The One

By: 0312_luLuEXOticS

Cast: Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Joon Myun

Pairing: HunHan, slight!KaiHun/HunKai, ninja!ChanBaek n SuDo

Genre: Boys Love, Fluff, Romance, Hurt&Comfort

Rate: T

Lenght: 7 of ?

Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Saya hanya meminjam namanya saja. Cerita murni dari hasil imajinajis(?) saya ^^). Nama SNU (Seoul National University) cuma pinjem namanya aja. Kurikulum perkuliahan adalah kurikulum ciptaan saya sendiri,, hehehehe

Warning: Boys Love, typo(s) bertebaran, abal, gaje

.

.

HAPPY READING^^

.

.

"Lulu Hyuuuuuuuuuungg! Iiiroooonaaaaaaaaa!" teriak Baekhyun saat memasuki kamar Luhan. Tidak ada respon. Baekhyun lalu membuka tirai kamar Luhan, membiarkan sinar terang sang mentari masuk, membuat Luhan menggeliat tak nyaman dari tidurnya. Perlahan dia membuka matanya dan mengerjap imut. Luhan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar mencari tersangka pengganggu mimpi indahnya. Tapi, dia tidak menemukan siapapun. Padahal jelas-jelas dia mendengar suara Baekhyun tadi. Dia mengangkat bahunya acuh. Mungkin dia sudah kembali ke kamarnya, atau membantu —mengganggu— Kyungsoo di dapur, pikirnya.

Luhan meraih ponselnya. Ada satu pesan dari Sehun.

Morning Hyung! Feel better? ^^

Luhan hanya tersenyum saat membacanya. Dia membalas pesan Sehun kemudian berjalan keluar dari kamarnya. Sesekali, dia terlihat menguap kecil karena masih mengantuk. Dia berjalan menuju dapur sambil sambil mengucek-ngucek matanya menghilangkan kantuk.

"Aigoooo Hyuuuunnngg! Why being so cute in the morning? Wajahmu bahkan belum tersentuh air, Hyung. Tapi kau tetap terlihat imut. Aigoooooo!" Baekhyun mencubit pipi Luhan gemas saat Luhan mendudukkan dirinya di samping Baekhyun.

"Aiiisshh, appoooo," ucap Luhan manyun sambil mengusap-usap pipinya. "I'm not being cute! Itu sudah bakat alami tau!" lanjutnya narsis. "Aeeeyyy, narsis, eoh? Suits you!" sahut Baekhyun singkat yang hanya dijawab dengan death -sleepy- glare oleh Luhan.

"Mengapa tidak pernah ada pagi yang tenang di rumah ini?" Kyungsoo lebay. "Baekhyun Hyung, berhenti mengganggu Luhan Hyung atau kita akan terlambat karena kalau kau tidak berhenti, Luhan Hyung tidak akan beranjak ke kamar mandi." Kyungsoo beralih pada Luhan. "Dan Luhan Hyung! Berhenti menjilati selai strawberry itu dan lekaslah ke kamar mandi. Ini sudah siang Hyung."

Luhan dan Baekhyun manyun karena ceramah dari sang Eomma. Namun sesaat kemudian, Luhan menunjukkan wajah aegyeo nya pada Kyungsoo. "Eomma, hari ini aku bolos, ne! Kepalaku masih pusing Umma," ucapnya sambil memijat kepalanya pelan.

"No!" jawab Kyungsoo tegas. "Luhan Hyung!" Kyungsoo menarik nafasnya pelan, "Sehun melihat boxer 'SpongeBob' mu bukan berarti kau boleh bolos kuliah hanya karena malu untuk bertemu dengannya!"

"Ahahahahahahaha." Baekhyun terbahak di samping Luhan, membuat wajah Luhan yang sudah cemberut karena ucapan Kyungsoo semakin manyun.

"Besides, kalau kau membolos hari ini, Sehun akan berfikiran kalau Hyung masih sakit. Dan itu berarti dia akan datang ke sini untuk menjagamu seperti kemarin Hyung. Artinya—" "Kau tetap akan bertemu dengan Sehun, Hyung, ahahahaha." Baekhyun melanjutkan kata-kata Kyungsoo, masih tertawa.

Kyungsoo menatap Luhan dengan memiringkan kepalanya sedikit, menunggu jawaban Luhan. "Hhhhh, arrasseo arrasseoooo! Aku akan mandi sekarang," ucapnya kemudian berlalu ke kamar mandi dengan menghentak-hentakkan kakinya.

"KALI INI INGATLAH UNTUK MEMAKAI BOXER YANG TIDAK ADA GAMBARNYA HYUNG! Ahahahahaha," teriak Baekhyun saat Luhan sudah memasuki kamar mandi.

"BYUN BAEKHYUN! SHUT UUUUUPPP!"

Kyungsoo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua Hyungnya. 'Jangan sampai aku benar-benar mempunyai anak seperti mereka berdua nanti' batinnya.

~O.O~

Luhan berjalan pelan dibalik tubuh mungil Baekhyun dan Kyungsoo. Bersiap-siap kabur kalau-kalau dia melihat penampakan Sehun dari kejauhan. Untungnya, sampai dia tiba di Fakultas Musik, sama sekali tidak ada penampakan Sehun. Fiuuuhhh, Luhan mengusap keringat -yang sebenarnya tidak ada- di keningnya kemudian berjalan santai mendahului BaekSoo menuju kelasnya.

"Kau berlebihan, Hyung," ucap Baekhyun saat mereka tiba di kelas. "Sehun kan hanya melihat bo— emmmmpphhh!" "Yaaahhh, Byun Baekhyun, jangan keras-keras. Itu masalah pribadi tau!" Luhan berbisik memarahi Baekhyun sambil membekap mulutnya.

"Tapi Baekhyun Hyung benar, Hyung. Kau sedikit berlebihan," timpal Kyungsoo melepaskan tangan Luhan dari mulut Baekhyun.

"Cckk, mudah bagi kalian mengatakannya. Yang menyukai Sehun kan aku, bukan kalian," jawab Luhan. "Memangnya kalian tidak malu apa kalau Chanyeol dan Suho melihat kalian dengan keadaan seperti itu?"

BaekSoo menatap wajah satu sama lain sebelum menjawab pertanyaan Luhan dengan mantap dengan "ANIYO!" kemudian ber-highfive dan terkekeh. "Uuuurrggghh, dongsaeng menyebalkan." Luhan membenamkan wajahnya di atas meja.

Saat waktunya istirahat siang, Luhan benar-benar berat untuk meninggalkan kelasnya. Dia tidak siap kalau harus bertemu dengan Sehun hari ini. Apa yang akan dikatakan Sehun nanti? Mengingat sikapnya yang sekarang telah menjadi titisan dari BaekSoo, Luhan bisa menebak kalau Sehun pasti akan menggodanya. 'Aiiiissshhh, eottokhaeeee?'

Sambil berjalan pelan di belakang BaekSoo menelusuri koridor fakultasnya, Luhan sempat berfikir untuk melewatkan makan siangnya saat itu dan pergi ke perpustakaan saja. Kalau Luhan berkata dia sedang ada tugas, Sehun pasti tidak akan mengganggunya. Namun secepat ide itu datang, secepat itu pula dia pergi. Karena detik berikutnya, teriakan kompak BaekSoo mengagetkannya. Bukan karena mereka berteriak, karena Luhan sudah terbiasa dengan hal itu, melainkan apa yang diteriakkan oleh mereka.

"SEHUN-AAAAAAAAAAHHH!" Luhan melebarkan matanya saat melihat ke depan. Sehun tersenyum ke arah mereka sambil melambaikan tangannya. Dia terlihat sangat tampan -setidaknya menurut Luhan-.

"Hyuuuung!" panggil Sehun membuat Luhan sadar kalau dia masih berdiri di tempatnya tadi. Tidak bergerak sama sekali. Sedangkan BaekSoo? Mereka dengan teganya meninggalkan Luhan sendirian, padahal mereka yang paling tahu seberapa tidak siapnya Luhan untuk bertemu dengan Sehun saat itu.

"Hyung!" panggil Sehun lagi. "Gwaenchanna? Hyung terlihat tidak fokus. Wajahmu juga sangat merah, Hyung. Apa Hyung masih tidak enak badan?" tanya Sehun sembari menyentuh kening Luhan. Seandainya dia tahu kalau justru perlakuannya lah yang membuat wajah Luhan memerah.

"Eoh,? N-ne, gwaenchanna. Haha." Luhan tersenyum canggung dan menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal.

'Luhan Hyung aneh sekali? Apa karena pesan yang ku tinggalkan kemarin? Aaaahh. Aku tahu seharusnya aku tidak perlu menulisnya. Tapi paling tidak, Luhan Hyung jadi melupakan insiden yang sebelumnya,' pikir Sehun.

"Jeongmal?" tanya Sehun lagi. "Eum," Luhan mengangguk singkat. "Kalau begitu, should we go then? Ke kantin? Aku benar-benar kelaparan Hyung!"

"Eh? T-tentu saja. Aku juga sangat lapar. Kajja!"

Mereka pun berjalan menuju kantin. Menyusul BaekSoo yang sudah ke sana dari tadi. Hhhhhh, Luhan bernafas lega. Syukurlah, sepertinya Sehun tidak akan membahas kejadian -yang menurut Luhan- memalukan kemarin. Tapi walaupun begitu, Luhan juga merasa sedikit kecewa. Karena sepertinya Sehun juga melupakan insiden saat dia hampir mencium Luhan. Insiden itu... Benarkah tidak ada artinya bagi Sehun? Sebenarnya, Luhan sangat ingin menanyakannya pada Sehun. Tapi dia takut. Dia takut akan mendapatkan jawaban yang membuatnya sakit jika dia bertanya.

Ya. Begini lebih baik. Tetap seperti biasanya. Anggap saja insiden itu tidak pernah terjadi.

~O.O~

"Ada yang melihat eyeliner ku?" tanya Baekhyun mencari eyeliner kesayangannya kesana kemari.

"Kau meninggalkannya di kamar mandiku kemarin Hyung," jawab Kyungsoo sambil membereskan barang-barang yang akan mereka bawa. "Luhan Hyuuuuuung! Palliwaaa! Suho Hyung sebentar lagi datang. Hyung jadi ikut tidak?" teriak Kyungsoo.

Keadaan kontrakan LuBaekSoo terlihat kacau sekarang. Hari ini, mereka akan berlibur ke Jeonju untuk melihat Korean Food Festival bersama SuChanHun. 'Mumpung makan gratis' pikir ChanBaek kompak. Lain dengan ChanBaek yang semangat karena makanan gratis, SuDo tentu saja semangat karena mereka memang pecinta kuliner. Mereka kan sama-sama anggota Club memasak. Sedangkan Luhan, alasannya ikut justru sangaaaaaat jauh dari festival yang diselenggarakan di musim gugur itu. Well, it's simply karena Sehun juga ikut kesana.

Kyungsoo sudah selesai memasukkan semua barang (makanan dan cemilan) yang akan mereka bawa. Jarak Seoul ke Jeonju hampir 4 jam. Dia juga sudah membuat sushi pagi-pagi sekali untuk dimakan di jalan, mengingat kalau mereka akan berangkat pukul 5.30 pagi, dan mereka tidak akan sempat untuk sarapan. Untungnya mereka tidak harus naik transportasi umum. Thanks to Suho yang menawarkan mobil Appanya sebagai kendaraan mereka.

"Loh, Luhan Hyung belum keluar dari kamarnya?" tanya Baekhyun setelah menemukan eyelinernya.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Hyung, bisa tolong seret Luhan Hyung kemari? Aku harus menyambut Suho Hyung saat dia datang," pinta Kyungsoo dengan senyum manisnya.

"Dengan senang hati Eommaaa." 'Hehehe, kapan lagi bisa nyeret Luhan Hyung, kekeke.'

Namun, belum sempat Baekhyun melangkah, mereka sudah dikagetkan oleh teriakan merdu dari kamar Luhan membuat keduanya saling berpandangan heran sebelum bergegas menuju kamar Hyungnya. Khawatir kalau-kalau Hyungnya kenapa-napa.

"Aaaaaaaaaaarrrrgggghhhhhh!"

'Apa yang terjadi dengan Luhan Hyung?' pikir BaekSoo.

"Hyuuung! Gwaenchan—" pertanyaan khawatir Baekhyun terputus saat dia melihat keaadaan Luhan dan kamarnya. Tidak jauh beda dengan Baekhyun, keadaan Kyungsoo pun juga begitu. Mulut menganga, mata melotot tak percaya melihat pemandangan di depannya.

Luhan, duduk di atas lantai dalam keadaan yang... well... absolutely FINE. Hanya saja wajahnya terlihat frustasi, dan jangan lupakan pakaian yang berserakan di sepanjang lantai kamar Luhan dan kasurnya.

"APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KAMARMU DAN SEMUA BAJU-BAJU INI HYUUUNG!" Baekhyun menutup telinganya mendengar teriakan Kyungsoo. Oops, sepertinya dia melupakan kalau Kyungsoo itu sangat anti dengan yang namanya berantakan. Tentu saja Kyungsoo langsung shock di tempat melihat keadaan kamar Luhan yang -sangat- kacau.

Baekhyun yang lebih tenang dalam menghadapi kasus seperti ini -karena memang dia juga bukan tipe orang yang rapi- pun hanya geleng-geleng paham (dengan kelakuan Kyungsoo) dan menghampiri Luhan.

"Hyung, wae irae?" tanya nya memegang bahu Luhan. "Baekkie-yaaaaaa!" ucap Luhan menatap Baekhyun dengan deer eyes nya. Baekyun tahu, kalau Luhan seperti ini dan memanggil namanya 'Baekkie' pasti dia sedang benar-benar kacau.

"Waeyo, Hyung? Mengapa kau menghancurkan kamarmu?"

"Baekkie-yaaaa, eottokhaaaee? Aku tidak tahu harus memakai baju apaaaa!" ucap Luhan panik.

Hening

.

.

.

Krikk Krikk

.

.

.

"MWOOOOOO?!" itu bukan Baekhyun. Karena Baekhyun masih tercengang di tempatnya.

"Hyuuuuuuuuuuung! Kau membuat aku dan Baekhyun Hyung berlari dari ruang tamu kemari, mengira kalau sesuatu terjadi padamu, hanya karena ini? Hanya karena kau tidak bisa memilih baju? Demi Tuhan, Hyung! Kita hanya akan pergi ke Korean Food Festival! Bukan clubbing!" Kyungsoo langsung mengeluarkan orasinya. Dia sangat lelah. Bangun jam 3 pagi demi mempersiapkan semua kebutuhan mereka selama perjalanan dan sekarang Luhan menambah satu lagi pekerjaannya dengan bersikap seperti bayi lima tahun?!

"T-tapiiii—" Luhan baru hendak membela diri saat Kyungsoo menaikkan satu tangannya menghentikan ucapan Luhan. "HYUNG! NO! Jangan berkata apapun dulu," ucapnya.

Glekk

Luhan menelan ludahnya melihat Kyungsoo yang sepertinya siap meledak. Ini pertanda buruk, pikirnya. Luhan beralih meminta bantuan pada Baekhyun.

"Baekkie-yaaaaa!" panggilnya dengan suara terlembut dan aegyo terbaik yang dia punya sambil menarik-narik ujung lengan baju Baekhyun, menyadarkannya dari ketercengangannya. "Help me! Please,'' pintanya sambil melirik kearah Kyungsoo.

Baekhyun menghela nafasnya sebelum beralih ke Kyungsoo. "Kyungsoo-yaa, sebaiknya kau tunggu Suho Hyung datang saja. Biar aku yang mengurus bayi rusa itu," ucapnya sambil menuntun Kyungsoo keluar dari kamar Luhan.

Menit berikutnya Baekhyun sudah kembali ke kamar Luhan. "Hyung, apa yang kau fikirkan sebenarnya? Kau hampir membuat Umma meledak!" marah Baekhyun membuat Luhan manyun.

"Aiiissshhh, Byun Baekhyun! You are supossed to help me, bukan melanjutkan amarah Eomma. Kita memang hanya akan ke Food Festival. But still, Sehun ada di sana. Aku kan ingin berpenampilan menarik sekali-kali," ucap Luhan sambil mem-poutkan bibirnya.

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendekati Luhan. "Hyung, you know what? Setiap hari pun, kau selalu berpenampilan menarik tanpa kau sadari. Semua orang melihatnya dan mengakuinya Hyung." "Tapi Sehun tidak," jawab Luhan cepat.

"Well, Sehun mungkin perlu ke dokter mata," ucap Baekhyun membuat Luhan tersenyum.

"Sudahlah, sekarang biar aku pilihkan baju untukmu Hyung. Aku pastikan, kali ini Sehun akan melihatmu." Baekhyun kemudian mulai memilih-milih baju yang akan dipakai Luhan.

Celana jeans hitam, kaos biru laut, dibalut dengan jaket putihnya. Sempurna! Pikir Baekhyun saat melihat Luhan keluar dari kamar mandi. Putih membuat Luhan terlihat imut dan innocent. Tinggal satu hal lagi.

"Ba-Baekhyun-ah, apa aku benar-benar harus memakainya?" tanya Luhan ragu saat melihat benda di tangan kanan Baekhyun.

"Tentu saja, Hyung. Eyeliner ini akan membuat semua orang menatapmu termasuk Sehun. Aku jamin itu." Dan hitam akan membuatnya terlihat sexy.

"A-arasseo," jawabnya pasrah.

"Hyung! Suho Hyung sudah datang tuh. Apa kalia—" Kyungsoo menghentikan ucapannya saat melihat Luhan. "Omooooooooooooo! My baby imut sekali. Neomu yeppeoooo!" teriak Kyungsoo sambil mencubit pipi Luhan dengan gemas.

"Yaaa, yaaaa, kau bisa membuat mahakarya ku hancur Kyungso-yaaaa! Berhenti mencubit pipi Luhan Hyung. Bukankah kau bilang kalau Suho hyung sudah datang?"

"Ah, benar. Suho hyung sudah datang dan menunggu kita di luar." Kyungso lalu menarik tangan BaekHan agar mengikutinya keluar.

Saat tiba di mobil, Suho sudah duduk dengan senyum malaikatnya di belakang kemudi. Chanyeol juga sudah di dalam. Dia mengambil tempat duduk di barisan kedua. Chanyeol langsung mengeluarkan senyum pepsodentnya saat melihat Baekhyun sambil menepuk-nepuk jok di sampingnya yang langsung diaminkan dengan senang hati oleh Baekhyun. Sedangkan Kyungsoo, entah sudah sejak kapan dia duduk di jok depan di samping Suho. Luhan yang terakhir masuk ke mobil dan harus rela duduk di belakang, sendirian. Senyum Chanyeol jadi semakin lebar saat melihat Luhan.

"Whoaaaaa, Hyung! Kau terlihat sexy! Mencoba menarik hati seseorang, eoh?" Luhan mati-matian berusaha menulikan telinganya saat itu. Karena jika sudah ada yang memulai, yang lain pasti akan segera menyusul.

"Siapa dulu donk designernya," ucap Baekhyun bangga. "Uri Baekkie memang yang terbaik. Haruskah aku memberikan hadiah untuknya?" tanya Chanyeol kemudian mencium bibir Baekhyun yang diterima dengan senang hati oleh sang pemilik bibir. SuDo dan Luhan hanya memutar bola mata mereka malas melihat pemandangan yang sudah tidak asing bagi mereka itu.

"Aigoooo, Eommaaa, sejak kapan anak kita jadi yeppeo seperti itu? Bukankah biasanya dia 'man-ly'?" tanya Suho pada Kyungsoo sambil melirik Luhan.

'WHAT THE— Sejak kapan aku jadi anak mereka? Idiiihhh, Maldo Andwae,' pikir Luhan.

"Mmmmm, molla," jawab Kyungsoo pura-pura berpikir. "Coba ku ingat-ingat. Apa sejak 'Pangeran' dari Busan datang?"

BLUSSSSHHHH

Sepertinya pipi Luhan sangat sensitif kalau sudah menyangkut Sehun. "Ahahaha, betul, betul, sejak 'Pangeran' Oh datang, Lulu Hyung yang KATANYA 'manly' berubah menjadi 'Princess Lulu', kekekeke."

"Hmmmmm, kalau begitu, karena sang 'Princess' sudah berada di dalam mobil, haruskah kita segera menjemput sang 'Pangeran'?" sahut Chanyeol.

'Princess apanya! Sejak kapan 'Princess' duduk paling belakang?'

"Sepertinya begitu. Lihat saja, wajah 'Princess' sudah semerah kepiting rebus. Sepertinya kita harus segera menuju Istana sang 'Pangeran', Appaaa," ucap Kyungsoo pada Suho membuat pipi Luhan benar-benar panas.

"Arrasseo, kajjaaaaa!" Suho pun mulai menjalankan mobilnya.

~O.O~

Tak jauh berbeda dengan keadaan Luhan, Sehun sendiri juga terlihat amat-sangat frustasi memikirkan apa yang akan dipakainya. Tadi malam, Luhan menelfonnya dan mengatakan kalau Suho mengajak mereka ke Jeonju. Kalau Suho mengajaknya dan Luhan, dia pasti juga mengajak ChanBaek dan Umma tentunya. Kalau begitu, masing-masing akan jalan dengan pasangan mereka. Dan itu berarti, dia akan berdua dengan Luhan.

Dan sejak saat itu pula, fikirannya terganggu. Dia nyaris tidak bisa tidur malam itu. Sebenarnya dia juga sudah biasa jalan berdua dengan Luhan. Tapi selama beberapa bulan terakhir ini, semenjak kejadian waktu Luhan sakit, Sehun merasa ada yang aneh pada dirinya.

Sehun memang bukan anak kecil lagi. Dia tahu perasaan itu apa. Dia menyukai Luhan. Tapi dia juga masih mengharapkan Jongin. Lagipula, entah mengapa, rasanya berbeda dengan saat bersama Jongin dulu. Dia akan selalu merasa senang setiap kali bisa bersama Jongin. Hanya senang. Sehun menyukai setiap detik waktu yang dihabiskannya bersama Jongin. Dia... mencintai Jongin.

Saat bersama Luhan? Sehun juga merasa senang. Sangat Senang. Dia bahagia bisa bersama Luhan. Tapi selain rasa bahagia dan senang, Sehun juga merasakan perasaan yang berbeda. Perasaan yang tidak dia rasakan saat bersama Jongin.

Perasaan gugup.

Entah mengapa, Sehun pasti akan tiba-tiba menjadi gugup saat berada di dekat Luhan. Setiap apapun yang dilakukannya, dia selalu ingin terlihat sempurna di mata Luhan. Dia selalu ingin melihat senyum itu di bibir Luhan. Senyum yang membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari batas normal. Dia menyukai Luhan. Tapi dia takut kalau ternyata Luhan hanyalah pelarian dari Jongin.

Sehun menjambak rambutnya frustasi. Sebenarnya apa yang dia rasakan ke Luhan?

Zzzzzz zzzzzz zzzzz

Ponsel Sehun bergetar di atas meja belajarnya. Menyadarkannya dari lamunannya.

Sehun-ah, kami menuju ke dorm. Kau sudah siap kan?

Shit! Sehun langsung memilih bajunya asal. Dia akhirnya memakai jeans hitam, kaos biru, dan jaket hitam. Dia kemusian menyisir rambutnya kemudian mengacaknya sedikit. Agar terlihat sedikit messy. Sehun segera mengambil ponsel dan dompetnya kemudian berjalan keluar dari dorm nya.

Tidak, tidak! Luhan adalah Hyung nya. Karena itu, dia tidak seharusnya memiliki perasaan seperti itu pada Luhan.

TIINN TIIINNNNN

"SEHUN-AAAAHHH! PPALLIIIIIIII!" teriak Chanyeol dari dalam mobil saat mereka tiba di depan dorm nya Sehun. Mengapa bukan Luhan yang memanggil? Karena mereka -atas ide Chanyeol- ingin mengejutkan Sehun.

Sehun segera menghampiri mobil Suho. Sehun tidak bisa menyembunyikan wajah bingungnya saat membuka pintu. Di dalam, sudah ada UmmaAppa di depan, ChanBaek di tengah, tapi... dia tidak melihat Luhan. Apa Luhan tidak jadi ikut? Tapi barusan kan dia mendapat SMS dari Luhan?

"Ehem! Mencari seseorang?" tanya Chanyeol dengan nada menggoda. "Hyung?" tanya Sehun.

"Aaaahhh, mencari Luhan hyung, eoh?" tanya Baekhyun, "Eottokhae? Tiba-tiba Luhan Hyung tidak enak badan, jadi—" Baekhyun memasang wajah -pura-pura- sedih.

"MWOOOOO? LUHAN HYUNG SAKIT?!" Ke-empat orang di dalam mobil menutup telinga mereka. "Hyuuung! Bagaimana mungkin kalian akan tetap pergi bersenang-senang dan meninggalkan Luhan hyung sendiri saat dia sakit?!"

Pletakk

"Aiiissshhh, Oh Sehun! Tidak usah berteriak! Lagian siapa juga yang bilang Luhan Hyung ditinggal sendiri?" Kyungsoo menghadiahkan satu jitakan imut di kepala Sehun.

"Eh?" "Makanya, kalau ada orang ngomong, jangan dipotong! Luhan Hyung tidak enak badan, jadi, aku menyuruhnya tiduran di kursi belakang." Perkataan Baekhyun sukses membuat Sehun melongo. "Ohh, hehe." Sehun nyengir, malu karena sempat marah-marah pada mereka.

Luhan yang mendengarkan itu semua dari jok belakang merasa menjadi orang paling bodoh karena mengikuti ide Chanyeol untuk bersembunyi sebagai kejutan untuk Sehun. Kejutan apanya? Sekarang suasana jadi canggung begini! Luhan bersumpah dalam hati untuk tidak mendengarkan ide cemerlang apapun lagi dari Chanyeol.

Karena sudah tidak tahan dengan kecanggungan yang terjadi, Luhan pun bangun dari posisi tidurnya. "Annyeong, Sehun-ah!" ucapnya sambil melambaikan tangan kanannya canggung pada Sehun yang masih berdiri di luar.

Untuk sesaat, suasana menjadi hening. Sehun dan Luhan saling bertatapan. Sepertinya terpesona dengan penampilan satu sama lain. Sehun terlihat tampan seperti biasa. Tapi hari ini, dia bahkan jauh terlihat lebih tampan. Jaket hitam yang dipakainya sangat kontras dengan kulit pucat Sehun. Membuatnya terlihat bersinar(?) di mata Luhan. Dan rambut Sehun yang sedikit berantakan itu... Luhan menggigit bibir bawahnya dan sedikit menundukkan wajahnya saat tiba-tiba saja pipinya terasa panas.

Tak jauh berbeda dengan Luhan, Sehun juga terpaku di tempatnya berdiri. Memandangi Luhan dengan intens. Luhan dan warna putih adalah perpaduan yang sangat indah menurut Sehun. It makes him look so pure. Dan eyeliner yang dipakainya, membuatnya terlihat lebih cantik. Satu kata yang bisa Sehun pikirkan saat itu. Luhan is so Breathtaking. Kalau Luhan terus seperti ini, bagaimana mungkin dia bisa melihat Luhan hanya sebagai Hyung?

"Jadi, apa kau akan terus berdiri di situ sambil menatap Lulu Hyung?" tanya Baekhyun memecah keheningan, "Atau kau akan masuk dan duduk di samping Luhan Hyung agar kita bisa melanjutkan perjalanan?" lanjut Kyungsoo. Empat pasang mata itu kini menatap Sehun, membuat Sehun salah tingkah.

"Eh? Eoohh, ummm, hehe." Sehun pun mengambil posisi di samping Luhan. Keduanya masih terdiam. Namun sesaat kemudian Sehun seperti teringat sesuatu dan menghadap Luhan.

"Hyung, apa kau benar-benar tidak enak badan? Wajahmu merah, Hyung. Apa sebaiknya kita tidak usah ikut?" Sehun memegang dahi Luhan khawatir.

"Eh? A-aniyo. Aku tidak apa-apa. Tadi Cuma sedikit ngantuk, makanya aku berbaring. Haha," jawab Luhan memegang dahinya yang terasa panas sehabis disentuh Sehun. "Jeongmalyeo?" Luhan mengangguk pelan.

"Arasseo," ucap Sehun tersenyum lalu meraih kepala Luhan dan meletakkannya di bahunya. "Se-Sehun-ah, apa yang—"

"Ssshhh, tidurlah! Perjalanannya masih panjang Hyung," jawab Sehun memotong pertanyaan Luhan kemudian meletakkan kepalanya sendiri di atas kepala Luhan dan menutup matanya. Luhan tidak dapat menyembunyikan senyum manis dan perasaan hangat nya karena perlakuan Sehun. Jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat saat itu, tapi dia tidak perduli. Perlahan dia menutup matanya, masih dengan senyuman manis di wajahnya.

KLIK, KLIK, KLIK,

ChanBaekSuD.O berteriak tertahan melihat pemandangan di jok belakang. "Aaaawwww, mereka benar-benar cute," bisik Chanyeol. "Yeollie, mengapa kita tidak cute seperti mereka?"—Baekhyun. "Rasanya aku ingin memasukkan mereka ke dalam kantongku!"—Suho. "Omoooo, aku benar-benar ingin menjadikan mereka anakku!"—Kyungsoo.

~O.O~

Mereka tiba di Jeonju hampir jam 10 pagi. Suasana sudah sangat ramai dengan pengunjung dan wisatawan saat itu. Seperti dugaan Sehun, begitu tiba di sana, mereka langsung terpencar. Suho dan Kyungsoo langsung melangkahkan kaki mereka menuju tempat dilangsungkannya Cooking Experience Programs.

"Appa, Tteokbokki atau home-made pizza?" tanya Kyungsoo. "Hhhhmmm, bagaimana kalau Tteokbikki? Kalau kau ingin membuat home-made pizza, kita bisa membuatnya di apartementku saja," jawab Suho sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kyungsoo.

"Memangnnya bisa?" "Aniyo. Nanti biar temanku yang mengajarkannya, hehehehe," jawabnya santai dan menarik tangan Kyungsoo menuju stan pembuatan Tteokbokki. Kyungsoo hanya memutar bola matanya imut mendengar jawaban Suho.

Lain dengan pasangan SuD.O, lain pula dengan ChanBaek. Begitu tiba di sana, mereka langsung menuju ke tempat dihidangkannya makanan tradisional Korea secara gratis bagi para pengunjung yang ingin mencobanya.

"Yeolliiiiiieeeeeeee! Aku mau coba yang ituuu!" ucap Baekhyun manja pada Chanyeol. "Tapi aku ingin mencoba Bibimbap nya Baekkie. Kau tahu kan kalau Bibimbap Jeonju itu paling enak," tolak Chanyeol.

"Tapi aku mau coba yang itu duluuuu. Kita kan masih seharian di sini, nanti saja nyoba Bibimbap nya. Ne," bujuk Baekhyun. "Tapi—" "Ya sudah kalau Yeollie tidak mau. Aku pergi sendiri. Siapa tahu ketemu dengan Hyung cakep," rajuk Baekhyun.

"Mwooo!? Andwaeee!" teriak Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun. "Bagaimana mungkin kau berfikiran seperti itu di depanku? Di depan pacarmu sendiri?" ucapnya lebay.

"Habis Yeollie menyebalkan." Baekhyun mem-pout-kan bibirnya. "Aiiisshhh, arrasseo, arrasseo. Mianhae, ne. Sekarang Baekkie mau kemana? Ayo, aku akan mengantar Baekkie kemanapun. Bibimbap bisa menunggu kan?" Chanyeol tersenyum sambil menggandeng tangan Baekhyun.

'YEEESSSSS!' Baekhyun bersorak menang dalam hati.

~O.O~

Sehun dan Luhan terus berjalan berkeliling sambil melihat-lihat. Keduanya terlihat tidak begitu antusias dengan acara itu. Luhan lebih suka pergi ke taman bermain seharian dari pada terjebak di sini. Luhan memang bukan penggemar makanan. Dia hanya suka bubble tea, kue dan es krim. Sedangkan Sehun? Well, dia kan hanya mengikuti Luhan.

"Hyung!" panggil Sehun. "Ne?"

"Sudah jauh-jauh ke sini, tidak ingin mencoba sesuatu?" tanya Sehun. 'Itu lebih baik kan daripada hanya berkeliling,' pikirnya

"Hmmmmm, molla. Sebenarnya aku tidak begitu ingin apa-apa," jawab Luhan. "Tapi, aku rasa mencoba sesuatu juga tidak masalah," lanjutnya. "Bagaimana kalau—"

"Luhan?" ucapan Luhan terputus saat seseorang memanggilnya dari belakang. Raut wajah Sehun langsung berubah kusam saat melihat siapa yang memanggil Luhan.

'What!? Kenapa tiang listrik itu ada di sini?'

"Kris? Heeiiii!" Luhan tersenyum saat melihat Kris menghampirinya. "Apa yang kau lakukan di sini? Seingatku kau bukan pecinta wisata kuliner?" tanya Luhan bercanda.

"You know, aku juga bisa mengatakan hal yang sama padamu," jawab Kris. "Lay mengajakku ke sini. Kau tahu kan dia suka sekali dengan hal-hal yang berbau kuliner." Luhan mengangguk paham. "Lalu, dimana Lay?" tanya nya.

"Dia bersama Tao di arena Cooking Classes. Untung aku berhasil kabur, hehehehe," jawab Kris terkekeh. "Kau sendiri, sedang apa di sini, Lu?"

"Kyungsoo dan Suho," jawab Luhan singkat. "Pantas saja sepertinya aku melihat penampakan mereka tadi," Luhan tersenyum mendengar ucapan Kris.

"EHEM!" Sehun sengaja berdehem agak keras untuk menarik perhatian kedua makhluk di depannya yang sepertinya melupakan kehadirannya.

"Oh iya!" Luhan tersadar. "Kenalkan, ini Sehun. Dan Sehun, ini Kris. Temanku," ucap Luhan memperkenalkan keduanya. Keduanya pun berjabat tangan dan memperkenalkan diri masing-masing.

"Hai, aku Kris. Jadi, kau yang bernama Sehun? Luhan sering bercerita tentangmu," ucap Kris ramah. Luhan memang sering bercerita tentang Sehun. Dan Kris bisa menebak kalau Luhan mencintai Sehun dari setiap ceritanya.

"Ya, that's me," jawab Sehun bangga. "Hyung sering bercerita tentangku? Tapi sepertinya Hyung idak pernah bercerita tentangmu," lanjutnya membut Kris sedikit tersentak. Kenapa Sehun sepertinya tidak menyukainya? Namun detik berikutnya Kris bersorak dalam hati. 'Sepertinya cinta Luhan tidak bertepuk sebelah tangan.'

"Hyung, bukankah tadi kau bilang ingin mencoba sesuatu?" tanya Sehun. Dia ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Kris. Tapi sepertinya takdir berkehendak lain.

"Aaahh, mau mencoba Tteokbokki nya? Aku sudah mencobanya tadi, dan rasanya benar-benar enak. Bukankah kau suka makanan pedas, Lu?" ucap Kris, tidak memperdulikan aura membunuh yang datang dari arah Sehun. Dia ingin membuktikan hipotesisnya.

"Jeongmalyeo? Kalau begitu kita kesana saja. Kau mau menunjukkan tempatnya, kan?" Luhan terlihat bersemangat, dan itu membuat aura membunuh Sehun semakin kuat. Tapi Luhan tidak menyadarinya. "Tentu saja! Apapun untuk Princess ku yang imut ini," jawab Kris mencubit kecil pipi Luhan, membuat Luhan sedikit tersipu.

'WHAT THE HELL! Mengapa Luhan Hyung tidak marah dipanggil 'imut'? Dipanggil 'Princess' juga? Mengapa Luhan Hyung malah tersipu begitu? Apa-apaan ini!? Cih, katanya tidak suka, tapi malah tersipu cuma karena dipanggil begitu!'

"Nah, kajja!" ucap Kris kemudian menggandeng tangan Luhan dan berjalan meninggalkan Sehun di belakang.

'Yaaaaaaaakkk! Berani-beraninya 'tiang listrik' ini menggandeng Luhan Hyung! Aku saja tidak pernah. Dan Luhan Hyung! Mengapa dia diam saja!? Mwoyaaaaaaaaa!'

Sehun berjalan pelan di belakang KrisHan yang bergandengan tangan dengan mesra di depannya. Tatapan matanya seakan-akan bisa melubangi punggung KrisHan saat itu. Hatinya terasa panas. Apalagi, Luhan sepertinya tidak keberatan saat Kris membawanya ke sana kemari dengan tangan yang masih bertautan. Bahkan saat tiba di stan Tteokbokki pun, Kris tidak melepaskan tangannya dari tangan Luhan. Dia menyuapi Luhan dengan tangan satunya. Kris juga membersihkan sisa saus yang menempel di ujung bibir Luhan dan menjilatnya, membuat Luhan kembali tersipu.

Sehun hanya menatap kejadian yang berlangsung di depan matanya saat itu dalam diam. Perlahan, dia memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening. Bagaimana mungkin ini terjadi padanya? Luhan Hyung tersenyum bahagia dengan orang lain. Biar dipikirkan bagaimanapun, ini terlihat tidak benar. Seharusnya dia yang membuat Luhan tersenyum seperti itu. Seharusnya dia yang membuat Luhan tersipu malu. Seharusnya dia yang menyuapi Luhan. Seharusnya dia yang mengusap noda di ujung bibir Luhan. Seharusnya dia yang menggandeng tangan Luhan. Dan seharusnya dia yang berada di samping Luhan saat itu. Bukan Kris, bukan siapapun.

Lalu, mengapa dia tidak melakukan apa yang seharusnya dia lakukan? Entahlah, tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang menahannya untuk meraih Luhan dari genggaman tangan Kris ke dalam pelukannya. Sehun sendiri tidak tahu apa itu. Mengapa dia bisa mempunyai perasaan seperti itu pada Luhan? Menyukai Luhan. It seems so wrong. But at the same time, it feels extremely right. Dia harus bagaimana?

Sehun terdiam di tempatnya berdiri. Matanya tidak fokus, sepertinya memikirkan sesuatu. Dia bahkan tidak menyadari kalau Kris menatapnya dengan senyuman kecil di bibirnya sambil menggelengkan kepalanya. 'Ck ck ck, dasar bocah!' pikirnya.

Selama di acara festival, Sehun benar-benar tidak bisa menikmatinya. Bagaimana mungkin dia bisa kalau Kris terus mengikuti mereka sepanjang hari. Lebih tepatnya Sehun yang mengikuti Luhan yang terus ditarik oleh Kris dari satu tempat ke tempat lainnya. Kris bahkan berniat untuk ikut bersama mereka mereka ke Hanok Village saat Luhan mengajaknya, membuat Sehun benar-benar hampir meledak saat itu juga. Untungnya sebelum mereka sempat melangkah menuju area parkiran, Lay dan Tao berhasil menemukan Kris setelah hampir seharian mencarinya. Sehun memang tidak mengenal Lay apalagi Tao, tapi saat itu juga, Sehun memutuskan kalau dia menyukai keduanya. Karena mereka telah membawa Kris pergi dari hadapannya dan Luhan.

Pukul 3 sore, mereka keluar dari area festival dan melanjutkan perjalanan menuju Hanok Village. Tempat wisata yang menyerupai sebuah desa kecil dengan full of Korean Traditional houses. Luhan terlihat sangat antusias saat tiba di sana. Dia langsung menarik BaekSoo dan memerintahkan Chanyeol untuk mengambil gambar mereka bertiga di pintu masuk Hanok Village.

Suasana di sana benar-benar nyaman dan asri. Pemandangannya juga sangat indah. Trio Uke unyu bin imut sudah berlarian ke sana kemari sedari tadi. Mengambil gambar di sana sini, tentu saja Chanyeol sebagai fotografer nya. Sesekali, Chanyeol juga akan berfoto bersama mereka. Luhan benar-benar terlihat senang. Dia terus memasang wajah terpesonanya saat melihat pemandangan di sekitarnya. Dia terus tersenyum, tertawa, dan melompat-lompat seperti anak kecil setiap menemukan spot bagus untuk dijadikan background foto mereka.

Sehun berjalan pelan bersama Suho, mengkuti ChanLuBaekSoo. Matanya sama sekali tidak bisa lepas dari Luhan. Melihat Luhan yang tersenyum seperti itu, dia bahkan hampir melupakan kejadian di festival tadi. Sehun bahkan tidak menyadarinya, kalau sedari tadi, dia juga ikut tersenyum bersama Luhan.

Dari tempatnya berfoto bersama BaekSoo, dia bisa melihat Suho dan Sehun yang berjalan pelan. Sangat pelan menurut Luhan. Mengapa mereka berdua tidak ikut berfoto? Kapan lagi bisa main ke sini kan? Pikirnya. Tapi setelah dipikir-pikir, Sehun terlihat lebih diam sejak mereka di festival tadi. Apa sejak Kris datang? Sehun sepertinya, eerrmmm, marah padanya. Dia bahkan tidak mengajak Luhan bicara saat mereka dalam perjalanan kemari tadi. Tapi, mengapa dia marah?

Luhan melihat Suho mengatakan sesuatu pada Sehun sambil menatap ke arahnya. Dan entah apapun yang dikatakan Suho padanya, Sehun terlihat terkejut. Dia menatap Suho, yang tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Kyungsoo, kemudian kembali menatap ke arah Luhan. Namun, kali ini, Sehun terlihat mengerutkan keningnya saat menatap nya, seperti tengah memikirkan sesuatu. Apa yang Suho katakan padanya? Mengapa Sehun melihatnya dengan wajah seperti itu?

~O.O~

Sehun menghempaskan tubuhnya dengan kasar di kasur kamarnya, tidak perduli kalau roomatenya akan terganggu. Tubuhnya terasa lelah setelah seharian berkeliling. Namun pikirannya justru lebih lelah lagi. Perkataan Suho di Hanok Village tadi sore benar-benar membuatnya berfikir keras, dan itu melelahkan.

Sehun mengingat semua hari-hari indah yang dijalaninya dengan Luhan. Luhan Hyung nya. Orang yang paling disayangi dan mungkin juga disukainya saat ini. Lalu pikirannya membawanya pada kejadian tadi siang, saat Kris menggandeng tangan Luhan dan membawanya kesana kemari di depan matanya.

Kembali, kata-kata Suho terngiang jelas di telinganya.

"Luhan Hyung itu... Dia seperti permata. Semua orang menyukainya karena keindahannya. Bahkan tidak sedikit yang menyayanginya dan ingin memilikinya. Meraihnya untuk menjaganya dengan sepenuh hati dan menjadikannya milik mereka seutuhnya. Kau tahu? Some people diberi kesempatan untuk memilikinya, hanya saja, orang itu tidak menyadari kesempatan yang dimilikinya. Mungkin dia tidak tahu, tapi kesempatan itu tidak akan selamanya berada di sisinya. Karena itu, kalau tidak bertindak cepat, kesempatan itu akan pergi, Sehun-ah."

Sehun memejamkan matanya. Mencoba melepaskan semua kelelahan yang ada pada dirinya. Baik dari fisik maupun pikirannya. Sehun tidak bodoh. Dia sangat mengerti maksud dan tujuan Suho tiba-tiba mengatakan hal itu padanya.

Sehun baru menyadarinya. Kesempatan itu selalu ada di dekatnya. Hanya saja, dia terlalu takut untuk meraihnya. Takut kalau setelah meraihnya, ternyata semua itu hanya kesalahpahaman belaka. Takut kalau-kalau pada akhirnya, dia akan terluka lagi, atau yang lebih parah lagi, dia akan melukai Luhan.

Lalu kali ini, apa yang harus dilakukannya? Haruskah dia mengabaikan kesempatan itu, dan menjalani hubungan Hyung-Dongsaengnya dengan Luhan seperti biasanya? Atau haruskah dia mengambil kesempatan itu sebelum kesempatan itu benar-benar pergi meninggalkannya dan merubah semuanya?

~O.O~

TeBeCe

A/N:

Annyeoooooooooooooong!

#teriakpakeTao

Lagi-lagi Liyya minta maaf karena baru update.

#Curhat# Beberapa hari ini galau gegara hubungan HunHan kayaknya agak renggang ya? Liyya jadi gak semangat mau ngetik ini :( Apalagi moment di Happy Camp kemaren. Jujur Liyya sebeeeeeeeeeelll banget karena Sehun jadi deket sama Tao ketimbang Luhan (maaf yang suka HunTao). Liyya paling gak suka liat Sehun selingkuh sana sini. Liyya juga gak begitu suka LuMin (maaf juga yang suka LuMin/XiuHan). Karena Liyya gak suka Luhan dijadikan seme! Sehun kok kayaknya makin jauh gt dari Luhan dan Liyya sakit hati banget sama Thehun,, Huweeeeeeeeeeeee! :'(

Liyya gak tau lagi mau ngomong apa, pikiran masih kacau balau gegara hunHan jadi begini :'(

Langsung aja deh ya Liyya mau ngucapin BIG THANKS to Eonnie, Saeng, n Chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje nya Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow

Balasan Review:

dian deer: muehehehehe,,, Seandainya bisa eon batalin kontraknya, pasti udah eon batalin dari dulu saeng,,, #diteleportkekutub# Gara-gara Baekkie tuh, jadi batal deh poppo-annya,, Kapan ya HunHan jadian,,? Bisa jadi Chap depan,, ato chap depannya,, atau tidak sama sekali,,, *wink*

Makasih udah ngereview^^

sofia ningsih: iya dooonk,,, kuning,, SpongeBob gitu loohh,, hehehe,, Iya noh, Sehun terlalu bertele-tele sih. Coba langsung poppo kaya' pas dia nyium pipinya Lulu ;)

Makasih udah ngereview^^

chyshinji0204: Sehun emang gitu mah,, cemburu tapi kagak mau ngaku -_- Liyya juga kagak ngerti kalo masalah ngegantiin underware ato enggaknya. Soalnya waktu ntu Liyya langsung diusir sama Sehun #PLAKK

Makasih udah ngereview^^

lynacronics: Kyaaaaaaaaa,, belom saeng,,, Chap ini aja belom ._. Habisnya Sehun masih sok-sok gak ngaku sih kalo suka,, hehehe,, Kasian donk kalo Luhan selalu dibully,, dia kan lagi sakit juga,, hohoho,, FB nya Eonnie namanya Lulu Exotics saeng,, :)

Makasih udah ngereview^^

ssnowish: Annyeong saeng,,,! Selamat datang ke dunia ff gaje nya Eonnie,, hehehe,, Eon juga gemes tuh ngeliat mereka g cepet-cepet jadian -_- Eon juga suka kok sama persahabatannya BaekLuSoo :)

Makasih udah ngereview^^

RirinSekarini: muehehehehe,, Liyya juga senyum-senyum sendiri pas ngetik ini. Apakah Liyya juga sudah gila? O.O

Makasih udah ngereview^^

Lee MingKyu: muahahahaha,, ff ini bebas dari NC saeng,,, Eon tidak bisa nulis adegan begituan . Baru nulis adegan kissing aja udah degdeg gitu -_- Iyaaa,, nanti ada jongin, mungkin di chap 9 ato 10 nanti,, Dia ganggu HunHan gak yaa,,,? Kita liat aja nanti *smirk* Sehun masih dalam tahap galau sama perasaannya sendiri saeng,, #ditopanSehun

Makasih udah ngereview^^

ferinaref: Kamu baca 2 kali,,,? Omooooo,,, so sweet,,, #Liyyakesenengan :)

Makasih udah ngereview^^

ThegorgeousLu: HunHan emang sweet chingu,,, :) Baekkie itu paling tahu saat-saat yang tepat untuk ngeganggu HunHan,, hehehehe,, Ayo suruh Thehun ngaku chinguuu,, Sebelum Luhan berpaling pada Kris,, Liyya kan KrisHan Shipper juga,, muahahahaha,, #dibakarSehun

Makasih udah ngereview^^

Kiela Yue: Sehun emang gitu Riiinn,, galau-galau gak jelas gitu deh -_- muahahahaha,, Sehun kan sudah tertular virusnya BaekSoo #ditelanbumi# Sehun kalau cemburu emang paling manis. Apalagi kalo cemburu-cemburu gak nyadar gitu,, bikin gemeeesss . Ayo kita sadarkan Sehun Riiinnn,,, Sebelum Luhan diambil Kris,,, :)

Makasih udah ngereview^^

ajib4ff: Eooooooooonnn,,, Muahahahahaha,,, Sumpah saeng suka banget baca drama nya EXO vs Eonnie n ada saeng nyempil2 gitu,, Tapi kasiaaannn,, kenapa nasibnya Eon jelek terus,,,? Cuma di chap berapa gt yang bahagia karena bisa balas dendam pada Sehun,, hohohoho,,,

Makasih udah ngereview^^

Seperti biasa, boleh minta RnR nya lagi?

So, see U next chapter?

#Kiss N Hug readers satu-satu ^_^