Cast:
Park Chanyeol (MC), Jiang Yu Xi/Kim Hyungri (MC)
Do Kyungsoo, Zhang Xin Fang/Han Yoonhee
Byun Baekhyun, Wu Zhehan/Song Sooyeon
Wu Yi Fan (Kris), Ayame Gouriki/Park Hyura
Kim Jong Myun (Suho), Rina Suzuki/Lee Eunwoo
Oh Sehun, Huang Zi Tao
Kim Jong Dae (Chen), Kim Min Seok (Xiumin)
Xi Luhan, Kim Jong In (Kai)
Genre:
Comedy (?), Romance, Love Conflict
Rate: T
Author: SheldonHusky
#
Warning: typo berjatuhan, kata-kata tidak sopan bertebaran
#
Please review after read the story
#
#
#################
#Chen-Hyungri Side#
Chen dan Hyungri sedang makan di sebuah restoran. Chen makan hidangan miliknya dengan sikap layaknya konglomerat. Sedangkan Hyungri biasa saja, walau ayahnya adalah pemilik perusahaan terkenal di Amerika.
"kau terlalu berwibawa saat makan" kata Hyungri
Chen hanya diam ia terfokus dengan makanannya. Setelah habis, Chen sibuk dengan smartphonenya, dia sama sekali tidak menatap Hyungri. Hyungri yang selalu menatap Chen, wajah Chen yang terlihat sangat berkharisma namun dingin.
"oppa, aku tau kau seperti ini karena masa lalu oppa" batin Hyungri
"hmpphh, Chen oppa….." baru saja Hyungri ingin berbicara. Chen langsung terfokus dengan menjawab telepon dari seseorang
"ohh, kau… ada apa?" tanya Chen dengan lawan bicaranya ditelepon
"….?"
"aku sedang sendirian, apa ada job foto lagi?" tanya Chen.
Mendengar perkataan itu Hyungri sedikit sakit hati, dia merasa tidak dianggap oleh Chen
"ohh…baiklah, nanti aku akan ke sana, Xiumin hyung" kata Chen
"…..!"
"tenang, aku akan tiba di lokasi pemotretan dengan cepat" kata Chen
"…!...~~~"
"okay, sampai jumpa" kata Chen lalu memutus hubungan kontaknya dengan Xiumin
Di meja lain yang tak jauh dari meja Chen dan Hyungri, ternyata ada Hyura dkk. Ternyata tempat makan mereka sama, Costa Rieva Pasta Restaurant milik paman Hyura.
"Yeonie~~~" rengek kecil Chanyeol sambil memeluk Suyeon lagi.
"Baekkie, aku lelah" keluh Suyeon karena selalu di peluk Chanyeol seerat mungkin
"ini deritamu, Yeon. Kau kan sahabat kecilnya, bahkan kau dianggap hyung dia" kata Kyungsu
"Suyeon, aku sudah berusaha ingin menjauhkanmu dengan Yeol, tapi dia tetap saja ada di dekat kita" kata Baekhyun
"aku tidak menyalahkan dia, tapi… Hyungri dan Chen tampak diam antara satu dengan yang lain" kata Hyura
"itu benar, Chen itu sangat membenci Hyungri" kata Eunwu
#
"mianhae, aku harus pergi ke tempat pemotretan, aku sibuk hari ini" kata Chen
"tidak papa…." Jawab Hyungri yang terputus karena ada pesan masuk
"Hyungri, hari ini ayah tidak bisa mengawasi model ayah, kau bisa kan datang ke studio di Gangnam kan?…. Tapi mohon di maklumi kalau dia sedikit sulit bersosialisasi"
"tenang, appa. Aku akan ke sana" kata Hyungri
"baiklah, Chen oppa. Kau pergi saja tidak papa, aku juga punya urusan lain" kata Hyungri
"aneh, kenapa mendadak sikap Hyungri sangat dewasa, dia tidak polos seperti tadi. Paling ini siasat dia saja" batin Chen
Akhirnya mereka pergi. Chen pergi duluan dengan taksi. Meninggalkan Hyungri yang masih berdiri di depan restoran. Dan tak lama kemudian mobil ferrari hitam berhenti di depan Hyungri dan Hyungri masuk ke dalam mobil itu
"tolong hubungi Suyeon, Yunhi, Hyura, dan Eunwu. Mereka aku gunakan untuk pemotretan" kata Hyungri pada asisten appanya
"baik noona" kata asisten tuan Kim. Lalu menghubungi Hyura dkk.
#####
Drrt..drrtt
"mamak jual pakean!" latah Eunwu merasa ada yang bergetar di kakinya.
- Ping..Ping…. Kakao….. Meww -
"ini siapa sih yang sms kok barengan gini" kata Hyura mengeluarkan smartphonenya.
"entahlah, yang ini lewat kakao" kata Yunhi melihat pesan dari kakao chatnya di handphonenya
"dari asisten appanya Hyungri" kata Suyeon melihat isi pesan di handphonenya
"kalian dapat job dari Hyungri lagi ya?" tanya Kyungsu
"iya, oppa" kata Yunhi
"sampai malam?" tanya Kyungsu
"entahlah, tapi aku akan pulang secepatnya kok, oppa" kata Yunhi
"jaga dirimu ya" kata Kyungsu mengelus kepala Yunhi
"ayo kita berangkat" kata Hyura dan Eunwu
#
#
Di sebuah studio pemotretan di daerah Gangnam, Chen baru masuk ruangan dan menghampiri Xiumin yang sedang sibuk baca majalah
"hyung, kenapa masih sepi?" tanya Chen
"tadi sudah ada staff. Tapi tuan Kim menarik mereka karena beliau membawa mereka ke Inggris hari ini. Jadi staff milik anaknya yang akan menggantikan mereka yaa dengan crew tambahan dari appanya sih. Dan anak tuan Kim yang mengawasimu Chen" kata Xiumin
"ohh begitu" kata Chen
Tak lama kemudian, terdengar suara seperti youja tapi lebih dari satu berasal dari luar ruangan. Dan ruangan tersebut terbuka. Xiumin langsung berdiri dan mengucapkan salam pada orang yang masuk ke dalam.
"selamat malam, nona Kim" sapa Xiumin
"jangan terlalu resmi, Xiumin oppa. Kita kan berteman" kata youja tersebut.
Mendengar suara itu, Chen seperti tidak asing. Suara itu seperti orang yang menyusahkan baginya.
"hey, berbaliklah, pengawas dan para staff inti ada di belakangmu, sopanlah dengan mereka" kata Xiumin. Akhirnya Chen berbalik dan memberi salam tanpa menatap orang yang ada di depannya
"wah wah, jadi dia model terkenal milik ayahmu, Hyungri. Aku lebih memilih Baekkie di banding dia" kata salah satu staff. Chen kaget dan meluruskan pandangannya dan tambah terkejut. Melihat Hyungri dan teman-temannya ada di depannya
"senang bisa bertemu dengan anda, tuan Jongdae" kata Hyungri dengan penuh kesopanan. Hyungri punya beberapa sikap tergantung situasi. Saat berada dalam dunia bisnis keluarganya. Dia akan berlaku sopan pada siapa saja, dan berlaga seperti tidak pernah bertemu oleh lawan bicaranya jika lawan bicaranya adalah temannya kecuali sahabatnya. Sikap itu ia dapat dari Yunhi dan Suyeon saat pelatihan kepribadian.
"sial, kenapa youja aneh ini bisa di sini sih? Dan apa hubungan dia dengan tuan Kim" batin Chen
"Xiumin oppa, tolong kau siapkan dia ya. Wardrobe akan di handle oleh Hyura eonnie dan tata rias adalah tanggung jawab Yunhi, mereka akan mengantar kalian ke ruang tata rias" kata Hyungri
"ayo kita ke ruangan sekarang" kata Hyura langsung pergi duluan bersama Yunhi
Chen masih diam di depan Hyungri. Xiumin hanya bisa menggelengkan kepala dengan pelan.
"informasi lebih lanjut akan saya beritau, sekarang bagian kamera adalah Suyeon, penataan setting adalah Eunwu. Staff lainnya akan datang menyusul untuk membantu kelancaran pemotretan. Silahkan anda ke ruang tata rias. Saya cukup sibuk dengan pekerjaan lain" kata Hyungri langsung pergi
"Chen, aku akan mengawasimu…. Always" bisik Suyeon dengan deathglarenya lalu pergi
"cih, kenapa bisa Baekhyun jatuh cinta dengan youja mengerikan itu" kata Chen
"kau belum tau, Baekhyun dan Suyeon sudah di jodohkan dari kecil. Kau kan teman sekolahnya mereka kenapa kau tidak tau?" tanya Xiumin
"sial, Baekhyun sudah cukup mengerikan karena dia atlit Aikido. Sekarang Suyeon, atlit Taekwondo. Bisa tewas aku karena dia, di tambah mereka bersatu. Aku bisa remuk kalau di hajar mereka berdua." kata Chen
"Chen! Cepatlah! Kau lamban sekali!" bentak Suyeon yang sedang menyiapkan kamera
Chen dan Xiumin langsung pergi ke ruang rias. Chen di beri baju untuk tema yang sudah di tentukan ayah Hyungri sebelumnya. Setelah itu Chen bersiap di lokasi potret dan difoto oleh Suyeon untuk beberapa take.
"aku tau kau membenciku, Jongdae, tapi bisakah kau bersikap professional? Kau berkerja di sini begitu juga denganku" kata Suyeon sambil membidik kameranya ke arah Chen
"baiklah" jawab Chen
1,5 jam telah berlalu. Dan pemotretan telah selesai. Semua staff membereskan peralatan dan perlengkapan sebelum pulang. Hyungri juga membantu para staff untuk beres-beres, dia memang calon pimpinan yang baik. Sedangkan Chen sudah diizinkan untuk pulang duluan dengan Xiumin. Yunhi juga pulang duluan karena sudah di telpon sebanyak 15x oleh Kyungsoo.
"Hyungri, kau serius dengan Chen?" tanya Suyeon
"iya, kenapa?" tanya Hyungri
"kau yakin? Kau tidak menyesal nanti?" tanya Eunwu
"aku yakin, aku tau dia itu kurang perhatian, dari latar belakang yang aku baca dari data tentangnya dia berasal dari keluarga yang kurang harmonis" kata Hyungri
"baiklah, aku harap kau tidak menyesal dengan apa yang akan kau lakukan" kata Hyura
"bagaimana dengan Chanyeol?" tanya Hyungri. "maksudmu?" tanya Suyeon. "yahh…saat makan malam dengannya, aku bercerita tentang Chen, dan tiba-tiba wajahnya terlihat sedih. Aku merasa bersalah dengannya" kata Hyungri
"emm…umm...kalau begitu besok pagi kau bertemu dengannya saja, besok kan sudah mulai libur. Kau bisa datang kerumahnya dan minta maaf padanya" kata Suyeon
"siapa bilang besok mulai libur, besok lusa baru iya" kata Eunwu
"baiklah, ini sudah selesai. Ayo kita pulang, hari ini kita sudah melakukan pemotretan dengan lancar. Terima kasih semuanya" kata Hyungri pada staff-staff senior bawahan ayahnya
"ahh iya, nona Kim. Kami juga berterima kasih. Kami tidak menduga di hari pertama kami bekerja dengan anda, anda sangat mirip dengan ayah anda" kata salah satu staff
"oh iya, tadi ayah berpesan… besok hari libur untuk kalian, jadi ahjusshi dan ahjumma, boleh pulang dan berkumpul dengan keluarga. Dan ini uang untuk kalian" kata Hyungri mengambil sebuah koper yang berisi beberapa amplop putih dengan nama staff senior yang tercantum di masing-masing amplop
"sekarang kan bukan hari gajian, nona" kata salah satu staff. "iya, tapi aku tidak mengerti kenapa appa menitipkan ini semua untuk kalian. mungkin untuk penghargaan atas kerja keras kalian selama ini" kata Hyungri
"teman-teman, bantu aku membagikan ini ya" kata Hyungri. Ketiga teman Hyungri mengangguk lalu membagikan amplop putih sesuai nama yang tercantum
Setelah itu, mereka semua keluar dari ruangan itu dan pulang.
"teman-teman aku duluan ya, Baekhyun sudah menelponku tadi" kata Suyeon
"baiklah, hati hati di jalan ya" kata ketiga teman Suyeon
Suyeon langsung pergi dengan motor sport hitam miliknya meninggalkan ketiga temannya
"ayo kita pulang" kata Hyungri langsung masuk ke dalam mobil ferrarri hitam pribadinya. Sedangkan Hyura dan Eunwu masuk ke dalam mobil Hyundai silver yang berada di belakang mobil Hyungri
#
XiuChen Side
"hyung, apa hubungan Hyungri dengan tuan Kim Junhae?" tanya Chen
"astaga, kau kan artisnya masa tidak tau, Hyungri itu putri tunggal tuan Kim" kata Xiumin
"apa?! dia… putri tunggalnya, tidak mungkin, dia orang yang sangat menyebalkan bagiku, tampaknya dia suka padaku, di sekolah dia sangat aneh saat melihatku" kata Chen to the point.
"itu bagus, kalau kau bisa berhubungan dengannya, kau bisa tambah terkenal nanti" kata Xiumin. Chen diam sejenak dia sadar apa yang di katakan sahabatnya itu benar juga. "kau pintar, Xiumin hyung. Aku akan memanfaatkan keadaan ini" kata Chen
"Chen, aku hanya bercanda tadi, kau tidak serius melakukan itu kan? Kau tau kan resikonya" kata Xiumin. "tenang, aku akan minta bantuan 2 sahabat kita yang pernah kenal dengannya" kata Chen lalu mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang
"mereka?! Kau mau seperti mereka?! Astaga Chen" kata Xiumin yang sedikit kehilangan focus berkendara karena sahabatnya, Chen.
Drrttt…Drttt
"hello? Ada apa Chenchen?" tanya namja yang di telpon Chen
"aku butuh bantuan gege" kata Chen
"bantuan apa?" tanya namja tersebut
"gege tau Kim Hyungri kan? Aku ingin mendekatinya, tapi hanya sebatas karena karir bukan karena aku suka padanya" kata Chen
"kau ingin melakukan hal yang aku lakukan pada mantan wanitaku?" tanya namja tersebut
"iya begitulah ge, lagipula aku butuh bantuanmu untuk mengurus si Kyungsu dan si beruang kecil itu ge, dan juga tolong kau minta bantuan untuk mengurus Baekhyun dan harimau liar" kata Chen
"ohh, kau butuh bantuan dia juga. Tenang saja akan aku urus, tapi kenapa harus mereka berdua?" tanya namja tersebut
"karena mereka berdua yang terlalu protektif dengan Hyungri. Yaa…walau ada Eunwu, tapi Eunwu terlalu sibuk dengan Suho, si polisi muda. Sedangkan Hyura, kau tau kan dia seperti eomma bagi Tao, ia selalu di ajak Kris dan Tao pergi" kata Chen
"ohh begitu, baiklah. Lagipula aku rindu padanya" kata namja itu
"baiklah, terima kasih ge" kata Chen
"kapan akan di mulai?" tanya namja itu
"bisa di mulai dari sekarang ge, aku akan mengirimkan nomor telepon Yunhi dan Suyeon sebagai permulaan" kata Chen
"lalu tindakan selanjutnya?" tanya namja tersebut
"besok di sekolah. aku yakin, Hyungri akan pulang dengan Suyeon dan Yunhi. Karena Sehun mengajak Hyura, Kris dan Tao untuk belajar bersama. Sedangkan Eunwu setauku dia tidak masuk besok karena harus ke Jepang untuk acara keluarga" kata Chen
"okay, baguslah, sampai jumpa besok, Chenchen" kata namja tersebut
"sampai jumpa, ge" kata Chen langsung mematikan kontaknya.
"aku menyerah denganmu, Chen. Aku tidak ingin bertanggung jawab atas tindakanmu" kata Xiumin
"tenang, ge. Mereka akan membantu kita" kata Chen
"kau gila?! Apa kau tidak membayangkan reaksi Suyeon dan Yunhi nanti?" tanya Xiumin.
"hey! Dengan itu, Suyeon dan Yunhi akan susah untuk menjaga Hyungri" kata Chen. "terserah kau sajalah Chen" kata Xiumin.
#Di rumah Yunhi#
"kau mau makan apa sekarang?" tanya Kyungsu
"aku tidak lapar" kata Yunhi
"bener tidak lapar?" tanya Kyungsu
"tidak" kata Yunhi
"saat di restoran kau tidak jadi makan kan, kenapa tidak lapar?" kata Kyungsu. Yunhi hanya diam
Kruuyuukkk…..
"tampaknya perutmu tidak bisa di ajak kompromi olehmu untuk menahan lapar, Yun. Akan aku buatkan ramyeon. Jangan menolaknya" kata Kyungsu langsung ke dapur.
Yunhi pun mengangguk terpaksa. Padahal dia bermaksud agar Kyungsu tidak perlu repot memasak untuknya. Tapi ternyata perutnya tidak mendukung dirinya
Saat Kyungsu sedang sibuk di dapur dan Yunhi sedang sibuk bertapa(?) di ruang tamu. terdengar lagu Exo M – Growl yang merupakan ringtone telepon masuk di handphone Yunhi. Yunhi pun mengambil handphonenya dengan malas dan mengangkat panggilan itu
"hello, ini Yunhi" kata Yunhi
"Little Bear, ini kau ya…" suara namja terdengar di dalam handphonenya
Sontak Yunhi membulatkan mata, terkejut dengan suara namja yang menelponnya. Namja yang dahulu membuatnya sakit, namja yang tega pergi darinya tanpa meninggalkan pesan yang jelas.
" Kau Lu..Luhan?!… darimana kau mendapat nomorku?" tanya Yunhi
"itu tidak penting dari mana aku dapat nomormu ini. Aku dengar kau bersama Kyungsu sekarang. Selamat ya… kau sudah lupa denganku ternyata" kata Luhan
"apa hubungannya denganmu? Kita sudah berakhir Xiaolu" kata Yunhi
"kau sudah tidak sopan padaku. Kau tau, kau itu youja bersikaplah yang baik. Bagaimana jika Kyungsu mengetahui siapa kau sebenarnya?" tanya Luhan
"dia sudah tau semuanya, Lu. Kau tidak usah memikirkanku lagi. Aku sudah cukup sakit setelah aku tau kau hanya memanfaatkanku karena uang. Kau sangat rendah, Lu" kata Yunhi
"tapi apa Kyungsu tidak sepertiku juga? Bagaimana kalau dia hanya suka padamu sebatas ketenaran saja?" tanya Luhan
"kau diam saja, kau tidak perlu mengurusi aku lagi. Sudah cukup aku sakit karenamu, dia berbeda.. sangat berbeda denganmu Lu!" kata Yunhi langsung mematikan handphonenya dan melempar dengan asal
Kyungsu yang ada di depan Yunhi sambil membawa nampan dengan 2 mangkuk berisi ramyeon, menatap bingung youjachingunya yang terlihat mendapat tekanan
"ehh? Oppa" kata Yunhi menyadari Kyungsu berdiri di depannya
Kyungsu pun meletakkan nampan yang ia bawa ke meja dan memberikan 1 mangkuk berisi ramyeon ke Yunhi
"makanlah, kau tampak sedang tidak enak hati" kata Kyungsu. Yunhi langsung mengambil mangkuk yang Kyungsu beri lalu memakan satu sumpitan ramyeon
"katakan padaku, ada apa denganmu saat ini? Kenapa tiba-tiba kau tampak mendapat tekanan?" tanya Kyungsu
"tadi aku menerima telepon…dan dia…adalah Luhan, oppa" jawab Yunhi yang membuat Kyungsu kaget
"mau apa dia menghubungimu, Yun?" tanya Kyungsu. Yunhi hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia tidak tau
#
#
Drrtt…Drrtt..
"Ummm….hello?! siapa ini? Menganggu tidur saja"
"astaga, kau seperti dulu ya, selalu tidur cepat" terdengar suara namja di handphone si youja yang tak lain Suyeon. membuat Suyeon langsung bangkit dari tidurnya.
"asdfghujk! Kau! untuk apa kau menelponku malam-malam gini? Kau cari mati, huh?" tanya Suyeon dengan suara keras dan tidak sopan. Untung dia di rumah sendirian
"hey! Aku rindu denganmu" kata namja tersebut
"dengar, Kai. Kita sudah the end. Aku sudah sangat kesal denganmu. Kalau aku bertemu denganmu. Akan ku hancurkan tulangmu itu Kai" ancam Suyeon
"serius? Aku tau kau hanya bisa mengancam tapi tidak tega melakukannya" kata Kai
"dengar, aku sudah tidak ingin punya hubungan apapun denganmu. Bahkan menganggapmu sebagai teman saja aku tidak mau" kata Suyeon
"segitukah kau membenciku? Tapi tenang, aku akan menghampirimu, aku ingin melihat kau bersama anak kecil itu. dulu kau sempat menolak di jodohkan dengan Baekkie saat umur kalian 15 tahun dan memilihku. Kenapa sekarang kau bersama dia?" tanya Kai
"dengar Baekkie bukan anak kecil. Walaupun dia manja, tapi aku sayang padanya. Dia lebih baik daripada kau, crazy dog. Sudah cukup aku bicara denganmu sekarang" jawab Suyeon langsung mematikan sambungan secara sepihak lalu melempar pelan ke kasurnya
"sial, kenapa dia muncul sih? Kalau dia muncul, berarti Yunhi…." kata Suyeon
#
#
#Dirumah Chanyeol#
Piiing…Pingg
"halo? Chanyeol di sini" kata Chanyeol
"Yeol, ini aku"
"ohh Hyungri..emmm…ada apa?" tanya Chanyeol
"aku minta maaf soal makan malam waktu itu ya, aku tidak bermaksud untuk membuatmu kecewa, tapi hanya saat itu aku bisa curhat denganmu" kata Hyungri
"tidak papa Hyungie, Yunhi sudah cerita padaku. Lagipula aku senang kau bisa jalan bersama Chen. Kalau kau punya masalah, tidak papa kau cerita padaku. Aku selalu siap mendengarkan kok Hyungie" kata Chanyeol
"terima kasih, Yeol. Kau temanku yang baik" kata Hyungri.
"sama-sama, kau tidak tidur? Ini sudah malam" tanya Chanyeol
"aku tidak bisa tidur hari ini. Yeollie sendiri kenapa belum tidur?" tanya Hyungri
"karena kau menelponku. Tadi aku baru dari kamar mandi dan bergegas untuk tidur saat hendak berbaring, kau menelponku" jawab Yeol
"maaf mengganggu kamu, Yeol. Harusnya aku tau diri kalau sekarang sudah malam" kata Hyungri
"tidak papa, tadi aku sudah bilang, aku selalu siap mendengarkan curhatmu, berarti kapan saja kau bercerita aku akan dengarkan" kata Chanyeol
"terima kasih Yeollie. aku permisi dulu, ne" kata Hyungri
"iya, selamat malam Hyungie" kata Chanyeol
"malam" jawab Hyungri akhirnya memutuskan sambungan dengan Chanyeol
"Hyungri kapan kau bisa mengerti perasaanku" kata Chanyeol sambil melihat boneka rusa yang ada di sebelahnya. Boneka rusa itu, Chanyeol beli dengan maksud untuk hadiah ulang tahun Hyungri yang sebenarnya masih agak lama.
#
#Keesokan harinya, Di sekolah#
"Rajungan!" teriak Suyeon yang berada di depan gerbang sekolah bersama teman-temannya
"ada apa sih? Kenapa kau seperti itu. dan juga tidak biasanya Yunhi menempel dengan Kyungsu seperti itu" tanya Kris
"aku benci saat dia kembali" kata Yunhi dengan tatapan kosong dan teguh pendirian memeluk Kyungsu dari samping
"ada apa dengan kalian berdua?" tanya Chanyeol merasa hyung(?) dan dongsaengnya sedang tidak beres
"begini hyung, kemarin malam Yunhi di telpon oleh seseorang, dan orang itu adalah….." belum sempat Kyungsu mengatakan nama orang itu. Hyura sudah mengatakannya
"Luhan? Dan Suyeon pasti juga di telpon oleh Kai" kata Hyura yang langsung mendapat anggukan dari Suyeon dan Yunhi.
"bagaimana noona tau?" tanya Baekhyun
"tentu saja aku tau, ekspresi wajah mereka sama seperti saat mereka berpisah dengan 2 orang menyebalkan itu" jawab Hyura
"untuk apa mereka muncul saat ini?" tanya Kris
"Tao sepertinya tau kenapa mereka muncul" kata Tao
"apa?" tanya Baekhyun dan Kyungsu
"mereka berdua pasti merencanakan sesuatu deh. Dan meneror Yunhi dan Suyeon hyung" kata Tao
"aku noona, Taozi! Kenapa sih kalian memanggilku hyung? Ini pasti karena Chanyeol!" bentak Suyeon
"heh! Kau hyung! Dan selamanya akan jadi hyung untukku selain Baekkie, Itu mutlak!" bentak Chanyeol
"hiiiihhhh, tapi rambutku panjang" geram Suyeon
"nanti aku bawa kau ke salon! Akan ku potong rambutmu biar mirip model rambutku yang keren ini" kata Chanyeol
"errrhhh…gak sudi aku. Lagi pula kalau sampe aku potong rambut bisa bisa.. ada yang bilang. Yang marganya Wu pasti rambutnya Mohawk trus tinggi, mancung lagi" kata Suyeon
#
"benar juga kau, sekarang…. Zhehan Wu dan Kris Wu… tinggi menjulang, hidung mancung" pikir Hyura
-_- (expresi wajah Suyeon dan Kris)
"173 cm adalah ukuran tinggi yang tak lazim bagi youja. 188 cm juga tidak lazim untuk pria... ibu kalian itu ngidam menara eiffel kah?" tanya Yunhi
Kris dan Suyeon langsung menatap tajam Yunhi.
"tuh kan wajah stoicnya sama" kata Yunhi
"Yunhi!" seru Kris dan Suyeon
"tuhh suara bassnya hampir menyamai" kata Yunhi
#
Pletaaakkk
#
"sudah cukup perangnya" kata Hyura setelah menjitak Yunhi, Suyeon, dan Kris. walau harus lompat dulu untuk menjitak ke dua manusia bemarga Wu itu
"aiissshhh...sakit.." keluh Suyeon dan Kris. sedangkan Yunhi hanya mendengus saja sambil menggosok kepalanya yang berasap.
#
"tapi perkataan Tao ada benarnya juga deh. Kau pintar sekali Taozi" kata Baekhyun
"iya dong, tanpa Kris appa dan Hyura eomma, aku tidak akan secerdas ini" jawab Tao ngelantur
"ya sudah nanti sepulang sekolah kita temui Hyungri, untuk melihat bagaimana keadaannya dengan Chen, okay" kata Hyura
"iyaa!" jawab semua
"tapi tunggu" kata Tao
"apa?" tanya Chanyeol
"aku hanya mengingatkan saja, Kris gege, dan Hyura noona. Kita akan belajar bersama dengan Sehun. Mana bisa kita bertemu Hyungri. Bagaimana kalau Chanyeol and friends sisanya aja deh yang mengawal Hyungri" kata Tao yang mengerti maksud dan tujuan Hyura ingin bertemu Hyungri
"ahh iya, aku lupa. Baiklah, kita hanya bisa serahkan ini pada Suyeon dan Yunhi bersama 3 namja ini" kata Kris
#
#
#Sepulang Sekolah#
Suyeon, Yunhi, Baekhyun, Kyungsu, dan Chanyeol tengah menunggu di depan gerbang sekolah. mereka menunggu Hyungri keluar. Harusnya Yunhi dan Hyungri keluar barengan tapi karena Hyungri ada urusan lain, jadi dia keluar terlambat
"lama banget sih nih bocah" keluh Suyeon
"Yeonie, kita pulang aja yuk" kata Baekhyun sambil menyandarkan kepalanya di pundak Suyeon. "mauku sih gitu" kata Suyeon.
"aku mulai bosan deh, kita duluan aja yuk" kata Yunhi
"iya, aku sudah lapar lagi nih" kata Kyungsu
"jangan! Kita harus menunggu Hyungri keluar" kata Chanyeol dengan penuh semangat
Tak lama kemudian, Hyungri muncul dan ternyata dia berjalan bersama Chen. Membuat 5 orang yang menunggunya terkejut. Khususnya Chanyeol
"hai, teman-teman" sapa Hyungri
"eonnie, bagaimana bisa…. Dia… bersamamu?" tanya Yunhi
"kami tadi berpapasan saat hendak keluar, ya sudah kita jalan bareng deh" jawab Hyungri
"teman-teman aku pergi dulu ya, permisi" kata Chanyeol langsung pergi dengan tergesa-gesa
"kenapa dia?" tanya Hyungri
"entahlah" kata Suyeon
"Hyungri, kau pulang sekarang kan? dengan siapa kau akan pulang?" tanya Yunhi
"dia akan pulang bersama Chen" jawab seorang namja
Yunhi, Suyeon, Kyungsu dan Baekhyun langsung menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata ada 2 orang namja yang berdiri di depan sebuah mobil ferarri merah yang terparkir di depan gerbang
"tidak mungkin, kau…" kata Kyungsu
"sial, mau apa kau kemari?" tanya Baekhyun
"apalagi kalau bukan menemui youja kami di masa lalu" kata namja berjaket hitam dengan rambut blonde
"oppa, kita pergi saja darinya" kata Yunhi sambil menarik narik lengan kanan Kyungsu
"Hyungri, kau pergi saja duluan" kata Suyeon
"kenapa? kalian kan selalu bersamaku saat pulang" kata Hyungri
"kau pergi saja duluan bersama Chen. Mungkin aku masih benci dengan Chen. Tapi di situasi seperti ini, aku terpaksa mempercayakanmu padanya" kata Suyeon
"baiklah, ayo Hyungri" kata Chen pergi dengan Hyungri meninggalkan beberapa orang yang hendak berseteru
"kau tidak perlu repot-repot mengusikku lagi, Kai. Kau juga Luhan, aku sudah capek menegurmu selama kau berhubungan dengan Yunhi" kata Suyeon
"ternyata kau tampak banyak berubah, Yeonie..maksudku Wuzhe" kata Kai memanggil nama China Suyeon.
"dan kau Yunhi ehh bukan Xinfang, kau sama seperti dulu, terlalu polos" kata Luhan tiba-tiba mendapat pukulan keras dari Kyungsu di pipinya
"jangan pernah menghina, beruang ku, Luhan. Kau namja rendahan!" kata Kyungsu
"sshh…lumayan sakit juga pukulan namja cantik ini" kata Luhan
"Suyeon, ini kah Baekhyun sekarang? Tidak ada bedanya dengan dulu. Namja yang manja, hanya menyusahkan Suyeon saja, apa yang kau bisa beri pada Suyeon, hah?" tanya Kai
"A…aku…aku tidak sepertimu, Jongin" jawab Baekhyun menahan emosi
"hanya itu? hanya itu, kau bisa berpikir Suyeon selamanya bersamamu - Argghh" belum selesai bicara, Kai tersungkur karena lehernya di tendang oleh Baekhyun.
"namja bodoh, sudah cukup selama ini aku diam melihat kau bersama Suyeon, dalam hubungan sandiwaramu itu. dan sekarang kamu ingin memulainya lagi? ayo pergi, teman-teman" kata Baekhyun menarik tangan Suyeon, sedangkan Kyungsu menarik tangan Yunhi untuk pergi dari tempat itu
#
#
#Di rumah Suyeon#
Karena Suyeon sedang tinggal sendiri dan hanya Baekhyun yang menemaninya. Yunhi dan Kyungsu memutuskan untuk tinggal bersama di rumah Suyeon. yaa…karena kebetulan Yunhi juga di tinggal oleh kedua orang tuanya ke Rusia dan Kyungsu di tugaskan menjaganya.
Di ruang tengah, Suyeon dan Yunhi sedang makan cemilan, dan tersedia alvocado juice dan orange juice di depan mereka. Mereka memakan cemilan sambil menonton film…emm…umm…Jigsaw atau biasa disebut Saw. Kyungsu dan Baekhyun sedikit miris dan merinding melihat youjachingu mereka sedang mendapat tekanan hebat, mereka saja yang tidak menggunakan cemilan sudah hampir muntah melihat film itu.
Aura psycho, Yunhi dan Suyeon sedang memuncak. Itu di dukung dengan wajah poker face mereka berdua, dan di saat di film ada kejadian pembunuhan pasti mereka berdua menyeringai sadis seperti pembunuh yang senang melihat korbannya mati mengenaskan bahkan tertawa senang.
"Yun, menurutmu Kai di bunuh dengan kapak terbang itu cocok tidak?" tanya Suyeon
"itu kurang oppa, itu aja yang di press pake alat itu lho, oppa" kata Yunhi. Eh? Sejak kapan Suyeon jadi oppanya Yunhi? Suyeon kan youja….
"itu untuk Luhan saja,aku ikhlas kok" kata Suyeon
"ya iyalah secara oppa kan siblingnya Kris oppa, bukan Luhan. Tapi aku juga ikhlas kalo Kai, oppa bunuh" kata Yunhi
"semua orang di sekolah tau, kau siblingnya Lay, rekan kerja pacarnya Eunwu. Jadi untuk apa kau mengikhlaskan Kkamjong kalau kau tidak punya hubungan apapun dengannya" kata Suyeon
"ne…" gumam Yunhi
#
#Keesokan harinya#
- EunwuSuho Side –
"selamat pagi, Suho" sapa Eunwu berjalan mendekati Suho yang baru saja keluar dari kantor kepolisian
"ohh, kamu Rinax ehh maksudku Eunwu" kata Suho
"nama asli tidak papa kok, ini aku bawakan sarapan untukmu, aku tau kau lembur jadi aku membawakan sarapan untukmu" kata Eunwu menunjukkan tas kecil berisi kotak makan ke Suho
"sungguh? Kebetulan aku hendak keluar untuk mencari sarapan. Ayo kita ke taman seberang" kata Suho
#
#Di Taman#
"kapan kau pulang dari Jepang?" tanya Suho sambil makan sarapannya. "kemarin malam. Aku tidak menginap. Jadi pagi berangkat, malam langsung pulang" jawab Eunwu
"hebat ya, kau punya pesawat pribadi. Kau sangat kaya tapi kau mau dengan polisi sederhana ini" kata Suho. Eunwu tersenyum. "toshan, pernah bilang padaku. Mencintai seseorang itu tidak perlu dari derajatnya atau jabatannya. Kau punya pekerjaan yang baik untuk masyarakat itu sudah bagus" kata Eunwu
"begitu, ohh iya, kemarin saat aku lewat dekat sekolahmu, aku melihat 2 youja dan 4 namja di depan gerbang, mereka seperti sedang bertengkar" kata Suho
"siapa?" tanya Eunwu. "kalau yang youja seperti Zhehan eh Suyeon dan Xinfang..ehh Yunhi. Kenapa sih aku selalu memanggil kalian dengan nama asli. Maaf ya" kata Suho
"tidak papa kok, kalau kau memanggil kami dengan nama asli kami. Lalu? 4 namja itu?" tanya Eunwu
"emm…kalau di dekat Yunhi dan Suyeon tentu saja Kyungie dan Baekkie. Tapi aku tidak tau 2 namja di depan mereka. Hanya saja salah satu dari mereka berambut blonde dengan wajah manis tapi jahat" kata Suho
"itu Luhan dan pasti satunya Kai. Luhan itu mantan pacar Yunhi, kau taukan Yunhi itu model?" tanya Eunwu. "tentu saja, majalah langganan bosku sering menampilkan foto Yunhi sebagai cover majalah itu. dan apa hubungannya dengan Luhan? Dia manajernya?" tanya Suho
"tidak, Luhan itu namja paling brengsek yang pernah Yunhi kenal. maaf aku tidak sopan bicaranya. Dia berpacaran dengan Yunhi hanya untuk ketenaran di sekolah dan tentunya juga karena uang" kata Eunwu. "astaga, segitunya kah" kata Suho
"dibanding itu, serendah-rendahnya namja yang melebihi binatang adalah Kai, teman Luhan. Dia mantan pacar Suyeon. dia sama seperti Luhan, berpacaran hanya untuk ketenaran dan uang. Bahkan karena dia, karir Suyeon sebagai dancer hancur" kata Eunwu
"ya ampun, malang sekali Suyeon dan Yunhi" kata Suho. "tapi semenjak ada Kyungsu dan Baekhyun, masa lalu itu mereka lupakan seketika. Hanya saja, aku tidak mengerti kenapa Luhan dan Kai muncul di saat kami berusaha mencegah Hyungri dekat dengan Chen" kata Eunwu
"Rinax, pernahkah kau berpikir kalau Luhan dan Kai ada hubungannya dengan Chen dan Hyungri? Maksudku mereka adalah mantan dari 2 temanmu itu. sedangkan kau, Xinfang, dan Zhehan seperti penjaganya Yuxi kan?" tanya Suho
"jadi, maksudmu…. Chen merencanakan sesuatu dengan Luhan dan Kai, sehingga Yunhi dan Suyeon tidak bisa mengawasi Hyungri? Itu maksudmu?" tanya Eunwu. Suho pun mengangguk
"aku pikir, hanya ada beberapa atau mungkin 1 orang yang bisa kau andalkan untuk mencari kebenaran tentang 3 namja itu. yaa mungkin seseorang yang dekat dengan Hyungri selain kau dan 3 sahabatmu" kata Suho.
#
Eunwu berpikir keras dengan perkataan Suho. "apakah Tao? Tao memang pintar tapi dia polos. Masa Chanyeol? Dia namja cemen, tidak mungkinlah untuk pekerjaan itu" kata Eunwu. "tapi apakah salah satu dari 2 orang itu menyukai Hyungri? Biasanya dia akan melakukan apa saja demi kebaikan Hyungri" kata Suho.
"ada! Chanyeol lah orangnya. Kau memang polisi yang hebat oppa" kata Eunwu. "terima kasih, Rina" kata Suho.
#
#
TBC
Kok kayaknya jadi ada adegan It's war yah… gara-gara rencananya mau ada tawuran antara Kyungsoo, Baekhyun, Luhan, dan Kai. Tapi gak jadi…
Please review okay….. ^^
