lagi Kyungsoo memberikan smirk nya pada Luhan, dan lagi-lagi Baekhyun tercengang dibuatnya. Glekk. Luhan menelan ludahnya kasar sebelum mengangguk.
"Arrasseo, kalau begitu, haruskah aku memanggil Sehun untuk membujukmu?" tanya Kyungsoo datar. Luhan tidak menjawab apa-apa, dia langsung mengambil obat di tangan Kyungsoo dan menelannya.
"Good boy," ucap Kyungsoo tersenyum manis pada Luhan sambil mengacak-acak rambut Luhan yang sudah mem-poutkan bibirnya karena perlakuan Kyungsoo.
'Awas saja, kalau aku sudah sembuh nanti, pasti akan ku balas!' batin Luhan sebelum matanya terasa berat dan tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya.
~O.O~
Sehun berjalan tergesa-gesa menuju rumah Luhan. Sebenarnya dia tahu ada yang aneh saat dia terbangun tanpa 'morning greet' dari Luhan. Saat dia akhirnya berangkat ke kampus tanpa ada satupun sms dari Luhan. Saat dia berkali-kali mengirim sms pada Luhan tanpa ada satupun balasan dari Luhan. Saat dia berjalan ke kantin tapi tidak menemukan namja imut itu di sana. Dan sebuah sms dari Baekhyun yang menyuruhnya datang ke rumah mereka menjawab semua keanehan yang terjadi hari ini.
Luhan Hyung sakit? Aiisshh, pasti gara-gara es krim dan kelelahan kemarin. Dan sekarang dia harus mempersiapkan telinganya untuk mendapatkan pencerahan(?) dari duo ajaib BaekSoo. Dia sudah terlalu hafal watak BaekSoo yang entah mengapa sangat protektif pada Luhan. Dia juga tidak bisa menyalahkan mereka. Siapa yang tidak akan seperti itu mengingat bagaimana sikap Luhan yang terkadang bisa sangat polos dan kekanak-kanakan. Hhhhh...
"Yaaaaakk, Oh Sehun! Jangan bilang kau benar-benar membiarkan Hyung makan es krim sebanyak yang dia mau!" Itu adalah hal pertama yang didapatkan oleh Sehun saat pintu terbuka. "Bagaimana mungkin kau membiarkan Lulu Hyung makan es krim seharian? Kau tahu kan bla bla bla bla..." Baekhyun terus mengomeli Sehun yang mendengarnya dengan malas, masih di ambang pintu rumah.
"Baekhyun Hyung, sudahlah." Kyungsoo tiba-tiba saja muncul menghentikan rentetan pencerahan dari Baekhyun.
'Eommaaaaaa, you're the best. Gomawo!' batin Sehun terharu saat melihat Kyungsoo yang datang menyelamatkannya.
"Kita tidak bisa menyalahkan Sehun. Kita sendiri tahu bagaimana Luhan Hyung saat menginginkan sesuatu. Jangan samakan kita yang sudah kebal dengan segala macam bentuk aegyo nya dengan Sehun." Sehun mengangguk-angguk semangat tanda setuju, tapi kemudian kembali terdiam saat Baekhyun memberikan death glarenya.
"Arrasseoo, kali ini aku maafkan, tapi lain kali—" "Tidak akan ada lain kali, aku janji!" sela Sehun sambil membentuk V sign di depan Baekhyun.
"Sudah-sudah. Sehun-ah, Baekhyun Hyung dan aku harus berangkat ke kafe. Kau bisa menjaga Luhan Hyung kan sampai kami pulang?" tanya Kyungsoo.
"Eum," Sehun mengangguk. "Tentu saja Hyung. Aku akan menjaga Luhan Hyung dengan baik. Apa perlu aku belikan bubur untuknya?"
"Aniya, aku sudah memasakkan bubur kesukaan Luhan Hyung tadi. Kau tinggal memanaskannya saja." Sehun tidak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Kalau begitu kami pergi dulu. Kalau ada apa-apa, segera hubungi kami, arasseo!" ucap Baekhyun.
"Ne Hyung!" jawab Sehun sambil menutup pintu depan. Dia kemudian berjalan menuju kamar Luhan.
Saat Sehun membuka pintu kamar Luhan, dia tidak menyangka akan melihat Luhan yang terjaga. Sehun menutup pintu kamar Luhan pelan dan berjalan menuju ranjang Luhan. Dia duduk di pingguran ranjang di samping Luhan dan tersenyum manis padanya.
"Mianhae, Sehun jadi dimarahi Baekkie. Dia tidak bermaksud untuk marah kok. Dia memang seperti itu kalau sedang cemas," tutur Luhan lemah.
"Gwaenchanna. Aku mengerti kok, hehehe."
"So, where is the Luhan yang berkata kalau dia tidak akan sakit hanya karena es krim?" tanya Sehun menggoda Luhan.
"Sehun-aaaahhh! Jangan dibahas," jawab Luhan malu sambil menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya. Panas tubuhnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan panas yang perlahan menjalari pipinya saat itu.
Sehun hanya tertawa kecil melihat tingkah Luhan saat ini. "Apa kepala Hyung masih sakit?" Luhan terlihat mengangguk dari balik selimutnya. Sehun beralih untuk duduk di lantai, mensejajarkan tingginya dengan Luhan dan menghadap ke arah Luhan. Kemudian dia mengulurkan tangannya untuk menarik selimut Luhan dan memijit kepala Luhan pelan.
"Seh—" "Ssshhh, dengan begini, sakitnya akan berkurang Hyung."
Luhan memegang dadanya karena jantungnya mulai berdetak tidak karuan saat itu. Posisi Sehun yang duduk di lantai saat itu membuat wajah mereka sedikit dekat. Sehun yang masih fokus memijat kepala Luhan sepertinya tidak menyadari itu. Tapi tidak dengan Luhan. Dia tidak bisa tenang. Wajah tampan Sehun yang terpampang nyata tepat di depannya membuat jantungnya serasa ingin melompat keluar saat itu juga.
Setelah beberapa menit berlalu dengan posisi seperti itu, Sehun yang terus memijat kepalanya dan Luhan yang menatap wajahnya, akhirnya Luhan tidak tahan lagi. Jantungnya benar-benar bisa keluar dari tempatnya kalau begini terus.
"Emmm, Se-Sehun-ah!" panggil Luhan yang membuat Sehun menatap wajah Luhan. Saat itu, Sehun baru menyadari posisi mereka dan betapa dekatnya jarak wajah mereka.
Dari jarak yang sedekat itu, Sehun bisa melihat kalau Luhan terlihat sangat imut saat itu. Rambutnya yang sedikit berantakan, wajahnya yang memerah, hembusan nafasnya yang terasa penas di wajah Sehun, matanya yang yang indah, hidung mungilnya, dan jangan lupakan bibir cherry Luhan yang sangat menggoda.
Glekk
Sehun susah payah menelan ludahnya. Rasanya saat itu, Luhan yang ada di depannya bukanlah Luhan yang selama ini dia anggap sebagai Hyungnya. Sehun sendiri tidak tahu alasannya, tapi tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kencang. Bibir itu, Sehun benar-benar ingin tahu bagaimana rasanya.
Sehun tidak tahu apa yang membuatnya melakukan hal itu. Sesuatu dalam dirinya seakan memerintahkan tubuhnya untuk melakukannya, dan baik otak maupun hatinya sama sekali tidak bisa menghentikannya. Dia menatap wajah Luhan intens sembari memajukan wajahnya. Memperkecil jarak antara mereka, membuat Luhan kaget dan terpaku di tempatnya.
Deg, deg, deg,
Luhan hanya bisa menelan ludahnya kasar saat Sehun terus mendekatkan wajahnya. Jantungnya memompa sangat cepat di balik dadanya. Semakin cepat, seiring dengan semakin dekat nya wajah Sehun dengan wajahnya.
Deg, deg, deg, deg, deg,
~I lost my mind
Noreul Choummannasseultte
No hanappego modeungaseun
Get in slow motion~
Tepat saat wajah Sehun berada tepat di depan Luhan dan hidung mereka hampir bersentuhan, Suara ringtone dari hape Luhan mengagetkan keduanya. Sehun segera menjauhkan wajahnya dari wajah Luhan dan mencari hape Luhan. Luhan sendiri langsung menutupi wajahnya yang sudah memerah sempurna dengan selimut.
'Aiiiissshhh, memalukaaaaaannnnn!' teriak keduanya dalam hati.
Baekhyunnie
"N-ne Hyung. A-ada apa?" tanya Sehun gugup. Jantungnya masih berdetak kencang karena insiden barusan.
"Kenapa suaramu begitu? Yaaakkk, kalian sedang apa? Luhan Hyung sedang sakit Sehun-aaahh. Jangan macam-macam dengannya!" teriak Baekhyun.
"A-aniyo hyuuung. Kami tidak melakukan apa-apa. Luhan Hyung masih tidur, dan aku tadi ketiduran. Jadi, aku kaget saat tiba-tiba ada suara telfon. Haha," bohong Sehun.
"Jeongmalyeo?" tanya Baekhyun tak percaya. "Tentu saja Hyung."
"Arrasseo, ini sudah waktunya Luhan Hyung minum obat. Buburnya ada di lemari dapur. Panaskan dulu, ne! Obatnya ada di nakas tempat tidur Luhan Hyung," ucap Baekhyun sebelum memutus sambungan telepon.
Perlahan Sehun berbalik ke arah Luhan yang masih menutupi wajahnya dengan selimut. "Emmm, H-Hyung!" panggilnya.
Luhan pun membuka selimutnya. Wajahnya masih merah karena malu. "Eoh, Sehun-ah, Nugu?" tanya nya.
"Emmm, i-itu tadi Baekhyun Hyung. Katanya saatnya minum obat." Luhan memutar bola matanya malas. Obat lagi, obat lagi!
"Kalau begitu, aku akan memanaskan buburnya dulu Hyung," ucap Sehun kemudian meninggalkan Luhan.
Sehun langsung terduduk saat tiba di dapur. Pipinya terasa panas. 'Apa yang baru saja terjadi? Bagaimana mungkin dia berfikiran untuk mencium Luhan? Hyung nya? Aaaiisshh, Oh Sehun! Tenangkan fikiranmu. Tidak seharusnya kau berfikir seperti itu tentang Hyung mu!' batinnya frustasi kemudian berjalan menuju lemari makanan untuk menghangatkan buburnya.
Luhan terus menerawang jauh di kamarnya. Satu tangan memegang pipinya, dan tangan yang lain memegang dadanya. Berusaha menetralisirkan detak jantungnya. Kejadian tadi, apakah Sehun benar-benar berniat menciumnya? Tapi, mengapa Sehun melakukannya? Sehun tidak mencintainya, jadi mengapa dia ingin menciumnya?
'Oh Sehun! Mengapa kau melakukannya? Mengapa kau membuat segalanya semakin berat?'
10 menit kemudian, Sehun kembali ke kamarnya dengan bubur dan segelas air di tangannya. Kali ini, Luhan tidak menolak saat Sehun memberikan obatnya. Luhan segera meminumnya. Bukan karena dia suka. Tapi karena dia ingin cepat-cepat tertidur. Insiden barusan membuat keadaan menjadi canggung dan tidak nyaman. Dan beberapa saat kemudian, thanks to the pill, Luhan tertidur.
Sehun membereskan mangkuk bubur Luhan dan membawanya ke dapur. Saat dia kembali, Luhan sudah terlelap. Sehun tersenyum dan duduk di samping Luhan. Dia mengusap surai Luhan dengan perlahan. Luhan terlihat berkeringat. Bajunya juga basah akan keringatnya. Mungkin pengaruh obat, pikir Sehun.
Sehun pun melakukan apa yang biasanya dilakukan orang tuanya saat dia dalam keadaan seperti ini. Perlahan dia membuka satu persatu kancing baju Luhan dan melepaskannya. Dia kemudian mengambil kain yang terletak di atas meja, membasahinya dan mengusapkannya pada tubuh kurus Luhan. Mengusap semua keringat Luhan dengannya.
Setelah dirasa cukup, Sehun pun mencari piyama lain di dalam lemari baju Luhan dan memakaikannya pada Luhan. Sehun sempat ragu saat akan mengganti celana Luhan juga. Bayangan insiden barusan kembali terbayang dan lagi-lagi membuat jantungnya berdetak kencang. Setelah menguatkan(?) dirinya, akhirnya Sehun berhasil memakaikan celana Luhan.
Fiuuuhhh. Sehun mengusap peluh di keningnya.
~O.O~
Malamnya, Luhan terbangun dengan senyuman aneh bin jahil dari BaekSoo yang berdiri di kaki ranjangnya. Luhan hanya menatap kedua nya malas kemudian memiringkan badannya, menghindari tatapan BaekSoo. Tubuhnya memang terasa jauh lebih baik sekarang, tapi dia masih malas kalau harus berhadapan dengan kejahilan BaekSoo saat itu. Selain kepalanya yang sudah tidak pening dan demamnya yang turun, Luhan juga merasa kalau tubuhnya lebih segar. Tidak merasa berkeringat sama sekali. Seolah-olah dia baru saja mengganti bajunya.
Luhan tersentak saat menyadari sesuatu. Dia lalu duduk dan melihat piyama yang dikenakannya sekarang. Walaupun dalam keadaan sakit dan setengah sadar, dia ingat sekali kalau dia tidak menggunakan piyama ini tadi. Apa ada yang menggantikan bajunya? Pukul 8.15. berarti BaekSoo baru pulang. Dan tidak mungkin kalau mereka yang menggantikan bajunya. Satu-satunya orang yang bisa...
'ANDWAAAAAAAAAAAEEE!' jerit Luhan dalam hati. Tidak mungkin kan kalau Sehun? Luhan menatap kedua dongsaengnya yang masih terkikik geli meminta jawaban. BaekSoo sama sekali tidak mengatakan apa-apa pada mereka. Mereka hanya menunjuk pada ponsel Luhan yang tergeletak manis di atas nakas tempat tidurnya.
Luhan pun segera meraih ponselnya. MWOOOO!? Matanya membulat sempurna saat membaca tulisan di layar ponselnya.
Hyung, aku pulang dulu. Cepat sembuh, ne! Biar kita bisa jalan-jalan lagi. Dan lagi, makanlah yang banyak Hyung! Badanmu kurus sekali.
P.S: Hyung! Tidak kah menurutmu kau sedikit terlalu tua untuk memakai boxer bergambar 'SpongeBob'? Kekekeke
Oh Sehun^^
"ANDWAAAAAAEEEEEEE!" teriak Luhan frustasi menahan malu membuat tawa BaekSoo yang sudah ditahan dari tadi akhirnya pecah.
'Kalau begini, bagaimana dia akan menghadapi Sehun besok?!'
~O.O~
TeBeCe
A/N:
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiii #lambai-lambai
Maaf Liyya baru bisa update sekarang. Maaf juga kalau chap ini mengecewakan dan TBC dengan tidak elitnya. Jujur Liyya gak tau mau nulis apa untuk chap ini. Yang ada dipikiran malah scene buat chap depan sama chap ending,, #PLAKK -_- dan sepertinya, chapnya makin lama makin panjang, makin garing, dan makin membosankan yaa, sekali lagi, miaaanhaaeee, #bow
Di samping itu, pikiran Liyya benar-benar teralihkan oleh 12 SERIGALA yang muncul tanggal 30 kemaren. KYAAAAAAAAAAAAAAA! Luhan cakep bangeeeeeeeett! Awal MV ada BaekHaaaaaaaann, trus Ending MV nya, HunHaaaaaaaaaaannn. Uuuurrrggghhh Liyya tereak-tereak sendiri liat tuh MV. Demi ketek Luhan yang mulus di MCD, Tao keren bangeeeeeeeeeeeetttt!
#authorSTRESS
Oke, Liyya gak banyak bacot deh. Liyya mau ngucapin BIG THANKS to Eonnie, Saeng, n Chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje nya Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow
Balesan Review:
dian deer: Kamu gak ngarep Kai dimunculin? Sayang sekali, eon udah terlanjur tanda tangan kontrak neh sama Kkamjong,, hehehe,, Mwooo,,? Harus WAJIB happy ending,,? Eon maunya juga begitu sih ;) iya neh, TBC ntu emang makhluk Tuhan palung badung deh kayaknya #plakk..
Makasih udah ngereview^^
Kyungkyungie: Lulu saking senengnya dicium Sehun, sampe' lupa dunia tuh, padahal masih di pipi loh ya #ditabokLuhan,, Sehun itu gak menghina saeng, dia Cuma membicarakan fakta O.O Lulu emang pendek sih, tapi di mata Sehun, Lulu itu sempurna *kedipkedipmata* Sekali-kali gpp donk Appa sama Umma bersatu, masa' di setiap ff Umma terus yang tersakiti oleh Kkamjong, jadi sekali-kali boleh lah ya nyakitin Kkamjong #diteleportkekutub
Makasih udah ngereview^^
lynacronics: Hunhan emang so sweeeettt *fangirling* Iya saeng, Kai jd Ukenya Sehun. Something happen nya masih beberapa chap lagi tapi,, hehehehe,, jangankan saeng yang baca, eon yang nulis aja senyum-senyum gaje pas nulis #Plakk
Makasih udah ngereview^^
chyshinji0204: Sukur deh kalau kamu suka Hunhan momentnya,, cerita itu pasti muncul kok. Tenang aja,, ^_^ Luhan mah, dalam keadaan apapun tetap imut kok,, hehehe
Makasih udah ngereview^^
ajib4ff: review nya eonnie selalu sukses bikin saeng ngakak. Hahahaha,, Sehun Armando vs Luhan Mercedes,, boleh,, boleh,, hehehehe
Makasih udah ngereview^^
sofia ningsih: Liyya juga pengen banget liat Lulu nge-blush,, #mupeng
Makasih udah ngereview^^
rinie hun: emang yaaa,, tuh 4 manusia pengganggu,, #ditabokChanbaekSuD.o
Makasih udah ngereview^^
Kiela Yue: Rinaaaaaaaaaaaa,,,, Sehun tuh emang tipe-tipe Seme cemburuan, cuma dia gak ngaku aja kalau cemburu -_- Apaaa,,,? Berikan adegan yang lebih WOW,,? Liyya gak bisa riiiinnnn,, Liyya juga mau dikirimi sms selamat tidur sama Sehun kok *dijitakLuhan
Makasih udah ngereview^^
lisnana1: silahkan ketawa gpp. Eonnie temenin yaaa,, Muahahahahahahaha #EonnieSTRESS Monggo dijitak kepala BaekSoo, tapi ntar tanggung jawab sendiri ya kalau ChanHo turun tangan,, hehehe,,Kenapa gak di bibir,,? Maunya sih di situ, tapi masa' iy baru ketemu udah main cium bibir aja -_-
Makasih udah ngereview^^
TheogorgeousLu: Kyaaaaa,, Luhannya jangan dibawa pulang.. Ntar yang main di ff Liyya siapa dong O.O Mian etemuan di kantinnya gakdijabarin, tapi sebagai gantinya, Liyya bawa acara jalan-jalannya mereka kok,,hehehehe
Makasih udah ngereview^^
RirinSekarini: Jangaaann,, jangan jadi gilaa,, ntar ff nya Liyya kekurangan 1 reader loh,,, ;)
Makasih udah ngereview^^
Andrianiww: Gpp kok walaupun baru bisa review chap kemaren, chap ne review lagi ne,, *maksa* Ne, liyya imnida,, Salam kenal juga Saeng ^_^ waaahh,, klau begitu kita sama donk, sama-sama anti seme!Luhan *tos*
Makasih udah ngereview^^
Riyoung Kim: Ne,, ini udah lanjut, gomawo udah baca
Makasih udah ngereview^^
Seperti biasa, boleh minta RnR nya lagi?
So, see U next chapter?
#Kiss N Hug readers satu-satu ^_^
